Anda di halaman 1dari 12

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.

Deskripsi data Dari penelitian yang dilakukan di bagian rekam medis yang diambil dari pasien rawat inap penyakit saraf RSUD Dr. Moewardi Surakarta telah dilaksanakan penelitian pada tanggal 6-18 Juli 2011. Dari penelitian didapat kan 141 orang yang memenuhi kriteria inklusi sebagai subjek penelitian, kemudian di tentukan besarnya sampel penelitian sebanyak 132 sampel berdasarkan rumus penentuan besar sampel. Penentuan sampel menggunakan cara simple random sampling yang di sajikan sebagai berikut : Stroke Iskemik Bukan Stroke Frekuensi % Frekuensi % Laki-Laki 30 45,5 30 45,5 Perempuan 36 54,5 36 54,5 Jumlah 66 100 66 100 Tabel 4.1 kejadian stroke iskemik dan bukan stroke Jenis Kelamin Hasil Penelitian

Berdasarkan tabel 4.1 di atas didapatkan kejadian stroke iskemik pada laki-laki sebanyak 30 sampel (45,5%) dan pada perempuan sebanyak 36 sampel (54,5%). Sedangkan pada kejadian bukan stroke pada laki-laki di dapatkan 30 sampel (45,5%) dan pada perempuan sebanyak 36 sampel (54,5%). Usia 40-49 50-59 60-69 70-79 80-89 Stroke Iskemik Frekuensi % 6 9,1 16 21 13 10 24,2 31,8 19,7 15,2 Bukan Stroke Frekuensi % 18 27,3 17 16 12 3 25,8 24,2 18,2 4,5

Jumlah Tabel 4.2

66 31

100

66

100

Berdasarkan tabel 4.2 di atas maka tampak bahwa kejadian stroke iskemik terbanyak pada kelompok usia 60-69 tahun dengan presentase 31,8% .
Kadar LDL Kolesterol Normal Tinggi Jumlah Stroke Iskemik Frekuensi % 21 31,8 45 66 68,2 100 Bukan Stroke Frekuensi % 40 60,6 26 66 39,4 100

Tabel 4. 3. kadar LDL kolesterol dengan kejadian stroke iskemik dan bukan stroke Berdasarkan tabel 4.3 di atas, sebagian besar kejadian stroke iskemik memiliki kadar LDL kolesterol tinggi sebanyak 45 sampel (68,2%) dan sisanya 21 sampel (31,8%) dengan kadar LDL kolesterol normal. B. Pembahasan Pada tabel 4.1, yaitu didapatkan sampel dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Penelitian menunjukkan bahwa pria lebih banyak terkena stroke daripada perempuan, yaitu mencapai kisaran 1,25 kali lebih tinggi (Wiwit, 2010). Menurut American Heart Assosiation menyatakan bahwa stroke diketahui lebih banyak laki-laki dibanding perempuan kecuali umur 35 44 tahun dan 85 tahun ke atas, lebih banyak diderita perempuan. Hasil penelitian tersebut berbeda dengan penelitian lain yang menyebutkan bahwa stroke iskemik lebih banyak menyerang laki-laki dibanding perempuan (Junaidi, 2004). Namun dari suatu penelitian National Center for Health Statistic berdasarkan jenis kelamin pada individu yang terserang stroke iskemik pertama kali, ditemukan rata-rata kejadian stroke iskemik lebih tinggi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki (Gofir, 2009). Hal ini diperkirakan karena pemakaian obat-obat kontrasepsi dan

