Anda di halaman 1dari 14

SMF/Lab.

Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman

Journal Reading

KARSINOMA SEL BASAL

Disusun Oleh: Amaliaturrahmah 06.55372.00315 .09

Pembimbing: dr. Daulat, Sp.KK

Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik SMF/Laboratorium Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman 2012

KARSINOMA SEL BASAL


Adam I. Rubin, M.D., Elbert H. Chen, M.D., and Dsire Ratner, M.D. Department of Dermatology, Columbia University, New York. Address reprint requests to Dr. Ratner at the Department of Dermatology, Columbia University, 161 Fort Washington Ave., 12th Fl., New York, NY 10032, or at dr221@columbia.edu. Menurut American Cancer Society, kanker kulit adalah kanker paling umum terjadi, angka kejadiaannya sekitar setengah dari semua kanker di Amerika Serikat. Lebih dari 1 juta kasus kanker kulit didiagnosis di Amerika tahun ini. karsinoma sel Basal merupakan sekitar 80% dari semua kanker kulit kelompok non melanoma. Artikel ini membahas karsinoma sel basal kulit, yang harus dibedakan dari karsinoma sel basal yang tidak umum atau karsinoma basaloid yang muncul di tempat seperti prostat, pankreas, paru-paru, leher rahim, kelenjar ludah, timus, dan kanal anal.

INSIDEN Insiden mutlak karsinoma sel basal sulit untuk ditentukan, karena

kanker kulit non melanoma biasanya dieksklusikan dari register statistik kanker. Tugas selanjutnya menjadi semakin rumit, ditandai dengan variabilitas geografis dalam kejadian kanker kulit non melanoma. Namun, tren penyakit ini jelas terhadap peningkatan jumlah kasus. Australia memiliki tingkat tertinggi karsinoma sel basal di dunia, dengan daerah tertentu melaporkan kejadian hingga 2% per tahun. Umur-standar tingkat tahunan di Amerika Serikat telah diperkirakan hingga 407 kasus karsinoma sel basal per 100.000 putih pria dan 212 kasus per 100.000 wanita kulit putih. Meskipun rata-rata tertinggi didapatkan pada pria lanjut usia, pasien dengan penyakit ini semakin mungkin didapatkan pada wanita usia muda.

FAKTOR RESIKO

Paparan radiasi ultraviolet secara umum diterima sebagai penyebab utama karsinoma sel basal. Sedangkan karsinoma sel skuamosa tampaknya sangat terkait dengan kumulatif paparan sinar matahari, hubungan antara paparan radiasi ultraviolet dan resiko karsinoma sel basal yang lebih kompleks. Waktu, pola, dan jumlah

paparan radiasi ultraviolet semua tampaknya penting. Resiko penyakit ini secara signifikan meningkat oleh paparan matahari selama masa kanak-kanak dan remaja. Paparan sinar matahari yang intens intermiten dikaitkan dengan resiko lebih tinggi pada karsinoma sel basal daripada paparan terus-menerus. Faktor fisik,

termasuk kulit yang terang, rambut merah atau pirang, dan warna mata terang, mempengaruhi respon terhadap radiasi ultraviolet tetapi juga dapat menjadi faktor resiko independen.8 Terpajan oleh radiasi
11

ionisasi,

arsenik,

dan oral methoxsalen (psoralen) dan radiasi ultraviolet A dengan perkembangan karsinoma sel basal (Tabel 1).

juga telah dikaitkan

Tabel 1. Faktor resiko dari perkembangan karsinoma sel basal Karakteristik fisik Rambut kemerahan atau keemasan Mata hijau atau biru Warna Kulit terang Arsenik Aspal cair sinar Radiasi Merokok Penggunaan Tanningbed Sinar UV Albinism Xeroderma Pigmentosum Sindrom Rombo * BazexDuprChristol Sindrom ( BazexS sindrom) Nevoid basal-cell carcinoma Sindrom ( GorlinS syndrome) Resepien transplantasi organ

