Anda di halaman 1dari 6

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

PENGARUH PEMBERIAN SALAK GADING (Salacca zalacca) MUDA TERHADAP KADAR GULA DARAH TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) EFFECT YOUNG SNAKE FRUIT GADING (Salacca zalacca) FOR LEVEL OF BLOOD GLUCOSE WHITE RATS (Rattus Novergicus) Dina Retnani Atri1, Yoni Astuti2 Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2Bagian Biokimia FKIK UMY INTISARI Penyakit diabetes mellitus tipe 2 bertambah kasusnya setiap tahun. Banyak masyarakat penderita diabetes mellitus tipe 2 beralih ke pengobatan herbal atau pengobatan tradisional. Salak gading (Salacca zalacca) merupakan salah satu contohnya. Buah ini banyak dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus di daerah Turi Sleman. Salak gading (Salacca zalacca) memiliki kandungan serat yang tinggi, vitamin C dan tanin yang berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian salak gading (Salacca zalacca) terhadap kadar glukosa darah. Desain penelitian eksperimental murni, menggunakan 20 ekor tikus jantan Sprague Dawley yang dibagi menjadi 4 kelompok (kontrol negatif, kontrol positif, salak+glibenklamid dan salak). Tikus diadaptasikan selama seminggu kemudian diinduksi alloxan. Pada hari ke 3, 7 dan 14 diukur kadar glukosa darah masing-masing tikus. Hasil penelitian diolah dengan menggunakan paired t test dan Oneway anova. Penelitian ini menggunakan komputer dalam pengolahan data. Kadar glukosa darah selama 14 hari menunjukkan penurunan yang signifikan pada kelompok salak+glibenklamid dan kelompok salak dengan nilai p<0,05. Dalam penelitian ini terbukti bahwa salak gading mempunyai pengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah. Kata kunci : salak gading (Salacca zalacca), glukosa darah, tikus putih (Rattus Novergicus)
1

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Abstract Cases of Diabetes Mellitus type 2 increase every year. Many people with diabetes mellitus type 2 switch to herbal medicine or traditional medicine. Salak gading (Salacca zalacca) is one such example. The fruit is mostly consumed by people with diabetes mellitus type 2 in Turi Sleman. Salak gading (Salacca zalacca) has a high in fiber, vitamin C and tannins that influence the decrease in blood glucose levels. The purpose of this study is to investigate the effect of salak gading (Salacca zalacca) on blood glucose levels. Pure experimental research design, using 20 male Sprague Dawley rats were divided into 4 groups (negative control, positive control, salak + glibenclamide and salak). Rats adapted for a week and then induced with alloxan. On day 0, 7 and 14 measured blood glucose levels of each rat. The results were processed using paired t tests and Oneway anova. This study used a computer in data processing. Blood glucose levels for 14 days showed significant reductions in groups of salak + glibenclamide and groups of with p <0.05. In this study proved that the salak gading (Salacca zalacca) have an influence on decreasing blood glucose levels.

Key Word : salak gading (Salacca zalacca), blood glucose, white rats (Rattus Novergicus)

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

PENDAHULUAN

glimepirida.

Golongan

biguanid

seperti

metformin yang dianjurkan untuk pasien yang Diabetes mellitus adalah sindrom jangka panjang gangguan metabolisme karbohidrat, gemuk, kontraindiksai untuk pasien
2

yang

mempunyai gangguan fungsi hati dan ginjal . Di daerah Turi, terdapat beberapa

metabolisme protein dan metabolisme lemak yang disebabkan oleh ketidakcukupan sekresi insulin atau adanya resistensi insulin pada jaringan target1. Menurut kriteria diagnostik PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi

penderita DM yang selain rutin melakukan terapi dengan obat oral, mereka juga mengkonsumsi salak gading (Salacca zalacca) muda (dalam bahasa jawa pentil) untuk menurunkan kadar gula darah. Mereka mengkonsumsi salak gading 3-5 buah dalam 2 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian salak gading (Salacca zalacca) terhadap kadar glukosa darah.

Indonesia) 2006, seseorang dikatakan menderita diabetes jika memiliki kadar gula darah puasa >126 mg/dL dan pada tes sewaktu >200 mg/dL. Diabetes mellitus dapat diklasifikasikan menjadi diabetes mellitus tipe I/DM tipe I dan diabetes mellitus tipe II/DM tipe II. Pada DM tipe I sangat tergantung pada insulin dari luar tubuh, karena tubuh tidak mampu lagi memproduksi insulin sering dikenal dengan istilah Insulin Dependent Diabetes/IDD. Sedangkan pada DM tipe II, penderita masih mampu memproduksi insulin. Hanya saja fungsi insulin tidak maksimal. Dapat disebabkan oleh produksi insulin yang kurang atau reseptor insulinnya yang kurang sensitif. Untuk DM tipe II disebut dengan istilah Non Insulin Dependent Diabetic/NIDD2. Terapi diabetes adalah insulin dan obatobat hipoglikemik oral/OHO. Obat hipoglikemik oral efektif digunakan pada DM tipe II, kurang bermakna bila digunakan pada DM tipe I. Contoh obat ini adalah golongan sulfonil urea seperti glibenklamid, glikasida, glikuidon, glipisida dan

