Anda di halaman 1dari 14

SISTEM INFORMASI PENERIMAAN SISWA BARU(PSB) SMP N1 KESUGIHAN

(PROPOSAL PENELITIAN)

Disusun Oleh : SURYANTO NIM : 10.11.3682

Departemen Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta Jalan Ring Road Utara Condong Catur, Sleman, Yogyakarta 2012

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi saat ini mempengaruhi segala bidang kehidupan manusia dan diperlukan sebagai sarana pendukung yang dapat menujang aktivitas kerja yang cepat, tepat, dan akurat. Informasi yang di sampaikan harus dapat di akses kapan saja dan dimana saja salah satu media yang sudah akrab dengan masyarakat saat ini adalah internet. Karena fungsinya situs web bisa memberikan informasi dengan lengkap dan tidak mengeluarkan banyak biaya. SMP N1 Kesugihan merupakan salah satu sekolah negeri favorit yang berada di wilayah Kabupaten Cilacap. Selain itu SMP N1 Kesugihan ini tergolong sekolah yang banyak di minati oleh siswa-siswa baru bahkan penerimaan siswa di sekolah ini mencapai 270 siswa setiap tahunnya. Dimana SMP N 1 Kesugihan ini pengolahan data penerimaan siswa baru masih menggunakan sistem manual dan belum efisien. Hal ini akan menjadi hambatan bagi yang membutuhkan layanan informasi, baik untuk pihak sekolah maupun pihak berhubungan dengan instansi tersebut. Oleh karena itu, pengolahan data yang baik akan diolah sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan informasi yang up to date dan akurat. Dalam hal ini, komputerisasi sebagai media elektronik dapat membantu laporan pengolahan data penerimaan siswa baru yang masih dilakukan secara manual akan dikembangkan sistem data siswa yang terkomputerisasi. Melihat masalah yang ada, maka terdorong untuk mengadakan penelitian tentang pengolahan data penerimaan siswa baru yang ada pada SMP N 1 Kesugihan serta berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan sistem yang lebih baik, dan lebih efektif, serta bermanfaat bagi instansi dan bagi pihak yang membutuhkan data-data siswa. Dengan alasan diatas, maka penulis mengambil topik dengan judul Sistem informasi banyak digunakan dalam suatu lembaga. Misalnya dalam sebuah perusahaan, perkantoran dan pendidikan. Dalam lembaga pendidikan sistem informasi ini bertujuan untuk promosi atau memberikan gambaran umum mengenai profil lembaga pendidikan yang bersangkutan, administrasi, dan fasilitas lain. Berdasarkan latar belakang tersebut maka saya membuat aplikasi penerimaan siswa baru berbasis web dengan judul SISTEM INFORMASI PENERIMAAN SISWA BARU SMP N1 KESUGIHAN.

1.2

Rumusan Masalah 1.2.1 1.2.2 Data apa saja yang diperlukan untuk mebuat Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru? Bagaimana proses yang dilakukan untuk membuat Sistem Informasi Penerimanaan Siswa Baru?

Rumusan masalah dalam sistem ini diantaranya :

1.3 Tujuan Sistem ini memiliki tujuan : 1.3.1 1.3.2 Untuk mempermudah dan mempercepat dalam penyeleksian siswa baru. Meminimalisir penggunaan kertas karena pendataan dilakukan secara komputerisasi. 1.4 Batasan Masalah Adapun masalah yang dibahas dalam laporan ini hanya dibatasi pada : 1.4.1 1.4.2 1.4.3 Pembahasan yang akan dibahas dalam proses penerimaan siswa baru meliputi proses pendaftaran dan tahap penyeleksian berdasarkan NEM saja. Dalam proses penerimaan siswa baru ini tidak membahas proses registrasi, pembagian kelas,dll. Pengguna sistem ini adalah Panitia Penerimaan Siswa Baru dan Siswa baru yang ingin mendaftar. 1.5 Metodologi Penelitian Dalam pembuatan sistem ini, saya menerapkan beberapa metode, antara lain : 1.5.1 Wawancara Wawancara dilakukan untuk mengetahui masalah yang timbul atau yang dialami langsung oleh yang bersangkutan. Dalam kegiatan ini diajukan pertanyaan lisan dan usaha untuk melengkapi data data. Wawancara dilakukan pada bagian bagian yang terkait dengan sistem penerimaan siswa baru. 1.5.2 Kepustakaan Yaitu pembuatan laporan ini dilakukan dengan cara mempelajari dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan perancangan sistem ini yang kami dapatkan dari para pengajar, referensi-referensi berupa buku dan

informasi dari internet yang kemudian saya tuangkan dalam pembuatan sistem ini. Sedangkan jadwal penelitian sebagai berikut : Bulan / tahun No.
1 2 3 4 5

