Anda di halaman 1dari 20

TUGAS TURBIN Aplikasi Penggabungan 2 Siklus pada PLTGU

Latar Belakang Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) adalah pembangkit siklus ganda (combined cycle) yang peralatan utamanya terdiri dari turbin dengan generatornya, HRSG (Heat Recovery Steam Generator), BFP (boiler feed pump) turbin uap dengan generatornya dan alat pendukung lainnya. Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap merupakan gabungan antara Turbin Gas (PLTG) dan Turbin Uap (PLTU) yang disebut Siklus Ganda (Combined Cycle). Tujuan utama dari pembangkit kombinasi tersebut yaitu untuk meningkatkan efisiensi termal yang cukup tinggi mencapai 50 %. Hal ini dikarenakan pertumbuhan akan energi listrik yang meningkat pesat. Sedangkan penggunaan turbin gas sebagai pembangkit energi listrik (PLTG) mempunyai efisiensi termal rendah yaitu 30 % dan pembangkit tenaga uap (PLTU) memiliki efisiensi termal 35 %. Sehingga dibutuhkan suatu pembangkit listrik dengan siklus kombinasi yang menghasilkan energi lebih besar. Dalam rangka pembangkitan listrik PLTGU, salah satu bagian yang berperan penting adalah boiler feed pump. Boiler feed pump ini adalah sejenis pompa yang berperan untuk memompa fluida dari deaerator menuju economiser. Salah satu bagian yang sering mengalami kerusakan pada boiler feed pumpini adalah poros. Kerusakan tersebut berupa retak, yang terus menjalar sehingga mengakibatkan poros menjadi patah. Proses pengoperasian dan karakteristik material menjadi salah satu faktor penentu terhadap bentuk kerusakan yang terjadi. Pada saat pengoperasiannya, boiler feet pump memompa fluida dengan kapasitas 129,3 m3/jam. Fluida yang di pompakan adalah air. Hal ini dilakukan untuk menyuplai air yang akan di ubah menjadi uap pada salah satu bagian boiler. Putaran impeller. yang digunakan adalah 2970 rpm, dimana berat impeler pompa sendiri adalah 9 kg. Kerusakan pada pompa seringkali berlangsung secara tiba-tiba dan di luar prediksi yang telah direncanakan. Adanya kerusakan pada dunia pembangkitan listrik, khususnya pada boiler feed pump ini mengakibatkan dampak negatif yang besar pada berbagai aspek.

091910101092 | BESLIN SEPTIANTA TARIGAN

TUGAS TURBIN Aplikasi Penggabungan 2 Siklus pada PLTGU

Gambar Siklus kombinasi

Penggabungan siklus turbin gas dengan siklus turbin uap dilakukan melalui peralatan pemindah panas berupa boiler atau umum disebut Heat Recovery Steam Generator (HRSG).

Gambar Combined Cycle Power Plant (PLTGU) 091910101092 | BESLIN SEPTIANTA TARIGAN 2

TUGAS TURBIN Aplikasi Penggabungan 2 Siklus pada PLTGU

Pandangan Umum Siklus Gabungan Pembangkit daya siklus gabungan pada dasarnya terdiri dari dua siklus utama, yakni siklus Brayton (siklus gas) dan siklus Rankine (siklus uap) dengan turbin gas dan turbin uap yang menyediakan daya ke jaringan. Dalam pengoperasian turbin gas, gas buang sisa pembakaran yang keluar mempunyai suhu yang relatif tinggi yaitu 1100 - 1650o C sehingga jika dibuang langsung ke atmosfer merupakan kerugian energi. Oleh karena itu, panas hasil buangan turbin gas tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber panas ketel uap yang dalam hal ini disebut Heat Recovery Steam Generator (HRSG), seperti gambar berikut :

Gambar 1. Pembangkit Daya Siklus Gabungan

Pembangkit daya seperti gambar diatas, disamping menghasilkan efisiensi yang tinggi dan keluaran daya yang lebih besar, siklus gabung besifat luwes, mudah dinyalakan dengan beban tak penuh, cocok untuk operasi beban dasar dan turbin bersiklus dan mempunyai efisiensi yang tinggi dalam daerah beban yang luas. Kelemahannya berkaitan dengan keruwetannya, karena pada dasarnya instalasi ini menggabungkan dua teknologi di dalam satu kompleks pembangkit daya. Dalam tugas perancangan ini, dipilih siklus gabungan dengan regenerasi

