Anda di halaman 1dari 4

Pasien perempuan berusia 55 tahun, dating ke klinik Prostodonsia ingin membuat gigi tiruan sebagian lepasan akrilik.

Dari hasil pemeriksaan klinis diperoleh data sebagai berikut: Gigi yang masih ada : 76 3 | 12345 (model 2) Kondisi rongga mulut : seluruh gigi yang masih ada dalam keadaan baik.

Produk : 1. Tentukan gigi penyangga 2. Tentukan desain cangkolan 3. Tentukan arah pasang dan lepas gigi tiruan (kemiringan model) 4. Gambarkan : desain lengkap gigi tiruan sebagian lepasan akrilik a. Klasifikasi Kennedy b. Dukungan c. Retainer : direk dan indirek retainer d. Konektor e. Arah pasang I. Tentukan gigi penyangga Gigi penyangga yang digunakan pada kasus ini adalah gigi 13,16, dan 25. Pertimbangan dalam menentukan gigi penyangga ini adalah: a. Berdasarkan fulcrum line dan pertimbangan estetis Fulcrum line adalah garis yang menghubungkan satu cangkolan dengan cangkolan lainnya. Penentuan fulcrum line yang tepat menentukan stabilisasi yang baik dalam pemasangan gigi tiruan sebagian lepasan. 1-2 Berdasarkan klasifikasi Cummer dan Miller, fulcrum line dapat berbentuk diagonal, diametric, segitiga dan segiempat. Adapun pada kasus dipilih disain klas III Miller ataupun klas IV Cummer dimana bentuk cangkolan berdasarkan fulcrum line berupa segitiga yang berfungsi mendukung stabilitas gigi tiruan.1-2 Jika stabilisasi gigi tiruan telah didapat, faktor estetis tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu, dalam pemilihan gigi penyangga, gigi anterior diupayakan tidak digunakan untuk pertimbangan estetik.1-2

b. Memenuhi syarat gigi penyangga, yaitu: Tidak karies Tidak mobility Letak dalam lengkung rahang baik Jaringan periodontal baik

Pada deskripsi topik diketahui bahwa semua gigi yang masih ada dalam keadaan baik.1 II. Tentukan desain cangkolan Kelompok cangkolan kawat untuk gigi tiruan resin akrilik, antara lain :

1. Cangkolan jari satu/cangkolan C, letaknya pada bagian bukal gigi penyangga (hanya lengan retentif saja) dan digunakan pada gigi kaninus.2-4 2. Cangkolan jari tiga yang terdiri dari lengan retentif, resiprokal dan sandaran oklusal dan digunakan untuk gigi premolar dan molar.2-4 Pertimbangan dalam peletakan cangkolan didasari oleh jenis dukungan pada gigi yang edentulous, dimana jika dukungan hanya berupa dukungan gigi letak cangkolan dapat dimulai dari daerah yang edentulous dan jika dukungan berupa dukungan gigi dan jaringan (kasus free end) letak cangkolan harus berjalan dari mesial daerah yang edentulous. Namun dalam peletakan cangkolan ini juga harus tetap mempertimbangkan dari segi estetisnya yaitu tetap mengusahakan peletakan cangkolan tidak mengganggu penampilan pasien ketika membuka mulut seperti saat tersenyum.2 Dukungan pada gigi 11 dan 12 berupa dukungan gigi, sehingga cangkolan dapat berjalan dari arah edentulous, namun jika dilihat dari segi estetis akan lebih baik jika cangkolan berjalan dari sebelah distal gigi penyangga sehingga pada gigi 13 yang menggunakan cangkolan jari satu letak cangkolannya berada di sebelah distal dari gigi 13.2 Gigi penyangga 16 menggunakan cangkolan jari tiga dimana cangkolan berjalan dari mesial gigi 16 karena jenis dukungan gigi 14 dan 15 merupakan dukungan gigi sehingga cangkolan dapat berjalan dari daerah edentulous.2-4 Gigi penyangga 25 menggunakan cangkolan jari tiga dimana cangkolan berjalan dari mesial gigi 25 karena dukungan gigi 26 dan 27 berupa dukungan gigi dan jaringan (kasus free end). Hal ini bertujuan untuk mendapatkan tipe pengungkit klas II (second-class lever), yaitu titik fulcrum berada di ujung, tekanan pada ujung yang berlawanan dan tahanan berada di tengah. Keadaan ini dapat diilustrasikan pada kasus free end dimana kesatuan cangkolan berada di bagian mesial gigi penyangga yang akan bertindak sebagai fulcrum, lengan cangkolan berfungsi sebagai tahanan dan basis gigi tiruan sebagai tekanan. Dengan adanya beban oklusal sewaktu mengunyah maka lengan cangkolan juga akan turut bergerak ke arah gingival. Sebaliknya jika landasan gigi tiruan bergerak ke arah oklusal disebabkan adanya makanan yang lengket (displacement force) maka tangan cangkolan akan bergerak juga ke atas, seperti kita ketahui displacement force jauh lebih kecil daripada masctication force sehingga kemungkinan lepasnya gigi tiruan kecil sekali.2-4 Gigi penyangga 13 Desain cangkolan Bentuk Jari 1 Letak Distal Lengan Retentive : retention bracing Dengan penambahan plat di palatingan 23 sebagai penambah retensi Retentive : retention bracing Resiprokal Oklusal rest Retentive : retention bracing Resiprokal Oklusal rest

