Anda di halaman 1dari 5

Fajriana Marethiafani H2A008019

OBAT KARDIOVASKULER

Obat Gagal Jantung a. Obat penghambat ACE (ACE inhibitor) Dosis penghambat ACE untuk pengobatan gagal jantung Obat Dosis awal Kaptoril 6,25 mg tid Enalapril 2,5 mg od Lisinopril 2,5 mg od Ramipril 1,25 mg od/bid Trandolapril 1 mg od Kuinapril 2,5 mg od Fosinopril 5-10 mg od Perindopril 2 mg od Od = sekali sehari; bid = 2 x sehari; tid = 3 x sehari b. Obat Antagonis Angiotensin II (AT1 Bloker) Obat Dosis awal Kandesartan 4-6 mg od Losartan 25-50 mg od Valsartan 20-40 mg bid

Dosis pemeliharaan 25-50 mg tid 10-20 mg bid 5-20 mg od 2,5-5 mg bid 4 mg od 5-10 mg bid 20-40 mg od 4 mg od

Dosis maksimal 32 mg od 50-100 mg od 160 mg bid

c. Obat diuretic Diuretic oral dan dosisnya untuk pengobatan retensi cairan pada gagal jantung serta efek sampingnya Dosis awal Dosis Lama kerja Efek samping maksimal utama sehari Diuretic kuat 20-40 mg 800 mg 6-8 jam Hipokalemia Furosemid od/bid Hipomagnesia Hiponatremia Butenamid 0,5-1 od/bid mg 10 mg 4-6 jam Hiperurikemia Intoleransi glukosa Gangguan asam basa

Torasemid Tiazid

10-20 mg od

200 mg

12-16 jam

HCT Klortalidon Indapamid Diuretic hemat K Amilorid Triamteren d. Obat B-bloker B-bloker Bisoprolol Metoprolol suksinat CR Karvedilol Obat Antiaritmia

25 mg ob/bid 200 mg 12,5-25 mg 100 mg od 2,5 mg od 5 mg

6-12 jam 24-72 jam 36 jam

Hipokalemia Hipomagnesemia Hiponatremia Gangguan asam basa Hiperkalemi rash hiperkalemia

2,5 mg od 25 mg bid

20 mg 100 mg

24 jam 7-9 jam

Dosis awal 1,2 mg od 12,5/25 mg od 3,125 mg bid

Peningkatan dosis 2;,3,75;5;7,5;10 25;50;100;200 6,25;12,5;25;50

Dosis target 10 mg od 200 mg od 25 mg bid

Periode titrasi Minggubulan Idem idem

Klasifikasi obat antiaritmia berdasarkan mwkanisme kerjanya Kelas I A Mekanisme kerja Obat Penyakit kanal natrium Depresi sedanf fase 0 dan Kuinidin, prokanamid, konduksi(2+), disopiranid memanjabgkan repolrisasi Depresi minimal fase 0 dan Lidksiletin, fenitoin, konduksi lambat (0-1+), tokainid, meksiletin mempersingkat repolarisasi Depresi kuat fase 0, Enkainid, flekainid, konduksi lambat (3+ - 4+), indekainid, propafenonaron, efek ringan terhadap repolarisasi Penyakit beta adrenoreseptor Propanolol, esmolol asebutolol,

II III IV V

Memanjangkan repolarisasi Penyakit kanal Ca++ Lain-lain

Amiodaron,sotalol, dofetilid, bretilium, ibutilid Verapamil, diltiazem Digitalis, magnesium adenosin,

Sediaan, dosis dan cara pemberian Kelas IA Sediaan Kuinidin: hanya oral Prokainamid; - Tablet dan kapsul -tablet lepas lambat - suntikan Disopiramid -tablet 100 mg atau 150 mg basa Kelas I B Sediaan Lidokan: IV Feniton: suntikan, Dosis 200-300 mg, 3-4 x sehari 250-500 mg 250-1000 mg 100-500 mg/ml 400-800 mg Peroral terbagi atas 4 dosis Cara pemberian Peroral Peroral Peroral Intramuskular intravena

dan

Dosis 0,7-1,4 mb/kg BB 100 mg/5 menit

Cara pemberian IV, 5 menit kemudian dgan jmleh tak lebih dari 200-300 mg dalam wktu 1 jam s.d aritmia terkendali dan timbul ES, kecepatan suntukan tdk bleh lebih dari 50 mg per menit. Bisanya 700 mg dan jarang lebih dari 100 mg. Oral. Tidak boleh kebih dari 2400 mg/hari dan harus diturunkan kurang dari 1200 mg

