Anda di halaman 1dari 65

MAKALAH PROSES INDUSTRI KIMIA

Peran Proses Industri Kimia dalam Teknik Kimia

DISUSUN OLEH NAMA NIM KELAS : Desy Puspita Sari : 11 614 002 : III-B

JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA TAHUN 2012

Kata Pengantar
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah peralatan industri ini yang berjudul Alat Penukar Panas Saya menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini kami menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Saya menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, saya telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik. Akhirnya saya berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca terutama bagi mahasiswa Teknik Kimia Politeknik Negeri Samarinda. Samarinda,17 2012 September

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
2.1 Latar Belakang
Kata teknologi mempunyai arti aplikasi dari ilmu pengetahuan (scientific) yang digunakan dalam rangka untuk mempermudah kehidupan manusia. Sebagaimana sebuah kalimat yang mengatakan The scientist makes things known, the engineer makes things work (ulrich, 1984), atau dalam terjemahan bebasnya dapat dikatakan bahwa ilmu pengetahuan membuat sesuatu menjadi dapat difahami (diketahui), sedangkan teknologi akan membuat sesuatu tersebut dapat lebih bermanfaat. Dengan teknologi, maka manusia akan dapat melakukan sesuatu menjadi lebih mudah. Pabrik kimia / industri kimia bertugas untuk melakukan pengolahan bahan mentah/ bahan baku / raw material, menjadi hasil / produk yang digunakan. Pengolahan dilakukan / dapat bersifat fisik maupun kimia. Sedangkan proses secara umum merupakan perubahan dari masukkan (input) dalam hal ini bahan baku setelah melalui proses maka akan menjadi keluaran (output) dalam bentuk produk. Ada tiga kata kunci dalam mengartikan proses, yaitu input, perubahan dan output. Berdasarkan pemberitahuan di atas maka mata kuliah proses industri industri kimia sangat berperan serta untuk membekali lulusan teknik kimia menuju dunia kerja dalam sebuah industri kimia sehingga mahasiswa memiliki dasar untuk memasuki dunia kerja.

2.2

Rumusan Masalah
1. 2. 3. Apa pengertian dari teknik kimia dan industri kimia ? Apa saja proses dalam industri kimia ? Apa tugas sarjana teknik kimia dalam industri kimia ?

2.3.1 Tujuan
1. 2. 3. Menjelaskan pengertian teknik kimia dan industri kimia Menjelaskan proses-proses yang ada dalam industri kimia Menyampaikan tugas sarjana teknik kimia dalam industri kimia

2.4

Manfaat 1. Dapat mengetahui pengertian teknik kimia dan industri kimia


2. Dapat mengetahui proses-proses yang terjadi dalam industri kimia 3. Dapat mengetahui tugas-tugas sarjana teknik kimia dalam industri kimia

BAB II
METODOLOGI
Dalam makalah ini penulis mempergunakan metode browsing internet dimana pengumpulan data dilakukan dengan membaca artikel-artikel yang berkaitan dengan penulisan makalah ini.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Pengertian Teknik Kimia dan Industri Kimia Teknik kimia selalu menitikberatkan pekerjaannya untuk menghasilkan proses yang ekonomis. Untuk mencapai tujuan ini, seorang insinyur teknik kimia dapat menyederhanakan atau memperumit aliran proses produksi untuk memperoleh proses yang ekonomis. Selain melalui perancangan aliran proses produksi, seorang insinyur teknik kimia juga dapat menghasilkan proses yang ekonomis dengan merancang kondisi operasi. Apabila dipahami lebih jauh mengenai definisi Teknik Kimia, jelaslah bahwa tujuan utama dari pendidikan Teknik Kimia adalah mencetak sarjana yang mampu merancang dan mengoperasikan peralatan proses secara handal, efisien dan produktif. Karena itu tidaklah terlalu mengherankan bahwa pemakai terbesar sarjana Teknik Kimia adalah industri proses, khususnya industri kimia. Industri kimia merujuk pada suatu industri yang terlibat dalam produksi zat kimia. Industri ini mencakup petrokimia, agrokimia, farmasi, polimer, cat, dan oleokimia. Industri ini menggunakan proses kimia, termasuk reaksi kimia untuk membentuk zat baru, pemisahan berdasarkan sifat seperti kelarutan atau muatan ion, distilasi,

transformasi oleh panas, serta metode-metode lain. 3.2 Proses Industri Kimia Pabrik kimia / industri kimia bertugas untuk melakukan pengolahan bahan mentah/ bahan baku / raw material, menjadi hasil atau produk yang digunakan. Pengolahan yang dilakukan dapat bersifat fisik maupun kimia. Sedangkan proses secara umum merupakan perubahan dari masukkan (input) dalam hal ini bahan baku setelah melalui proses maka akan menjadi keluaran (output) dalam bentuk produk. Ada tiga kata kunci dalam mengartikan proses, yaitu input, perubahan dan output.

Proses-proses kimia berlangsung dalam peralatan proses. Peralatan proses umumnya merupakan satu unit operasi. Unit-unit operasi kemudian dirangkaikan untuk melakukan berbagai kebutuhan dari sintesis kimia ataupun dari proses pemisahan. Pada beberapa unit operasi, peristiwa sintesis kimia dan proses pemisahan berlangsung secara bersamaan. Penggabungan dari keduanya ini bisa dilihat dari proses distilasi reaktif. Teknologi proses merupakan aplikasi dari ilmu pengetahuan untuk merubah bahan baku menjadi produk atau bahan yang mempunyai nilai lebih (added value), dimana perubahan dapat berupa perubahan yang bersifat fisik maupun perubahan yang bersifat kimia dalam skala besar atau disebut dengan skala industri. Perubahan yang bersifat fisik disebut dengan satuan operasi (unit operation), sedangkan yang bersifat perubahan kimia disebut dengan satuan proses (unit process). Dalam mengolah bahan mentah menjadi hasil, industri memikirkan efisiensi yang yang pada intinya dilihat baik dari segi teknis maupun sosial ekonomi. Tujuan ini diwujudkan dalam praktek dengan asumsi dalam setiap operasi diupayakan mendapatkan hasil yang sebanyak-banyaknya, waktu singkat dan biaya murah. Indonesia berusaha meningkatkan peran industri di dalam menopang

perekonomian nasional yang sebelumnya didominasi oleh bidang pertanian. Industri, khususnya industri kimia yang dikembangkan di Indonesia. Melihat perkembangan industri kimia di Indonesia akhir-akhir ini yang sangat pesat karena didukung bahan baku yang melimpah antara lain seperti Pulp kertas, semen, pupuk urea, serat sintetis, dan produk industri petrokimia lainnya, ruang lingkup tugas tersebut meliputi : Penelitian dan pengembangan Perancangan proses dan alat proses Produksi dan operasi pabrik Management proyek dan konstruksi pabrik Management lembaga swasta dan pemerintah Konsultasi teknik Pendidikan dan pelatihan Pemasaran bahan kimia dan peralatan proses dll