091910101092 | BESLIN SEPTIANTA TARIGAN

TUGAS TURBIN Aplikasi Penggabungan 2 Siklus pada PLTGU

karena siklus ini lebih efisien digunakan dibandingkan dengan siklus gabungan lainnya dalam menghasilkan daya listrik dengan mempergunakan masing-masing satu turbin gas dan turbin uap. Disamping itu juga, adanya pemanasan air umpan atau regenerasi akan lebih mengefektifkan kerja HRSG.

Tinjauan Termodinamika Siklus Gabungan untuk PLTGU Dari turbin uap juga dapat dijelaskan proses yang terjadi pada kedua siklus, yaitu yang pertama untuk siklus gas atau siklus Brayton : pertama-tama udara atmosfer dikompresikan oleh kompresor sehingga terjadi perubahan tekanan dari P21 ke P22 dan kemudian mengalirkannya ke dalam ruang bakar dimana ke dalamnya diinjeksikan bahan bakar sehingga dengan adanya suhu dan tekanan ruang bakar yang telah mencapai titik nyala bahan bakar maka terjadilah pembakaran. Pembakaran terjadi pada tekanan konstan P22 dari temperatur T22 hingga T23. Gas hasil pembakaran yang mencapai temperatur T23 berekspansi pada sudu-sudu turbin gas sehingga menghasilkan kerja, dimana sebagian kerja tersebut dipergunakan untuk menggerakkan kompresor dan sisanya merupakan kerja berguna untuk memutar beban dalam hal ini generator listrik. Kemudian untuk siklus uap atau siklus Rankine terjadi proses : gas buangan dari siklus gas masuk ke HRSG untuk mengubah air umpan menjadi uap kering yang akan digunakan untuk memutar sudu-sudu turbin uap hingga dapat memutar beban dalam hal ini generator listrik. Setelah melalui beberapa tingkatan sudu turbin sebagian uap diekstraksikan ke dua pemanas awal tekanan tinggi dan pemanas tekanan rendah, sedangkan sisanya masuk ke kondensor dan dikondensasikan di kondensor, selanjutnya air dari kondensor dipompakan ke deaerator setelah melalui dua pemanas air tekanan rendah, kemudian dari deaerator air dipompakan kembali ke HRSG melalui dua pemanas air tekanan tinggi, dari HRSG ini air umpan yang sudah menjadi uap kering dialirkan kembali turbin. Deaerator bertujuan untuk membuang gas-gas yang tidak terkondensasi sehingga pemanasan pada HRSG dapat berlangsung efektif. Untuk lebih jelasnya proses tersebut dapat dilihat diagram T-s seperti gambar berikut ini :

091910101092 | BESLIN SEPTIANTA TARIGAN

TUGAS TURBIN Aplikasi Penggabungan 2 Siklus pada PLTGU

Gambar 2. Diagram T-Siklus Gabungan dengan Regenerasi untuk PLTGU

Untuk siklus uap dipakai empat buah ekstraksi dan sistem pemanas air umpan jenis tertutup dengan kurasan berjenjang mundur dimana empat buah ektraksi ini bertujuan untuk lebih mengefektifkan kerja HRSG sedangkan sistem pemanasan air umpan jenis tertutup dengan kurasan berjenjang mundur dipandang merupakan jenis yang paling sederhana dan paling banyak dipakai dalam instalasi daya dibandingkan dengan jenis pemanas air umpan lainnya. Jenis pemanas air umpan yang dipakai dalam instalasi PLTGU ini merupakan penukar kalor jenis shell and tube (selongsong dan tabung), dimana air umpan dilewatkan melalui tabung dan uap bocoran berada pada sisi selongsong yang akan memberikan.energinya pada air umpan tersebut lalu terkondensasi. Uap yang terkondensasi ini tentu tidak bisa dibiarkan mengumpul dalam masing-masing pemanas air umpan dan harus dikeluarkan dan diumpankan kembali ke dalam sistem dengan cara mengumpankannya ke tekanan yang lebih rendah melalui proses pencekikan (throttling). Jadi dapat dilihat suatu jenjangan dari pemanas tekanan tinggi hingga kondensor, karena itulah pemanas ini disebut pemanas air umpan jenis tertutup dengan kurasan berjenjang mundur.

