Anda di halaman 1dari 3

PENGEREMAN PADA MOTOR DC

1. 1. 2.

Tujuan Percobaan mengamati dan mempelajari proses pada pengereman motor DC. dapat membuat rangkaian pengereman motor DC. 2. Dasar Teori Pengereman merupakan suatu cara untuk mempercepat tercapainya keadaan diam dari sistem yang bergerak. Dalam sistem pergerakan listrik, pengereman ini bertujuan selain untuk mempercepat tercapainya kondisi diam juga sering bertujuan untuk berhenti pada suatu titik yang dikehendaki dengan tepat, contoh pada lift. Dalam pengereman dikenal 3 macam cara, yaitu : a. Pengereman Dinamik (Reostatik). b. Pengereman Secara Plugging. c. Pengereman Secara Regeneratif. Pengereman dinamik dilakukan dengan cara menyisipkan resistor pada kumparan jangkar. Semakin besar resistor yang dihubungkan ke jangkar, maka waktu yang diperlukan untuk mencapai kondisi diam akan semakin cepat. Pengereman secara plugging pada prinsipnya melaukukan pembalikan arah putaran dari mesin penggerak dan ini dapat dilakukan dengan membalik polaritas sumber pada salah satu kumparannya. Sedangkan pengereman regeneratif contohnya pada saat lift menurunkan sangkar.

3.

Alat Dan Bahan Yang Digunakan Motor DC. Kontaktor atau relay. Regulator dan rangkaian penyearah. Voltmeter Amperemeter. Multimeter. Rpm-meter. Stopwatch. Kabel. 4. 1) 2) Langkah Percobaan Membuat rangkaian seperti gambar percobaan. Menjalankan motor dengan urutan operasional yang

tepat, sampai mencapai putaran sekitar putaran nominal (reostat belum dipasang pada terminal jangkar). 3) Meng-OFF-kan sumber tegangan jangkar dan mencatat tegangan pada terminal jangkar motor DC sesaat setelah sumber tegangan jangkar dilepas, kemudian mencatat waktu yang diperlukan sampai motor tidak berputar lagi. 4) 5) yang lain. Mengulangi langkah 2 dan 3, tetapi ada (reostat yang Mengulangi langkah ke 4, dengan nilai tahanan reostat dipasang pada terminal jangkar).

5. Rangkaian Percobaan