Anda di halaman 1dari 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) KANKER SERVIKS Disusun oleh : Kelompok 2 Srihatin Lina Sopiani Annisa Zaitun Opik

Abdul Ropik Anggi Oktapiani Ayu Agustin Gian Nurmaindah Neli Tarneli Haidy Cukra Anesta S Dwi Siwi Ratriani P Kurniawati Lia debora M Sandra Dewi Kurnia 220112120076 220112120014 220112120090 220112120134 220112120142 220112120116 220112120064 220112120059 220112120020 220112120007 220112120087 220112120079 220112120057

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXIV FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Sasaran Tempat Tanggal Waktu I.

: Kanker Serviks : Deteksi Dini,Pengobatan, dan Pencegahan Kanker Serviks : Klien dan keluarga dengan Kanker Serviks : Poliklinik Kebidanan, RSUP Hasan Sadikin Bandung : 23 November 2012 : 30 Menit

Tujuan Instruksional Setelah diberikan penyuluhan, sasaran mampu mengetahui tentang penyakit kanker serviks.

II.

Tujuan Instruksional Umum (TIU) Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, sasaran dapat memahami dan mengerti tentang kanker serviks.

III.

Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, peserta mampu : Mengetahui pengertian kanker serviks Mengetahui penyebab kanker serviks Mengetahui faktor resiko dari kanker serviks Mengetahui tanda dan gejala kanker serviks Mengetahui pengobatan kanker serviks dan efek sampingnya Mengetahui cara mencegah kanker serviks Mengetahui cara mendeteksi kanker serviks

IV.

Analisa Tugas KNOW Sasaran mengetahui dan memahami tentang pengertian kanker serviks Sasaran mengetahui dan mengerti tentang penyebab kanker serviks Sasaran mengetahui dan mengerti tentang faktor resiko dari kanker serviks Sasaran mengetahui dan mengerti tentang tanda dan gejala kanker serviks Sasaran mengetahui dan mengerti tentang pengobatan kanker serviks dan efek sampingnya Sasaran mengetahui dan memahami tentang cara mencegah kanker serviks Sasaran mengetahui dan memahami tentang cara mendeteksi kanker serviks

DO Sasaran bertanya mengenai materi yang telah diberikan oleh perawat jika terdapat hal-hal yang kurang dimengerti

SHOW Sasaran memperhatikan selama penyampaian materi Sasaran termotivasi untuk bertanya Sasaran termotivasi untuk melakukan pengobatan dan follow up pasca pengobatan.

V.

Materi Terlampir

VI.

Metode Pengajaran Ceramah dan Tanya Jawab

VII.

Media Pengajaran Leaflet dan Power Point

VIII. Alokasi Waktu dan Tahap Pengajaran

Apersepsi Penjelasan Materi Evaluasi Penutup

: 3 Menit : 17 Menit : 8 Menit : 2 Menit

IX.

Strategi Instruksional A. Memperkenalkan Diri B. Menggunakan media pengajaran untuk mempermudah member pemahaman pada peserta didik C. Menjelaskan materi pengajaran yang terdiri dari : Pengertian kanker serviks Penyebab kanker serviks Faktor resiko dari kanker serviks Tanda dan gejala kanker serviks Pengobatan kanker serviks dan efek sampingnya Cara mencegah kanker serviks Cara mendeteksi kanker serviks

D. Melakukan kegiatan tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta didik, yaitu dengan memebrikan kesempatan peserta untuk bertanya mengenai hal-hal yang kurang dimengerti dan menanyakan kembali kepada peserta tentang materi yang telah dijelaskan E. Memberikan kesimpulan dan materi penyuluhan F. Menutup penyuluhan

X.

Kegiatan Tahap Pra Kegiata Apersepsi Kegiatan Pendidik Menyiapkan peralatan Menyiapkan setting ruangan Melakukan perkenalan Menyimak Kegiatan Peserta Metode Ceramah Media 1 Menit Waktu

Penjelasan Materi

Menjelaskan pembelajaran

tujuan Menyimak

Ceramah

1 Menit

Menjelaskan cakupan materi Menyimak yang akan disampaikan Brainstorming tentang apa yang Menguraikan peserta ketahui tentang kanker pendapat serviks Menjelaskan tentang pengertian Menyimak kanker serviks Menjelaskan tentang penyebab Menyimak kanker serviks Menjelaskan tentang Faktor Menyimak

