Anda di halaman 1dari 5

INDUSTRI MANUFAKTUR DAN INDUSTRI MODEREN. Istilah industri manufaktur yang bermutasi.

Manufaktur berasal dari kata manus berarti tangan dan faktur berarti membuat barang, sehingga manufaktur berarti membuat barang dengan menggunakan tangan. Tetapi dengan ditemukannya mesin, akhirnya definisinya menjadi: Membuat barang dengan tangan dan mesin untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi untuk dijual. Kemudian muncul industri yang menggunakan rekayasa dan teknologi, lalu definisinya bermutasi menjadi: Kegiatan ekonomi mengolah bahan baku menggunakan tangan dan mesin, disertai rekayasa dan penggunaan teknologi untuk memproduksi barang jadi untuk dijual. Dengan adanya mutasi ini makna kata industri manufaktur sudah mulai melenceng dari arti yang sebenarnya, sehingga industri yang tidak lagi menggunakan tanganpun sudah tercakup dalam industri manufaktur seperti produksi semen. Dalam pengertian sehari hari industri manufaktur mencakup hampir seluruh kegiatan industri pengolahan dan sampai saat ini berlaku secara umum. Contoh produk industri manufaktur ini, dapat dilihat dari peraturan resmi dari Road Map dari Kementerian Perindustrian yang meliputi industri semen, industri baja, industri garmen dan keramik. Pada akhirnya kata industri manufaktur dipergunakan untuk seluruh kegiatan industri pengolahan bahan baku menjadi barang jadi, mulai dari industri kerajinan seperti industri rotan, bordiran, sampai ke industri pengolahan seperti industri semen, dan industri baja. Disamping industri pengolahan, masuk juga dalam kategori industri manufaktur industri mobil, industri televisi. Revolusi Industri. Dunia industri dunia berubah secara drastis sejak dilaksakan Revolusi Industri yang dimulai dari Inggeris pada pertengahan abad XVIII. Revolusi ini menghasilkan tiga perubahan yang sangat mendasar yang mengubah kekayaan dunia secara spektakuler, menjadi sepuluh kali lipat hanya dalam waktu 250 tahun. Pada tahun 1750, awal revolusi rata rata pendapatan per kapita dunia masih berada pada $ 650.- dollar Amerika dan pada akhir abad XX sudah menjadi $ 6.500.-

2 Revolusi Industri telah membangkitkan energi yang luar biasa besarnya bagi kegiatan industri melalui tiga perubahan dasar dari industri manufaktur ke industri moderen sehingga dapat mengubah wajah perekonomian dunia sekitar sepuluh kali lipat hanya dalam waktu 250 tahun Energi tiga perubahan dasar menuju industri moderen Dalam kurun waktu 250 tahun sejak dimulainya revolusi industri, secara bertahap tiga perubahan itu berlangsung susul menyusul menyempurnakan diri, dan berkembang layaknya gelindingan bola salju, karena perubahan pertama mengakibatkan perubahan kedua yang lebih sempurna dalam kinerjanya, dan kedua perubahan itu kemudian menghasilkan perubahan ketiga yang menjadi pemuncak dari seluruh perubahan. Perubahan ketiga ini kelak yang akan melahirkan temuan temuan baru yang belum pernah ada sebelumnya dalam dunia industri. Temuan temuan baru ini yang menghasilkan kinerja yang makin perkasa sehingga perkembangan industri dunia melesat luar biasa, sehingga melahirkan pertumbuhan layaknya gelindingan bola salju. Apa itu tiga perubahan mendasar tersebut? Perubahan pertama. Perubahan pertama terjadi sebagai akibat dari ditemukannya mesin uap oleh James Watt. Penemu ini berkolaborasi dengan dunia usaha melahirkan mesin uap yang diperdagangkan. Perdagangan mesin uap ini mengubah pemanfaatan energi yang disediakan alam secara cuma cuma tetapi lemah, tidak dapat dengan mudah dipindahkan seperti, energi angin, energi air, energi panas matahari, energi hewan dan energi manusia dengan pemanfaatan energi mesin buatan manusia, yang lebih perkasa dan dapat ditempatkan dimana saja. Manusia tidak dapat terbang, tetapi mesin buatan manusia dapat menerbangkan ratusan manusia sekaligus untuk jarak yang jauh. Pergantian ini kita kenal dengan istilah mekanisasi. Dengan mekanisasi ini produktivitas meningkat luar biasa, baik secara kuantitas maupun kualitas. Kapal layar diganti dengan kapal uap, mesin mesin pabrik yang dijalankan dengan kincir air, tenaga hewan dan tenaga manusia digantikan oleh mesin, kereta kuda diganti oleh kareta api dan seterusnya.