usia harapan hidup perempuan yang lebih tinggi dibanding laki-laki (Bethesda, 2006). Selain itu menurut Feigin (2009), pada usia lanjut prevalensi laki-laki dan perempuan untuk terkena stroke hampir tidak berbeda. Hal yang sama juga terjadi pada bukan stroke yang lebih sering terjadi pada perempuan. Berdasarkan jenis kelamin, di Inggris kejadian stroke 174 per 100.000 pada pria dan 233 per 100.000 pada perempuan (Fieschi, et al, 2001). Pada tabel 4.2 didapatkan didapatkan pada kelompok usia 60-69 tahun (31,8%). Hal ini menunjukkan kejadian stroke iskemik meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Menurut Sacco et al (2009), angka kejadian stroke iskemik meningkat dua kali lipat tiap 10 tahun setelah umur 55 tahun. Kejadian stroke iskemik terbanyak pada golongan usia di atas 60 tahun sebanyak 26 kasus disusul golongan usia 51-60 tahun sebanyak 21 kasus (Misbach, 2006). Namun berdasarkan penelitian oleh NHLBI (National Heart, Lung, and Blood Institute), rasio insiden stroke pada usia 55-64 tahun adalah 1,25, pada usia 65-74 tahun adalah 1,50, pada usia 75-84 tahun adalah 1,07 dan pada usia 85 tahun adalah 0,76 (Carnethon et al, 2009). Sedangkan pada golongan usia 40-49 tahun jarang ditemukan kejadian stroke iskemik. Hal ini menurut Sidharta (2008) bahwa pada golongan usia tersebut lesi aterosklerotik baru mulai tampak pada arteri-arteri intrakranial dan arteri-arteri vertebrobasiler. Setelah usia 50 tahun, tampak kecenderungan bahwa arteri-arteri serebral yang kecil juga terkena proses aterosklerosis. Penyempitan yang disebabkan oleh plak aterosklerosis bisa mencakup 80-90% lumen arteri, tanpa menimbulkan gangguan pada daerah yang diperdarahi arteri yang bersangkutan. Tetapi arteri-arteri yang sudah mempunyai plak aterosklerotik cenderung mendapat komplikasi yang berupa trombosis. Dalam keadaan ini mudah timbul turbulensi aliran darah yang mempermudah terbentuknya trombus. Apabila trombus terlepas akan terjadi embolisasi. Dari Survey ASNA (ASEAN Neurological Association) di 28 RS seluruh Indonesia, diperoleh gambaran yang menggunakan profil usia antara 45-95 tahun bahwa jumlah penderita stroke iskemik dengan profil usia 45 tahun yaitu 11,8%, usia 45-64 tahun berjumlah 54,2% dan diatas usia 65 tahun 33,5% (Misbach, 2006). Berdasarkan data NINDS tahun 2008 tentang rasio risiko pada penderita stroke

iskemik,

45 sampai 59 tahun usia: rasio risiko, 2,04; 95% CI, 1,55-2,69; 60

sampai 74 tahun: rasio risiko, 2,58; 95% CI, 1,31-1,91) tetapi tidak pada usia yang lebih tua 75 tahun: resiko rasio, 1,12; 95% CI, 0,94-1,32) (Carnethon, et al, 2009). Pada tabel 4.3, kejadian stroke iskemik dan kejadian bukan stroke menurut tingkat kadar LDL kolesterol, didapatkan 68,2% penederita stroke iskemik dengan kadar LDL kolesterol tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kadar LDL kolesterol yang tinggi berpengaruh positif dan merupakan faktor risiko yang independen terhadap risiko stroke iskemik (Tanne et al, 2001). Berdasarkan penelitian (Uno, 2003) yang menggunakan 56 sampel pada penderita stroke iskemik dan penderita bukan stroke didapatkan 45 sampel penderita stroke iskemik dengan kadar LDL oksidatif tinggi dan 11 sampel pada penderita bukan stroke dengan kadar LDL oksidatif tinggi. Menurut Kamso et al (2002) penelitian mengenai dislipidemia terkait dengan stroke, memaparkan bahwa lebih dari 50% sampel yang di temukan mempunyai total kolesterol 240 mg/dl dan LDL kolesterol 130 mg/dl. Umur rata-rata responden adalah 64 tahun, 53.7% berumur di bawah 65 tahun dan 46.3% berumur diatas 65 tahun. Prevalensi penderita stroke dengan hipertensi (tekanan darah sistolik 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik 90 mmHg) cukup tinggi, mencapai 53.2%. Pada kelompok bukan stroke terdapat 40 sampel (60,6%) memiliki kadar LDL kolestrerol normal dan sebanyak 26 sampel (39,4%) memiliki kadar LDL kolesterol tinggi. Kondisi dimana tingkat kadar LDL kolesterol tinggi pada kelompok bukan stroke dengan usia yang tua seharusnya terkena serangan stroke tetapi pada kenyataannya tidak terjadi serangan stroke. Hal ini kemungkinan karena setiap individu dalam kelompok bukan stroke memiliki gaya hidup yang cukup menolong dari ancaman terkena serangan stroke seperti tidak merokok, mengkonsumsi hidangan yang bahan utamanya dari sayur-sayuran serta makan buah-buahan, mengkonsumsi menu berimbang empat sehat lima sempurna dan melakukan olahraga rutin seperti jalan kaki beberapa jam setiap hari serta mengurangi aktivitas-aktivitas yang memicu terjadinya stress (Wineski, 2000).

