Anda di halaman 1dari 11

BAB IV PEMBAHASAN

Produksi gula pada PT. PG. Rejo Agung Baru Madiun terdapat beberapa proses produksi. Proses dari tebu kemudian berubah menjadi butiran butiran kristal gula yang siap jual. Dari beberapa tahap tersebut terdapat mesin-mesin yang pengontrolannya sudah menggunakan PLC. Dari mesin mesin tersebut kami mengambil mesin puteran gula yang memisahkan antara gula dan stroop. Puteran ini menggunakan prinsip sentrifugal dimana stroop akan terpisah dengan kristal gula yang terkumpul pada penyaringan. Pada bagian puteran terdapat 2 macam yaitu Low Grade Fugal dan High Grade Fugal dan yang akan dibahas pada bab ini adalah puteran High Grade Fugal.

4.1 Puteran High Grade Fugal 4.1.1 Pengertian High Grade Fugal Puteran High Grade Fugal adalah putaran berkecepatan tinggi yang memanfaatkan gaya sentrifugal. Dengan memanfaatkan gaya sentrifugal alat ini dapat melakukan proses pembersihan pada gula sehingga didapatkan gula yang bersih dari sisa-sisa stroop. Gaya sentrifugal adalah gaya gerak yang melingkar keluar atau kebalikan dari gaya sentripetal yaitu gaya gerak yang menuju pusat putaran. Puteran High Grade Fugal ini memiliki beberapa bagian bagian yang terhubung pada PLC yang berfungsi sebagai pengontrol puteran ini.Terdapat juga hidrolik dan sensor proximity yang menjadi bagian dari High Grade Fugal ini.

4.1.2 Spesifikasi Puteran High Grade Fugal Puteran High Grade Fugal pada pabrik gula PT. PG. Rejo Agung Baru Madiun mempunyai spesifikasi sebagai berikut: 1. Merk 2. Motor : ASEA : ASEA 440V, 214KWh, 1000-1200rpm

29

30

3. Kapasitas basket : 1200 liter 4. Ukuran basket : 80 cm x 60 cm

4.1.3 Bagian Dari High Grade Fugal Dalam mesin puteran High Grade Fugal terdapat beberapa bagianbagian. Bagian mesin puteran High Grade Fugal ditunjukkan pada gambar 4.1 dibawah ini.

Gambar 4.1 Mesin High Grade Fugal (sumber: http://www.dgfry.com.au/BecomingInnovative.htm)

Bagian bagian dari HGF (High Grade Fugal): 1. Motor penggerak 2. Katup pembuka aliran stroop mengunakan hidrolik udara 3. Nozzle (penyemprot air) 4. Penyaring stroop 5. Katup hasil pembilasan gula 6. Plough (Pengeruk gula yang menempel pada basket) 7. Sensor proximity sebagai batas pengisan gula pada basket

31

8. Saluran aliran stroop yang akan diproses ulang. 9. Hidrolik udara

4.1.4 Cara Kerja High Grade Fugal Terdapat 3 tahap dalam satu proses pembilasan gula pada bagian puteran. Tahap pertama operator menekan tombol start pada monitor. Ketika tombol start, inverter motor akan menjalan motor berputar pada 60 rpm disertai pembersihan basket penyaringan sekitar 9 detik. Tahap kedua setelah pembersihan selesai motor akan bertambah kecepatanya rpmnya sampai 250rpm disertai membukanya katup bahan disertai pembilasan gula dengan air sekitar 8 detik. Pada pengisian bahan ini terdapat indikator ketebalan gula pada basket, apabila ketebalan basket sudah mencapai batas maksimal dari indikator tersebut maka indikator yang berupa gear dan pada bagian atas terdapat plat akan berputar dan mengenai sensor proximity sehingga sensor proximity akan mengirim data ke PLC untuk menaikan rpm motor bertambah kecepatan menjadi 650rpm dan disertai pembilasan kedua sekitar 8 detik. Setelah pembilasan selesai masuk ke tahap 3 yaitu kecepatan motor tertahan pada 1000rpm yang berfungsi untuk mengeringkan gula. Pada pengeringan ini dilakukan tergantung pada bahan. Setelah pengeringan selesai kecepatan motor kembali turun menjadi 60rpm kemudian plough bekerja yang fungsinya untuk membersihkan gula yang menempel pada dinding basket.

