Anda di halaman 1dari 6

Dokcil MAW 2010

Luka
Luka atau sering disebut juga dengan cedera adalah sesuatu kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh yang dikarenakan suatu paksaan atau tekanan fisik maupun kimiawi. Bisa juga luka disebut keadaan di mana terjadi kerusakan dalam keutuhan kulit dan jaringan di bawah kulit. Prinsip dasar pertolongan untuk luka adalah : 1. Menghentikan perdarahan Upaya penghentian perdarahan bisa dilakukan dengan menekan area perdarahan secara langsung dengan dialasi kasa atau kain bersih sampai perdarahan berhenti. Jangan menggunakan kapas atau bahan berserabut lainnya karena justru akan mengotori luka. 2. Mencegah terjadinya infeksi Pencegahan infeksi dilakukan dengan membersihkan luka. Pembersihan ini dapat dilakukan dengan air bersih yang mengalir atau menggunakan cairan antiseptik. Cairan pembersih luka yang paling dianjurkan adalah cairan fisiologis seperti cairan infus. Bila perlu, pembersihan sekitar luka bisa dilanjutkan dengan menggunakan sabun dan dibilas kembali. Pemberian antiseptic dapat mencegah terjadinya infeksi. 3. Mencegah kerusakan jaringan lebih parah Pencegahan kerusakan jaringan lebih lanjut dilakukan dengan penanganan yang lembut dan tidak terlalu kuat. Perlu juga dilakukan penutupan luka dengan kasa steril untuk melindungi luka. 4. Mempergunakan cara cara pertolongan agar penyembuhan lebih cepat Proses penyembuhan lebih cepat terjadi pada kondisi lembab (bukan basah, bukan pula kering). Untuk itu, luka sebaiknya di tutup perban. Selain melindungi dari kuman penyebab infeksi dan melindungi dari risiko tergesek, pemerbanan luka menciptakan kondisi lembab yang sangat sesuai untuk pertumbuhan jaringan baru untuk menutup luka. Perban penutup juga sebaiknya dibuat sedikit menekan untuk memberi kenyamanan dan mengurangi rasa sakit.

Dokcil MAW 2010

Jenis-Jenis Luka Luka dapat dibagi menjadi beberapa macam kategori. Berdasarkan kondisi jaringannya, luka dapat dibedakan menjadi luka terbuka dan luka tertutup. A. Luka Terbuka 1. Luka Lecet Luka lecet merupakan terkelupasnya permukaan kulit akibat pergesekan dengan benda keras dan kasar. Luka terjadi pada permukaan sehingga lapisan kulit sebelah atas terkelupas dan membekas berupa daerah yang kasar dan lunak. Tindakan penanganannya : Stop perdarahan Bersihkan luka dengan air mengalir atau cairan antiseptic Tutup luka dengan kasa steril kering dan plester Jika luka lecet luas, bersihkan dan lakukan pembersihan dengan antiseptik, lalu tutup dengan kasa steril dan kirim ke dokter untuk mendapat suntikan pencegah tetanus. 2. Luka Iris Luka iris ditimbulkan oleh irisan benda yang bertepi tajam seperti pisau dll. Tandanya adalah bentuk luka yang memanjang, tepi luka lurus dan jaringan sekitar luka tampak utuh. Tindakan : Hentikan perdarahan Bersihkan luka dengan air mengalir Beri cairan antiseptic pada luka Tutup luka dengan kasa steril kering dan plester Pada luka iris yang pendek dan dangkal, cukup tempelkan plaster kupukupu
2

Dokcil MAW 2010

3. Luka Robek Luka yang ditimbulkan oleh goresan atau benturan benda yang tidak terlalu tajam sepeti pada kecelakaan. Tandanya adalah bentuk luka dan tepi luka tidak teratur serta ada kerusakan jaringan sekitar luka. Tindakan: Hentikan perdarahan Bersihkan luka dan sekitarnya dengan cairan antiseptic Tutup luka dengan sufratule (kasa antibiotik) dan kasa steril, bila tidak ada cukup tutup dengan kain yang bersih Balut dibuat agak menekan untuk mengurangi sakit Kirim ke rumah sakit untuk ditangani lebih lanjut (jahit, antibiotik, suntuk anti tetanus, dll) 4. Luka Tusuk Luka tusuk adalah luka yang ditimbulkan oleh tusukan benda berujung runcing seperti paku, ranting, dll. Tanda luka tusuk adalah mulut luka yang lebih sempit daripada dalamnya disertai tepi luka yang ikut terdorong masuk ke dalam luka. Bahaya infeksi dan tetanus luka tusuk lebih besar terlebih jika benda yang menusuk tersebut kotor. Tindakan : Jika benda tusuk masih menancap, jangan dicabut agar tidak terjadi perdarahan yang lebih parah. Hentikan perdarahan yang terjadi dengan menekan langsung area luka. Jika terhalang oleh benda penusuk, cukup menekan di sekeliling benda penusuk tadi. Jika kain/kasa sudah penuh darah sementara perdarahan masih mengalir, jangan ganti kain. Tambahkan kain diatas kain pertama. Bersihkan luka dan sekitarnya dengan air mengalir atau cairan antiseptic Tutup luka dengan perban dan beri ikatan balut menekan Segera rujuk ke rumah sakit untuk diberi penanganan lanjutan.

