Anda di halaman 1dari 35

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pada usia prasekolah anak mengalami lompatan kemajuan yang menakjubkan.

Tidak hanya kemajuan fisik tetapi juga secara sosial dan emosional. Anak usia prasekolah ini sedang dalam proses awal pencarian jati dirinya. Beberapa prilaku yang dulunya tidak ada, sekarang muncul. Secara fisik dan psikis usia ini adalah usia yang rentan berbagai penyakit yang akan mudah menyerang anak usia ini dan menimbulkan masalah yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang jika kondisi kesehatan anak tidak ditangani secara baik oleh para praktisi kesehatan yang juga usaha-usaha pencegahan adalah usaha yang tetap paling baik dilakukan. Berkaitan dengan uraian diatas maka dalam makalah ini penulis menguraikan beberapa masalah kesehatan yang banyak dijumpai pada anak usia ini serta usaha pencegahan dan penanganannya terutama yang berkaitan dengan tindakan keperawatan dan menyangkut satu masalah yang paling menonjol sehingga muncul satu diagnosa keperawatan.

B. TUJUAN Penyusunan makalah ini bertujuan untuk : 1. 2. 3. Mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan anak usia prasekolah Mempelajari asuhan kerperawatan keluarga pada anak usia prasekolah Untuk menamba pengetahuan tentang asuhan keperawatan keluarga khusunya pada anak usia prasekolah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Keluarga 1. Friedman (1998) Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional serta individual memepunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga. 2. Sayekti (1994) Keluarga adalah suatu ikatan atau persekutuan hidup atas dasar perkawinan antara orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup bersama atau seorang laki-laki atau seorang perempuan yang sudah sendirian dengan atau tanpa anak, baik anaknya sendiri atau adopsi, dan tinggal dalamsebuah rumah tangga. 3. Burgess dan Locke (1992) Keluarga adalah unit sosial terkecil dari individu-individu yang diikat oleh perkawinan (suami-istri), darah atau adopsi (orang tua-anak), dan dalam kasus keluarga luas terlihat adanya nenek atau kakek dengan cucu.

B. Tahap tumbuh kembang anak usia prasekolah 1. Definisi tumbuh kembang pada anak a. Pertumbuhan (Growth) Berkembangan dengan perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu yang bisa diukur dengan ukuran berat (kg/gr) atau ukuran panjang (meter/centimeter)(Soetjiningsih : 1998). Perubahan ukuran atau nilai-nilai yang memberikan ukuran tertentu dalam kedewasaan. Menurut Whaley dan Wong, pertumbuhan sebagai suatu peningkatan jumlah atau ukuran sel tubuh yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan ukuran dan berat seluruh bagian tubuh (Supartini, Yupi : 2004). b. Perkembangan (Development) Menurut Whaley dan Wong, perkembangan menitik beratkan pada perubahan yang terjadi secara bertahap dari tingkat yang paling rendah ke tingkat yang paling tinggi dan kompleks melalui proses maturasi dan pembelajaran ( Supartini, Yupi: 2004).
2

Perkembangan adalah pertambahan kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih komleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil dari proses pematangan ( Soetjiningsih : 1998). 2. Pertumbuhan dan perkembangan anak prasekolah a. Pertumbuhan Beberapa aspek pertumbuhan fisik terus menjadi stabil dalam tahun prasekolah. Waktu rata-rata denyut jantung dan pernapasan menurun hanya sedikit mendekati 90x/menit dan pernapasan 22-24x/menit. TD meningkat sedikit ke nilai rata-rata 95/58mmH. Berat badan anak meningkat kira-kira 2,5 kg per tahun, berat rata-rata pada usia 5 tahun adalah kira-kira 21 kg, hampir 6 kali berat badan lahir. Prasekolah bertumbuh 2-3 inci per tahun, panjang mereka menjadi dua kali lipat panjang lahir pada usia 4 tahun,dan berada pada tinggi rata-rata 43 inci pada ulang tahun kelima mereka. Perpanjangan tungkai kaki menghasilkan penampilan yang lebih kurus. Kepala sudah mencapai 90% dari ukuran orang dewasa pada ulang tahun ke enam. Perbedaan kecil terjadi antara jenis kelamin, walaupun anak laki-laki sedikit lebih besar dengan lebih banyak otot dan kurang jaringan lemak. Kekurangan nutrisi umunya terjadi pada anakanak berusia dibawah 6 tahun adalah kekurangan vitamin A dan C serta zat besi. Konsumsi karbohidrat dan lemak dalam jumlah yang sangat besar dari makanan yang berlemak bisa menimbulkan kegemukan dan menjadikan anak prasekolah dalm kondisi sangat lapar. Orang tua dan penberi pelayanan perlu membuat asaha secara sadar untuk membantu anak prasekolah mengembangkan kebiasaan makan yang sehat dan mencegah defisiensi dan kelebihan. b. Perkembangan 1) Perkembangan psikoseksual ( Sigmund Freud ) Fase berkembangan psikoseksual untuk anak usia sekolah masuk pada fase falik. Selama fase ini, genitalia menjadi area yang menarik dan area tubuh yang sensitif. Anak mulai mengetahui perbedaan jenis kelamin dengan mengetahui adanya perbedaan jenis kelamin. Negatif : Memegang genetalia Positif : Egosentris: sosial interaksi