091910101092 | BESLIN SEPTIANTA TARIGAN

TUGAS TURBIN Aplikasi Penggabungan 2 Siklus pada PLTGU

Flowchart dan Gambar Alur PLTGU Pembangkit energi listrik pada sebuah pembangkit siklus ganda, dalam hal ini PLTGU memiliki alur kerja seperti gambar diagram di bawah ini.

Udara bebas

Gas Buang(500oC) Filter

Compressor

HRSG
Ruang Bakar (BB+Udara) Daerator

Water

Gas Panas Bertekanan

Nozzle

LP BFP Sudu

HP BFP

Turbin
LP Turbin HP

Economizer

Economizer

Berputar

A
LP Drum LP BCP

091910101092 | BESLIN SEPTIANTA TARIGAN

TUGAS TURBIN Aplikasi Penggabungan 2 Siklus pada PLTGU

Generator

HRSG
LP Drum LP BCP LP Evaporator Uap HP Drum

HP BCP

HP Evaporator Condensor Uap

LP Drum

HP Drum

Super Heater

Uap Kering LP Steam Turbine Generator

HP Steam Turbine Uap

Listrik

Listrik

Gambar 3. Flowchart Proses Produksi Listrik pada PLTGU

Proses produksinya dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Kompresor menghisap udara bebas yang masuk melalui filter, kemudian menekannya ke dalam ruang bakar. 2. Udara bertekanan dalam gas alam dibakar didalam ruang bakar dan menghasilkan gas panas bertekanan tinggi yang diarahkan ke sudu-sudu turbin oleh nosel. 3. Turbin berputar akibat pancaran gas panas terarah pada sudu-sudunya, dan daya putaran turbin menggerakkan generator. 4. Generator yang digerakkan oleh turbin gas menghasilkan energi listrik.

091910101092 | BESLIN SEPTIANTA TARIGAN

TUGAS TURBIN Aplikasi Penggabungan 2 Siklus pada PLTGU

5. Gas panas yang keluar dari turbin gas (Exhaust Gas) masuk ke HRSG guna memanaskan air. 6. LP BFP (Low Pressure Boiler Feed Pump) memompa air dari Deaerator ke LP Economizer dan HP BFP (High Pressure Boiler Feed Pump) memompa air dari Deaerator ke HP Economizer. 7. Air dalam Economizer dialirkan ke LP Drum untuk kemudian dipompa oleh LP BCP (Low Pressure Boiler Circulating Pump) ke LP Evaporator selanjutnya uap yang dihasilkan LP Evaporator dialirkan kembali ke LP Drum. 8. Air dalam HP Economizer dialirkan ke HP Drum untuk kemudian dipompa oleh HP BCP (High Pressure Boiler Circulation Pump) ke HP Evaporator selanjutnya uap yang dihasilkan HP Evaporator dialirkan ke HP Drum. 9. Uap dari LP Drum dialirkan ke LP Steam Turbine guna menggerakkan sudu-sudu turbin LP. 10. Uap dari HP Drum dialirkan ke superheater untuk mendapatkan uap kering. Kemudian uap tersebut dialirkan ke HP Steam Turbine guna menggerakkan sudu-sudu turbin HP. Selanjutnya uap dari turbin HP dialirkan ke turbin LP guna mengerakkan sudu-sudu turbin LP. 11. Generator yang digerakkan oleh turbin uap (HP dan LP) menghasilkan energi listrik. 12. Dalam kondensor uap dari turbin mengalami pengembunan air, hasil dari pengembunan dipompa oleh CEP (Condensate Extraction Pump) ke preheater. 13. Setelah dipanaskan ke dalam preheater, air tersebut dialirkan ke deaerator. 14. Penggabungan Turbin Gas (PLTG) dan Turbin Uap (PLTU)

memanfaatkan gas buang sisa pembakaran yang masih bersuhu cukup tinggi (10000 F atau 5500 C) yang keluar dari exhaust turbin gas guna memanaskan HRSG atau ketel uap, akan dapat dicapai efisiensi termal yang keseluruhan relatif tinggi dari suatu instalasi Power Plant.