Eksposur

Genodermatoses

Imunosupresi

Imunosupresi merupakan faktor predisposisi untuk karsinoma sel basal. Rasio 4:1 dari karsinoma sel basal dengan karsinoma sel skuamosa pada pasien

imunokompeten dilihat terbalik pada resepien transplantasi organ. Di antara orang Australia yang merupakan resepien transplantasi jantung ada sebanyak 21 kali kasus karsinoma sel basal dibandingkan dengan warga Australia yang bukan merupakan resepien transplantasi jantung, dan terdapat 123 kali lebih banyak kasus dibandingkan pada orang Amerika yang bukan merupakan resepien transplantasi jantung. Resepien transplantasi ginjal memiliki resiko
karsinoma sel basal 10 kali lipat

dari penduduk yang belum menerima transplantasi ginjal. Dalam tujuh dari studi meta-analisis, studi Marcil dan Stern14 menunjukkan bahwa setelah indeks kasus karsinoma sel basal, kejadian kasus selanjutnya antara pasien seperti itu meningkat dengan faktor 10, dibandingkan dengan pada populasi umum. Prediktor signifikan sejumlah besar basal-sel karsinoma mencakup trunkal pada awal terjadinya, usia lebih dari 60, kehadiran subtipe histologis superfisial, dan seks laki-laki. 15Kerentanan ke lokasi trunkal telah dikaitkan dengan genetika polimorfisme dalam glutathione S -transferase dan sitokrom P-450.16

GAMBARAN KLINIS DAN GAMBARAN HISTOLOGI

Karsinoma sel basal bersifat timbul pada area tubuh yang terkena sinar matahari dan yang paling umum di kepala dan leher (80% kasus), diikuti oleh tubuh tubuh (15% kasus) dan lengan dan kaki. karsinoma sel basal juga telah dilaporkan didapatkan pada tempat yang tidak biasa, termasuk aksila, payudara, daerah perianal, alat kelamin, telapak tangan, dan telapak kaki. karsinoma sel basal tipe nodular adalah bentuk klasik, yang paling sering muncul sebagai papula menyerupai bintil-bintil seperti mutiara (pearly border) atau nodul dengan telangiectases di atasnya,dengan pinggiran yang bergelung pada waktu mengadakan erosi spontan yang kemudian menjadi ulkus yang terlihat di bagian sentral lesi (Gambar 1A). Kadang-kadang, karsinoma sel basal tipe nodular mungkin menyerupai pori-pori membesar atau lubang-lubang pada kelenjar sebaceous kulit pada bagian tengah wajah 17 (Gambar 1B).

Karsinoma sel basal tipe superfisial menampilkan

makula eritematosa

bersisik atau plak (Gambar 1C). Kedua bentuk nodular dan superfisial dapat mengandung melanin, dapat berwarna biru coklat, atau hitam untuk lesi ini (Gambar 1D). Tipe Morphea, juga dikenal sebagai sclerosing, fibrosis, atau infiltratif karsinoma sel basal, biasanya muncul sebagai indurated, keputihan, bekas luka seperti plak dengan tepi tidak jelas (Gambar 1E). lesi mencurigakan terjadi di daerah beresiko tinggi, seperti bagian tengah wajah, harus menjalani biopsi yang tepat untuk memperoleh waktu yang tepat untuk mempercepat diagnosis dan pengobatan definitif. Biopsi kulit juga akan mengidentifikasi amelanotic (nonpigmentasi) atau melanoma berpigmen minimal, yang kadang-kadang bisa meniru karsinoma sel basal. Dalam review dari 1039 kasus berturut-turut tentang karsinoma sel basal, Sexton et al.18Menemukan bahwa secara histologis subtipe yang paling umum adalah campuran (38,6%), nodular (21,0%), superfisial (17,4%), dan micronodular (14,5 %). Uncommon varian, termasuk basosquamous, keratotik, granular-cell, adamantinoid, clear-cell, dan karsinoma sel basal dengan matrical differensiation, juga telah dijelaskan. Nilai pengelompokan penampilan histologis terletak pada hubungan antara subtipe secara histologis dan perilaku klinis. Varian histologis yang agresif termasuk micronodular, infiltratif, basosquamous, morpheaform, dan subtipe campuran.19 Nodular dan subtipe superfisial umumnya memiliki perjalanan klinis kurang agresif.

Gambar 1. Jenis Karsinoma sel basal.


Panel A menunjukkan karsinoma sel basal tipe nodular dinding samping hidung bagian bawah, dengan telangiectases dan pearly border. panel B menunjukkan karsinoma sel basal tipe nodular memberikan gambaran sebagai pori-pori membesar. Panel C menunjukkan karsinoma sel basal tipe superfisial pada abdomen sebelum di kuretase dan elektrodesikasi. Bentukan ini dapat disalahartikan sebagai actinic keratosis, eksim, psoriasis, atau tinea korporis. Panel D menunjukkan karsinoma sel basal nodular berpigmen pada pelipis. Lesi ini mungkin membingungkan secara klinis dengan keratosis seboroik, nevus, atau bahkan melanoma. Dalam Panel E, karsinoma sel basal tipe morphea pada kulit bibir memiliki penampilan seperti bekas luka dengan klinis batas tepi tidak jelas. Karena penampilan yang biasa, karsinoma sel basal tipe morphea mungkin tetap tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun.

