Anda di halaman 1dari 6

Kaitan Current Ratio terhadap Laba Bersih Bank Agroniaga

Oleh

Nama Arief Prayoga Takuanara Lalu Gogo

NIM 1111082000011 1111082000028

NO HP 08989832268 085353131902

Dosen Pembimbing Tony S Chendrawan, ST., SE.,M.Si.,

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi UIN Syarief Hidayatullah Jakarta 2012

ABSTRACT The purpose from this study is for research a current ratio effect to banks profit (in this case, Agroniaga Bank). Current ratio is a comparison beetwen current asset to current liability. Current ratio considered as measuring instrument enterprises for repay their current liabilities. We wanna find how much it impact to banks profit. This research use income statement data which publicated by Agroniaga Bank at IDX (www.idx.co.id) for five year accounting period (2006-2010). And for signification data test, we use SPSS v 19. Our conclusion from this research is, a current ratio dont have much effect to banks profit, its just infuence 16.1% banks profit and current ratio not always have an accuration for profit prediction. Keywords: Current Ratio, Current Asset, Current Liability, and Profit

I. PENDAHULUAN

Akhir-akhir ini perkembangan bank-bank swasta maupun asing makin berkembang

pesat. Jumlah bank swasta di Indonesia semakin bertambah, sehingga tercatat pada akhir november 2012 ada lebih dari 60 bank baik swasta maupun asing yang terdaftar dan beroperasi di Indonesia (www.bi.go.id, november 2012). Bank-bank di Indonesia saat ini sudah menuju ke arah perbaikan, hal ini dibuktikan oleh pemerintah dengan pembangunan infrastruktur-infrastruktur yang vital dan dapat menunjang perkembangan perekonomian Indonesia. Di era persaingan yang ketat keunggulan yang kompetitif telah berkembang dan melibatkan pada pentingnya kinerja keuangan di setiap bank. Kondisi laba sangat mempengaruhi continuitas bank baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Karena berguna untuk menarik minat investor serta calon nasabah untuk lebih banyak berinvestasi dan menabung di bank tersebut. Untuk memperoleh laba, bank harus melakukan kegiatan operasional yang didukung oleh adanya sumberdaya. PT Bank Agroniaga Tbk (Perseroan) menyadari bahwa selain kendala di atas budaya agrobisnis yang berbasis industri mempunyai potensi ekonomis yang besar bagi Indonesia dan juga sangat penting bagi penyediaan pangan masyarakat. Oleh karena itu sebagai badan usaha perbankan Perseroan memandang sangat penting mendorong perkembangan agrobisnis dengan pemberian fasilitas kredit UKM bagi para petani dan industri agrobisnis lainnya. Hal ini diwujudkan melalui berbagai pilihan produk perbankan terbaik dengan harga yang kompetitif, Perseroan berkomitmen untuk turut berperan serta dalam pemberdayaan potensi agrobisnis di Indonesia dan menjadikan sektor perkebunan sebagai pusat pertumbuhan khususnya pada wilayah-wilayah berbasiskan sumber daya perkebunan. Seiring upaya tersebut, kinerja Perseroan pada tahun 2010 juga menunjukkan

perkembangan positif. Pada tahun 2010, aktiva Perseroan naik. Total aktiva sampai 31 Desember 2010 tercatat sebesar Rp3,05 triliun, naik dari periode yang sama tahun 2009 yang masih sebesar Rp2,98 triliun. Laba bersih sebesar Rp14,03 miliar, melesat jauh dibandingkan dengan perolehan periode yang sama tahun lalu dimana Perseroan membukukan laba Rp2,20 miliar. (http://www.idx.co.id) Rasio Lancar merupakan salah satu rasio financial yang sangat sering digunakan. Rasio lancar ini menunjukkan tingkat keamanan kreditor jangka pendek, atau kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutang tersebut. Tidak ada ketentuan yang mutlak tentang berapa tingkat rasio lancar yang dianggap baik atau yang harus dipertahankan oleh suatu perusahaan karena biasanya tingkat rasio lancar ini juga sangat tergantung kepada jenis usaha dari masingmasing perusahaan. Rasio lancar merupakan indikator yang sesungguhnya dari likuiditas perusahaan, karena perhitungan tersebut mempertimbangkan hubungan relatif antara aktiva lancar dengan hutang lancar untuk masing-masing perusahaan (Syamsudin, 1985 dalam Yuni Nurmala Sari, 2007:17). Healy dan Wahlen ( 1999 : 368 ) memberikan definisi menejemen laba yang ditinjau dari sudut pandang penetap standar, yaitu manajemen laba terjadi ketika para manajer menggunakan keputusan tertentu dalam pelaporan keuangan dan mengubah transaksi untuk mengubah laporan keuangan sehingga menyesatkan stakeholder yang ingin mengetahui kinerja ekonomi yang diperoleh perusahaan atau untuk mempengaruhi hasil kontrak yang menggunakan angka- angka akuntansi yang dilaporkan itu