091910101092 | BESLIN SEPTIANTA TARIGAN

TUGAS TURBIN Aplikasi Penggabungan 2 Siklus pada PLTGU

Berikut adalah bagan proses secara umum, dimana tiap blok pada unit ini memiliki 3 buah gas Turbin, 3 buah HRSG (boiler) dan 1 buah Steam Turbine.

Gambar 4. Diagram Alir PLTGU

Siklus PLTGU Siklus Turbin Gas (Brayton Cycle) Siklus brayton merupakan siklus yang biasa diterapkan pada mesin pembakaran. Biasanya berupa siklus terbuka, udara masuk ke dalam kompresor, di dalam kompresor, temperatur dan tekanan meningkat. Udara ini selanjutnya masuk ke dalam ruang pembakaran, dimana bahan bakar dibakar pada tekanan tetap. Udara bersuhu tinggi yang keluar dari ruang pembakaran masuk ke dalam turbin dimana mereka terekspansi menjadi tekanan atmosfir dan menghasilkan kerja, lalu sisanya dibuang. Siklus ini dibuat tertutup, jika pembakaran ditukar dengan penambah panas, dengan pengeluar panas dengan tekanan konstan.

091910101092 | BESLIN SEPTIANTA TARIGAN

TUGAS TURBIN Aplikasi Penggabungan 2 Siklus pada PLTGU

Gambar 5. Instalasi Pada Turbin Gas Siklus Terbuka dan Turbin Gas Siklus

Gambar 6. Grafik Siklus Brayton Pada Turbin Gas

Proses 1 ke 2 (kompresi isentropik). Kerja yang dibutuhkan oleh kompresor: Wc = ma (h2 h1). Proses 2 ke 3, pemasukan bahan bakar pada tekanan konstan. Jumlah kalor yang dihasilkan: Qa = (ma + mf) (h3 h2). Proses 3 ke 4, ekspansi isentropik didalam turbin. Daya yang dibutuhkan turbin: WT = (ma + mf) (h3 h4). Proses 4 ke 1, pembuangan panas pada tekanan konstan ke udara. Jumlah kalor yang dilepas: QR = (ma + mf) (h4 h1)

091910101092 | BESLIN SEPTIANTA TARIGAN

10

TUGAS TURBIN Aplikasi Penggabungan 2 Siklus pada PLTGU

Siklus Brayton Ideal Hubungan antara perbandingan tekanan dan perbandingan temperatur dalam kompresi atau ekspansi isentropik diberikan oleh persamaan :

091910101092 | BESLIN SEPTIANTA TARIGAN

11

TUGAS TURBIN Aplikasi Penggabungan 2 Siklus pada PLTGU

Siklus Turbin Uap (Rankine Cycle) Pada instalasi daya yang memanfaatkan uap bertekanan tinggi untuk menggerakkan turbin uap digunakan suatu acuan siklus kerja yang menjadi dasar dari pengoperasian instalasi tersebut. Siklus kerja yang digunakan pada turbin uap adalah siklus rankine, ciri utama suatu siklus rankine adalah fluida kerja yang digunakan adalah air. Pada gambar 5 dapat dilihat instalasi siklus rankine sederhana dimana air sebagai fluida kerja dalam siklus rankine akan digunakan sebagai mediator pembangkitan tenaga dengan memanfaatkan perubahan fasa antara cair dan uap melalui suatu proses perpindahan panas.

Gambar 7. Instalasi Siklus Rankine Sederhana Keterangan proses siklus rankine: 1-4 4-5 5-6 6-1 : proses ekspansi isentropik pada turbin : proses pelepasan kalor isobarik pada kondensor : proses kompresi isentropoik pada pompa : proses penyerapan kalor isobarik pada HRSG

Fluida kerja yang berupa air dipanaskan melalui proses 6-1 yang berlangsung dalam HRSG pada tekanan konstan (isobarik), proses ini barakhir sampai titik 1 yaitu titik air sudah sepenuhnya berubah fasa menjadi superheated vapour. Kemudian uap diekspansikan melalui proses 1-4 yaitu saturated steam bertekanan menumbuk sudu-sudu turbin sehingga menggerakkan poros turbin

