Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIK PERAWATAN DAN PERBAIKAN LISTRIK

Identifikasi Alat Alat Listrik 1 Phase

Oleh : Sadewa Aji Waskitha Subkhan Prasetyo Febriyanto Reza Regata Dosen : Ahmad Sujadi, M.Pd

11501241027 11501241029 11501241037 11501241038

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAPORAN PRAKTIK PERAWATAN DAN PERBAIKAN LISTRIK
Semester 3
Identifikasi Alat Alat Listrik 1 Phasa

445 Menit

21 Sept. 2012

A. Judul Praktikum Identifikasi Alat - Alat Listrik 1 Phase.

B. Tujuan Praktikum 1. Mengidentifikasi komponen-komponen kelistrikan. 2. Menjelaskan fungsi dari masing-masing komponen kelistrikan. 3. Mengetahui prinsip dan cara kerja dari masing-masing peralatan listrik.

C. Alat dan Bahan 1. Alat a. Multimeter b. Wattmeter c. Tachometer d. Tang Ampere e. Kabel penghubung

2. Bahan a. Trainer Blender b. Trainer Kipas Angin c. Trainer Kompor Listrik d. Trainer Pompa e. Trainer Setrika Listrik

D. Data Pengamatan 1. Trainer Blender Blender adalah merupakan alat rumah tangga yang digunakan sebagai penghancur atau penghalus buah, daging, es batu, atau bahan makanan lainnya. alat ini juga dinamakan Food processor karena sebagai pemroses makanan.. Alat ini bekerja menggunakan motor listrik sebagai pemutar pisau yang berbentuk baling baling. Pisaunya dari bahan logam keras dan anti karat, sehingga aman untuk kesehatan.. Blender sering juga disebut Juicer karena sering dipakai sebagai penghancur buah buahan. Alat ini ada yang dilengkapi dengan pengatur kecepatan, sehingga pada saat digunakan dapat diatur kecepatannya sesuai dengan kebutuhan. Daya listrik yang digunakan sangat bervariasi tergantung kebutuhan dan pabrik pembuatnya. Untuk ukuran kecil dayanya berkisar 150 watt hingga 350 watt yang dapat digunakan untuk bahan makanan sampai 1 kg.Motor listriknya berupa motor universal dengan rpm 7000 sampai 12000 rpm dan as rotornya langsung dihubungkan dengan pisau putarnya.. Karena putarannya yang tinggi alat ini sangat rawan terhadap kerusakan. Blender yang baik dilengkapi dengan Thermofuse otomatis sehinnga apabila motornya terlampau panas karena beban yang berlebih arusnya akan diputuskan secara otomatis, dan setelah motornya dingin dapat digunakan lagi. Secara rutin bantalan asnya harus dilumasi supaya putanya lancar dan menjadi awet. Pelumasnya dari bahan kusus sehingga tidak berbau dan merusak aroma makanan. Waktu pemakaiannya juga harus dibatasi sehingga panasnya tidak berlebihan. a. Rangkaian Pengamatan

b. Data Pengamatan Putaran 14356 rpm Arus ( I ) 0,4 Ampere Daya ( P ) 56 Watt

2. Trainer Kipas Angin Dalam kipas angin terdapat suatu motor listrik, motor listrik tersebut mengubah energi listrik menjadi energi gerak. Dalam sebuah motor listrik terdapat suatu kumparan besi pada bagian yang bergerak beserta sepasang pipih berbentuk magnet U pada bagian yang diam (Permanen). Ketika listrik mengalir pada lilitan kawat dalam kumparan besi, hal ini membuat kumparan besi menjadi sebuah magnet. Karena sifat magnet yang saling tolak menolak pada kedua kutubnya maka gaya tolak menolak magnet antara kumparan besi dan sepasang magnet tersebut membuat gaya berputar secara periodik pada kumparan besi tersebut. Oleh karena itu baling - baling kipas angin dikaitkan ke poros kumparan tersebut. Penambahan tegangan listrik pada kumparan besi dan menjadi gaya kemagnetan ditujukan untuk memperbesar hembusan angin pada kipas angin. Untuk kipas angin sumber arus DC hal ini tidak berbeda pada kipas angin dengan sumber arus AC, hanya saja dalam kipas angin ini menggunakan kipas angin arus DC.

