Anda di halaman 1dari 10

WILMS TUMOR

Jessy Chrestella Dept. Patologi Anatomi FK Universitas Sumatera Utara Medan PENDAHULUAN Wilms tumor (WT) adalah keganasan terbanyak ke lima dan merupakan tumor ginjal tersering pada usia anak- anak. Tumor ini terbanyak muncul pada usia tiga tahun dan jarang ditemukan setelah usia 8 tahun. Wilms tumor yang dikenal juga sebagai nephroblastoma, diambil dari nama seorang ahli bedah Jerman yaitu Max Wilms, yang pertama kali mendeskripsikan tumor ini pada abad ke 19. Terdapat 250 kasus Wilms Tumor yang pernah dilaporkan. Namun demikian penegakan diagnosis Wilms Tumor preoperative pada orang dewasa cukup sulit. Tumor ini biasanya muncul sebagai massa ginjal padat dengan atau tanpa disertai oleh hematuria. Massa padat ini bisa disertai oleh bagian cystic oleh proses nekrosis fokal dan degenerasi. Kadangkala gambaran radiologi dapat menyerupai kista renal hemorhagik . Tumor ini dapat muncul pada satu atau kedua ginjal . Adanya massa besar di abdomen , terutama pada anak anak usia 1-5 tahun harus menimbulkan kecurigaan adanya Wilms Tumor. Neoplasma ini bersifat agresif dan bermetastase ke berbagai organ, namun responsive terhadap pemberian terapi kombinasi. Wilms tumor bila terdiagnosa dan mendapatkan terapi yang tepat mempunyai angka kesembuhan yang cukup tinggi yaitu mencapai 90%. Perkembangan diagnostik imaging belakangan ini juga berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan dan ketepatan diagnosa Wilms Tumor dan hal ini sangat penting dalam merancang terapi kombinasi terbaik pada anak-anak. EPIDEMIOLOGI Insidensi Wilms Tumor adalah 0,8 kasus per 100.000 orang. Terdapat 500 kasus baru tiap tahun di Amerika serikat, dan sebanyak 6% darinya melibatkan kedua ginjal. Resiko acak untuk terkena Wilms Tumor adalah 1 diantara 10.000 kelahiran. Wilms Tumor terutama terjadi pada anak anak dibawah usia 5 tahun. Insidensi tertinggi terjadi antara usia 1-3 tahun. Diperkirakan tumor ini terjadi pada 7 diantara
Jessy Chrestella : Wilms Tumor, 2009

sejuta anak di Amerika Serikat dan lebih banyak mengenai ras Afro-Amerika. Ratio penderita perempuan dan laki-laki hampir beimbang. Wilms tumor dapat terjadi sebagai bagian dari sindroma : • Beckwith-Wiedemann syndrome (macroglossia, gigantism, umbilical hernia, omphalocele, organomegali, hemihiperthrophy , kista ginjal dan sitomegali adrenal) • Hemihypertrophy • Congenital aniridia • Wilms tumor, aniridia, genitourinary malformations, dan mental retardation (WAGR syndrome) • Denys-Drash syndrome (Wilms tumor, pseudohermaphroditism, disgenesis gonad, dan glomerulopathy serta gagal ginjal) • Trisomy 18 mutation • Cryptorchidism, hipospadia

Nephroblastoma (Wilms Tumor): Epidemiology
Incidence

0F (0.5 to 6% of All Childhood Cancers in United States Cases per year in United States African-Americans Gender Ratio (bilateral tumors) Mean Age for Unilateral Tumors Male Female Mean Age for Bilateral Tumors Male Female 8. Tumor diperkirakan disebabkan oleh kegagalan jaringan blastema berdiferensiasi menjadi struktur ginjal normal. 2009 PATOGENESIS Tumor Wilms dapat terjadi secara sporadik.0F) 41 months 47 months 29 months 33 months Jessy Chrestella : Wilms Tumor.5 Linkage Analysis Associated with Beckwith-Weidemann Syndrome .1 per million children 460 Highest Incidence 0. Nephroblastoma (Wilms Tumor): Cytogenetics WT1 Tumor Suppressor Gene: A Constitutional Deletion Chromosome 11p13 WAGR Syndrome Nonhereditary Wilms Tumor (33%) 10 Exons Encoding for a 45-49 kd Protein Homology to Early Growth Response 1 (EGR1) Sequence Specific DNA Binding Regulate Transcription of Other Genes 30 to 40% of Wilms with Loss of Heterozygosity for region with WT1 WT1 Role Gonadal Development WAGR Syndrome Denys-Drash Syndrome Dominant Negative Mechanism Abnormal Product inhibits Normal Product WT2: Tumor Suppressor Gene Chromosome 11p15. Wilms tumor diperkirakan merupakan abnormalitas genetik.9M:1. Oleh karena itu.6M:1. Namun demikian patofisiologi molekuler penyakit ini sampai sekarang belum jelas benar. berkaitan dengan sindroma genetik dan atau bersifat familial.