Kegiatan Studi Kepustakaan Penulisan Proposal Pengumpulan Data Pembuatan Sistem/Program Pengujian Sistem

Okt 12

Nop 12

Des 12

Jan 13

Feb 13

1.6 Identitas Organisasi 1.6.1 1.6.2 1.6.3 Nama Organisasi : SMP N1 Kesugihan Alamat Bidang Gerak : Jl. Letnan Sutrisno No. 7 Pesanggrahan, Kesugihan, Cilacap : Pendidikan

1.7 Deskripsi Dan Analisa Sistem 1.7.1 1.7.2 1.7.3 1.7.4 Nama Sistem Tujuan Model sistem : Penerimaan Siswa Baru ( PSB ) SMP N1 Kesugihan : Mempermudah dalam penerimaan siswa baru : Aplikasi berbasis web

Penanggung Jawab : Ketua Panitia PSB

2. LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Sistem 2.1.1 Pengertian Sistem

Menurut Jogiyanto (1999:683)[1] Suatu sistem dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan menurut Jerry Fith Gerald (2009:2)[2] Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Dalam mendefinisikan pengertian sistem, Gerald lebih menekankan pada urutan-urutan operasi di dalam sistem. 2.1.2 Karakteristik Sistem Menurut Jogiyanto (2005:3)[3] Suatu sistem mempunyai karakteristrik atau sifat-sifat tertentu, sebagai berikut: a. Komponen-komponen sistem (components), Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi,yang artinya saling bekerjasama membentuk satu kesatuan. b. Batasan sistem (boundary), Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. c. Lingkungan luar sistem (environtments), Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. d. Penghubung sistem (interface), Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. e. Masukan sistem (input), Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem. f. Pengolah sistem (process), Suatu sistem harus memiliki suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. g. Keluaran sistem (output), Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna

h. Sasaran sistem (objectives), Suatu sistem pasti mempunyai sasaran,kalau sistem tidak mempunyai sasaran,maka operasi sitem tidak ada gunanya. 2.1.3 Klasifikasi Sistem Menurut Al Bahra bin Ladjamudin B (2008:10)[4] Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya adalah sebagai berikut : a. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem phisik(physical system). b. Sistem di klasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). c. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu(probabilistic system). d. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system). 2.2 Konsep Dasar Informasi 2.2.1 Definisi Data Menurut Agus Mulyanto (2009:15)[5] Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Kesatuan nyata (fact and entity) adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi. Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal data-item. Data merupakan bentuk yang belum dapat memberikan manfaat yang besar bagi penerimanya, sehingga perlu suatu model yang nantinya akan dikelompokkan dan diproses untuk menghasilkan informasi. 2.2.2 Definisi Informasi Menurut Jogiyanto (1999:692)[6] Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentukyang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-

kejadian (event) yang keputusan.

nyata (fact) yang

digunakan

untuk

pengambilan

Sedangkan menurut Barry E (2009:17)[7] informasi merupakan sesuatu yang menunjukkan hasil pengolahan data yang diorganisasi dan berguna kepada orang yang menerimanya. Tanpa dukungan informasi, manajemen suatu organisasi tidak akan dapat mencapai tujuan yang direncanakan, apalagi untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Sumber dari informasi adalah data. data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau data item. Sedangkan data sendiri adalah representasi dari suatu fakta yang dimodelkan dalam bentuk huruf, angka, simbol, gambar atau suara.dengan kata lain informasi adalah rangkaian data yang mempunyai sifat sementara, tergantung dengan waktu, mampu memberi kejutan atau surprise pada yang menerima 2.2.3 Siklus Informasi Data yang diolah melalui suatu model informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus. Siklus inilah yang dinamakan dengan Siklus Informasi. 2.2.4 Atribut Informasi Atribut atau kualitas-kualitas informasi yang berkaitan dengan konsep informasi cukuplah banyak. Atribut atau kualitas informasi ini dapat membantu kita dalam mengidentifikasikan dan mendeskripsikan kebutuhankebutuhan informasi yang spesifik. Atribut informasi yang dimaksud yaitu ; a. Akurat, derajat atau ukuran akan kebebasan informasi dari kesalahan. b. Presisi, ukuran detail yang digunakan di dalam penyediaan informasi. c. Tepat pada waktunya, penerimaan informasi masih dalam jangkauan waktu yang dibutuhkan oleh penerima. d. Jelas, derajat kebebasan informasi dari keragu-raguan. e. Dibutuhkan, tingkat relevansi informasi yang bersangkutan dengan kebutuhan pengguna.