Ceramah

1 Menit

Tanya Jawab

1 Menit

Ceramah

Power point

1 Menit

Ceramah

Power point

1 Menit

Ceramah

Power point

2 Menit

resiko dari kanker serviks Menjelaskan tentang tanda dan Menyimak gejala kanker serviks Menjelaskan tentang Menyimak Ceramah Ceramah

Power point Power point

3 Menit

5 Menit

pengobatan kanker serviks dan efek sampingnya Menjelaskan tentang cara Menyimak Menyimak Ceramah

Power point

2 Menit

mencegah kanker serviks Menjelaskan tentang cara Ceramah

Power point

2 Menit

mendeteksi kanker serviks Evaluasi Memberikan kesempatan/ Bertanya Tanya Jawab

1 Menit

mengundang pertanyaan atau komentar dari peserta Menjawab komentar pertanyaan peserta dan Menyimak

Tanya Jawab

1 Menit

dengan untuk Menjawab

singkat dan jelas Meminta peserta Tanya Jawab 2 Menit

menyebutkan tanda dan gejala

kanker serviks Meminta menyebutkan kanker serviks Meminta peserta untuk Menjawab Tanya Jawab 2 Menit peserta untuk Menjawab Tanya Jawab 2 Menit

pengobatan

menyebutkan cara deteksi dini kanker serviks Penutup Memberikan kesimpulan Menutup penyuluhan Menyimak dan Menyimak

Ceramah Ceramah

1 Menit 1 Menit

memberikan salam

XI.

Evaluasi Untuk mengetahui sejauh mana peserta memahami dan mengerti tentang materi yang telah diberikan, peserta diberikan pertanyaan : 1. Sebutkan tanda dan gejala dari kanker serviks! Jawaban : Kebanyakan asimptomatik/tidak menunjukkan gejala. Bila kanker sudah mengalami progresifitas atau stadium lanjut maka gejala-gejala yang dapat timbul antara lain: 1) Siklus menstruasi yang tidak teratur 2) Tidak menstruasi sama sekali 3) Pendarahan setelah senggama. 4) Pendarahan spontan yang terjadi antara periode menstruasi rutin. 5) Timbulnya keputihan yang bercampur dengan darah dan berbau. 6) Nyeri panggul dan gangguan atau bahkan tidak bisa buang air kecil. Tahap akhir : anemia, sering dengan demam akibat imfeksi sekunder dan abses pada massa yang mengalami ulserasi dan pembentukannya. 2. Sebutkan cara pengobatan pada kanker serviks! Jawaban : a. Kemoterapi b. Terapi Radiasi

c. Operasi 3. Sebutkan cara mendeteksi secara dini kanker serviks! Jawaban : Bagi perempuan yang sudah melakukan hubungan seksual, lakukan deteksi dini secara rutin dengan Tes Pap Smear. Tes ini dapat mendeteksi adanya sel yang tidak normal pada serviks secara dini. Pemeriksaan ini sangat sederhana, tidak sakit, cepat (tidak lebih dari 10 menit), dan relatif murah. Bila ditemukan kelainan pada tes pap, untuk menguatkan diagnosis dilakukan pengambilan sedikit jaringan leher rahim untuk diteliti. 4. Sebutkan cara pencegahan kanker serviks! Jawaban : a. Bila mungkin, hindari faktor resiko yaitu berganti pasangan seksual lebih dari satu dan berhubungan seks dibawah usia 20 karena secara fisik seluruh organ intim dan yang terkait pada wanita baru matang pada usia 21 tahun. b. Bagi wanita yang aktif secara seksual, atau sudah pernah berhubungan seksual, dianjurkan untuk melakukan tes HPV, Pap Smear, atau tes IVA, untuk mendeteksi keberadaanHuman Papilloma Virus (HPV), yang merupakan biang keladi dari tercetusnya penyakit kanker serviks. c. Bagi wanita yang belum pernah berhubungan seks, atau anak-anak perempuan dan laki-laki yang ingin terbentengi dari serangan virus HPV, bisa menjalani vaksinasi HPV. Kanker cerviks dapat dicegah dengan pemberian vaksin HPV 2 yang dapat membantu memberikan perlindungan terhadap beberapa tipe HPV yang dapat menyebabkan masalah dan komplikasi seperti kanker cerviks dan genital warts (penyakit kutil kelamin). Rekomendasi pemberian vaksin: Perempuan berusia 10 55 tahun terutama pada wanita dengan akyivitas seksual aktif. Jadwal pemberian vaksin: Jadwal pemberian bulan 0, 1 atau 2, dan 6. Contoh : Penyuntikan 1 : Januari Penyuntikan 2 : Februari/Maret Penyuntikan 3 : Juli

d.

