Anda di halaman 1dari 12

PROFESI PENDIDIKAN

Di Susun Untuk Tugas

Oleh : NAMA NPM PROGRAM STUDI : Irfan Sidiq : 41132191110337 : Profesi Pendidikan

FAKULTAS/JURUSAN : FKIP/PENJASKESREK KELAS : F

UNIVERSITAS ISLAM 45 BEKASI (UNISMA)

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkah dan rahmatnya serta karunianya penulis dapat menyelesaikan makalah mata kuliah profesi pendidikan. Dengan selesainya makalah ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada bapak selaku dosen mata kuliah Profesi Pendidikan. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan penulis pada khususnya.

DAFTAR ISI

HALAMAN

KATA PENGANTAR ......................................................................................... i DAFTAR ISI ........................................................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ...........................................................................1 B. Perumusan Masalah ....................................................................2 BAB II PEMBAHASAN A. Pngertian Bombingan dan Manfaat Bimbingan .........................3 B. Manfaat dan Tujuan Konseling ..................................................5 C. Peran Guru Penjaskes Dalam BK ..............................................7

BAB III

PENUTUP A. Kesimpulan ................................................................................8

DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................................9

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Dalam proses pendidikan, semua stakeholder yang terkait dengan proses tersebut mempunyai peran dan tanggungjawab sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Masing-masing peran tersebut harus berjalan secara sinergis saling melengkapi sehingga membentuk sustu sistem yang harmonis. Dari peran-peran yang ada, peran guru bimbingan dan konseling sangat diperlukan sehingga kegiatan belajar dapat berlangsung dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan. Bimbingan dan konseling merupakan pelayanan dari, untuk, dan oleh manusia memiliki pengertian yang khas. Dengan bimbingan dan konseling tersebut, siswa akan melakukan aktifitas belajar sesuai dengan apa yang telah ditentukan, atau telah diatur dalam suatu aturan (norma). B. RUMUSAN MASALAH Makalah yang akan dibahas dalam makalah ini penulis rumusan sebagai berikut : a. Apa itu bimbingan dan apa manfaat bimbingan ? b. Apa manfaat dan tujuan konseling ? c. Kenapa guru penjaskes harus bisa melaksanakan bimbingan san konseling ?

BAB II PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN BIMBINGAN DAN MANFAAT BIMBINGAN

Manusia sebagai makhluk sosial tidak akan pernah terlepas dari berbagi masalah. Masalah yang menimpa manusia terkadang membuat manusia menjadi frustrasi, tak berdaya, nelangsa dan putus asa. Bahkan tak jarang orang yang begitu banyak diterpa berbagai masalah hidup lebih memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri karena tak kuasa menghadapi masalah tersebut. Hal ini diakibatkan oleh tidak adanya pengetahuan, ilmu, serta pengalaman dalam mengahapi masalah. Oleh sebab itu manusia harus mendapat bimbingan agar mampu membantu keluar dari masalah yang sedang dihadapinya. Untuk lebih memahami apakah bimbingan itu, maka alangkah lebih baiknya jika kita mengulas tentang pengertian bimbingan dari berbagai sisi yaitu dilihat dari segi bahasa serta dilihat dari segi istilah (pendapat para ahli). Bimbingan secara bahasa dapat berarti sebagai berikut :

Menunjukkan Mengatur mengadakan mengistruksikan

* * * *

menentukan mengemudikan memimpin memberi saran

- Pengertian bimbingan menurut para ahli : 1. Jones et.al. (Sofyan S. Willis, 2004) mengemukakan : guidance is the help given by one person to another in making choice and adjusment and in solving problem. 2. Djumhur dan Moh. Surya, (1975) berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agar tercapai kemampuan untuk dapat memahami dirinya (self understanding), kemampuan untuk menerima dirinya (self acceptance), kemampuan untuk mengarahkan dirinya (self direction) dan kemampuan untuk merealisasikan dirinya (self realization) sesuai dengan potensi atau kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik keluarga, sekolah dan masyarakat. 3. Dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah dikemukakan bahwa Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan. 4. Prayitno, dkk. (2003) mengemukakan bahwa bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karier, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung,