Tabel 1 Data jumlah harta lancar dan kewajiban lancar Bank Agroniaga tahun 2006-2010 (dalam ribuan rupiah) Aset Current Asset Current Liabilities 2006 194788 94687 2007 228607 38672 Tahun 2008 154324 47686 2009 165082 87753 2010 244964 145573

250000

200000

150000

Current Assets Current Liabities

100000

50000

0 2006 2007 2008 2009 2010

Dari tabel diatas dapat kita perhatikan bahwa bank mengalami perubahan aset. Dapat kita lihat bahwa tahun 2006 ke 2007 bank mengalami kenaikan asset, dan kewajibannya mengalami penurunan dengan rasio 85% untuk aset dan 245% untuk kewajiban. Tahun 2007 ke 2008 mengalami penurunan aset dan kenaikan kewajiban dengan rasio 148% untuk aset dan 81% untuk kewajiban. Tahun 2008 ke 2009 aset naik dengan rasio 93% sementara kewajiban naik dengan rasio 54%. Tahun 2009 ke 2010 mengalami kenaikan aset dengan rasio 67% dan kewajiban mengalami kenaikan juga dengan rasio 60%. Syamsuddin (2007: 209). mengungkapkan bahwa: Bilamana ratio aktiva lancar atas total aktiva meningkat maka baik profitabilitas maupun resiko yang dihadapi oleh perusahaan akan menurun. Sebaliknya, penurunan ratio aktiva salah satu alat analisis yang diperlukan untuk mengukur kondisi dan efisiensi operasi perusahaan dalam mencapai tujuan Bank Agroniaga, yaitu laba bersih. Dengan demikian hal ini menarik minat kami untuk mengetahui Kaitan Current Ratio terhadap Laba Bersih Pada Bank Agroniaga. II.IDENTIFIKASI MASALAH 1. Kaitan Current Ratio terhadap Laba 2. Teori Rasio Lancar 3. Teori Laba

lancar atas total aktiva akan mengakibatkan meningkatkan profitabilitas dan resiko yang akan dihadapi oleh perusahaan. Penelitian mengenai rasio keuangan dengan laba usaha telah dilakukan oleh Machfoedz (1994) meneliti prediksi perubahan laba dengan menggunakan rasio keuangan. (http://eprints.undip.ac.id) Berdasarkan informasi diatas dapat kita gambarkan bahwa kinerja keuangan perusahaan mampu memberikan gambaran baik kepada manajemen maupun para investor mengenai pertumbuhan dan perkembangan perusahaan serta kondisi keuangan perusahaan pada periode tertentu. Rasio lancar digunakan sebagai variabel penelitian karena rasio lancar merupakan III. KAJIAN PUSTAKA A. Kaitan Current Ratio terhadap Laba. Pengaruh Current Ratio terhadap perubahan laba adalah semakin tinggi nilai current ratio maka laba bersih yang dihasilkan perusahaan semakin sedikt, karena rasio lancar yang tinggi menunjukkan adanya kelebihan aktiva lancar yang tidak baik terhadap profitabilitas perusahaan karena aktiva lancar menghasilkan return yang lebih rendah dibandingkan dengan aktiva tetap (Mamduh M, Hanafi dan Abdul Halim, 2003)

B. Teori-teori rasio lancar Miswanto et al (1998;83), Current Ratio adalah perbandingan antara aktiva lancar dan utang lancar. Rumus : Current ratio = Aktiva lancar Hutang Lancar x 100%

D. Hipotesis. tentang tidak adanya perbedaan. Hipotesis ini pada umumnya diformulasikan untuk ditolak. Apabila ditolak, maka hipotesis tandingan atau hipotesis alternatif atau hipotesis satu (Ha atau H1) yang diterima. Hipotesis pengganti ini merupakan hipotesis penelitian dari si pembuat eksperimen, yang dinyatakan secara operasional. Hipotesis penelitian adalah prediksi yang diturunkan dari teori yang sedang diuji. Bila dikehendaki membuat keputusan mengenai perbedanperbedaan, diuji H0 terhadap H1 , maka H1 merupakan pernyataan yang diterima jika H0 ditolak. (http://ilerning.com/index.php?option=com_content&view=
article&id=187:hipotesisnol&catid=39:hipotesis&Itemid=70)

