Anda di halaman 1dari 4

DIAGNOSA KEPERAWATAN a. Resiko penurunan curah jantung b.d defek stuktur b. Perubahan pertumbuhan dan perkembangan b.

d ketidakadekuatan oksigen dan nutrien pada jaringan; isolasi sosial c. Resiko tinggi infeksi b.d status fisik yang lemah

d. Perubahan proses keluarga b.d mempunyai anak dengan penyakit jantung e. Resiko tinggi cidera (kompikasi) b.d kondisi jantung dan terapi

INTERVENSI a. Mempertahankan curah jantung yang adekuat c. Observasi kualitas dan kekuatan denyut jantung, nadi perifer, warna, dan kehangatan kulit. Tegakkan derajat sianosis(sirkumonal, membran mukosa,clubbing) Monitor tanda-tanda CHF (gelisah, takikardi, tachypnea,sesak, mudah lelah, periorbital edema, oliguria, dan hematomegali) Kolaborasi pemberian di goxin sesuai order dengan menggunakan teknik pencegahan bahaya toksisitas. Berikan pengobatan intuk penurunan afterload Berikan diuretic sesuai indikasi

b. Mengurangi adanya peningkatan resistensi pembuluh paru Monitor kualitas dan irama pernafasan Atur posisi anak dengan posisi fowler Hindari anak dari orang yang terinfeksi Berikan istirahat yang cukup Berikan nutrisi yang optimal Berikan oksigen jika ada indikasi

Mempertahankan tingkat aktivitas yang adekuat Ijinkan anak untuk sering istirahat dan hindari gangguan pada saat tidur Anjurkan untuk melakukan permainan dan aktivitas ringan Bantu anak untuk memilih aktivitas yang sesuai dengan usia, kondisi, dan kemampuan anak Hindarkan suhu lingkungan yang terlalu panas atau terlalu dingin Hindarkan hal-hal yang menyebabkan ketakutan / kecemasan pada anak

d. Memberikan support untuk tumbuh kembang Kaji tingkat tumbuh kembang anak Berikan stimulasi tumbuh kembang, kreativitas bermain, game, nonton TV, puzzle, menggambar dan lain-lain sesuai kondisi dan usia anak Libatkan keluarga agar tetap memberikan stimulasi selama dirawat.

e. Mempertahankan pertumbuhan berat badan dan tinggi badan yang sesuai

Monitor tinggi badan dan berat badan, dokumentasikan dalam bentuk grafik untuk mengetahui kecendrungan pertumbuhan anak Timbang berat badan setiap haridengan timbangan yang sama dan waktu yang sama Catat intake dan output secara benar Berikan makanan dengan porsi kecil tapi sering untuk menghindari kelelahan pada saat makan Anak-anak yang mendapatkan diuretic biasanya sangat haus, oleh karena itu cairan tidak dibatasi

f.

Anak dengan tidak akan menunjukkan tanda-tanda infeksi Hindaari kontak dengan individu yamg terinfeksi Berikan istirahatyang adekuat Berikan kebutuhan nutrisi yang optimal

g. Memberikan support pada orang tua Ajarkan keluarga /orang tua untukmengekpresikan perasaannya karena memilili anak dengan kelainan jantung,mendiskusikan rencana pengobatan,dan memiliki peranan penting dalam keberhasilan pengobatan Eksplorasi perasaaan orang tua mengenai perasaan ketakutan,rasa

bersalah,berduka,dan perasaan tidak mampu Mengurangi ketakutan dan kecemasan orangtua dengan memeberikan informasi yang jelas Libatkan orang tua dalam perawatan anak selama di rumah sakit Memberikan dorongan kepada keluarga untuk melibatkan anggota keluarga lain dalam perawatan anak

HASIL YANG DIHARAPKAN 1. Anak akan menunjukkan tanda-tanda membaiknya curah jantung 2. Anak akan menunjukkan tanda-tanda tidak adanya peningkatan resistensi pembuluh paru 3. Anak akan mempertahankan tingkat aktivitas yang adekuat 4. Anak akan tumbuh sesuai dengan kurva pertumbuhan berat dan tinggi badan 5. Anak akan mempertahankan intake makanan dan minuman untuk mempertahankan berat badan dan menopang pertumbuhan 6. Anak tidak akan menunjukkan tanda-tanda infeksi 7. Orang tua akan mengekspresikan perasaannya akibat memiliki anak dengan kelainan jantung, mendiskusikan rencana pengobatan, dan memiliki keyakinan bahwa orang tua memiliki peranan penting dalam keberhasilan pengobatan.