091910101092 | BESLIN SEPTIANTA TARIGAN

12

TUGAS TURBIN Aplikasi Penggabungan 2 Siklus pada PLTGU

atau energi fluida bertekanan tersebut dikonversikan menjadi energi mekanik berupa putaran pada poros turbin. Proses ekspansi ini berakhir pada titik 4 dimana sifat fluida menjadi bertemperatur rendah dan bertekakanan rendah dengan fasa saturated liquid-vapor. Setelah itu dilanjutkan poses 4-5 yaitu fluida kerja masuk ke kondensor, pada proses ini uap dikondensasi sehingga uap tersebut berubah fasa menjadi saturated liquid. Uap tersebut terkondensasi saat kontak langsung dengan permukaan dinding kondensor yang telah didinginkan. Proses kondensasi pada kondensor berakhir pada titik 5 yaitu fluida sudah bersifat saturated liquid dengan temperatur rendah. Fluida yang meninggalkan kondensor pada titik 5 tersebut kemudian dialirkan menuju HRSG dengan bantuan pompa sehingga didapatkan tekanan kerja fluida keluar pompa sama dengan tekanan fluida kerja boiler. Proses kompresi pada pompa ini berlangsung pada kondisi isentropik antara titik 5-6. Dan siklus dimulai lagi dari awal.

Gabungan Sistem Turbin Gas dan Uap

Gambar 8. Gabungan Sistem Turbin Gas dan Uap pada PLTGU

Gas buang yang keluar dari turbin gas bertemperatur antara 400-700C, oleh karena itu masih dapat dimanfaatkan sebagai fluida pemanas pada ketel uap.

091910101092 | BESLIN SEPTIANTA TARIGAN

13

TUGAS TURBIN Aplikasi Penggabungan 2 Siklus pada PLTGU

Dengan sistem gabungan ini, diharapkan dapat diperoleh efisiensi termal yang lebih tinggi, yaitu gabungan antara sistem turbin gas dan sistem turbin uap.

Prinsip kerja PLTG PLTG memerlukan alat pemutar awal (Starting Device) untuk

menjalankannya. Starting Device dapat berupa mesin diesel, motor listrik, motorgenerator atau udara. Fungsi dari Starting Device adalah untuk memutar kompresor pada saat start up untuk menghasilkan udara bertekanan sebelum masuk ke ruang pembakaran (combustion chamber) Di dalam sistem turbin gas gas panas hasil pembakaran bahan bakar dialirkan untuk memutar turbin gas sehingga menghasilkan energi mekanik yang digunakan untuk memutar generator. Gas buang dari turbin gas yang masih mengandung energi panas tinggi dialirkan ke HRSG untuk memanaskan air sehingga dihasilkan uap. Setelah menyerahkan panasnya gas buang di buang ke atmosfir dengan temperatur yang jauh lebih rendah. Uap dari HRSG dengan tekanan dan temperatur tertentu diarahkan untuk memutar turbin uap yang dikopel dengan generator sehingga dihasilkan energi listrik. Uap bekas keluar turbin uap didinginkan didalam kondensor sehingga menjadi air kembali. Air kondensat ini dipompakan sebagai air pengisi HRSG untuk dipanaskan lagi agar berubah menjadi uap dan demikian seterusnya.

Prinsip kerja PLTGU Di dalam sistem turbin gas gas panas hasil pembakaran bahan bakar dialirkan untuk memutar turbin gas sehingga menghasilkan energi mekanik yang digunakan untuk memutar generator. Gas buang dari turbin gas yang masih mengandung energi panas tinggi dialirkan ke HRSG untuk memanaskan air sehingga dihasilkan uap. Setelah menyerahkan panasnya gas buang di buang ke atmosfir dengan temperatur yang jauh lebih rendah. Uap dari HRSG dengan tekanan dan temperatur tertentu diarahkan untuk memutar turbin uap yang dikopel dengan generator sehingga dihasilkan energi listrik. Uap bekas keluar turbin uap didinginkan didalam kondensor sehingga

091910101092 | BESLIN SEPTIANTA TARIGAN

14

TUGAS TURBIN Aplikasi Penggabungan 2 Siklus pada PLTGU

menjadi air kembali. Air kondensat ini dipompakan sebagai air pengisi HRSG untuk dipanaskan lagi agar berubah menjadi uap dan demikian seterusnya