PATOGENESIS MOLEKULAR

Terjadi aktivasi yang tidak sesuai pada jalur signal hedgehog (HH) yang ditemukan secara sporadik pada kasus karsinoma sel basal familial, medulloblastoma, rhabdomyosarcoma, dan tumor lainnya.20 Awalnya dikenali sebagai penentu pada segmen polarity dalam spesies lalat Drosophila melanogaster, jalur signal HH memainkan peranan penting dalam pertumbuhan makhluk bertulang belakang. SHH yang disekresi akan mengikat protein patched tumor-supressor homologue 1 (PTCH1), maka menghapuskan supresi signal intraseluler yang disebabkan oleh PTCH1 oleh protein transmemran yang lain,

smoothed G-rotein-coupled receptor (SMO). Target berikutnya bagi SMO termasuk faktor transkripsi family GLI.

Gambar 2. Patogenesis Molekuler karsinoma sel basal.


Sonic hedgehog (SHH) berinteraksi dengan kompleks reseptor yang terdiri dari patched tumor-supressor homologue 1 (PTCH1)-suatu tumor supresor -dan smoothed G-rotein-coupled receptor (SMO). Tanpa SHH, PTCH1 berinteraksi dan mengsupresi signal transduksi dari SMO. Ikatan antara SHH dengan PTCH1 menyebabkan SMO menghantar signal ke nukleus dengan perantara faktor transkiptor golongan GLI. Kurangnya PTCH1 yang fungsional menyebabkan transduksi signal dari SMO tidak mengalami interupsi dan menyebabkan aktivasi target.

Hilangnya fungsi mutasi PTCH1 termasuk mutasi germ-line yang ditenukan pada pasien dengan sindrom karsinoma sel basal nevoid (Gorlins syndrome) telah ditemukan pada 30-40% secara sporadic dalam kasus karsinoma sel basal.22,23 Tanpa kehadiran PTCH1, SMO sangat aktif, menyebabkan aktivasi target secara terusmenerus.24 Gangguan lain pada jalur HH yang telah memberikan implikasi pada perkembangan penyakit ini termasuk mutasi fungsi pada SHH, SMO, dan GLI.25 Transgenic human-skin model menggambarkan bahwa aktivasi jalur HH merupakan

kondisi awal dalam pembentukan tumor.26 Molekul inhibitor yang kecil pada jalur signal HH seperti cyclopamine merupakan terapi mekanis yang menjanjikan.27,28 Mutasi pada gen supresi tumor p53 ditemukan dalam hampir 50% kasus karsinoma sel basal secara sporadic.
29

Kebanyakan mutasi tersebut adalah translasi

dri C T dan CC TT pada susunan dipyrimidine yang merupakan mutasi khas yang mengindikasikan adanya paparan terhadap radiasi ultraviolet B. Hubungan antara karsinoma sel basal dan mutasi pada jalur signal RAS atau RAF kurang diketahui.30 Akhir-akhir ini terdapat nucleus -catenin yang menunjukkan hubungannya dengan peningkatan proliferasi sel tumor.31 Fungsi spesifik dari gengen ini masih belum diketahui.

FAKTOR-FAKTOR

YANG

BERHUBUNGAN

DENGAN

ANGKA

KEKAMBUHAN DAN METASTASIS Faktor resiko untuk penyebaran subklinis yang luas ialah diameter tumor yang lebih besar dari 2 cm, lokasi di pusat bagian dari wajah atau telinga, lama durasi, eksisi yang tidak lengkap, tumor dengan gambaran histologis yang agresif pola pertumbuhannya, dan perineural atau keterlibatan perivaskular.32Tumor dengan perluasan subklinis atau dengan batas tidak jelas lebih sering dikaitkan dengan sisa dari garis tepi positif setelah eksisi dan memiliki angka rata-rata tingkat kekambuhan lebih tinggi dari pada yang lebih terbatas atau well-defined tumors.32 Metastasis penyakit ini adalah tidak biasa, dengan tingkat mulai dari 0,0028 % menjadi 0,55%. Faktor resiko untuk metastasis mirip kepada mereka untuk kekambuhan. Metastasis timbul paling umum dari tumor ini terutama pada wajah dan telinga, dengan interval median antara penampilan dari tumor dan metastasis diperkirakan sekitar 9 tahun.33 Karsinoma sel basal paling sering bermetastasis ke kelenjar getah bening regional, diikuti oleh tulang, paru-paru, dan hati.32Prognosis untuk metastatik penyakit ini adalah tidak baik, dengan kelangsungan hidup rata-rata berkisar dari 8 bulan sampai 3,6 tahun. 32

