Anda di halaman 1dari 32

SISTEM INTEGUMEN http://hermanypk.blogspot.com/2010/09/sistem-integumen.

html Pendahuluan (1) Merupakan organ terbesar pada tubuh, mencakup 12-15% berat tubuh dan luas permukaan mencapai 1-2 meter.

(http://www.teacherspayteachers.com/) (2) Terdapat dua lapisan kulit; dermis dan epidermis. Sel-sel penyusun epidermis adalah keratinocyte, yang mengandung keratin, sedang dermis berupa lapisan jaringan ikat di bawah epidermis dan berisi ujung saraf, reseptor sensorik, kapiler dan serat elastik. (3) Sistem integument berperan dalam homeostasis, proteksi, pengaturan suhu, reseptor, sintesis biokimia dan penyerapan zat.

(http://www.udel.edu) Folikel dan Kelenjar (1) Folikel rambut dilapisi dengan sel-sel yang mensintesis protein pembentuk rambut. (2) Kelenjar sebaceosa mensekresikan lapisan minyak untuk melumasi rambut. (3) Kelenjar keringat berujung pada pori-pori di permukaan kulit.

(http://academic.kellogg.edu)

Rambut dan Kuku (1) Rambut, sisik, bulu, cakar, tanduk dan kuku adalah struktur yang berasal dari kulit.

(http://www.hickerphoto.com)

(http://www.aafp.org) (2) Batang rambut memanjang di atas permukaan kulit, sedang akar rambut memanjang dari permukaan kulit sampai ke dasar.

(3) Saat suhu tubuh menurun. berkeringat. (4) Kehilangan air lewat kulit berlangsung dalam dua cara. Saat suhu tubuh meningkat.scf-online. tuuh akan menjaga thermiogenesis. a. .(http://www. dengan cara meningkatkan laju metabolisme dan dengan menggigil. penguapan dan b.com) (3) Kuku terdiri dari sel-sel epidermis yang telah termodifikasi mengandung banyak keratin. hypothalamus mengirimkan sinyal saraf menuju kelenjar keringat dan menyebakan pelepasan air sekitar 1-2 liter perjam untuk mendinginkan tubuh. Kulit dan Homeostasis (1) Reseptor panas dan dingin terletak dalam kulit. kelenjar keringat mengkerut dan produksi keringat berkurang. Jika suhu tubuh terus menerus berkurang. (2) Hipothalamus juga menyebabkan pelebaran pembuluh darah di kulit membuat lebih banyak darah mengalir ke area tersebut dan menebabkan panas terlepa dri permukaan kulit.

org) . (3) Badan Pacini menanggapi tekanan. yang secara khusus berada di ujung jari dan bibir sangat sensitive terhadap sentuhan. (http://www.exploringnature. (2) Paling dalam di kulit terdapat badan Meissner.edu) Kulit dan Penerimaan Rangsang (1) Reseptor sensoris dalam kulit adalah untuk nyeri. (4) Reseptor suhu lebih banyak untuk dingin ketimbang untuk panas.(http://www.southtexascollege. tekanan (sentuhan) dan suhu.

yang member warna pada kulit. vulva. Perbatasan tersebut dapat ditemukan pada bibir. dan nikotin (untuk menghentikan kebiasaan merokok). lubang hidung. nitroglycerin (masalah jantung). (2) Kulit juga membantu sintesis vitamin D. D. Epitel yang disebut epidermis 2.html Integumen atau kulit merupakan jaringan yang menutupi permukaan tubuh. yang terdiri atas 2 lapisan : 1.com/2010/10/integumen-atau-kulit. scopolamine (mabuk). Jaringan pengikat yang disebut dermis atau corium Epidermis berasal dari ectoderm dan dermis berasal dari mesoderm. . Dibawah kulit terdapat lapisan jaringan pengikat yang lebih longgar disebut hypodermis yang pada beberapa tempat banyak mengandung jaringan lemak. and K juga hormone steroid seperti estrogen. Pada beberapa tempat kulit melanjutkan menjadi tunica mucosa dengan suatu perbatasan kulitmukosa (mucocutaneus junction).Kulit dan Sintesa (1) Sel-sel kulit mensintesa melanin dan karotin.Kulit merupakan bagian dari tubuh yang meliputi daerah luas dengan berat sekitar 16% dari berat tubuh. (2) Zat-zat ini memasuki aliran darah melalui jaringan kapiler dalam kulit.blogspot. Kulit adalah Selektif Permeable (1) Kulit selektif terhadap larutan yang larut dalam lemak seperti vitamin A. E. Integumen atau kulit http://tia-karina. (3) Jalur ini juga dapat digunakan untuk memasukan sejumlah obat-obatan seperti estrogen. preputium. dan anus.

Walaupun batas antara epidermis dengan jaringan pengikat /corium dibawahnya jelas.5 cm. Ketebalan kulit tidaklah sama pada berbagai bagian tubuh. KULIT TEBAL Kulit tebal ini terdapat pada vola manus dan planta pedis yang tidak memiliki folikel rambut.Fungsi kulit selain menutupi tubuh. Misalnya pada daerah intraskapuler kulitnya sangat tebal sampai lebih dari 0. glandula sebacea (kelenjar minyak). tetapi serabut jaringan pengikat tersebut akan bersatu dengan serabut jaringan pengikat di bawah kulit. tetapi ditandai adanya alur – alur halus yang membentuk pola tertentu yang berbeda pada berbagai tempat. dan kuku. Rata – rata tebal kulit adalah 1-2 mm. tetapi keseluruhan kulit tebal belum tentu lebih tebal dari kulit tipis. Permukaan bebas kulit tidaklah halus. Tebalnya kulit tersebut dapat disebabkan karena ketebalan dua bagian kulit atau salah satu bagian kulit. dimana meliputi : glandula sudorifera (kelenjar keringat). folikel rambut. Pada mulanya cutis tadi mengikuti tonjolan corium di bawahnya tetapi kemudian dari epidermis sendiri terjadi tonjolan ke bawah sehingga terbentuklah papilla corii yang dipisahkan oleh tonjolan epidermis.5 mm. Berdasarkan gambaran morfologis dan ketebalan epidermis. juga mempunyai beberapa fungsi lain. Demikian pula permukaan antara epidermis dan dermis tidak rata karena adanya tonjolan – tonjolan jaringan pengikat ke arah epidermis. maka selain struktur epitel dan jaringan pengikat tersebut masih dilengkapi bangunan tambahan yang disebut apendix kulit. Pada tonjolan epidermis antara dua papilla corii akan berjalan ductus excretorius glandula sudorifera untuk menembus epidermis . Pada permukaan kulit tampak garis yang menonjol dinamakan crista cutis yang dipisahkan oleh alur – alur dinamakan sulcus cutis. kulit dibagi menjadi : -Kulit Tebal -Kulit Tipis Walaupun kulit tebal mempunyai epidermis yang tebal. sedangkan di kelopak mata hanya setebal 0.