Gen WT1 pada kromosom 11p13 adalah gen jaringan spesifik untuk sel blastema ginjal dan epitel glomerulus dengan dugaan bahwa sel prekursor kedua ginjal merupakan lokasi asal terjadinya Wilms Tumor.Tumors with Loss of Heterozygosity Maternal Copy is Lost Genomic Imprinting (One alleles marked in a parental-specific manner as inactive) Candidates for WT2 Insulin-Like Growth Factor Type II (IGF-2 on 11p14. Sebagai tambahan. Mutasi pertama adalah inaktivasi alel pertama dari gen tumor supresor yang menyangkut aspek prezigot dan postzigot. dan menurun ketika ginjal telah makin matur. Gen WT2 pada kromosome 11p15 tetap terisolasi tidak terganggu .1) Embryonal Growth Factor in Wilms Tumors Jessy Chrestella : Wilms Tumor. Mutasi postzygot terjadi hanya pada beberapa sel yang spesifik dan merupakan faktor predisposisi pada penderita tumor unilateral yang merupakan kasus sporadik. WT1 merupakan onkogen yang dominan sehingga bila ada mutasi yang terjadi hanya pada 1 atau 2 alel telah dapat mempromosikan terjadinya Wilms Tumor. Mutasi kedua adalah inaktivasi alel kedua dari gen tumor supresor spesifik. Mutasi prezygot (mutasi germline) diwariskan atau memang berasal secara de novo. seperti loss of heterozygosity (LOH) pada kromosom 1p dan 16q. beberapa faktor genetik diperkirakan mungkin menjadi faktor prognostik. disebabkan oleh 2 trauma mutasi pada gen tumor supresor. Faktor ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan resiko relapse dan kematian. 2009 GEJALA KLINIS Nephroblastoma (Wilms Tumor): Clinical Features Bilateral Tumors Abdominal Mass Abdominal Pain Acute Abdomen Hypertension Fever Hematuria Weight Loss Urinary Tract Infection Nausea/Vomiting . Ekspresi WT1 meningkat pada saat lahir. Jessy Chrestella : Wilms Tumor. 2009 Paternal Allele Only Expressed H19: Maternal Allele Only Expressed WT 3: 16q Tumor-Specific Loss of Heterozygosity Associated with Poor Prognosis Involved with Tumor Progression 1p Tumor-Specific Loss of Heterozygosity Trisomy 18 GENETIKA MOLEKULER Menurut Knudsen dan Strong. Wilms tumor seperti pada retinoblastoma.