PENATALAKSANAAN Mengingat potensi yang rendah untuk metastase, pengobatan pada karsinoma sel basar fokus pada kontrol lokal. stratifikasi perawatan yang akurat sulit, karena beberapa studi random, prospektif, studi banding telah dievaluasi berbagai pilihan pengobatan. Selain itu, tingkat kesembuhan telah meningkat sebagai praktek standar telah berevolusi. Ketika kita membandingkan angka kesembuhan untuk perawatan individu dalam studi yang berbeda, beberapa faktor harus dievaluasi: durasi tindak lanjut, pemisahan primer dari tumor berulang, persentase beresiko tinggi tumor, dan metode menghitung rekurensi.
34,35

Dalam tinjauan yang luas dari literatur, Rowe

menemukan bahwa resiko terbesar kekambuhan terjadi dalam lima tahun pertama setelah pengobatan. 34Angka kekambuhan kasus sebelumnya yang telah diobati lebih tinggi dibandingkan dengan kasus primer dan harus dilaporkan secara terpisah.35 Tujuan utama pengobatan adalah pemusnahan lengkap tumor dengan pelestarian maksimal fungsi dan kosmetik. Pengobatan karsinoma sel basal dapat berupa tindakan pembedahan atau non pembedahan. Pendekatan bedah termasuk kuretase dan elektrodesikasi, cryosurgery, bedah eksisi, dan operasi mikrografi Mohs. Rata-rata angka tingkat kesembuhan selama lima tahun adalah 95% atau lebih tinggi, mungkin dengan menggunakan kuretase maupun elektrodesikasi atau cryosurgery untuk lesi yang beresiko rendah yang kecil, yang didefinisikan dengan baik lesi primer pada leher, tubuh, dan lengan dan kaki, dengan tampakan histologis yang tidak agresif. Kuretase dan elektrodesikasi dan cryosurgery tidak sesuai untuk kasus yang berulang atau tumor tipe morphea. Eksisi bedah dan bedah Mohs adalah tindakan eksisi yang memiliki keunggulan termasuk untuk mengevaluasi secara histologis. Lesi primer dari berbagai ukuran pada leher, tubuh, dan lengan atau kaki memiliki angka kesembuhan sangat tinggi untuk lima tahun (lebih dari 99%) dengan eksisi bedah.
36

Bedah eksisi lesi di

kepala kurang efektif dengan meningkatnya ukuran tumor: angka kesembuhan untuk lima tahun pada lesi kurang dari 6 mm diameter adalah 97%, dibandingkan dengan
8

tingkat 92% untuk lesi yang 6 mm atau lebih besar. Pasien dengan eksisi yang tidak lengkap pada lesi primer harus menjalani pembedahan atau reexcision operasi dengan teknik Mohs segera setelah prosedur awal untuk mengkonfirmasi adanya batas tepi yang jelas, prosedur seperti ini menghasilkan tingkat kesembuhan yang meningkat dan mengurangi kebutuhan selanjutnya untuk reseksi yang lebih rumit pada tumor yang berulang. 37 Bedah Mohs adalah teknik untuk pembuangan tumor ganas kulit yang termasuk cepat, dengan pemeriksaan spesien horizontal frozen section diproses untuk memasukkan 100% dari perifer dan pembedahan batas tepi yang dalam. Jika ada bagian dari spesimen yang menunjukkan infiltrasi dari tepi tumor, serial excisions dapat terbatas pada daerah yang terkena.
34 38

Tekhnik Mohs memiliki nilai angka

kekambuhan yang terendah , 1% untuk tumor primer dan 5,6 % untuk tumor yang rekuren. Karsinoma sel basal yang rekuren adalah paling baik ditangani dengan

operasi Mohs, karena tumor yang rekuren dapat berkembang secara histologis menjadi subtype yang lebih agresif.39 Sebuah meta-analisis oleh Thissen et al.
40

