Anda di halaman 1dari 24

TUGAS SENI BUDAYA NASKAH DRAMA

Nama : Dhiva Caezara Kelas : IX C (Nasai)

SINOPSIS
Ketika kesempatan yang paling dinanti-nantikan datang, saat ia tinggal menempuh satu langkah lagi menuju apa yang selama ini paling diinginkannya, saat itulah ia menyadari, ia harus mengubur mimpinya dalam-dalam. Hatinya terluka, amat sangat terluka. Tetapi ia sadar, ia harus melakukannya jika ia ingin mempertahankan orang yang paling disayanginya, jika ia masih ingin melihat orang itu di dunia ini

Mampukah ia bertahan saat waktu menghantamnya dan memberikannya kenyataan bahwa orang yang paling disayanginya harus pergi dan meninggalkan dirinya untuk selamanya?

BABAK I RUANG KELAS

Adegan 1 : Yumi memasuki ruang kelas Yumi : (melangkah menuju bangku, lalu menyapa Mia) Pagi, Mia.. Mia : Pagi, Yumi Sudah mengerjakan pr? Yumi : Sudah sih, tapi masih ada beberapa yang belum kumengerti.. Kamu? Mia : Baru beberapa. Rasanya otakku mau meledak mengerjakan setumpuk soal matematika itu. Oh Tuhan, mengapa di dunia ini harus tercipta pelajaran sesulit itu? Yumi : (tertawa) Yang benar saja! Otakmu tidak mungkin meledak hanya gara-gara hal seperti itu.. Lagipula, matematika itu sebenarnya tidak sesulit yang kamu bayangkan kok Mia : Gampang bagimu untuk berkata seperti itu..

Adegan 2 : Bu Rina memasuki kelas Bu Rina : Selamat pagi, anak-anak!

Murid-murid : Pagi bu.. Bu Rina : Hari ini saya akan memanggil satu-persatu dari kalian untuk mengerjakan soal yang saya tulis di papan tulis. Masukkan buku paket dan buku tulis kalian ke dalam tas, dan jangan coba-coba untuk mengintipnya, karena ini adalah post test. Mengerti?

Murid-murid : Mengerti bu.. Bu Rina Mia : Baik, giliran pertama.. Mia Putranti Wijaya! : (maju ke depan, lalu terpaku memandangi soal di papan tulis)

Bu Rina Mia Bu Rina Mia Bu Rina

: Bagaimana Mia? Bisa? : Engg, sebentar bu.. : Bagaimana? Tidak bisa? : (pasrah) Tidak bu : Kemarin saat Ibu menerangkan kamu memperhatikan tidak? : Memperhatikan bu.. : (menghela nafas) Nilaimu Ibu kurangi. Sekarang kamu kembali ke tempat duduk. Yumi, coba kamu maju dan kerjakan soal di depan! : (maju, lalu mengerjakan soal dalam waktu singkat) : Bagus sekali! Nilaimu Ibu tambah. Sekarang kembali ke tempat duduk. : (berbisik) Keren! : Apanya? : Kamu. Bisa menyelesaikan soal kayak gitu dalam waktu kurang dari 3 menit.. : Itu kan soal minggu lalu, tapi angkanya diubah. Memang semalem kamu gak belajar? : (nyengir) Enggak. Semalam aku maraton nonton drama korea. : Dasar!

Mia Bu Rina

Yumi Bu Rina

Mia Yumi Mia

Yumi

Mia

Yumi

BABAK II KANTIN Adegan 1 : Yumi mengobrol dengan Mia di kantin Mia : Pelajaran hari ini benar-benar membunuhku!

Yumi

: (tertawa) Oh ayolah, kamu tahu itu ga mungkin.. Lagipula, kalau pelajaran hari ini memang membunuhmu, mana mungkin kamu masih bisa menghabiskan semangkuk bakso kayak gitu.. : Terserahlah. Omong-omong, kamu mau lanjut kemana setelah lulus? : Aku sih inginnya ke Oxford University. Kemarin aku sudah coba mengirimkan application form-ku, tapi sampai sekarang belum ada surat panggilan. : Mungkin belum.. : Ku harap begitu. Bagaimana dengan mu? Mau lanjut kemana? : University College of London. : Kamu yakin mau kesana? : Yakin. Toh, application form-ku sudah diterima, dan aku sudah dapat surat panggilan dari sana. : Memangnya kamu ngambil jurusan apa? : Art of Design. Sebetulnya aku pengen ambil jurusan itu di universitas dalam negeri, sayangnya belum ada yang sebagus di University College of London. : Kamu tahu, terkadang aku berpikir, bagaimana bisa orang sepertimu yang lebih suka mendesain segala sesuatunya di buku sketsa nyasar di jurusan IPA : Jangan tanyakan itu kepadaku. Aku sendiri bingung... Oh ya, bagaimana kabar Yuri? : Keadaannnya masih seperti itu.. Malah belakangan ini tambah parah. Dia jadi sering muntah-muntah dan ga kuat bangun dari tempat tidur..