ASPEK ETIK DAN LEGAL PERAWAT

Aspek legal dapat didefinisikan sebagai studi kelayakan yang mempermasalahkan keabsahan suatu tindakan ditinjau dan hukum yang berlaku di Indonesia. Asuhan keperawatan (askep) merupakan aspek legal bagi seorang perawat walaupun format model asuhan keperawatan di berbagai rumah sakit berbeda-beda. Aspek legal dikaitkan dengan dokumentasi keperawatan merupakan bukti tertulis terhadap tindakan yang sudah dilakukan sebagai bentuk asuhan keperawatan pada pasien / keluarga / kelompok / komunitas. Aspek legal etik keperawatannya adalah :

1. Accountability Perawat bertanggung jawab dan bertanggung gugat terhadap segala tindakan yang dilakukan. Pada semua kasus, perawat bertanggung jawab atas mulai dari proses pengkajian, membuat diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan hingga segala informasi mengenai asuhan keperawatan yang di lakukan, baik sebelum, saatdan pasca intervensi yaitu evaluasi.

2. Confidentiality Prinsip etika dasar yang menjamin kemandirian klien. Perawat menghindari pembicaraan mengenai kondisi klien dengan siapapun yang tidak secara langsung terlibat dalam perawatan klien. Perawat selelu menjaga kerahasiaan info yang berkaitan dengan kesehatan pasien termasuk info yang tertulis, verbal dsb.

3. Respect for autonomi( penentuan pilihan) Perawat yang mengikuti prinsip autonomi menghargai hak klien untuk mengambil keputusan sendiri. Dengan menghargai hak autonomi berarti perawat menyadari keunikan induvidu secara holistik Setiap individu harus memiliki kebebasan untuk memilih rencana mereka sendiri.

4. Beneficience( do good) Beneficence berarti melakukan yang baik. Perawat memiliki kewajiban untuk melakukan dengan baik, yaitu, mengimplemtasikan tindakan yang mengutungkan klien dan keluarga. Meningkatkan kesejahteraan klien dengan cara melindungi hak-hak klien.

5. Non-malefisience( do no harm/tidak membahayakan klien) Non Maleficence berarti tugas yang dilakukan perawat tidak menyebabkan bahaya bagi kliennya. Prinsip ini adalah prinsip dasar sebagaian besar kode etik keperawatan. Bahaya dapat berarti dengan sengaja membahayakan, resiko membahayakan, dan bahaya yang tidak disengaja. Kewajiban bagi perawat untuk tidak menimbulkan injury pada klien.

6. Justice ( perlakuan adil) Prinsip keadilan menuntut perlakuan terhadap orang lain yang adil dan memberikan apa yang menjadi kebutuhanan mereka. Ketika ada sumber untuk di berikan dalam perawatan, perawat

dapat mengalokasikan dalam cara pembagian yang adil umtuk setiap penerima atau bagaimana supaya kebutuhan paling besar dari apa yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup.

7. Fidelity (Setia) Prinsip kesetiaan menyatakan bahwa perawat harus memegang janji yang di buatnya kepada klien. Jadi, ketika seseorang jujur dan memegang janji yang di buatnya, rasa percaya yang sangat penting dalam hubungan perawat-klien akan terbentuk. Fidelity berarti setia terhadap kesepakatan dan tanggung jawab yang dimikili oleh seseorang perawat. Pada kasus , perawat harus memegang janji yang telah di bicarakan sebelumnya kepada klien.

8. Veracity (Kebenaran) Veracity mengacu pada mengatakan kebenaran. Prinsip mengatakan yang sebenarnya mengarahkan praktisi untuk menghindari melakukan kebohongan pada klien atau menipu merekan. Pada kasus, perawat harus berkata jujur.