Meninjau tentang pengobatan penyakit primer dari 18 studi besar, prospektif

dengan lima tahun tindak lanjut dan menegaskan bahwa tingkat kekambuhan terendah adalah diperoleh dengan operasi Mohs, diikuti oleh operasi eksisi, cryosurgery, dan kuretase dan elektrodesikasi. Dalam sebuah penelitian eksperimental secara acak, Smeets et al. 41 tidak menemukan perbedaan signifikan dalam tingkat kekambuhan antara pasien dengan karsinoma sel basal primer diobati dengan teknik Mohs (2%) dan mereka yang diobati dengan eksisi bedah (3%) dan antara pasien dengan penyakit karsinoma sel basal rekuren yang diobati dengan teknik Mohs (0 %) dan yang dioperasi dengan bedah eksisi (3%). Namun, penafsiran hasil ini berpotensi bias oleh isu-isu tentang randomisasi, analisis crossover, dan tidak cukupnya durasi untuk follow up.42 Pendekatan nonsurgical meliputi radioterapi, topikal, terapi injeksi, dan fotodinami terapi. Radioterapi merupakan pilihan penting bagi pasien dengan tumor yang lokasinya sulit untuk diobati atau bagi mereka yang tidak untuk dibedah, dan
9

merupakan tambahan yang bermanfaat untuk tumor yang tidak dapat dioperasi. Radioterapi tidak dianjurkan untuk pasien yang usianya kurang dari 60 tahun, dapat berpotensi sebagai karsinogenesis dan inferior cosmesis untuk jangka panjang.
43

Suatu perbandingan secara acak operasi dengan radioterapi untuk karsinoma sel basal primer merupakan operasi yang lebih disukai pada dasar efikasi pengobatan (tingkat kekambuhan setelah empat tahun 0,7% vs 7,5%) dan cosmesis (rata-rata hasil dengan tingkat "baik" secara kosmetik 87% vs 69%).44 Imunoterapi topikal seperti krim Imiquimod disetujui pada bulan Juli 2004 untuk pengobatan lesi yang telah terbukti secara biopsi, kecil (< 2,0 cm diameter), lesir primer, lesi superfisial pada tubuh, dada, leher, atau lengan atau kaki orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh normal. Meskipun mekanisme kerja tidak diketahui, Imiquimod berikatan dengan toll-like reseptor 7 yang peka rangsangan seperti yang telah ditunjuk untuk merangsang imunitas adaptif dan bawaan melalui produksi meia inflamasi seperti cytokines.45 pemberian sekali sehari Imiquimod 5 hari per minggu selama 6 minggu menghasilkan tingkat clearance histologis sekitar 82 % pada 12 minggu.46 Sebuah studi open-label saat ini menilai tingkat kekambuhan setelah lima tahun antara pasien dengan karsinoma sel basal superfisial yang diobati dengan regimen ini. Data sementara hasil follow-up menunjukkan bahwa 79% pasien yang secara klinis bebas dari penyakit pada 12 minggu setelah pengobatan tetap bebas dari penyakit pada 24 bulan setelahnya. Tingkat clearance histologis untuk tumor nodular kecil yang diobati dengan Imiquimod berkisar 4276%. 47,48 Ada tren yang menuju perbaikan clearance dengan peningkatan frekuensi dan durasi (minggu) dari penggunaan; namun, penggunaan dosis dua kali sehari sering dibatasi oleh terjadinya reaksi kulit lokal. Imiquimod tidak diindikasikan untuk tipe morphea, infiltratif, nodular, atau karsinoma sel basal yang rekuren atau untuk lesi di kepala. Terapi fotodinamik melibatkan administrasi agen photosensitisasi lokalisasi tumor dan yang selanjutnya aktivasi dengan cahaya tampak untuk menyebabkan
10

kerusakan yang selektif hanya pada tumor. aminolevulinate adalah pengobatan yang

49

Terapi fotodinamik dengan 5

efektif untuk karsinoma sel basal tipe

superfisial, dengan tingkat respon mulai dari 79 sampai 100%. Terapi fotodinamik menggunakan metil 5-aminolevulinate sebagai fotosensitizer yang dihasilkan dalam pembersihan sampai 91% dari lesi nodular, dengan cosmesis sangat baik atau baik.50 Hambatan utama untuk penggunaan diperluas dari jenis terapi adalah tingginya tingkat kekambuhan. Tingkat kekambuhan jangka pendek berkisar antara 6 sampai dengan 44%, tetapi tampaknya menurun dengan beberapa perawatan. Singkatnya, kami merekomendasikan operasi mikrografi Mohs untuk lesi yang beresiko paling tinggi, khususnya di lokasi di mana hemat jaringan sangat penting dan dalam klinis situasi di mana resiko tinggi terjadinya kekambuhan tidak dapat diterima. Beberapa faktor resiko didefinisikan oleh The National

