Anda di halaman 1dari 7

BED SIDE TEACHING

PITIRIASIS VESIKOLOR

Oleh : Mohd Aizat Mansor Lusia Pujianita Preceptor : Reiva Farah Dwiyana, dr., SpKK., M.Kes 1301-1208-2216 1301-1208-0040

BAGIAN KULIT DAN KELAMIN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN RUMAH SAKIT DR. HASSAN SADIKIN 2010

KETERANGAN UMUM Nama Usia Jenis kelamin Alamat Pendidikan Pekerjaan Agama Status marital : Tn. S : 18 tahun : Laki-laki : Lembang : SMP : Mahasiswa : Islam : Belum menikah

Tanggal pemeriksaan : 9 Maret 2010

ANAMNESIS Keluhan utama : Bercak kecoklatan pada punggung dan badan yang kadangkadang terasa gatal. Anamnesis Khusus : Sejak 3 tahun yang lalu, pasien mengeluhkan timbul bercak-bercak berwarna kecoklatan yang awalnya muncul di punggung bagian tengah dan perut, yang semakin lama semakin bertambah banyak dan menyebar. Keluhan disertai rasa gatal yang biasanya timbul pada saat berkeringat. Keluhan bercak-bercak berwarna kecoklatan saat ini menyebar ke dada, seluruh perut dan seluruh punggung. Keluhan bercak serupa pada leher, lengan atas, dan tungkai atas disangkal. Pasien mengaku sering menggaruk bercak tersebut karena gatal. Karena keluhannya, pasien mengobatinya sendiri dengan memakai salep daktarin selama 1

minggu, tettapi tidak membaik. Kemudian pasien membeli myconazol dari apotik, tetapi tidak membaik juga. Karena tidak ada perbaikan, pasien datang ke poli kulit RSHS. Pasien mengaku mandi 2x sehari, menggunakan sabun, dan mengganti baju setiap setelah mandi. Pasien mengaku tidak pernah meminjam atau meminjamkan baju ke temannya. Pasien mengaku sering memakai baju berlapis dan berkeringat. Riwayat memakai obat-obatan dalam jangka waktu lama disangkal. Riwayat keluhan yang sama pada keluarga disangkal. Keluhan muncul beruntus-beruntus merah bersisik disangkal. Keluhan ini pertama kali dirasakan pasien.

PEMERIKSAAN FISIK Status generalis Keadaan Umum:Kesadaran : kompos mentis, tampak sakit ringan Tekanan darah: 120/80 mmHg, Respirasi: 20 kali/menit, Nadi: 72 kali/menit, Suhu: 36,7 C

Berat badan: 60 kg, Tinggi badan: 167 cm, Gizi cukup Kepala : Wajah simetris Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik

Leher : KGB tidak teraba membesar Dada : Bentuk dan pergerakan simetris Paru-paru : VBS kiri = kanan normal Jantung : Bunyi jantung murni reguler

Perut : Datar, lembut Hati dan limpa tidak teraba Bising usus (+) normal Ekstremitas Genitalia : Edema -/: Tidak dilakukan

Status dermatologikus Distribusi : regioner Lokasi: Punggung dan dada Karakteristik: tampak lesi multipel, sebagian besar diskret dan sebagian konfluent, bentuk bulat, oval, polikistik, berukuran yang terbesar 3 x 5 cm dan terkecil 0,1 x 0,1 cm, batas tegas, tidak menimbul, kering. Efloresensi : makula hiperpigmentasi kecoklatan Woods lamp: Lesi berwarna kuning keemasan Pemeriksaan langsung kerokan kulit pada lesi punggung dan dada dengan penambahan KOH 20 % dan tinta parker ditemukan hifa pendek dan spora-spora bulat berkelompok (spaghetti and meat ball appearance).

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

RESUME Seorang laki-laki, berusia 18 tahun, dengan pendidikan terakhir SMP dan merupakan pelajar SMA, belum menikah, datang dengan keluhan bercak kecoklatan pada punggung dan badan yang kadang-kadang terasa gatal. Sejak 3 tahun yang lalu, pasien mengeluhkan timbul makula hiperpigmentasi kecoklatan yang awalnya muncul di punggung bagian tengah dan perut, yang semakin lama semakin bertambah banyak dan menyebar. Rasa gatal yang biasanya timbul pada saat berkeringat (+). Makula hiperpigmentasi kecoklatan saat ini menyebar ke dada, seluruh perut dan seluruh punggung. Keluhan bercak serupa pada leher, lengan atas, dan

tungkai atas (-). Riwayat sering menggaruk bercak tersebut karena gatal (+). Riwayat pengobatan (+) memakai salep daktarin dan myconazol, tetapi tidak membaik. Kemudian pasien datang ke poli kulit RSHS. Pasien mengaku mandi 2x sehari, menggunakan sabun, dan mengganti baju setiap setelah mandi. Riwayat meminjam atau meminjamkan baju ke temannya (-). Riwayat sering memakai baju berlapis dan berkeringat (+). Riwayat memakai obat-obatan dalam jangka waktu lama (-). Riwayat keluhan yang sama pada keluarga (-). Keluhan muncul beruntus-beruntus merah bersisik (-). Keluhan ini pertama kali dirasakan pasien. Dari pemeriksaan fisik didapatkan status gizi pasien cukup, status generalis dalam batas normal, kecuali pada kulit ditemukan lesi dengan distribusi regioner a/r punggung dan badan, tampak lesi multipel, sebagian besar diskret dan sebagian konfluent, bentuk bulat, oval, polikistik, berukuran yang terbesar 3 x 5 cm dan terkecil 0,1 x 0,1 cm, batas tegas, tidak menimbul, kering berupa makula hiperpigmentasi kecoklatan Dari pemeriksaan Woods lamp tampak lesi berwarna kuning keemasan. Pada pemeriksaan langsung kerokan kulit pada lesi punggung dan badan dengan penambahan KOH 20 % dan tinta parker ditemukan hifa pendek dan spora-spora bulat berkelompok (spaghetti and meat ball appearance).

DIAGNOSIS BANDING : - Pitiriasis vesikolor

DIAGNOSIS KERJA : - Pitiriasis vesikolor

USULAN PEMERIKSAAN

PENATALAKSANAAN Umum : Menjelaskan kepada penderita tentang penyakit dan pengobatannya. Menjelaskan kepada penderita agar menjaga higienis pribadi. Menyarankan kepada penderita untuk berganti pakaian terutama bila banyak berkeringat. Kontrol ke dokter 1 minggu

Khusus : Topikal : Solusio sodium tiosulfas 20%, digunakan malam hari

Sistemik : Ketokonazol 1 x 200 mg, selama 7 hari

PROGNOSIS : Quo ad vitam ad bonam Quo ad functionam ad bonam Quo ad sanationam dubia ad bonam