Anda di halaman 1dari 7

Nama: Rico Hutama Nim: 105040213111020 Kelas: L SOAL Suatu tanah memiliki profil yang sangat dalam (>

1 m) dan terdiri dari dua lapisan, masing-masing lapisan atas (A) pada kedalaman 0 40 cm dan lapisan bawah (B) dikedalaman > 40 cm. Kedua lapisan tanah tersebut memiliki sifat fisik yang berbeda yang ditunjukkan dari hasil pengamatan lapangan maupun analisis laboratorium. Hasil Pengamatan Lapangan dan Analisis Laboratorium : 1. Pengamatan Morfologi Profil Lapisan Tebal (cm) Struktur Gumpal agak halus Kubus sedang Porositas Makro Banyak cukup Perakaran Banyak akar halus dan kasar Sedikit akar halus

Lapisan A 00 40 Lapisan B 40 100+ 2. Sifat Fisik Tanah Lapisan Lapisan A Lapisan B

Berat Isi Tanah (g cm-3) 1,08 1,31 cm

Barat Jenis Padatan (g cm3 ) 2,40 2,42 102 2 0,44 0,39 103 3 0,33 0,24 104 4 0,21 0,13 105 5 0,11 0,06 106 6 0,07 0,04

3. Kurva pF (hubungan antara potensial matriks dengan kadar air volume)


m

pF l m] 3 Lapisan cm cm-3 A) Lapisan B) cm3 cm-3

1 0 0,55 0,46

10 1 0,51 0,43

Jawablah pertanyaan2 berikut : A. Hubungan antara komponen tanah 1. Berapakah porositas total lapisan A dan lapisan B ? 2. Analisis tekstur tanah tidak tersedia, apakah dari hasil-hasil analisis tersebut bisa diperkirakan tekstur lapisan A dan lapisan B ? 3. Bagaimana perbandingan antara struktur lapisan A dan struktur lapisan B dilihat dari sifatnya ? 4. Berapa pori-pori makro, meso dan mikro pada kedua lapisan ?

5. Berapa kapasitas lapangan dan titik layu permanen pada kedua lapisan ini ? 6. Berapa air tersedia pada masing-masing lapisan ? B. Praktek Irigasi Tanah tersebut ditanami jagung yang memiliki kedalaman perakaran rata-rata 50 cm. Pada suatu ketika, kadar air di kedua lapisan diukur dan ternyata di lapisan A 0,18 cm3cm-3 dan di lapisan B 0,24 cm3cm-3. 1. Bagaimana status air tanah pada saat itu : apakah perlu dilakukan irigasi ? (status : klasifikasi air tanah) 2. Apapun statusnya, tanaman jagung akan diairi supaya zone perakaran mencapai kapasitas lapangan. Hitunglah berapa mm air yang perlu ditambahkan ! Namun karena perhitungan terlalu lama, petani memutuskan untuk memberi air irigasi sebanyak 200 mm sehingga air ini masuk dan menyebar secara merata sehingga tercapailah kapasitas lapangan. 3. Berapa dalam air yang ditambahkan itu membasahi profil tanah ? 4. Diskusikan hal-hal apa saja yang perlu disederhanakan untuk melakukan perhitunganperhitungan tersebut ? C. Praktek Penanaman dalam Pot Petani akan menanam sayuran dalam pot di rumah kaca. Disiapkan pot-pot plastik dengan ukuran volume 10 liter dan diisi dengan tanah yang diambil dari lapisan tanah A. Tanah A dikeringudarakan (kadar air = 0,20 cm3cm-3) dan kemudian diayak supaya diameter agregat rata-rata < 0,5 cm. Agar kondisi tanah dalam pot ideal, maka porositas total tanah dalam pot diusahakan sebesar 50% (volume). 1. Berapa kg tanah kering udara yang harus dimasukkan dalam setiap pot ? Berapa berat kering mutlak tanah tersebut (tiap pot) ? 2. Jika kapasitas lapangan dan titik layu tanah ini sama dengan hasil analisis lab di atas, berapa liter air yang harus ditambahkan setelah pot siap ditanami agar mencapai kapasitas lapangan ? 3. Jika penanaman dalam pot ini akan diterapkan dilapangan maka volume air tersebut harus dikonversi menjadi satuan mm tebal air. Apakah volume air ini bisa dikonversi menjadi satuan mm air ? Bagaimana caranya dan informasi apa yang diperlukan ?

JAWABAN

A. Hubungan antar komponen tanah

1. Lapisan A = =

= 100% - (0,45 x 100%) = 55% Lapisan B = = = 100% - (0,54 x 100%) = 46%

2. Dari data tersebut dapat diketahui teksturnya yaitu dengan melihat dari pori-pori makro tanah tersebut. Tanah yang didominasi pasir akan banyak mempunyai pori-pori besar (makro), tanah yang didominasi debu akan banyak mempunyai pori-pori meso (sedang), sedangkan yang didominasi liat akan banyak mempunyai pori-pori mikro. Semakin poreus tanah akan makin mudah akar untuk berpenetrasi Dengan porositas total lapisan A = 55%, maka lapisan A termasuk dalam tekstur pasir. Sedangkan porositas total lapisan B = 46%, maka lapisan B termasuk dalam lempung.