Sel – sel dari stratum basale akan mendorong sel – sel di atasnya dan berubah menjadi polihedral. Sel – sel lapisan ini berbatasan dengan jaringan pengikat corium dan berbentuk silindris atau kuboid. yaitu sel Langerhans dan sel Markel yang belum jelas fungsinya. yaitu: 1. Sistem pigmentasi. 2.Stratum basale Lapisan ini disebut pula sebagai stratum pigmentosum atau strarum germinativum karena paling banyak tampak adanya mitosis sel – sel. 2. Di dalam sitoplasmanya terdapat butir – butir pigmen. yang berasal dari crista neuralis dan akan memberikan melanosit untuk sintesa melanin.Epidermis Dalam epidermis terdapat dua sistem : 1. Stratum spinosum Lapisan ini bersama dengan stratum basale disebut pula stratum malpighi atau stratum germinativum karena sel – selnya menunjukkan adanya mitosis sel. Disamping sel – sel yang termasuk dua sistem tersebut terdapat sel lain. bagian epidermis yang sel – selnya akan mengalami keratinisasi. Sratum spinosum ini terdiri atas beberapa lapisan sel – sel yang berbentuk polihedral dan pada . Sistem malpighi. Struktur histologis Pada epidermis dapat dibedakan 5 stratum.

pemeriksaan dengan mikroskop cahaya pada tepi sel menunjukkan tonjolan – tonjolan seperti duri – duri. Pada permukaan. Bentuk sel seperti belah ketupat yang memanjang sejajar permukaan. Dermis Terdiri atas 2 lapisan yang tidak begitu jelas batasnya. Bagian yang jernih ini mengandung zat eleidin yang diduga merupakan hasil dari keratohialin. tetapi tidak selalu dijumpai dalam proses tersebut. 5. Semula tonjolan – tonjolan tersebut disangka sebagai jembatan interseluler dengan di dalamnya terdapat tonofibril yang menghubungkan dari sel yang satu ke sel yang lain. yaitu : 1. misalnya pada kuku. Stratum Corneum Pada vola manus dan planta pedis. 3. Makin ke arah permukaan butir – butir keratin makin bertambah disertai inti sel pecah atau larut sama sekali. lapisan tersebut akan mengelupas (desquamatio) kadang – kadang disebut sebagai stratum disjunctivum. Hubungan antara sel sebagai duri – duri pada stratum spinosum sudah tidak tampak lagi. sehingga sel – sel pada stratum granulosum sudah dalam keadaan mati. Jaringan tersebut terdiri atas sel – sel yang terdapat pada jaringan pengikat longgar dengan . Stratum lucidum Tampak sebagai garis bergelombang yang jernih antara stratum granulosum dan stratum corneum. Terdiri atas beberapa lapisan sel yang telah gepeng tersusun sangat padat. Stratum papilare Merupakan lapisan tipis jaringan pengikat di bawah epidermis yang membentuk papilla corii. Sel yang terdalam berbentuk seperti sel pada strarum spinosum hanya didalamnya mengandung butir – butir. Butir – butir yang terdapat sitoplasma lebih terwarna dengan hematoxylin (butir – butir keratohialin) yang dapat dikelirukan dengan pigmen. Adanya butir – butir keratohyalin semula diduga berhubungan dengan proses keratinisasi. Stratum granulosum Lapisan ini terdiri atas 2-4 sel yang tebalnya di atas stratum spinosum. 4. lapisan ini sangat tebal yang terdiri atas banyak sekali lapisan sel – sel gepeng yang telah mengalami kornifikasi atau keratinisasi.

serabut kolagen halus. Subcutis atau Hypodermis Merupakan jaringan pengikat longgar sebagai lanjutan dari dermis.Mitokhondria dan kompleks Golgi sangat jarang.terutama stratum spinosum menipis. 3. terdapat butir-butir yang di sekresikan dan nembentuk lapisan yang menyelubungi membran sel yang dikenal sebagai butir-butir selubung . Terdapat folikel rambut dan glandula sebacea.E sel-sel dalam stratum Malphigi banyak mengandung ribosom bebas dan sedikit granular endoplasmic reticulum. Didalam subcutis terdapat anyaman pembuluh dan syaraf.Pada daerah-daerah tertentu terdapat jaringan lemak yang tebal sampai mencapai 3cm atau lebih.hingga nutrisinya diduga berasal dari jaringat pengikat di bawahnya dengan jalan difusi melui cairan jaringan yang terdapat dalam celah-celah di antara sel-sel stratum Malphigi. KULIT TIPIS Menutupi seluruh bagian tubuh kecuali vola manus dan planta pedis yang merupakan kulit tebal.Tonofilamen yang terhimpun dalam berkas sebagai tonofibril didalam sel daerah basal masih tidak begitu pada susunannya. 6.sedangkan ketebalan kulitnya tergantung dari daerah di tubuh. Struktur halus sel-sel epidermis dan proses keratinisasi Dengan M. Papila corii tidak teratur susunannya. Pada dasarnya memiliki susunan yang sama dengan kulit tebal. Demikian pula serabut-serabut kolagen dan elastisnya melanjutkan ke dalam dermis. Di bawah stratum reticulare terdapat subcutis yang mengandung glandula sudorifera yang akan bermuara pada epidermis. 5.hanya terdapat beberapa perbedaan : 1. Di dalamnya selain terdapat sel – sel jaringan pengikat terdapat pula sel khromatofor yang di dalamnya mangandung butir – butir pigmen. Stratum corneum sangat tipis. Di dalam stratum spinosum lapisan teratas. 7. Stratum granulosum tidak merupakan lapisan yang kontinyu. Stratum reticulare Lapisan ini terdiri atas jaringan pengikat yang mengandung serabut – serabut kolagen kasar yang jalannya simpang siur tetapi selalu sejajar dengan permukaan. 2. 4. Lebih sedikit adanya glandula sudorifera. 2. Nutrisi Kulit Epidermis tidak mengandung pembuluh darah.misalnya pada perut. Tidak terdapat stratum lucidium.Epidermisnya tipis. Epidermis sangat tipis.