Setelah kita mengetahui tentang apa itu industri kimia, dan apa peranan seorang engineer didalam suatu ruang lingkup industri kimia, maka kita dapat memasuki tahap selanjutnya, yaitu tahap proses. Sebagaimana yang telah dikatakan sebelumnya dimana proses itu adalah input, perubahan, dan output. Pabrik kimia / industri kimia bertugas untuk melakukan pengolahan bahan mentah/baku, menjadi hasil/produk yang digunakan. Pengolahan dapat bersifat fisik maupun kimia. Sedangkan proses secara umum merupakan perubahan dari masukan dalam hal ini bahan baku setelah melalui proses maka akan menjadi keluaran dalam bentuk produk. Dalam mengolah bahan mentak menjadi hasil, industri memikirkan efisiensi yang pada intinya dilihat baik dari segi teknis maupun sosial ekonomi. Tujuan ini diwujudkan dalam praktek dengan asumsi dalam setiap operasi diupayakan mendapatkan hasil yang sebanyak-banyaknya, waktu singkat, dan biaya murah. Berdasarkan pengolahan dilakukan oleh suatu pabrik, proses produksi dapat dibagi dalam tiap unit, seperti skema dibawah ini:

PROSES PRODUKSI UNIT I Persiapan Bahan baku UNIT II Pengolahan / Sintesis UNIT III Finishing

Apa saja yang termasuk kedalam input tersebut, apa saja yang mempengaruhi perubahan dalam suatu proses, dan bagaimana output atau keluaran atau hasil yang kita inginkan apakah sesuai dengan hasil yang kita inginkan.

Proses industri kimia bagi seorang engineer merupakan tolak ukur suatu industri tersebut akan mengalami keuntungan atau kerugian. Karena didalam proses tersebut kita dapat mengetahui, apa saja faktor yang mempengaruhi kinerja suatu sistem. Adapun beberapa faktor yang harus kita ketahui dalam suatu proses industri kimia yang mana selanjutnya akan memudahkan kita dalam menganalisa kinerja suatu sistem adalah sebagai berikut beserta penjelasannya. a. Pengenalan Bahan Dalam suatu proses industri manapun, bahan akan selalu digunakan sebagai input, karena suatu produksi tidak akan berjalan tanpa adanya input. Itulah mengapa input dijadikan rantai utama berjalannya suatu proses. Input di dalam suatu industri kimia, menjadi tolak ukur kedepan dalam suatu proses produksi dan didalam industri kimia bahan baku masuk kedalam unit pertama pada diagram alir industri. Persiapan bahan baku yang merupakan persiapan pertama suatu industri dapat disesuaikan kedalam 4 bagian yaitu; Penyesuaian bentuk atau unit fasa Kegunaan pengetahuan bahan dalam bagian ini yaitu untuk mengklasifikasikan bentuk atau fasa bahan sebelum memasuki reaktor. Adapun cara penyesuaian bentuk atau unit fasa ini meliputi: Size reduction : screening, crushing, dan lain-lain Perubahan fase : pencairan gas, pemekatan cairan, dan lain-lain

Penyesuaian konsentrasi atau komposisi Pada bagian ini bahan sebelum memasuki reaktor komposisi maupun konsentrasi nya disesuaikan terlebih dahulu agar senyawa lain yang terkandung dalam bahan tidak mengganggu atau merusak proses pembentukan produk, dalam hal ini proses yang terjadi secara kimia.

Penyesuaian kondisi atau sifat bahan Penyesuaian kondisi atau sifat bahan dimaksudkan agar peralatan-peralatan industri tersebut dapat bekerja maksimal tanpa merusak alat apabila kondisi

bahan tidak sesuai dengan kapasitas alat atau kinerjanya. Penyesuaian kondisi atau sifat bahan ini meliputi: Hardness : kekerasan bahan Viscous : kekentalan bahan Density : massa jenis bahan Dan lain-lain

Transportasi bahan baku Pada bagian ini transportasi yang dimaksud adalah setelah penyesuaian sifatsifat secara kimia dari penyesuaian diatas, kemudian berdasarkan ciri-ciri fisiknya bagaimana bahan tersebut dipindahkan untuk proses selanjutnya seperti: Belt conveyer : transportasi bahan padatan Pipa : transportasi bahan cair Dan lain-lain

Persiapan bahan dasar sendiri menurut bisa tidak nya diperbaharui dapat dibedakan menjadi 2 golongan: 1. Bahan dasar yang bisa diperbaharui: a. Hasil-hasil pertanian dan perkebunan b. Hasil-hasil perkebunan dan perikanan c. Air dan udara 2. Bahan dasar yang tidak dapat diperbaharui: a. Minyak bumi dan gas alam b. Mineral-mineral logam c. Mineral-mineral bukan logam : kaolin, kapur, belerang

Tujuan dari pengenalan bahan ini adalah, agar para engineer mengetahui klasifikasi bahan yang sesuai dengan peralatan industrinya atau agar bahan tersebut sesuai kondisinya dengan kondisi yang dipersyaratkan pada unit pengolahan.

10

Disinilah pertama kali kita menyadari akan pentingnya pembelajaran proses industri kimia. b. Peralatan Industri Setelah kita mengklasifikasikan atau menyesuaikan kondisi bahan dengan kondisi yang dipersyaratkan oleh unit pengolahan, maka kita dapat melanjutkan proses industri kimia dibidang pengolahan, yang mana pada proses ini pengetahuan terhadap peralatan industri sangat diperlukan. Peranan pengetahuan tentang peralatan industri juga sangatlah penting bagi seorang engineer, baik dari segi fungsi, pengoperasian hingga proses yang terjadi didalamnya untuk memaksimalkan kinerja alat dan hasil yang didapat. Peralatan industri merupakan unit-unit pengolahan, baik pengolahan bahan menjadi produk maupun proses pengolahan bahan untuk proses selanjutnya. Peranan peralatan-peralatan industri dalam proses industri kimia berada pada deret tengah diagram alir proses dan pada bagian ini fungsi dari peralatan industri bertujuan untuk memberikan perlakuan terhadap bahan yang akan kita olah baik itu perlakuan fisika maupun perlakuan kimia. Karena luasnya yang harus ditangani dalam bidang Kimia Industri, kemudian beberapa guru besar dibidang Teknik Kimia dari Massachusetts Institute of Technology yang bekerja dibidang Industri pada tahun 1910 mengelompokan bidang ini menjadi dua bagian besar, yaitu Satuan-Proses (Unit Process) dan SatuanOperasi (Unit Operation), (Shreve, 1967). Permasalahan yang berhubungan dengan perubahan-perubahan yang bersifat fisika dalam Industri Kimia dikatagorikan dalam Satuan-Operasi, sedangkan perubahan yang bersifat kimia dimasukkan dalam kelompok Satuan-Proses. Satuan Operasi Satuan operasi atau unit operasi adalah serangkaian kerja/reaksi/peristiwa yang terjadi pada unit pengolahan bahan secara fisik-mekanik dan kimia. Dalam teknik kimia dan bidang-bidang terkait, unit operasi adalah suatu tahapan dasar dalam suatu proses. Sebagai contoh dalam pemrosesan susu, homogenisasi, pasteurisasi, pendinginan, dan pengemasan, masing-masing merupakan suatu

