Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN TUTORIAL BLOK 13 SKENARIO B

Disusun Oleh: KELOMPOK B3 Anggota Kelompok: Anantya D. sophan Keidya Twintananda Ali Zainal Roby Juniadha M. Addien Prima Nanda Deswan Capri N Tria Yunita Kristian Sudana H Gnanambhikaiy Ganapathi 04111401004 04111401022 04111401026 04111401034 04111401037 04111401062 04111401063 04111401085 04111401098

Tutor: Dra. Enny Kusumastuti, Apt, M.Kes PENDIDIKAN DOKTER UMUM FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSTAS SRIWIJAYA TAHUN 2012

KATA PENGANTAR Penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besar nya kepada Dosen pembimbing yang telah membimbing tutorial pada blok 13 ini sehingga proses tutorial dapat berlangsung dengan sangat baik. Tidak lupa penyusun mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada kedua orang tua, yang telah memberi dukungan baik berupa materil dan moril yang tidak terhitung jumlah nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan tutorial skenario B di blok 13 ini hingga selesai. Ucapan terima kasih juga kepada para teman-teman sejawat di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya atas semua semangat dan dukungannya. Penyusun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata mendekati sempurna. Oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk perbaikan di penyusunan laporan berikutnya. Mudah-mudahan laporan ini dapat memberikan sumbangan pengetahuan yang bermanfaat bagi kita semua.

Palembang, 27 Desember 2012

Penyusun Kelompok 3

DAFTAR ISI Kata Pengantar . 2 Daftar Isi .. 3 BAB I : Pendahuluan


1.1 Latar Belakang.. 4 1.2 Maksud dan Tujuan... 4

BAB II

: Pembahasan 2.1 2.2 2.3 Data Tutorial. 5 Skenario Kasus ..... 6 Paparan I. II. III.
IV. V. VI. VII. VIII.

Klarifikasi Istilah. .................. 7 Identifikasi Masalah............... 8 Analisis Masalah ....................................... 9 Keterkaitan Antar Masalah .......................................................11 Learning Issues ...................12 Jawaban Analisis Masalah ..................13 Sintesis ....................................................................................... Kerangka Konsep........................

BAB III : Penutup 3.1 Kesimpulan .............................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................................

BAB I
3

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Blok 13 Patologi Anatomi dan Patologi Klinik pada semester 3 dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Pendidikan Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang. Pada kesempatan ini dilaksanakan tutorial studi kasus sebagai bahan pembelajaran untuk menghadapi tutorial yang sebenarnya pada waktu yang akan datang. Penulis memaparkan kasus yang diberikan mengenai

1.2 Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan dari materi praktikum tutorial ini, yaitu : 1. Sebagai laporan tugas kelompok tutorial yang merupakan bagian dari sistem pembelajaran KBK di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang. 2. Dapat menyelesaikan kasus yang diberikan pada skenario dengan metode analisis dan pembelajaran diskusi kelompok. 3. Tercapainya tujuan dari metode pembelajaran tutorial dan memahami konsep dari skenario ini.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Data Tutorial Tutor Moderator : Dra. Enny Kusumastuti, Apt, M.Kes : Roby Juniadha

Sekretaris Papan : Keidya Twintananda Sekretaris Meja : Tria Yunita Hari, Tanggal Rule Peraturan : Rabu, 26 Desember 2012 Kamis, 27 Desember 2012 : 1. Alat komunikasi di nonaktifkan 2. Semua anggota tutorial harus mengeluarkan pendapat (aktif) 3. Dilarang makan dan minum

2.2 Skenario Kasus Mrs. Mona, a 41-year-old woman came to the clinic eith chief complaint of weakness and palpitation. She is having symptom of nauseous and need medication to relieve it. She has had suffered from prolonged and excessive menstruation (twice in a month) since 1,5 year ago. She likes planting and taking care of flowers in her garden without gloves. Physical examination: General appearance: pale, fatique, HR: 110x/minute, RR : 22x/menit, Temperature : 36,6C, BP : 120/80 mmHg Liver and spleen non palpable, no lymphadenopathy, no epigastric pain Cheilitis positive, tongue : papil atrophy Koilonychia positive Laboratory : Hb : 6,2 g/dL, Ht : 18 vol%, RBC : 2.480.000/mm, WBC : 7.400/mm, trombosit: 386.000/mm, Diff.count : 0/2/5/63/26/4, MCV : 72 fL, MCH: 25 pg, MCHC: 30% Fecal Occult Blood : Negative, Hookworms eggs positive.

2.3 Paparan I. Klarifikasi Istilah 1. Palpitation : perasaan berdebar-debar atau denyut jantung tidak teratur yang sifatnya subjektif.

2. Nauseous : sensasi tidak menyenangkan yang samar pada epigastrum dan abdomen dengan kecengderungan untuk muntah.

3. Excessive menstruation : an abnormaly heavy and prolonged menstrual period at regular intervaise.

4. Lymphadenophaty

: Penyakit KGB biasanyan terjadi pembengkakan KGB

4. cheilitis : peradangan pada bibir

5. Papil Atrophy : permukaan lidah menjadi licin dan mengkilap karena papil lidahnya menghilang.

6. Koilonychia : distrofi kuku jari dengan kuku menjadi tipis dan cekung, dengan tepi meninggi. 7. Fecal Occult Blood : suatu tes untuk mendeteksi adanya darah yang tidak kasat mata, biasanya melalui feses.