32

Gambar 4.2 Siklus Cara Kerja Puteran HGF

33

Keterangan: T1: Start saat mesin mulai bekerja. T2: Pembersihan basket dengan cara disemprot menggunakan air. T3: Katup terbuka T4: Basket terisi oleh gula sebanyak 1200 liter T5: Penyemprotan gula pertama di 250rpm T6: Penyemprotan gula kedua di 650rpm T7: Pengeringan gula, basket berputar dengan kecepatan 1000rpm T8: kecepatan motor menurun dan plough bekerja untuk membersihkan gula pada dinding basket T9: Kembali ke siklus awal

4.1.5 PLC OMRON CJ1M-CPU 11 CJ1M-CPU11 merupakan bagian yang berfungsi sebagai Control Processing Unit dari PLC OMRON seri CJ, CJ1M-CPU 11 memiliki kapasitas memori 5 Ksteps dan mempunyai hingga 160 I/O point. CJ1M-CPU 11 ini digunakan untuk aplikasi sederhana dan tidak begitu kompleks karena keterbatasan memori. Untuk komunikasi CJ1M-CPU 11 ini dengan computer digunakan komunikasi serial RS-232, kemudian untuk pemrograman ladder diagramnya digunakan software CX-One Progammer.

Gambar 4.3 PLC Omron CJ1M-CPU 11

34

4.1.6 Fungsi PLC OMRON CJ1M-CPU 11 pada puteran HGF Berikut ini adalah diagram blok proses kerja High Grade Fugal:

Gambar 4.4 Proses Puteran High Grade Fugal Keterangan gambar : : komunikasi output PLC. : komunikasi input PLC. : komunikasi output aktuator.

Pada puteran High Grade Fugal terdapat beberapa bagian yang membutuhkan kontrol, untuk mempermudah pengontrolan maka digunakan PLC OMRON CJ1M-CPU 11 dikarenakan

pengoperasiannya yang mudah. PLC ini terhubung pada bagian-bagian yaitu: a. Solenoid Pada bagian solenoid PLC berfungsi sebagai pengontrol valve udara yang terhubung ke kompresor, kemudian diditribusikan ke aktuator yang berupa hidrolik. b. Driver Motor Memberi perintah kepada driver motor untuk mengatur

35

kecepatan motor. c. Sensor Proximity PLC pada bagian ini mengolah data yang dikirimkan sensor proximity yang terdapat pada beberapa bagian yang berfungsi sebagai indikator-indikator. Contohnya indikator ketebalan gula. Bagian-bagian tersebut saling terkomunikasi dengan PLC dan pengontrolan PLC tersebut dilakukan dengan touch screen. PLC pada bagian ini terbagi menjadi bagian-bagian yang berfungsi sebagai pengatur dan timer pengendali beberapa bagian pada puteran High Grade Fugal ini. Diantara lain adalah pengontrol pada bagian inverter/driver motor, sebagai input untuk indikator-indikator pada puteran High Grade Fugal. Pada puteran HGF ini terdapat panel pengontrol yang berupa LCD touch srceen yang berfungsi mengontrol kecepatan motor, setting resep, dan berbagai fungsi lain dari pengontrolan puteran HGF ini. PLC sangat berperan penting untuk mengkomunikasikan beberapa alat. 1. Inverter Motor Pada bagian ini PLC digunakan untuk mengatur tegangan pada inverter untuk mengatur kecepatan pada motor pada puteran High Grade Fugal. Dengan menggunakan PLC kecepatan motor di control sesuai dengan program yang telah diupload pada PLC. Pengontrolan ini dilakukan pada tegangan yang terdapat pada driver motor. PLC ini akan menjadi inputan dari driver motor. Setiap tegangan yang keluar dari PLC ini akan di ubah oleh driver motor menjadi tegangan yang lebih besar lagi. 2. Proximity Proximity pada alat ini digunakan sebagai inputan PLC. Tegangan yang diperlukan untuk menggerakan sensor proximity adalah 24V. Pada HGF terdapat beberapa proximity yang berfungsi sebagai indikator-indikator. Contohnya pada indikator batas