11

unit operasi yang berhubungan untuk menghasilkan keseluruhan proses. Suatu proses dapat terdiri dari banyak unit operasi untuk mendapatkan produk yang diinginkan. Pada awalnya, industri kimia yang berbeda dianggap sebagai proses industri yang berbeda dengan prinsip-prinsip yang berbeda pula. Pada tahun 1923, William H. Walker, Warren K. Lewis dan William H. McAdams menulis buku The Principles of Chemical Engineering dan menjelaskan berbagai industri kimia yang mengikuti hokum-hukum fisika yang sama. Mereka menyimpulkan prosesproses yang serupa ini kedalam unit operasi. Setiap unit operasi mengikuti hukum fisika yang sama dan dapat digunakan pada semua industri kimia. Unit operasi teknik kimia terbagi dalam lima jenis: Proses aliran fluida, termasuk perpindahan fluida, filtrasi, fluidisasi padatan, dan lain-lain Proses perpindahan panas, termasuk evaporasi, kondensasi, dan lain-lain Proses perpindahan massa, termasuk absorpsi gas, distilasi, ekstraksi, adsorpsi, pengeringan dan lain-lain Proses termodinamis, termasuk pencairan gas, refrigerasi, dan lain-lain Proses mekanis, termasuk transportasi padatan, pencadaran (screening) dan pengayakan (sieving), dan lain-lain Unit-unit operasi juga dapat dikelompokkan menjadi: Kombinasi ( misalnya pencampuran) Pemisahan (misalnya destilasi) Reaksi ( misalnya reaksi kimia)

Unit opeasi dan unit proses teknik kimia membentuk dasar utama untuk segala jenis industri kimia dan merupakan dasar utama untuk segala jenis industri kimia dan merupakan dasar perancangan pabrik kimia serta alat-alat yang digunakannya. Satuan Proses

12

Dalam proses industri kimia, pilihan utama adalah mengkombinasikan unitunit proses kimia, seperti reaktor kimia, kolom distilasi , extractor, evaporator , heat exchanger dan lain sebagainya yang terintegrasi secara rasional dalam suatu proses kimia untuk mengubah raw material dan energi yang masuk menjadi produk akhir. Suatu bentuk lengkap dari gambaran di atas adalah bagian fraksinasi crude dari refinery oil. Di proses ini raw material (dalam hal ini crude oil) di pompa dari tank farm melalui gas-fired preheater furnace, ke dalam fraksionator, dimana terjadi pemisahan menjadi produk berguna seperti nafta,kerosene, light gas oil, heavy gas oil dan high boiling residu. Pedoman pengoperasian unit-unit proses dari proses kimia berdasarkan pada tujuan : a. Diinginkan untuk mengoperasikan unit proses secara aman b. Spesifikasi kecepatan produk yang harus terjaga c. Spesifikasi kualitas produk yang harus terjaga Kecepatan produk dan kualitas produk yang terjaga saling terkait dalam proses ini. Produk yang dihasilkan dari crude oil ditentukan oleh titik didihnya. Sehingga fraksi crude oil yang teringan akan menghasilkan nafta dan light gas oil, sedangkan fraksi crude oil yang terberat akan menghasilkan heavy gas oil dan high boiing residue. Sehingga kemungkinan kecepatan produksi yang mungkin untuk tiap produk sangat tergantung dari pada crude oil tertentu yang difraksionasi dan spesifikasi kualias (biasanya titik didih maksimum untuk tiap fraksi diatas bottom). Saat ini proses kimia yang secara alami, dynamic, yang berarti variabel akan selalu berubah dengan perubahan waktu. Hal ini memperjelas bahwa untuk mencapai tujuan diatas, diperlukan pemantauan, dan mampu untuk mengatasi perubahan pada kunci variabel proses yang dihubungkan dengan keamanan, kecepatan produksi dan kualitas produk. Dua tanggung jawab tersebut yaitu:

13

1. Memantau variabel-variabel indicator kondisi proses tertentu 2. Membuat perubahan-perubahan dalam proses variabel yang sesuai untuk mendapatkan peningkatan kondisi-kondisi proses. adalah tugas dari sistem pengendali yang bisa memfasilitasi tercapainya tujuantujuan tertentu dari keselamatan proses, kecepatan produksi dan kualitas produk pada suatu proses. Untuk mendapatkan gambaran mengenai proses secara keseluruhan serta fenomena yang terjadi di lapangan, maka perlu diambil studi kasus yang secara nyata bisa mewakili tujuan-tujuan yang harus dicapai dalam sistem pengendalian. Studi kasus ini diambil dari Crude Distillation Unit di Pertamina UP V Balikpapan. Di Pertamina UP V sistem pengendali yang digunakan memanfaatkan beberapa konfigurasi pengendali yang digunakan : Regulary control, APC (Advance Process Control), MPC (Model Predictive Control) dan POC (Process Optimization Control). Pada saat awal pengoperasian CDU-IV, seluruh pengendalian proses menggunakan Regulatory Control. Bersamaan dengan pemasangan Distributed Control System (DCS) di Kilang Pertamina UP V pada tahun 1997-1998, maka pengendalian proses CDU-IV ditambahkan sistem pengendali komplek, APC. Pada awal commissioning APC, hampir semua konfigurasi APC (90%) dapat beroperasi dengan baik, namus seiring dengan perjalanan waktu, dimana terdapat kondisi-kondisi operasi proses yang sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi perancangan konfigurasi APC, sehingga hanya sebagian kecil sisterm proses yang menggunakan alat pengendali ini. Permasalahan ini menjadi penting mengingat penggunaan pengendali dengan struktur yang lebih kompleks akan memberikan suatu penyelesaian untuk mencapai tujuan pengendalian yang lebih baik jika dibandingkan dengan pengendali yang lebih sederhana (regulatory/konvensional control). Dalam penelitian ini diambil dua konfigurasi yaitu konvensional dan APC (cascade kontrol) yang bisa mewakili permasalahan di atas.Berdasarkan tanggung jawab dari pengendali, dengan pemilihan konfigurasi yang selektif APC diharapkan bisa memberikan unjuk kerja pengendali yang lebih baik jika