II. Identifikasi Masalah No. 1. Masalah Mrs. Mona, a 41-year-old woman came to the clinic eith chief complaint of weakness and palpitation. 2. She is having symptom of nauseous and need medication relieve it.She has had suffered from prolonged and excessive menstruation (twice in a month) since 1,5 year ago. 3. She likes planting and taking care of flowers in her garden without gloves. Physical examination: General appearance: pale, fatique, HR: 110x/minute, RR : 22x/menit, Temperature : 36,6C, BP : 120/80 mmHg Liver and spleen non palpable, no lymphadenopathy, no epigastric pain Cheilitis positive, tongue : papil atrophy Koilonychia positive TSH V TSH V TSH VV Konsen TSH Kesesuaian VVV

4.

Laboratory : Hb : 6,2 g/dL, Ht : 18 vol%, RBC : 2.480.000/mm, WBC : 7.400/mm, trombosit: 386.000/mm, TSH VV Diff.count : 0/2/5/63/26/4, MCV : 72 fL, MCH: 25 pg, MCHC: 30% Fecal Occult Blood : Negative, Hookworms eggs positive.

III. Analisis Masalah


8

1. Mrs. Mona, a 41-year-old woman came to the clinic eith chief complaint of

weakness and palpitation. 1.1. Apa etiologi dari waeakness dan palpitation? Penyebab weakness 1. Jumlah Asupan Makanan Makan terlalu sedikit atau pola makan salah merupakan penyebab kelelahan. Jika Anda memulai hari Anda dengan donat atau makanan manis lainnya, gula darah anda akan meningkat tajam, menjadikan gerakan Anda lamban yang akhirnya memicu kelelahan. 2. Anemia Anemia adalah penyebab utama kelelahan pada wanita. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah untuk membawa oksigen ke jaringan dan organ. Anemia mudah didiagnosis dengan tes darah. 3. Depresi Depresi bukan saja merupakan sebuah gangguan emosional, tetapi menyebabkan banyak gejala fisik. Kelelahan, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan adalah salah satu gejala yang paling umum. Jika merasa lelah selama lebih dari dua minggu, periksakan diri ke dokter. 4. Hypothyroidism Tiroid adalah kelenjar kecil di pangkal leher yang mengendalikan metabolisme tubuh mengubah makanan menjadi energi. Apabila aktivitas kelenjar kurang aktif dan fungsi metabolisme terlalu lambat, akibatnya Anda akan merasa kelelahan. 5. Kelebihan Kafein Sebagian besar kita menganggap kopi adalah menghilangkan kelelahan. Berlebihan mengkonsumsi minuman satu ini bisa berakibat sebaliknya. Kafein dalam dosis moderat meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Namun penelitian menunjukkan konsumsi kafein menyebabkan kelelahan. 6. Infeksi Saluran Kemih Jika Anda pernah mengalami infeksi saluran kemih (ISK), Anda mungkin akrab dengan rasa sakit dan terbakar. Namun ISK tak selalu identik dengan gejala diatas. Dalam beberapa kasus, penderita ISK menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Tes urin akan memastikan adanya ISK. Penyebab Denyut Jantung tidak Teratur 1. Denyut Jantung tidak Teratur karena adanya Penyakit jantung :
9

Kebanyakan orang yang mengalami palpitasi tidak memiliki penyakit jantung. Sebagian kecil palpitasi disebabkan oleh gangguan irama jantung (aritmia). Fibrilasi atrial, yaitu gangguan irama jantung yang melibatkan kedua sisi serambi jantung adalah salah satu masalah jantung yang menyebabkan palpitasi. Kondisi yang disebut takikardia atrium paroksismal (ATP) juga menyebabkan jantung berdenyut kencang (seringkali dua kali kecepatan normal). Hal ini terkait dengan gangguan konduksi listrik antar bilik jantung yang berlangsung selama beberapa detik atau menit sebelum kembali normal. Masalah jantung lain seperti kebocoran katup, penyakit jantung koroner, dll juga dapat menyebabkan palpitasi. 2. Denyut Jantung tidak Teratur karena Pengaruh emosi: respon emosi terhadap peristiwa stres dan emosional. 3.Denyut Jantung tidak Teratur karena melakukan Kegiatan fisik: melakukan kegiatan fisik yang intensif melebihi kemampuan 4. Denyut Jantung tidak Teratur karena Anemia: anemia menyebabkan otot jantung kekurangan pasokan oksigen. 5. Denyut Jantung tidak Teratur karena Kekurangan magnesium dan kalium. 6. Denyut Jantung tidak Teratur di sebabkan mengkonsumsi Makanan: kebiasaan merokok berat, meminum alkohol, kafein berlebihan (dari teh, kopi atau minuman cola), pengawet, penyedap dan pewarna makanan tertentu, dan beberapa jenis obat (misalnya obat asma). 7. Denyut Jantung tidak Teratur karena Masalah hormon: produksi hormon tiroid berlebihan atau peningkatan berbagai hormon pada wanita hamil. 8. Denyut Jantung tidak Teratur karena Tumor kelenjar adrenal
1.2.

Bagaimana keterkaitan umur dan jenis kelamin terhadap kasus? Hubungannya mungkin kearah jenis kelamin yaitu wanita, karena wanita memiliki siklus menstruasi yang mana siklus mentruasi itu akan membuang besi sebanyak 0,5-1 mg/hari. Pada kasus ini siklus mentruasinya sudah abnormal karena terjadi dua kali dalam satu bulan dan sudah terjadi sejak satu setengah tahun yang lalu. Jika pada kasus ini Mrs. Mona tidak mempunyai asupan besi yang cukup sedangkan besi yang dikeluarkan melalui menstruasi meningkat ini akan menyebabkan terjadinya anemia defisiensi besi yang mana gejala klinisnya itu berupa weakness dan palpitation pada kasus ini

1.3.