Mia

Yumi

Mia Yumi

Mia Yumi Mia

Yumi Mia

Yumi

Mia

Yumi

Mia

: Kamu tahu, aku merindukannya. Aku sungguh merindukan saat-saat kita masih ngumpul bertiga.. : Bukan hanya kamu.. Aku juga merindukannya. Bahkan sosoknya yang sekarang ini tidak terlihat seperti Yuri yang dulu.. : Ku harap dia bisa segera sembuh dari sakitnya itu.. Aku ingin kita ngumpul bertiga lagi.. : Ya, semoga..

Yumi

Mia

Yumi

BABAK III RUMAH Adegan 1 : Yumi memasuki rumah Yumi : Aku pulang..

Mbok Sarmi : Oh, Neng Yumi sudah pulang ya.. Sini Neng, Mbok bawain tasnya Yumi : Nggak usah Mbok.. Yuri dimana Mbok?

Mbok Sarmi : Ada di kamarnya, Neng.. Dari tadi pagi Neng Yuri mah gak mau makan, gak mau minum obat juga.. Kerjanya teh cuma melamun Yumi : (menghela nafas) Biar Yumi saja yang urus Mbok..

Mbok Sarmi : Baik Neng..

Adegan 2 : Yumi berusaha membujuk Yuri untuk makan Yumi Yuri Yumi Yuri : (melangkah mendekati Yuri) Yuri.. : (menoleh sejenak, lalu kembali melamun) : Yuri kenapa gak mau makan? : Yuri nggak lapar

Yumi

: Tapi Yuri kan tetap harus makan.. Kalau nggak makan, gimana mau minum obatnya? : Minum obat pun, Yuri nggak sembuh-sembuh.. : Siapa bilang? Yuri bukannya nggak sembuh, tapi belum sembuh. Kemarin dr. Han juga bilang kalau keadaan Yuri sudah membaik kan? Sekarang Yuri makan ya? : (diam) : Yuri mau makannya disuapin sama Yumi? : (terdiam sejenak, kemudian mengangguk pelan) : (tersenyum) Yuri tunggu sebentar ya.. Yumi mau ambil makan dulu.. : Yumi? : Ya? : Yuri mau makan nasi goreng, dan Yuri maunya Yumi yang masak nasi gorengnya buat Yuri! : (tertawa) Siap, Nona Yuri!

Yuri Yumi

Yuri Yumi Yuri Yumi

Yuri Yumi Yuri

Yumi

Adegan 3 : Yumi memasak di dapur Mbok Sarmi : Neng Yumi lagi ngapain atuh? Yumi : Ini Mbok, lagi masak nasi goreng. Tadi Yuri minta ini..

Mbok Sarmi : Memangnya Neng Yuri udah sudah mau makan atuh Neng? Yumi : Sudah atuh Mbok.. Kalau nggak, mana mungkin Yumi masak ini buat Yuri..

Mbok Sarmi : Perlu Mbok banntu Neng?

Yumi

: Nggak usah Mbok.. Yuri mintanya Yumi sendiri yang masak..

Mbok Sarmi : Kalau gitu Mbok tinggal ya Neng.. Mbok mau ngelanjutin nyuci.. Yumi : Iya Mbok, tinggal aja..

Adegan 4 : Yumi menyuapi Yuri makan Yumi Yuri Yumi : Yuri.. Nasi gorengnya sudah jadi nih! : Nasi gorengnya Yumi yang masak kan? : Iya dong.. Dijamin enak deh! Sekarang Yuri makan ya.. Yumi yang suapin deh.. Oke? : (mengangguk) : (menyuapkan sesendok nasi goreng) Enak? : Uhm. Enak.. Yuri suka.. : Baguslah kalau Yuri suka.. Oh ya, tadi Mia nanyain Yuri, dia bilang dia kangen sama Yuri.. : Mia bilang gitu? : (mengangguk) : Yuri juga kangen sama Mia, tapi buat bergerak dari tempat tidur aja Yuri nggak kuat.. : Besok Yumi ajak Mia main ke rumah deh.. : Bener? Yumi nggak bohong kan? : Uhm. Yumi nggak bohong. Besok Yumi akan ngajak Mia main ke rumah. Sekarang makannya dilanjutin ya? : (menggeleng) Yuri kenyang..