Sel Merkel bentuknya mirip dengan keratinosit yang juga memiliki desmosom biasanya terdapat dalam kulit tebal telapak tangan dan kaki. Butir-butir melanin dibentuk dalam bangunan khusus dalam sel yang dinamakan melanosom. Sel langerhans merupakan makrofag turunan sumsum tulang yang mampu mengikat. Hubungan antara Epidermis dan Dermis Epidermis melekat erat pada dermis dibawahnya karena beberapa hal: Adanya papila corii Adanya tonjolan-tonjolan sel basal kedalam dermis Serabut-serabut kolagen dalam dermis yang berhubungan erat dengan sel basal epidermis. Apabila dalam epidermis tidak ditemukan melanin akan menyebabkan albino. Sel-sel epidermis yang terdorong ke atas akan kehilangan bentuk tonjolan tetapi tetap memiliki desmosom.membran atau keratinosum dan mengandung enzim fosfatase asam di duga terlibat dalam pengelupasan stratum corneum. Sel-sel yang menyusun stratum granulosum berbeda dalam selain dalam bentuknya juga karena didalam sitoplasmanya terdapat butir-butir sebesar 1-5 mikron di antara berkas tonofilamen. Kuning disebabkan karena karoten b. Warna kulit manusia tergantung dari jumlah pigmen yang dihasilkan oleh melanosit dan jumlah yang di pindahkan ke keratinosit. Berfungsi sebagai penerima rangsang sensoris. Biru kemerah-merahan karena oksihemoglobin c.Melanosom berbentuk ovoid dengan ukuran sekitar 0.mulut.yang sesuai dengan butir-butir keratohialin dalam sediaan dasar.inti dan organelanya sudah hilang.juga terdapat di daerah dekat anyaman pembuluh darah dan serabut syaraf.dan sebagainya. Hanya melanin yang dibentuk di kulit. Sel-sel dalam stratum lucidium tampak lebih panjang.melanin menjalar di antara sel Malphigi. Melanin juga dapat ditemukan pada retina dan dalam melanosit dan melanofor pada dermis. dan keratohialin sudah tidak tampak lagi. .6 mikron.2-0. Sel Langerhans berbentuk bintang terutama ditemukan dalam stratum spinosum dari epidermis.Melanosit terdapat pada perbatasan epidermis-epidermis dengan tonjolan-tonjolan sitoplasmatis yang berisi butir-butir . dam menyajikan antigen kepada limfosit T. yang berperan dalam perangsangan sel limfosit T. Melanin mempunyai tonjolan-tonjolan yang terdapat di stratum Malphigi yang dinamakan melanosit. Jumlah melanosit pada beberapa tempat berlipat seperti misalnya di dapat pada genital. mengolah. Sistem pigmentasi atau melanosit Warna kulit sebagai hasil dari 3 komponen : a. Melanin di duga berfungsi untuk melindungi tubuh terhadap pengaruh sinar ultraviolet.melanosit tidak mamiliki desmosom dengan sel-sel Malphigi. Coklat sampai hitam karena melanin.

glans penis. papila mammae.Apendiks Kulit Glandula Sudorifera bentuk kelenjar keringat ini tubuler simpleks. dan pubis sangat dipengaruhi tidak saja oleh hormon kelamin-terutama androgen-tetapi juga oleh hormon adrenal dan hormon tiroid. Glandula sebacea biasanya disertai dengan folikel rambut kecuali pada palpebra. Banyak terdapat pada kulit tebal terutama pada telapak tangan dan kaki tiap kelenjar terdiri atas pars sekretoria dan ductus ekskretorius.Ductus ekskretorius lumennya sempit dan dibentuk oleh epitel kuboid berlapis dua. yang berguna untuk meminyaki rambut dan permukaan kulit. bibir. . yaitu folikel rambut yang selama masa pertumbuhannya mempunyai pelebaran pada ujung disebut bulbus rambut.Pars secretoria terdapat pada subcutis dibawah dermis. Bentuk tubuler dengan bergelunggelung ujungnya. muka. telapak kaki. Papila dermis mengandung jalinan kapiler yang vital bagi kelangsungan hidup folikel rambut. Rambut Merupakan struktur berkeratin panjang yang berasal dari invaginasi epitel epidermis. Tersusun oleh epitel kuboid atau silindris selapis. Pada dasar bulbus rambut dapat dilihat papila dermis. Di luar sel epitel tampak sel-sel fusiform seperti otot-otot polos yang bercabang-cabang dinamakan: sel mio-epitilial yang diduga dapat berkontraksi untuk membantu pengeluaran keringat kedalam duktus ekskretorius . Kadang-kadang dalam sitoplasma selnya tampak vakuola dan butir-butir pigmen.pertumbuhan rambut pada daerah-daerah tubuh seperti kulit kepala. .Rambut ditemukan diseluruh tubuh kecuali pada telapak tangan. glandula circumanale. Setiap rambut berkembang dari sebuah invaginasi epidermal. klitoris dan labia minora. glandula mammae dan glandula areolaris Montogomery Glandula Sebacea Kelenjar ini bermuara pada leher folikel rambut dan sekret yang dihasilkan berlemak (sebum). Glandula ini bersifat holokrin. labia minora hanya terdapat glandula sebacea tanpa folikel rambut. Kelenjar keringat ini bersifat merokrin sebagai derivat kelenjar keringat yang bersifat apokrin ialah: glandula axillaris.

. selanjutnya invaginasi tersebut membelah dan terjadilah sulcus matricis unguis. Bagian proksimal kuku yang tersembunyi dalam alur kuku adalah akar kuku(radix unguis). Sebenarnya invaginasi yang terjadi pada kuku tidak jauh berbeda dengan yang terjadi pada rambut. dan kemudian sel-sel di daerah ini akan mengadakan proliferasi dan dibagian atas akan menjadi substansi kuku sebagai keratin keras. Epitel yang terdapat di bawah lempeng kuku disebut nail bed.Kuku Kuku adalah lempeng sel epitel berkeratin pada permukaan dorsal setiap falangs distal.