14

dibandingkan dengan konfigurasi yang lebih sederhana (konvensional control). Untuk memberikan kesimpulan tersebut digunakanlah metoda IAE yang bisa memberikan nilai unjuk kerja dari suatu pengendali lup tertutup terhadap perubahan yang diberikan. Hal ini secara langsung akan memberikan pengaruh pada tujuan-tujuan yang harus dicapai pada pengendalian . Berdasarkan kenyataan di lapangan, komposisi crude masuk ke dalam kolom distilasi selalu berubah, karena terdapat beberapa sumber minyak yang akan diolah. Diharapkan dengan penggunaan pengendali APC akan bisa

memenuhi tujuan pengendalian secara lebih baik jika dibandingkan dengan penggunaan pengendali konvensional. Sebelum bahan diberikan perlakuan secara kimia maka bahan akan diperlakukan secara fisika agar persyaratan penggunaan peralatan industri tersebut dapat di optimalkan. Perlakuan fisika yang diberikan oleh peralatan industri meliputi: 1. Pengecilan ukuran (size reduction) Pada proses pengecilan ukuran (Size Reduction) ada beberapa tujuan dalam pereduksian nya yaitu: a. Mereduksi ukuran padatan supaya mempunyai ukuran atau luas spesifik b. Memecah batuan untuk memisahkan material atau Kristal dari bahan tetentu c. Batuan yang mengandung mineral berharga dipecah, kemudian dipisahkan dari padatan lainnya. Adapun faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan alat-alat size reduction yaitu: a. Ukuran umpan b. Size reduction ratio c. Distribusi ukuran partikel di arus produk d. Kapasitas e. Sifat bahan, seperti hardness, abrasiveness, stickiness, densitas, flammability.

15

f.

Kondisi basah atau kering.

Metode Size Reduction dan Alat yang Digunakan A. Coarse Size Reduction Metode coarse size reduction digunakan untuk memecah bebatuan yang ukurannya lebih besar dari 7 cm. Bahan yang keras dihancurkan dengan jaw crusher, gyrtory atau disc crusher. Sedangkan bahan yang lunak dihancurkan dengan breaker. Alat yang banyak digunakan adalah jaw crusher dan gyratory crusher. Prinsip kerja kedua alat ini adalah dengan metode penghancuran dengan penekanan dan gesekan. Teori penghancuran/crushing berhubungan dengan besar nya energi yang diberikan pada batuan/partikel yang memiliki ukuran tertentu. Besar energi yang diperlukan untuk melakukan penghancuran disebut indeks kerja dan satuan ini merupakan sebutan untk daya tahan yang dimiliki material terhadap penghancuran (satuan kekerasan bijih).

Jaw Crusher Alat ini beroperasi dengan menekan batuan diantara dua pelat. Pelat yang satu tidak bisa digerakkan dan pelat yang lain bisa digerakkan. Dari

16

segi pemasangan Jaw Crusher lebih hemat karena merupakan mesin dengan kapasitas yang kecil. Berikut contoh gambar dari jaw crusher.

Gambar 2.1 : Jaw Crusher

Gambar 2.2 : Skema ringan jaw crusher Gyratory Crusher

17

Dalam gyratory crusher bijih dihancurkan diantara makngkuk terbalik yang diam dan sebuah kerucut yang bisa bergerak pada poros vertical. Alat ini mempunyai kapasitas yang besar dengan daya hancur tiga kali lebih besar dariapada jaw crusher dengan lubang bukaan gape yang sama. Berikut contoh gambar dari gyratory crusher.

Gambar 2.3 : Gyratory Crusher

18

Gambar 2.4 : Bagan Gyratory Crusher

B. Intermediate Size Reduction Metode intermediate size reduction digunakan untuk memecahkan batuan yang ukuran nya 1-7cm. Prinsip kerja dari alat intermediate ini biasanya dengan cara tumbukan/impact oleh pukulan keras dengan kecepatan tinggi dan bukan dengan kompresi. Tekanan-tekanan internal yang tercipta dam partikel sering kali cukup besar untuk membuat nya hancur.

19

Cone Crusher Pada dasarnya model dan operasinya mirip dengan gyratoy crusher. Bedanya pada sudut kerucut yang dimiliki cone crusher lebih besar daripada gyratory dan lemparan cone bisa sampai lima kali lebih besar. Alat ini sangat baik untuk operasi close circuit. Berikut contoh gambar dari alat cone crusher.

Gambar 2.5 : Bagian cone crusher

20

21

Gambar 2.6 : Bagian Cone Crusher

36

Crushing Roll Alat ini terdiri dari dua silinder horizontal yang berputar saling berlawanan. Satu roll dipasang tidak bergerak dan yang satu lagi dipasang dengan menggunakan pegas agar material yang tidak dapat pecah bisa lewat. Prinsip kerja Roll Crusher adalah dengan cara menjepit material diantaa permukaan roll yang berputar, sehingga material akan pecah karena kompresi/penekanan dan jatuh kebawah. Crushing roll ada dua jenis: Crushing roll permukaan licin untuk umpan yang mempunyai permukaan halus Crushing roll bergerigi untuk umpan yang mempunyai permukaan bergelombang

Gambar 2.7 : Crushing Roll permukaan licin

37

Gambar 2.8 : Crushing Roll bergerigi

C. Fine Size Reduction Prinsip kerja dari metode ini dengan cara sebagai berikut: Dengan prinsip penggilingan/penggerusan Terdiri dari permukaan tetap dan tidak tetap yang saling bergeseran. Gaya geser banyak berperan sehingga sering terjadi keausan permukaan. Lebih banyak digunakan untuk material yang lunak. Beberapa alat yang dapat digunakan antara lain: Bowl Mill, Raymond Roller Mill.

38

Gambar 2.9 : Bowl Mill

39

Gambar 2.10 : Bowl Mill recirculation

Gambar 2.11: Raymond Bowl Mill

40

Gambar 2.12 : Bagian Raymond Bowl Mill

Dengan prinsip benturan/impact Digunakan untuk material yang keras dengan menggunakan bahan pemecah bola atau batang dan lain-lain. Contoh alat ini adalah Ball Mill, Rod Mill, dan Compound Ball Mill

41

Gambar 2.13 : Ball Mill

42

Gambar 2.14 : Bagan Ball Mill

Gambar 2.15 : Rod Mill

43

Gambar 2.16 : Bagan Rod Mill

Gambar 2.17 : Compound Ball Mill

Perhitungan Kebutuhan Energi Energi yang dibutuhkan crusher/grinder digunakan untuk: Mengatasi friksi mekanis Menghancurkan bahan

