Anda di halaman 1dari 9

Konversi Citra Arcview Membuat Format Shp File Yudha Anggara (010901503125096)

USNI Universitas Satya Negara Indonesia evernyne@yahoo.co.id

Abstraksi Dalam dunia bisnis saat ini pemanfaatan teknologi akan sangat membantu dalam melihat gambaran kedepannya, dan dapat dijadikan referensi dalam membuat keputusan yang terbaik, dan berperan besar dalam memajukan suatu organisasi terutama dalam permodal dan investasi. Sumber-sumber daya. ArcView GIS dan perangkat lunaknya yang dikembangkan oleh ESRI menawarkan satu solusi inovatif dimana dapat membantu anda menciptakan dan memvisualisasikan hasil penelitian dan informasi lebih baik dan lebih efektif. GIS telah muncul sebagai satu komponen integral didalam hampir setiap jenis pekerjaan mulai dari pemanfaatan tanah dan lahan sampai ke dunia bisnis dan pemerintahan serta pelayanan umum. Pemanfaatan tekhnologi GIS dalam lingkup yang luas meliputi kota, Negara dan pemerintahan ArcView GIS mampu me-manage zona local, pemafaatan lahan juga untuk bidang bidang properti dan berbagai macam keperluan yang berbasis geografi. Bahkan saat ini pemanfaatan Arcview GIS sudah lebih jauh lagi yang meliputi peta perbankan, bidang penerapan hokum dan perundang undangan, bahkan sampai pada pengamatan dan tindak kejahatan. Di Indonesia pemanfaatan tehnologi GIS masih sebatas pada pamanfaatan land use oleh Badan dan perusahaan swasta seperti BPN, Kehutanan, Perkebunan, dan lain sebagainya. Kata kunci: Arcview, .shp, GIS

A. Pendahuluan Dalam dunia bisnis saat ini pemanfaatan teknologi akan sangat membantu dalam melihat gambaran kedepannya, dan dapat dijadikan referensi dalam membuat keputusan yang terbaik, dan berperan besar dalam memajukan suatu organisasi terutama dalam permodal dan investasi. Sumber-sumber daya. ArcView GIS dan perangkat lunaknya yang dikembangkan oleh ESRI menawarkan satu solusi inovatif dimana dapat membantu anda menciptakan dan memvisualisasikan hasil penelitian dan informasi lebih baik dan lebih efektif. GIS telah muncul sebagai satu komponen integral didalam hampir setiap jenis pekerjaan mulai dari pemanfaatan tanah dan lahan sampai ke dunia bisnis dan pemerintahan serta pelayanan umum. Pemanfaatan tekhnologi GIS dalam lingkup yang luas meliputi kota, Negara dan pemerintahan ArcView GIS mampu me-manage zona local, pemafaatan lahan juga untuk bidang bidang properti dan berbagai macam keperluan yang berbasis geografi. Bahkan saat ini pemanfaatan Arcview GIS sudah lebih jauh lagi yang meliputi peta perbankan, bidang penerapan hokum dan perundang undangan, bahkan sampai pada pengamatan dan tindak kejahatan. Di Indonesia pemanfaatan tehnologi GIS masih sebatas pada pamanfaatan land use oleh Badan dan perusahaan swasta seperti BPN, Kehutanan, Perkebunan, dan lain sebagainya. Pada era konvensional, GIS saat itu hanya dipandang sebagai Back office software dan dengan kemajuan dan perkembangan zaman, perangkat lunak GIS Arcview saat ini menjadi kekuatan yang tidak dapat dipisahkan lagi dalam dunia yang serba komputerisasi dan sangat memudahkan bagi pemakai dalam melayani customer yang membutuhkan layanan yang ber orientasi pada geografi. B. Pembahasan 1. Arcview Perangkat lunak Arcview GIS merupakan salah satu perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG) yang terkemuka hingga saat ini dengan kehandalan ESRI. Dengan perangkat lunak ini, pengguna dapat melakukan proses-proses seperti visualisasi, meng-explore, membuat query, dan menganalisa data geografis beserta atributnya. Perkembangan kebutuhan manusia beserta kemajuan di bidang computer dan teknologi informasi telah memicu perluasan fungsionalitas di bidang perangkat lunak desktop tak terkecuali Arcview. Fungsionalitas Arcview telah ditingkatkan dari sekedar perangkat lunak SIG desktop dan mapping biasa (standar) yang diimplementasikan sebagai ekstension. ArcView dalam operasinya menggunakan, membaca dan mengolah data dalam format Shapefile, selain itu ArcView jaga dapat memanggil data-data dengan format BSQ, BIL, BIP, JPEG, TIFF, BMP, GeoTIFF atau data grid yang berasal dari ARC/INFO serta