Sedangkan keratin keras terdapat pada cuticula. semakin bagus . sedangkan di bawah ujung bebas kuku terdapat penebalan stratum corneum membentuk hyponychium. dermis dan subcutis. Macam–macam Keratin Di dalam kulit serta apendiksnya terdapat dua macam keratin. terletak di atas dasar epidermis yang disebut dasar kuku. Regenerasi Kulit Dalam regenerasi ini ada 3 lapisan yang diperhitungkan. Keratin keras dapat diikuti terjadinya mulai dari sel-sel epidermis yang mengalami perubahan sedikit demi sedikit dan akhirnya berubah menjadi keratin keras yang lebih homogen. yaitu epidermis. yaitu keratin lunak dan keratin keras. cortex rambut dan kuku.Lempeng kuku yang sesuai dengan stratum korneum kulit. Regenerasi kulit dipengaruhi juga oleh faktor usia. serta tidak begitu reaktif dan mengandung lebih banyak sulfur. dimana semakin muda. Stratum ujung kuku yang melipat di atas pangkal kuku disebut sponychium. Keratin lunak selain terdapat pada folikel rambut juga terdapat di permukaan kulit. Pada dasar kuku ini hanya terdapat stratum basale dan stratum spinosum. Keratin lunak dapat diikuti terjadinya pada epidermis yang dimulai dari stratum granulosum dengan butir-butir keratohyalinnya. Keratin keras juga lebih padat dan tidak dilepaskan. kemudian sel-sel menjadi jernih pada stratum lucidum dan selanjutnya menjadi stratum korneum yang dapat dilepaskan.

regenerasinya. .

yang dapat mengelupas dan digantikan oleh selsel baru (mitosis) Lapisan tanduk berfungsi mencegah hilangnya air dari tubuh dan melindungi epidermis dari iritan dan mikroorganisme penyebab infeksi Lapisan Malpighi terdiri atas lapisan spinosum dan lapisan germinativum Lapisan spinosum berfungsi menahan gesekan dari luar Lapisan germinativum mengandung sel-sel yang aktif membelah diri. melindungi terhadap lingkungan sekitarnya Terdiri atas : kulit.emosi Lapisan kulit terluar yg tersusun atas lapisan tanduk (lapisan korneum) dan lapisan Malpighi Lapisan korneum merupakan lapisan kulit mati. memisahkan.emosi Perlindungan kerusakan fisik Mencegah dehidrasi Penerima rangsangan luar (sensori) Menyimpan lemak Sintesis Vitamin D Menghasilkan bau dan penyamaranEpidermis Dermis Hipodermis Pengaturan suhu/ homeostasis Alat ekskresi Penentu identitas Komunikasi .sistem integumen dan termogelasi Kata ini berasal dari bahasa latin "integumentum". kuku. menggantikan lapisan selsel pada lapisan korneum Lapisan Malpighi mengandung pigmen melanin yang memberi warna pada kulit dan melindungi kulit dari sinar UV . yang berarti "penutup“ Organ terbesar tubuh Sistem organ yang membedakan. rambut. kelenjar keringat dan produknya (keringat) Perlindungan kerusakan fisik Mencegah dehidrasi Penerima rangsangan luar (sensori) Menyimpan lemak Sintesis Vitamin D Menghasilkan bau dan penyamaran Pengaturan suhu/ homeostasis Alat ekskresi Penentu identitas Komunikasi .

mk sekresi kel apokrin menimbulkan bau keringat yg khas Kelenjar sebaceous menghasilkan sebum. kelenjar keringat tidak aktif dan pembuluh kapiler di kulit menyempit darah tidak membuang sisa metabolisme dan air penguapan sangat berkurang.Lapisan ini mengandung pembuluh darah. baik vitamin.pubis. akar rambut. kelenjar keringat menjadi aktif dan pembuluh kapiler di kulit melebar memudahkan proses pembuangan air dan sisa metabolisme keringat keluar ke permukaan kulit dengan cara penguapan suhu di permukaan kulit turun sehingga kita tidak merasakan panas lagi Saat suhu lingkungan rendah.terutama tangan.anus Mengeluarkan keringat ke dlm folikel rambut Apabila dipengaruhi bakteri. asam lemak atau trigliserida bertujuan untuk melumasi permukaan kulit dikeluarkan melalui folikel rambut yang mengandung banyak lipid Pembuluh darah Dilapisan dermis sangat kaya dengan pembuluh darah yang memberi nutrisi penting untuk kulit. ujung syaraf. sehingga suhu tubuh tetap dan tubuh tidak mengalami kendinginan Keluarnya keringat dikontrol oleh hipotamulus. dan kelenjar minyak Reseptor yang terdapat dalam dermis ialah: Reseptor sentuhan Reseptor suhu atau termoreseptor Reseptor tekanan Kelenjar yang terdapat dalam dermis ialah: Kelenjar keringat Kelenjar sebum Eccrine sweat glands atau kelenjar keringat mengatur penguapan untuk mendinginkan tubuh saat suhu lingkungan meningkat yang kita kenal dengan keringat dan membuang sisa metolisme tubuh sebagian besar terdiri dari garam dan urea Pada suhu lingkungan tinggi (panas). zat semacam lilin. Terdapat 2 jenis kelenjar keringat : Ekrin Bermuara langsung ke permukaan kulit dan tersebar di seluruh permukaan kulit. kaki dan dahi Berfungsi sbg pendingin tubuh lewat evaporasi panas Apokrin Banyak terdapat di aksila. kelenjar keringat. oksigen maupun zat-zat penting lainnya untuk metabolisme sel kulit. selain itu pembuluh darah juga bertugas mengatur suhu tubuh melalui mekanisme proses pelebaran atau dilatasi pembuluh darah Syaraf nyeri dan reseptor sentuh .

Syaraf-syaraf yamg membuat kita peka dan dapat merasakan nyeri atau sakit bila ada sesuatu yang mencederai kulit juga syaraf-syaraf yang berfungsi memberi rasa sentuhan pada kita sehingga kita dapat merasakan panas. Gangguan organ Trauma. Lingkungan . Peningkatan hormon tiroksin Dingin pelepasan faktor releasing pengeluaran tiroksin metabolisme me 5. RAMBUT DAN KUKU Kuku adl lempeng berkeratin yg tumbuh dijari tangan dan kaki yg berfungsi u/ melindungi bagian ujung jari Rambut adl keratin yang mengeras yg tumbuh dg kecepatan berbeda2 Rambut tumbuh sebagai folikel di sauatu saluran dermis Suhu tubuh yaitu keseimbangan antara panas yg diproduksi dg panas yg hilang dr tubuh Suhu tubuh manusia cenderung berfluktuasi setiap saat Untuk mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal maka diperlukan regulasi suhu tubuh Pusat pengatur panas dalam tubuh yaitu hipothalamus (terletak di bawah otak) Hipotalamus anterior : pelepasan panas Hipotalamus posterior : penyimpanan panas CSuhu tubuh normal (WHO) : 36. Status gizi Malnutrisi ckp lama dpt kecepatan metabolisme 20-30% hipotermi Lapisan lemak sedikit 8.3-0. Termogenesis kimia mel sirkulasi norepineprin-eprineprin akan mempengaruhi hati dan otot 4. Demam C suhu tbhSetiap peningkatan 1 12% peningkatan reaksi kimia 6.keganasan.adanya zat pirogen. Basal Metabolisme Rate (BMR) BMR naik produksi panas naik suhu tubuh naik 2. LAPISAN SUBCUTIS Merupakan lapisan dibawah dermis yang tersusun dari sel kolagen dan lemak tebal untuk menyekat panas sehingga kita dapat beradaptasi dengan perubahan temperatur luar tubuh kita karena perubahan cuaca. dingin.5 1.6 7.5-37. meraba benda dan lain-lain. Hormon pertumbuhan Meningkatkan kacepatan metabolisme sebesar 15-20% peningkatan panas 9. Aktivitas otot Menggigil dpt produksi panas 5x 3. jumlah kelenjar keringat yg sedikit dpt menyebabkan fluktuasi suhu tubuh 10. Hormon kelamin Hormon kelamin pria akan kecepatan matabolisme basal 15-20% dr normal C diatas sh basal)Pada wanita lebih berfluktuasi karena dipengaruhi o/ hormon progesteron yg terjadi saat ovulasi (0. selain itu juga lapisan subcutis dapat menyimpan cadangan nutrisi bagi kulit.