Bagaimana kaitan weakness dan palpitation dengan keluhan? Keluhan lemah dan pucat dapat dikaitkan dengan terjadinya defisiensi eritrosit. Hal ini jika dihubungkan dengan fungsi eritrosit, yaitu mengangkut oksigen dan
10

mengedarkannya ke seluruh tubuh . Jika eritrosit berkurang, maka pengangkutan O2 pun ikut berkurang. Akibatnya, proses pembakaran glukosa pada sel sel tubuh untuk menghasilkan energi juga akan berkurang. Akibat kekurangan energi akan menyebabkan kondisi tubuh lemah dan terlihat pucat .

2. She is having symptom of nauseous and need medication to relieve it. She has

had suffered from prolonged and excessive menstruation (twice in a month) since 1,5 year ago. 2.1 Bagaimana mekanisme nausea pada kasus? Infestasi cacing tambang pada usus halus mengaktivasi makrofag menskresikan IL12 mengaktivasi sel Th mensekresikan IL 3 maktivasi sel mast menskresikan H2 pesekresi As. Lambung NAUSEA Kurangnya eritrosit maupun hemoglobin akan berdampak pada kurangnya asupan oksigen dalam gastrointestinal. Hal ini dapat menyebabkan penimbunan asam laktat pada otot-otot polos sehingga gaster, intestinal, colon, menjadi kelelahan, dan manifestasinya adalah berupa disritmia dan kontraksinya tidak teratur. Selain kekurangan oksigen keadaan kekurangan besi juga dapat menyebabkan disritmia dan gangguan kontraksi otot karena penurunan fungsi mioglobin, enzim sitokrom, dan gliserofosfat oksidase yang akan menyebabkan glikolisis terganggu sehingga adanya penumpukan asam laktat. Keadaan ini akan menyebabkan mual dan rasa penuh pada perut.

2.2 Bagaimana penatalaksanaan Nausea?

11

2.3 Apa etiologi menstruasi (2x dalam sebulan)? (cari keterkaitan dengan infestasi Hookworms)
2.4 Apa dampak menstruasi yang berlebihan dan berkepanjangan?

Dalam ilmu kedokteran kondisi ini disebut Menorrhagia, perdarahan menstruasi yang banyak dan berkepanjangan (melebihi masa normal menstruasi yaitu; 3 10 hari). Kondisi ini sebenarnya normal dialami oleh perempuan yang memasuki masa premenopause, tetapi bagi perempuan berusia produktif, hal ini memang tidak wajar. Menorrhagia berkepanjangan merupakan menyebabkan (kronik), untuk kehilangan sehingga sintesis darah dapat yang berlebihan dan menimbulkan berdampak anemia. pada :

Kehilangan darah yang berlebihan ini diikuti dengan hilangnya Fe (zat besi) yang prekusor Hb.Sehingga 1. Penurunan sintesis Hb -> Hb turun, MCH dan MCHC berkurang 2.EnzimFerukatalase Enzim Ferukatalase dibutuhkan untuk eritropoesis. Enzim ini akan terus bekerja selama tidak mendapat feed back negative dari Fe. Pada kasus ini terjadi defisiensi zat besi, sehingga eritropoesis akan terus berlanjut dan dihasilkan RBC yangmikrositik(padakasusiniMCVturun) 3.Enzim SitokromZat besi tersimpan paling banyak dalam hemoglobin dan mioglobin,juga berperan dalam enzim sitokrom. Enzim ini berguna untuk reaksi oksidatif atau trasnpor elektron yang menghasilkanATP.Defisiensi zat besi
12

berdampak pada penurunan produksi ATP (pada kasus ini menyebabkan weakness) 2.5 Bagaimana mekanisme menstruasi berlebihandan berkepanjangan? Pada kasus ini menstruasi yg berlebihan disebabkan mungkin disebabkan oleh Ketidakseimbangan hormone-Dalam siklus menstruasi normal ,keseimbangan hormone estrogen dan progesterone menyesuaikan kondisi dari dinding uterus(endometrium).Akibat adanya ketidakseimbangan hormone ini maka terjadi hypermenorrhea

3. She likes planting and taking care of flowers in her garden without gloves.

3.1 Bagaiman keterkaitan kebiasaan dan keluhan utama penderita? Kebiasaan hidup disini yang dibahas adalah pada hobi kontak langsung pada tanah tanpa mengunakan sarung tangan. Kenapa demikian karena pada tanah terdapat banyak berbagai bakteri seperti pada kasus ini adanya parasit( cacing tambang ancylostoma duodenale.telur nya akan dikeluarkan bersama dengan kotoran manusia. Telur akan menetas menjadi larva dluar tubuh manusia dan menembus kulit yang tanpa perlindugan

4. Physical examination:

General appearance: pale, fatique, HR: 110x/minute, RR : 22x/menit, Temperature : 36,6C, BP : 120/80 mmHg Liver and spleen non palpable, no lymphadenopathy, no epigastric pain Cheilitis positive, tongue : papil atrophy Koilonychia positive

4.1 Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan fisik? General appearance: Pale,fatigue Pale/pucat: karena anemia

13

Perdarahan terus menerus akan menyebabkan cairan ekstraseluler terutama darah akan mengalami penurunan drastic. Pendarahan ini menyebabkan pengikatan oksegen oleh hemoglobin yang ada didalam darah berkurang sehingga kulit terlihat pucat.