Setelah dilakukan analisa statistik dengan Uji Chi Square X2 hitung menggunakan program SPSS 16.0 for window adalah 11,003 lebih tinggi dari nilai X2 tabel sebesar 3,841, dengan tingkat signifikansi atau p = 0,001 (p < 0,05) dengan db=1 maka Ho ditolak. Dengan demikian nilai X2 yang didapat menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara tingkat kadar LDL Kolesterol dengan kejadian stroke iskemik di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Sedangkan X2 Mantel Haenszel chi square adalah 9,800 dengan tingkat signifikansi atau p = 0,001 (p < 0,05), maka Ho ditolak, berarti kasus stroke iskemik dengan tingkat kadar LDL kolesterol saling dependen. Nilai Rasio prevalensi (RP) = 1,85. RP > 1 artinya dugaan adanya faktor risiko terhadap efek (sakit) memang benar. Nilai Odds Ratio (OR) untuk data matching yaitu OR = 3,297, didapatkan nilai interval kepercayaan (IK) 95% antara 1,612 6,743. Karena OR lebih dari 1, berarti kadar LDL kolesterol yang tinggi merupakan faktor risiko terjadinya stroke iskemik (Dahlan, 2009). OR = 3,297 yang berarti bahwa penderita yang mempunyai kadar LDL kolesterol tinggi lebih beresiko menderita stroke iskemik 3,297 lebih besar daripada penderita yang mempunyai kadar LDL kolesterol normal. Penelitian lain melaporkan bahwa LDL mempunyai hubungan yang signifikan dengan peningkatan kejadian stroke iskemik (Uno, 2003). Berdasarkan hasil perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa secara statistik terdapat hubungan antara kadar LDL kolesterol yang tinggi dengan kejadian stroke iskemik lebih dari 50% sampel yang di temukan mempunyai kadar LDL kolesterol 131 mg/dl. Prevalensi penderita stroke iskemik cukup tinggi, pada perempuan mencapai 54.5%. Umur rata-rata responden lebih sering terjadi pada kelompok usia 60-69 tahun sebesar 31,8%. penelitian Kelebihan penelitian ini dibanding penelitian sebelumnya adalah : a. b. c. Populasi subjek berasal dari negara berkembang dengan tingkat Menggunakan data insidensi. Penelitian ini menganalisis LDL kolesterol dengan riwayat hipertensi kepedulian terhadap faktor risiko penyakit masih rendah.

yang pada beberapa penelitian terdahulu tidak dilakukan.

2. a.

Kelemahan penelitian Penelitian dilakukan dalam sewaktu tanpa follow up sehingga sulit

Kelemahan penelitian ini antara lain di karenakan: untuk menetapkan mekanisme sebab akibat karena pengukuran terhadap faktor risiko dan efek dilakukan sekaligus pada saat yang sama. b. c. d. Data diambil berdasarkan rekam medis yang kurang akurat di luar Jumlah sampel yang di ambil tidak selektif dan waktu serta tempat Tidak di perhatikannya riwayat penderita dengan kadar LDL tinggi kendali penulis. penelitian yang terbatas. yang pernah menderita stroke iskemik.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kadar LDL kolesterol dengan kejadian stroke iskemik (OR = 3,297, 95% CI = 1,612 6,743) . 2. 3. Kejadian stroke iskemik lebih banyak terjadi pada penderita Kejadian stroke iskemik lebih sering terjadi pada kelompok usia 60-69 perempuan sebesar 54,5%. tahun sebesar 31,8%. B. Saran 1. stroke iskemik. 2. yang tinggi 3. yang menderita stroke iskemik. 4. Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut tentang hubungan antara tingkat kadar LDL kolesterol dengan kejadian stroke iskemik dengan menggunakan desain penelitian yang lebih baik. Perlu diberikan perhatian khusus seperti perubahan gaya hidup pada penderita yang mempunyai kadar LDL tinggi Perlunya suatu tindakan penatalaksanaan yang tepat terhadap penyakit stroke iskemik dengan riwayat kadar kolesterol Perlunya penyuluhan kepada masyarakat luas tentang hubungan antara tingkat kadar LDL kolesterol dengan kejadian