Energi ini proporsional terhadap luas pemukaan baru yang terbentuk. Rittinger melakukan percobaan tentang hal ini menggunakan a drop weight crusher. Hasil percobaan nya dinyatakan dalam:

rittinger' s.number

luas. permukaan.baru. yang.terbentuk energi.mekanis. yang.dibutuhkan


Rittingers Number

Mineral

44

in2/(ft.lb) Quartz (SiO2) Pyrite (FeS2) Sphalerite (ZuS) Calcite (CaCO3) Galena (PbS) 37.7 48.7 121.0 163.3 201.5

cm2/(ft.lb) 243 314 780 1053 1300

cm2/(kg.cm) 17.56 22.57 56.2 75.9 93.8

2. Pengangkutan bahan (material transport) Sistem pengangkutan bahan digunakan dalam lingkungan industri maupun dalam lingkungan manufakturnya untuk membawa maerial dari satu lokasi ke lokasi lain. Bedasarkan Material Handling Industri of America (MHIA), penanganan material didasarkan kepada: Pemindahan material Penyimpanan material Perlindungan material, serta Penanganan material melalui proses distribusi nya Koordinasi serta pengontrolan sanga dibutuhkan untuk memindahkan material sebagai input kedalam suatu proses dan mengeluarkan material sebagai output suatu proses. 3. Proses pemisahan (separation process) Didunia kimia analisa dan teknik kimia, proses pemisahan (separation process) atau lebih sering dikatakan sebagai pemisahan, terdapat proses perpindahan massa yang mengubah substansi campuran menjadi dua atau lebih bagian. Dalam beberapa kasus, pemisahan sepenuhnya dapat membagi campuan ke konstituen murni. Pemisahan dilakukan berdasarkan perbedaan sifat kimia seperti ukuran, afinitas, bentuk, massa, dan sering diklasifikasikan sesuai dengan perbedaan tertentu yang mereka gunakan untuk memisahkan. Dalam kasus ini tidak ada perbedaan yang bisa digunakan untuk proses pemisahan yang sesuai dengan keinginan kita, diperlukan beberapa proses pemisahan yang digabungkan untuk mencapai hasil akhir pemisahan yang kita inginkan. Dibatasi oleh beberapa pengecualian, hampir setiap elemen ataupun

45

senyawa yang dapat kita temukan dalam keadaan murni. Seringkali bahan baku murniharus dipisahkan terlebih dahulu menjadi komponen yang lebih murni lagi sebelum bahan baku tersebut dapat digunakan dalam proses produksi, hal ini membuat proses pemisahan menjadi hal penting dalam ekonomi industri modern. Berdasarkan metodenya, proses pemisahan dibagi menjadi beberapa bagian atau beberapa tipe, yaitu: Adsorpsi Proses penjerapan senyawa atau ion atau molekul oleh bantuan senyawa lain

Gambar 2.18 : Reaksi Adsorpsi

46

Absorbsi Proses penyerapan senyawa atau ion atau molekul oleh bantuan senyawa lain

Gambar 2.19 : Adsorbtion Refrigerators

47

Centrifugasi Proses pemisahan berdasarkan perbedaan densitas nya

Gambar 2.20 : Gas Sentrifugasi

48

Chromatography Pemisahan zat terlarut oleh interaksi yang berbeda dengan material

Gambar 2.21 : Diagram alir Gas Kromatografi

49

Cristalisasi Proses pembentukan bahan padat dari pengendapan larutan, melt, atau lebih jarang pengendapan langsung dari gas. Kristalisasi juga merupakan teknik pemisahan kimia antara bahan padat-cair, dimana terjadi perpindahan massa dari suatu zat telarut dari cairan ke fase Kristal padat

Gambar 2.22 : Diagram proses kristalisasi

50

Dekantasi Proses pemisahan campuran yang biasanya sebagian kecil dari larutan harus dibiarkan dalam wadah, dan perlakuan tertentu harus dilakukan untuk mencegah sejumlah kecil endapan mengalir dengan solute keluar dari wadah. Hal ini umum nya digunakan untuk memisahkan cairan dari cairan larut, contoh nya pada proses pembuatan Red Wine.

Gambar 2.23 : diagram proses dekantasi-destilasi

51

Demister Proses pemisahan antara tetesan cairan dari aliran gas

Gambar 2.24 : Tank Demister

52

Destilasi Proses pemisahan fluida berdasarkan perbedaan titik didihnya

Gambar 2.25 : Destilasi sederhana

53

Drying Proses pengeringan padatan atau cairan pekat dari cairan lain yang sifat cairan yang ingin dipisahkan dapat menguap dan yang lain tertinggal.

Gambar 2.26 : Diagram sederhana spray dryer

54

Gambar 2.27 : Flow diagram steam dryer

55

Electrophoresis Pemisahan molekul organic berdasarkan perbedaan interaksi interaksi gel dibawah sebuah potensial elektrik

Gambar 2.28 : Electrophoresis Gel diagram Elutriasi Lebih dikenal sebagai klasifikasi udara, yaitu proses untuk memisahkan partikel yang lebih ringan dari yang lebih berat dengan menggunakan aliran vertical diarahkan gas atau cairan.

56

Gambar 2.29 : Elutriation sistem

Evaporasi Evaporasi adalah jenis penguapan cairan yang hanya terjadi pada permukaan cairan. Jenis lain dari evaporasi adalah boiling dimana pada proses boiling, penguapan terjadi pada seluruh bagian dari cairan.

Gambar 2.30 : Diagram evaporasi

57

Ekstraksi Ekstraksi dalam kimia adalah proses pemisahan yang terdiri dalam proses pemisahan zat dari matriks. Hal ini dapat merujuk kepada ekstraksi cair-cair, dan ekstraksi padat-cair.

Gambar 2.31 : Diagram ekstraksi minyak

Floatasi Pemisahan yang melibatkan atau bekaitan dengan daya apung relative sebuah bahan.

58

Flocculasi Pemisahan padatan dari cairan dalam koloid dengan menggunakan flokulan, dimana padatan menggumpal menjadi flocs.

Gambar 2.32 : Diagram flocculation

59

Filtrasi Operasi pemisahan padatan dan fluida dari campuran padatan dan fluida (slurry) dengan mengalirkan campuran lewat suatu tahanan yang menahan padatan tetapi bisa dilewati oleh fluida. Dengan filtrasi didapatkan fluida yang relative bebas padatan (disebut filtrate) dan padatan yang masih membawa sejumlah cairan (disebut cake).

Gambar 2.33 : Diagram water distiller filtrasi

60

Fraksional destilasi Destilasi fraksionasi adalah pemisahan berdasarkan perbedaan titik didih menjadi berbagai bahan dengan komposisi dan konsentrasi tertentu. Contoh pada pengolahan minyak bumi menjadi beberapa produk.