Warna kuku, telapak tangan, dan membran mukosa mulut serta konjungtiva dapat digunakan lebih baik guna menilai kepucatan. Fatigue/kelelahan: karena anemia
Nadi 110 x/menit = Tachycardi

60 100 = Normal < 60x/menit = Bradycardi >100x/menit = Tachycardi RR 22 x/menit = Normal 14-24 x/menit = Normal Temperature 36,6 0 = Normal Suhu rectal = 37,2C Normal Suhu Axilla = 36,2C Normal Suhu Oral = 36,6C Normal Tekanan darah 120/80 mmHg = Normal 120/80 mmHg = Tekanan darah normal Liver dan empedu tidak teraba = Normal Tidak ada lymphadenophaty = Normal Tidak ada nyeri pada epigastric = Normal
Cheilitis : adanya keradangan pada sudut mulut sehingga tampak sebagai

bercak berwarna pucat keputihan.


Papil atrofy : Permukaan lidah menjadi licin dan mengkilap karena papil

lidah menghilang.
Koilonychia : kuku sendok (spoon tail), kuku menjadi rapuh, bergaris-garis

vertikal dan menjadi cekung sehingga mirip seperti sendok. Hal ini dihubungkan dengan status nutrisi yang buruk seperti pada anemia defisiensi besi dan kurangnya intake asam amino yang mengandung sulfur.
Chelitis, papil atrofy, koilonychia menandakan anemia defiesinsi zat besi Koilonikia disebabkan oleh kurangnya zat besi pada epitel yang juga

menyebabkan atropi papil lidah serta cheilitis. Cheilitis juga dapat disebabkan
14

karena kurangnya oksigenasi pada jaringan tersebut dikarenakan mengutamakan suplai oksigen ke organ-organ vital.

4.2 Bagaimana mekanisme terjadi pucat dan lemas? Pucat : hypoxia jaringan O2 dialihkan terlebih dahulu ke organ vital; ex jantung O2 di perifer Lemas : akibat Fe sintesis Hb daya angkut O2 pada RBC Supply O2 ke jaringan berkurang (tissue hypoxia) pengiriman O2 untuk metabolism pada otot berkurang Metabolisme anaerob meningkat penumpukan asam laktat LEMAS 4.3 Bagaimana mekanisme terjadi HR meningkat? Proses patofisiologi dari syok hipovolemik adalah searah. Darah dan atau cairan keluar tubuh, menyebabkan penurunan jumlah volume di pembuluh darah. Aliran balik vena menurun karena kurangnya cairan di ruang vaskuler, menyebabkan penurunan pengisian ventrikel. Ventrikel tidak memiliki darah sebanyak seperti biasa untuk memompa keluar, jadi stroke volume menurun. Denyut jantung akan meningkat untuk mengkompensasi. Stroke volume berkurang sehingga output jantung rendah dan tekanan darah rendah. Akhirnya, jika cairan atau kehilangan darah terus berlangsung, denyut jantung tidak akan dapat mengkompensasi penurunan Stroke volume. Hasil akhir dari syok hipovolemik adalah perfusi jaringan yang tidak memadai.

4.4 Bagaimana mekanisme terjadi cheilitis (+)? Adanya keradangan pada sudut mulut sehingga tampak sebagai bercak berwarna pucat keputihan.

4.5 Bagaimana mekanisme terjadi papil atrophy? Atrophic glossitis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan kondisi lidah yang kehilangan rasa karena degenerasi ujung papil (bagian menonjol pada selaput yang berlendir dibagian atas lidah).Penderita yang mengalami penyakit ini, lidahnya akan tampak licin dan mengkilat, baik seluruh bagian lidah maupun
15

hanya sebagian. Penyakit ini sering kali timbul akibat kekurangan zat besi. Oleh karena itu, penyakit ini banyak ditemukan pada penderita anemia.

4.6 Bagaimana mekanisme trejadi Koilonychia? Defisiensi besi dalam waktu yang lama juga dapat menyebabkan gangguan dari perkembangan kuku di jari sehingga akan menyebabkan terjadinya koilonychia. Jaringan kuku menjadi lunak sehingga ketika diberikan dengan tekanan ringan pada ujung kuku seperti ketika menulis dengan menggunakan pen dapat menyebabkan deformitas bentuk kuku menjadi konkaf. Kelainan ini sering terjadi pada kuku jari pertama, hal ini disebabkan karena populasi orang dengan dominan tangan kanan lebih banyak dibandingkan tangan kiri.

5. Laboratory :

Hb : 6,2 g/dL, Ht : 18 vol%, RBC : 2.480.000/mm, WBC : 7.400/mm, trombosit: 386.000/mm, Diff.count : 0/2/5/63/26/4, MCV : 72 fL, MCH: 25 pg, MCHC: 30% Fecal Occult Blood : Negative, Hookworms eggs positive. 5.1 Bagaimana interpretasi dari hasil lab? Hb -> 6,2 g/dL (tidak normal) / normal : 14-18 g/dL Ht -> 18 % vol (tidak normal) / normal : 37-43 % RBC -> 2.480.000/mm (tidak normal) / normal : 4.000.000 5.000.000/mm WBC -> 7400/mm (normal) / normal : 5000-10.000/mm Trombosit -> 386.000/mm (normal) / normal: 150.000-400.000/mm Diff.count -> 0/2/5/63/26/4 (normal) Basofil : 0-1 % Eosinofil : 1-3%
16

Netrofil Batang : 2-6 % Netrofil Segmen : 50-70% Limfosit : 20-40% Monosit : 2-8%

MCV -> 72 fL (tidak normal) / normal : 80-96 fL MCH -> 25 pg (tidak normal / normal : 27-31 pg MCHC -> 30% (tidak normal) / normal : 31-35 %

5.2 Bagaimana mekanisme abnormal Hb, Ht dan RBC? Hb Pada anemia defisiensi besi, besi yang dibutuhkan untuk sintesis heme tidak tersedia sehingga heme yang terbentuk hanya sedikit dan pada akhirnya jumlah hemoglobin yang dibentuk juga berkurang Ht hematokrit menurun akibat RBC yang menurun RBC perdarahan kronis akibat infeksi telur cacing tambah ditambah menstruasi yang berlebihan sehingga terjadi penurunan kadar RBC

