Anda di halaman 1dari 4

DEEP VEIN TROMBOSIS PADA PENERBANGAN

Mengapa hal ini dapat terjadi? DVT terbentuk karena disebabkan sel-sel darah yang berkumpul sehingga membentuk gumpalan darah (trombus) di pembuluh darah vena besar. Bagian tubuh yang paling sering terserang DVT adalah kaki atau selangkangan. Karena kaki terletak paling bawah dari bagian tubuh kita, bila tidak ada pergerakan otot kaki yang membantu kerja pembuluh darah maka timbullah DVT tanpa kita sadari. Sampai anda merasakan adanya rasa nyeri dan bengkak di bagian kaki anda. Definisi Trombosis : tebentuknya bekuan darah dalam pembuluh darah. Trombosis vena dalam adalah suatu keadaan terjadinya gumpalan darah (trombus) pada pembuluh darah balik (vena) dalam di daerah tungkai bawah. Kondisi tersumbatnya aliran darah vena dalam/profunda.

Predileksi Kaki tungkai bawah dapat berkembang menjadi emboli

Faktor Risiko Operasi, trauma, keganasan, imobilisasi, sepsis, gagal jantung kongestif, sindroma nefrotik, obesitas, estrogen, kontrasepsi oral, varicosa vein, DVT sebelumnya, lesi

dinding vena poplitea, duduk lama (penerbangan jauh, duduk di bis terlalu lama) hiperkoagulasi, memperlambat aliran vena, kerusakan dinding vena triad virchow Etiologi 1. Cedera pada pembuluh darah balik Pembuluh darah balik dapat cedera selama terjadinya tindakan bedah, suntikan bahan yang mengiritasi pembuluh darah balik, atau kelainan-kelainan tertentu pada pembuluh darah balik. 2. Peningkatan kecenderungan terjadinya pembekuan darah Terdapat beberapa kelainan yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kecenderungan terjadinya pembekuan darah. Beberapa jenis kanker dan penggunaan kontrasepsi oral dapat memudahkan terjadinya pembekuan darah. Kadang-kadang pembekuan darah juga dapat terjadi setelah proses persalinan atau setelah tindakan operasi. Selain itu pembekuan darah juga mudah terjadi pada individu yang berusia tua, keadaan dehidrasi, dan pada individu yang merokok. 3. Melambatnya aliran darah pada pembuluh darah balik Hal ini dapat terjadi pada keadaan seperti perawatan lama di rumah sakit atau pada penerbangan jarak jauh. Pada keadaan-keadaan tersebut otot-otot pada daerah tungkai bawah tidak berkontraksi sehingga aliran darah dari kaki menuju ke jantung berkurang. Akibatnya aliran darah pada pembuluh darah balik melambat dan memudahkan terjadinya trombosis pada vena dalam. Gejala tanda Sebagian besar (>50%) asimptomatik Biasanya muncul dalam 24 jam pertama setelah take off Rasa panas di tungkai, kemerahan, nyeri Jika sdh menjadi emboli nyeri dada, sesak napas, fibrilasi atrial Jika penyumbatan terjadi pada arteri besar infark jaringan paru

Beberapa trombus dapat mengalami perbaikan spontan dan membentuk jaringan parut dapat merusak katup pembuluh vena

Gejala lanjut : terjadi perubahan warna kulit tungkai : kecoklatan. Karena sel darah merah akan keluar dari pembuluh darah balik yang bersangkutan dan mengumpul di bawah kulit rentan terhadap garukan, cidera ulkus

Diagnosis 1. Anamnesis Pemeriksaan fisik tanda dan gejala Pemeriksaan lab Ultrasonografi : Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara untuk membentuk gambaran aliran darah melalui pembuluh darah arteri dan pembuluh darah balik pada bagian tungkai yang terkena. 2. Tes D-Dimer. Pemeriksaan ini mengukur kadar D-Dimer dalam darah yang biasanya dikeluarkan ketika bekuan darah memecah. Sensitif tapi tidak spesifik Peningkatan D-dimer indikator adanya trombosis yang aktif 3. Venografi. Pemeriksaan ini merupakan suatu standar baku (gold standard) pada trombosis vena dalam. Pada pemeriksaan ini suatu kontras akan diinjeksikan ke dalam pembuluh darah balik, kemudian daerah tersebut akan dirntgen dengan sinar X. Jika pada hasil foto terdapat area pada pembuluh darah balik yang tidak terwarnai dengan kontras maka diagnosis trombosis vena dalam dapat ditegakkan. Terapi

Tujuan : mencegah pembentukan bekuan darah yang lebih besar, mencegah terjadinya emboli paru, mencegah terjadinya bekuan darah di masa yang akan datang.

Golongan antikoagulan : warfarin, heparin mencegah terjadinya gumpalan darah 1. Heparin

BM : 15000-18000 DVT akut : Intravena, dosis dewasa 30000-40000 unit dalam 24 jam Pilihan untuk wanita hamil Mekanisme : menghambat trombin, faktor Xa Untuk profilaksis : subkutan, dosis 5000 unit setiap 12 jam sblm operasi Efek samping : perdarahan 2. Warfarin

Mekanisme kerja : menghambat faktor VII, IX, X menghambat pembentukan trombin

Oral Dosis : hari I dan II 10 mg, 5 mg pada hari ke III Dosis pemeliharaan : 3-9 mg/hr Efek samping : perdarahan

Bagaimana menghindari atau mengurangi resiko DVT? Untuk menghindari atau mengurangi resiko DVT dengan gerakkan bagian-bagian tubuh secara teratur selama berkendaraan. Khususnya menggerakkan kaki, misalnya ke atas / ke bawah dengan tujuan untuk melatih otot betis. Gerakan ini berguna untuk melancarkan aliran darah di pembuluh darah vena pada bagian betis, sehingga penggunpalan darah di bagian tubuh kita bisa di cegah.

Anda mungkin juga menyukai