berdasarkan norma-norma yang berlaku. 5. M. Surya (1988:12) berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian atau layanan bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungan. Dari beberapa pendapat di atas, tampaknya para ahli masih beragam dalam memberikan pengertian bimbingan, kendati demikian kita dapat melihat adanya benang merah, bahwa : Bimbingan pada hakekatnya merupakan upaya untuk memberikan bantuan kepada individu atau peserta didik. Bantuan dimaksud adalah bantuan yang bersifat psikologis. Tercapainya penyesuaian diri, perkembangan optimal dan kemandirian merupakan tujuan yang ingin dicapai dari bimbingan. Bimbingan konseling adalah salah satu komponen yang penting dalam proses pendidikan sebagai suatu sistem. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang bahwa proses pendidikan adalah proses interaksi antara masukan alat dan masukan mentah. Masukan mentah adalah peserta didik, sedangkankan masukan alat adalah tujuan pendidikan, kerangka, tujuan dan materi kurikulum, fasilitas dan media pendidikan, system administrasi dan supervisi pendidikan, sistem penyampaian, tenaga pengajar, sistem evaluasi serta bimbingan konseling (Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang, 1990:58). Selain itu, dapat ditarik sebuah inti sari bahwa bimbingan dalam penelitian ini

merupakan suatu bentuk bantuan yang diberikan kepada individu agar dapat mengembangkan kemampuannya seoptimal mungkin, dan membantu siswa agar memahami dirinya (self understanding), menerima dirinya (self acceptance), mengarahkan dirinya (self direction), dan merealisasikan dirinya (self realization). Tujuan pelayanan bimbingan ialah agar konseli dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan dating. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun lingkungan kerja. B. MANFAAT dan TUJUAN KONSELING Konseling diambil dari bahasa Latin consilium artinya dengan atau bersama yang dirangkai dengan menerima atau memahami . Sedangkan dalam Bahasa Anglo Saxon istilah konseling berasal dari sellan yang berartimenyerahkan atau menyampaikan Menurut Mungin Eddy Wibowo, 1986:39 Konseling merupakan upaya bantuan yang diberikan kepada seseorang supaya dia memperoleh konsep diri dan kepercayaan pada diri sendiri, untuk dimanfaatkan olehnya dan memperbaiki tingkah lakunya pada masa yang akan dating.
8

Dari pengertin tersebut, dapat penulis sampaikan ciri-ciri pokok konseling, yaitu: (1) Adanya bantuan dari seorang ahli, (2) Proses pemberian bantuan dilakukan dengan wawancara konseling, (3) Bantuan diberikan kepada individu yang mengalami masalah agar memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri dalam mengatasi masalah guna memperbaiki tingkah lakunya di masa yang akan datang. Dalam konteks pemberian layanan bimbingan konseling, Prayitno (1997:35-36) mengatakan bahwa pemberian layanan bimbingan konseling meliputi layanan orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, pembelajaran, konseling perorangan, bimbingan kelompok, dan konseling kelompok. Dalam Pedoman Kurikulum Berbasis Kompetensi bidang Bimbingan Konseling tersirat bahwa suatu sistem layanan bimbingan dan konseling berbasis kompetensi tidak mungkin akan tercipta dan tercapai dengan baik apabila tidak memiliki sistem pengelolaan yang bermutu. Artinya, hal itu perlu dilakukan secara jelas, sistematis, dan terarah. Untuk itu diperlukan guru pembimbing yang profesional dalam mengelola kegiatan Bimbingan Konseling berbasis kompetensi di sekolah dasar. Tujuan Konseling : Kumboltz (1996) menjelaskan bahwa tujuan konseling adalah membantu klien belajar membantu keputusan-keputusan. Selain itu, membantu klien memecahkan problem-problemnya. Berkaitan dengan tujuan konseling ini, Williamson mencoba mengaitkannya dengan tujuan pendidikan. Ia menyatakan