d Memungkinkan terjadinya pemindahan panas dari tbh ke kulit hingga 8x lipat lbh banyak 2.thoraks. Berkeringat Pengeluaran keringat mrp akibat dari peningkatan sh tubuh yg melewati ambang kritis Dirangsang o/ pengeluaran impuls di area preoptik anterior serta akibat perangsangan epineprinnorepineprin 3. artinya panas tubuh dapat hilang atau berkurang akibat lingkungan yang lebih dingin Begitu juga sebaliknya. Penurunan pembentukan panas Menggigil dan termogenesis kimia akan dihambat 1. Vasokonstriksi Akibat rangsangan dr pusat simpatis hipotalamus anterior 2. Suhu tubuh inti (core temperature) : suhu tubuh yg berada pd jaringan dalam (kranial. Konveksi Kehilangan panas tubuh yang terjadi karena pergerakan udara .d) Terjadi pd semua p. Piloereksi Rangsangan simpatis akan menyebabkan otot erektor pili yg melekat pd folikel rambut. Konduksi Pemindahan panas dr permukaan suatu objek ke permukaan objek lain dengan disertai kontak diantara keduanya Contoh : Seseorang akan kehilangan panas tubuh bila ia berendam dalam air dingin selama waktu tertentu 3.d perifer tubuh akibat efek kerja dr hipotalamus yg menghambat vasokonstriksi p. lingkungan dapat mempengaruhi suhu tubuh manusia Perpindahan suhu antara manusia dan lingkungan terjadi sebagian besar melalui kulit.rongga abdomen.lemak) Mekanisme umpan balik (feedback) Terjadi apabila suhu tubuh inti telah melewati batas toleransi tubuh utk mempertahankan suhu (set point) Bila suhu mk hipotalamus akan melakukan upaya utk mempertahankan suhu dg cr menurunkan produksi pns dan mengeluarkan panas 1.rongga pelvis) Suhu tubuh permukaan (surface temperature): suhu tubuh yg berada pada permukaan (kulit. Vasodilatasi (pelebaran p. berdiri Berfungsi sebagai isolator panas thd lingkungan Umumnya pada hewan tingkat rendah Radiasi Pemindahan panas dr permukaan suatu objek ke permukaan objek lain tanpa kontak diantara keduanya Contoh : seseorang yang berdiri didepan kulkas yg terbuka 2.Suhu tubuh dapat mengalami pertukaran dengan lingkungan. subcutan.

Contoh : Udara akan terasa dingin saat kita membuka pintu rumah 4. Perubahan posisi yang kurang. Apabila ini berlangsung lama. Evaporasi Terjadi melalui pernapasan dan prespirasi kulit AsKep Integumen Disorder Definisi Decubitus Dekubitus adalah kerusakan/kematian kulit sampai jaringan dibawah kulit. Keadaan hidrasi/cairan tubuh. Anemia. Adanya perubahan dari kulit yang dapat diobservasi. Posisi yang tidak tepat. Stadium Satu 1. atau peralatan medik yang menyebabkan penderita terfiksasi pada suatu sikap tertentu. Perubahan konsistensi jaringan (lebih keras atau lunak) 3. Hipoalbuminemia. Apabila dibandingkan dengan kulit yang normal. alat-alat tenun yang kusut dan kotor. maka akan tampak salah satu tanda sebagai berikut: perubahan temperatur kulit (lebih dingin atau lebih hangat) 2. Etiology · Faktor intrinsik: penuaan (regenerasi sel lemah). injuri tulang belakang atau penyakit degeneratif. Perubahan sensasi (gatal atau nyeri) . hal ini dapat menyebabkan insufisiensi aliran darah. Ini diartikan bahwa luka tekan hanya berkembang pada pasien yang dalam keadaan berbaring. underweight atau kebalikannya overweight. tapi juga dapat terjadi pada pasien yang menggunakan kursi roda atau prostesi. bahkan menembus otot sampai mengenai tulang akibat adanya penekanan pada suatu area secara terus menerus sehingga mengakibatkan gangguan sirkulasi darah setempat. Sejumlah penyakit yang menimbulkan seperti DM. stadium dan komplikasi 1. Duduk yang buruk. Penyakit-penyakit neurologik dan penyakit-penyakit yang merusak pembuluh darah. Tanda dan Gejala. Kompressi jaringan akan menyebabkan gangguan pada suplai darah pada daerah yang tertekan. Status gizi. Padahal sebenarnya luka tekan tidak hanya berkembang pada pasien yang berbaring. Dekubitus atau luka tekan adalah kerusakan jaringan yang terlokalisir yang disebabkan karena adanya kompressi jaringan yang lunak diatas tulang yang menonjol (bony prominence) dan adanya tekanan dari luar dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu istilah dekubitus sekarang ini jarang digunakan di literatur literatur untuk menggambarkan istilah luka tekan. · Faktor Ekstrinsik:Kebersihan tempat tidur. Istilah dekubitus sebenarnya kurang tepat dipakai untuk menggambarkan luka tekan karena asal kata dekubitus adalah decumbere yang artinya berbaring. seperti pasien stroke. anoksia atau iskemi jaringan dan akhirnya dapat mengakibatkan kematian sel Informasi: Luka tekan (pressure ulcer) atau dekubitus merupakan masalah serius yang sering tejadi pada pasien yang mengalami gangguan mobilitas.