3 Mekanisasi ini diperkuat lagi setelah ditemukannya mesin tenaga listrik dan mesin tenaga nuklir dan bahan baku baja pembuat mesin serta alat ukur. Dengan meningkatnya kapasitas produksi, dan lancarnya transportasi, volume perdaganganpun melejit. Timbullah orang kaya baru yang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi yang kita kenal dengan sebutan para kapitalis. Perubahan kedua. Perubahan kedua ini diakibatkan oleh makin maraknya penggunaan mesin ditambah perkasanya produktivitas mesin yang melebihi produktivitas manusia. Perubahan itu berupa pengalihan kompetensi membuat barang dari tangan manusia ke tangan mesin. Dalam sebuah proses industri yang mempergunakan banyak mesin komposisi ini kita sebut pabrik. Produktivitas pabrik ini jauh lebih besar dari produktivitas manusia. Esensi dari perubahan ini adalah dalam industri moderen ini barang diproduksi oleh pabrik dan bukan oleh manusia lagi. Mobil dibuat oleh pabrik mobil dan televisi dibuat oleh pabrik televisi. Manusia yang bekerja di pabrik mobil, jika pindah mekerja di pabrik tahu hanya akan menghasilkan tahu. Manusia diubah fungsinya dari membuat barang ke pengendalian mesin pembuat barang. Fungsi pengendalian ini lebih mudah dipelajari dan dikerjakan daripada membuat barang, menyebabkan produktivitas manusia ikut meningkat. Penyerapan tenaga kerja di industri moderen menjadi lebih mudah, sehingga peningkatan produktivitas industri moderen ini secara keseluruhan, menjadi mudah dilaksanakan. Saat inilah menjadi permulaan dari pemisahan antara pemilik pabrik (modal) dan pekerja pabrik, yang menghasilkan serikat buruh. Perubahan ketiga. Sesudah perubahan pertama dan kedua kapasitas produksi meningkat sampai mampu memproduksi dalam jumlah puluhan ribuan bahkan jutaan buah. Produk industri kerajinan seperti pembuatan bedil mengalami masaalah karena dari ribuan bedil hasil kerja tangan itu tidak seragam sehingga bila ada sebuah bedil rusak harus dibuang, sebab untuk memperbaikinya sama dengan membuat bedil baru. Timbullah keinginan untuk memproduksi bedil dengan sistim interchange parts. Bedil dibangun dari komponen komponen yang seragam, sehingga bila ada bedil yang rusak, cukup hanya dengan mengganti komponen yang rusak saja. Honore Blanc dari Perancis pada akhir abad XIX yang pertama kali berhasil membuat bedil yang terurai dan menghasilkan bedil utuh.

4 Ide tentang inrerchange parts ini merupakan asal mula dari sebuah cara berproduksi baru yang moderen sehingga cara ini mampu memproduksi barang apa saja, dalam jumlah berapa saja, dengan bahan baku apa saja, dalam kurun biaya berapa saja, yang umur pakainya sudah dapat direncanakan. Industri moderen ini dapat menetapkan terlebih dahulu barang yang akan diproduksi layaknya bedil dalam contoh diatas. Kemudian menguraikan produk itu dalam Komponen Pembangun Produk (KPP). KPP ini diproduksi terlebih dahulu dengan mesin sehingga presisinya tinggi yan gmemudahkan perakitan KPP ini menjadi produk akhir. Dengan kemampuan menetapkan produk yang akan dihasilkan terlebih dahulu ini, industri sudah mampu melayani pasar secara sempurna, yang tidak dimiliki oleh industri manufaktur. Kemampuan inilah yang menyebabkan industri moderen ini dapat mengendalikan hukum besi supply and demand, bukan seperti industri manufaktur yang dikendalikan sepenuhnya oleh hukum besi itu. Hasil industri moderen. Industri moderen menghasilkan barang barang yang belum pernah ada pada era sebelum revolusi industri, seperti mobil, pesawat terbang, roket dan pesawat televisi, yang jumlah dan variasinya yang besar. Banyaknya pilihan produk yang mampu diproduksi dan didagangkan, membuka peluang usaha yang sangat luas sehingga menjadi lahan subur bagi berkembangnya kemampuan menciptakan usaha baru yang kita kenal dengan entrepreneurship. Luasnya bidang usaha juga menimbulkan kesempatan berinovasi dan berkreasi dalam alam persaingan bebas. Semua hasil ini kita tidak dapati pada industri manufaktur, sehingga bangsa bangsa yang tidak mengenal industri moderen ini, menjadi bangsa yang terbelakang dalam bidang ekonomi. Status ini dipelihara oleh bangsa bangsa yang menguasai kemampuan industri moderen ini demi hegemoni dibidang ekonomi. Untuk menyamarkan industri moderen yang perkasa ini dari bangsa yang tidak ikut revolusi, mereka menamakan industri moderen ini juga industri manufaktur. Dengan nama yang sama ini, bangsa yang tidak ikut revolusi industri sudah merasa sudah memiliki industri moderen dan tidak akan pernah diberi kesempatan untuk mengenali industri moderen yang sesungguhnya, sehingga akan tetap tertinggal, sehingga tetap miskin.

5 Tipu daya penyamaran ini dilakukan juga dengan berbagai cara. Dalam sebuah joint venture industri moderen seperti industri mobil dan elektronika jangan diharapkan bisa terjadi transfer of know-how. Pemerintah lokal akan dibius dengan makin tingginya kandungan lokal dan dengan memperbanyak pemasok komponen, yang dikendalikan sangat ketat. Tipu daya yang lain, bangsa yang tidak ikut revolusi industri diberi penghargaan yang tinggi yang bertaraf internasional atas produk produk kerajinan seperti batik, keris. sehingga menjadi mabuk pujian dan akhirnya lupa daratan. Karena sudah puas dipuji menjadi tidak bergairah untuk mengenali dan menerapkan industri moderen yang sudah tersamar sempurna itu. Karena sudah mabuk dan sangat bangga dengan industri manufaktur, bangsa ini tidak mampu melihat bahwa ada anak bangsa yang sudah berhasil menyelenggarakan industri moderen di negeri ini. Gobel, sudah memproduksi radio tahun 1956, Habibie sudah mampu memproduksi pesawat terbang, Sinivasan sudah berhasil membuat mobil truk, namun bangsa yang sudah terhipnotis ini tidak mampu melihat bahwa mereka itu yang sudah membukakan kesempatan buat kita masuk ke industri moderen, sesuatu kekuatan raksasa yang belum kita ketahui. Kita masih berkutat pada industri manufaktur yang kacau balau versi Kementerian Perindustrian. Kasihan. Jakarta 11 Januari 2013. Eddy O.M. Boekoesoe 0812 8767 939.