2) Perkembangan psikososial ( Eric Ericson ) Fase perkembangan psikososial pada anak usia prasekolah adalah inisiatf vs rasa bersalah. Perkembangan ini diperoleh dengan cara mengkaji lingkungan melalui kemampuan bereksplorasi terhadap lingkungannya. Anak belajar mengendalikan diri dan memanipulasi lingkungan. Inisiatif berkembang dengan teman sekelilingnya. Kemampuan anak berbahasa meningkat. Anak mulai menuntut untuk melakukan tugas. Hasil akhir yang diperoleh adalah menghasilkan suatu prestasinya. Perasaan bersalah akan timbul pada anak jika anak tidak mampu berpretasi. Rasa bersalah dapat menyebabkan anak kurang bersosialisasi, lebih marah, mengalami regresi, yaitu kembali ke perkembangan sebelumnya, misalnya mengompol dan menghisap jempol. 3) Perkembangan kognitif ( Jean Piaget ) Fase berkembangan kognitif anak usia prasekolah adalah fase praoperasional. Karakteristik utama perkembangan intelektual tahap ini didasari sifat egosentris. Pemikiran di dominasi oleh apa yang dilihat, dirasakan dan dengan pengalaman lainnya. Fase ini dibagi menjadi 2 yaitu: a) Prokonseptual ( 2- 4 tahun ) Anak mengembangkan kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bermasyarakat. Anak mulai mengembangkan sebab-akibat, trial dan error dan menginterpretasikan benda/kejadian. Anak mulai menggunakan sinbulkata-kata, mengingat masa lalu, sekarang dan yang akan datang. b). Intuitive thuoght ( 4-7 tahun ) Anak mampu bermasyarakat namun masih belum mampu berpikir timbal balik. Anak biasanya banyak meniru perilaku orangdewasa tetapi sudah bisa memberi alasan pada tindakan yang dilakukan.

C. Tugas perkembangan anak usia prasekolah 1. Personal / sosial a. Upaya untuk menciptakan diri sendiri seperti orang tuanya, tetapi mandiri b. Menggali lingkungan atas hasil prakarsanya c. Membanggakan, mempunyai perasaan yang tidak dapat dirusak
4

d. Keluarga merupakan kelompok utama e. Kelompok meningkat kepentingannya f. Menerima peran sesuai jenis kelaminnya g. Agresif h. Motorik 1) Meningkatnya kemampuan bergerak dan koordinasi jadi lebih mudah 2) Mengendarai sepeda dengan dua atau tiga 3) Melempar bola, tetapi silit uintuk menangkapnya i. Bahasa dan kognitif 1) Egosentrik 2) Ketrampilan bahsa makin baik 3) Mengajukan banyak pertanyaan; bagaimana, apa, dan mengapa? 4) Pemecahan masalah sedarhana; menggunakan fantasi untuk memahami, mengatasi masalah. j. Ketakutan 1) Pengrusakan diri 2) Dikebiri 3) Gelap 4) Ketidaktahuan 5) Objek bayangan, tak dikenal. D. Tugas perkembangan keluarga dengan anak usia prasekolah 1. Membantu anak untuk bersosialisasi 2. Beradaptasi dengan anak yang baru lahir sementara kebutuhan anak yang lain (tua) juga harus dipenuhi. 3. Mempertahankan hubungan yang sehat baik di dalam atau luar keluarga (keluarga lain dan lingkungan sekitar) 4. Pembagian waktu untuk individu, pasangan dan anak 5. Pembagian tanggung jawab anggota keluarga 6. Merencanakan kegiatan dan waktu untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak.

E. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang Pola pertumbuhan dan perkembangan secara normal antara anak yang satu dengan yang lainnya pada akhirnya tidak selalu sama, karena dipengaruhi oleh interaksi banyak faktor. Menurut Soetjiningsih (2002), faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang, yaitu: 1. Faktor dalam (internal): a. Genetika o Perbedaan ras, etnis, atau bangsa Tinggi badan orang Eropa akan berbeda dengan orang Indonesiaatau bangsa lainnya, dengan demikian postur tubuh tiap bangsa berlainan. o Keluarga Ada keluarga yang cenderung mempunyai tubuh gemuk atau perawakan pendek o Umur Masa prenatal, masa bayi, dan masa remaja merupakan tahap yang mengalami pertumbuhan cepat dibandingkan dengan masa lainnya. o Jenis kelamin Wanita akan mengalami pubertas lebih dahulu dibandingkan laki-laki o Kelainan kromosom Dapat menyebabkan kegagalan pertumbuhan, misalnya sindrom down. b. Pengaruh hormon Pengaruh hormon sudah terjadi sejak masa prenatal, yaitu saat janin berumur empat bulan. Pada saat itu terjadi pertumbuhan yang cepat. Hormon yang berpengaruh terutama adalah hormon pertumbuhan somatotropin yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitari. Selain itukelenjar tiroid juga menghasilkan kelenjar tiroksin yang berguna untuk metabolisme serta maturasi tulang, gigi, dan otak. 2. Faktor lingkungan Faktor kelompok yang dapat berpengaruh dikelompokkan menjadi tiga, yaitu pranatal, kelahiran, dan pascanatal. a. Faktor pranatal Gizi, nutrisi ibu hamil akan mempengaruhi pertumbuhan janin, terutama selama trimester akhir kehamilan

Mekanis, posisi janin yang abnormal dalam kandungan dapat menyebabkan kelainan conginetal, misalnya club foot Toksin, zat kimia, radiasi Kelainan endokrin Infeksi TORCH atau penyakit menular sesksual Kelainan imunologi Psikologis ibu b. Faktor kelahiran Riwayat kelahiran dengan vakum ekstraksi atau forcep dapat menyebabkan trauma kepala pada bayi sehingga beresiko terjadinya kerusakan jaringan otak. c. Faktor pascanatal Seperti lainnya pada masa prenatal, faktor yang berpengaruh terhadap TUMBANG anak adalah gizi, penyakit kronis/ kelainan konginetal, lingkungan fisik dan kimia, psikologis, endokrin, sosioekonomi, lingkungan pengasuhan, stimulasi, dan obat-obatan.