Dokcil MAW 2010

5. Luka Bakar Luka bakar merupakan jenis luka kerusakan jaringan yang diakibatkan sumber panas atau suhu dingin yang ekstrim, listrik, bahan kimiawi, cahaya, radiasi dan friksi. Penanganan luka bakar berbeda-beda tergantung jenis jaringan yang terkena luka bakar dan tingkat keparahan yang terjadi akibat luka tersebut. Derajat Luka Bakar Klasifikasi derajat luka bakar yang banyak digunakan di dunia medis adalah pembagian berdasarkan pada sejauh mana luka bakar menyebabkan perlukaan pada kulit. Luka bakar derajat 1 (luka dangkal) Jika yang terkena hanya lapisan luar kulit dan kurang dari 20% luas permukaan tubuh. Tandanya adalah kemerahan, lunak, nyeri dan bengkak. Contoh : terbakar sinar matahari yang ringan atau akibat tumpahan air panas. Biasanya sembuh sempurna bila pertolongan pertama cepat dilakukan dan tidak memerlukan perawatan medis jika tidak luas, cukup dengan dialiri air saja. Luka derajat 1 ini dapat pulih dalam 2-3 hari. Luka bakar derajat 2 (luka sedang) Luka bakar derajat 2 merusak setengah ketebalan kulit dan kurang dari 50% luas permukaan kulit. Bila dijaga kebersihannya dapat sembuh dengan baik dalam periode 1- 4 minggu, tetapi jika luka bakar luas dapat berbahaya. Tandatandanya adalah kemerahan, nyeri, bengkak dan lepuh berisi cairan. Lepuhan ini jangan dipecahkan untuk menghindari risiko infeksi. Luka bakar derajat 3 (luka dalam) Pada derajat ini, seluruh lapisan kulit terbakar termasuk lapisan bawah kulit. Tanda khasnya adalah warna kulit yang pucat seperti dilapisi lilin, kadang ada yang hangus dan tidak terasa sakit. Luka bakar jenis ini, harus segera mendapat perawatan medis.

Dokcil MAW 2010

Penanganan Luka bakar a. Bila korban berlari panik, segera hentikan korban (stop), jatuhkan (drop) dan gulingkan (roll) agar kobaran api tidak membesar. Bisa gunakan air untuk mematikan api atau balut korban memakai karung basah atau selimut. b. Segera lepaskan atau robek pakaian yang terbakar tanpa mengenai area yang terbakar. Jangan buka pakaian terbakar yang telah dingin dan kering sebab sudah menempel di kulit c. Baringkan korban. Bila memungkinkan, bagian yang luka jangan menyentuh tanah secara langsung. Untuk mengantisipasinya, bisa gunakan bahan-bahan yang tidak menempel seperti plastik atau kasa. d. Siram daerah terbakar dengan air sebanyak-banyaknya. Hindari pemberian air yang terlalu dingin. Pendinginan yang memadai memakan waktu 10 menit atau lebih. e. Lepaskan barang yang melekat pada korban seperti cincin, sepatu bot, dengan hati-hati sebelum daerah yang kena menjadi bengkak. f. Tutupi daerah luka dengan pembalut luka bakar atau kasa steril. g. Bila luka bakar cukup luas dan parah, kirim ke rumah sakit dengan korban diselimuti. h. Untuk luka bakar karena bahan kimia atau benda dingin, segera basuh dan jauhkan bahan kimia atau benda dingin tersebut lalu siram dengan air sebanyak-banyaknya sebab bil;a terlalu sedikut justru akan terjadi reaksi kimia.
5

Dokcil MAW 2010

B. Luka Tertutup 1. Luka Bentur Luka bentur timbul karena pukulan benda tumpul tanpa kerusakan yang berarti di permukaan kulit. Tanda yang khas adalah berupa warna yang kemerahan, rasa nyeri dan disertai pembengkakan serta kelemahan. Tindakan penanganannya menggunakan prinsip RICE: R-rise Istirahatkan area luka I-iced Kompres luka dengan air dingin/es yang dibalut kain bersih C-compress Beri penekanan pada luka (bisa dengan pembalut tekan) untuk mencegah pembengakakan lebih lanjut E-elevate Sedikit tinggikan lokasi luka 2. Luka Memar Luka memar terjadi akibat perdarahan dan kerusakan jaringan di bawah kulit (bisa kerena pukulan benda tumpul) tanpa kerusakan yang berarti di permukaan kulit. Luka memar merupakan kelanjutan dari luka bentur. Tanda yang khas adalah berupa warna yang membiru dan membengkak. Tindakan penanganannya juga menggunakan prinsip RISE tapi prosedur kompres es diganti air hangat: R-rise Istirahatkan area luka Kompres luka dengan air hangat untuk mengencerkan bekuan darah pada luka C-compress Beri penekanan pada luka (bisa dengan pembalut tekan) untuk mencegah pembengakakan lebih lanjut E-elevate Sedikit tinggikan lokasi luka

References: Tim revisi buku. 2010. Buku Panduan Diklatsar TBMM 2010 Live Saving. Yogyakarta. .,:0o_ TBMM Panacea 2010 _o0:,.