Yuri Yumi Yuri Yumi

Yuri Yumi Yuri

Yumi Yuri Yumi

Yuri

Yumi Yuri Yumi Yuri Yumi

: Tapi Yuri, ini masih setengah lho.. : Tapi Yuri udah kenyang.. Sekarang Yuri jadi ngantuk.. : Yasudah.. Kalau gitu Yuri tidur aja ya? : (mengangguk, lalu berbaring dan memejamkan mata) : (menyelimuti Yuri, lalu membereskan piring bekas nasi goreng lalu keluar kamar)

BABAK III RUANG MAKAN Adegan 1 : Yumi sarapan bersama Mama dan Papa Yumi Mama Yumi Mama Papa : Pagi Pa, Ma.. : Pagi Yumi sayang.. Ayo sini, sarapan bareng Mama.. : (duduk di salah satu kursi di meja makan) : Papa mau sarapan nggak? : Iya, Ma..(melipat koran yang sedang dibacanya, lalu duduk di kursi meja makan) : Oh ya, Pa, Ma,doakan Yumi ya.. Kemarin Yumi udah ngirim application form ke Oxford University, tinggal nunggu surat panggilan. Doakan Yumi diterima ya.. : Pasti Mama doakan.. : Kamu ambil jurusan apa? : Kedokteran Pa.. Boleh kan Pa? : Boleh, boleh.. Papa juga sudah menyiapkan dananya.. : Makasih Ma, Pa : (tersenyum) Sama-sama. Oh ya, Yumi, nanti malam kamu makan duluan ya.. Mama akan pulang telat..

Yumi

Mama Papa Yumi Papa Yumi Mama

Papa Yumi Mama Papa Yumi

: Papa juga. Nanti malam Papa akan telat pulang.. : Lagi? : Yumi, kamu kan tahu Mama banyak kerjaan.. : Pekerjaan Papa di kantor juga menumpuk.. : Papa dan Mama selalu saja berkata kayak gitu. Selalu saja pekerjaan yang jadi alasan. Kapan Papa dan Mama punya waktu untuk kami? Atau seenggaknya, untuk Yuri? : Yumi, jaga bicaramu! : Memang iya kok. Mama dan Papa nggak pernah punya waktu untuk kami. Bahkan untuk sekedar mengantar Yuri kemoterapi saja Mama dan Papa nggak punya waktu.. : YUMI!! : Kenapa Papa marah? Kalau Papa dan Mama memang bisa meluangkan waktu untuk Yuri, besok minggu antar Yuri kemoterapi ke dr. Han! : Kamu itu--- : Sudah ya Ma, Pa, Yumi berangkat dulu..(berdiri, kemudian menyambar tasnya dan pergi tanpa pamit ke Mama dan Papa)

Mama Yumi

Papa Yumi

Papa Yumi

BABAK IV RUANG KELAS Adegan 1 : Yumi bercerita ke Mia tentang kekesalannya pada Mama dan Papa Mia Yumi : Pagi Yumi.. Lho, kenapa mukamu suntuk begitu? : Habis berantem.

Mia Yumi Mia

: Berantem? Sama siapa? : Sama Mama dan Papaku. : Duh Yumiii, pagi-pagi kok sudah berantem sih? Memangnya kamu berantem kenapa? : Kamu tahu Mi, mereka itu nggak pernah punya waktu buat anak-anaknya. Selalu aja pekerjaan menumpuk yang mereka jadikan alasan. : Orangtuaku juga selalu sibuk dan jarang punya waktu untukku.. : Huh, kalau mereka nggak punya waktu untukku sih, aku nggak peduli. Tapi kenyataan kalau mereka nggak punya waktu untuk Yuri, itu membuatku kesal.. : Eh? Yuri? : Iya, Yuri. Mama dan Papaku nggak pernah punya waktu untuk Yuri, bahkan sekedar untuk mengantar Yuri kemoterapi pun tidak. Apa mereka nggak sadar, Yuri itu sakit leukimia stadium 3!! Kenapa mereka bisa cuek seperti itu? : (mengelus pundak Yumi) Sabar ya Yumi.. : Iya Mi, maaf kalau tadi aku jadi marah-marah sama kamu.. : Nggak apa-apa. Aku maklum.. : Err, Mia, pulang sekolah nanti kamu ada acara nggak? : Nggak tuh. Kenapa memangnya? : Ke rumahku yuk. Yuri kangen sama kamu.. : Yuk! Udah lama juga aku nggak main ke rumahmu..