5.3 Bagaimana mekanisme abnormal MCV, MCH, MCHC? MCV enzim penentu kecepatan yaitu enzim ferokelatase memerlukan besi untuk menghentikan sintesis heme. Padahal besi pada anemia defisiensi besi tidak tersedia sehingga pembelahan sel tetap berlanjut selama beberapa siklus tambahan namun menghasilkan sel yang lebih kecil (mikrositik). Hal ini ditandai dengan menurunnya MCV (mean corpuscular volume) < 80 fl. MCH dan MCHC Dengan berkurangnya Hb yang terbentuk, eritrosit pun mengalami hipokromia (pucat). Hal ini ditandai dengan menurunnya MCV dan MCHC (mean corpuscular Hemoglobin Concentration) < 32%
17

5.4 Bagaimana infestasi Hookworms eggs pada kasus? Daur hidup Ancylostoma duodenale yaitu telur cacing dikeluarkan bersama feses dalam waktu 1-2 hari di dalam tanah, telur tersebut akan menetas menjadi larva rabditiform. Dalam waktu sekitar tiga hari larva rabditiform tumbuh menjadi larva filariform, yang dapat menembus kulit dan dapat bertahan hidup 7-8 minggu di tanah. Setelah menembus kulit, larva ikut masuk melalui aliran darah menuju jantung terus ke paru-paru. Di paru-paru larva menembus pembuluh darah masuk ke bronkus lalu ke trakea dan laring. Dari laring, larva ikut tertelan dan masuk ke dalam usus halus dan menjadi cacing dewasa. Proses infeksi Ancylostoma duodenale hidup di dalam rongga usus halus tapi melekat pada dinding usus dan mengisap darah sebagai makanannya. Infeksi cacing ini menyebabkan kehilangan darah secara perlahan-lahan sehingga penderita mengalami kekurangan darah (anemia) yang disebab oleh perdarahan pada bekas gigitan cacing, karena cacingnya mengeluarkan anticoagulani ketika ia mengisap darah, akibatnya dapat menurunkan gairah kerja serta menurunkan produktivitas. Tetapi kekurangan darah ini biasanya tidak dianggap sebagai cacingan namun dianggap karena kekurangan darah yang biasa terjadi karena banyak sebab. Kebiasaan defekasi di tanah dan pemakaian tinja sebagai pupuk kebun (berbagai daerah tertentu) penting dalam penyebaran infeksi. Biasanya terjadi pada golongan pekerja perkebunan yang langsung berhubungan dengan tanah, mendapat infeksi lebih besar 70%. Untuk menghindari infeksi ini dengan menggunakan sandal atau sepatu.

5.5 Bagaimana cara pemeriksaan Fecal Occult Blood ? Pemeriksaan darah samar : tujuan untuk mendeteksi adanya pendarahan saluran cerna, pendarahan yang besar(>150ml) dapat langsung diketahui secara makroskopik, tapi bila pendarahan <100ml/hari maka feses akan terlihat normal. Dengan pemeriksaan in lesi yang masih asimtomatis atau ringan atau lokal dapat dideteksi lebih cepat. Ada 2 cara yaitu cara dengan benzidine basa dan cara dengan benzidine dihidrochlorida.

5.6 Bagaimana cara pemeriksaan hasil lab? 1. a) b) Sediaan Apus Darah Tepi Ukuran sel Anisositosis
18

c) d) 2. 3.
a)

Poikolisitosis Polikromasia Hitung Retikulosit ( N: 1-2%) Persediaan Zat Besi Kadar Fe serum ( N: 9-27mol/liter ) Total Iron Binding Capacity ( N: 54-64 mol/liter) Feritin Serum ( N : 30 mol/liter ; : 100 mol/liter Pemeriksaan Complete Blood Count (CBC) apakah seseorang menderita anemia dapat dilihat dari kadar

b) c)
1.

Kriteria

hemoglobindan hematokritnya. Selain itu, indeks eritrosit dapat digunakan untuk menilaiabnormalitas ukuran eritrosit dan defek sintesa hemoglobin.Bila MCV < 80, maka disebut mikrositosis dan bila > 100 dapat disebut sebagaimakrositosis. Sedangkan MCH dan MCHC dapat menilai adanya defek dalam sintesa hemoglobin (hipokromia)

2.

Sediaan apusan Darah tepi

SADT akan memberikan informasi yang penting apakah ada gangguan atau defek pada produksi sel darah merah. Istilah anisositosis menunjukkan ukuran eritrosityang bervariasi, sedangkan poikilositosis menunjukkan adanya bentuk darieritrosit yang beraneka ragam. 3. Hitung Retikulosit ini merupakan skrining awal untuk membedakan etiologi Pemeriksaan

anemia. Normalnya, retikulosit adalah sel darah merah yang baru dilepas dari sumsum tulang. Retikulosit mengandung residual RNA yang akan di metabolisme dalam waktu 24-36 jam (waktu hidup retikulosit dalam sirkulasi). Kadar normal retikulosit 1-2% yang menunjukkan penggantian harian sekitar 0,8-1% dari jumlah sel darah merah di sirkulasi.Indeks retikulosit merupakan perhitungan dari produksi sel darah merah. Nilai retikulosit akan disesuaikan dengan kadar hemoglobin dan hematokrit pasien berdasarkan usia, gender, sarta koreksi lain bila ditemukan pelepasan retikulosit prematur (polikromasia). Hal ini disebabkan karena waktu hidup dari retikulosit prematur lebih panjang sehingga dapat menghasilkan nilai retikulosit yang seolah-olah tinggi.
19