f. Terukur, tingkat atau kemampuan dalam menyatakan informasi dalam bentuk numerik. g. Teruji, tingkat kesepakatan atau kesamaan nilai sebagai hasil pengujian informasi yang sama oleh berbagai pengguna (laik uji). h. Mudah didapat, tingkat kemudahan dan kecepatan dalam memperoleh informasi yang bersangkutan. i. Tidak bias, derajat perubahan yang sengaja dibuat untuk merubah atau memodifikasi informasi dengan tujuan mempengaruhi para penerima. j. Lengkap, tingkat kelengkapan informasi. 2.2.5 Kualitas Informasi Kualitas dari suatu informasi tergantung dari 6 hal, yaitu : a. Ketepatan waktu : informasi harus tiba ditangan pengguna tepat waktu, tidak boleh terlambat, informasi yang terlambat akan berkurang nilainya. Disamping ketepatan waktu (timeliness)informasi juga ditentukan oleh usia (age), berapa lama informasi tersebut berlaku. Faktor usia biasa dikaitkan dengan rentang waktu (time frame), misalnya laporan keuangan hanya berlaku 4 bulan. b. Ketepatan isi : informasi harus tepat isi-nya, atau harus akurat, tidak mengandung kesalahan. Ketepatan isi juga selain berkaitan dengan akurasi juga berkaitan dengan presisi. Akurat berarti tidak mengandung kesalahan, sedang presisi menyatakan derajat kerincian informasi, semakin rinci berarti semakin presisi. c. Ketepatan sasaran : informasi harus tiba ditangan orang yang memerlukannya, apabila salah sasaran informasi tersebut tidak berguna atau bisa disalah-gunakan. d. Relevansi : informasi harus relevan dengan kebutuhan pengguna-nya, bila tidak maka informasi ini tidak berguna. e. Kemudahan akses : informasi harus bisa diperoleh dengan mudah agar dapat diterima oleh pengguna tanpa hambatan dan lancar. Misalnya informasi harus tersedia di jaringan dengan fasilitas akses yang aman dari orang yang tidak berhak. f. Kelengkapan : informasi harus lengkap sesuai dengan kebutuhan, apabila tidak lengkap tentu nilai dan kualitasnya kurang.

2.2.6

Nilai Informasi Nilai dari informasi ditentukan oleh dua hal yaitu manfaat dan biaya

mendapatkannya. Jika suatu informasi manfaatnya lebih efektif dari biaya mendapatkannya maka informasi ini dapat dikatakan bernilai. Oleh karena itu, suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir nilai efektifitasnya. Pengukuran dapat menggunakan analisis cost effectiveness atau cost benefit. 2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi 2.3.1 Definisi Sistem Informasi Menurut Jogiyanto (1999:697)[8] Sistem informasi dapat

didefinisikan sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan yang cerdik. Sedangkan menurut Agus Mulyanto (2009:29)[9] Sistem informasi merupakan suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi, dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan. 2.4 Kamus Data Kamus data berisi katalog fakta dan kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Analisis sistem dapat mendefinisiakan setiap data yang mengalir pada sistem secara lengkap. Kamus data biasanya dibuat pada tahap analisis dan perancangan, pada tahap analisis digunakan sebagai alat komunikasi antara analisis sistem dengan pemakai sistem, sedangkan pada tahap perancangan digunakan untuk merancang input, file-file database dan output.