Jessy Chrestella : Wilms Tumor. nephroblastoma klasik triphasik mempunyai tiga elemen : blastema . 2009 PEMERIKSAAN GROSS Pada saat pembedahan. Pemeriksaan spesimen bedah sangat penting dalam menetapkan staging penyakit.8% 1. karena alat diagnostik ini tidak dapat membedakan karsinoma sel renal dengan Wilms tumor. Ureteral Duplication. Temuan radiologis tidak banyak membantu. Kebanyakan tumor ini mempunyai berat 100. PEMERIKSAAN HISTOPATOLOGI Secara histopatologi. pembuluh darah. Oleh karenanya diagnosa preoperatif sangat sulit ditegakkan.1000 gram. maka pengambilan sample dilakukan minimal satu bagian tumor untuk setiap sentimeter besar tumor tersebut. Pewarnaan kapsul spesimen sebelum fiksasi dan insisi juga harus dilakukan untuk mencegah over diagosis dari keterlibatan invasi kapsular. Area perdarahan dan nekrosis diberbagai tempat dapat saja tampak. Ahli patologi harus secara rutin mengidentifikasi vena renalis dan memeriksa lumen vena tersebut untuk keberadaan tumor intralumen . Perhatian khusus diberikan pada kapsul ginjal. Penampang permukaannya biasanya halus. Untuk memastikan cukupnya sediaan yang diambil. ureter. Unilateral Agenesis. Sinus renal juga harus disampling.Urogenital Anomalies (Renal Ectopia. tumor ini sering tampak seperti otak. Sampai saat ini invasi ke sinus renalis tidak menaikkan staging penyakit menjadi stage 2 pada tumor yang terlokalisir. Cryptorchidism) Hemihypertrophy Aniridia 4.1% Kebanyakan Wilms tumor bersifat unilateral namun 5-10% tumor wilms pada anakanak bersifat bilateral atau tumor pada satu ginjal namun multisentrik (terdapat multipel tumor). KGB pelvis pada spesimen orang dewasa. Blok histologi batasan tumor dan ginjal merupakan bagian yang sangat informatif karena dapat menggambarkan lesi prekursor tumor ini. mengkilat dan karena sering berbentuk lobulated berwarna putih keabuan .7% 84% 35-40% 12% 63% 23% 12-24% 5. Hypospadias. Tumor ini dapat bersifat multifokal. Wilms tumor ini biasanya cukup besar dan mendistorsi bentuk ginjal yang sebenarnya.3% 1. Horseshoe Kidney.

karena tumor blastema ini biasanya ditemukan pada stadium yang sudah lanjut. Struktur glomeruloid jarang sekali ditemukan. blastema predominan. Anaplasia sendiri didefinisikan sebagai adanya : 1. Adanya mitosis atipikal. mesenkim. Ketiga kriteria ini harus terpenuhi. Blastema metanephric merupakan susunan kompak sel oval/poligonal kecil dengan inti hiperkromatik dan sitoplasma yang sedikit. walaupun tumor blastema merupakan grup dengan keluaran cukup jelek. Komponen rhabdomyoid ini sendiri dapat menunjukkan gambaran ganas (Rhabdomyo-sarcomatous Wilms). . maka tumor ini disebut sebagai pola campuran (mixed pattern). Stroma dapat mencakup otot lurik. dan epithelium dimana hanya satu diantara ketiga elemen ini akan menjadi dominan. yang mempunyai banyak komponen otot lurik imatur. maka elemen ini dianggap sebagai subtipe yang dominan. Gambaran histologi terpenting dalam hal prognostik adalah ada atau tidaknya anaplasia . tulang. Anaplasia sering ditemukan pada orang non kulit putih. epithelial predominan atau stromal predominan. Wilms tumor rhabdomyomatous . yang biasanya dalam bentuk tubulus dengan pembentukan lumen yang bervariasi. anak-anak berusia lebih tua .prognostik baik . Dimana inti ini hiperkromatik. yang mengandung komponen atau elemen – elemen yang berkembang baik. Tumor ini menekan parenkim ginjal normal. Bila tidak ada satu komponen atau elemen yang dominan pada tumor ini . Wilms tumor juga dapat dibagi dalam dua kelompok prognostik berdasar karakteristik patologinya yaitu : . 2009 3. dan Jessy Chrestella : Wilms Tumor. jaringan lemak dan jaringan ikat fibrous. Definisi anaplasia fokal atau diffuse belakangan ini telah direvisi dimana anaplasia fokal berbatas tegas yang jelas berada dalam batas eksisi spesimen namun tidak terdapat pada lokasi ekstra renal atau residu tumor tidak dianggap memperburuk prognosis. kartilago. dimana tumor mengandung anaplasia diffuse (sel yang tidak berkembang baik). 2. Dan pola campuran ini merupakan grup terbanyak. dapat ditemukan prolapse ke pelvis renalis dan kadangkala bersifat bilateral. Gambaran khasnya adalah adanya tubulus dan glomeruli yang abortif yang dikelilingi oleh sel stroma spindle.Anaplastik . Bila satu komponen mencapai > 65% dari keseluruhan cross sectional area tumor. cenderung muncul pada anak usia muda. Dalam konteks pengobatan dengan kemoterapi modern. Inti dengan ukuran 3 x diameter inti sel serupa yang terletak disebelahnya. elemen predominan ini tidak memberikan nilai prognostik penting. Anaplasia dapat bersifat fokal atau difuse. Pola mikroskopis dasar dari Wilms tumor adalah pertumbuhan bifasik yang terdiri dari pulau-pulau blastema metanephric yang dipisahkan oleh jaringan mesenkim. Komponen mesenkim mencakup sel yang menunjukkan differensiasi rhabdomyoid. Mungkin terdapat sedikit differensiasi Jessy Chrestella : Wilms Tumor. 2009 epitel. sebagai contoh.

