Anda di halaman 1dari 16

HUBUNGAN TEKANAN ANGGARAN WAKTU DENGAN PERILAKU DISFUNGSIONAL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS AUDIT

CHRISTINA SOSOSUTIKNO Universitas Gadjah Mada Abstract This study examine the relation of pressure of time budget with behavioral disfungsional which mirror from behavior of premature sign-off, under-reporting of time, and audit quality reduction behavior and also its influence to audit quality. The respondents are senior auditors at BPK and BPKP. Data for the study were collected from 1 BPK and 3 BPKP. The sampling method used is purposive sampling. In total 220 questionnaires were distributed, 130 can be used in analysis, for response rate of 74 percent.Using structural equation modeling of AMOS (Analysis of Moment Structure) Program, the result of this study indicates that the pressure of time budget have significant influence to behavior of premature sign-off, underreporting of time, and audit quality reduction behavior. By contrast, behavior disfungsional which mirror from behavior of premature sign-off, under-reporting of time, and audit quality reduction behavior do not have effect to audit quality.Behavior of premature sign-off have significant influence to audit quality reduction behavior. Key words: time budget pressure, premature sign-off, under-reporting of time, audit quality reduction behavior, audit quality, senior auditor, BPK dan BPKP.

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Anggaran waktu audit sangat diperlukan bagi auditor dalam melaksanakan tugasnya untuk dapat memenuhi permintaan klien secara tepat waktu dan menjadi salah satu kunci keberhasilan karir auditor di masa depan (Commission on AuditorsResponsibilities Report, 1978). Kriteria untuk memperoleh peringkat yang baik adalah pencapaian anggaran waktu (Kelley & Seiler, 1982). Kriteria ini memberikan tekanan bagi auditor untuk memenuhi anggaran waktu. Tekanan ini menyebabkan stres inividual yang muncul dari ketidakseimbangan antara tugas dan waktu yang tersedia serta mempengaruhi etika profesional melalui sikap, niat, perhatian, dan perilaku auditor. Pengaruh negatif ini terlihat dari munculnya perilaku yang mengancam kualitas audit yaitu penurunan tingkat pendeteksian dan penyelidikan aspek kualitatif salah saji (Braun, 2000), gagal meneliti prinsip akuntansi, melakukan review dokumen secara dangkal, menerima penjelasan klien yang lemah dan mengurangi pekerjaan pada salah satu langkah audit di bawah tingkat yang diterima (Kelley & Margheim, 1987). Perilaku ini secara langsung mengancam reliabilitas laporan audit yang membentuk dasar opini audit dan bersama-sama dengan premature sign-off merupakan perilaku yang mengurangi kualitas audit (audit quality reduction behaviour). Bentuk perilaku lain yang ditemukan oleh Kelley & Margheim (1987) adalah under-reporting of time yang terjadi ketika auditor menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan dan tidak membebankan pekerjaan itu kepada klien yang bersangkutan. Biasanya perilaku ini dimotivasi oleh keinginan untuk menghindari atau meminimumkan anggaran
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI
Surabaya, 16 17 Oktober 2003

92

Hubungan Tekanan Anggaran Waktu dengan Perilaku Disfungsional serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Audit

SESI

1.

yang berlebihan (budget over run) (Leightner, et al., 1982). Perilaku ini tidak mengancam secara langsung pada kualitas audit namun mengarah pada konsekuensi yang tidak diinginkan seperti evaluasi staf tidak akurat, kehilangan pendapatan bagi perusahaan, anggaran akan datang menjadi tidak realistik dan perilaku yang mengurangi kualitas audit di masa depan. Perilaku disfungsional cenderung meningkat sebanding dengan meningkatnya tekanan anggaran (Cook dan Kelley, 1988). Perilaku disfungsional yang lebih rendah pada tingkat sangat tinggi atas tekanan anggaran lebih memungkinkan mengarah pada perasaan kecewa dan kelalaian terhadap etika dan kualitas pekerjaan. Kualitas pekerjaan auditor berhubungan dengan kualifikasi keahlian, ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan, kecukupan bukti pemeriksaan, dan sikap independensinya terhadap klien. Jika auditor dapat melaksanakan pekerjaannya secara profesional maka laporan audit yang dihasilkan akan berkualitas. Kualitas audit diartikan sebagai probabilitas seorang auditor dapat menentukan dan melaporkan penyelewengan yang terjadi dalam sistem akuntansi klien. Probabilitas penemuan penyelewengan tergantung pada kemampuan teknis auditor seperti pengalaman, profesionalisme dan struktur audit perusahaan. Probabilitas auditor untuk melaporkan penyelewengan yang terjadi dalam sistem akuntansi klien tergantung pada independensi auditor (De Angelo, 1981). Carcello et.al. (1992) mengemukakan faktor-faktor seperti pengalaman dengan klien, industry expertise, responsiveness dan ketaatan pada GAAS mempengaruhi kualitas audit yang dihasilkan.Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa tekanan anggaran waktu secara konsisten berhubungan dengan perilaku disfungsional auditor merupakan ancaman serius terhadap kualitas audit. Sehingga auditor dengan tingkat profesionalisme tinggi akan sangat mempengaruhi kualitas audit yang dihasilkan akibatnya masyarakat akan menganggap sebagai suatu profesi. Perkembangan terakhir dalam bidang pengauditan memperlihatkan sinyal ketidakpuasan terhadap kualitas audit. Hal ini juga terjadi pada sektor pemerintah, yang selama ini dinilai buruk kinerjanya. Berdasar fenomena ini perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan tekanan anggaran waktu dengan perilaku disfungsional serta pengaruhnya terhadap kualitas audit. Rumusan Masalah Apakah tekanan anggaran waktu berpengaruh positif terhadap perilaku auditor pemerintah pada tiga tipe perilaku yaitu: 1) premature signoff (PSMO), 2) under-reporting of time (URT), dan 3) audit quality reduction behavior (AQRB). 2. Apakah perilaku-perilaku tersebut berpengaruh negatif terhadap kualitas audit. 3. Apakah tekanan anggaran waktu secara langsung berpengaruh negatif terhadap kualitas audit. 1.2. Tujuan dan Manfaat Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai perilaku disfungsional akibat tekanan anggaran waktu pada auditor pemerintah dan pengaruhnya terhadap kualitas audit. 2. LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI


Surabaya, 16 17 Oktober 2003

93

Hubungan Tekanan Anggaran Waktu dengan Perilaku Disfungsional serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Audit

SESI

Konsep yang mendasari penelitian ini berasal dari penelitian yang dilakukan oleh Kelley & Margheim (1987, 1990), dan Otley & Pierce (1996). 2.1. Tekanan Anggaran Waktu dan Perilaku Disfungsional Tekanan anggaran merupakan gambaran normal dari sistem pengendalian auditor. Tekanan yang dihasilkan oleh anggaran waktu yang ketat secara konsisten berhubungan dengan perilaku disfungsional. The Commission on Auditors Responsibilities Report (1978) membuktikan bahwa tekanan anggaran merupakan penyebab utama perilaku disfungsional seperti perilaku premature sign-off. Penelitian selanjutnya mengkonfirmasikan bahwa secara umum auditor menerima tekanan anggaran sebagai penyebab utama perilaku disfungsional (Alderman dan Deitrick, 1982; Kelley dan Seiler, 1982; Lightner et al., 1982, 1983) dan tekanan anggaran ini akan meningkat secara cepat (Cook dan Kelley, 1988). Tekanan anggaran waktu yang secara konsisten berhubungan dengan perilaku disfungsional merupakan ancaman langsung dan serius terhadap kualitas audit. Tekanan anggaran waktu adalah suatu keadaan yang menunjukkan auditor dituntut untuk melakukan efisiensi terhadap anggaran waktu yang telah disusun atau terdapat pembatasan waktu dalam anggaran yang sangat ketat dan kaku. Cook dan Kelley (1988) memfokuskan studi pada kemampuan dapat mencapai anggaran waktu dengan menyajikan perbandingan langsung dengan penelitian terdahulu oleh Kelley dan Seiler (1982). Auditor senior dan staf menjadi jarang berperilaku secara fungsional yaitu dengan bekerja lebih keras atau meminta peningkatan anggaran dan lebih memilih berhubungan dengan perilaku disfungsional. Berdasar hal ini maka diusulkan Hipotesis 1: Tekanan yang besar untuk memenuhi anggaran waktu dalam evaluasi kinerja memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap perilaku disfungsional yang terjadi pada auditor pemerintah. H1a. Tekanan anggaran waktu memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap perilaku premature sign-off. H1b. Tekanan anggaran waktu memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap perilaku under-reporting of time. H1c. Tekanan anggaran waktu memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap perilaku yang mengurangi kualitas audit atau audit quality reduction behaviour. 2.2. Perilaku Disfungsional dan Kualitas Audit Rhode (1978) melakukan survei atas anggota American Institute of Certified Public Aaccountants (AICPA) mengenai faktor potensial yang berhubungan dengan terjadinya tindakan pengurangan kualitas auidt, termasuk premature sign-off. Faktor utama yang mendorong perilaku ini adalah tekanan anggaran waktu. Kelley dan Margheim (1987, 1990) dan McNair (1991) mendukung survei yang berhubungan dengan tindakan pengurangan kualitas audit, termasuk perilaku premature sign-off. Kelley dan Margheim (1990) menemukan hubungan positif antara tekanan anggaran waktu dan jumlah tindakan pengurangan kualitas audit berhubungan dengan anggaran yang sangat ketat, dan tidak dapai dicapai dalam praktik. Under reporting of time terjadi ketika auditor menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan dengan waktu pribadi mereka dan perilaku ini biasanya dimotivasi oleh keinginan untuk menghindari atau meminimumkan
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI
Surabaya, 16 17 Oktober 2003

94

Hubungan Tekanan Anggaran Waktu dengan Perilaku Disfungsional serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Audit

