Anda di halaman 1dari 11

ALIRAN PADA SALURAN TERBUKA

A. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dan tujuan praktikum aliran pada saluran terbuka adalah: a. b. Membuktikan cara perhitungan debit aliran saluran terbuka. Membandingkan gaya hasil percobaan dengan teori penentuan alat ukur debit.

B. DASAR TEORI Besarnya aliran air di saluran bersifat uniform stedy flow dirumuskan dengan persamaan : Q = A x v( 7.1 ) dimana : Q = debit aliran (m3/detik) v = kecepatan aliran (m/detik) A = luas penampang basah (m2)

Nilai putaran : n < 1,65 1,65 < n < 3,66 n > 3,66

v = 0,061.n + 0,0128 v = 0,0599.n + 0,0146 v = 0,0523.n + 0,0425

dimana : n = jumlah rerata putaran baling-baling per detik v = kecepatan aliran (m/detik) Sumber : (Bambang Triatmojo, Hidraulika I, 1993, hal. 135)

Besarnya aliran dipengaruhi oleh kekasaran dinding media/saluran yang disebut manning (n) atau strikler ( k= ). Penentuan besarnya koefisien kekasaran manning biasanya dilakukan dengan mengasumsi sesuai hasil penyelidikan secara empiris.

Tabel 1 Harga koefisien manning Bahan Besi tulangan dilapis Kaca Saluran beton Bata dilapis mortar Pasangan batu disemen Saluran tanah bersih Saluran tanah Saluran dengan dasar batu dan tebing rumput Saluran pada batu padas Koefisien Manning (n)

0,014 0,010 0,013 0,015 0,025 0,022 0,030 0,040 0,040

Sumber : (Bambang Triatmojo, Hidraulika II, 1993, hal.113)

C. ALAT YANG DIGUNAKAN Alat yang digunakan pada praktikum aliran pada saluran terbuka adalah sebagai berikut : a. Ruas saluran terbuka b. Pengukur kecepatan aliran (current meter) c. Pengukur waktu (stop watch) d. Point gauge e. Alat ukur debit (AUD)

D. CARA KERJA

Gambar 1 Aliran Melalui Saluran Terbuka

Cara melakukan praktikum adalah sebagai berikut : 1. Mempersiapkan ruas saluran pada suatu segmen dengan panjang sekitar 0,5-1 m untuk dioperasikan. 2. 3. 4. Menyiapkan alat ukur untuk mengiventarisasi ruas saluran (panjang dan trase saluran). Membuat sket ruas saluran dan menggambar pada kertas ukuran A4. Dengan current meter dilaksanakan pada tiga titik yaitu : di tengah saluran, samping kiri, dan samping kanan saluran. Masing-masing titik diukur dengan tiga kedalaman yang berbeda yaitu : di bagian atas, dan bagian bawah aliran untuk memperoleh data n1 dan n2 5. 6. 7. Menentukan waktu pengukuran sesuai petunjuk asisten. Inventori penampang basah saluran pada lokasi yang diukur kecepatannya. Jika memungkinkan ulangi prosedur diatas untuk variasi debit yang lain dengan mengatur pintu aliran air.

E. DATA HASIL PERCOBAAN Hasil pengamatan percobaan koefisien limpasan bangunan ukur debit adalah sebagai berikut :

0,658 m

0,08 m
Gambar 2 Potongan Melintang Ruas Saluran Hulu

0,497 m

0,08 m

Gambar 3 Potongan Melintang Ruas Saluran Hilir

Tabel 2 Pengamatan di Ruas Bagian Hulu Lokasi Kanan Tengah Kiri Rata-rata Bacaan n1 n2 n1 n2 n1 n2 n1 n2 Pulse 120 74 150 134 116 98 128,6667 102 Interval Waktu (detik) 10 10 10 10 10 10 10 10