Yumi

Mia

Yumi

Mia Yumi

Mia Yumi

Mia Yumi Mia Yumi Mia

Yumi

: Tapi berangkatnya pakai mobilmu ya? Hari ini Mang Didin nggak bisa jemput, dia nganterin mamaku seminar : Beres, Non!(mengedipkan mata)

Mia

BABAK V KAMAR YURI Adegan 1 : Yuri senang dengan kedatangan Mia Yumi : (mengetuk pintu kamar Yuri) Yuri.. Ini coba lihat siapa yang datang.. : (menoleh, kemudian tersenyum senang) Mia? : (menghampiri Yuri, kemudian memeluknya) Yuri, aku kangen banget sama kamu! : Aku juga.. Kenapa kamu jarang main kesini? Padahal aku kesepian lho.. : Hehe, maaf Yuri.. Kamu kan tahu, kegiatan siswa kelas XII sepertiku pasti sangat sibuk dengan try out try out. Ditambah lagi otakku ini tidak secerdas otak saudara kembarmu itu : Nggak apa-apa kok. Aku juga maklum.. : Yuri, berterima kasihlah pada saudara kembarmu itu. Dia yang mengajakku ke sini.. : Ah iya.. Makasih ya Yumi.. : (tersenyum) Iya, sama-sama.. Liha, Yumi nggak bohong kan? Nih sekarang Mia ada disini.. : Iya, Yumi nggak bohong sama Yuri.. : Oh ya, Mi, kamu mau minum apa? : Aku minum sirup aja..

Yuri Mia

Yuri

Mia

Yuri Mia

Yuri Yumi

Yuri Yumi Mia

Yumi

: Oke, ku ambilin dulu.. Kalian ngobrol berdua dulu ya. (berjalan keluar kamar)

Adegan 2 : Yumi, Yuri dan Mia mengobrol bertiga Yumi : (masuk ke kamar sambil membawa minuman) Minuman datang! : (mengambil salah satu gelas, kemudian meminumnya) Makasih ya Yumi.. : Iya, sama-sama. Lalu, apa yang sedang kalian bicarakan? : Yuri cuma nanya-nanya tentang sekolah sama Mia.. : Iya nih, dari tadi dia nanya-nya tentang kegiatankegiatan di sekolah.. : Nggak apa-apa kan? Aku nanya gitu kan karena aku nggak bisa pergi ke sekolah lagi.. : Maaf Yuri, aku nggak bermaksud begitu.. : Tenang saja Yuri, sebentar lagi Yuri pasti sembuh kok. Kemarin Dr. Han bilang kan, asal Yuri rajin minum obatnya dan bersabar menghadapi beberapa kemoterapi, pasti Yuri bisa sembuh.. : Tapi Yumi, Yuri bosan harus minum obat yang sangat banyak itu, juga melakukan kemoterapi yang tak terhitung jumlahnya itu.. Rasanya menyakitkan.. Belum lagi rambutku rontok semua.. : Yumi tahu.. Tapi Yumi ingin Yuri bersabar dulu.. : Iya Yuri.. Demi kesembuhanmu, lebih baik kamu jalanin aja semuanya dengan sabar.. : (berpikir) Akan Yuri coba

Mia

Yumi Yuri Mia

Yuri

Mia Yumi

Yuri

Yumi Mia

Yuri

Mia

: Nah gitu dong.. Eh, Yuri, aku mau minta doa nih sama kamu.. : Doa? Untuk apa? : 2 minggu lagi Yumi dan Mia akan menghadapi ujian Nasional.. Karena itulah kami meminta doa darimu, supaya Yumi dan Mia bisa melewatinya dengan lancar.. : Uhm. Pasti Yuri doakan.

