Anda di halaman 1dari 4

Tatalaksana Nonfarmakologi pada Osteoarthritis Oleh: Fredy Rodeardo Maringga, 1106050203

Prinsip tatalaksana osteoarthritis (OA) adalah mengubah beban yang melewati sendi yang nyeri dan meningkatkan fungsi pelindung sendi. Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi beban sendi, yaitu: a. menghindari aktivitas yang memberatkan sendi b. meningkatkan kekuatan dan mengkondisikan otot untuk mengoptimalkan fungsinya c. mengurangi beban sendi dengan memakai alat bantu1

Rekomendasi nonfarmakologik pada manajemen osteoarthritis pada tangan (kondisional): a. Evaluasi kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari b. Melindungi sendi c. Menggunakan alat-alat bantu yang diperlukan pasien untuk membantunya melakukan kegiatan sehari-hari d. Modalitas termal e. Splint untuk pasien dengan osteoarthritis pada sendi trapeziometacarpal2 Rekomendasi nonfarmakologik pada manajemen osteoarthritis pada lutut Wajib: a. Melakukan latihan aerobik dan/atau resistance land-based exercise b. Melakukan latihan akuatik c. Mengurangi berat badan (untuk pasien overweight)2 Kondisional a. Melakukan program self-management b. Menerima terapi manual yang dikombinasikan dengan latihan yang disupervisi c. Diberikan terapi psikososial d. Menggunakan medially directed patellar taping e. Menggunakan medially wedged insoles pada pasien OA kompartemen lateral f. Menggunakan laterally wedged subtalar strapped insoles pada pasien kompartemen medial g. Melakukan terapi termal h. Menggunakan alat bantu berjalan jika diperlukan i. Mengikuti program tai chi j. Mengikuti program akupunktur tradisional Cina (moderate to severe)

k. Transcutaneous electrical stimulation2 Rekomendasi nonfarmakologik pada manajemen osteoarthritis pada pinggul Wajib a. Melakukan latihan aerobik dan/atau resistance land-based exercise b. Melakukan latihan akuatik c. Mengurangi berat badan (untuk pasien overweight)2 Kondisional a. Melakukan program self-management b. Menerima terapi manual yang dikombinasikan dengan latihan yang disupervisi c. Diberikan terapi psikososial d. Melakukan terapi termal e. Menggunakan alat bantu berjalan jika diperlukan2 Exercise Kelemahan otot pada OA disebabkan oleh beberapa hal, yakni degenerasi, atrofi karena pergerakan yang terbatas, perubahan gaya berjalan, inhibisi arthrogenous (kontraksi otot yang dihambat oleh feedback dari nervus aferen yang memebntuk loop akibat pembengkakan dan pelebaran kapsul sendi). Nyeri paada OA cenderung menyebebakan hal-hal di atas yang menyebabkan terjadinya lemah otot yang menyebabkan sendi menjadi lebih rentan dan nyeri. Penelitian menunjukkan exercises mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi fisik. Jenis exercises yang dianjurkan adalah latihan aerobik dan/atau resistensi. Selain itu, dianjurkan latihan akuatik, dimana terjadi pengurangan beban yang harus ditopang kaki.2,3 Pengurangan berat badan Kelebihan berat badan adalah salah sat faktor yang dapat menyebabkan perkembangan osteoarthritis. Penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat badan akan meningkatkan fungsi sendi, namun tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan pengurangan nyeri. 2,3 Terapi manual Terapi manual adalah pergerakan aktif atau pasif yang menggunakan usaha manual untuk meningkatkan mobilitas dari sendi yang terkena OA, jaringan ikat, atau muskuloskeletal. Terapi manual bertujuan untuk meningkatkan fungsi sendi dan mengurangi nyeri. Contoh yang termasuk terapi manual adalah mobilisasi, manipulasi, pijat, peregangan, dan pergerakan pasif dari sendi. 2,3