myxoid . elemen mesenkim menunjukkan respon sesuai dengan komponennya.heterologous patterns mucinous squamous neural neuroendocrine Primitive Stroma Cell Types Jessy Chrestella : Wilms Tumor. Nephroblastoma: Components and Patterns Three Primary Elements Blastema . myoglobin dan desmin positif dalam foci rhabdomyoblastoma.cysts/glands .fiboblastic .smooth muscle .adipose tissue . NSE untuk komponen saraf. Ekspresi MIB-1 (Monoklonal Blast) and p27Kip1 ditemukan positif terhadap sel blastema pada WT.tubular pattern .diffuse pattern . Selain itu.dan tumor dengan metastase ke KGB. 2009 .papillary pattern . Receptor insulin-like growth factor type I juga dapat ditemukan positif meningkat terhadap WT karena ia bertanggung jawab terhadap proliferasi dan inhibisi dari differensiasi. Begitu juga dengan Anti gen WT1.neural IMMUNOHISTOKIMIA Profil imunohistokimia dari berbagai komponen WT dapat dikenali dari berbagai pengecatan antibodi. berbagai lectin dan komponen basal membran . GFAP.glomeruloid pattern .organoid pattern serpentine nodular basaloid Epithelial-Lined Tubules . Elemen blastema misalnya menunjukkan positivitas fokal hanya terhadap vimentin . barubaru ini saja telah ditemukan suatu gen yang mengalami overekspresi pada penyakit tumor Wilms sehingga dinamakan gen NOV (Nephroblastoma Overexpressed) yang . protein S-100. Anaplasia ini juga dipercaya merupakan manifestasi dari instabilitas genetik dan resistensi obat multiple.skeletal muscle .pelvicalyceal pattern . EMA.undifferentiated .osteoid/bone .cartilage . elemen epitel bereaksi terhadap keratin.