36

pengisian basket. Ketika basket telah terisi penuh oleh gula yang masih tercampur dengan stroop maka gear batas maksimal basket akan berputar dan sensor proximity akan memberikan sinyal ke PLC untuk memberikan perintah kealat selanjutnya. 3. Solenoid Solenoid disini bertugas sebagai output dari PLC. PLC akan memberikan tegangan sebesar 24V untuk menggerakan solenoid. Solenoid berfungsi untuk mengatur udara dari kompresor yang ditujukan untuk mengerakan hydrolik. Alat-alat pasif yang

menggunakan hydrolik antara lain plough, main gate, drip gate, change indicator, penyemprot air. 4. Touch Screen Touch screen pada alat ini digunakan sebagai input dan output untuk pengontrolan berbagai bagian yang bekerja pada puteran HGF. Sebagai input touch screen digunakan untuk memberi perintah pada PLC. Dengan touch screen ini berbagai perintah dapat dijalankan. Di dalam touch screen terdapat modul sendiri yang akan dikoneksikan dengan PLC melalui serial port pada PLC. PLC akan diberikan perintah melalui tombol tombol yang telah tersedia. Dalam PLC terdapat 2 mode pemrosesan stroop yaitu secara otomatis dan manual. Sebagai output touch screen menjadi monitor keluaran dari sensor rpm, voltmeter, timer pada PLC, dan ampermeter. Semua data yang tedapat dalam touch screen didapat dari PLC, yang kemudian dirubah oleh PLC menjadi data yang akan ditampilkan pada monitor touch screen yang akan mempernudah pemantauannya. Pada bagian PLC terdapat ladder diagram yang berfungsi sebagai program yang mengatur berbagai input dan output pada PLC.

37

Berikut ini adalah screenshot dari touch screen:

Gambar 4.5 Touch Screen

Keterangan: 1. START CHARGE SPEED : tombol memulai proses mesin High Grade Fugal. 2. START PLOUGH SPEED 3. START SPINNING SPEED 4. STOP SPEED 5. SCREEN WASH MANUAL : tombol menurunkan plough. : tombol memulai spin basket. : tombol berhenti. : tombol untuk mencuci basket dengan semprotan air. 6. WATER WASH : tombol penyemprot air ketika basket masih berputar. 7. SETTING RPM UP : tombol untuk menambah kecepatan putaran. 8. SETTING RPM DOWN : tombol untuk mengurangi kecepatan putaran.

38

9. WATER 10. STEAM

: tombol untuk mencuci gula dengan air. : tombol untuk mencuci gula dengan uap panas.

11. OMI / NEXT

: tombol untuk melakukan langkah selanjutnya.

12. REM

: tombol untuk menghentikan putaran motor AC.

13. AUTO START 14. AUTO STOP 15. AUTO 16. MANUAL 17. Drip G buka 18. Drip G Tutup Penuh 19. MG Buka 1-5 20. Main Gate Buka 21. MG Tutup Penuh 22. BC Buka Plough Kerja 23. B Cover Tutup 24. Plough Naik 25. Plough Turun 26. Resep 1 27. Resep 2 28. Resep 3 29. Resep 4 30. Resep 5 31. Resep 6 32. Setting 33. ALARM 34. RUN 35. PLG OK 36. RPM

: tombol untuk memulai perintah auto. : tombol untuk menghentikan perintah auto. : tombol untuk proses otomatis. : tombol untuk proses manual. : indikator drip gate buka. : indikator drip gate tutup. : indikator counter : indikator bila main gate terbuka. : indikator main gate tutup. : indikator bila basket cover bekerja. : indikator bila basket cover tertutup. : indikator bila plough berada diatas. : indikator bila plough berada dibawah. : indikator bila memakai resep nomor 1 : indikator bila memakai resep nomor 2 : indikator bila memakai resep nomor 3 : indikator bila memakai resep nomor 4 : indikator bila memakai resep nomor 5 : indikator bila memakai resep nomor 6 : tombol setting : indikator alarm. : indikator bila mesin bekerja : indikator bila plough dalam keadaan baik : menampilkan kecepatan RPM.

39

37. VOLT 38. AMP 39. CYCLE 40. TIME Sec

: menampilkan tegangan. : menampilkan amperemeter. : menampilkan siklus putaran. : menampilkan lama dari satu proses pemisahan gula dari stroop.