BAB III TINJAUAN KASUS

Kasus : Tn.R dan Ny.A masing masing berusia 26 tahun dan 24 tahun,memiliki seorang putri bernama An.D berusia 5 tahun dan seorang putra bernama An.T berusia 4 bulan.tipe keluarga Tn.R adalah keluarga inti yang terdiri dari ayah,ibu dan 2 oarng anak.pada saat pengkajian secara umum kondisi anggota keluarga dalam keadaan sehat. Pada usia memasuki 4 bulan,An.D pernah memiliki riwayat penyakit diare, kmudian DBD sehingga harus dirawat inap d puskesmas selama 12 hari.pada saat An.D berusia 2,5 tahun ,anak kembali dirawat di puskesmas selama 23 hari,tetapi karena tidak sembuh sembuh sehingga orang tua membawa ke dokter praktek dan dokter mendiagnosis anak mengalami radang yang menyebabkan anak panas.setelah usia 4 tahun,hingga sekarang(5 tahun),klien tidak pernah kambuh lagi,namun demikian orang tua tetap khawatir kondisi anaknya memburuk lagi. Riwayat imunisasi An.D lengkap.pada saat ini An.D bersekolah di TK 0 kecil.orang tua mengatakan klien sangat hiperaktif layaknya anak seusianya,suka bermain sepeda meskipun kadang dilarang oleh ibunya.orang tua juga mengatakan An.D malas makan dikarenakan sering mengkonsumsi jajanan. A. Pengkajian 1. Data umum a. Identitas kepala keluarga Nama KK Umur Alamat Pekerjaan KK Pendidikan : Tn.R : 26 tahun : RT 01 RW 01 Ds. Ntori kec. Wawo : supir : SMA

b. Komposisi keluarga 1). Istri Nama Umur Pekerjaan 2). Anak


8

: Ny. A : 24 tahun

Pendidikan : SMA : Wiraswasta

Na Nama No

JK Hubungan Umur Pendidikan Status imunisasi dgn KK BCG Polio DPT Hepatitis Campak 5 thn TK 0 kecil

Ket

1.

An.D Pr

Anak kandung

Saat ini/saat pengkajian anak dalam keadaan sehat

2. An. T Lk Anak kandung 4 bln Saat ini/saat pengkajian anak dalam keadaan sehat

c. Genogram

keterangan:
= laki - laki = klien

= perempuan

: tinggal serumah Tn.A adalah anak ke 2 dari 4 bersaudara dan ny.A adalah anak pertama dari 2

bersaudara.mereka mempunyai 2 orang anak yaitu An.D yang sekarang berusia 5 tahun Dan An.T yang masih berusia 4 bulan.

d. Tipe keluarga : Tradisional Nuclear, yaitu terdiri dari bapak, ibu, dan anak (2 orang), keluarga termasuk dalam keluarga sejahtera tahap 2. e. Suku/Bangsa : Tn. R dan Ny. A sama-sama berasal dari suku bima. Mereka bisa menerima kebiaasaan mereka satu sama lain dan mempunyai kebiasaan yang hampir sama jadi tidak ada kesulitan-kesulitan yang mereka rasakan terhadap perbedaan. f. Agama : Agama yang dianut oleh keluarga Tn. R adalah agama Islam. Keluarga Tn. B biasa melaksanakan shalat 5 waktu di rumah keluarga. g. Status Sosial Ekonomi 1). Penghasilan Keluarga penghasilan keluarga Rp.1.000.000,- perbulan yang didapat dari hasil menyupir oleh Tn.R dan usaha dagang oleh Ny. A. 2). Pemanfaatan Dana Keluarga Penghasilan keluarga selain untuk membiayai hidup sehari-hari juga untuk membantu membiayai kuliah adik sang istri. 3). Sosial keluarga Dengan penghasilan yang didapat,kebutuhan keluarga terpenuhi. 4). Aktifitas rekreasi keluarga Keluarga menjadikan hari minggu sebagai hari santai dan berekreasi ke kebun. .Agama adalah sumber kekuatan

10

2. Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga a. Tahap Perkembangan Keluarga saat ini Tahap perkembangan keluarga yaitu keluarga dengan anak prasekolah karena usia anak tertua pada keluarga Tn. A adalah 5 tahun. b. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi adalah Keluarga dengan anak sekolah, Keluarga dengan anak remaja, Keluarga dengan anak dewasa (pelepasan), Keluarga usia pertengahan, Keluarga usia lanjut karena keluarga belum melewati tahapan-tahapan tersebut. c. Riwayat Keluarga inti Dalam keluarga, tidak ada riwayat penyakit menular, menahun dan menurun. Riwayat kesehatan masing masing anggota keluarga adalah sebagai berikut: 1). Kepala keluarga Tidak ada riwayat sakit yang mengharuskan untuk dirawat inap di rumah sakit. 2). istri Orang tua ( ibu ) mempunyai riwayat penyakit malaria, tetapi tidak pernah dirawat di rumah sakit, hanya berobat di puskesmas. 3). Anak D (anak ke I) Klien pernah mempunyai riwayat penyakit DBD kemudian diare pada saat usia mulai memasuki 4 bulan dikarenakan berhenti minum ASI dan disambung minum susu formula hingga harus dirawat inap di puskesmas selama 12 hari. Pada usia 2,5 anak pernah kambuh kembali dan dirawat di puskesmas, tetapi karena anak tidak sembuh sembuh sehingga orang tua cemas dan membawa ke dokter praktek dan dokter mendiagnosis anak mengalami radang yang menyebabkan anak panas. Setelah usia 4 tahun hingga sekarang ( 5 tahun ) klien tidak pernah kambuh lagi penyakit tersebut. 4). Anak T (anak ke 2) Tidak ada riwayat sakit yang mengharuskan klien untuk berobat dan rawat inap di Rumah Sakit. d. Riwayat Kesehatan Keluarga Sebelumnya Tn. R mengatakan tidak mempunyai penyakit keturunan . Saat dikaji Tn.R dalam keadaan sehat.Begitupun dengan Ny.A saat didata dalam keadaan sehat.
11

An.D saat dilakukan pengkajian dalam keadaan sehat, namun pernah memiliki riwayat dirawat di puskesmas dengan diagnose diare dikarenakan Ny.A mengganti ASI dengan susu formula . Keluarga mengatakan anak mendapat perawatan di puskesmas kurang lebih 23 hari.anak sering kambuh dengan penyakit tersebut sampai anak berumur 3 tahun. e. Kebiasaan diet Pola makan keluarga Tn. R sehari-harinya 2 kali sehari dengan komposisi makanan nasi, tahu/ tempe, kadangkadang dengan sayur. Keluarga Tn. R jarang makan ikan sebab harga ikan cukup mahal baginya. An. D malas makan dikarenakan lebih senang bermain sehingga lupa untuk makan dan lebih memilih jajan. f. Kebiasaan istirahat tidur Waktu Tidur Anggota Keluarga Tn R Ny. A An. D An. T Siang 11.00-13.00 Malam 22.00-05.00 22.00-05.00 21.00-06.30 20.00-05.30