Gambar 2.34 : Diagram destilasi fraksional

Fraksional freezing Freezing fraksionasi adalah proses yang digunakan dalam rekayasa proses dan kimia untuk memisahkan dua cairan dengan titik leleh yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan peleburan parsial yang solid, misalnya dalam pemurnian zona silikon atau logam, atau dengan kristalisasi parsial dari cairan, misalnya "distilasi

61

beku", juga disebut "pembekuan normal" atau "pembekuan progresif". Kristalisasi parsial juga dapat dicapai dengan menambahkan pelarut encer ke dalam campuran, dan pendinginan dan berkonsentrasi campuran dengan penguapan pelarut, suatu proses yang disebut "kristalisasi solusi

Gambar 2.35 : Freezing fraksionasi

62

Oil-water separasi Pemisahan secaa gravimetric untuk memisahkan tetesan minyak dari air limbah kilang minyak, petrokimia, dan pabrik kimia, pabrik pengolahan gas alam dan industri sejenis.

Gambar 2.36 : Oil-water separasi

Pemisahan ini umum nya digunakan pada pemisahan minyak dari gas dan lumpur pada hasil pengeboran minyak. Pada kolom separasi, gas berpisah dari minyak pada

63

awalnya, kemudian lumpur bersedimentasi membentuk endapan dan minyak dapat dipisahkan.

Magnetic separasi

64

Gambar 2.37 : Diagram sederhana magnetic separasi

Precipitation Rekristlisasi Sedimentasi Proses pemisahan padatan yang terkandung dalam suatu suspensi campuran padatcair menjadi cairan suspensi yang lebih padat oleh gaya gravitasi.

Gambar 2.38 : Diagram proses sedimentasi sederhana

65

66

Sieving Pemisahan elemen yang diinginkan dari bahan yang tidak diinginkan dengan menggunakan anyaman seperti mesh atau jarring.

Stripping Stripping bekerja atas dasar pada perpindahan massa. Tujuan nya adalah untuk membuat kondisi yang menguntungkan untuk komponen A, dalam fase cair untuk ditransferkan ke fase uap. Hal ini melibatkan antarmuka gas-cair dimana A harus mendifusi.

Gambar 2.39 : Proses Stripping

67

Sublimasi Sublimasi adalah proses transformasi langsung dari fase padat ke fase gas tanpa melalui fase cair intermediate.

Gambar 2.40 : Sublimasi kapur barus dan pasir

68

Vapor-liquid separasi Pemisahan berdasarkan gravitasi, didasarkan atas persamaan Souders-Brown.

Gambar 2.41 : Vap-Liq Separation Winnowing Zone refining Refining zone (atau zona penyulingan atau zona prosses mengambang) adalah sekelompok metode yang serupa dengan pemurnian kristal, di mana wilayah sempit adalah tempat kristal cair, dan zona cair ini bergerak di sepanjang kristal (dalam praktek, kristal ditarik melalui pemanas). Wilayah cairan murni meleleh murni di tepi dan meninggalkan sistem bangunnya dari bahan murni dikukuhkan ketika bergerak melalui ingot. Zona penyulingan dikembangkan oleh William Gardner Pfann di Bell Labs sebagai metode untuk mempersiapkan bahan kemurnian tinggi

69

untuk transistor manufaktur. Penggunaan awal ditujukan kepada germanium, tetapi dapat diperpanjang untuk hampir semua sistem solut-pelarut memiliki perbedaan konsentrasi yang cukup antara fase padat dan cair pada kesetimbangan. Proses ini juga dikenal sebagai proses zona float, terutama dalam pengolahan bahan semikonduktor.

Gambar 2.42 : Proses melting zone

70

4. Perubahan Fase (change of phase) Berdasarkan fasanya zat dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu padat, cair dan gas. Ketiganya memiliki perbedaan masing-masing. Setiap zat juga dapat berubah dari fasa yang satu ke fasa yang lain dengan menerima atau melepaskan kalor. Pada proses ini bahan secara fisik berubah fase dengan menggunakan reaksi secara kimia. 5. Pengubahan kondisi operasi Pengubahan kondisi operasi ditujukan apabila terjadi perubahan selama proses berjalan. Hal-hal tersebut yang disebutkan tadi merupakan contoh perlakuan fisika terhadap bahan dalam peralatan industri, atau pelakuan fisika adalah perlakuan yang diberikan kepada bahan dalam industri yang mengubah bentuk fisis atau sifat fisis bahan tersebut. Perlakuan fisika yang diberikan akan diteruskan kepada perlakuan kimia yang mana pada perlakuan ini kebanyakan prosesnya tidak dapat dilihat oleh mata secara langsung dan membutuhkan variabel-variabel baik variabel tetap maupun variabel tidak tetap tergantung kepada kemampuan alat tersebut. c. Variabel dalam Proses Industri Kimia Setelah kita mengetahui perlakuan-perlakuan yang diberikan oleh peralatan industri dalam proses industri kimia khususnya perlakuan fisika, maka kita dapat melanjutkan proses kepada proses selanjutnya yaitu perlakuan kimia. Dalam perlakuan ini, ada beberapa kriteria yang diperlukan oleh suatu alat untuk memproses suatu bahan hingga menjadi hasil. Kriteria atau variabel ini yang kita butuhkan untuk mengendalikan suatu proses dalam industri kimia. Bagi seorang engineer, pengetahuan tentang variabel-variabel ini juga diperlukan untuk pengembangan industri, persyaratan dan kemampuan yang dibutuhkan sebuah alat untuk menghasilkan output, serta pengendalian proses kerja pada saat proses pengolahan berlangsung. Variabel-variabel ini dapat berupa data fisis maupun matematis, bahkan reaksi-reaksi kimia yang terjadi didalam proses. Data fisis atau variabel fisis suatu bahan meliputi, tekanan, temperatur, laju perpindahan massa suatu bahan, dan masih banyak lagi variabel fisis yang dimiliki suatu bahan. Variabel fisis ini biasanya diperlukan untuk melengkapi

71

persyaratan yang dibutuhkan suatu peralatan, dan variabel ini juga dibutuhkan untuk menentukan perhitungan secara matematis dalam pengendalian proses suatu industri kimia. Variabel yang berupa data fisis tersebut memudahkan kita untuk melakukan perhitungan secara sistematis dalam mengendalikan proses industri tersebut. Adapun perhitungan matematis yang disebutkan tadi meliputi, perhitungan peneracaan baik neraca massa maupun neraca energi, tingkat perpindahan massa suatu bahan, dan perhitungan untuk optimasi proses. Peneracaan yang meliputi neraca massa dan energi merupakan dasar bagi seorang engineer dalam proses industri. Neraca massa dan energi ini memungkinkan kita untuk mengendalikan proses industri serta menjadi dasar dalam proses industri kimia. Jadi peranan pengetahuan tentang variabel-variabel proses industri kimia dibidang teknik kimia adalah sebagai dasar serta pendukung proses selama proses berlangsung dan menempatkan posisi seorang engineer didunia kerja menjadi lebih unggul dalam proses industri tersebut. Hal tersebut yang telah disebutkan diatas merupakan sebagian proses yang terjadi dalam proses industri kimia. Dari hal tersebut dapat kita simpulkan bahwa proses industri kimia memiliki banyak peranan bagi seorang engineer. Bagaimana dengan pengembangan industri kimia di Indonesia dan apa saja hubungannya dengan proses industri kimia.