16

Jari 3

Mesial

25

Jari 3

Mesial

III. Tentukan arah pasang dan lepas gigi tiruan (kemiringan model) Pada kasus ini pasien berjenis kelamin perempuan, terdapat kehilangan gigi anterior sehingga memerlukan estetik yang baik. Maka pada survey model dilakukan tilting posterior sedikit lateral kanan atau kiri (tergantung kepada kemiringan model). Tilting posterior dilakukan untuk menghilangkan undercut di mesial pada gigi anterior sehingga didapat estetik yang baik.1-2 Adapun faktor yang mempengaruhi arah pasang adalah: Retentive maksimal Guiding plane maksimal Pada survey didapat 3 guiding plane Interference minimal terdapat 2 undercut Estetik baik

Oleh karena itu: Jika dilakukan tilting posterior lateral kiri, maka arah pasang dimulai dari anterior dengan memiringkan gigi tiruan ke kanan. Arah lepas gigi tiruan berkebalikan dengan arah pasang.1-2 Jika dilakukan tilting posterior lateral kanan, maka arah pasang dimulai dari anterior dengan memiringkan gigi tiruan ke kiri. Arah lepas gigi tiruan berkebalikan dengan arah pasang.1-2

IV. Gambarkan desain lengkap gigi tiruan sebagian lepasan akrilik a. Klasifikasi Kennedy Menurut klasifikasi Kennedy kasus tersebut termasuk kelas II modifikasi 2. Pada kasus terdapat kehilangan gigi posterior unilateral (gigi 26,27) dan dua regio kehilangan gigi yakni 11,12 dan 13,14.5 b. Dukungan Dukungan gigi 16 dan 17 terdapat pada gigi 15 dan dukungan jaringan berupa mukosa serta tulang alveolar Dukungan gigi 11,12 dan 13,14 adalah dukungan gigi1-4

c. Retainer Direk : berupa cangkolan jari satu pada gigi penyangga 13 dan cangkolan jari tiga pada gigi penyangga 16 dan 25 Indirek : peninggian plat palatinal pada gigi 13.2

d. Konektor Konektor pada GTSL akrilik disebut dengan basis. Basis akrilik terdiri dari : Free End Saddle untuk gigi 26 dan 27 Bounded Saddle untuk gigi11,12, 14, dan 15.2

e. Arah pasang Arah pasang diperoleh dari survey yang dilakukan terhadap model. Pada kasus ini dilakukan tilting posterior sedikit lateral kiri atau kanan (tergantung kemiringan model).

Jika dilakukan tilting posterior lateral kiri, maka arah pasang dimulai dari anterior dengan memiringkan gigi tiruan ke kanan. Jika dilakukan tilting posterior lateral kanan, maka arah pasang dimulai dari anterior dengan memiringkan gigi tiruan ke kiri.2-4

PENUTUP Pasien pada kasus ini pasien berjenis kelamin perempuan dengan kehilangan gigi Klas II modifikasi 2 Kennedy meminta dibuatkan gigi tiruan sebagian lepasan akrilik.5 Gigi yang digunakan sebagai penyangga pada kasus ini adalah gigi 13, 16, dan 25. Gigi penyangga tersebut dipilih karena memiliki kondisi yang baik sehingga cocok digunakan sebagai gigi penyangga supaya terdapat stabilisasi dan estetis yang maksimal.2 Desain cangkolan pada kasusi ini adalah gigi 13 cangkolan 1 jari dengan peninggian plat palatinal sebagai indirect retainernya. Cangkolan ini bergerak dari arah distal. Gigi 16 dan 25 cangkolan 3 jari ( terdiri dari lengan retentive,lengan resiprokal, dan sandaran oklusal) bergerak dari arah mesial. Dukungan pada gigi tiruan ini adalah dukungan gigi dan jaringan.2,3 Konektor pada kasus ini disebut dengan basis. Basis akrilik lebih estetis daripada basis gigi tiruan kerangka logam. Pada daerah free end digunakan basis free end saddle. Pada edentulous 11,12,14,dan 15 menggunakan basis bounded saddle.2 Setelah dilakukan survey pada model, gigi anterior lebih diutamakan dalam pertimbangan estetis sehingga dilakukan tilting posterior sedikit lateral kiri atau kanan. Arah pasang berkebalikan dengan tilting yakni dari anterior dengan memiringkan gigi tiruan sedikit sesuai survey yang dilakukan apakah lateral kiri atau kanan.2-4