Tokainid 400-600 mg tiap 8 jam - tablet 400 mg dan 600 mg Meksiletin 200-300 - kapsul 150, 200, dan 250 9MAKSIMAL mg. tiap 8 jam

mg Diberikan dengan 400mg) makanan atau antasid

Kelas I C Sediaan Dosis Flekanid; - tablet 50, 100 dan Dosis awal 2 x 100mg/hari 150 mg enkanid - kapsul 25, 35, dan 50 mg

Cara pemberian Oral

Dosis awal 25 mg 3 x Oral sehari s.d 4 x 50 mg/hari

Kelas II Sediaan Propanolol; oral Asebutolol Dosis Cara Pemberian 30-320 mg/hari Per oral Dosis awal 200mg, Per oral dinaikkan secara perlahan sampai mencapai 6001200 mg Peroral Dosis Cara pemberian 5-10 mg/kg BB perinfus Infus selama 10-30 menit 600-800 mg/hari selama 4 Peroral minggu 2 kali 80mg/hari dan bila Masih diformulasikan perlu ditambah

Esmolol Kelas III Sediaan Bretilium; larutan 50mg/ml diencerkan mjd 100mg/ml Amiodaron: tablet 200mg Sotatol

Kelas IV Sediaan Dosis Cara pemberian Verapamil; - mengubah PSVT - 5-10 mg IV selama 2-3 menit menjadi irama sinus - mengendalikan - 10 mg Selama 2-5 menit irama ventrikel pada fibrilasi atau flutter atrium - mencegah 240-480 mg/hari dibagi Peroral kembalinya PSVT dalam 3-4 dosis atau mengontrol irama Obat Antihipertensi a. Diuretik Obat a. diuretik tiazid hidrokorotiazid klortalidon indapamid bendroflumetiazid metolazon metolazon rapid acting Xipamid diuretik kuat Dosis (mg) 12,5-25 12,5-25 1,25-2,5 2,5-5 2,5-5 0,5-1 10-20 20-80 Pemberian 1 x sehari 1 x sehari 1 x sehari 1 x sehari 1 x sehari 1 x sehari 1 x sehari 2-3 x sehari Sediaan Tab 25 dan 50 mg Tab 50 mg Tab 2,5 mg Tab 5 mg Tab 2,5; 5 dan 10 mg Tab 0,5 mg Tab 2,5 mg Tab 40mg,amp 20

furosemid torsemid bumetamid as. etakrinat

2,5-10 0,5-4 25-100

1-2 x sehari 2-3 x sehari 2-3 x sehari

mg Tab 5,10,20,100mg Ampul 10mg/ml (2 dan 5 ml)

diuretik hemat kalium 5-10 amilorid 25-100 spironolakron 25-300 triamteren b. B-bloker Dosis awal a. Kardiosele ktif Asebutolol Atenolol Bisoprolol Metoprolol - biasa - lepas lambat b. nonselekti f alprenolol karteolol nadolol oksprenolol - biasa - lepas lambat pindolol propanolol timolol karvedilol labetalol 200 25 2,5 50 100 Dosis maksimal (mg/hari) 800 100 10 200 200

1-2 x sehari 1 x sehari 1 x sehari

Tab 25 dan 100 mg Tab 50 dan 100 mg

Frekuensi Sediaan pemberian 1-2 x 1x 1x 1-2 x 1x Cap. 200 mg, tab 400 mg Tab 50 mg, 100 mg Tab 5 mg Tab 50 mg, 100 mg Tab 100mg

100 2,5 20 80 80 5 40 20 12,5 100

200 10 160 320 320 40 160 40 50 300

2x 2-3 x 1x 2x 1x 2x 2-3x 2x 1x 2x

Tab 50 mg Tab 5 mg Tab 40 mg 80 mg Tab 40 mg 80 mg Tab 80 mg 160 mg Tab 5 mg 10 mg Tab 10 mg 40 mg Tab 10 mg 20 mg Tab 25 mg Tab 100 mg

Anda mungkin juga menyukai