Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRATIKUM KIMIA

LARUTAN ASAM DAN BASA

DERMA NUGRAHA
XI IPA 2

DAFTRA ISI
BAB I .......................................................................................................................................................... 3
PENDAHULUAN ......................................................................................................................................... 3
A.

Tujuan percobaan ............................................................................................................................. 3

BAB II ......................................................................................................................................................... 4
LANDASAN TEORI ...................................................................................................................................... 4
A. ASAM .................................................................................................................................................. 4
B. BASA.................................................................................................................................................... 5
C. Indikator Laboratorium ....................................................................................................................... 6
D. Indikator Alam .................................................................................................................................... 6
BAB III ........................................................................................................................................................ 7
METODE PENELITIAN ................................................................................................................................ 7
A.

Tempat dan waktu penelitian ........................................................................................................... 7

B.

Subjek Penelitian............................................................................................................................... 7

C.

Alat Dan Bahan :................................................................................................................................ 7

D.

Cara Kerja .......................................................................................................................................... 8

BAB IV........................................................................................................................................................ 9
DATA PENGAMATAN................................................................................................................................. 9
A.

Indikator Alami .................................................................................................................................. 9

B.

Indikator Laboratorium ..................................................................................................................... 9

BAB V....................................................................................................................................................... 10
HASIL PERCOBAAN .................................................................................................................................. 10
A.KESIMPULAN........................................................................................................................................ 10

BAB I
PENDAHULUAN

A. Tujuan penelitian
1. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui reaksi dari setiap indicator asam dan basa
dalam pengujian asam dan basa
2. Mengetahui zat-zat apa sajakah yang menjadi indicator asam dan basa
3. Mengetahui apakah suatu zat atau larutan bersifat atau basa

BAB II
LANDASAN TEORI
A. ASAM
Asam (yang sering diwakili dengan rumus umum HA) secara umum merupakan senyawa kimia yang
bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam definisi
modern, asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang disebut basa),
atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa. Suatu asam bereaksi dengan suatu basa
dalam reaksi penetralan untuk membentuk garam. Contoh asam adalah asam asetat (ditemukan
dalam cuka) dan asam sulfat (digunakan dalam baterai atau aki mobil). Asam umumnya berasa masam;
walaupun demikian, mencicipi rasa asam, terutama asam pekat, dapat berbahaya dan tidak dianjurkan.
Istilah "asam" merupakan terjemahan dari istilah yang digunakan untuk hal yang sama dalam
bahasa-bahasa Eropa seperti acid (bahasa Inggris), zuur (bahasa Belanda), atau Sure (bahasa Jerman)
yang secara harfiah berhubungan dengan rasa masam. Dalam kimia, istilah asam memiliki arti yang
lebih

khusus.

Terdapat

tiga

definisi

asam

yang

umum

diterima

dalam

kimia,

yaitu

definisi Arrhenius, Brnsted-Lowry, dan Lewis.


Arrhenius: Menurut definisi ini, asam adalah suatu zat yang meningkatkan konsentrasi ion hidronium (H3O+)
ketika dilarutkan dalam air. Definisi yang pertama kali dikemukakan oleh Svante Arrhenius ini
membatasi asam dan basa untuk zat-zat yang dapat larut dalam air.
Brnsted-Lowry: Menurut definisi ini, asam adalah pemberi proton kepada basa. Asam dan basa
bersangkutan disebut sebagai pasangan asam-basa konjugat. Brnsted dan Lowry secara terpisah
mengemukakan definisi ini, yang mencakup zat-zat yang tak larut dalam air (tidak seperti pada definisi
Arrhenius).
Lewis: Menurut definisi ini, asam adalah penerima pasangan elektron dari basa. Definisi yang dikemukakan
oleh Gilbert N. Lewis ini dapat mencakup asam yang tak mengandung hidrogen atau proton yang dapat
dipindahkan, seperti besi(III) klorida. Definisi Lewis dapat pula dijelaskan dengan teori orbital molekul.
Secara umum, suatu asam dapat menerima pasangan elektron pada orbital kosongnya yang paling
rendah (LUMO) dari orbital terisi yang tertinggi (HOMO) dari suatu basa. Jadi, HOMO dari basa dan
LUMO dari asam bergabung membentuk orbital molekul ikatan.

SIFAT ASAM
Secara umum, asam memiliki sifat sebagai berikut:
Rasa

: masam ketika dilarutkan dalam air.

Sentuhan

: asam terasa menyengat bila disentuh, terutama bila asamnya asam kuat.

Kereaktifan

: asam bereaksi hebat dengan kebanyakan logam, yaitu korosif terhadap logam.

Hantaran listrik : asam, walaupun tidak selalu ionik, merupakan elektrolit.