B. HASIL-HASIL INDUSTRI KIMIA


Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian Indonesia No.19/M/I/1986, industri dibedakan menjadi: a. Industri kimia dasar : misalnya industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk, dan lain sebagainya. b. Industri mesin dan logam dasar : misalnya industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, tekstil, dan lain-lain. c. Industri kecil : industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah, dan lain-lain d. Aneka industri : industri pakaian, industri makanan dan minuman, dan lain-lain.

72

Berdasarkan sejarah perindustrian dan juga berdasarkan kebutuhan dasar manusia, hal ini yang mendasari perkembangan industri. Adapun segala hal yang kita gunakan tidak terlepas dari hasil-hasil produk industri baik itu industri kimia dasar, industri mesin, dan lain sebagainya. Karena hampir seluruh proses yang terjadi didalam berbagai macam industri menggunakan proses kimia, maka dapat kita asumsikan bahwa pengetahuan tentang proses kimia yang terjadi didalam suatu industri adalah penting. Kebutuhan manusia seperti sandang dan pangan kebanyakan dari itu adalah hasil atau produk-produk dari industri kimia disamping hasil kekayaan alam yang dapat dengan langsung dimanfaatkan. Adapun jenis-jenis produk dari industri kimia berdasarkan jenis industrinya adalah sebagai berikut: Industri petroleum dan petrokimia : Bahan dasar yang berasal dari minyak bumi. Pabrik pupuk : Pupuk-pupuk sintesis. Industri farmasi : Obat-obatan Industri testil dan cat : Zat pewarna untuk tekstil, plastik, dan cat. Industri insektisida : Bahan pembasmi hama Industri plastik : Plastik, serat sintesis Industri baja dan logam : Logam dan senyawa logam lainnya Industri kertas : Kertas Koran dan buku tulis Industri karet : Ban dan karet sintesis Dan lain-lain

Jadi peranan industri kimia dalam kehidupan manusia juga memiliki peranan penting untuk kelangsungan hidup manusia.

73

3.3

Tugas Sarjana Teknik Kimia pada Industri Teknik Kimia Industri proses seperti telah dijelaskan di atas merupakan pemakai terbanyak dari sarjana

Teknik Kimia. Tugas seorang insinyur/sarjana Teknik Kimia yang bergerak dibidang ini antara lain : a. b. c. d. e. f. Penelitian Proses Pengembangan Proses Rekayasa Proses Analisa Ekonomi Rekayasa Proyek dan Konstruksi Operasional Pabrik

3.3.1 Penelitian Proses Penelitian proses adalah penelitian awal, skala bangku (bench scale) yang dilakukan di laboratorium yang bertujuan untuk meneliti kelayakan suatu proses baru dari segi teknis dan ekonomis, pengumpulan data-data yang diperlukan untuk membuat pabrik skala pilot dan untuk pembuatan simulasi proses dengan komputer. Jadi penelitian proses adalah satu langkah lebih maju dari penelitian eksplorasi dasar yang biasanya dilakukan oleh ahli kimia murni. Tahap dari studi ini adalah sebagai berikut : Penelitian Proses Rekayasa Proses Awal Evaluasi Proses Awal

Studi ini dilakukan, dimulai dari penelitian awal laboratorium dan disertai perhitunganperhitungan teknik ekonomis, dimana data-data teknik yang diperlukan diperoleh dari penelitianpenelitian yang terpisah satu dengan yang lainnya, baik diunit proses maupun di unit-unit operasionalnya, dan dibantu pula dengan data-data sekunder dari literatur. Karena itu hasil dari penelitian proses perlu dievaluasi dengan cara membuat pabrik skala pilot untuk mengembangkan proses.

3.3.2 Pengembangan Proses Tahap-tahap pekerjaan pengembangan proses adalah sebagai berikut :

Pengembangan Proses

74

Rekayasa final Evaluasi Proses Final Program pengembangan proses yang baik seharusnya sudah bisa memberikan kepastian

baik dari segi teknis-operasional maupun ekonomis, karena dengan pengembangan proses ini akan didapatkan data-data kondisi operasi yang lengkap serta kebutuhan jenis dan ukuran peralatan-peralatan pembantu dan peralatan kontrolnya. Perhitungan perancangan perlatan-peralatan proses yang diperlukan dilanjutkan dengan evaluasi ekonomi. Untuk mendapatkan data-data teknis-operasional yang akurat, perlu dibuat pabrik berskala pilot, yang ukurannya sudah terskala dengan teliti. Dengan data-data dari pabrik berskala pilot ini diadakan reevaluasi perhitungan-perhitungan teknik dan ekonomis yang merupakan evaluasi proses final. Hasil dari pengembangan proses ini juga belum bisa memberikan kepastian tentang seberapa besar keuntungan yang akan didapat bila hasil dari pengembangan proses ini diterapkan ke skala pabrik.

3.3.3 Rekayasa Proses Untuk memastikan berapa ongkos produksi yan diperlukan apabila hasil pengembangan proses diterapkan pada skala pabrik perlu adanya rekayasa proses, dimana perhitungan yang diperoleh dari pengembangan proses diulang, neraca massa dan energi serta ukuran alat dihitung lagi untuk kapasitas pabrik yang diinginkan (scale up), kemudian evaluasi ekonomi dilakukan lagi tetapi dengan menggunakan data yang berlaku saat ini. Misalnya perlu dihitung biaya di unit evaporasi, perlu diketahui berapa harga per kilogram upa pemanas pada saat itu, berapa biaya proses pendinginan air dengan peralatan pendingin air dengan peralatan pendingin yan tersedia di pasar waktu itu, berapa harga evaporator, pompa dan sistem vacuum, pipa-pipa, isolasi, sistem kontrol, tenaga kerja, bahan baku, bahan pembantu dan lainnya pada waktu itu. Itu semua adalah contoh komponen yang harus dihitung untuk kepastian berapa nantinya ongkos produksi di unit evaporasi yang dibutuhkan.