Selain itu juga dapat dilihat dari berat isi dan berat jenis

3. Berdasarkan data diatas pada lapisan A mempunyai struktur gumpal agak halus dengan pori makro banyak dan banyak perakaran halus, pada lapisan B mempunyai struktur kubus sedang dengan pori makro cukup. Perbandingan struktur lapisan A dengan B dilihat dari sifat: a. Infiltrasi yang terjadi pada lapisan A lebih cepat dari pada lapisan B, karena dilihat dari lapisan A struktur gumpal agak halus sehingga air mudah masuk kedalam dari pada bertekstur kubus sedang. b. Perkolasi yang terjadi pada lapisan B lebih cepat dari pada lapisan A, karena dilihat dari lapisan B struktur kubus sedang sehingga air yang masuk dalam tanah lambat, perkolasi

yang terjadi tinggi. Sebaliknya pada lapisan A berstruktur gumpal agak halus infiltrasi tinggi sehingga perkolasi rendah. 4.

5. Kapasitas lapangan dan titik layu permanen dapat dilihat dari kurva pF. Jika kurfa pF 1-2,5 maka kondisi tanah dalam kapasitas lapangan sedangkan pF 4,2 kondisi tanah dalam titik layu permanen. Pada daerah tropis pF yang dipakai untuk kapasitas lapang yaitu 1-2. Lapisan A disebut kapasitas lapang pada kadar air volume pf 1-2,5 yaitu 0,385 -0,51 cm3cm3

. Sedangkan titik layu permanen pada kadar air volume pf 4,2 yaitu 0,19 cm3cm-3. . Sedangkan titik layu permanen pada kadar air volume pf 4,2 yaitu 0,117 cm3cm-3.

Lapisan B disebut kapasitas lapang pada kadar air volume pf 1-2,5 yaitu 0,315-0,43 cm3cm3

6. Air yang tersedia untuk tanaman adalah air antara kapasitas lapang dengan titik layu permanen, jadi untuk lapisan a tersedia pada kadar air 0,385-0,064, sedangkan lapisan b adalah 0,315-0,038.

B. Praktek Irigasi 1. Kadar air kedua lapisan termasuk air tersedia namun masih berada dibawah kapasitas lapang,dan untuk menjamin tercukupinya air untuk tanaman,suplai air harus diberikan apabila 50-85% air tersedia ini habis terpakai, sehingga tanah ini harus tetap diairi agar kadar air zona perakaran mencapai kapasitas lapang.

2. Lapisan a: Kapasitas lapang=0,385 cm3cm-3 Aktual=0,18 cm3cm-3 Tambahan = 0,385- 0,18= 0,205 Kapasitas air total pada kedalaman 40 cm= 0,205x40= 82 mm

Lapisan b: Kapasitas lapang=0,315 Aktual= 0,24 Tambahan= 0,315-0,24=0,075 Kapasitas air total pada kedalaman 100 cm= 0,075x100=75 mm Agar zona perakaran mencapai kapasitas lapang,maka air yang ditambahkan: 82 mm+ 75 mm= 157 mm

3. Penambahan air= 200 mm Penambahan sesuai kapasitas lapang=157 mm(kedalaman 50 cm) Air/cm=157/50= 3,14 mm/cm Dengan penambahan 200 mm air maka kedalaman profil yang di basahi= 200 mm 3,14 mm/cm = 63,69 cm

4. Waktu lebih diperhitungkan agar tanaman tidak sampai layu atau mati Kebutuhan air baik air tanah maupun air irigasi Tekstur dan struktur tanah pada lahan tersebut yang dapat mempengaruhi kapasitas tanah menahan air Jenis perakaran

C. Praktek Penanaman dalam Pot

1. Diket : V = 10 liter = 10000 cm3 Va = 50% dari volume = 5 liter KA = 0,20 cm3cm-3 = 20% = 20% x 10000 = 2000 cm3 Porositas = 50% Ditanya : a. Tanah kering udara tiap pot, b. Berat kering mutlak tanah tiap pot Jawab : a. Tanah kering udara = volume tanah KA = 10000 2000 = 8000 cm3 = 8 kg b. Berat mutlak tanah = volume tanah porositas = 10000 50% = 10000 5000 = 5000 cm3 = 5 Kg Jadi tanah kering udara yang harus dimasukkan dalam setiap pot adalah 8 Kg. Sedangkan untuk berat kering mutlak tanah tiap pot adalah 5 Kg.

2. Kapasitas lapang-aktual= 0,385-0,20= 0,185 Vw = 0,185 Vt Vw = 0,185 2 Vw= 0,37 liter 3. Bisa, yaitu dengan cara satuannya di konversi atau diubah ke dalam satuan mm, sehingga 0,37 liter akan menjadi 0,37x106 mm3