Kamus data dibuat berdasarkan arus data yang mengalir pada DAD (fisik dan logika), dimana di dalamnya terdapat struktur dari arus secara detail. Kamus data tidak menggunakan notasi gambar atau grafis sebagaimana halnya DFD, sebuah alat permodelan dikatakan kurang lengkap bila tidak didukung oleh kamus data. Dalam kamus data seluruh elemen data diterjemahkan secara lengkap. Kamus data berisi keterangan tentang : a. Nama arus data dan penyimpanan data Dalam DFD (komposisi paket data dan komposisi penyimpanan data). Kamus data dibuatkan berdasarkan arus data dan penyimpanan data juga harus terdapat didalam kamus data, sehingga bila pemakai membaca dan ingin lebih lanjut mengenal tentang suatu arus data atau penyimpanan data dapat mencari langsung dalam kamus data. b. Alias atau nama lain Alias atau nama lain perlu dituliskan karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang departemen yang lainnya bila nama ini ada. c. Bentuk data Bisa berupa berupa formulir, hasil cetakan di komputer atau kertas, variable, parameter, dan field yang dapat digunakan untuk merancang database. d. Arus data Menunjukkan dari mana data mengalir dan kemana data menuju. e. Keterangan Untuk lebih memperjelas makna dari arus data. f. Periode Untuk menunjukkan kapan terjadinya arus data ini. Kapan input data diberikan, kapan proses dilakukan dan kapan laporan dihasilkan. g. Volume Berisi volume rata-rata dan volume puncak dari arus data yag mengalir. h. Struktur data Menunjukkan arus data yan terdiri dari bermacam item data. i. Menjelaskan hubungan detail antar penyimpanan yang menjadi perhatian dalam entity relationship diagram.

2.5 Bagan Terstruktur Bagan terstruktur menggambarkan bagaimana alur proses dari suatu modul atau rutin program dengan simbol-simbol yang sederhana dan singkat. Simbol-simbol dasar yang digunakan itu adalah : a. Module. Simbol ini menunjukkan suatu modul b. Connection. Simbol ini digunakan untuk menghubungkan suatu modul dengan yang lainnya c. Loop. Simbol ini menunjukkan suatu perulangan di dalam modul d. Decision. Simbol ini menunjukkan suatu penyeleksian kondisi di dalam modul e. Couple. Simbol ini menunjukkan suatu data atau elemen kontrol yang dikirimkan dari satu modul ke modul yang lainnya. Panah dengan lingkaran kosong menunjukkan data yang dikirimkan dan panah dengan lingkaran diblok menunjukkan elemen kontrol yang dikirimkan. 2.6 Diagram Alir Data (Data Flow Diagram) Menurut Al Bahra bin Ladjamudin B (2004:169)[10] Diagram aliran data merupakan model dari sistem untuk menggambarkan pembagian sistem ke modul yang lebih kecil. Salah satu keuntungan menggunakan diagram aliran data adalah memudahkan pemakai atau user yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti sistem yang akan dikerjakan. Sedangkan menurut Mahyuzir (2009:277)[11] Diagram alir data (DFD = Data Flow Diagram) adalah teknik grafik yang digunakan untuk menjelaskan aliran informasi dan transformasi data yang bergerak dari pemasukan data hingga ke keluaran. Salah satu tool yang paling penting bagi seorang analis sistem adalah DAD (Diagram Arus Data). Penggunaan DAD dalam modeling tolls dipopulerkan oleh Tom DeMarco pada tahun 1978 serta Gane dan Sarson pada tahun 1979 dengan menggunakan metode pendekatan metode analisis sistem terstruktur (Structured System Analysis). 2.6.1 Tingkatan Diagram Pada DAD a. Diagram Konteks

Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram konteks merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke sistem atau output dari sistem. Ia akan memberi gambaran tentang keseluruhan sistem. Sistem dibatasi oleh boundary (dapat digambarkan dengan garis putus). Dalam diagram konteks hanya ada satu proses. Tidak boleh ada store dalam diagram konteks. b. Diagram Nol / Zero (Overview Diagram) Diagram nol adalah diagram yang menggambarkan proses dari data flow diagram. Diagram nol memberikan pandangan secara menyeluruh mengenai sistem yang ditangani, menunjukkan tentang fungsi-fungsi utama atau proses yang ada, aliran data, dan eksternal entity. Pada level ini sudah dimungkinkan adanya atau digambarkannya data store yang digunakan. Untuk proses yang tidak rinci lagi pada level selanjutnya, simbol * atau p(functional primitive) dapat ditambahkan pada akhir nomor proses. Keseimbangan input dan output (balancing) antara diagram 0 dengan diagram konteks harus terpelihara. c. Diagram Rinci (Level Diagram) Diagram rinci adalah diagram yang menguraikan proses apa yang ada dalam diagram zero atau diagram level di atasnya. 2.6.2 Elemen Dasar Dari Diagram Alir Data a. Kesatuan Luar (External Entity) Sesuatu yang berada di luar sistem, tetapi ia memberikan data ke dalam sistem atau memberikan dari sistem, disimbolkan dengan suatu kotak notasi. External entity tidak termasuk bagian dari sistem. Bila sistem informasi dirancang untuk satu bagian (departemen) maka bagian lain yang masih terkait menjadi external entity. b. Arus Data (Data Flow) Arus data merupakan tempat menggalinya informasi dan sigambarkan dengan garis yang menghubungkan komponen dari sistem. Arus data ditunjukkan dengan arah panah dan garis diberi nama atas arus data yang mengalir. Arus data ini mengalir di antara proses,

data store dan menunjukkan arus data dari data yang berupa masukan untuk sistem atau hasil proses sistem. c. Proses (Process) Proses merupakan apa yang dikerjakan oleh sistem, proses dapat mengolah data atau aliran data masuk menjadi aliran data ke luar. Proses berfungsi mentransformasikan satu atau beberapa data keluaran sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Setiap proses memiliki satu atau beberapa masukan serta menghasilkan beberapa data keluaran. Proses sering pula disebut bubble. d. Simpanan Data (Data Store) Simpanan data merupakan tempat penyimpanan data dan pengikat data yang ada dalam sistem. Data store dapat disimbolkan dengan sepasang dua garis sejajar atau dua garis dengan salah satu sisi samping terbuka. Proses dapat mengambil data dari atau memberikan ke database. 3. PENUTUP 3.1 Kesimpulan Berdasarkan pelaksanaan perancangan yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut : a) Dengan adanya penerapan sistem informasi Penerimaan siswa baru di SMP N1 Kesugihan dengan bantuan komputer beserta aplikasi sistem informasi penerimaan siswa baru didalam prosesnya akan sangat membantu pihak sekolah untuk mengerjakan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pengaturan data dengan penggunaan sistem yang baru. b) Pengolahan data-data sumber daya manusia secara terkomputasi akan lebih mudah untuk diproses untuk menghasilkan laporan secara cepat dan akurat. 3.2 Saran Adapun saran yang dapat saya berikan adalah sebagai berikut: a) Sistem informasi ini dapat dijadikan bahan masukan bagi pengembangan sistem informasi yang lebih kompleks atau yang lainnya.

b) Perancangan sistem informasi baru beserta aplikasinya dengan kualitas dan kuantitas yang lebih baik untuk memudahkan proses pengolahan data dalam penerimaan siswa baru. 3.3 Daftar Pustaka a) [1] Jogiyanto, HM. Pengenalan Komputer. Andi : Yogyakarta 1999 b) [2] Mulyanto, Agus. Sistem Informasi Konsep & Aplikasi. Pustaka Pelajar : Yogyakarta 2009 c) [3] Jogiyanto, HM. Analisis dan Desain. Andi : Yogyakarta 2005 d) [4] Ladjamudin B, Al-Bahra. Konsep Sistem Informasi. STMIK Muhammadiyah Jakarta : Jakarta 2008 e) [5] Mulyanto, Agus. 2009, Sistem Informasi Konsep & Aplikasi. Pustaka Pelajar : Yogyakarta . f) [6] Jogiyanto, HM. 1999, Pengenalan Komputer. Andi : Yogyakarta. g) [7] Mulyanto, Agus. 2009, Sistem Informasi Konsep & Aplikasi. Pustaka Pelajar : Yogyakarta. h) [8] Jogiyanto, HM. 1999, Pengenalan Komputer. Andi : Yogyakarta. i) [9] Mulyanto, Agus. 2009, Sistem Informasi Konsep & Aplikasi. Pustaka Pelajar : Yogyakarta j) [10] Ladjamudin B, Al-Bahra. 2004, Rekayasa Perangkat Lunak. Graha Ilmu : Yogyakarta. k) [11] Mulyanto, Agus. 2009, Sistem Informasi Konsep & Aplikasi. Pustaka Pelajar : Yogyakarta. l) http://www.ilmu-komputer.com