Yang dapat terlihat adalah sel bulat yang kecil berkelompok dan tersusun berbaris dengan tubulus dan badan glomeruloid yang jarang ditemukan. otak atau KGB di luar abdomen dan pelvis. aspirat cairannya menunjukkan sel busa dan sel epitel yang pleomorfik. Recurrent Tumor muncul kembali bisa dimanapun setelah dinyatakan sembuh. pembuluh darah atau peritoneum. kemungkinan diagnosanya adalah nefroma kistik. usus. namun pernah digunakan untuk beberapa kasus WT stage IV pada beberapa penelitian yang terbatas. peritoneum dan CNS.merupakan famili gen CCN. Juga telah metastasis KGB. STAGE WILMS TUMOR Stage I Tumor ditemukan hanya pada ginjal dan dapat diangkat keseluruhannya. Semua tumor stage I. Stage III Tumor telah menyebar di dalam rongga abdomen dan tidak dapat diangkat seluruhnya. Dengan mikroskop elektron dapat ditunjukkan lamina basalis yang menebal di sekitar sel terdiri dari NCAM yang sangat spesifik untuk WT. namun masih dapat diangkat secara keseluruhan. Penyebaran ke pelvis renalis ataupun ureter sangat jarang ditemukan. WT bilateral biasanya hanya dibiopsi dan dilanjutkan dengan kemoterapi. Stage II Tumor telah menyebar keluar ginjal. tulang. Penyebaran WT dapat mencapai kelenjar adrenal. yaitu ke jaringan lemak atau jaringan lunak lain atau pembuluh darah. kemudian diikuti dengan kemoterapi. Agen kemoterapi lainnya dan juga radiasi dapat digunakan untuk tumor yang stagingnya lebih tinggi. Jessy Chrestella : Wilms Tumor. vertebra dan paraspinal. kasusnya merupakan kasus advanced dan menyebabkan massa polipoid yang keluar dari sistem pyelocalyceal yang menyerupai botryoid rhabdomyosarcoma. Lokasi metastasis yang paling sering dijumpai ialah paru-paru. apapun hasil histologinya dan tumor stage II dengan histologis tanpa gambaran anaplasia ditreat dengan nefrektomi total dan lanjutan kemoterapi 2 agen (actinomycin D dan vincristine) selama 6 bulan tanpa radiasi. liver. Nefrektomi juga sangat bergantung dari stage patologi. Stage IV Metastasis jauh ke paru. Dan gen ini masih diteliti keberadaannya sampai sekarang. epitel dan stroma harus dapat dikenali dari teknik ini untuk dapat mendiagnosa secara akurat. Bila tidak ditemukan sel epitel yang atipik tersebut dan tidak ada sel blastema dijumpai. liver. 2009 TERAPI Terapi utama dari Wilms tumor adalah nefrektomi. SITOLOGI Peran sitologi diagnostik untuk WT sangat terbatas. Semua Jessy Chrestella : Wilms Tumor.vertebra dan regio paraspinal. liver. dan bila ada. 2009 komponen sel baik blastema. Stage V Sel tumor ditemukan pada kedua ginjal ketika tumor pertama kali didiagnosa. Pendapat lain menyatakan nefrektomi saja mungkin juga sudah sufisien untuk tumor . inti membesar. Pada kasus WT tipe kistik.

2. Produksi mucin Prognosis bertambah buruk dengan adanya mucin dalam serum. hiperkromatik. implant tumor di tempat lain. ruptur durante ops. 6. 2009 5. tampak dominan terdiri dari struktur tubulus yang dilapisi epitel kuboid dengan inti membesar. Dan pada beberapa fokus dapat terlihat kelompokan sel blastema dengan inti bulat kecil. Ukuran tumor 4. sebagian kecil gembur dan agak myxoid. Berikut ini adalah faktor prognostik dari parameter klinis dan morfologi tumor : 1. Tidak dijumpai adanya angioinvasi dan batas sayatan tidak bebas tumor. Pembuluh darah tampak proliferatif serta dilatasi dan berisi sel-sel darah. 7. baik karena faktor predisposisi genetik terhadap neoplasia ataupun akibat terapi yang dijalaninya.stage I yang kecil dan beberapa tipe histo tumor untuk pasien yang berusia di bawah 2 tahun. dengan mitosis tipikal. ukuran 7x5x4 cm. Efek kemoterapi dan radiasi lebih kelihatan pada komponen blastema dibandingkan terhadap mesenkim atau epitel. Diferensiasi tubuler extensif Merupakan petanda prognosis baik. prognosisnya akan bertambah buruk. Insiden anaplasia juga tidak dipengaruhi oleh modalitas penyembuhan. sebagian kasar. Invasi kapsuler. warna keabuan . pleomorfik. juga bila mengenai kedua belah ginjal. . Pada bagian lain. konsistensi rapuh. Namun beberapa persen dari pasien yang dinyatakan sembuh setelah jangka waktu yang lama akan menderita neoplasma malignant sekunder. Usia penderita Pasien di bawah 2 tahun mempunyai resiko metastasis yang lebih kecil dan 5-year survival rate yang lebih baik dibandingkan dengan yang > 2 tahun. Begitu juga dengan diferensiasi glomerular. Stage Stage klinikopatologi merupakan determinator yang paling penting. Anaplasia Jessy Chrestella : Wilms Tumor. DNA ploidy LAPORAN KASUS HISTOPATOLOGI No. sitoplasma eosinofilik sedikit. PROGNOSIS Angka kesembuhan general untuk WT unilateral adalah 80% sampai dengan 90%. PA : 32890 / 07 Makroskopis Diterima jaringan dari tumor ginjal. 3. kromatin padat basofilik. metastase KGB dan jauh. tampak jaringan ikat fibrous dan lemak yang disebuki sel radang limfosit dan massa perdarahan. Diferensiasi otot skeletal Fitur ini tidak begitu signifikan dalam penentuan prognosis kecuali bila ditemukan imatur dan dalam jumlah yang banyak. invasi vena ekstrarenal. Stroma terdiri dari jaringan ikat fibrous inti spindel. Mikroskopis Sediaan jaringan ginjal tanpa pelapis epitel. 8.

