Anda di halaman 1dari 3

INSTRUMEN EVALUASI Uji Kompetensi Kompetensi Dasar 1. 2. 3. 4.

: Menyiapkan Surat Pemberitahuan Pajak : Menyiapkan SPT Tahunan PPh Pasal 21

Jelaskan penerima penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21 ( minimal 5 ) Jelaskan Obyek PPh Pasal 21 Sebutkan yang bukan merupakan subyek PPh pasal 21 Dimas ( K / 1 ) bekerja pada PT Sasami. Selama tahun 2010 dimas memperoleh gaji sebulan Rp 3.000.000. PT Sasami mengikuti program Jamsostek. Premi Asuransi Kecelakaan Kerja dan Asuransi Kematian dibayar oleh pemberi kerja masing masing RP 100.000,00 dan 70.000,00 sebulan. PT Sasami menanggung iuran THT Rp 75.000,00 sebulan sedangkan Dimas membayar sendiri iuran THT sebesar Rp 60.000,00. Disamping itu PT Sasami juga mengikuti program pensiun dengan membayar iuran pensiun sebesar Rp 50.000,00 sedangkan Dimas membayar iuran pensiun sebesar RP 40.000,00 Diminta : a. Hitung PPh pasal 21 yang terutang oleh Dimas tahun 2010 b. Isi SPT Tahunan PPh Pasal 21 atas penghasilan Dimas ke dalam Formulir 1721-A1, Jika diketahui NPWP DIMAS : 78.156.260.0-648.000 Alamat Dimas : Jl. Serayu No 35 Madiun No. Telpon : ( 081 ) 335 293352 Alamat PT Sasami : Jl. Delima 245, Madiun NPWP : 34.130.256.0-750.000 Nama Pimpinan : Susanto, S.E

KUNCI JAWABAN 1. 1. 2. 3. 4. 5. Penerima penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21 Pejabat negara Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) sebagaimana diatur dalam UU No 8 tahun 1974 Pegawai adalah orang pribadi yang melakukan pekerjaan bebas berdasarkan perjanjian atau kesepakatan kerja baik tertulis maupun tidak tertulis Pegawai tetap Pegawai dengan status Wajib Pajak Luar Negeri ( WPLN ) adalah orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia lebih dari 183 haridalam jangka waktu 12 bulan yang menerima atau memperoleh gaji, honorarium dan / atau imbalan lain sehubungan dengan pekerjaan, jasa dan kegiatan Pegawai lepas Penerima pensiun Penerima Honorarium Penerima Upah

6. 7. 8. 9.

2. Obyek PPh pasal 21 1. Penghasilan yang diterima atau diperoleh secara teratur ( gaji, uang pensiun bulanan ) dan penghasilan teratur lainnya dengan nama apapun 2. Penghasilan yang diterima atau diperoleh secara tidak teratur ( THR, Jasa produksi, Tantiem, Gratifikasi, tunjangan cuti, bonus ) dan penghasilan sejenis lainnya yang sifatnya tidak tetap 3. Upah harian, upah mingguan, upah satuan dan upah borongan 4. Uang tebusan pensiun uang pesangon, uang tabungan hari tua, dan Jaminan hari tua dan pembayaran lain sejenis 5. Honorarium, hadiah atau penghargaan dengan nama dan bentuk apapun sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan, jasa dan kegiatan yang dilakukan Wajib pajak Dalam Negerim yang terdiri dari Tenaga ahli, Pemain musik, Olahragawan, penasehat, pengajar, pelatih dan lain lain

3. Bukan Subyek PPh pasal 21 1. Pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabat lain dari negara asing dan tau orang orang yang diperbantukan kepada mereka yang bekerja pada dan bertempat tinggal bersama mereka dengan syarat : a. Bukan warga negara Indonesia. Dan b. Di Indonesia tidak menerima atau memperoleh penghasilan lain di luar jabatanya di Indonesia c. Negara yang bersangkutan memberikan perlakukan timbal balik 2. Pejabat perwakilan organisasi internasional sebagaimana dimaksud dalam keputusanMenteri Keuangan No. 611/KMK.04/1994 Jo. Keputusan menteri keuangan nomor 314/KMK.04/1998 dengan syarat : a. Bukan warga negara Indonesia b. Tidak menjalankan usaha atau melakukan kegiatan atau pekerjaan lain untuk memperoleh penghasilan di Indonesia

4. PPh pasal 21 terutang atas penghasilan Harun Santoso Gaji 1 bulan 4x 2.500.000 Rp 10.000.000,00 Premi As. Kecelakaan kerja Rp 100.000,00 Premi As. Kematian Rp 30.000,00 + Penghasilan bruto Rp 10.130.000,00 Pengurangan 1. Biaya Jabatan 5 % X Rp 10.130.000 Rp 506 500,00 2. Iuran pensiun Rp 10.000,00 3. Iuran THT Rp 200.000,00 + Rp 716.500 ( - ) Penghasilan netto 1 Bulan Rp 9.413.500,00 Penghasilan Netto 1 tahun 12 x Rp 9.413.500,00 Rp112.962.000,00 3. Penghasilan tidak kena pajak ( PTKP ) 1 tahun - Untuk WP sendiri Rp 15.840.000,00 - Untuk WP kawin Rp 1.320.000,00 - Untuk Tanggungan anak Rp 1.320.000,00 Jumlah PTKP Rp 18.480.000,00( - ) Penghasilan kena pajak Rp 16.458.000,00 PPh terutang 1 tahun 5 % x Rp 16.458.000,00 PPh terutang 1 bulan

= Rp 822.900,00 = Rp 822.900,00 : 12 = Rp 68.575

SPT PPh Pasal 1721-A1, Terlampir