Klasifikasi Turbin Uap Turbin uap dapat diklasifikasikan ke dalam kategori yang berbeda yang tergantung pada jumlah tingkat tekanan, arah aliran uap, proses penurunan kalor, kondisi-kondisi uap pada sisi masuk turbin dan pemakaiannya di bidang industri, sebagai berikut : 1. Menurut jumlah tingkat tekanan, terdiri dari : Turbin satu tingkat dengan satu atau lebih tingkat kecepatan, yaitu turbin yang biasanya berkapasitas kecil dan turbin ini kebanyakan dipakai untuk menggerakkan kompresor sentrifugal. Turbin impuls dan reaksi nekatingkat, yaitu turbin yang dibuat dalam jangka kapasitas yang luas mulai dari yang kecil sampai yang besar. 2. Menurut arah aliran uap, terdiri dari : Turbin aksial, yaitu turbin yang uapnya mengalir dalam arah yang sejajar terhadap sumbu turbin. Turbin radial, yaitu turbin yang uapnya mengalir dalam arah yang tegak lurus terhadap sumbu turbin. 3. Menurut proses penurunan kalor, terdiri dari : Turbin kondensasi (condensing turbine) dengan regenerator, yaitu turbin dimana uap pada tekanan yang lebih rendah dari tekanan atmosfer dialirkan
ke kondensor, disamping itu uap juga dicerat dari tingkat-tingkat menengahnya untuk memanaskan air pengisian ketel, dimana jumlah penceratan itu biasanya dari 2-3 hingga sebanyak 8-9. Kalor laten uap buang selama proses kondensasi semuanya hilang pada turbin ini.

Turbin kondensasi dengan satu atau dua penceratan dari tingkat menengahnya pada tekanan tertentu untuk keperluan-keperluan industri dan pemanasan.

Turbin tekanan lawan (back pressure turbine), yaitu turbin yang uap buang dipakai untuk keperluan-keperluan pemanasan dan untuk keperluankeperluan proses dalam industri.

091910101092 | BESLIN SEPTIANTA TARIGAN

15

TUGAS TURBIN Aplikasi Penggabungan 2 Siklus pada PLTGU

Turbin tumpang, yaitu suatu jenis turbin tekanan lawan dengan perbedaan bahwa uap buang dari turbin jenis ini lebih lanjut masih dipakai untuk turbin-turbin kondensasi tekanan menengah dan rendah. Turbin ini, secara umum beroperasi pada kondisi tekanan dan temperatur uap awal yang tinggi, dan dipakai kebanyakan untuk membesarkan kapasitas

pembangkitan pabrik, dengan maksud untuk mendapatkan efisiensi yang lebih baik. Turbin tekanan lawan dengan penceratan uap dari tingkat-tingkat menengahnya pada tekanan tertentu, dimana turbin jenis ini dimaksudkan untuk mensuplai uap kepada konsumen pada berbagai kondisi tekanan dan temperatur. Turbin tekanan rendah (tekanan buang), yaitu turbin yang uap buang dari mesin-mesin uap, palu uap, mesin tekan, dan lain-lain, dipakai untuk keperluan pembangkitan tenaga listrik. Turbin tekanan campur dengan dua atau tiga tingkat-tekanan, dengan suplai uap buang ke tingkat-tingkat menengahnya.

Kerugian Energi pada Turbin Uap Kerugian energi pada turbin adalah pertambahan energi kalor yang dibutuhkan untuk melakukan kerja mekanis pada praktek aktual dibandingkan dengan nilai teoritis yang proses ekspansinya terjadi benar-benar sesuai dengan proses adiabatik. Pada suatu tingkat turbin, jumlah penurunan kalor yang benarbenar dikonversi menjadi kerja mekanis pada poros turbin adalah lebih kecil daripada nilai-nilai yang dihitung untuk tingkat turbin yang ideal. Semua kerugian yang timbul pada turbin aktual dapat dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu : 1. Kerugian dalam, adalah kerugian yang berkaitan dengan kondisi-kondisi uap sewaktu uap tersebut mengalir melalui turbin. Misalnya : kerugian pada katup-katup pengatur, kerugian pada nosel (sudu pengarah), kerugian kecepatan kecepatan-keluar, kerugian akibat gesekan cakram yang merupakan tempat pemasangan sudu-sudu dan kerugian pengadukan, kerugian akibat ruang bebas antara rotor dan cakram-cakram sudu pengarah, kerugian akibat kebasahan uap, dan kerugian pada pemipaan buang.