Mind-body therapy Yoga, tai chi, qi gong, dan meditasi, setelah diteliti, ternyata dapat membantu penyembuhan OA. Mekanisme yang mendasarinya masih belum jelas, namun diduga terapi ini menyebabkan penurunan stres psikologis dan menurunkan aktivitas saraf simpatis. Perubahan-perubahan ini membantu terjadinya pengurangan nyeri dan peningkatan fungsi fisik. 2,3 Correction of Misalignment Malalignment (varus-valgus) pada OA terjadi karena hilangnya bagian tulang rawan dari persendian. Memperbaiki malalignment dapat dilakukan dengan bedah maupun brace. Selain itu, dapat digunakan orthotics dan patellar tape. Perbaikan malalignment dapat membantu mengurangi nyeri yang dirasakan pasien. 2,3 Electrotherapy Ultrasound mengubah permeabilitas membran sel sehingga menghasilkan keuntungan terapeutik Pulsed electromagnetic field meningkatkan aliran darah, memfasilitasi inglamasi dan meningkatkan TENS mengaktifkan serabut saraf yang spesifik untuk menghasilkan respon analgesik Terapi inferensial menghilangkan nyeri, mempercepat penyembuhan, dan menghasilkan kontraksi otot2,3 Belum ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa ultrasound, pulsed electromagnetic field, dan terapi interferensial memberikan efek yang bermakna terhadap penyembuhan OA. Sedangkan, ada bukti bahwa TENS dapat mengurangi nyeri dan kekakuan pada osteoarthritis lutut sehingga TENS dianjurkan sebagai terapi tambahan. 2,3 Akupunktur Akupunktur adalah pengobatan menggunakan jarum yang biasanya digunakan untuk

menghilangkan nyeri. Ciri khasnya, sekitar 6 jarum ditempatkan di daerah yang sakit. Kemudian, akan dibentuk needle sensation atau diberikan stimulus elektrikal. Mekanisme dari akupunktur cukup kompleks dan melibatkan berbagai efek termasuk pelepasan endogen opioid. Akupunktur dapat dipakai sebagai terapi tambahan dalam pengobatan OA. 2,3 Aids and devices

Alat bantu berjalan biasanya diberikan pada penderita OA lutut dan pinggul dengan mekanisme efikasinya adalah melalui efek biomekanika. Selain alat bantu berjalan, alat bantu lainnya adalah long-handled reachers, personal care aids (sebagai contoh, sock aids to reduce bending), bath aids, chair and bed raisers, raised toilet seats, perch stools, half steps and grab rails, additional stair rails. Splint sering digunakan pada OA di daerah tangan, khusunya pada bagian sendi ibu jari. Splint terbukti dapat mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi tangan. 2,3 Nutrisi Nutrisi yang paling sering diberikan untuk membantu penyembuhan OA adalah glukosamin dan kondroitin. Glukosamin adalah gula amino dan merupakan prekursor penting dalam pembentukan protein terglikosilasi, seperti glikosaminoglikan yang merupakan komponen pembentukan kartilago. Kondroitin sulfat adalah bentuk dimer dari sulfated glycosaminoglycan. Namun, penelitian yang telah dilakukan tidak memberikan bukti yang kuat bahwa kedua nutrisi tersebut secara efektif membantu penyembuhan OA. 2,3 Surgery Untuk OA, pada lutut, beberapa jenis pembedahan yang paling sering dilakukan adalah athroscopic lavage, debridement, dan tidal irrigation. Arthroscopy adalah proses irigasi sendi, yang

membutuhkan anestesi umum, dengan sejumlah cairan yang akan membersihkan debris dari kerusakan kartilago dan sel-sel proinflamatori yang ada. Irigasi tidal adalah proses irigasi yang hanya membutuhkan anestesi lokal dimana irigasi dilakukan dengan memasukkan jarum dan sejumlah cairan ke lutut dan kemudian dikeluarkan kembali. Tindakan pembedahan dilakukan apabila tindakan pengobatan gagal. 2,3 Referensi 1. Longo DL, Kasper Dl, Jameson JL, Fauci As, Hauser SL, Loscalzo J. Harrisons Principal of Internal Medicine. United States of America: The MCGraw-Hill Companies; 2012. p. 2041-2 2. Hochberg MC, Altman RD, April KT, Benkhalti M, Guyatt G, McGowan J, et al. American College of Rheumatology 2012 Recommendations for the Use of Nonpharmacologic and Pharmacologic Therapies in Osteoarthritis of the Hand, Hip, and Knee. Arthritis Care & Research; 64(4): 465-74 3. National Collaborating Centre for Chronic Conditions. Osteoarthritis: national clinical guideline for care and management in adults. London: Royal College of Physicians; 2008