Anda di halaman 1dari 2

X. PEMBAHASAN 1.

Hasil Dari pelaksanaan praktikum, dihasilkan sediaan injeksi dalam bentuk ampul, mempunyai efek teraputik yaitu menggurangi gejala yang berhubungan dengan kelebihanhistamin yang biasanya mucul pada kondisi alergi. Hasil yang didapat berupa larutan jernih dan masing-masing botol ampul mempunyai volume 2 ml, sebanyak 3 ampul dengan PH sediaan 4. 2. Pembasan Pada prtikum ini praktikan membuat sediaan injeksi dalam bentuk ampul, dengan resep CTM 5 % diminta sebanyak 3 botol dengan volume masing-masing botol adalah 2 ml. Ampul adalah sediaan steril yang mempunyai volume kecil yang hanya dapat dipakai 1 kali. Komposisi dari bahan yang digunakan dalam resep ini, yaitu : a. Clorpeniramini maleat, sebagai zat aktif yang mempunyai efek teraupetik yaitumengurangi gejala yang berhubungan dengan berlebihan histamine yang biasanya muncul pada kondisi alergi. b. Carbo Adsorben, sebagai zat tambahan yang berfungsi sebagai penyerap phyrogen. Phyrogen adalah hasil metabolism dari suatu mikroorganisme dalam bentuk polisakarida yang mengandung N dan P, yang dalam jumlah tertentu bisa disuntikan langsung ke dalam tubuh dapat menimbulkan demam. c. Nace sebagai zat tambahan d. Aqua pro injection, sebagai zat tambahan yang berfungsi sebagai pelarut dari nace Pada pelaksanaan praktikum pembuatan sediaan steril maka harus menjaga segala sesuatu yang digunakan baik bahan dan alat agar tetap steril, untuk itu pertama dilakukan sebelum bekerja adalah membersihkan alat, kemudian alat dan bahan di sterilkan terlebih dahulu, dan untuk memperkecil kemumgkinan konstamina, maka praktikan diharuskan menggunakan alat pelindung sebelum masuk lab seperti jas lab, masker, penutup kepala, dan sarung tangan. Setelah alat dan bahan steril, bahan yang akan digunakan ditimbang terlebih dahulu sesuai penimbangan. Setelah bahan ditimbang, CTM dan Nace dilarutkan dengan Aqua pro injection dalam beaker glass di aduk hingga larut dan homogen, kemudian ditambahkan carbo adsorbens yang sebelumnya dipijarkan terlebih dahulu agar dapat

menyerap phyrogen pada sediaan yang dibuat, lalu di aduk selama 5-10 menit, setelah itu disaring dengan menggunakan corong dan kertas saring kedalam beaker glass. Sebelum dimasukan kedalam botol ampul dilakukan pengecekan PH dengan mengguakan indicator PH, PH yang di dapat yaitu 5 berartimasih masuk dari PH yang diketahui yaitu 4,0 - 5,0. Kemudian dimasukan kedalam 3 botol ampul dengan bantuan alat suntik, masing-masing 2 ml, lalu di tutu dengan menggunakan kartas alumunium foil. Sediaan yang praktikan dapatkan sudah jernih, namun masih ada serat-serat yang berasal dari kertas saringnya karena kertas saring yang digunakan seharunya lebih baik lagi, namun keterbtasan kelengkapan sehingga yang didapat hanya itu saja.

3. Kesimpulan dari hasil praktikum dan pembahasan diatas maka dapat di tarik kesimpulan : Syarat-syarat membuaat sediaan injeksi diantaranya : sediaan harus jernih, steril, bebas phyrogen, sedapat mungkin isotonis, dan stabil dalam penyimpanan. Sterilisasi untuk sediaan cair menggunakan autoklaf. Obat ini digunakan sebagai obat alergi dank arena sediaan ampul merupakn sediaan steril berarti termasuk obat keras, sehingga pada etiket dam brosur dicantumkan kalimat harus dengan resep dokter. Sediaan ampul ini mempunyai volume masing-masing 2 ml,sebanyak 3 botol dengan PH sediaan yang di dapat 5.

4. Saran Disarankan kepada praktikan, pada praktikum selanjutnya dapat lebih teliti dalam membuat sediaan dan diharapkan kepada pihak laboratorium guna melengkapipelatan praktikum agar dapat lebih menunjang jalannya praktikum selanjunya.