3. Lingkungan a. Karakteristik rumah Luas rumah yang ditempati 24 meter/kubik (lebar , panjang ) terdiri dari ruang tamu, ruang tengah, ruang keluarga, 4 kamar tidur,dapur, kamar mandi dan WC. Tipe bangunan adalah permanen. Keadaan lantai terbuat dari plaster, penerangan/cahaya cukup, sinar matahari masuk melalui jendela dan ventilasi. Sumber air minum yang digunakan dari sumur. Air yang digunakan untuk air minum juga dari sumur. WC-nya tidak memiliki septik tank (WC cemplung). Status rumah adalah milik pribadi. Ventilasi rumah cukup, atap rumah terbuat dari seng. Penerangan pada malam hari menggunakan listrik, cara memasak makanan dan air minum menggunakan kompor. Tempat pembuangan sampah dipekarangan rumah kemudian dibakar. Keadaan halaman rumah banyak ditumbuhi rumput .

12

b. Karakteristik tetangga dan komunitas RW Jarak rumah dengan tetangga berdekatan. Hubungan keluarga Tn. R dengan tetangga sangat baik. Selain itu Ny. N juga aktif dalam kegiatan arisan dengan tetangga. Sebagian besar komunitas RW adalah warga pendatang yang umumnya berprofesi sebagai pegawai negeri atau swasta. Sedangkan sarana transportasi yang digunakan oleh warga adalah ojek, motor . c. Mobilitas geografis Keluarga Keluarga ini tidak pernah berpindah tempat tinggal sejak menikah.Tn.R bekerja dari pagi sampai jam 16.00 wita sebagai supir.Sedangkan Ny.A membantu suaminya berjualan. d. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat Keluarga ini rajin melakukan ibadah sholat, ibu sering mengikuti pengajian. Anaknya juga rajin mengaji.

e. Sistem pendukung keluarga Saudara dan khususnya orang tua merupakan pendukung dalam pembentukan keluarga dan dalam pemecahan masalah.

4. Struktur Keluarga a. Pola Komunikasi Keluarga Keluarga mengatakan komunikasi dilakukan secara diskusi untuk menyelesaikan masalah anaknya.Namun terkadang Ny.A menegur dengan keras apabila anaknya tidak mau sekolah dan bermain sepeda dijalan. Bahasa yang digunakan orang tua dalam berkomunikasi kepada anak memakai bahasa khas bima, kadang bahasa indonesia. b. Struktur Kekuatan Keluarga Tn.R bertanggung jawab berperan sebagai kepala keluarga yang harus bertanggung jawab terhadap keluarga.Ny.A berperan sebagai ibu rumah tangga yang juga mengurus anak-anaknya. c. Struktur Peran ( formal/informal) 1) Tn. R a) b) Formal Informal : Menjadi kepala keluarga, suami, ayah dan menantu. :Sebagai anggota masyarakat, mencari nafkah dengan pekerjaan menjadi supir mobil.
13

2)

Ny. A a) b) Formal Informal : Sebagai ibu rumah tangga, istri, dan anak. : Masih aktif menjadi anggota masyarakat, sering mengikuti acara pengajian ibu ibu di lingkungan tempat tinggal.

3) a) b) 4) a) b)

An. D Formal : Sebagai anak, kakak, dan cucu

Informal : Sebagai siswa TK, murid dalam mengaji. An. T Formal Informal : Sebagai anak, adik, dan cucu. : Belum ada.

d. Nilai dan Norma Keluarga Nilai dan norma yang berlaku di keluarga menyesuaikan dengan nilai agama yang di anut dan norma yang berlaku dilingkungannya.

5. Fungsi Keluarga a. Fungsi afektif Tn.R dan Ny.A selalu memberikan teguran apabila anaknya melakukan kesalahan. b. Fungsi sosial Keluarga selalu mengajarkan pada anak cara menghargai orang yang lebih tua dari dia,seperti cara memanggil kakak, paman, bibi, tante, dan teman sebayanya. Baik di lingkungan tempat tinggal maupun di sekolah. c. Fungsi perawatan kesehatan Orang tua / keluarga selalu membawa anak ke pelayanan kesehatan atau puskesmas, jika anak mengalami panas tinggi, karena menurut orang tua anak mempunyai riwayat demam berdarah. d. Fungsi reproduksi Keluarga sudah memiliki 2 orang anak. Anak pertama perempuan berusia 5 tahun, sedangkan anak kedua laki-laki berusia 4 bulan. Ny.A mengatakan menggunakan KB,yang awalnya menggunakan KB jenis pil namun karena tidak cocok diganti dengan KB jenis implant sampai saat ini. e. Fungsi ekonomi Menurut pengakuan keluarga, penghasilan saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan dapat sedikit membantu kebutuhan kuliah adiknya.

14

6. Stress dan Koping Keluarga a. Stressor jangka pendek dan jangka panjang 1) Jangka pendek Orang tua selalu waspada setiap saat untuk mencegah agar anaknya tidak mengalami kekambuhan penyakitnya seperti yang pernah dialami sebelumnya. 2) Jangka panjang Keluarga ingin memasukkan anaknya ke les privat bahasa inggris, tetapi keluarga masih mengumpulkan biaya. b.Kemampuan berespon terhadap situasi/stressor Keluarga selalu berantisipasi khususnya pada kesehatan anaknya, karena takut penyakit yang pernah diderita anaknya masa lalu dapat kambuh kembali. c. Strategi koping yang digunakan Jika anaknya sakit, orang tua selalu membawa anaknya ke puskesmas. Dan jika ada masalah dalam keluarga suami dan istri selalu mendiskusikan masalah tanpa melibatkan anak-anak. d. Strategi adaptasi disfungsional Ny. A sering menegur dan melarang anaknya karena anaknya selalu ingin bermain sepeda di jalan raya.