Yuri Yumi

Yuri

Yumi dan Mia : Makasih Yuriii! (memeluk Yuri) Yuri : (tersenyum) Sama-sama.

BABAK VI RUANG KELUARGA Adegan 1 : Yumi menerima surat dari Oxford University Yumi Mama Yumi : Pagi Ma : Pagi Sudah sarapan? : Umm, belum Ma. Yumi belum lapar.. Papa mana, Ma? : Ada tuh di depan, lagi baca koran... : Mama sama Papa nggak kerja? : Lho, kan Mama sama Papa mau ngantar Yuri kemo. : Oh.

Mama Yumi Mama Yumi

Mbok Sarmi : Punten Neng Yumi.. Ini the ada surat buat Neng.. Yumi : Dari sapa Mbok?

Mbok Sarmi : Maaf atuh Neng, Mbok mah nggak tahu.. Yumi : Oh, ya sudah.. Makasih ya Mbok..

Mbok Sarmi : Iya Neng

Yumi

: (membuka amplop surat tersebut, lalu membaca suratnya) Ma, Yuri diterima! : Hem? Diterima apa? : Yumi diterima di Oxford University!! : Benarkah? : Beneran, Ma!! Nih, kalau nggak percaya, coba baca suratnya.. (menyerahkan suratnya ke Mama, lalu berteriak) Papa! Papa!! : Ada apa sih, Yumi? Kenapa teriak-teriak gitu? : Yumi diterima di Oxford University, Pa! : Eh? Benarkah? : Iya Pa.. Ini ada surat dari Oxford University.. : (membaca surat yang ada di tangan Mama) Selamat ya Yumi sayang.. Papa bangga sama kamu! : (terharu) Makasih, Pa : Sudaah, sudah.. Ayo, Papa sama Yumi ganti baju dulu.. Kita jadi ngantar Yuri kemo, kan? : Oh iya, hampir Papa lupa : Ya sudah, cepat ganti baju sana.. : Iya Maaaa

Mama Yumi Mama Yumi

Papa Yumi Papa Mama Papa

Yumi Mama

Papa Mama Yumi

BABAK VII RUMAH SAKIT Adegan 1 : Mama, Papa, Yuri, dan Yumi memasuki rumah sakit (Papa, Mama, Yuri, dan Yumi memasuki rumah sakit, mendaftar ke resepsionis, lalu menunggu di ruang tunggu dr. Han)

BABAK VIII RUAN DR. HAN Adegan 1 : Yuri histeris saat disuruh kemoterapi dr. Han : Sejauh ini, perkembangan Yuri bagus dan cenderung stabil. Terlihat dari hasil MRI dan rontgen minggu lalu. Obatnya masih rutin diminum kan? : Masih dok.. : Bagus. Jangan pernah lupa untuk minum obatnya, karena itu berfungsi sebagai antibodi dan membunuh sel-sel kanker yang bersarang di tubuhmu. Kalau begitu, langsung saja kita ke ruang kemoterapi sekarang.. : (terdiam, lalu memandang kedua orang tuanya dan Yumi) : Kenapa Yuri? : Ma, Yuri nggak mau kemoterapi.. : Tapi Yuri, kamu harus kemoterapi.. : Yuri nggak mau, Pa.. Rasanya sakit.. : Yuri : (suara meninggi) Pokoknya Yuri nggak mau kemoterapi! : Yuri, tolonglah : (histeris) Yuri nggak mau, Yuri nggak mau!! Yumi nggak tahu bagaimana rasanya di dalam ruangan yang bau obatobat kimia itu, Yumi nggak ngerti gimana sakitnya kepala Yuri saat obat-obat itu masuk ke dalam tubuh Yuri (mulai menangis) : (memeluk Yuri) Ssshh, Yumi tahu.. Tapi Yumi minta Yuri tetap kemo.. Biar Yuri cepat sembuh.. : (masih menangis) Tapi Yumi.. Sakit..