Menjaga pola makan seimbang dan bergizi, serta menjalani gaya hidup sehat (berolahraga), dan tidak merokok.

e.

Bersihkan organ vital dengan air yang bersih dan mengganti celana dalam minimal dua kali sehari.

XII.

Daftar Pustaka Brunner & Suddarth. 2002. Keperawatan Medical Bedah. Jakarta : EGC Sylvia & Lorraine. 2006. Patofisiologi, Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Vol. 2. Jakarta : EGC Nurwijaya, dkk. 2010. Cegah dan Deteksi Kanker Serviks. Surabaya : Elex Media Komputerindo http:// www.medicastore .com/med/index. http://www.scribd.com/doc/45186917/ASkep-Ca-servik http://www.kankerserviks.com

LAMPIRAN MATERI I. PENGERTIAN Kanker adalah pertumbuhan & perkembangan sel yang abnormal atau tidak terkendali. Kanker serviks adalah kanker pada leher rahim atau serviks uteri yang berasal dari jaringan ikat, pembuluh darah ataupun sisa-sisa duktus walpii (sarjadi, 1995). Kanker serviks adalah kanker uterus primer yang umum terjadi pada wanita usia 30-45 tahun (Brunner & Suddarth, 2002).

II.

INSIDENSI Di Indonesia , kasus baru kanker serviks ditemukan 40 45 kasus per hari. Diperkirakan setiap satu jam seorang perempuan meninggal karena kanker serviks. Usia antara 30- 45 tahun Pasangan sexual multiple (Nurwijaya, dkk., 2010)

III. PENYEBAB Belum diketahui secara pasti 95% dari penyebab kanker serviks berasal dari kondisi lingkungan yang diperantarai oleh virus HPV (Human Papilloma Virus).

Yang perlu diketahui mengenai virus HPV: HPV dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Penularan dapat juga terjadi meski tidak melalui hubungan seksual. HPV dapat bertahan dalam suhu panas.

Penyebab lain yang hanya sekitar 5% adalah faktor keturunan.

IV. FAKTOR RESIKO 1) Hubungan sexual dini Karena organ reproduksi yang belum matur dan pada organ reproduksi yang belum matur banyak mengandung pro onkogen yang bila dengan hubungan seksual dini akan mempercepat berubah menjadi onkogen. 2) Melahirkan anak usia dini Organ-organ reproduksi belum matur dan tingkat pengetahuan para ibu muda yang masih minim tentang kesehatan reproduksi. 3) Hubungan seksual lebih dari satu pasangan Akan memperbesar resiko penyakit kelamin pada ibu yang ditularkan oleh pasangan yang berganti-ganti. 4) Infeksi HIV / PMS Mempertinggi resiko infeksi HIV atau menurunkan kekebalan tubuh seseorang. 5) Merokok Zat karsinogen yang terkandung didalam rokok akan memperbesar resiko terjadinya jenis Ca 6) Infeksi serviks yang kronik. Dengan infeksi serviks yang kronik akan meningkatkan resiko timbulnya carsinoma karena kadar leucosit yang tinggi akan meningkatkan fluor albus dan kondisi keputihan yang tidak tertangani akan meningkatkan resiko Ca cervik.

V.

TANDA DAN GEJALA Kebanyakan asimptomatik/tidak menunjukkan gejala. Bila kanker sudah mengalami progresifitas atau stadium lanjut maka gejala-gejala yang dapat timbul antara lain: Siklus menstruasi yang tidak teratur Tidak menstruasi sama sekali Pendarahan setelah senggama. Pendarahan spontan yang terjadi antara periode menstruasi rutin. Timbulnya keputihan yang bercampur dengan darah dan berbau. Nyeri panggul dan gangguan atau bahkan tidak bisa buang air kecil.

Tahap akhir : anemia, sering dengan demam akibat imfeksi sekunder dan abses pada massa yang mengalami ulserasi dan pembentukannya.