7. Pemeriksaan Fisik a. Vital sign 1) Tn. R TD ND RR S 2) Ny. A TD RR S 3) An. D ND : 94x/m


15

: 120/70 mmHg : 86 x/m : 20 x/m : 37C

:100/60mmHg

ND :72x/m :20x/m :37 C

S RR 4) An. T ND S RR b. Head to toe

: 36,5 C : 22x/m

: 96x/m : 36 C : 24x/m

1) Tn.R (kepala keluarga) a) Kepala Rambut dan kulit kepala (Inspeksi)rambut ikal,kulit bersih Mata: (Inspeksi)kudua mata simetris,konjungtiva tidak pucat,sclera tidak icterik. (Palpasi):tidak ada nyeri tekan,tekanan bola mata tidak tinggi. Hidung : (Inspeksi) hidung simetris,tidak ada secret,tidak ada korpal,tidak ada pembesaran polip,(Palpasi) tidak ada nyeri tekan Mulut dan faring : (Inspeksi) tidak ada stomatis,tidak ada karies gigi,tidak ada gigi palsu,tidak ada faringitis,lidah tidak kotor.(Palpasi) lidah teraba lunak,tidak ada nyeri tekan. Telinga : (Inspeksi)kedua telinga simetris,tidak ada korpal.(Palpasi) tidak ada nyeri tekan. b) Leher (Inspeksi) :tidak ada sikatrik,tidak ada nodul (Palpasi) :tidak ada pembesaran vena jugularis dan kelenjar tiroid. c) Dada (Inspeksi) :bentuk normochest,tidak ada nodul tidak ada sikatrik. (Palpasi) :tidak ada nyeri tekan,tidak ada fraktur pada tulang iga (Perkusi) :terdengar resonan pada paru dan redup pada jantung. (Auskultasi) :terdengar vesikuler d) Abdomen (Inspeksi) tidak ada nodul,tidak acites. (Auskultasi) :suara peristaltic terdengar (Perkusi) :terdengar timpani pada usus,dan redup pada hati dan ginjal. (Palpasi) :tidak ada nyeri tekan,tidak ada pembesaran hati dan limpa.

16

e) Ekstermitas (Inspeksi) :anggota gerak lengkap,tidak ada luka,bekas jahitan,tidak ada kelainan pada jari tangan dan kaki. (Palpasi) :tidak ada nyeri tekan,tidak ada fraktur.

2) Ny A a) Kepala Rambut dan kulit kepala : (Inspeksi) Rambut lurus,tidak ada uban,kulit bersih. Mata : (Inspeksi) kedua mata simetris,konjungtiva tidak pucat,sclera tidak icterik. (Palpasi) tidak ada nyeri tekan,tekanan bola mata tidak tinggi. Hidung : (Inspeksi ) hidung simetris, tidak ada secret, tidak ada korpal, tidak ada pembesaran polip.. (Palpasi) tidak ada nyeri tekan. Mulut dan Faring : (Inspeksi) tidak ada stomatitis, tidak ada caries gigi, tidak ada gigi palsu, tidak ada faringitis, lidah tidak kotor. (Palpasi) lidah teraba lunak, tidak ada nyeri tekan. Telinga : (Inspeksi) kedua telinga simetris, tidak ada korpal. (Palpasi) tidak ada nyeri tekan. b) Leher (Inspeksi) : tidak ada sikartrik, tidak ada nodul. (Palpasi) : tidak ada pembesaran vena jugularis dan kelenjar tiroid. c) Dada (Inspeksi) : bentuk normochest, tidak ada nodul,tidak ada sikatrik. (Palpasi) : tidak ada nyeri tekan, tidak ada fraktur pada tulang iga. (Perkusi) : terdengar resonan pada paru dan redup pada jantung. (Auskultasi) : terdengar vesikuler. d) Abdomen (Inspeksi) : tidak ada nodul, tidak acites. (Auskultasi) : suara peristaltic terdengar 25x/menit (Perkusi) : terdengar tympani pada usus, dan redup pada hati dan ginjal. (Palpasi) : tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembesaran hati dan ginjal.

e) Ekstremitas (Inspeksi) : anggota gerak lengkap, tidak ada luka, bekas jahitan, tidak ada kelainan pada jari tangan dan kaki.
17

(Palpasi) : tidak ada nyeri tekan, tidak ada fraktur. 3) An. D a) Kepala Rambut dan Kulit kepala : (Inspeksi) rambut lurus, kulit bersih. Mata : (Inspeksi) kedua mata simetris, konjungtiva tidak pucat, sclera tidak ikterik.. (Palpasi) tidak ada nyeri tekan, tekanan bola mata tidak tinggi. Hidung : (Inspeksi ) hidung simetris, tidak ada secret, tidak ada pembesaran polip. (Palpasi) tidak ada nyeri tekan. Mulut dan Faring : (Inspeksi) tidak ada stomatitis, tidak ada caries gigi, tidak ada gigi palsu, tidak ada faringitis, lidah tidak kotor.. (Palpasi) lidah teraba lunak, tidak ada nyeri tekan. Telinga : (Inspeksi) kedua telinga simetris, tidak ada korpal. (Palpasi) tidak ada nyeri tekan. b) Leher (Inspeksi) : tidak ada nodul. (Palpasi) : tidak ada pembesaran vena jugularis dan kelenjar tiroid. c) Dada (Inspeksi) : bentuk normochest, tidak ad nodul, tidak sikatrik. (Palpasi) : tidak ada nyeri tekan, tidak ada fraktur pada tulang iga. (Perkusi) : terdengar resonan pada paru dan redup pada jantung (Auskultasi) : terdengar vesikuler. d) Abdomen (Inspeksi) : tidak ada nodul, tidak acites. (Auskultasi) : suara peristaltic terdengar 25x/menit (Perkusi) : terdengar tympani pada usus, dan redup pada hati dan ginjal. (Palpasi) : tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembesaran hati dan ginjal. e) Ekstremitas (Inspeksi) : anggota gerak lengkap, tidak ada luka, bekas jahitan, tidak ada kelainan pada jari tangan dan kaki. (Palpasi) : tidak ada nyeri tekan, tidak ada fraktur. Berat badan klien 16 kg dan tinggi badan 110 cm. 4) An. T a) Kepala Rambut dan Kulit kepala : (Inspeksi )rambut lurus, kulit bersih.
18