Yuri dr. Han

Yuri Mama Yuri Papa Yuri Mama Yuri Yumi Yuri

Yumi

Yuri

Yumi

: Yuri, tadi Yumi baru dapat surat dari Oxford University.. Yumi diterima disana.. Yumi ingin Yuri kemoterapi, biar Yuri cepat sembuh dan bisa ikut Yumi kesana.. : (mulai mereda tangisnya) : Yumi mohon.. Lakukan untuk Yumi.. Ya? : (mengangguk)

Yuri Yumi Yuri

BABAK IX RUANG TUNGGU KEMOTERAPI Adegan 1 : Mama, Papa, dan Yumi menunggu Yuri kemoterapi (Yuri memasuki ruang kemoterapi. Mama, Papa, dan Yumi menunggu di ruang tunggu yang disediakan. Selama menunggu, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing)

Adegan 2 : Yuri keluar dari ruang kemoterapi Papa dr. Han : Bagaimana, dok? : Yuri anak yang kuat, Pak Sandjaya. Saya yakin dia mampu melewati semua ini. : Syukurlah.. : Cuma kalau bisa, saya minta anda dan Bu Sandjaya lebih sering berada di sisinya dan menemaninya. Saya rasa dia kesepian hanya ditemani saudaranya selama ini.. : Baik, dok.. : Yuri, kamu nggak apa-apa, Sayang? : Yuri pusing, Ma : Kalau begitu kita pulang ya.. Ini sudah selesai, dok?

Papa dr. Han

Papa Mama Yuri Mama

dr. Han

: Sudah, Bu. Untuk hari ini cukup sekian dulu. Kita lihat perkembangannya selama 2 minggu ke depan. : Baik, dok, kami pemisi dulu. : Baik, Pak..

Papa dr. Han

BABAK X RUMAH Adegan 1 : Papa menyuruh Yumi membawa Yuri ke kamarnya Papa : Yumi, bawa Yuri ke kamarnya. Papa mau bicara sama Mama.. : Eh? : Cepat! : (mendorong kursi roda yang diduduki Yuri ke kamarnya, membaringkan Yuri di kasurnya lalu menyelimutinya) Yuri sekarang tidur ya, biar Yuri nggak pusing lagi.. : (mengangguk) : (berjalan keluar kamar, lalu menutup pintu kamar Yuri dengan pelan)

Yumi Papa Yumi

Yuri Yumi

Adegan 2 : Yumi melihat orang tuanya bertengkar Papa : Kurasa kamu harus mengurangi pekerjaanmu. Kamu dengar sendiri kan, tadi dr. han bilang Yuri harus lebih diperhatikan. : Kenapa cuma aku yang disuruh mengurangi pekejaanku? Kenapa nggak kamu sendiri yang mengurangi pekerjaanmu? : Aku nggak bisa. Kerjaanku di kantor sangat menumpuk.

Mama

Papa

Mama

: Begitu pula aku. Kamu pikir kerjaanmu saja yang menumpuk? Kerjaanku di kantor juga menumpuk! : Kamu ini selalu saja begitu! Ah, sudahlah, aku sudah tidak tahan lagi! : Baik, kalau memang kamu merasa begitu, lebih baik kita cerai! : Oke, besok kita ke KUA! : (berteriak) Mama! Papa! Apa yang kalian pikirkan, sih? Kenapa kalian mau cerai gitu? : Maaf Yumi, tapi Mama sudah tidak tahan.. : Papa juga, Yumi.. Papa sudah letih dengan semua ini.. : (muncul di belakang Yumi dengan mata yang berair) Mama.. Papa.. : (berjaln ke belakang kursi roda Yuri, lalu menutup telinga Yuri dengan kedua tangannya dan berbisik) Ssshh, Yuri, jangan dengar omongan Papa dan Mama yang tadi. Jangan dipikirkan ya.. : (mulai menangis) : (mendekati Yuri) Yuri, maafkan Mama.. : (mendesis) Jangan mendekat! Yumi kecewa sama Mama dan Papa. Kalian egois!! : (terhenyak dan mulai menangis) : (mendorong kursi roda Yuri dan menenangkan Yuri yang masih menangis di kamar)

Papa

Mama

Papa Yumi

Mama Papa Yuri

Yumi

Yuri Mama Yumi

Mama Yumi

BABAK XI RUANG KELAS Adegan 1 : Yumi bercerita tentang perceraian kedua orang tuanya

Mia Yumi Mia

: Yumi, mau ke kantin nggak? : Nggak ah. Aku nggak lapar. : Hei, kamu kenapa sih? Belakangan ini kamu sering nggak semangat, lesu gitu. Ada apa? : Orang tuaku cerai, Mi.. : Hah? Beneran? : Iya.. Hari ini sidang keputusan finalnya.. : Lalu, bagaimana dengan Yuri? : Yuri terpuruk, sangat terpuruk.. Dia nggak mau makan, nggak mau bicara, nggak mau minum obatnya.. Aku takut leukimianya tambah parah.. : Kamu harus mengembalikannya seperti dulu.. Itu tugasmu sebagai saudara kembarnya. Dan jangan lupa untuk tetap fokus pada UN yang tinggal beberapa hari lagi..