banyak lagi data-data lainnya. Setiap data spasial yang dipanggil akan tampak sebagai sebuah Theme dan gabungan dari theme-theme ini akan tampil dalam sebuah view. ArcView mengorganisasikan komponen-komponen programnya (view, theme, table, chart, layout dan script) dalam sebuah project. Project merupakan suatu unit organisasi tertinggi di dalam ArcView. Salah satu kelebihan dari ArcView adalah kemampuannya berhubungan dan berkerja dengan bantuan extensions. Extensions (dalam konteks perangkat lunak SIG ArcView) merupakan suatu perangkat lunak yang bersifat plug-in dan dapat diaktifkan ketika penggunanya memerlukan kemampuan fungsionalitas tambahan (Prahasta). Extensions bekerja atau berperan sebagai perangkat lunak yang dapat dibuat sendiri, telah ada atau dimasukkan (di-instal) ke dalam perangkat lunak ArcView untuk memperluas kemampuan-kemampuan kerja dari ArcView itu sendiri. Contoh-contoh extensions ini seperti Spasial Analyst, Edit Tools v3.1, Geoprocessing, JPGE (JFIF) Image Support, Legend Tool, Projection Utility Wizard, Register and Transform Tool dan XTools Extensions. Feature Kualitas Pemetaan

Template pra design pemetaan. Banyaknya fasilitas simbol yang dapat dipergunakan. Pewarnaan zona dan area Dapat dibedakan. Arah Utara, scale bars, dan beberapa elemen pemetaan tertampilkan. Datadata driven classifications Seperti (equal area, equal interval, natura breaks standard deviation, datanormalsasi dan banyak lagi)dapat di tampilkan.

2. Kelebihan Arcview Kelebihan penggunaan software Arcview GIS dalam dunia pemetaan atau kartographic adalah dengan terdapatnya fasilitas tools provide yang lengkap. Sistem mampu mengkreasikan kualitas peta yang prima, dimana user dapat berkreasi dan memperkaya detail detail yang diperlukan untuk lebih atraktif, dan mampu secara efektif menampilkan peta dan informasi lebih komunikatif yang di dapat dari hasil analisa data. Arc View diperkaya dengan seting dan komposisi tools dan wizard, yang mempercepat mempresentasikan pekerjaan terutama bidang pemetaan. Lingkup pekerjaan pemetaan mempunyai variasi symbol dan warna juga template yang dapat di pergunakan setiap saat. Kelebihan Arc View GIS adalah komposisi dari tool nya yang mampu melakukan features dan digitasi on screen yang dapat dipergunakan untuk membedakan satu obyek dengan obyek lainnya, yakni dengan mempergunakan color ramp, shading data, graduate symbol, chart symbol, untuk kreasi dan memperindah bentuk tampilan peta lebih berkualitas. 3. Google Earth

Google Earth merupakan sebuah program globe virtual yang sebenarnya disebut Earth Viewer dan dibuat oleh Keyhole, Inc.. Program ini memetakan bumi dari superimposisi gambar yang dikumpulkan dari pemetaan satelit, fotografi udara dan globe GIS 3D. Awalnya dikenal sebagai Earth Viewer, Google Earth dikembangkan oleh Keyhole, Inc., sebuah perusahaan yang diambil alih oleh Google pada tahun 2004. Produk ini, kemudian diganti namanya menjadi Google Earth tahun 2005, dan sekarang tersedia untuk komputer pribadi yang menjalankan Microsoft Windows 2000, XP, atau Vista, Mac OS X 10.3.9 dan ke atas, Linux (diluncurkan tanggal 12 Juni 2006) dan FreeBSD. Dengan tambahan untuk peluncuran sebuah klien berbasis update Keyhole, Google juga menambah pemetaan dari basis datanya ke perangkat lunak pemetaan berbasis web. Peluncuran Google Earth menyebabkan sebuah peningkatan lebih pada cakupan media mengenai globe virtual antara tahun 2005 dan 2006,[3] menarik perhatian publik mengenai teknologi dan aplikasi geospasial. Globa virtual ini memperlihatkan rumah, warna mobil, dan bahkan bayangan orang dan rambu jalan. Resolusi yang tersedia tergantung pada tempat yang dituju, tetapi kebanyakan daerah (kecuali beberapa pulau) dicakup dalam resolusi 15 meter.[4] Las Vegas, Nevada dan Cambridge, Massachusetts memiliki resolusi tertinggi, pada ketinggian 15 cm (6 inci). Google Earth memolehkan pengguna mencari alamat (untuk beberapa negara), memasukkan koordinat, atau menggunakan mouse untuk mencari lokasi. 4. Mengambil gambar dari google earth Saat ini, peta yang disediakan oleh google maps maupun google earth sudah amat lengkap. Mulai dari peta jalan sampai tutupan lahan, dengan resolusi spasial yang ciamik telah tersedia dengan gratis. Namun, banyak pengguna yang ingin mengoleksi gambar (citra satelit) atau peta yang ada, agar mudah dipergunakan saat tidak terhubung dengan internet, atau sekedar untuk mempercantik aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dibuat. Selain itu, keberadaan peta google (yang telah dicapture) dapat dijadikan sebagai data awal survei pendahuluan pekerjaan pekerjaan pemetaan terestris. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan peta dimaksud, saat ini yang paling banyak digunakan adalah dengan memanfaatkan google earth cache. Penulis telah melakukan beberapa simulasi dan percobaan sederhana, sehingga sampai pada kesimpulan bahwa ada cara lain yang lebih mudah dan cepat. Yakni dengan menggunakan ScreenGrab extension for Firefox. Penggunaan aplikasi ini (dengan cara biasa) mengharuskan kita untuk melakukan zooming maksimum pada peta yang akan diambil kemudian mengcapturenya. Cara ini hanya efisien jika luas peta yang akan dicapture kecil, lebih kecil dari ukuran layar monitor kita. Pertanyaannya, bagaimana jika kita ingin mengambil peta yang sangat luas? tentu kita harus melakukan capturing per scene kemudian melakukan mozaiking. Tentu langkah ini tidak efisian,