SESI

anggaran yang berlebihan (Commission on Auditors Responsibilities Report, 1978; Leightner et al., 1982, 1983). Selanjutnya Leightner et al.,(1982) menyimpulkan bahwa kemampuan untuk dapat memenuhi anggaran mempengaruhi auditor untuk melakukan under-reporting of time. Kelley dan Margheim (1990) menemukan hubungan positif antara tekanan anggaran dengan perilaku disfungsional yaitu perilaku underreporting of time dan AQRB. Under reporting of time tidak secara langsung mempengaruhi kualitas audit namun dapat mengarah pada bentuk kesalahan penggunaan anggaran waktu yang lebih serius dalam mempengaruhi kualitas audit. Kegagalan auditor untuk melakukan langkah audit yang layak mengacu pada audit quality reduction behavior (AQRB). AQRB didefinisikan sebagai tindakan yang diambil auditor untuk mengurangi efektivitas pengumpulan bukti selama perjanjian. Efektivitas audit ini terpengaruh karena auditor memilih untuk tidak melakukan langkah program audit sama sekali dan atau melakukan langkah program audit dengan lengkap. Raghunathan (1991) menemukan bahwa auditor memandang tekanan anggaran waktu sebagai penyebab yang signifikan terhadap AQRB. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas audit telah banyak dikemukakan sejumlah peneliti seperti Aldhizer III, et al. (1995) menemukan 19 atribut kualitas audit sektor publik. Deis dan Giroux (1992) mengemukakan bahwa reputasi audit dan power conflict mempengaruhi kualitas audit sektor publik. Sedangkan DeAngelo (1981) menemukan adanya hubungan antara auditor size dengan kualitas audit. Lennox (1999) menemukan bahwa terdapat hubungan antara kualitas audit dengan auditor size melalui pendekatan faktor reputasi dan deep pocket auditor. Berbeda dengan Lennox (1999), Carcello et al., (1992) mengemukakan 12 atribut yang menentukan kualitas audit seperti pengalaman teknik dan industri, responsivitas terhadap kebutuhan klien, dan laporan interpersonal dengan pihak klien. Berdasar uraian ini maka diusulkan Hipotesis 2: Perilaku disfungsional yang berfokus pada perilaku premature sign-off, underreporting of time dan audit quality reduction behavior memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap kualitas audit. H2a. Perilaku premature sign-off memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap kualitas audit. H2b. Perilaku under-reporting of time memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap kualitas audit. H2c. Perilaku yang mengurangi kualitas audit memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap kualitas audit. H2d.Perilaku premature sign-off memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap perilaku yang mengurangi kualitas audit. 2.3. Tekanan Anggaran Waktu dan Kualitas Audit Tekanan anggaran waktu muncul karena berbagai faktor seperti persaingan fee antara kantor akuntan publik (Kelley & Seiler, 1982; McNair, 1991), pertimbangan kemampuan laba, dan keterbatasan personil. Tekanan anggaran waktu yang dihadapi oleh profesional dalam bidang pengauditan dapat menimbulkan tingkat stress yang tinggi dan mempengaruhi sikap, niat, dan perilaku auditor (Dezoort, 2002) serta mengurangi perhatian mereka terhadap aspek kualitatif dari indikasi salah saji yang menunjukkan potensial kecurangan atas pelaporan keuangan (Braun, 2000). Penelitian yang dilakukan oleh Easterbrook (1959) dengan menggunakan metodologi
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI
Surabaya, 16 17 Oktober 2003

95

Hubungan Tekanan Anggaran Waktu dengan Perilaku Disfungsional serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Audit

SESI

tugas ganda menunjukkan bahwa di bawah tekanan waktu, perhatian akan lebih terfokus pada tugas yang dominan seperti tugas pengumpulan bukti berkaitan dengan frekuensi dan jumlah salah saji dan mengorbankan perhatian yang diberikan pada tugas tambahan seperti tugas yang memperhatikan aspek kualitatif atas terjadinya salah saji yang menunjukkan potensial kecurangan pelaporan keuangan. Lebih lanjut penelitian yang dilakukan oleh McDaniel (1990) dengan fokus perluasan pada kinerja tugas tunggal yang dipengaruhi tekanan waktu menunjukkan adanya pengaruh tekanan waktu ditempatkan pada tingkat yang lebih rendah dari yang diperlukan untuk mempengaruhi keakuratan atas suatu pengujian terinci. Dalam keadaan ini, auditor membatasi perhatian mereka untuk lebih memperhatikan keakuratan dokumentasi atas frekuensi dan jumlah salah saji tanpa secara aktual memperhatikan aspek kualitatif dari salah saji tersebut yang mungkin menunjukkan kecurangan pelaporan keuangan. Kenyataannya, auditor sering menghadapi situasi pelaksanaan tugas ganda secara bersamaan atau prosedur-prosedur audit yang sama dapat digunakan untuk beragam tujuan tergantung pada keputusan dan pertimbangan auditor. Dengan demikian, paling tidak sebagian tanggung jawab untuk mendeteksi adanya kecurangan pelaporan keuangan adalah tergantung pada kewaspadaan auditor atas indikator potensial selama melaksanakan tugas audit lainnya. Berdasar pada hasil penelitian ini, peneliti menganggap bahwa ada hubungan antara tekanan anggaran waktu dengan kualitas audit secara langsung karena kualitas audit dapat diartikan sebagai probabilitas seorang auditor menemukan dan melaporkan adanya kecurangan dalam sistem akuntansi klien. kemampuan untuk menemukan adanya kecurangan dan melaporkannya tergantung pada kemampuan karena itu diusulkan Hipotesis 3:Tekanan anggaran waktu secara langsung memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap kualitas audit. 3. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Pengumpulan Data dan Pemilihan Sampel Obyek dalam penelitian ini adalah auditor ahli yang bekerja pada BPK Perwakilan III Yogyakarta, BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta, BPKP Jawa Tengah, dan BPKP DKI Jakarta. Pemilihan BPK dan BPKP ini dilakukan melalui pengambilan sampel daerah karena populasi yang dipilih dapat diidentifikasi pada beberapa daerah geografis. Responden yang dipilih sebagai sampel adalah auditor ahli karena dianggap memiliki tanggung jawab atas keberhasilan pelaksanaan tugas di lapangan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan mail survey yang dilakukan dengan cara mengirimkan kuesioner kepada responden melalui jasa kantor pos dan secara langsung mendatangi lembaga yang terpilih sebagai subyek penelitian dengan menitipkan kuesioner pada bagian umum atau bagian kepegawaian lembaga tersebut. Dari penyebaran kuesioner yang dilakukan antara pertengahan Maret 2003 sampai dengan akhir Mei 2003, sebanyak 163 kuesioner dikembalikan dari 220 kuesioner yang disebar sehingga tingkat respon adalah 74%. Hasil pengumpulan data secara rinci dapat ditunjukkan dalam tabel 3.1. (lihat lampiran). 3.2. Definisi dan Pengukuran Variabel 3.2.1. Tekanan anggaran waktu (time budget pressure/TAW)

SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI


Surabaya, 16 17 Oktober 2003

96

Hubungan Tekanan Anggaran Waktu dengan Perilaku Disfungsional serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Audit

SESI

Tekanan anggaran waktu menurut Dezoort (2002) adalah bentuk tekanan yang muncul dari keterbatasan sumber daya yang dapat diberikan untuk melaksanakan tugas. Untuk mengukur variabel tekanan anggaran waktu digunakan instrumen yang dikembangkan oleh Kelley & Seiler (1982) dan Kelley & Margheim (1990) dan Otley dan Pierce (1996). 3.2.2. Perilaku premature sign-off (PSMO) Penghentian prematur atas prosedur audit merupakan suatu keadaan yang menunjukkan auditor menghentikan satu atau beberapa langkah yang diperlukan dalan prosedur audit tanpa menggantikan dengan langkah yang lain (Dale E. Marxen, 1990). Untuk mengukur variabel penghentian prematur atas prosedur audit digunakan instrumen yang dikembangkan oleh Raghunathan (1991) dan Sucahyo (2001). 3.2.3. Perilaku under-reporting of time (URT) Under-reporting of time mencerminkan suatu keadaan yang menunjukkan auditor menyelesaikan pekerjaan atau tugas yang dibebankan dengan waktu pribadi dan dimotivasi oleh keinginan untuk menghindari atau meminimumkan anggaran yang berlebihan (Commission on AuditorsResponsibilities Report, 1978; Leightner et al.,1982, 1983). Variabel ini diukur dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh Leightner et al.(1983). 3.2.4. Audit quality reduction behaviour (AQRB) Audit quality reduction behaviour merupakan perilaku yang bersamasama dengan perilaku premature sign-off secara langsung mengancam reliabilitas catatan audit dalam membentuk dasar opini audit (Kelley dan Margheim, 1987). Sejalan dengan ini, penelitian yang dilakukan oleh Virna (2001) mendefinisikan AQRB sebagai tindakan yang diambil auditor untuk mengurangi efektifitas pengumpulan bukti audit selama perjanjian. Variabel AQRB diukur dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh Aldermain dan Deitrick (1982) dan Kelley dan Margheim (1987, 1990). 3.2.5. Kualitas audit (Audit Quality/KA) Kualitas audit diartikan oleh DeAngelo (1981) sebagai probabilitas seorang auditor dapat menemukan dan melaporkan penyelewengan yang terjadi dalam sistem akuntansi klien. Probabilitas penemuan penyelewengan tergantung pada kemampuan teknis auditor seperti pengalaman auditor, pendidikan, profesional dan struktur audit perusahaan. Variabel kualitas audit diukur dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh Carcello et al., (1992). 3.3. Uji Reliabilitas dan Validitas Hasil pengujian data menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini cukup reliable dan valid (lihat lampiran).Hasil pengujian validitas dan reliabilitas yang telah dilakukan menunjukkan bahwa konstrukkonstruk dari lima variabel penelitian ini cukup andal dan sahih untuk digunakan yaitu factor loading yang rata-rata lebih besar dari 0.30 dan koefisien alpha yang lebih besar dari 0.50. 3.4. Metode Pengujian Hipotesis
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI
Surabaya, 16 17 Oktober 2003

97

Hubungan Tekanan Anggaran Waktu dengan Perilaku Disfungsional serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Audit

SESI

Dalam penelitian ini pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan model persamaan struktural (structural equation modelling/SEM) yang dibantu dengan aplikasi AMOS (analysis of moment structure) dari Arbuckle (1997). Model penelitian yang dipakai dapat dilihat pada lampiran. Tolak ukur dalam pengujian hipotesis adalah nilai critical ratio yang terdapat dalam regression weight dengan nilai absolut minimal 2. Untuk memenuhi persamaan struktural yang baik aplikasi AMOS mensyaratkan beberapa kriteria yang harus dipenuhi (Arbuckle, 1997) yaitu: 1. DF (degree of freedom) nilainya harus positif. 2. Non significant chi-square di atas nilai yang disyaratkan yaitu dengan nilai p=0,05 dan di atas batas konservatif yang diterima sebesar p=0,10. 3. Incremental fit yaitu GFI (Goodness of Fit Index), Adjusted GFI (AGFI), Tucker Lewis Index (TLI) dan Comparative Fit Index (CFI) di atas 0,90. 4. Nilai RMR (Root Mean Square Residual) dan RMSEA (Root Mean Square Error of Approximation) yang rendah. 4. ANALISIS DAN HASIL PEMBAHASAN 4.1. Analisis atas Full Structural Equation Model Analisis SEM (structural equation modelling) digunakan tiga hipotesis dalam penelitian ini. Analisis SEM ini dilakukan full structural equation model dan tidak ada alat uji statistik mengukur atau menguji hipotesis mengenai model (Hair Tabanichnick & Fidell, 1996).

untuk menguji terhadap hasil tunggal untuk et al., 1995;