RI = (% retikulosit x kadar hematokrit/45%) x (1/ faktor koreksi) Faktor koreksi untuk: Ht 35% : 1,5 Ht 25% : 2,0 Ht 15% : 2,5 Keterangan: RI < 2-2,5% : produksi atau pematangan eritrosit yang tidak adekuatRI > 2,5% : penghancuran eritrosit yang berlebihan 4. Persediaan dan Penyimpanan Zat Besi

Saturasi transferin didapatkan dari pembagian kadar Fe serum dengan TIBC dikali 100 (N: 25-50%). Pada pengukuran kadar Fe plasma dan persen saturasi transferin, terdapat suatu variasi diurnal dengan puncaknya pada pk 09.00 dan pk.10.00. Serum feritin digunakan untuk menilai cadangan total besi tubuh. Namun,feritin juga merupakan suatu reaktan fase akut, dan pada keadaan inflamasi baik akut maupun kronis, kadarnya dapat meningkat.

5.7 Bagaimana penatalaksaan pada kasus?(Farmakoterapi dan nutrisi) Terapi terhadap anemia defisiensi besi adalah : Terapi kausal : terapi terhadap penyebab pendarahan, misalnya pengobatan caacing tambang, pengobatan hemoroid, pengobatan menorhagia. Terap kausal harus dilakukan, kalau tidak makan anemia akan kambul lagi. Pemberian preparat besi : untuk mengantikan kekurangan besi dalam tubuh (iron replacement therapy).
a.

terapi besi oral : terapi besi oral merupakan terapi pilihan pertama oleh karena efektif, murah dan aman. Preparat yang tersedia adalah ferrous sulphat (sulfa ferosus) merupakan preparat pilihan pertama oleh karena paling murah tetapi efektif. Dosis anjuran adalah 3 x 200 mg. Setiap 200 mg sulfa ferosus mengandung 66 mg besi elemental. Pemberian sulfa ferosus 3 x 200 mg mengakibatkan absorbsi besi 50 mg per hari yang dapat meningkatkan eritropoesis dua sampai tiga kali normal. Preparat lain : ferrous gluconate, ferrous fumarat, ferrous lactate, dan ferrous succinate.
20

Preparat

besi sebaiknya diberikan saat lambung kosong, tetapi efek

samping lebih sering dibandingkan dengan pemberian setelah makan. Pada pasien yang mengalami intoleransi, sulfa ferosus dapat diberikan saat makan atau setelah makan. Efek samping utama besi per oral adalah gangguan gastrointestinal yang dijumpai pada 15 sampai 20%, yang sangat mengurangi kepatuhan pasien. Keluhan ini dapat berupa mual, muntah, serta konstipasi. Untuk mengurangi efek samping besi diberikan saat makan atau dosis dikurangi menjadi 3 x 100 mg. Pengobatan besi diberikan 3 sampai 6 bulan, ada juga yang menganjurkan sampai 12 bulan, setelah kadar Hb normal untuk mengisi cadangan besi tubuh. Dosis pemeliharaan yang diberikan adalah 100 sampai 200 mg. Jika tidak diberikan dosis pemeliharaan, anemia sering kambuh kembali. Untuk meningkatkan penyerapan besi dapat diberikan preparat vit C, tetapi dapat meningkatkan efek samping terapi. Dianjurkan pemberian diet yang banyank mengandung hati dan daging yang banyak mengandung besi. Terapi besi parenteral : terapi besi parenteral sangat effektif tetapi mempunyai resiko lebih besar dan harganya lebih mahal. Preparat yang tersedia ialah iron dextran complex ( mengandung 50 mg besi/ml) iron sorbitol citric acid complex dan yang terbaru adalah iron ferric gluconate dan iron sucrose yang lebih aman. Besi parenteral dapat diberikan secara i.m dalam dan i.v pelan. Pemberian i.m memberikan rasa nyeri dan memberikan warna hitam pada kulit. Efek samping yang dapat timbul adalah reaksi anafilaksis, meskipun jarang (0,6%). Efek samping lain adalah flebitis, sakit kepala, flushing, mual, muntah, nyeri perut dn sinkop. Pengobatan lain : diet : sebaiknya diberikan makanan bergizi dengan tinggi protein terutama yang berasal dari protein hewani. Vitamin c : diberikan 3 x 100 mg per hari untung meningkatkan absorbsi besi. Tranfusi darah tetapi jarang. Respon terhadapa terapi : respon baik bila retikulosit naik pada minggu pertama , mencapai puncak pada hari ke-10 dan normal lagi pada hari ke-

21

14, diikuti kenaikan Hb 0,15 g/hari-2 g/hari setelah 3-4 minggu. Hb menjadi normal setelah 4-10 minggu. Pencegahan : berupa pendidikan kesehatan, pemberantasan infeksi cacing tambang, suplementasi besi dan fortifikasi bahan makanan dengan besi. Pengobatan spesifik Pirantel pamoat Dosis tunggal 10 mg/kgBB . cukup efektif dengan toksisitas yg rendah. Mebendazole 100 mg dua kali sehari slama 3 hari Albendazole Diberikan dengan dosis tunggal 400 mg Creeping eruption Albendazole diberikan 400 mg slama 5 hari Pengobatan terhadap cacing dewasa Diberikan gabungan pirantel-pamoat dengan mebendazole dgn cara pirantel pamoat dosis tunggal 10 mg/kgBB diberikan pagi hari diikuti pemberian mebendazole 100 mg 2 kali sehari selama 3 hari.