sehingga perlu cara lain yang lebih mudah untuk mendapatkan peta/gambar dari google dengan ukuran bebas (kita tentukan sendiri luas area yang diinginkan). Untuk itu, sebelum memulai kita harus menyiapkan beberapa tools, diantaranya 1. Firefox Browser 2. ScreenGrab extension for Firefox : tool ini akan mengambil apa yang ada di layar kemudian menyimpannya dalam bentuk gambar (JPEG atau PNG) 3. Notepad. 4. Jaringan internet. Selanjutnya, bukalah firefox browser anda. Kemudian install ScreenGrab extention. Jika belum familiar, berikut langkah sederhananya. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Klik TOOLS Klik ADD-ONS Di kotak search tulis ScreenGrab, enter Klik Add to firefox Lihat gambar Restart Firefox anda

Memasang Screen Grab di FireFox Langkah berikutnya adalah, buka google maps kemudian carilah lokasi yang ingin anda rampas. Kita bisa memilih layer yang akan kita ambil, dalam hal ini penulis hanya mengambil citra satelitnya saja, untuk itu klik satellite (di kanan atas), kemudian remove (uncheck Show Labels nya). Zoom maksimum, agar resolusi spasial yang anda peroleh juga maksimum.

Langkah Kostumasi Area

Setelah sukses, kita lakukan kostumasi area yang akan kita ambil gambarnya. Klik LINK (pojok kanan atas). Kemudian pilihlah Costumize and embeded Maps. Akan muncul window baru (lihat gambar), pilih costumize dan ukuran petanya.

Lakukan Kostumasi Ukuran Peta Berikutnya, copy kode html yang ada

Kode HTML

Buka notepad anda kemudian paste di sana. Simpan dengan nama petaITS.html.

Paste Kode di NOTEPAD Setelah itu, buka file html yang telah dibuat (klik file petaITS.html), dengan firefox tentunya.

Pilih Save -> complete page/frame, kemudian simpan filenya dalam jpg atau png. Dan selesai.

Interface yang digunakan untuk menghubungkan ketiga komponen GIS tersebut adalah DNR Garmin.

Langkah yang harus dilakukan adalah : (dengan asumsi DNR Garmin, ArcView dan Google Earth telah terinstal dan GPS telah terhubung ke PC) Memasukkan data dari Google Earth ke dalam ArcView 1. Buka Google Earth 2. Siapkan data yang akan diexport ke dalam ArcView (titik, garis atau polygon) 3. Simpan data tersebut dalam Google Earth format (*.kml); contoh titiksample.kml 4. Buka DNR Garmin 5. Pilih File > Load from > File > Pilih file yang telah dibuat pada langkah 3 6. Data table akan ditampilkan sesuai dengan data yang ada 7. Simpan data table tersebut dengan cara File > Save to > File pilih ArcView shape file unporjected (*.shp) 8. Shapefile siap digunakan dalam Program ArcView

Daftar Pustaka http://arcview-belajar-mudah.webs.com/introducingarcview.htm http://www.geomatika.its.ac.id/lang/id/archives/1886 http://abuzadan.staff.uns.ac.id/tag/google/ melukisbumiindonesia.blogspot.com/.../membuat-shapefile-dari-data-...