VI. STADIUM KANKER SERVIKS Stadium berdasarkan FIGO : 1. Stadium I. Kanker leher rahim hanya terdapat pada daerah leher rahim (serviks) a. Stadium IA. Kanker invasive didiagnosis melalui mikroskopik (menggunakan mikroskop), dengan penyebaran sel tumor mencapai lapisan stroma tidak lebih dari kedalaman 5 mm dan lebar 7mm. Stadium IA1. Invasi lapisan stroma sedalam 3 mm atau kurang dengan lebar 7 mm atau kurang Stadim IA2. Invasi stroma antara 3- 5 mm dalamnya dan dengan lebar 7 mm atau kurang b. Stadium IB. tumor yang terlihat hanya terdapat pada leher rahim atau dengan pemeriksaan mikroskop lebih dalam dari 5 mm dengan lebar 7 mm Stadium IB1. Tumor yang terlihat sepanjang 4 cm atau kurang Stadium IB2. Tumor yang terlihat lebih panjang dari 4 cm

2. Stadium II. Kanker meluas keluar dari leher rahim namun tidak mencapai dinding panggul. Penyebaran melibatkan vagina 2/3 bagian atas.

a. Stadium IIA. Kanker tidak melibatkan jaringan penyambung (parametrium) sekitar rahim, namun melibatkan 2/3 bagian atas vagina b. Stadium IIB. Kanker melibatkan parametrium namun tidak melibatkan dinding samping panggul. 3. Stadium III. Kanker meluas sampai ke dinding samping panggul dan melibatkan 1/3 vagina bagian bawah. Stadium III mencakup kanker yang menghambat proses berkemih sehingga menyebabkan timbunan air seni di ginjal dan berakibat gangguan ginjal. a. Stadium IIIA. Kanker melibatkan 1/3 bagian bawah vagina namun tidak meluas sampai dinding panggul b. Stadium IIIB. Kanker meluas sampai dinding samping vagina yang menyebabkan gangguan berkemih sehingga berakibat gangguan ginjal 4. Stadium IV. Tumor menyebar sampai ke kandung kemih atau rectum, atau meluas melampaui panggul a. Stadium IVA. Kanker menyebar ke kandung kemih atau rectum b. Stadium IVB. Kanker menyebar ke organ yang jauh

VII. KOMPLIKASI Penyebaran sel kanker (metastatis) ke kelenjar getah bening, tampak sebagai benjolan di pangkal paha.

Terjadi penyempitan saluran kemih, dimana dapat menyebabkan gangguan dalam keseimbangan zat dalam tubuh (uremia), yang dapat menyebabkan kematian. Mungkin terbentuk kebocoran dari vagina ke usus besar atau ke saluran kencing. Kematian juga dapat disebabkan oleh karena perdarahan.

VIII. PENGOBATAN 1) Kemoterapi Kemoterapi adalah penggunaan obat untuk membunuh sel kanker. Obat tesebut melalui peredaran darah untuk mencapai semua bagian tubuh, sehingga kemoterapi efektif untuk kanker serviks yang telah menyebar. Namun obat yang digunakan untuk membunuh sel kanker juga merusak sel sehat lainnya sehingga menimbulkan efek samping. Untuk membatasi kerusakan sel sehat, biasanya kemoterapi diberikan dalam siklus. Efek Samping Kemoterapi Setiap orang merespon kemoterapi secara berbeda. Umumnya efek samping bersifat sementara, yaitu:

Mual Muntah Tidak nafsu makan Rambut rontok Mulut kering Rasa lelah Konstipasi

2) Terapi Radiasi Terapi radiasi (radioterapi) menggunakan x-ray energi tinggi atau jenis radiasi lain untuk membunuh sel kanker dan menghentikan perkembangannya. Kebutuhan terapi radiasi ditentukan oleh stadium, pemeriksaan, dan waktu operasi. Terapi radiasi kanker serviks umumnya diberikan dengan kombinasi kemoterapi. Ada dua jenis terapi radiasi yang digunakan untuk kanker serviks, yaitu:

Terapi radiasi eksternal, menggunakan mesin yang diarahkan langsung ke bagian tubuh tertentu. Biasanya terapi diberikan setiap hari, dari Senin sampai Jumat, sekitar 6 minggu. Radiasi tidak sakit dan hanya beberapa menit.

Terapi radiasi internal (brachytherapy), menempatkan kapsul kecil berisi materi radioaktif ke dalam vagina atau dekat serviks. Prosedur ini kadang dilakukan pasien rawat jalan dan kadang perlu di rawat di RS selama 1-2 hari. Obat dapat diberikan untuk mengurangi ketidaknyamanan prosedur ini.