3.3.4 Analisa Ekonomi Perusahaan didirikan dengan tujuan utama mencari keuntungan, karena itu faktor ekonomi memegang peranan penting. Seoran insinyur teknik kimia diindustri proses harus

75

berfikir dengan orientasi ekonomi, bagaimana caranya agar perusahaan mendapat keuntungan sebesar mungkin tanpa meninggalkan kode etik yang harus dipegang teguh yang mencakup berbagai bidang kemanusiaan dan lingkungan. Karena itu hasil perhitungan dari insinyur rekayasa proses perlu faktor eksternal di dalam perhitungan ekonomi. Beberapa faktor eksternal yang perlu dimasukkan antara lain harga dan kualitas bahan baku dan bahan pembantu, harga produk sejenis dipasaran beserta perbandingan kualitasnya, bunga bank, berapa besar depresiasi alat, ongkos transportasi dan lainnya selengkap mungkin untuk bisa menghitung dan menyajikan berbagai kemungkinan yang nantinya bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan, untuk memperoleh proses yang bisa menghasilkan keuntungan terbesar bagi perusahaan.

3.3.5 Rekayasa Proyek dan Konstruksi Setelah diputuskan untuk disetujui, suatu rancangan pabrik perlu dipelajari oleh para insinyur Teknik Kimia yang bekerja di bidang rekayasa proyek dan konstruksi. Insinyur tersebut harus meneliti setiap bagian rancangan. Mungkin juga harus mengubah lagi tipe peralatan, jenis material yan paling cocok dan ekonomis pada proyek. Menentukan bentuk bangunan yan diperlukan, penempatan peralatan dan bangunan (lay out alat dan bangunan) agar operasi dan pengontrolan pabrik bisa dengan mudah dilakukan serta eknomis, kemudian dibuatkan gambar konstruksinya dengan bangunan insinyur sipil dan arsitek serta sekaligus mengestimasi ongkos bangunannya. Kemudian dia harus membuat jadual pembelian peralatan dan material proses serta utilitasnya, menjadwalkan pembangunan gudang peralatan yang ada pada saat konstruksi sangat diperlukan untuk mengamankan peralatan yang sudah dibeli, menjadwalkan pembangunan gedung untuk pabriknya sendiri.

3.3.6 Operasi Pabrik Pabrik selesai dibuat dan siap dijalankan, tapi apakah bisa langsung beroperasi secara mulus, operator duduk dan mencatat data di ruang kontrol (di belakang meja saja), supervisor setiap malam pulas tidur di rumah. Hal yang terjadi jauh dari pekerjaan enak tersebut, tetapi bisa

76

sangat menarik karena penuh dengan hal-hal baru dan kadang-kadang tak terduga, bahkan kadang perlu diadakan perubahan peralatan di sana-sini. Seorang insinyur Teknik Kimia yang bekerja sebagai operator pabrik, pada saat trial run (uji jalannya pabrik baru) mungkin harus bekerja 24 jam sehari selama berhari-hari sampai beberapa minggu, hingga tidak timbul masalah-masalah baru, sambil melatih anak buahnya semua (yang bekerja 3 shift). Setelah anak buahnya sudah tahu dan lancar mengerjakan apa yang harus dilakukan secara rutin, dan mengetahui tindakan-tindakan apa yang harus diambil bila terjadi suatu masalah, mulai saat itu sang insinyur bisa sedikit santai, banyak duduk di belakang mejamengamati dan mempelajari data-data operasi yang dilaporkan anak buahnya. Dengan datadata operasi harian, insinyur Teknik Kimia harus bisa mengevaluasi kinerja alat dan proses dan mengambil keputusan-keputusan seperti mengubah kondisi operasi yaitu suhu, tekanan, konsentrasi komponen dan sebagainya. Bahkan kalau perlu harus membongkar dan memperbaiki/membersihkan peralatan-peralatan yang dinilai sudah tidak ekonomis lagi kinerjanya. Semua itu dilakukan agar operasi pabrik berjalan pada kondisi optimal dan ongkos produksi yang minimal. Namun demikian, sebetulnya masih ada tugas lain yang membutuhkan pemikiran mendalam, kadang-kadang perhitungan rumit yaitu selalu berusaha agar pabrik yang ditanganinya berjalan mulus dan efisien, mungkin dengan cara menambah peralatan atau mengubah kondisikondisi operasi ataupun mengefisienkan anak buahnya. Dengan selalu berupaya agar lebih baik dan efisien ini justru pengalamannya akan bertambah, bisa dimanfaatkan untuk menangani perancangan pabrik baru yang sejenis, yang pasti lebih efisien dibandingkan yang lama yang telah dia ketahui kelemahan-kelemahannya, sehingga bisa diperbaiki pada pabrik yang baru. Dengan melihat tugas yang berat tersebut, seorang mahasiswa calon insinyur Teknik Kimia haruslah menyadari, bahwa masa kuliah adalah masa pembekalan dirinya sendiri dengan ilmu keteknikan dan pengalaman dalam bidang yang lain, pengalaman ini sering menjadi bekal utama untuk sukses berkarya setelah lulus. Oleh karena itu pengalaman yang dapat membentuk pribadi perlu dikembangkan misalnya, kepemimpinan dan hubungan antar manusia.

77

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan Dengan data-data operasi harian, insinyur Teknik Kimia harus bisa mengevaluasi kinerja alat dan proses dan mengambil keputusan-keputusan seperti mengubah kondisi operasi : suhu, tekanan, konsentrasi komponen dan sebagainya. Bahkan kalau perlu harus membongkar dan memperbaiki/membersihkan peralatan-peralatan yang dinilai sudah tidak ekonomis lagi kinerjanya. Semua itu dilakukan agar operasi pabrik berjalan pada kondisi optimal dan ongkos produksi yang minimal. Untuk itu peran proses industri kimia dibutuhkan bagi mahasiswa teknik kimia mengingat banyak sekali proses yang terjadi dalam sebuah industri kimia sehingga ketika bekerja dalam sebuah industri mahasiswa teknik kimia lebih mudah beradaptasi dalam lingkungan industri.

78

Daftar Pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_kimia http://nunulasa.wordpress.com/2011/03/11/peran-sarjana-teknik-kimia-terhadap-sda-diindonesia/
d. Penyimpanan gas alam Metode penyimpanan (storage) gas alam dilakukan dengan Natural Gas Underground Storage, yakni suatu ruangan raksasa di bawah tanah yang lazim disebut sebagai salt dome yakni kubah-kubah dibawah tanah yang terjadi dari reservoir sumber-sumber gas alam yang telah depleted. Penyimpanan LNG Untuk mendukung proses regasifikasi, LNG disimpan dalam tanki bertekanan atmosfer, dengan tembok ganda, bersekat dengan fitur-fitur inovatif, kemanan tinggi dan desain yang stabil. Tembok tanki bagian dalam terdiri atas besi baja khusus dengan kandungan nikel tinggi seperti alumunium dan tahan terhadap temperatur cryogenic. Untuk mencegah kebocoran, beberapa tanki penyimpanan diperkuat dengan sistem penahan ganda, di mana tembok bagian dalam dan luar sama-sama dapat dimuat LNG.

79