Mata : (Inspeksi) kedua mata simetris, konjungtiva tidak pucat, sclera tidak ikterik. Hidung : (Inspeksi) hidung simetris, tidak ada secret, tidak ada korpal, tidak ada pembesaran polip. Mulut dan Faring : (Inspeksi) tidak ada stomatitis, tidak ada caries gigi, tidak ada gigi palsu, tidak ada faringitis, lidah tidak kotor. Telinga : (Inspeksi) kedua telinga simetris, tidak ada korpal. b) Leher (Inspeksi) : tidak ada sikatrik, tidak ada nodul. (Palpasi) : tidak ada pembesaran vena jugularis dan kelenjar tiroid. c) Dada (Inspeksi) : bentuk normochest, tidak ada nodul. d) Abdomen (Inspeksi) : tidak ada nodul, tidak acites. (Auskultasi) : suara peristaltic terdengar 5x/menit (Perkusi) : terdengar tympani pada usus, dan redup pada hati dan ginjal. e) Ekstremitas Inspeksi : anggota gerak lengkap, tidak ada luka, bekas jahitan, tidak ada kelainan pada jari tangan dan kaki.

8. Harapan Keluarga a. Persepsi Terhadap Masalah Keluarga memandang masalah sebagai sesuatu yang wajar dalam sebuah rumah tangga, namun dalam kesehatan anak, keluarga sangat memperhatikan hal tersebut. Keluarga mengerti perubahan kesehatan anak misalnya anak panas tinggi karena menurut keluarga anak pernah menderita sakit DBD. Jadi keluarga selalu waspada. b. Harapan Terhadap Masalah Tn. R dan Ny. A menginginkan agar kesehatan anaknya tetap terjaga dan sehingga anaknya tidak kambuh dengan penyakit yang pernah diderita, dan anaknya dapat tumbuh kembang dengan yang diharapkan.

9. Pengkajian Fokus a. Stimulasi yang diberikan oleh keluarga terhadap anak Ny.A memberikan stimulus pada An.D dengan memperingatkan waktu sesuai jam dan kegiatan yang telah diberikan agar bisa dibiasakan dalam kebiasaan sehari19

hari. Orang tua memberikan gambar-gambar, angka dan huruf huruf yang ditempel di dinding untuk belajar anak, serta di belikan sepeda, anak sudah dapat mengendarainya. b. Sudahkan anak mengikuti Play Group An.D tidak mengikuti play group dan langsung dimasukkan di taman kanakkanak (TK). c. waktu dimiliki orang tua untuk berkumpul dengan anak Ny. A selalu memiliki waktu dengan anaknya/selalu bersama dengan anaknya, kecuali Tn R hanya memiliki waktu setelah pulang dari kerja jam 16.00 hingga pagi sampai anaknya berangkat ke sekolah. d. orang yang setiap hari bersama anak Yang setiap hari mendampingi anak yaitu orang tua dan tidak pernah menitipkan anak pada orang lain ataupun memiliki pengasuh selain orang tua. e. Kemampuan yang telah dimiliki anak saat ini 1) Personal / sosial a) Anak sering meniru meniru gaya seperti ibunya seperti berdandan, b) Sering ikut ikut ibunya saat mencuci piring atau baju, c) Selalu mengikuti perintah yang diberikan oleh ayah dan ibunya, d) Mudah akrab dengan semua orang, baik yang sudah dikenal maupun yang baru dikenalnya. 2) Motorik a) Motorik kasar (1) Anak sudah dapat mengendarai sepeda roda dua (2) Dapat melompati benda yang agak tinggi (3) Anak dapat melempar bola b) Motorik halus (1) Anak bisa menggambar bentuk orang, (2) Dapat memakai baju dan celana sendiri (3) Anak dapat menulis angka 1-10 (4) Anak dapat mengenal dan menghafal abjad 3) Bahasa dan Kognitif a) Ketrampilan bahasa sudah bagus b) Sering bertanya pada ibunya khususnya saat melihat ibu sedang memasak, c) Anak lebih sering berteriak jika dia tidak bisa melakukan sesuatu, d) Anak sudah bisa mengenal warna,
20

4) Ketakutan Anak trauma atau menangis jika melihat orang jatuh atau kecelakaan, karena anak pernah mengalami hal tersebut. f. harapan keluarga saat ini Orang tua menginginkan anaknya bisa masuk ke les privat bahasa inggris, tetapi keluarga masih mengumpulkan biaya.

21

10.

Analisa Data

Simptom

Masalah

Penyebab

DS:

kecemasan

Ketidakmampuan perawatan

keluarga pada

Pasien (orang tua) mengatakan orang

tua memberi

mencemaskan kekambuhan penyakit (keluarga) anaknya. Jika anak panas langsung tinggi, ibu

perubahan yang akan terjadi pada status kesehatan anaknya

mengatakan

membawa

anaknya ke puskesmas. DO : Pasien berantusias (orang dalam tua) nampak

menanggapi

keadaan kesehatan anaknya.