METODE PENELITIAN

Desain experimental

pada murni

penelitian yang

ini

adalah di

dilakukan

Laboratorium Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM tanggal 20 Juli 2010 dengan rancangan penelitian pre test, post test controlled group design. Penelitian dilakukan selama 17 hari. Subyek penelitian ini adalah 20 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague Dawley yang berusia 2 bulan dengan berat 200 gram. Tikus dipelihara dikandang dan diberi makan minum secukupnya. Bahan yang

digunakan pada penelitian ini adalah salak gading, alloxan dan glibenklamid. Salak gading diperoleh dari Turi Sleman sedangkan untuk

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

alloxan dan glibenklamid disediakan oleh pihak Laboratorium Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah neraca analitik, pipet berukuran, sonde, alat pengukur glukosa darah.
Kontrol negatif

Tabel 1. Rerata Kadar Glukosa Darah Tikus Sebelum dan Sesudah Diinduksi Alloxan (mg/dl).
Kelompok Sebelum Induksi Alloxan 75,32 1,03 75,19 1,42 + 76,04 1,14 Setelah Induksi Alloxan 219,35 0,51 219,23 1,54 220,45 2,44

Cara Penelitian

Kontrol positif Salak glibenklamid

Subjek penelitian 20 ekor tikus putih betina dibagi menjadi 4 kelompok masing-masing 5 ekor, setiap 1 subjek diinduksi alloxan. kontrol

Salak

74,03 1,36

222,26 1,09

Tabel

menunjukkan

pengaruh

Kelompok

merupakan kelompok

pemberian alloxan pada masing-masing tikus. Pada semua kelompok, mengalami kenaikan angka kadar glukosa darah. Kriteria diabetes pada tikus adalah apabila melebihi 200 mg/dl. Datadata diatas, pada setiap kelompok menunjukkan angaka >200 mg/dl. Dengan demikian, semua kelompok tikus yang diinduksi alloxan sudah dapat dikategorikan sebagai tikus diabetes. Alloxan yang diberikan sebanyak 125 mg/kgBB. Alloxan merupakan suatu produk asam urat teroksidasi yang jika diberikan pada hewan percobaan akan cenderung merusak sel pulau pankreas, dan menimbulkan diabetes alloxan1.

negatif yang diberi aquades et libitum. Kelompok 2 merupakan kelompok kontrol positif yang diberi glibenklamid 0,1 mg selama 14 hari. Kelompok 3 adalah kelompok salak +

glibenklamid yang diberi salak gading 4,5 ml dan glibenklamid 0,1 mg selama 14 hari. Kelompok yang ke 4 adalah kelompok salak yang diberi salak gading 4,5ml selama 14 hari. Masingmasing tikus diukur kadar glukosa darah pada hari 0, 7 dan 14. Data dianalisis menggunakan pairet t test dan Oneway anova.

HASIL dan PEMBAHASAN

Tabel 2. Rerata Kadar Glukosa Darah Tikus Selama Pemberian Perlakuan

Setiap tikus diukur kadar glukosa darah sebelum diinduksi alloxan dan sesudah diinduksi alloxan. Data-data hasil pengukuran kadar

Kelompok Kontrol negatif Kontrol positif Salak +

Hari ke 0 219,350,51

Hari ke 7 221,110,58

Hari ke 14 220,390,78

219,231,54

195,861,90

122,181,22

glukosa darah dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

220,452,44

202,330.98

129,521,92

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

glibenklamid Salak 222,261,09 206,281,09 138,261,32

single dosis pada pagi hari mampu menstimulasi sekresi insulin pada setiap pemasukan glukosa (selama makan). Dengan demikian, selama 24 jam tercapai regulasi gula darah optimal yang mirip pola makan3. Reabsorbsinya dari usus praktis lengkap, persentase pengikatannya diatas 99%, waktu paruhnya 10 jam, dan kerjanya dapat bertahan sampai 24 jam. Zat ini dirombak menjadi metabolit kurang aktif dalam hati, yang