Comprehensive Cancer Network sebagai terkait dengan resiko tinggi terjadinya kekambuhan.51faktor resiko yang klinisnya termasuk ukuran tumor > dari 2 cm; lokasi pada tumor kepala dan leher, khususnya bagian tengah wajah, kelopak mata, hidung, atau telinga; suatu tumor dengan batas kurang jelas; suatu tumor yang berulang; pernah diradioterapi sebelumnya; dan imunosupresi. faktor resiko secara gambaran patologis yang termasuk, antara lain: pola histologis pertumbuhan yang agresif (morphea, infiltratif, dan jenis basosquamous) dan invasi perineural Pada pasien yang terapinya adalah operasi, bedah eksisi memiliki tingkat kesembuhan tinggi untuk lesi pada leher, tubuh, dan lengan dan kaki, serta dipilih tumor di kepala yang berbatas baik. Kuret dan elektrodesikasi dan cryosurgery merupakan teknik yang hemat biaya dan tepat untuk lesi beresiko rendah namun bukan untuk lesi tipe morphea atau berulang. Radioterapi berguna untuk pasien dengan lesi yang tidak dapat dioperasi atau untuk pasien lanjut usia yang tidak bersedia untuk menjalani operasi. Ada data terbatas untuk mendukung penggunaan imiquimod di luar indikasi yang dinyatakan oleh Food and Drug Administration, yang saat ini mencegah penggunaannya dalam karsinoma sel basal resiko tinggi.

11

Terapi fotodinamik merupakan pengobatan lain yang menjanjikan hasil kosmetik yang sangat baik tetapi kurang optimal untuk tingkat kekambuhan jangka pendek. Rekomendasi ini mirip dengan yang diterbitkan dalam sebuah pernyataan konsensus oleh National Comprehensive Cancer Network pada tahun 2005.51Fluorouracil, topikal tazarotene, dan interferon alfa-2b intralesi, merupakan pilihan terapi yang tidak lazim. Pasien yang memiliki resiko tinggi karsinoma sel basal harus dirujuk ke ahli untuk pengobatan.

PENCEGAHAN Sebuah survei terbaru dari 300 orang putih dan Hispanik dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden akrab dengan karsinoma sel basal.52 Sebagian besar responden dilaporkan bahwa sumber utama informasi mereka adalah media.
52

Analisis liputan berita di Amerika antara tahun 1979 dan 2003

menunjukkan kurangnya perhatian yang relatif terhadap kanker kulit dan tindakan pencegahan.53 Kampanye media meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebutuhan untuk perlindungan dari sinar matahari, tetapi mereka menghasilkan hanya perubahan perilaku sementara.54 Sekitar 90% dari responden mengidentifikasi korelasi antara kanker kulit dan paparan sinar matahari, namun kurang dari setengah dilaporkan menerapkan tabir surya secara teratur.
52

Orang Australia Slip! Slop! Slap"dan Sun-

smart campaign telah merubah sikap dan perilaku mengenai perlindungan matahari dan kanker kulit dengan menyampaikan pesan yang konsisten dan berkesinambungan untuk lebih dari dua dekade.55Upaya ini telah mulai untuk mempengaruhi kejadian dan tren kematian. Penghindaran dari matahari dan perlindungan terhadap paparan sangat penting pencegahan tindakan terhadap karsinoma sel basal.
56

Meskipun tidak

ada percobaan acak telah menunjukkan efek dari penggunaan tabir surya pada kejadian karsinoma sel basal, percobaan acak telah menunjukkan efek perlindungan terhadap perkembangan actinic keratosis57 dan karsinoma sel skuamosa.
58

akhirnya,

The American Academy of Dermatologys Melanoma/Skin Cancer Screening Program telah melakukan lebih dari 1,4 juta masyarakat skrining gratis selama 20
12

tahun terakhir, namun bukti menunjukkan bahwa ditargetkan skrining kanker kulit lebih efektif.59

13

Anda mungkin juga menyukai