Yumi Mia Yumi Mia Yumi

Mia

BABAK XII RUANG KELAS Adegan 1 : Pelaksaan Ujian Nasional (Seluruh siswa tampak serius bergulat dengan soal-soal yang akan menentukan nasib masa depan mereka. Mereka semua berusaha melakukan yang terbaik di Ujian Nasional)

BABAK XIII SEKOLAH Adegan 1 : Yumi dan Mia diumukan lulus UN, namun tiba-tiba Mbok Sarmi menelepon Mia : (sumringah) Yumi, aku lulus. Aku lulus!

Yumi Mia

: Aku juga, Mi! : Dengan ini, kita bisa menjemput mimpi kita kuliah di luar negeri! : Iya, aku jadi tidak sabar!(tiba-tiba ponselnya berbunyi) Halo? (memucat, lalu menutup teleponnya) : Yumi, ada apa? : (tergagap) M-m-mia.. Kata Mbok Sarmi, Yuri pingsan di kamar, dan hidungnya terus-menerus mengeluarkan darah.. : Hah? Tunggu apa lagi. Ayo ku antar kamu ke rumah terus kita bawa yuri ke dokternya.

Yumi

Mia Yumi

Mia

BABAK XIV RUMAH SAKIT Adegan 1 : Yumi dan Mia membawa Yuri ke Ruang ICU (Yuri segera ditangani oleh tim dokter medis. Yumi dan Mia menunggu dengan cemas, khawatir terhadap keadaan Yuri)

Adegan 2 : Dr. Han menemui Yumi dan Mia dr. Han Yumi dr. Han : Yumi.. : Iya, dok? : Saya tahu ini akan menjadi berita buruk, tapi leukimia Yuri bertambah parah. Sekarang leukimianya memasuki stadium 4.. dan yang lebih parah, saat ini Yuri mengalami koma. : K-koma, dok? : Ya, koma. Otaknya tidak menunjukkan respon terhadap semua rangsangan.

Yumi dr. Han

Mia Papa Mama Yumi

: (memeluk Yumi yang tangisnya mulai pecah) : Yumi! : Yumi! : (menoleh ke Mama dan Papanya, lalu memandang mereka dengan tatapan marah) Mama dan Papa jahat!! Lihat akibatnya, sekarang Yuri koma dan penyakitnya sudah memasuki stadium 4! : (menangis) Maafkan Mama.. Maaf.. : Yumi, Papa rasa kamu harus membatalkan keberangkatanmu ke Oxford.. Sebaiknya kamu tetap disini, berada di sisi Yuri.. : Maksud Papa? Aku nggak jadi kuliah disana? : ya : Kalian jahat! Kalian tega sama Yumi! Yumi benci Papa dan Mama!!

Mama Papa

Yumi Papa Yumi

BABAK XV KAMAR RAWAT INAP Adegan 1 : Yumi menunggui Yuri yang masih koma Yumi : Yuri, kamu mau tidur sampai kapan? Ayolah bangun.. Yumi merindukanmu.. Sangat merindukanmu.

(Yumi menatap alat pengontrol detak jantung, dan melihat semakin lama detak jantung Yuri semakin melambat, hingga akhirnya alat itu menampilkan satu garis lurus yang monoton) Yumi : Nggak mungkin.. Mama! Papa! Dokter!!

(Mama, Papa, dan dr. Han menerobos masuk. dr. Han berusaha mebuat jantung Yuri berdetak lagi dengan alatnya, tapi sia-sia. Yuri telah pergi untuk selamanya)

BABAK XVI TEMPAT PEMAKAMAN UMUM Adegan 1 : Pemakaman Yuri (Yumi menyaksikan bagaimana jasad saudara kembarnya itu dimasukkan ke tempat peristirahatan terakhirnya, lalu di tutup dengan tanah) Yumi : Yuri, mungkin memang harus begini pada akhirnya. Kamu tetap meninggalkanku. Aku nggak marah sama kamu, aku juga tidak sedih, karena aku tau semua ini sudah diatur. Tapi aku nggak bisa bohong kalau aku kehilanganmu, dan aku pasti akan merindukanmu..