091910101092 | BESLIN SEPTIANTA TARIGAN

16

TUGAS TURBIN Aplikasi Penggabungan 2 Siklus pada PLTGU

2. Kerugian luar, adalah kerugian yang tidak mempengaruhi kondisi-kondisi uap. Misalnya : kerugian mekanis dan kerugian akibat kebocoran uap dari perapat-perapat gland labirin.

Kerugian pada Katup Pengatur Uap sebelum masuk ke turbin haruslah melalui katup penutup (stop valve) dan katup pengatur yang mana ini merupakan bagian terpadu dari turbin tersebut. Aliran uap melalui katup penutup dan katup pengatur disertai oleh kerugian energi akibat proses pencekikan. Kerugian energi akibat proses pencekikan dinyatakan

Dimana : H Ho H'o = Besarnya kerugian energi akibat proses pencekikan (kkal/kg). = Penurunan kalor isentropis dengan mengabaikan kerugian (kkal/kg). = Penurunan kalor isentropis dengan memperhitungkan kerugian kalor

akibat proses pencekikan (kkal/kg).

Besarnya kerugian tekanan akibat proses pencekikan untuk katup pengatur terbuka lebar dapat ditentukan sebesar 5% dari tekanan uap panas lanjut. Namun pada prakteknya, turbin uap sekarang ini telah memungkinkan untuk memperkecil kerugian tekanan ini sampai serendah 3% dan lebih di bawahnya lagi dengan pemakaian bentuk-bentuk katup pengatur yang baik (streamlined) pada tempattempat yang dialiri oleh uap. Untuk tujuan perancangan, kerugian tekanan adalah :

Dimana : pv Po = Besarnya kerugian tekanan (bar). = Tekanan uap panas lanjut sebelum memasuki turbin (bar).

091910101092 | BESLIN SEPTIANTA TARIGAN

17

TUGAS TURBIN Aplikasi Penggabungan 2 Siklus pada PLTGU

Kerugian pada Nosel Kerugian energi pada nosel disebabkan oleh adanya gesekan uap pada dinding nosel, turbulensi, dan lain-lain. Kerugian energi pada nosel ini dicakup oleh koefisien kecepatan nosel () yang sangat tergantung pada tinggi nosel. Kerugian energi kalor pada nosel dalam bentuk kalor adalah :

Dimana : hn = Besar kerugian pada nosel (kkal/kg) c1t = Kecepatan uap masuk teoritis dari nosel (m/s) c1 = = Kecepatan uap masuk mutlak dari nosel (m/s) tc1 = Koefisien kecepatan atau angka kualitas nosel.

Perhitungan Fraksi Massa pada Tiap Ekstraksi Dari turbin uap (pada literatur) telah diketahui, bahwa untuk siklus gabungan PLTGU ini dirancang empat buah tingkatan ekstraksi dari turbin uap, sehingga fraksi massa pada tiap ekstraksi dapat ditentukan. Berikut ini merupakan gambar skema ekstraksi uap untuk siklus tersebut :

091910101092 | BESLIN SEPTIANTA TARIGAN

18

TUGAS TURBIN Aplikasi Penggabungan 2 Siklus pada PLTGU

Gambar 9. Skema ekstraksi uap pada siklus gabungan PLTGU

Sehingga dari gambar diatas akan dapat ditentukan fraksi massa dari ekstraksi pertama hingga ekstraksi keempat sebagai berikut : Fraksi massa pada ekstraksi pertama (1)

Fraksi massa pada ekstraksi kedua (2)

091910101092 | BESLIN SEPTIANTA TARIGAN

19

TUGAS TURBIN Aplikasi Penggabungan 2 Siklus pada PLTGU

Fraksi massa pada ekstraksi ketiga (3)

Fraksi massa pada ekstraksi keempat (4)

Dimana : 1,

2, 3 dan 4 adalah efisiensi pemanas air pengisian HRSG tekanan

rendah dan tekanan tinggi yang diakibatkan oleh kehilangan kalor ke medium di sekitarnya.

091910101092 | BESLIN SEPTIANTA TARIGAN

20

Anda mungkin juga menyukai