4.1.1. 2-Chi Square Statistic Model yang diuji akan dipandang baik atau memuaskan bila nilai chisquarenya rendah. Semakin kecil nilai 2 semakin baik model itu dan diterima berdasarkan probabilitas dengan cut off value sebesar p>0,05. (Hulland et al., 1996). 4.1.2. RMSEA-The Root Mean Square Error of Approximation Nilai RMSEA menunjukkan goodness-of-fit yang dapat diharapkan bila model diestimasi dalam populasi (Hair et al., 1995). Nilai RMSEA yang lebih kecil atau sama dengan 0,08 merupakan indeks untuk dapat diterimanya sebuah model. 4.1.3. GFI-Goodness of Fit Index GFI adalah sebuah ukuran non statistikal yang mempunyai rentang nilai antara 0 (poor fit) sampai dengan 1.0 (perfect fit). Nilai yang tinggi dalam indeks ini menunjukkan sebuah better fit. 4.1.4. AGFI-Adjusted Goodness-of Fit Index Tanaka dan Huba (1989) menyatakan bahwa GFI adalah analog dari R 2 dalam regresi berganda. Fit indeks ini dapat disesuaikan terhadap degree of freedom yang tersedia untuk menguji diterima tidaknya model (Arbuckle, 1999). Tingkat penerimaan yang direkomendasikan adalah bila AGFI mempunyai nilai sama dengan atau lebih besar dari 0.90 (Hair et al., 1995; Hulland et al., 1996). 4.1.5. CMIN/DF-The minimum sample discrepancy function. (CMIN) dibagi dengan degree of freedomnya akan menghasilkan indeks CMIN/DF sehingga disebut 2-relatif. Nilai 2 relatif kurang dari 2.0
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI
Surabaya, 16 17 Oktober 2003

98

Hubungan Tekanan Anggaran Waktu dengan Perilaku Disfungsional serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Audit

SESI

atau bahkan kadang kurang dari 3.0 adalah indikasi dari acceptable fit antara model dan data (Arbuckle, 1997). 4.1.6. TLI-Tucker Lewis Index TLI adalah sebuah alternatif incremental fit index yang membandingkan sebuah model yang diuji terhadap sebuah baseline model. Nilai yang direkomendasikan sebagai acuan untuk diterimanya sebuah model adalah penerimaan 0.95 (Hair dkk., 1995) dan nilai yang sangat mendekati 1 menunjukkan fit (Arbuckle, 1997). 4.1.7. CFI-Comparative Fit Index Besaran indeks ini adalah pada rentang nilai sebesar 0-1, dimana semakin mendekati 1 mengidentifikasikan tingkat fit yang paling tinggi (Arbuckle, 1997). Nilai yang direkomendasikan adalah CFI 0.95. Keunggulan indeks ini adalah besaran indeks ini tidak dipengaruhi oleh ukuran sampel. Karena itu sangat baik untuk mengukur tingkat penerimaan sebuah model (Hulland et al., 1996; Tanaka, 1993). Hasil uji goodness-of-fit terhadap model penelitian menunjukkan bahwa model tersebut belum memenuhi uji kesesuaian model, hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4.3 pada lampiran. Hasil pada tabel 4.3. menunjukan bahwa model penelitian yang diusulkan belum mencapai kriteria kesesuaian, sehingga perlu dilakukan modifikasi model. Modifikasi model dilakukan dengan menambah alur baru terhadap model yang diestimasi atau dengan melakukan treatment mengubah model unobserved menjadi model observed (composite/terukur). Treatment dilakukan berdasarkan indeks modifikasi yaitu sebuah indeks yang nilainya dihitung untuk setiap hubungan yang tidak mungkin diestimasi dalam suatu model tertentu. Model observed diartikan sebagai convensional linear regression guna mengukur kombinasi dari beberapa variabel (Arbuckle & Wothke, 1999). Saran tersebut memberikan hasil yang sangat baik seperti terlihat pada tabel 4.4.( pada lampiran). Hasil pengujian terhadap full model SEM, setelah melalui tahap revisi maka secara keseluruhan dapat ditunjukan pada gambar 4.1. (lihat lampiran). Analisis terhadap hasil uji kesesuaian model, dilakukan dengan membandingkan kriteria indeks kesesuaian terhadap hasil analisis statistik uji hipotesis seperti yang ditunjukan pada tabel 4.5. (lihat lampiran). Dapat disimpulkan bahwa semua kriteria yang digunakan memiliki kesesuaian yang memadai, sehingga model dapat digunakan untuk mengkonfirmasi hasil antara kesesuaian teoritis dan pengujian secara empiris. 4.2. Hasil Uji Hipotesis dan Pembahasan 4.2.1. Pengujian Hipotesis 1a, 1b, 1c Hasil pengujian hipotesis 1a, 1b, dan 1c menunjukkan bahwa tekanan anggaran waktu memiliki hubungan positif terhadap perilaku premature sign-off, under-reporting of time, dan audit quality reduction behavior (nilai CR berturut-turut sebesar: 15.897; 14.630; 7.841). Hasil pengujian ini konsisten dengan beberapa penelitian sebelumnya (Alderman dan Deitrick, 1982; Rhode, 1978; Kelley & Margheim, 1990; Otley & Pierce, 1996). 4.2.2. Pengujian Hipotesis 2a, 2b, 2c, dan 2d Hasil pengujian hipotesis 2a, 2b, dan 2c menunjukkan bahwa perilaku disfungsional yang tercermin dari perilaku premature sign-off, underSIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI
Surabaya, 16 17 Oktober 2003

99

Hubungan Tekanan Anggaran Waktu dengan Perilaku Disfungsional serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Audit