40

DAFTAR PUSTAKA Adam H.P, et al. 2002. Management of Stroke in Guide for Prevention, Evaluation, and Treatment of Acute Stroke. Second Edition. Profesional Communication, Inc. America. Amarenco, et al. 2007. Effects of Intense Low-Density Lipoprotein Cholesterol Reduction in Patients With Stroke or Transient Ischemic Attack. American Stroke Assosiation. American Heart Association. 2004. Heart Disease and Stroke Statistic 2004 Update. Dallas: American Heart Assosiation. Anwar B., 2004. Dislipidemia Sebagai Faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner. library.usu Arief T.Q., 2008. Pengantar Metodologi Penelitian Untuk Ilmu Kesehatan. Surakarta: UNS Press. Baehr M., 2010. Diagnosis Topik Neurologi Duus. Jakarta: EGC. Baoezier F., 2006. Pedoman Diagnosis dan Terapi SMF Ilmu Penyakit Saraf, Edisi III. Surabaya : Fakultas Kedokteran UNAIR, pp. 22-40. Bethesda, 2006. Premiary Prevention Of Stroke, AHA/ASA Guideline, Stroke, June 2006 (1583-1633). Boudi F. B, 2006. Atherosclerosis. Available from www.emedicine.com (17 Februari 2011). Buckley B., 2010. Review: Lipids and stroke. British Journal of Diabetes & Vascular Disease 2003 3: 170. Carnethon et al, 2009. Heart Disease and Stroke Statistics 2009 Update. A Report From the American Heart Association Statistics Committee and Stroke Statistics Subcommittee. Chobanian et al. 2003. The Seventh Report of The Joint National Committe On Prevention, Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Preassure, JAMA; 289:2560. Dahlan, S., 2009. Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta : Salemba Medika. Davenport R and Dennis M. 2000. Neurological emergencies: acute stroke. Bmj. Departemen Kesehatan RI. 2009. Standar Pelayanan Unit Stroke. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Feigin V., 2009. Stroke. Jakarta : PT Bhuana Ilmu Populer, pp. 28-29. 41

Fieschi C., Falcou A., Sacchetti M.L., and Toni D. 2001. Pathonesis, Diagnosis and Epidemiology of Stroke. CNS Drugs ; 9 Suppl.1 : 1-9. Fikri F., 2009. Bahaya Kolesterol. Jogjakarta : Kelompok Penerbit Ar-Ruzz Media, pp. 11; 16-18. Gofir A., 2009. Manajemen Stroke Evidence Based Medicine. Yogyakarta : Pustaka Cendekia Press. Guyton A.C., 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta : EGC, pp. 882-84; 890-92. Hardjono, 2009. Awas Kolesterol. Cerdas Panduan Malibas Kolesterol, Yogyakarta : Maximus Harsono, 2008. Buku Ajar Neurologi Klinis. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Harsono, 2009. Kapita Selekta Neurologi, edisi kedua. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Immamura.T., Tanizaki.Y., Kubo.K., Yutaka, Ibayashi.S., and Hatta.J., et al.2008. LDL Cholesterol and the Development of Stroke Subtypes and Coronary Heart Disease. ahajournals.maxtoshow. Junaidi I., 2004. Pencegahan dan Pengobatan Stroke. Jakarta: Gramedia, pp. 4-15. Kamso S, Oemardi M, et al. 2002. Metabolic syndrome in the elderly should it be ... Eng J Med 2002: 346; 1999-2001.23. Kumar V., Cotran, Ramzi S, et al. 2007. Buku Ajar Patologi Robbins, Edisi 7, Volume 2. Jakarta : EGC, pp 367-78. Lamsudin R., 2000. Algoritma Stroke Gajah Mada (Disertasi Doktor). Yogyakarta: Fakultas Kedokteran UGM. Leah E., 2009. What is cholesterol. Lipidmaps. National Endocrin Cholesterol Panel. Lipska K., et al. 2007. Risk Factor for Acute Ischaemic Stroke In Young Adults in South India. J Naurol Neurosurg Psychiatry. Mansjoer A., 2009. Kapita Selekta Kedokteran, Edisi 3, Jilid II. Jakarta: FKUI Media Aesculapius, pp. 17-26. Markam S., 2008. Penuntun Neurologi Gangguan Peredaran Darah Otak. Tangerang : Binarupa Aksara, pp. 140-81. Mayes P.A., 2003. Biokimia Harper, Edisi 25. Jakarta: EGC, pp. 148 ; 154-59. Misbach J., 2006. Aspek Diagnostik, Patofisiologi dan Manajemen Stroke. Jakarta: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia FK UI, pp. 19-24.