DS :

Resiko

ketidakmampuan

keluarga

Ny. A mengatakan kalau An. D terjadinya nafsu makannya kadang menjadi gangguan berkurang kebutuhan

mengenal masalah nutrisi yang dibutuhkan prasekolah pada anak

Ny. A mengatakan An. D suka nutrisi jajan makanan ringan kurang dari

Ny. A mengatakan nutrisi adalah kebutuhan makanan yang kita makan sehari- tubuh pada hari DO An. D

An.D Tampak malas makan DS Resiko Ketidakmampuan keluarga

Ny A mengatakan anaknya suka cedera fisik memodifikasi lingkungan yang bermain sepeda pada anak aman untuk anak prasekolah
22

Ny A mengatakan anak susah dilarang jika ingin bersepeda di jalanan

Ny A mengatakan anak suka mengikuti ibu saat memasak, dan anak suka menggunakan alat dapur

DO An D sudah dapat mengendarai sepeda sendiri Tempat kerja Ny A dekat dengan jalan raya Tidak terdapat pembatas atau pagar di depan rumah

11.

Skoring

a. Kecemasan orang tua berhubungan dengan kitidakmampuan keluarga memberi perawatan pada perubahan yang akan terjadi pada status kesehatan anaknya No 1. Kriteria Sifat masalah Skala: Krisis 2. Kemungkinan masalah 2/2 x 2 = 2 dapat diubah Skala : Mudah 2 Perhitungan 2/3 x 1 = 2/3 Skor 2/3 Pembenaran Keluarga mencemaskan tentang kekambuhan penyakit anak namun tidak menjadi masalah keluarga Kecemasan menghilang klien jika tidak dapat terlalu

memfokuskan masalah, keluarga akan membawa anaknya ke

puskesmas jika terjadi perubahan kesehatan tinggi) pada anaknya(panas

23

3.

Potensial dapat dicegah Skala : Cukup

masalah 2/3 x 1= 2/3

2/3

Masalah

yang

dialami

dapat

dicegah atau diatasi oleh klien, dan keluarga Nampak antusias dalam menanggapi kesehatan anaknya.

4.

Menonjolnya masalah Skala : Masalah ada tetapi

1/2 x 1 = 1/2

1/2

Kebiasaan

dalam

mengatasi

masalah, menyebabkan masalah tidak dianggap serius. Keluarga mencemaskan anaknya. = 3 5/6 kekambuhan

tidak perlu ditangani

b. Resiko terjadinya gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada An. D b/d ketidakmampuan keluarga mengenali masalah nutrisi yang dibutuhkan pada anak prasekolah. No. 1. Perhitungan Sifat Masalah Skala : Ancaman kesehatan Kriteria 2/3 x 1 = 2/3 Skor 2/3 Pembenaran Sifat masalah merupakan ancaman nafsu karena kadang An. D

makan

menjadi berkurang dan jika itu tidak ditanggulangi

akan menjadi aktual dan dapat penurunan kesehatannya gangguan nutrisi. menyebabkan pada status yaitu

2.

Kemungkinan Skala 1/2 x 2 = 1

Masalah

sebagian

dapat
24

Dapat Diubah Skala : Sebagian

diubah karena Ny. A dapat memberikan makanan-

makanan lain kepada An. D

3.

Potensial

Masalah 2/3 x 1 = 2/3

2/3

Potensial masalah untuk dicegah dapat cukup dilakukan karena dengan cara

Untuk Dicegah Skala : Cukup

mengajarkan

pengolahan makanan yang menarik dengan untuk An. Z

penurunan

pemasukan nutrisi.

4.

Menonjolnya Masalah Skala : Ada masalah tapi

1/2 x 1 = 1/2

1/2

Keluarga menyadari ada masalah tapi tidak perlu ditangani dengan segera.

tidak perlu ditangani = 2 5/6

c. Resiko cedera fisik pada anak D b/d ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan yang aman untuk anak prasekolah No 1 Perhitungan Sifat masalah Skala: Ancaman kesehatan Kriteria 2/3 x 1 = 2/3 skor 2/3 Pembenaran Bahaya dapat fisik terjadi, mungkin Ny V

mengatakan anak susah dilarang jika ingin


25

bersepeda di jalanan

Kemungkinan masalah x 2 = 1 dapat diubah Skala: Sebagian

Ny

menegur

dan

memberikan contoh pada anak

Potensial dapat dicegah Skala: Cukup

masalah 2/3 x 1 = 2/3

2/3

Pemberian

lingkungan

dan tempat bermain yang aman untuk anak

Mononjolnya masalah Skala: Masalah harus segera ditangani

2/2 x 1 = 1

An D sering mengendarai sepeda di jalan dan

bermain alat-alat dapur, oramg tua sulit untuk memberitahu = 3 1/3

26

B. Diagnosa Keperawatan 1. Prioritas Masalah

a. Kecemasan orang tua anak D berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga memberi perawatan pada perubahan yang akan terjadi pada status kesehatan anaknya. b. Resiko cedera fisik pada anak D b/d ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan yang aman untuk anak prasekolah. c. Resiko terjadinya gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada anak D b/d ketidakmampuan keluarga mengenali masalah nutrisi yang dibutuhkan pada anak prasekolah 2. Rumusan Diagnosa Keperawatan 1). Kecemasan orang tua anak D berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga memberi perawatan pada perubahan yang akan terjadi pada status kesehatan anaknya. 2). Resiko cedera fisik pada anak D b/d ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan yang aman untuk anak prasekolah. 3). Resiko terjadinya gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada anak D b/d ketidakmampuan keluarga mengenali masalah nutrisi yang dibutuhkan pada anak prasekolah

27

C. Perencanaan Asuhan Keperawatan Keluarga

No.

Tgl

Diagnosa Keperawatan

Tujuan

Intervensi Anjurkan keluarga untuk mengungkapkan kecemasannya

Rasional

181. 11-

Kecemasan

Tujuan umum:

Dengan pengungkapan apa yang dirasakan

orang tua anak Setelah

2012 D berhubungan dilakukan dengan pengkajian

kepada perawat, dapat mengurangi yang dirasakan. beban

ketidakmampuan kecemasan keluarga memberikan keluarga dapat berkurang Anjurkan keluarga untuk tetap

perawatan pada Tujuan perubahan yang khusus: akan terjadi pada Keluarga

Mekanisme

koping

keluarga yang adekuat dapat mencegah

mempertahankan mekanisme koping dalam menghadapi masalah Anjurkan keluarga untuk mengurangi stresor menyebabkan kecemasan yang keluarga

status kesehatan mampu anaknya. mengenali masalah b. Keluarga mampu memutuskan tindakan yang tepat untuk

trauma yang berlebih

Dengan

cara

mencegah dan tidak selalu masalah memikirkan

mengatasi kecemasan.