Current ratio menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar utangnya yang harus segera dipenuhi dengan mengunakan aktiva lancar yang dimilikinya. C. Teori-teori laba. i. Teori Laba Menanggung Resiko (Risk- Bearing Theory Of profit). Menurut Teori ini, keuntungan ekonomi diatas normall akan doperoleh perusahaan dengan resiko diatas rata-rata. Teori Laba Frisional (frictional Theory Of Profit). Teori ini menekankan bahwa keuntungan menigkat sebagai suatu hasil ari friksi keseimbangan jagka panjang (long run equilibrium). Teori Laba Monopoli (Monopoly Theory Of Profits). Teori ini mengatakan bahwa beberapa perusahaan dengan kekuatan monopoli dap[at membatasi output dan menekankan harga ang lebih tinggi daripada bila perusahaan beroperasi dalam kondisi persaingan sempurna. (http://arievaldo.wordpress.com/2011/ 10/23/teori-dan-fungsi-laba/)

H0 : rasio lancar tidak berpengaruh atau tidak signifikan dalam memprediksi laba pada Bank Argoniaga H1 : rasio lancar berpengaruh atau signifikan dalam memprediksi laba pada Bank Argoniaga

ii.

IV. METODA PENELITIAN A. Sample dan Prosedur Sampel dalam penelitian ini tertuju pada salah satu bank yang terdaftar di Bank Indonesia yaitu Bank Agroniaga. Dalam melakukan penelitian dan pengambilan data, kami mengambil nya dari website resmi Bank Indonesia. B. Pengujian Hipotesis Dalam penelitian ini, kami melakukan pengujian dengan cara uji hipotesis menggunakan SPSS untuk membuktikan adanya hubungan antara rasio lancar dengan.laba

iii.

C. Model penilitian. Analisis Model Regresi Linier. Merupakan alat yang digunakan untuk menentukan persamaan regresi yang menunjukkan hubungan antara variabel

terikat satu variabel bebas. Tujuan utama analisis regresi adalah untuk perkiraan nilai dengan laba. suatu variabel (terikat) jika nilai variabel lain yang berhubungan dengannya (variabel bebas) sudah ditentukan. Pengukuran statistik deskriprif dalam

penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program komputer Statistical Package for Social Science (SPSS) 19.Analisis Model Regresi Linier Ini

merupakan alat yang digunakan untuk menentukan persamaan regresi yang menunjukkan hubungan antara variabel terikat yang ditentukan satu variabel bebas.

Hubungan struktur jalur antara variabel dapat digambarkan sebagai berikut :

Keterangan

E
X Y E : Current Ratio : Laba : Error

X
V. Hasil Penelitian

Y
Model Summary Adjusted R Std. Error of the Estimate 13244.57009

Model 1

R .401
a

R Square .161

Square -.119

a. Predictors: (Constant), currentratio

a.

Tabel

menunjukkan

hubungan

antara

b. Pada kolom R Square bernilai 0.161 yang menjelaskan bahwa nilai x mempengaruhi nilai y sebesar 16.1%.

variabel x dan y adalah lemah. Hal ini ditunjukkan oleh R-nya yang sebesar 0.401 yang berada dibawah batas hubungan yang kuat (0.5).

Coefficients

Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) currentratio B 2594.521 202.608 Std. Error 7345.062 267.027 .401 Coefficients Beta t .353 .759 Sig. .747 .503

a. Dependent Variable: laba

y=a+bx (Persamaan Linier Dua Variabel) a=2594.521 b=202.608 y (laba) adalah dependent dan x (rasio lancar) adalah independent. Berdasar rumus

naik satu satuan maka y akan bertambah sebesar 202.608. Uji signifikasi t: t hitung didapat 0.579, dan t tabel didapat 3.182 karena t hitung lebih kecil dari t tabel maka didapat data tidak signifikan.

Persamaan Linier Dua Variabel, maka setiap x

VI. Kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat kita simpulkan bahwa current ratio tidak berpengaruh terhadap laba bersih Bank Agroniaga, hal ini dibuktikan dengan data yang tidak signifikan juga karena disebabkan pengambilan sampel yang hanya lima tahun. Maka didapat data tidak.signifikan.

VII. Refrensi Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, Analisis Laporan Keuangan, UPP AMP YKPN, Yogyakarta, 2003. Kasmir, 2008, Analisis Laporan Keuangan.Jakarta: Penerbit Raja Grafindo Persada. http://arievaldo.wordpress.com/20 11/10/23/teori-dan-fungsi-laba/ http://eprints.undip.ac.id www.idx.co.id