Tabel 3 Pengamatan di Ruas Bagian Hilir

Lokasi Kanan Tengah Kiri Rata-rata

Bacaan n1 n2 n1 n2 n1 n2 n1 n2

Pulse 28 27 27 27 27 25 27,3333 26,3333

Interval Waktu (detik) 10 10 10 10 10 10 10 10

Lebar saluran (B) Tinggi hulu (y1) Tinggi hilir (y2) Volume (V) Waktu (t)

: 0,08 m : 0,658 m : 0,497 m : 10 3 m3 : 10 dt

F. ANALISIS DATA 1. Luas saluran bagian hulu A = lebar hulu x tinggi hulu = 0,078 m x 0,658 m = 0,0513 m2 Q= Axv = 0,0513v

Rata-rata n1 = n1 =
kanan tengah kiri 3 120 150 116 3

n1 = 128,6667
kanan tengah kiri 3 74 134 98 3

n2 = n2 =

n2 = 102 Rata-rata = =
n1 n2 2 128,6667 102 2

= 115,334
Rata rata Waktu 115,3334 10

Sehingga putaran per detik

= =

= 11,5334 putaran/detik

Kecepatan aliran Karena n = 11,5334 Maka v = 0,0523.n + 0,0425 v = 0,0523(11,5334) + 0,0425 v = 0,6457 m/detik

Debit Aliran Q = 0,0513v Q = 0,0513 x 0,6457 Q = 0,0331 m3/detik

2. Luas saluran bagian hilir A = lebar hilir x tinggi hilir = 0,08 m x 0,49 m = 0,0392 m2 Q= Axv = 0,0392 v

Rata-rata n1 = n1 =
kanan tengah kiri 3

28 27 27 3

n1 = 27,3333
kanan tengah kiri 3

n2 = n2 =

27 27 25 3

n2 = 26,3333

Rata-rata

= =

n1 n2 2 27,3333 26,3333 2 Rata rata Waktu 26,8333 10

= 26,8333 Sehingga putaran per detik = =

= 2,6833 putaran/detik

Kecepatan aliran Karena n = 2,6833 Maka v = 0,0599.n + 0,0146 v = 0,0599(2,6833) + 0,0146 v = 0,1753 m/detik

Debit Aliran Q = 0,0392 v Q = 0,0392 x 0,1753 Q = 0,0069 m3/detik

3. Nilai Qcurrent rata-rata Qcurrent rata-rata = =


Qhulu Qhilir 2 0,0331 0,0069 2

= 0,02 m3/detik

4. Dari Alat Ukur Debit (AUD) didapat : Volume Waktu QAUD = 10 liter = 0,01 m3 = 10 detik = =
Volume Waktu 0,01 10

= 0,001 m3/detik

Perbandingan debit current meter dengan debit AUD = =


Qcurrent rata - rata QAUD

0,02 0,001

= 20

G. PEMBAHASAN Tabel 4 Hasil perhitungan ruas saluran No Bagian Ruas Saluran 1. 2. Hulu Hilir A (m ) 0,0513 0,0392
2

n (putaran/dt) 11,5334 2,6833

v (m/detik) 0,6457 0,1753

Q current m3/detik 0,0331 0,0069

Dari hasil percobaan, didapat perbandingan antara QCurrent 1. Debit pompa tidak stabil.

rata-rata

dengan QAUD adalah 20.

Perhitungan ini kurang tepat, hal tersebut terjadi karena beberapa faktor antara lain :

2. Ketidaktepatan praktikan saat menghentikan waktu dengan stop watch saat perhitungan debit dengan AUD

H. KESIMPULAN Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa : 1. Kecepatan di saluran bagian hilir akan lebih besar jika dibandingkan dengan di bagian hulu. 2. Besarnya aliran dipengaruhi oleh dinding saluran yang dilewatkan, semakin kasar dinding saluran alirannya semakin kecil. 3. Aliran paling besar terjadi di bagian kanan saluran.

I. GAMBAR ALAT

(1)

(2)

Gambar 4 Alat Uji Aliran pada Saluran Terbuka Keterangan : 1. Currentmeter 2. Stopwatch