4.

Anjurkan keluarga untuk bantuan meminta dari

tenaga kesehatan
28

dalam mengurangi

upaya

Pelayanan merupakan satubentuk daya

kesehatan salah sumber

masalah kesehatan Anjurkan

yang ada di

1811-

Resiko

cedera Keluarga dapat

orang

masyarakat

fisik pada anak mengetahui b/d berbagai yang

tua atau keluarga untuk mengawasi kegiatan khususnya bermain dapat membahayakan fisik. Anjurkan keluarga untuk memberikan tempat untuk anak. 3. Anjurkan keluarga menjauhkan atau menyimpan peralatan dapat membahayakan anak Anjurkan keluarga membuat pembatas pagar atau depan Anak tidak keluar
29

2012 D

selalu anak Mengantisipasi agar terhindar yang cedera fisik. anak dari

ketidakmampuan resiko keluarga memodifikasi

berhubungan dengan anak

lingkungan yang prasekolah aman untuk anak prasekolah

tersendiri bermain Anak lebih mudah

diawasi.

yang Meminimalisir cedera pada anak.

rumah agar anak

lebih

leluasa

dari halaman rumah

dalam bermain. Anjurkan keluarga menyediakan makanan menarik memiliki kandungan gizi yang namun Makanan tidak

3.

1911-

Resiko terjadinya

Kebutuhan nutrisi anak

2012 gangguan nutrisi terpenuhi dan kebutuhan dengan kriteria

tubuh pada anak khususnya D b/d terjadi

merupakan focus anak melainkan bermain.

ketidakmampuan peningkatan keluarga mengenali masalah nutrisi berat badan

yang baik pada anak. Berikan lingkungan nyaman yang dan

yang dibutuhkan anak

menarik pada saat Agar anak makan. Anjurkan

anak

lebih nafsu

meningkat makannya untuk dan

tidak

terfokus pada bermain. Biasanya

perhatikan waktu makan anak Anjurkan keluarga agar anak anak lebih

asyik bermain hingga lupa makan.

mencoba makanan Anak cenderung bosan yang baru dan dengan makanan yang biasa ia makan.

masih memenuhi gizi seimbang

30

D. Implementasi Keperawatan Dx 1 Hari/tgl Senin, 19/11/ 2012 Waktu 15.00 WITA Implementasi 1. Menganjurkan keluarga untuk Rspon Hasil

mengungkapkan kecemasannya 2. Menganjurkan tetap mekanisme keluarga untuk Keluarga kooperatif

mempertahankan koping keluarga

dalam menghadapi masalah 3. Menganjurkan mengurangi keluarga stresor untuk yang

menyebabkan kecemasan 4. Menganjurkan keluarga untuk

meminta bantuan dari tenaga kesehatan dalam upaya

mengurangi masalah kesehatan 2 Senin, 19/11/ 2012 15.30 WITA 1. Anjurkan orang tua atau keluarga untuk selalu mengawasi kegiatan anak khususnya bermain yang dapat membahayakan fisik. 2. Anjurkan memberikan keluarga tempat untuk tersendiri Keluarga kooperatif

untuk bermain anak. 3. Anjurkan keluarga menjauhkan atau menyimpan peralatan yang dapat membahayakan anak 4. Anjurkan pembatas keluarga atau membuat depan

pagar

rumah agar anak lebih leluasa dalam bermain.

31

Selasa, 20/11/ 2012

11.00 WITA

1. Anjurkan keluarga menyediakan makanan yang menarik namun memiliki kandungan gizi yang baik pada anak. 2. Berikan lingkungan yang nyaman dan menarik pada saat anak makan. 3. Anjurkan untuk perhatikan waktu makan anak 4. Anjurkan keluarga agar anak

mencoba makanan yang baru dan Keluarga kooperatif masih memenuhi gizi seimbang

E. Evaluasi Dx 1 Hari/Tgl Selasa, Evaluasi S : orang tua mengatakan kecemasan berkurang setelah

20/11/2012 mendapat pengarahan dari perawat O : orang tua nampak berantusias dalam menanggapi keadaan kesehatan anaknya. A : masalah teratasi sebagian P : intervensi dilanjutkan 2 Selasa , 20/11/2012 ringan O : An.D masih tampak malas makan A : Masalah belum teratasi P : intervensi dilanjutkan S : - Ny. A mengatakan bahwa nafsu makan An. D masih berkurang - Ny. A mengatakan An. D masih suka jajan makanan

32

Rabu, 21/11/2012

S : - Ny A mengatakan anaknya masih suka bermain sepeda - Ny A mengatakan anak susah dilarang jika ingin bersepeda di jalanan O : - An D sudah dapat mengendarai sepeda sendiri - Tempat kerja Ny A dekat dengan jalan raya - Sudah ada pembatas atau pagar di depan rumah A : masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan

33

BAB IV PENUT UP

A.Kesimpulan

Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional serta individual memepunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga.Perubahan ukuran atau nilai-nilai yang memberikan ukuran tertentu dalam kedewasaan. Menurut Whaley dan Wong, pertumbuhan sebagai suatu peningkatan jumlah atau ukuran sel tubuh yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan ukuran dan berat seluruh bagian tubuh
B. Saran

Kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini jauh dari kata sempurna maka dari itu kami sangat mengharapkan kritik maupun saran dari Dosen pembimbing ataupun rekanrekan semua agar untuk kedepannya akan menjadi lebih baik semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya.

34

DAFTAR PUSTAKA

Soetjiningsih (1994), Anak Prasekolah. Bagian Kesehatan Anak FK Udayana, Jakarta: EGC, Soetjiningsih. (1995). Tumbuh kembang anak Prasekolah. Jakarta: EGC. Supartini, Y. (2004). Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta: EGC.

35