Merokok 11. meliputi kerusakan atau nekrosis dari jaringn subkutan atau lebih dalam. Usia 8. Faktor resiko 1. Pada orang yang berkulit putih. pasien injuri tulang belakang adalah kelompok yang mempunyai resiko tinggi terhadap kejadian luka tekan d. ada faktor lain yaitu: Faktor teregangnya kulit misalnya gerakan meluncur ke bawah pada penderita dengan posisi dengan setengah berbaring · Faktor terlipatnya kulit akiab gesekan badan yang sangat kurus dengan alas tempat tidur. Pergesekan ( friction) 6. Identifikasi kelompok kelompok yang beresiko tinggi terhadap kejadian luka tekan. 2. Sedangkan pada yang berkulit gelap. Kaji semua daerah diatas tulang yang menonjol setidaknya sehari sekali. atau keduanya.4. Orangtua dengan usia lebih dari 60 tahun. Kulit yang kemerahan dan daerah diatas tulang yang menonjol seharusnya tidak dipijat karena pijatan yang keras dapat mengganggu . melempuh.iskemik. Nutrisi 7. Penurunan sensori persepsi 3. Cirinya adalah lukanya superficial. Kaji resiko individu terhadap kejadian luka tekan b. Tekanan arteriolar yang rendah 9. luka akan kelihatan sebagai warna merah yang menetap.nokrosis jaringan kulit · selain faktor tegangan. Stadium Tiga Hilangnya lapisan kulit secara lengkap. tulang atau tendon. Stadium Dua Hilangnya sebagian lapisan kulit yaitu epidermis atau dermis. Pencegahan dan Intervensi awal pasien ulkus dekubitus: a. Temperatur kulit Patofisiologi immobil/terpancang pada tempat tidurnya secara pasif dan berbaring (lebih dari 2 jam). bayi dan neonatal. Stress emosional 10. abrasi. atau membentuk lubang yang dangkal. seperti pembedahan atau penurunan status kesehatan (Beberapa instrumen pengkajian resiko dapat digunakan untuk mengetahui skor resiko. biru atau ungu. tapi tidak sampai pada fascia. Adanya lubang yang dalam serta saluran sinus juga termasuk dalam stadium IV dari luka tekan. Mobilitas dan aktivitas 2.tekanan daerah sakrum akan mencapai 60-70 mmHg dan daerah tumit mencapai 30-45 mmHg (normal: tekanan daerah pada kapiler berkisar antara 16 mmHg-33 mmHg). nekrosis jaringan. Kaji keadaan kulit secara teratur (Pengkajian kulit setidaknya sehari sekali. Pengkajian resiko luka tekan seharusnya dilakukan pada saat pasien memasuki RS dan diulang dengan pola yang teratur atau ketika ada perubahan yang signifikan pada pasien. c. Tenaga yang merobek (shear) 5. 3. Luka terlihat seperti lubang yang dalam 4. sehingga seakan-akan kulit “tertinggal” dari area tubuh lainnya. luka mungkin kelihatan sebagai kemerahan yang menetap. kerusakan pada otot. Kelembapan 4. Stadium Empat Hilangnya lapisan kulit secara lengkap dengan kerusakan yang luas.

Jika . Kajilah komplikasi yang potensial terjadi karena luka tekan seperti abses. Stadium: 1. fistula n. Dekubitus derajat I Dengan reaksi peradangan masih terbatas pada epidermis 2.9 %. Kaji dan minimalkan terhadap pergesekan (friction)dan tenaga yang merobek (shear). menggaung sampai pada bungkus otot dan sering sudah ada infeksi 4. Dekubitus derajat IV Dengan perluasan ulkus sampai pada dasar tulang dan sering pula diserta jaringan nekrotik. Dekubitus derajat III Dengan ulkus yang sudah dalam. Minimalkan terjadinya tekanan g. yaitu ditekan dan digosok pelan-pelan menggunakan kasa steril atau kain bersih yang dibasahi dengan air steril atau NaCl 0. Dengan perawatan. tetapi aliran darah dan pembuluh-pembuluh darah sebenarnya baik. Evaluasi penyembuhan luka m. Kaji status nutrisi j. Dekubitus derajat II Dimana sudah terjadi ulkus yang dangkal 3. Sedang luka basah dan mudah berdarah dibersihkan dengan teknik irrigasi. Prinsip pertama menyangkut pembersihan/pencucian luka.5oC dibandingkan kulit sekitarnya dan akan sembuh dalam perawatan sekitar 6 minggu. Tipe terminal Terjadi pada penderita yang akan meninggal dunia dan tidak akan sembuh. bakteremia. Tipe normal Mempunyai beda temperatur sampai dibawah lebih kurang 2. Luka kering (tidak mengeluarkan cairan) dibersihkan dengan teknik swabbing. Proses penyembuhan luka Prinsip-prinsip Perawatan Luka : Ada dua prinsip utama dalam perawatan luka. dekubitus dapat dibagi menjadi tiga: 1. Kajilah inkontinensia i. Kaji dan monitor luka tekan pada setiap penggantian balutan luka k. Kaji status mobilitas f. 2. Berilah pasien edukasi berupa penyebab dan faktor resiko untuk luka tekan dan cara cara untuk meminimalkan luka tekan Klasifikasi dan stadium ulkus dekubitus Klasifikasi atau tipe: Berdasarkan waktu yang diperlukan untuk penyembuhan dari suatu ulkus dekubitus dan perbedaan temperatur dari ulkus dengan kulit sekitarnya.perfusi ke jaringan) e.9 %. Keadaan ini menunjukkan gangguan aliran darah akibat penyakit pada pembuluh darah (arterisklerotik) ikut perperan untuk terjadinya dekubitus disamping faktor tekanan. h. osteomielitis. Tipe arterioskelerosis Mempunyai beda temperatur kurang dari 1oC antara daerah ulkus dengan kulit sekitarnya. yaitu disemprot lembut dengan air steril (kalau tidak ada bisa diganti air matang) atau NaCl 0. ulkus ini diharapkan sembuh dalam 16 minggu. Kajilah faktor yang menunda status penyembuhan l. 3. Ulkus ini terjadi karena iskemia jaringan setempat akibat tekanan.