Pada tabel 2 dapat dilihat rerata kadar glukosa darah tikus yang diambil pada hari 0 (sebelum perlakuan), hari ke 7 dan hari ke 14. Pada kelompok kontrol negatif, tidak terjadi penurunan kadar glukosa darah. Pada hari ke 14 kadar glukosa darah naik 1,04 mg/dl, naik secara signifikan dengan nilai p=0,006 (p<0,05). Pada kelompok kontrol positif, terjadi penurunan kadar glukosa darah 97,05 mg/dl, dengan nilai p=0,000 (p<0,05). terjadi Pada kelompok kadar

disekresikan sama rata lewat kemih dan tinja. Dosis permulaannya 1x sehari 2,5-5 mg, bila perlu dinaikkan setiap minggu sampai maksimal 2x sehari 10 mg3. Kelompok salak + glibenklamid dan kelompok salak menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang signifikan. Kandungankandungan salak yang mampu berpengaruh terhadap kadar glukosa darah antara lain vitamin C, serat (pektin) dan tanin. Pemberian vitamin C pada penderita DM dapat meningkatkan regulasi glukosa darah. Terdapat studi yang menyebutkan bahwa terjadi penurunan yang signifikan pada gula darah puasa setelah mengkonsumsi vitamin C 1.500 mg 2.000 mg4. Vitamin C merupakan antioksidan yang mampu meredam radikal bebas dan meningkatkan sensitifitas insulin. Serat (pektin) yang terdapat pada salak gading (Salacca zalacca) sebesar 93,5 mg/g dm. Konsumsi serat mampu menghambat absorbsi glukosa pada usus

salak+glibenklamid

penurunan

glukosa darah 90,93 mg/dl

dengan nilai

p=0,000 (p<0,05). Pada kelompok salak terjadi penurunan kadar glukosa darah 84 mg/dl dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Nilai p<0,05 mempunyai makna bahwa kadar sebelum

perlakuan dengan kadar glukosa darah sesudah perlakuan mempunyai beda yang bermakna. Angka penurunan kadar glukosa darah tertinggi terdapat pada kelompok kontrol positif, diikuti oleh kelompok salak+glibenklamid,

kelompok salak dan yang terakhir kelompok kontrol negatif. Pada kelompok kontrol positif, diberi perlakuan dengan menggunakan

glibenklamid 0,1 mg setiap tikus. Glibenkamide adalah derivat klorometoksi yang merupakan obat pertama dari antidiabetika oral generasi ke-2 dengan khasiat hipoglikemisnya kira-kira 100x lebih kuat dari pada tolbutamid. Pola kerjanya berlawanan dengan sulfonilurea, yaitu dengan

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

sehingga kenaikan kadar glukosa darah setelah makan menjadi lambat5. Studi yang dilakukan oleh Agricultural Research Service-Food and Nutrition Laboratory at Beltsville Maryland (1995) tentang fungsi pectin menyebutkan bahwa pectin dapat

dipertimbangkan sebagai alternatif pengobatan pada diabetes mellitus tipe 2. KESIMPULAN Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian salak gading (Salacca zalacca) pada tikus putih yang diinduksi alloxan mampu menurunkan signifikan kadar glukosa darah secara

menghambat absorbsi glukosa, glukosa darah puasa juga menurun secara signifikan dan juga dapat meningkatkan seinsitifitas insulin terhadap glukosa darah. Salak gading (Salacca zalacca) juga

DAFTAR PUSTAKA
1

mengandung tanin. Tanin merupakan senyawa yang termasuk golongan alkohol dalam bentuk
2

Dorland, W.A. (2006). Kamus Kedokteran Dorland (29th ed). Jakarta:EGC. Mansjoer, Arief et al. (2001).Kapita Selekta Kedokteran (3th ed).Media Aesculapius FKUI.Jakarta Tjay, T.H.& Rahardja, K. (2002). Insulin & Antidiabetika Oral dalam Obat-Obat Penting. Jakarta: Elex media komputindo. Trecroci, Daniel (1999). High Doses of Vitamin C Suplemen Increase Blood Glucose Levels. Diakses tanggal 13 April 2010, dari http://www.diabeteshealth.com/read/1999/09/0 1/1630/high-doses-of-vitamin-c-supplementincrease-blood-glucose-levels/. Piepers, Beverleigh H. (2010). What is so important About Fiber and Blood Sugar Levels. Diakses tanggal 13 April 2010, dari http://ezinearticles.com/?What-is-SoImportant-About-Fiber-and-Blood-SugarLevels?&id=3872825. Anonim. (2009). Juice Jambu Biji dan Penurunan Kadar Glukosa Darah. Diakses tanggal 13April 2010 dari http://www.kesimpulan.com/2009/06/juicejambu-biji-dan-penurunan-kadar.html.

fenol yang mempunyai aktivitas antioksidan dan menghambat pertumbuhan tumor. Senyawa ini juga mempunyai aktivitas hipoglikemik yaitu dengan meningkatkan glikogenesis. Selain itu tanin juga berfungsi sebagai astringent atau pengkelat yang dapat mengkerutkan membran epitel usus halus sehingga mengurangi
4 3

penyerapan sari makanan akibatnya menghambat asupan glukosa dan laju peningkatan glukosa darah tidak terlalu tinggi6. Kandungan serat dan
5

tanin

yang

terdapat

pada

salak

gading

berpengaruh pada penurunan kadar glukosa darah. Dari penelitian ini, penggunaan salak gading sebagai terapi untuk mengontrol kadar glukosa darah menunjukkan angka penurunan kadar glukosa darah yang signifikan. Dapat
6