SESI

reporting of time, dan audit quality reduction behavior tidak berpengaruh terhadap kualitas audit (nilai CR berturut-turut sebesar 0.787; -1.946; -0.662). Namun hasil pengujian terhadap hipotesis 2d membuktikan bahwa perilaku premature sign-off memiliki hubungan positif terhadap perilaku yang mengurangi kualitas audit (CR sebesar 6.641). Hasil ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Kelley dan Margheim (1987). 4.2.3. Pengujian Hipotesis 3 Hasil pengujian hipotesis 3 menunjukkan bahwa tekanan anggaran waktu secara langsung tidak memiliki hubungan negatif terhadap kualitas audit (nilai CR sebesar 1.376) karena tekanan anggaran waktu yang diusulkan pada tingkat tertentu dapat mempengaruhi kualitas audit dan dapat pula tidak mempengaruhi kualitas audit. Hal ini bertolak dari penelitian yang dilakukan Braun (2000) bahwa pada tingkat tekanan anggaran waktu yang rendah, auditor lebih memperhatikan luasnya pedoman selama melaksanakan prosedur audit dibandingkan di bawah tekanan anggaran yang tinggi sehingga tingkat tekanan anggaran waktu yang rendah mungkin tidak mempengaruhi keakuratan bukti mengenai frekuensi salah saji. Sebaliknya, pada tingkat tekanan anggaran waktu yang tinggi menyebabkan auditor kurang memperhatikan dan memahami implikasi salah saji dan indikator-indikator potensi atas kecurangan pelaporan keuangan. Delapan hasil pengujian hipotesis di atas terangkum pada tabel 4.6. pada lampiran. 5. SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN KETERBATASAN 5.1. Simpulan Tekanan anggaran waktu memungkinkan munculnya perilaku disfungsional yang tercermin dari perilaku premature sign-off, underreporting of time, dan audit quality reduction behavior namun perilaku disfungsional ini tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Begitupun tekanan anggaran waktu secara langsung tidak memiliki hubungan negatif terhadap kualitas audit. Analisis dilakukan dengan menggunakan model persamaan struktural (Structural Equation Modeling) yang dibantu dengan program AMOS (Arbuckle, 1997). Dengan model persamaan struktural dari AMOS akan diperoleh indikator-indikator model yang fit. Tolok ukur yang digunakan dalam menguji setiap hipotesis adalah nilai CR (critical ratio) pada regression weights dengan nilai minimum 2 secara absolut. Hasil penelitian ini tidak sepenuhnya mendukung hipotesis yang diajukan. Tekanan anggaran waktu memiliki hubungan positif terhadap perilaku disfungsional yang tercermin dari perilaku premature sign-off, under-reporting of time, dan audit quality reduction behavior namun perilaku disfungsional ini tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Begitupun tekanan anggaran waktu secara langsung tidak memiliki hubungan negatif terhadap kualitas audit sedangkan perilaku premature sign-off memiliki hubungan positif terhadap perilaku yang mengurangi kualitas audit. 5.2. Implikasi Penelitian ini membuktikan bahwa desain sistem pengendalian formal harus dikombinasikan dengan pengendalian informal untuk dapat memotivasi anggota-anggota organisasi berperilaku positif bagi kemajuan organisasi. Tekanan anggaran waktu dapat memberikan motivasi positif bila
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI
Surabaya, 16 17 Oktober 2003

100

Hubungan Tekanan Anggaran Waktu dengan Perilaku Disfungsional serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Audit

SESI

tekanan anggaran waktu ditempatkan pada level yang sangat sulit tapi terlihat dapat dicapai oleh bawahan. Begitupun, tekanan anggaran waktu dapat mengurangi motivasi jika ditempatkan pada tingkat cukup sulit tapi tidak dapat dicapai. Hal ini akan mendorong bawahan melakukan upaya yang lebih rendah dibandingkan jika target yang ditetapkan kurang sulit dicapai. 5.3. Keterbatasan 1. Prosedur audit yang digunakan sebagai alat ukur untuk menguji terjadinya perilaku premature sign off hanya terbatas pada prosedur perencanaan audit dan prosedur pekerjaan lapangan sehingga kurang membuktikan secara menyeluruh prosedur yang digunakan dalam proses audit. 2. Penelitian ini mencakup satu level saja yaitu auditor ahli sehingga tidak dapat digeneralisasikan pada level lain. DAFTAR PUSTAKA Alderman, C. W., dan J. W. Deitrick, 1982, Auditors Perceptions of TimeBudget Pressures and Premature Sign-off: A Replication and Extension, Auditing: A Journal of Practice & Theory, 2. Aldhizer III, George R., John R. Miller dan Joseph, F. Moraglio, 1995, Common Attributes of Quality Audit, Journal of Accountancy,(January. Arbuckle, J.L., 1997, Amos Users Guide, Version 3.6., Chicago: Smallwaters Corporation. ___________, dan Wothke, W., 1999, Amos 4.0 UserGuide: SPSS, Smallwaters, Corporation. Braun, Robert L., 2000, The Effect of Time Pressure on Auditor Attention to Qualitative Aspects of Misstatement Indicative of Potential Fraudulent Financial Reporting, Accounting, Organization and Society, 25. Carcello, J.V., R.H.Hermanson, and N.T. McGrath, 1992, Audit Quality Attributes: The Perceptions of Audit Partners, Prepares, and Financial Statement Users, Auditing: A Journal of Practice & Theory, 11 (Spring) 1-15. Cook, E., dan Kelley, T., 1988, Auditor Stress and Time Budgets, The CPA Journal, July. De Angelo, L.E., 1981, Auditor Size and Audit Quality, Journal of Accounting & Economics. Deis, Donald R. Jr. dan Gary A. Giroux, 1992, Determinants of Audit Quality in The Public Sector, The Accounting Review, Vol. 67, No.3. DeZoort, Todd, 2002, Time Pressure Research in Auditing Implication for Practice, The Auditors Report, 22, hal.1-5. Easterbrook, J.A., 1959, The Effect of Emotion on cue Utilization and The Organization of Behaviour, Psychological Review, 66, hal. 183-201. Ferdinand, Augusty, 2002, Structural Equation Modelling Dalam Penelitian Manajemen, BP UNDIP, Semarang. Hair, J.F. Jr., Rolph E. Anderson, Ronald L. Tatham, dan William C. Black, 1998, Multivariate Data Analysis, Fifth Edition, New Jersey: Prentice Hall, Inc. Hulland, J., Chow, Y.H., dan Lam, S., 1996, Use of Causal Models in Marketing Research: A Review, International Journal of Research in Marketing, 13, hal. 181-197.

SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI


Surabaya, 16 17 Oktober 2003

101

Hubungan Tekanan Anggaran Waktu dengan Perilaku Disfungsional serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Audit

SESI

Kelley, T., dan Margheim, L., 1987, The Effect of Audit Billing Arrangement on Underreporting of Time and Audit Quality Reduction Acts, Advances in Accounting, Vol. 5. Kelley, T., dan Margheim, L., 1990, The Impact of Time Budget Pressure, Personality, and Leadership Variables on Disfunctional Auditor Behavior, Auditing: A Journal of Practice & Theory, 9. Kelley, T., Margheim, L., dan Pattison, D., 1999, Survey on The Differential Effects of Time Deadline Pressure Versus Time Budget Pressure on Auditor Behavior, The Journal of Applied Business Research, Vol. 15, No. 4. Kelley, T., dan Seiler, R.E., 1982, Auditor Stress and Time Budgets, The CPA Journal, Desember. Lennox S. Clive, 1999, Audit Quality & Auditor Size: An Evaluation of Reputation and Deep Poskets Hypotheses, Journal of Business Finance & Accounting,26 (7) & (8), Sept-Okt. Lightner, S.M., Adams S.J. dan Leightner, K.M., 1982, The Influence of Situasional, Ethical and Expectancy Theory Variables on Accountants Underreporting Behaviour, Auditing: A Journal of Practice & Theory, Vol. 2. Lightner, S.M., J.J. Leiserving, dan A.J. Winters, 1983, Under-Reporting Chargeable Time, The Journal of Accountancy, Januari. Malone, Charles F., dan Robin W. Roberts, 1996, Factors Associated With The Incidence of Reduced Audit Quality Behavior, Auditing: A Journal of Practice & Theory, 15 (2). Margheim, L. dan T. Kelly, 1992, The Perceived Effects of Fixed Fee Audit Billing Arrangements, Accounting Horizons, 6. Marxen, D.E., 1990, A Behavioral Investigation of Time Budget Preparation in a Competitive Audit Environment, Accounting Horizons, Juni. McDaniel, L.S., 1990, The Effects of Time Pressure and Audit Program Structure on Audit Performance, Journal of Accounting Research, 28 (2), hal. 267-285. McNair, C.J., 1991, Proper Compromises: The Management Control Dilemma in Public Accounting and Its Impact on Auditors Behavior, Accounting Organization and society, 16. Nunnally, J.C., dan Bernstein, I.H., 1994, Psychometric Theory, Third Edition, New York: McGraw-Hill. Otley, David T., dan Pierce, Bernard J., 1996, Auditor Time Budget Pressure: Consequences and Antecedents, Accounting, Auditing & Accountability Journal, 9, hal. 31-58. Raghunathan, B., 1991, Premature Signing-off of Audit Procedure: An Analysis, Accounting Horizon, Juni, hal. 71-9. Rhode, J.L., 1978, Survey on The Influences of Selected Aspects of Auditors Work Environment on Professional Performance of Certified Public Accountants, Summarized in The Commission on AuditorsResponsibilities: Report of Tentative Conclusions, New York: AICPA. Sucahyo, 2001, Penghentian Prematur atas Prosedur Audit, Tesis S2, Program Pascasarjana Program Studi Akuntansi-UGM. Tabachnick, B.G., dan Fidell, L.S., 1996, Using Multivariate Statistics, Third Edition, New York: Harpoer Collings College Publisher.

SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI


Surabaya, 16 17 Oktober 2003

102

Hubungan Tekanan Anggaran Waktu dengan Perilaku Disfungsional serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Audit

SESI

Tanaka, J.S., dan Huba, G.J., 1989, A General Coefficient of Determination for Covariance Structure Models under Arbitrary GLS Estimation, British Journal of Mathematical and Statistical Psychology, 42, hal. 233-239. __________, 1993, Multifaceted Conceptions of Fit in Structural Equation Models, in Bollen & Long, Testing Structural Equation Models, California, London, New Delhi: Sage Publications Ltd. Tosi, H., 1975, The Human Effects of Managerial Budgeting Systems, in Livingstone, J.H. (ed.), Management Accounting: The Behavioural Foundations, Grid, Columbus, OH. Virna, Balarni, 2001, Perilaku Disfungsional Auditor akibat Tekanan Time Budget, Skripsi S1, Program Akuntansi UGM. Weick, K. E., 1983, Stress in Accounting Systems, The Accounting Review, 58 (2), 350-365.