bahwa tujuan konseling pada dasarnya sama dengan tujuan pendidikan, sebab konseling itu sama dengan pendidikan (counseling as education). Dalam hal ini, Willianson mengatakan bahwa tujuan-tujuan konseling dan pendidikan adalah sama, yaitu perkembangan yang optimum dari individu sebagai pribadi yang utuh dan bukan semata-mata ditujukan pada kemampuan intelektual yang terlatih (Patterson, 1996:19). Konseling dimaksudkan untuk membantu individu-individu keseluruhan. C. PERAN GURU PENJASKES DALAM BK Di sekolah, tugas dan tanggung jawab utama guru adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran siswa. Kendati demikian, bukan berarti dia sama sekali lepas dengan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling. Peran dan konstribusi guru mata pelajaran tetap sangat diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisien pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Bahkan dalam batas-batas tertentu guru pun dapat bertindak sebagai konselor bagi siswanya. Wina Senjaya (2006) menyebutkan salah satu peran yang dijalankan oleh guru yaitu sebagai pembimbing dan untuk menjadi pembimbing baik guru harus memiliki pemahaman tentang anak yang sedang dibimbingnya. Sementara itu, berkenaan peran guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling, Sofyan S. Willis (2005) mengemukakan bahwa guru-guru mata pelajaran dalam melakukan pendekatan kepada siswa harus manusiawi-religius, bersahabat, ramah, mendorong, konkret, jujur dan asli, memahami dan menghargai tanpa syarat. agar mampu membangun kehidupan mereka secara

10

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN Untuk merubah kepribadian yang salah berfungsi menyangkut langkah-langkah sebagai berikut : (1) mengakui sepenuhnya bahwa kita sebagian besar bertanggungjawab penciptaan masalah-masalah kita sendiri; (2) menerima pengertian bahwa kita mempunyai kemampuan untuk merubah gangguan-gangguan secara berarti; (3) menyadari bahwa problem-problem dan emosi kita berasal dari kepercayaankepercayaan tidak rasional ; (4) mempersepsi dengan jelas kepercayaan-kepercayaan ini; (5) menerima kenyataan bahwa, jika kita mengharap untuk berubah, kita lebih baik harus menangani cara-cara tingkah laku dan emosi untuk tindak balasan kepada kepercayaan-kepercayaan kita dan perasaan-perasan yang salah fungsi dan tindakan-tindakan yang mengikuti; dan (6) mempraktekkan metode-metode RET untuk menghilangkan atau merubah konsekuensi-konsekuensi yang terganggu pada sisa waktu hidup kita ini

11

DAFTAR PUSTAKA

-. 2009. Penguatan Peran Guru BK Siapkan Mental Siswa Hadapi UNAS. http://www2.umy.ac.id/2009/11/penguatan-peran-guru-bk-siapkan-mental-siswahadapi-unas.umy diakses tanggal 12 desember 2012. -,http://bandono.web.id/files/prgbk/prgbk-BAB-IV-~2010-2011.pdf diakses tanggal 12 desember 2012 -. Konselor Pendidikan. http://id.wikipedia.org/wiki/Konselor_Pendidikan diakses tanggal 12 desember 2012. Rustanti. -. Peran Guru Kelas Dalam Pelaksanaan Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar.http://re-searchengines.com/rustanti40708.html diakses tanggal 12 desember 2012 Sudrajat Ahmad. 2012. Peranan Kepala Sekolah, Guru, dan Wali Kelas Dalam Bimbingan Konseling. http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2011/08/13/peranankepala-sekolah-guru-dan-wali-kelas-dalam-bimbingan-dan-konseling/ diakses tangal 12 Desember 2012. Sudrajat Ahmad. 2011. Peranan Guru dalam Prose Pendidikan. http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2012/03/06/peran-guru-dalam-prosespendidikan/ diakses tanggal 12 Desember 2012.

12