a. Rangkaian Pengamatan

b. Data Pengamatan Putaran 840 rpm Arus ( I ) 0,02 Ampere Daya ( P ) 8 Watt

3. Trainer Kompor Listrik Kompor listrik mempunyai elemenpemanas yang diletakkan di bagiandalam kepala kompor. Ketika kompor dihubungkan ke sumberlistrik dan di hidupkan, maka arus listrikakan mengalir ke dalam elemen.Dengan mengalirnya arus tersebutterjadi pemanasan pada elemen akibattahanan elemen tersebut. Panas itulah yang dimanfaatkan untukmemasak makanan. Pada gambar iniditunjukkan pula dudukan elemenpemanas dan dudukan tempat masakyang tahan panas.Pada tipikal kompor ini dilengkapidengan sebuah pipa pengatur suhu yang diletakkan membentang di dekat elemen pemanas. Pipa logam itu berfungsi mengendalikan suhu kompor

a. Rangkaian Pengamatan

b. Data Pengamatan Suhu 173 C 4. Trainer Pompa Salah satu jenis pompa pemindah non positip yang kerjanya mengubah energi kinetis (kecepatan) cairan menjadi energi potensial (dinamis) melalui suatu impeller yang berputar dalam casing. Pompa sentrifugal bekerja berdasarkan prinsip gaya Arus 2,1 Ampere Daya 560 Watt

sentrifugal yaitu bahwa benda yang bergerak secara melengkung akan mengalami gaya yang arahnya keluar dari titik pusat lintasan yang melengkung tersebut. Besarnya gaya sentrifugal yang timbul tergantung dari masa benda, kecepatan gerak benda, dan jari-jari lengkung lintasannya. Cara kerja: Cairan masuk ke impeler dengan arah aksial melalui mata impeler (impeller eye) dan bergerak ke arah radial diantara sudu-sudu impeler (impeller vanes) hingga cairan tersebut keluar dari diameter luar impeler. Ketika cairan tersebut. meninggalkan impeler, cairan tersebut dikumpulkan didalam rumah pompa (casing). Salah satu desain casing dibentuk seperti spiral yang mengumpulkan cairan dari impeler dan mengarahkannya ke discharge nozzle. Discharge nozzle dibentuk seperti suatu kerucut sehingga kecepatan aliran yang tinggi dari impeler secara bertahap turun. Kerucut ini disebut difuser (diffuser). Pada waktu penurunan kecepatan di dalam diffuser, energi kecepatan pada aliran cairan diubah menjadi energi tekanan.

a. Rangkaian Pengamatan

b. Data Pengamatan Putaran 2984,4 rpm Arus ( I ) 0,5 A Daya ( P ) 52 Watt

5. Trainer Setrika Listrik Setrika listrik komponen utamanya adalah sebuah koil (lilitan kawat yang dililitkan pada selempeng asbes atau bahan lain yang tahan panas). Listrik dialirkan ke kawat tersebut sehingga akan memanas. Bila setrika tidak ada saklar otomatisnya (prinsip kerja bimetal), maka biasanya lilitan tersebut sampai terlalu panas dan membara sampai bisa putus. Panas dari lilitan tadi akan tertransfer ke permukaan bawah setrika sehingga kita bisa menyetrika. Jadi bimetal didalam setrika akan selalu bekerja, ketika lampu setrika menyala berarti bimetal dipanaskan dan listrik mengalir, sedang saat lampu setrika mati, listrik tidak mengalir namun bimetal masih panas, dan nanti ketika bimetal mulai mendingin (menyusut) lampu setrika kembali menyala, begitu seterusnya. a. Rangkaian Pengamatan

b. Data Pengamatan Bimetal ON 50 C OFF 55 C E. Kesimpulan Termostat adalah alat pengontrol temperatur. Termostat ini terdiri atas 2 logam yang diklem satu sama lain (direkatkan) menjadi bimetal. Kedua logam mempunyai angka muai panjang yang berbeda. Ketika suhu naik, salah satu logam Arus ( I ) 1,1 Ampere Daya ( P ) 320 Watt

akan memuai lebih panjang daripada logam yang satunya. Akibatnya bimetal menjadi melengkung, sehingga arus listrik terputus. Bimetal dipasang seri pada rangkaian sedangkan indikator dipasang parallel.

F. Lampiran 1. Trainer Blender

2. Trainer Pompa

3. Trainer Setrika

4. Trainer Kipas Angin

5. Trainer Kompor Listrik