Efek Samping Radiasi Efek samping radiasi tergantung dosis yang digunakan dan bagian tubuh yang diradiasi. Kebanyakan efek samping ini bersifat sementara. Tidak semua orang mengalaminya. Beberapa efek samping untuk pasien kanker serviks yaitu:

kulit kering dan merah di area radiasi rasa lelah anemia diare dan mual ketidaknyamanan berkemih

3) Operasi Pada kanker serviks yang telah terdeteksi dini umumnya dilakukan operasi. Beberapa jenis operasi dapat dilakukan, tergantung dari faktor yang dipertimbangkan terutama stadium dan ukuran kanker. Efek Samping Operasi Rasa sakit dan tidak nyaman umum terjadi setelah operasi. Yang pelu diwaspadai jika mengalami rasa sakit yang berlebihan. Efek samping jangka pendek (beberapa hari sampai minggu setelah operasi):

Mual Sulit berkemih sehingga jika perlu dipasang kateter di kandung kemih selama beberapa hari sampai minggu

Rasa sakit di sekitar tempat pembedahan

Yang perlu diperhatikan oleh pasien selama pengobatan adalah :


Kedisiplinan menjalani kemoterapi/ terapi radiasi sesuai jadwal Keteraturan control pasca pengobatan

IX.

CARA PENCEGAHAN KANKER SERVIKS 1. Bila mungkin, hindari faktor resiko yaitu berganti pasangan seksual lebih dari satu dan berhubungan seks dibawah usia 20 karena secara fisik seluruh organ intim dan yang terkait pada wanita baru matang pada usia 21 tahun. 2. Bagi wanita yang aktif secara seksual, atau sudah pernah berhubungan seksual, dianjurkan untuk melakukan tes HPV, Pap Smear, atau tes IVA, untuk mendeteksi keberadaanHuman Papilloma Virus (HPV), yang merupakan biang keladi dari tercetusnya penyakit kanker serviks. 3. Bagi wanita yang belum pernah berhubungan seks, atau anak-anak perempuan dan lakilaki yang ingin terbentengi dari serangan virus HPV, bisa menjalani vaksinasi HPV. Kanker cerviks dapat dicegah dengan pemberian vaksin HPV 2 yang dapat membantu memberikan perlindungan terhadap beberapa tipe HPV yang dapat menyebabkan masalah dan komplikasi seperti kanker cerviks dan genital warts (penyakit kutil kelamin). Rekomendasi pemberian vaksin: Perempuan berusia 10 55 tahun terutama pada wanita dengan akyivitas seksual aktif. Jadwal pemberian vaksin: Jadwal pemberian bulan 0, 1 atau 2, dan 6. Contoh : Penyuntikan 1 : Januari Penyuntikan 2 : Februari/Maret Penyuntikan 3 : Juli

4. Menjaga pola makan seimbang dan bergizi, serta menjalani gaya hidup sehat (berolahraga), dan tidak merokok. 5. Bersihkan organ vital dengan air yang bersih dan mengganti celana dalam minimal dua kali sehari.

X.

DETEKSI DINI KANKER SERVIKS Bagi perempuan yang sudah melakukan hubungan seksual, lakukan deteksi dini secara rutin dengan Tes Pap Smear. Tes ini dapat mendeteksi adanya sel yang tidak normal pada serviks secara dini. Pemeriksaan ini sangat sederhana, tidak sakit, cepat (tidak lebih dari 10 menit), dan relatif murah. Bila ditemukan kelainan pada tes pap, untuk menguatkan diagnosis dilakukan pengambilan sedikit jaringan leher rahim untuk diteliti. Anjuran untuk melakukan Pap smear secara teratur: Setiap tahun untuk wanita yang berusia diatas 35 tahun Setiap tahun untuk wanita yang berganti-ganti pasangan seksual atau pernah menderita infeksi HPV atau kutil kelamin Setiap 2-3 tahun untuk wanita yang berusia diatas 35 tahun jika 3 kali Pap smear berturut-turut menunjukkan hasil negatif atau untuk wanita yang telah menjalani histerektomi bukan karena kanker Sesering mungkin jika hasil Pap smear menunjukkan abnormal Sesering mungkin setelah penilaian dan pengobatan prekanker maupun kanker serviks.