10

Murti B., 2010. Desain dan Ukuran Sampel Untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif di Bidang Kesehatan Edisi kedua. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Nurhidayat C.H., 2008. Buku Ajar Perawatan Cedera Kepala dan Stroke. Jogjakarta: Ardana Media, pp. 167; 177-182. Ois A, Godia EC, Conde JJ, Gomis M, Campello AR, Rodrguez JEM, et al. Early arterial study in the prediction of mortality after acute ischemic stroke. Stroke. 2007; 38(7):2085-89.

Price S.A., 2005. Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit, edisi 6. Jakarta: EGC, pp. 964. Sacco, et al, 2009. Risk factor of ischemic stroke. American Heart Association. Sastroasmoro S., Ismael S., 2008. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis, Edisi ke- 3. Jakarta: Sagung Seto Sidharta P., Mardjono M., 2008. Neurologi Klinis Dasar. Jakarta: Dian Rakyat; pp. 190. Sidharta P., 2009. Neurologi Klinis Dalam Praktek Umum. Jakarta: Dian Rakyat, pp. 277. Soeharto I., 2002. Kolesterol & Lemak Jahat, Kolesterol & Lemak Baik dan Proses Terjadinya Serangan Jantung dan Stroke. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, pp. 28-31, 44-79, 90-9, 101-7, 154-69. Soeharto I., 2004. Penyakit Jantung Koroner dan Serangan Jantung. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, pp. 73. Soeparyatmo J.B., 2000. Disfungsi Endotel dan Aterosklerosis, Simposium Regional Kesehatan Fenomena Penyakit Kardiovaskuler. Surakarta, RSUD Dr. Moewardi, pp. 3-4. Smith WS., Hauser SL., Easton JD., 2001. Cerebrovascular Disease. In Braunwald E et al, editors: Harrisons principles of internal medicine, ed 15, New York: McGraw-Hill. Sudoyo A.W., 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Edisi V, Jilid III. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam, pp 1984-87.

11

Tanne, D., Koren Morag N., Graff E., Goldbourt U., 2001. Blood Lipid and FirstEver Ischemic Stroke/Transient Ischemic Attack in the Bezafibrate Infarction Prevention (BIP) Registry. Circulation. 104:2892-2897. Uno K.T., Nishi K., et al. 2003.Raised plasma oxidised LDL in acute Cerebral infarction. Bmj. Widjaja D., 2000. Stroke Masa Kini dan Masa Yang Akan Datang. Jakarta. Wiwit, S., 2010. Stroke dan Penanganannya Memahami, Mencegah dan Mengobati Stroke. Jogjakarta : Ar Ruzz Media Group, pp 17-37 Van der Worp, H.B. and Van Gijn J., 2007. Acute Ischemic Stroke. N Engl J Med, 357: 572-579. Wineski LA., 2000. Stroke in Integrative Medicine Communication, Newton USA, Georgetown University. Witztum J., 2004. The oxidation hypothesis of atherosclerosis. Lancet . 344: 793-795. World Health Organization. 2004. The Atlas of Heart Disease and Stroke. World Health Organization. cardiovascular_diseases/resources/atlas/en/. Yoni A., 2003. Kadar LDL Kolesterol dan Kadar Asam Urat Plasma pada Wanita Pemakai Alat Kontrasepsi Suntik dan Susuk. Jakarta: Jurnal Kedokteran Yarsi. Yamamoto, H. & Bogousslavsky, J., 2008. Mechanism of Secondary and Further Strokes. J Neurol Neurosurg Psychiatry, 64: 771-776.

12

Chi-Square Tests Value Pearson Chi-Square Continuity Correction Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association McNemar Testb N of Valid Cases 132 10.919 1 .001 .560c
b

df 1 1 1

Asymp. Sig. (2sided) .001 .002 .001

Exact Sig. (2sided)

Exact Sig. (1sided)

11.003a 9.875 11.165

.002

.001

a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 30,50. b. Computed only for a 2x2 table c. Binomial distribution used.