Anda di halaman 1dari 2

TEORI DAVID EASTON Sistem dapat diartikan sebagai kesatuan yang terbentuk dari beberapa unsur (elemen).

Unsur, komponen atau bagian yang banyak ini satu sama lain berada dalam keterkaitan yang mengikat dan fungsional. Masing-masing kohesif satu sama lain, sehingga ketotalitasannya unit terjaga utuh eksistensinya. Tinjauan tersebut adalah pandangan dari segi bentuknya. Jadi pengertian sistem, disamping dapat diterapkan pada hal yang bersifat “immaterial” atau suatu proses “immaterial”, juga dapat diterapkan pada hal yang bersifat material. Untuk yang bersifat “immaterial” penguraian atau penentuan “model”-nya lebih cenderung berfungsi sebagai alat analisis dan merupakan cara, tata, rencana, skema, prosedur atau metode. Sistem adalah suatu cara yang mekanismenya berpatron (berpola) dan konsisten, bahkan mekanismenya sering disebut otomatis. Sementara itu menurut David Easton (1984:395) sistem adalah: Teori sistem adalah suatu model yang menjelaskan hubungan tertentu antara sub-sub sistem dengan sistem sebagai suatu unit (yang bisa saja berupa suatu masyarakat, serikat buruh, organisasi pemerintah). Easton juga meringkas ciri-cirinya sebagai berikut: 1. Sistem mempunyai batas yang didalamnya ada saling hubungan fungsional komunikasi. 2. Sistem terbagi kedalam sub-sub sistem yang satu sama lainnya saling melakukan daerah bisa dan pertukaran atau (seperti antara desa daerah dengan dengan pemerintah 3. Sistem antara kode, pemerintah yaitu yang terutama dilandasi oleh beberapa bentuk

pemerintah pusat). membuat menerima (input) informasi, kedalam mempelajari menerjemahkan masukan

beberapa jenis keluaran (output). David Easton (1984: 395) mendefinisikan sistem politik sebagai sistem interaksi dalam masyarakat dimana didalamnya alokasi yang mengikat atau juga yang mengandung otoritas dibuat dan

Dalam sistem tersebut juga dipengaruhi oleh lingkungan baik internal maupun eksternal. prinsipprinsip moral dan sebagainya. Dalam sistem politik terdapat mekanisme yang biasa dilalui. Dengan mengikuti proses konversi dalam sistem politik “keluaran” dalam bentuk keputusan. yaitu lapisan yang paling menentukan kebijakan-kebijakan suatu negara. misalnya tuntutan untuk mendapatkan pelayanan yang layak.diimplementasikan. Filter-filter utama sebagai pengolahnya adalah institusi. Namun dapat diketahui bahwa mereka adalah kelompok yang disebut sebagai elite. lingkungan tersebut mencakup lingkungan sosial. input terdiri dari atas tuntutan (demand) dan dukungan (support). ekonomi dan politik yang memberi masukan-masukan. Hal ini dikarenakan dalam proses tersebut tidak jelas lembaga mana yang paling dominan dalam proses tersebut. . keluaran dan hasil akhir yang berupa kebijakan. penghasilan yang layak. berikut adalah sistem politik model David Easton (1984:165) Dalam mekanisme sistem politik. Output/keluaran kemudian berproses lagi menjadi input setelah melalui proses umpan balik (feedback). Jadi terpeliharanya sistem menuntut adanya tuntutan yang diproses dalam tingkat yang dapat diarahkan. Tuntutan merupakan mesin bekerjanya sistem politik dan dalam beroperasi melakukan konversi atas tuntutan itu dalam bentuk kebijakan-kebijakan otoritatif sebagai outputnya. variabel sistem. Dukungan tersebut bersifat terbuka dalam bentuk tindakan-tindakan yang secara jelas dan nyata mendukung dan tertutup yaitu tindakantindakan serta sentimen-sentimen yang mendukung. keamanan. dalam proses konversi bisa disebut Black box. sistem juga memerlukan dukungan. Tuntutan terhadap sistem politik dapat bervariasi bentuknya. Untuk memenuhi tujuan ini sistem politik menetapkan filter yang berfungsi melakukan seleksi maupun membatasi tuntutan-tuntutan itu. Disamping tuntutan. budaya. Keputusan otoritatif dapat diproduksi. dan struktur politik.