Andos R. Mayo Clinic Wilms tumor Introduction. Renal tumors of the childhood. Agarwala S. Cancer. et al. 10. Wilms Tumor (Nephroblastoma) in the Adult Patient: Clinical and Radiologic Manifestations. 2003 . 2007 .2. In : Jennette JC. Jaringan ikat lemak yang merupakan komponen stroma Wilms tumor. 1492-1502. Eble JN. Clinical Impact Of Histologic Subtypes in Localized Non-Anaplastic Nephroblastoma Treated According to the Trial and Study SIOP-9/GPOH. Yamaguchi S. Adult Nephroblastoma. Liang DC. Volume 1. 13. 10 : 492–494. Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins. Kullendorff CM. 87: 747– 50. Harms D. 1998 . Rosai J. Vujanic GM. 1240-5. 6. Charles AK. 2009 Jessy Chrestella : Wilms Tumor.surgical-pathology. Available at : http://www. et al.htm 14. Rosai and Ackerman’ s : Surgical Pathology. Komponen sel blastema yang intinya kecil bulat dan hiperkromatik. Lurie A. 2004. 9. 32 : 239-309. Texas Children's Hospital. Sel-sel epitel atipik dengan gambaran mitosis. Heptinstall’s Pathology of the Kidney. Iyer K. et al. Ordonez NG. Ninth Edition. Weirich A. Gambar 4. Hicks J. Yasunaga Y. Jaringan didominasi oleh struktur epitel kuboid yang sebagian membentuk lumen tubulus. 2. 12: 311-319.com/HealthManagement/ManagingYourHealth/ Health Reference/Diseases/?chunkiid=22835 7. 15. 2009 Foto-Foto Kasus Gambar 1. Fujita K. 2. 17: 145–148. Wilms’ tumour in infancy. et al editor. 152 : 299-302. Layfield L. Fine needle aspiration cytology of cystic partially differentiated nephroblastoma of the kidney. Cytopathology. Jessy Chrestella : Wilms Tumor.wikipedia. 67: 506-10. The Journal Of Biological Chemistry. Sova I.Paediatric Renal Tumours.org/wiki/Wilms'_tumor 4. 2001. Grignon DJ. Kioumehr F. 3. Vol.mayoclinic. Chen BF. In : Rosai J editor. International Journal of Urology. Jaringan ikat fibrous dan kolagen pada Wilms Tumor.com/ health/wilms-tumor/DS00436 11. Cochran S. Leuschner I. 277 (33) : 29399–29405.Kesan : Nefroblastoma (Wilms Tumor) Jessy Chrestella : Wilms Tumor. Annals of Oncology. American Journal of Radiology. Sakamoto K. 8. 12. The Nephroblastoma Overexpressed Gene (NOV/ccn3). Verma K. Available at : http://www. Gambar 6. 1998. Available at : http://www. Gambar 3. Lurie M. Gambar 5. 2009 DAFTAR PUSTAKA 1. Vujanic GM. Tzen CY. Available at : http://en. et al. 2003 . 6th ed. 2006. Histopathology. . Definition of Wilms tumor. J Chin Med Assoc. Berry PM. Nayak A. Adult Wilms’ tumor mimicking hemorrhagic renal cyst. Mecz Y. 1989 . Wiebe T. 1988 .Review Of Pediatric Renal Neoplasms. 5. Nishimura K.upmc. Renal Neoplasms. China : Mosby .Chang LL. Acta Paediatr. Urinary Tract. Immunohistochemical Expression of Wilms’ Tumor 1 Protein in Nephroblastoma.com/wilms _tumour. 2004 . 61:23422347.

uchc. Wilms tumor.16. Available at : http://esynopsis.edu/S274.htm .