B. BASA
Istilah basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Basa digunakan dalam pembuatan
sabun. Juga sudah lama diketahui bahwa asam dan basa saling menetralkan. Di alam, asam ditemukan
dalam buah-buahan. Dalam kimia, istilah asam memiliki arti yang lebih khusus.
Arrhenius : Basa merupakan suatu senyawa yang dapat menghasilkan ion Hidroksida [OH], bila
dilarutkan dalam air mempunyai rasa pahit dan bersifat kaustik.
Basa adalah lawan (dual) dari asam, yaitu ditujukan untuk unsur/senyawa kimia yang memiliki pH lebih
dari 7.
SIFAT BASA
Nilai pH lebih dari sabun dapat Mengubah warna lakmus merah menjadi biru.

Rasa

: pahit

Sentuhan

: licin (diakibatkan korosif lemak pada permukaan kulit)

Kereaktifan : Basa kuat bersifat Kostic (kulit terasa terbakar atau korosif oleh cairan
kimia)
Hantaran listrik : Larutan Basa pada air akan membentuk ion sehingga
merupakan larutan elektrolit

C. Indikator Laboratorium

Indikator buatan adalah indicator yang sudah dibuat di laboratorium atau di pabrik alat alat kimia,
kita tinggal menggunakannya. Untuk mengidentifikasi sifat asam, basa, dan garam biasanya
menggunakan kertas lakmus. Kertas lakmus terdiri dari lakmus merah dan lakmus biru. Indicator buatan
lainnya adalah indicator universal, indicator asam basa seperti fenolptalin dan metal jingga. Indikator ini
selain untuk menentukan sifat asam basa juga dapat digunakan untuk menentikan derajat keasaman
atau pH larutan.

D. Indikator Alam
Indikator alam merupakan bahan alam yang dapat berubah warnannya dalam larutan yang sifatnya
berbeda, asam, basa atau netral. Indicator alam yang biasa digunakan untuk pengujian asam basa
adalah bubga bungaan, umbi, kulit buah dan daun yang berwarna. Perubahan warna indicator
bergantung pada warna jenis tanamannya, misalnya kembang sepatu merah di dalam asam berwarna
merah dan di dalam basa berwarna hijau.

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Tempat dan waktu penelitian


Penelitian ini dilakukan di laboratorium kimia SMA N 3 Batam pada hari Rabu 8 Februari 2012

B. Subjek Penelitian
Subjek Penelitian ini adalah larutan NaOH dan larutan HCl

C. Alat Dan Bahan :

NaoH

* Kunyit

HCl

* Bungan kembang sepatu

Methyl merah

* Bayam Merah

Methyl orange

* Bunga Mawar

Methyl biru

* Air jeruk Nipis

Phenilflatein

* Air kapur

Kertas lakmus merah

* Air Sabun

Kertas lakmus biru

* Air sabun

Air detergent

* Air cuka

Air cuka

* Air susu

Air urea

D. Cara Kerja
1. Tumbuklah masing-masing kunyit, bunga kembang sepatu, bayam merah, dan bunga
mawar
2. Masukkan masing-masing ke dalam 2 tabung reaksi, dan teteskan 5 tetes NaOH ke
dalam salah satu tabung, dan tabung lainnya 5 tetes HCl.
3. Amati perubahan yang terjadi.
4. Setelah itu, pada tabung yang berlainan, masukkan masing-masing air jeruk nipis, air
kapur, air sabun, air detergent, air cuka, air urea, air susu ke dalam 6 tabung reaksi.
5. Tes masing-masing MM, MO, MB, Pp, LM, LB.
6. Amati perubahan warna yang terjadi.

BAB IV
DATA PENGAMATAN
A. Indikator Alami

Bahan
Bayam merah
Bunga mawar
Bunga kembang sepatu
Kunyit

NaOH
Hijau
Hijau
Hijau
merah

HCl
Ungu
Merah
Merah
kuning

B. Indikator Laboratorium

Air jeruk
Air kapur
Air sabun
Air
detergen
Air cuka
Air urea
Air susu

MM
Merah
Kuning
Jingga
Kuning

MO
Merah
Jingga
Jingga
Jingga

MB
Biru
Merah
Biru
Biru

Pp
Bening
Ungu
Ening
Merah

LM
Merah
Biru
Biru
Biru

LB
Merah
Biru
Biru
Biru

Merah
Kuning
Jingga

Merah
Orange
orange

Biru
Biru
Biru

Bening
Bening
Putih

Merah
Biru
merah

Merah
Biru
merah

BAB V
HASIL PERCOBAAN

A.KESIMPULAN

Dari percobaan tersebut, dapat disimpulkan :


Asam
HCl
Air jeruk nipis
Air cuka
Air susu

Basa
NaOH
Air kapur
Air sabun
Air deterjen
Air urea