kecuali jika terdapat infeksi.50 – 1. Tebal rata – rata : 1. ANATOMI DAN KULIT http://dokterrosfanty. bau. menimbulkan alergi.5 mm) pada daerah penis.memungkinkan bisa direndam selama 10 menit dalam larutan kalium permanganat (PK) 1:10.000 atau rivanol 1:1000 menggunakan kain kasa. yang cukup aman adalah feracrylum 1% karena tidak menimbulkan bekas warna. Evaluasi Keefektifan tindakan. Meliputi: monitor tandatanda vital. . monitor kesadaran. Jika dibutuhkan antiseptik. jelaskan tentang penyebab. pada telapak tangan dan telapak kaki dan paling tipis (0. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi obatobatan. pemeriksaan penunjang). sepsis b/d adanya infeksi (dekubitus) Gangguan perfusi jaringan Interfensi dan Implementasi (Perencanaan Tindakan Keperawatan) Dapat dilaksanakan penuh pada masing-masing diagnosa keperawatan. komplikasi dan pengobatan atau terapi decubitus.com/2009/08/anatomi-dan-fisiologi-kulit.000 (1 gram bubuk PK dilarutkan dalam 10 liter air). monitor hipoglikemi. Alat tubuh yang terberat : 15 % dari berat badan. pemeriksaan fisik (status kesehatan umum. pola sensori. karena dapat merusak fibriblast yang sangat penting dalam proses penyembuhan luka. bahkan menimbulkan luka di kulit sekitarnya.blogspot. Daerah yang paling tebal (66 mm). Cairan antiseptik sebaiknya tidak digunakan. Konsep Asuhan Keperawatan Pengkajian (Assessment) Identitas pasien dan keluarga. peran anggota keluarga untuk membantu mobilisasi pasien. lakukan teknik aseptik perawatan kulit. dan tidak menimbulkan reaksi alergi.22mm. obserfasi tanda infeksi. atau dikompres larutan kalium permanganat 1:10. kepatuhan pengobatan dan mengefaluasi masalah baru yang kemungkinan muncul. pemeriksaan head to toe. monitor input-output.75 m.html SISTEM INTEGUMENT CIRI-CIRI KULIT      Pembungkus yang elastis yang melindungi kulit dari pengaruh lingkungan. Luas : 1. pemeriksaan tanda-tanda fital dan riwayat penggunaan obat-obatan Diagnosa (masalah keperawatan) Imobilitas b/d dekubitus (luka tekan) Resiko infeksi b/d incontinensia Aktual infeksi.

ANATOMI KULIT KULIT TERBAGI MENJADI 3 LAPISAN: 1. EPIDERMIS Terbagi atas 5 lapisan: .

keterangan: A = melanocyt B = Langerhans cell C = Merkels cell D = nervända 1 = stratum corneum 2 = stratum granulosum 3 = stratum spinosum 4 = stratum basale 5 = basalmembran .

mengandung butir pigmen (melanosomes) . Tersusun sebagai tiang pagar atau palisade. e. Stratum spinosum / lapisan Malphigi       Lapisan epidermis yang paling tebal. Stratum Lusidum     Lapisan sel gepeng tanpa inti protoplasma berubah menjadi protein (eleidin) Biasanya terdapat pada kulit tebal telapak kaki dan telapak tangan. Stratum basale      Terdiri dari sel – sel kuboid yang tegak lurus terhadap dermis. Terdiri dari sel polygonal.a. besarnya berbeda-beda karena ada proses mitosis Protoplasmanya jernih karena banyak mengandung glikogen dan inti terletak ditengah terdapat jembatan antarsel (intecelluler bridges) yg tdd: protoplasma dan tonofibril Perlekatan antar jembatan membentuk nodulus Bizzozero Terdapat juga sel langerhans yang berperan dalam respon – respon antigen kutaneus. Tidak tampak pada kulit tipis. Mengadakan mitosis dan berfungsi reproduktif Terdapat melanosit (clear cell) yaitu sel dendritik yang yang membentuk melanin melindungi kulit dari sinar matahari. Stratum korneum / Lapisan tanduk   Terdiri dari beberapa lapis sel gepeng yang mati dan tidak berinti Protoplasmanya telah berubah menjadi keratin (zat tanduk). b. Dengan sitoplasma yang basofilik dan inti gelap. c. Stratum granulosum / Lapisan Granular    Merupakan 2 atau 3 lapis sel gepeng Sitoplasma berbutir kasar yang terdiri atas keratohialin dan terdapat inti diantaranya Mukosa tidak mempunyai lapisan ini d. Lapisan terbawah dari epidermis. Seperti ditunjukan dibawah.

2. DERMIS ( korium) merupakan lapisan dibawah epidermis. Persambungan antara epidermis dan dermis di sebut rete ridge yang berfunfgsi sebagai tempat pertukaran nutrisi yang essensial. 3. Epidermis akan bertambah tebal jika bagian tersebut sering digunakan. Mengusir mikroorganisme patogen.Setiap kulit yang mati banyak mengandung keratin yaitu protein fibrous insoluble yang membentuk barier terluar kulit yang berfungsi: 1. 2. Mencegah kehilangan cairan yang berlebihan dari tubuh. Unsure utam yang mengerskan rambut dan kuku. Dan terdapat kerutan yang disebut fingers prints. Setiap kulit yang mati akan terganti tiap 3.4 minggu. Terdiri dari jaringan ikat yang terdiri dari 2 lapisan: (1) Pars papilare   Bagian yang menonjol ke epidermis Berisi ujung serabut saraf dan pembuluh darah .

anus. sebagai reaksi tubuh terhadap setress. darah . retikulin). limfe. skrotum. dahi. b. akar rambut. aksila. pada lapisan ini terdapat ujung-ujung saraf tepi. kaki. kelenjar Apokrin. Terdapat di aksil. Vaskularisasi dikulit diatur oleh 2 pleksus:   Pleksus superfisialis Pleksus profunda ADNEKSA KULIT KELENJAR – KELENJAR PADA KULIT 1. Kelenjar keringat (glandula sudorifera) Terdapat di lapisan dermis Diklasifikasikan menjadi 2 kategori: a. matiks (cairan kental asam hialuronat dan kondroitin sulfat serta fibroblas) terdiri dari sel fibroblast yang memproduksi kolagen dan retikularis yang terdapat banyak p.pada wanit a akan membesar dan berkurang pada sklus haid. sebaseus. Tempat penumpukan energi.(2) Pars retikulare    Bagian yang menonjol ke subkutan terdiri atas: serabut-serabut penunjang (kolagen. elastin. kelenjar kerngat dan k. Kecepatan sekresi keringat dikendalkan oleh saraf simpatik. Melepaskan keringat sebgai reaksi penngkatan suhu lingkungan dan suhu tubuh.Sebagai bantalan terhadap trauma. labia mayora. Kelenjar ininaktif pada masa pubertas. Pengeluaran keringat pada tangan. . Disebut juga panikulus adiposa yang berfungsi sebagai cadangan makanan Berfungsi juga sebagai bantalan antara kulit dan setruktur internal seperti otot dan tulang. dan berm. nyeri dll.uara pada folkel rambut. JARINGAN SUBKUTAN ATAU HIPODERMIS / SUBCUTIS   Terdiri atas jaringan ikat longgar berisi sel-sel lemak di dalamnya. kelenjar Ekrin terdapat disemua kulit. Sebagai mobilitas kulit. 3. pembuluh darah dan getah bening Sel lemak    sel lemak dipisahkan oleh trabekula yang fibrosa Lapisan terdalam yang banyak mengandung sel liposit yang menghasilkan banyak lemak. perubahan kontur tubuh dan penyekatan panas.