22

IV. Learning issue 1. Anemia 1. Anemia - Anemia adalah penurunan jumlah sel darah merah (sel) atau kurang dari jumlah normal hemoglobin dalam darah. [1] [2] Namun, hal ini dapat mencakup menurunnya pengikatan oksigen kemampuan setiap molekul hemoglobin karena cacat atau kekurangan dalam numerik pengembangan seperti jenis lain hemoglobin kekurangan. Karena hemoglobin (ditemukan di dalam sel) biasanya mengangkut oksigen dari paru-paru untuk kapiler, menyebabkan anemia hipoksia (kurangnya oksigen) di organ.

Ada lebih dari 400 jenis anemia, yang dibagi menjadi tiga kelompok:

Disebabkan oleh kehilangan darah anemia produksi sel darah merah penurunan atau rusak Anemia disebabkan oleh pembinasaan sel darah merah

Sel-sel darah merah yang bisa hilang melalui perdarahan, yang dapat terjadi perlahanlahan selama jangka waktu yang panjang, dan sering bisa tak terdeteksi. Semacam ini pendarahan kronis sering hasil dari berikut:

Kondisi pencernaan seperti borok, wasir, gastritis (radang perut) dan kanker Penggunaan non-steroid anti-inflamasi obat (NSAID) seperti aspirinatau Haid dan melahirkan pada wanita, terutama jika menstruasi pendarahan

ibuprofen, yang dapat menyebabkan bisul dan gastritis

berlebihan dan jika ada kehamilan jamak Anemia yang disebabkan oleh penurunan atau rusak produksi sel darah merah Dengan jenis anemia, tubuh dapat menghasilkan sel-sel darah yang terlalu sedikit atau sel darah mungkin tidak berfungsi dengan benar. Dalam kedua kasus, anemia dapat menghasilkan. Sel darah merah mungkin rusak atau penurunan karena abnormal selsel darah merah atau kekurangan mineral dan vitamin yang dibutuhkan untuk sel-sel
23

darah merah untuk bekerja dengan baik. Kondisi yang terkait dengan penyebab anemia meliputi:

Anemia sel sabit Anemia defisiensi besi Kekurangan vitamin Masalah sumsum tulang dan sel induk Kondisi kesehatan

Sel darah merah menjadi berbentuk bulan sabit karena cacat genetik.Sel darah merah berbentuk bulan sabit juga terjebak dalam pembuluh darah kecil, menyebabkan nyeri. Anemia defisiensi besi terjadi karena kurangnya besi mineral dalam tubuh. Sumsum tulang di pusat tulang kebutuhan besi untuk membuat hemoglobin, Bagian dari sel darah merah yang mengangkut oksigen ke organ tubuh. Tanpa memadai besi, tubuh tidak dapat menghasilkan cukup hemoglobin untuk sel-sel darah merah. Hasilnya adalah anemia defisiensi besi. Jenis anemia dapat disebabkan oleh:

Diet kurang besi Menstruasi Donor darah sering Pelatihan ketahanan Obat-obatan, makanan, dan minuman berkafein tertentu

Anemia defisiensi vitamin dapat terjadi ketika vitamin B12 dan folat kekurangan. Vitamin ini dua yang diperlukan untuk membuat sel darah merah. Kondisi yang mengarah ke disebabkan oleh kekurangan vitamin anemia meliputi:

Megaloblastic anemia: Vitamin B12 atau folat atau keduanya adalah Anemia pernisiosa: penyerapan B12 vitamin miskin yang disebabkan oleh

kekurangan

kondisi seperti penyakit Crohn, infeksi parasit usus, operasi pengangkatan dari bagian dari perut atau usus, atau infeksi HIV

Kekurangan makanan: makan daging sedikit atau tidak ada dapat

menyebabkan kekurangan vitamin B12, sementara overcooking atau makan sayuran terlalu sedikit dapat menyebabkan folat kekurangan.
24

Anemia yang dihasilkan dari sumsum tulang atau sel induk masalah meliputi:

Anemia aplastik terjadi ketika ditandai penurunan jumlah sel-sel induk atau

tidak adanya sel-sel ini. Aplastik anemia dapat diwarisi, dapat terjadi tanpa alasan yang jelas, atau dapat terjadi ketika sumsum tulang terluka oleh obat, radiasi, kemoterapi, atau infeksi.

Thalassemia terjadi ketika sel-sel merah tidak berumur dan tumbuh dengan

baik. Thalassemia adalah kondisi warisan yang biasanya mempengaruhi orang-orang keturunan Mediterania, Afrika, Timur Tengah dan Asia Tenggara. Kondisi ini dapat berkisar dalam tingkat keparahan dari ringan untuk mengancam kehidupan; bentuk yang paling parah ini disebut Cooley's anemia. Anemia disebabkan oleh pembinasaan sel darah merah : Ketika sel-sel darah merah rapuh dan tidak dapat menahan rutin stres dari sistem sirkulasi, mereka mungkin pecah prematur, menyebabkan anemia hemolisis.Anemia hemolitik dapat hadir pada saat lahir atau berkembang kemudian. Kadang-kadang ada penyebab yang tidak diketahui. Diketahui penyebab hemolitik anemia dapat mencakup:

Kondisi warisan, seperti anemia sel sabit dan thalassemia Stres seperti infeksi, obat, racun ular atau spider atau makanan tertentu Racun dari lanjutan hati atau penyakit ginjal Tidak pantas serangan oleh sistem imun (disebut hemolisis penyakit bayi Cangkokan vaskular, katup prostetik jantung , tumor, parah luka bakar,

ketika itu terjadi pada janin wanita hamil)

paparan kimia, parah hipertensi, dan gangguan pembekuan Perawatan

Oral besi : Defisiensi besi dari penyebab gizi langka pada pria dan wanita

postmenopause. Diagnosis defisiensi besi mandat mencari sumber-sumber potensi kerugian, seperti pendarahan pada saluran pencernaan dari borok atau kanker usus besar. Ringan sampai sedang anemia defisiensi besi diobati dengan suplemen oral besi dengan ferrous sulfat, ferrous fumaratatau glukonat ferrous. Ketika mengambil besi suplemen, perut marah dan/atau penggelapan dari kotoran yang umumnya berpengalaman. Sakit perut dapat dikurangi dengan mengambil besi dengan makanan;
25