Lampiran
Tabel 3.1. Hasil Pengumpulan Data KETERANGAN Penyebaran kuesioner Kuesioner yang dikembalikan Prosentase Kuesioner yang tidak diisi secara lengkap Kuesioner yang bisa diolah
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI
Surabaya, 16 17 Oktober 2003

JUMLAH 220 Kuesioner 163 Kuesioner 74 % 33 130

103

Hubungan Tekanan Anggaran Waktu dengan Perilaku Disfungsional serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Audit

SESI

Tabel 3.2. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas No 1 2 3 4 5 Nama Variabel Tekanan Anggaran Waktu Premature Sign-Off Under-Reporting of Time Audit Quality Reduction Behaviour Kualitas Audit Factor Loading utk Cronbachs Alpha uji Validitas 0.925 0.982 0.375 0.973 0.424 0.959 0.768 0.972 0.447 0.788 utk uji Reliabilitas 0.96 0.69 0.62 0.71 0.62

Gambar 3.1. Model Penelitian

PM S O

UT R TW A K A

AR QB

Tabel 4.1. Hasil Uji Normalitas Assessment of normality min TAW 3.000 PSMO 17.000 AQRB 8.000 URT 8.000 KA 28.000 Multivariate Max 15.000 48.000 28.000 25.000 55.000 Skew -0.117 0.188 -0.130 -0.068 0.019 c.r. -0.543 0.875 -0.603 -0.317 0.090 kurtosis -0.157 -0.127 -0.007 -0.219 -0.357 0.495 c.r. -0.366 -0.295 -0.016 -0.509 -0.830 0.337

Tabel 4.2. Uji Univariate Outliers dengan Z Score

SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI


Surabaya, 16 17 Oktober 2003

104

Hubungan Tekanan Anggaran Waktu dengan Perilaku Disfungsional serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Audit

SESI

De scriptiv e Statistics N Zscore(TAW) Zscore(PSMO) Zscore(URT) Zscore(AQRB) Zscore(KA) Valid N (listwise) 130 130 130 130 130 130 Minimum -1.98551 -2.41156 -2.20593 -2.38184 -2.52907 Maximum 1.99060 2.97867 2.29971 2.27089 2.36726 Mean -5.2E-18 -2.3E-15 2.81E-16 6.29E-16 -1.6E-15 Std. Deviation 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000

Tabel 4.2. Uji Multivariate Outliers Observations farthest from the centroid (Mahalanobis distance)

Observation Number 20 122 4 7 114 109 42 118 125 58

Mahalanobis d-squared 15.644 15.477 13.013 12.803 12.677 11.380 11.196 10.791 10.779 10.534

P1 0.008 0.009 0.023 0.025 0.027 0.044 0.048 0.056 0.056 0.061

P2 0.645 0.303 0.585 0.418 0.265 0.519 0.425 0.438 0.304 0.278

Tabel 4.3. Goodness-of-fit Model Penelitian


Indikator Goodness-of-fit X2-Chi-Square DF X2-Sig.Probability RMSEA GFI AGFI CMIN/DF TLI CFI Tingkat Kesesuaian yg Diharapkan Diharapkan kecil Positif > 0.05 < 0.08 > 0.90 > 0.90 < 2.00 > 0.95 > 0.94 Model Penelitian ini 12.485 +2 0.002 0.202 0.964 0.733 6.242 0.893 0.979 Keputusan

Tidak Baik Tidak baik Baik Tidak baik Tidak baik Marjinal Baik

SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI


Surabaya, 16 17 Oktober 2003

105

Hubungan Tekanan Anggaran Waktu dengan Perilaku Disfungsional serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Audit

SESI

Tabel 4.4. Tahapan Revisi Model


Model Model Penelitian Model Revisi DF +2 +1 Chi-Square 12.485 1.538 Prob 0.002 0.215 Goodness of-fit CMIN/DF GFI 6.242 0.964 1.538 0.995 AGFI 0.733 0.929 RMSEA 0.202 0.065

Gambar 4.1. Structural Equation Model Revisi


e2

-.29

.66
PSMO

.81
e1

e3

-.14 .62
e5

.00
TAW

.79

URT

.43 -.29 .33

.05
KA

.51

e4

-.13 .81

AQRB

Uji Hipotesis Chi-Square =1.538 Probability =.215 CMIN/DF =1.538 GFI =.995 AGFI =.929 TLI =.989 CFI =.999 RMSEA =.065

Tabel 4.5. Goodness-of-fit Model Revisi


Indikator Goodness-of-fit X2-Chi-Square DF X2-Sig.Probability RMSEA GFI AGFI CMIN/DF TLI CFI Tingkat Kesesuaian yg Diharapkan Diharapkan kecil Positif > 0,05 < 0,08 > 0,90 > 0,90 < 2,00 > 0,95 > 0,94 Model Penelitian ini 1.538 +1 0.215 0.065 0.995 0.929 1.538 0.989 0.999 Keputusan

Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik

SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI


Surabaya, 16 17 Oktober 2003

106

Hubungan Tekanan Anggaran Waktu dengan Perilaku Disfungsional serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Audit

SESI

Tabel 4.6. Hasil Pengujian Hipotesis

Hipotesis
H1a H1b H1c H2a H2b H2c H2d H3

Pernyataannya
Tekanan anggaran waktu memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap perilaku premature sign-off Tekanan anggaran waktu memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap perilaku under-reporting of time Tekanan anggaran waktu memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap perilaku yang mengurangi kualitas audit Perilaku premature sign-off memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap kualitas audit Perilaku under-reporting of time memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap kualitas audit Perilaku yang mengurangi kualitas audit memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap kualitas audit Perilaku premature sign-off memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap perilaku yang mengurangi kualitas audit Tekanan anggaran waktu memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap kualitas audit

Hasil
Terdukung Terdukung Terdukung Tidak Terdukung Tidak Terdukung Tidak Terdukung Terdukung Tidak Terdukung

SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI


Surabaya, 16 17 Oktober 2003

107