KUKU Kuku adalah bagian terminal lapisan tanduk yang menebal. Kelenjar Sebasea Berfungsi mengontrol sekresi minyak ke dalam ruang antara folikel rambut dan batang rambut yang akan melumasi rambut sehingga menjadi halus lentur dan lunak. Pada telinga bagian luar terdapat kelenjar apokrin khusus yang disebut K. seruminosa yang menghasilkan serumen(wax). 2.Kelenjar Apokrin memproduksi keringat yang keruh seperti susu yang diuraikan oleh bajkteri menghasilkan bau khas pada aksila. Bagian kuku terdiri dari:   Matriks kuku: merupakan pembentuk jaringan kuku yang baru Dinding kuku (nail wall): merupakan lipatan-lipatan kulit yang menutupi bagian pinggir dan atas .

       Dasar kuku (nail bed): merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku Alur kuku (nail grove): merupakan celah antar dinding dan dasar kuku Akar kuku (nail root): merupakan bagian proksimal kuku Lempeng kuku (nail plate): merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi dinding kuku Lunula: merupakan bagian lempeng kuku yang berwarna putih didekat akar kuku berbentuk bulan sabit.18 bulan. Rambut terdiri dari akar ( sel tanpa keratin) dan batang ( terdiri sel keratin ) Bagian dermis yang masuk dalam kandung rambut disebut papil. menyarig udara. pendorong penguapan kerngat dan 5. sering tertutup oleh kulit Eponikium (kutikula): merupakan dinding kuku bagian proksima.) b. Korteks: terdiri atas serabut polipeptida yang memanjang dan saling berdekatan. Penampang rambut terdiri atas: 1. kaki. bulu hidung (vibrissae) 2. Medula: terdiri atas 3-4 lapis sel kubus yang berisi keratohialin. Pembaruan total kuku jari tangan : 170 hari dan kuku kaki: 12. 3. penis. Kutikula: terdiri atas lapisan keratin 2. halus dan lembut). Rambut velus (pendek. labia minora dan bibir. badan lemak. melindungi kulit dari pengaruh buruk:Alis mata melindungi mata dari keringat agar tidak mengalir ke mata. Rambut terminal (dapat panjang dan pendek. Terdapat 2 jenis rambut : a. kulit ari dibawah kuku yang bebas (free edge) menebal Pertumbuhan rata. Terdapat 3 fase : . rambut velus tidak mempunyai medula Fungsi rambut 1. lapisan ini mengandung pigmen 3.rata 1 mm / minggu. serta berfungsi sebagai pengatur suhu. kulit arinya menutupi bagian permukaan lempeng kuku Hiponikium: merupakan dasar kuku. indera peraba yang sensitive. 4. RAMBUT Terdapat di seluruh kulit kecuali telapak tangan kaki dan bagian dorsal dari falang distal jari tangan. dan rongga udara.

punggung.1. janggut. dada. di kontrol oleh H.000 folikel rambut kulit kepala normal mengalami fase pertumbuhan pada satu saat. Pertumbuhan rambut pada daerah tertentu dikontrol oleh hgormon seks( rambut wajah. Mendapatkan jaringan untuk dilakukan pemeriksaan mikroskopik dengan cara eksisi dengan scalpel atau alat penusuk khusus ( skin punch) dengan mengambil bagian tengah jaringan. Bagian tengah akar rambut menyempit dan bagian di bawahnya melebar dan mengalami pertandukan sehingga terbentuk gada (club). Gerak merinding jika terjadi trauma . Warna rambut ditentukan oleh jumlah melanin . Kuantitas dan kualitas distribusi ranbut ditentukan oleh kondisis Endokrin. Androgen. Aktivitas ini lamanya 2-6 tahun 90 % dari 100. rambut mengalami kerontokan 50 – 100 lembar rambut rontok dalam tiap harinya. Fase Peralihan (Katagen) Masa peralihan dimulai dari penebalan jaringan ikat di sekitar folikel rambut. stress. Fase Istirahat(Telogen) Berlangsung + 4 bulan. fase pertumbuhan (Anagen) sel-sel matriks melalui mitosis membentuk sel-sel baru mendorong sel-sel lebih tua ke atas. Hirsutisme ( pertumbuhan rambut yang berlebihan pada S. BIOPSI KULIT. dsbt Piloereksi. . Sumber: buku Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FKUI PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK GANGGUAN SISTEM INTEGUMENT 1. Cushing(wanita). kumis. 2. berlangsung 2-3 minggu 3.

Sampel kulit dikerok dari lokasi lesi.INDIKASI Pada nodul yang asal nya tidak jelas untuk mencegah malignitas.3 hari setelah tes plester dilepas kemudian lokasi dievaluasi. APUS TZANCK. .dengan jumlah ynag bervariasi. 4. Penjelasan pada pasien sebelum dan sesudah pelksanaan patch test. digunakan untuk memebedakan lesi epidermis dengan dermis dan hipopigmentasi dengan hiperpigmentasi. jamur. gejalak kemerahan. Secret dari lesi yang dicurigai dioleskan pada slide kaca diwarnai dan periksa. Pembentukan lepuh. 3. Blister/bullae. papula dan gatal –gatal yang hebat reaksi + sedang. Untuk memeriksa sel – sel kulit yang mengalami pelepuhan. nyeri. Blister yang halus.( 20 – 30 buah. gatal. Jangan menggunakan obat jenis kortison selam satu minggu sebelum tgl pelaksanaan. 2.gatal.) Pertahankan agar daerah punggung tetap kering pada saat plester masih menempel. 5. 2. Menggunakan cahaya UV gelombang panjang yang disebut black light yang akan menghasilakan cahaya berpedar berwarna ungu gelap yang khas. herpes simplek dan semua bentuk pemfigus. Reaksi + lemah. yang dicurigai.dengan menggunakan skatpel yang sudah dibasahi dengan minyak sehingga jaringan yang dikerok menempel pada mata pisau hasil kerokan dipindahkan ke slide kaca ditutup dengan kaca objek dan dipriksa dengan mikroskop.varisella. Prosedur dilaksanakan dalam waktu 30 menit. Dengan warna dan bentuk yang tidak lazim. ulserasi reaksi + kuat. PENGEROKAN KULIT. INDIKASI Herpes zoster. PEMERIKSAAN CAHAYA WOOD ( LIGHT WOOD). Sample masing – masing bahan tes dalam jumlah yang sedikit dibubuhkan pada plester berbentuk cakaram kemudian ditempel pada punggung.cahaya akan terlihat jelas pada ruangan yang gelap. tonjolan halus. PATCH TEST Untuk mrngenali substansi yang menimbulkan alergi pada pasien dibawah plester khusus ( exclusive putches ) INDKASI Dermatitis.