Namun, hal ini menurunkan jumlah besi diserap. Vitamin C aids di kemampuan tubuh untuk menyerap besi, sehingga mengambil besi lisan suplemen dengan jus jeruk adalah manfaat.Dalam anemias penyakit kronis, terkait dengan kemoterapi, atau terkait dengan penyakit ginjal, beberapa dokter meresepkan rekombinan eritropoietin atau epoetin alfa, untuk merangsang produksi RBC. Parenteral besi: Dalam kasus mana lisan besi telah baik terbukti tidak efektif, akan terlalu lambat (misalnya, pre-operatively) atau mana penyerapan dihambat (misalnya dalam kasus peradangan), besi parenteral dapat digunakan. Tubuh dapat menyerap untuk 6 mg besi setiap hari dari saluran pencernaan.

Transfusi darah : Prinsip fisiologis yang pengurangan pengiriman oksigen

yang terkait dengan anemia mengarah ke hasil klinis yang merugikan seimbang dengan menemukan bahwa transfusi tidak selalu mengurangi hasil klinis yang merugikan tersebut. Darah memiliki risiko yang terkait, seperti penyakit transmisi dan host ketidakcocokan, bahkan dalam kasus yang mana crossmatching dilakukan dengan benar. Setiap unit darah hanya setara dengan 200250 mg besi, sehingga membutuhkan beberapa unit per pasien ke toko-toko besi penuh.

2. Farmakologi untuk Hookworm

26

3. Pemeriksaan Anemia Hipokrom Mikrositik 1.Sediaan Apus Darah Tepi a) Ukuran sel b) Anisositosis c) Poikolisitosis d) Polikromasia 2.Hitung Retikulosit ( N: 1-2%) 3.Persediaan Zat Besi a) Kadar Fe serum ( N: 9-27mol/liter ) b) Total Iron Binding Capacity ( N: 54-64 mol/liter) c) Feritin Serum ( N : 30 mol/liter ; : 100 mol/liter

5. Pemeriksaan Complete Blood Count (CBC)

Kriteria apakah seseorang menderita anemia dapat dilihat dari kadar hemoglobindan hematokritnya. Selain itu, indeks eritrosit dapat digunakan untuk menilaiabnormalitas ukuran eritrosit dan defek sintesa hemoglobin.Bila MCV < 80, maka disebut mikrositosis dan bila > 100 dapat disebut sebagaimakrositosis.
27

Sedangkan MCH dan MCHC dapat menilai adanya defek dalam sintesa hemoglobin (hipokromia) 6. Sediaan apusan Darah tepi SADT akan memberikan informasi yang penting apakah ada gangguan atau defek pada produksi sel darah merah. Istilah anisositosis menunjukkan ukuran eritrosityang bervariasi, sedangkan poikilositosis menunjukkan adanya bentuk darieritrosit yang beraneka ragam. 7. Hitung Retikulosit Pemeriksaan ini merupakan skrining awal untuk membedakan etiologi anemia. Normalnya, retikulosit adalah sel darah merah yang baru dilepas dari sumsum tulang. Retikulosit mengandung residual RNA yang akan di metabolisme dalam waktu 24-36 jam (waktu hidup retikulosit dalam sirkulasi). Kadar normal retikulosit 1-2% yang menunjukkan penggantian harian sekitar 0,8-1% dari jumlah sel darah merah di sirkulasi.Indeks retikulosit merupakan perhitungan dari produksi sel darah merah. Nilai retikulosit akan disesuaikan dengan kadar hemoglobin dan hematokrit pasien berdasarkan usia, gender, sarta koreksi lain bila ditemukan pelepasan retikulosit prematur (polikromasia). Hal ini disebabkan karena waktu hidup dari retikulosit prematur lebih panjang sehingga dapat menghasilkan nilai retikulosit yang seolah-olah tinggi. RI = (% retikulosit x kadar hematokrit/45%) x (1/ faktor koreksi) Faktor koreksi untuk: Ht 35% : 1,5 Ht 25% : 2,0 Ht 15% : 2,5 Keterangan: RI < 2-2,5% : produksi atau pematangan eritrosit yang tidak adekuatRI > 2,5% : penghancuran eritrosit yang berlebihan

8. Persediaan dan Penyimpanan Zat Besi Saturasi transferin didapatkan dari pembagian kadar Fe serum dengan TIBC dikali 100 (N: 25-50%). Pada pengukuran kadar Fe plasma dan persen saturasi transferin, terdapat suatu variasi diurnal dengan puncaknya pada pk 09.00 dan pk.10.00. Serum feritin digunakan untuk menilai cadangan total besi tubuh.
28

Namun,feritin juga merupakan suatu reaktan fase akut, dan pada keadaan inflamasi baik akut maupun kronis, kadarnya dapat meningkat.

BAB III PENUTUP

29

I.

Kesimpulan Mrs. Mona, 41 tahun mengalami anemia hipokrom mikrositer karena defisiensi Fe akibat infestasi Hookworm dan menstruasi yang berlebihan dan berkepanjangan.

30

DAFTAR PUSTAKA
o

Sudoyo, Aru W. dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid III Edisi V.Jakarta: Interna Publishing Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam. Kamus Kedokteran Dorland. 2011. Jakarta: EGC.

31