Anda di halaman 1dari 45

`BAB.I PENGENALAN FISIOTERAPI A.

PENGERTIAN FISIOTERAPI Fisioterapi secara etimologi terbagi atas dua unsur, yaitu : Fisio yang berarti alam dan terapi yang berarti pengobatan. Menurut WCPT Fisioterapi adalah suatu ilmu atau kiat untuk melakukan suatu pengobatan dengan memanfatkan khasiat alam seperti cahaya, air, listrik, latihan-latihan dan manual. Menurut Joic I William Fisioterapi adalah suatu proses yang secara sistemik untuk mengatasi gangguan fungsi muskuloskeletal dan psikosomatos. Jadi pengertian Fisioterapi secara umum adalah suatu upaya umum pelayanan kesehatan profesional yang bertanggung jawab atas kapasitas fisik dan kemampuan fungsional yang dilaksanakan dengan tindakan terarah yang berorientasi pada pemecahan masalah dengan menggunakan pendekatan ilmiah yang dilandasi oleh etika profesi. Kapasitas fisik adalah potensi yang dimiliki oleh individu baik yang tersedia maupun yang potensial dipengaruhi oleh sistem dan subsistemnya yang komponennya dimulai dari sel, jaringan, organ, dan sistem organ yang ada di dalam tubuh Kemampuan fungsional adalah kemampuan individu untuk menggunakan kapasitas fisik yang dimilikinya dalam memenuhi kewajiban hidupnya untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Menurut Imam Waluyo Fisioterapi adalah upaya pelayanan kesehatan profesional yang bertanggung jawab atas kesehatan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional yang dilaksanakan terarah dan berorientasi pada masalah serta menggunakan pendekatan pendekatan ilmiah dan dilandasi etika profesi. Menurut Goddenson Fisioterapi memainkan peranan penting dalam rehabilitasi untuk cacat tubuh dan tanggung jawab pada kapsitas fisik dan

1

keterbatasan serta perencanaan program penanganan yang meringankan sakit memperbaiki atau memperkecil keburukan, menambah kekuatan dan gerakan pada umumnya memperbaiki kesehatan , fisioterapis memberi motifasi dan instruksi pada pasien, keluarga dan masyarakat yang mungkin telah membantu mempengaruhi dalam perilakunya dan program rehabilitasinya. Menurut Ensikopedia Fisioterapi memuat evaluasi dan cara pengobatan pada kelemahan pasien dan penyakit, kecelakaan dan stress. Menggunakan latihan-latihan dan ukuran-ukuran fisik lainnya untuk mengurangi rasa sakit dan kesadaran mudah bergerak yang tidak teratur. Melakukan evaluasi dengan fisioterapi termasuk termasuk tes dengan menggunakan gerakan sendi tingkat kekuatan otot, kelemahan dan kurannya koordinasi, kapasitas pernapasan, kelancaran pertukaran, sensor dan sistem pernapasan dan kemampuan pasien untuk melakukan kemampuan dasar dari evaluasi tiap hari dalam menyediakan informasi pada akibat-akibat pengobatan, tes-tes dengan menggunakan gerakan tangan atau dengan alat listrik dan cara lain. Menurut J.Hislop yang diikuti Heidy Paetrero Fisioterapi didefinisikan sebagai sebuah profesi kesehatan yang membedakan ilmu klinik yaitu patokinesiologi adalah suatu pemakaian dari anatomi dan fisiologi untuk gerakan manusia yang tidak normal. Kongres IKAFI oleh Gerry L. Smidt Fisioterapi meliputi suatu kecakapan khusus dan termasuk mengembangkan prinsif dan menginginkan kesehatan secara profesional. Fisioterapi menurut WCPT (Word Confederation For Phisical Therapy) 1995 dan 1999 Fisioterapi adalah tenaga kesehatan profesional yang bekerja untuk manusia segala umur yang bertujuan untuk memelihara, meningkatkan kesehatan, mengembalikan fungsi dan ketergantungan bila individu mendapatkan kekurangan gangguan kemampuan atau masalah yang disebabkan kerusakan fisik, psihis dan lain sebagainya. Ilmu yang dipelajari adalah Fisika, kemanusian dan ilmu kesehatan serta penggunaan

2

sumber fisis untuk menyembuhkan seperti latihan, tehnik manipulasi, dingin, panas serta modalitas eletroterapeutik. Fisioterapi adalah profesi yang mempunyai otonomi sendiri serta mandiri yang melaksanakan praktek secara terbuka dan mempunyai hubungan sejajar dengan profesi medis dan tenaga kesehatan profesional lainnya. Fisioterapi memberikan pelayanan pada sektor privat atau umum di rumah sakit, pusat rehabilitasi, puskesmas, klinik, sekolah dan tempat kerja. Fisioterapi menurut WCPT 1995 dan 1999 dapat diuraikan dan dijabarkan sebagai berikut : 1. Fisioterapi profesi yang mandiri 2. Sejajar dengan profesi kesehatan lainnya 3. Lingkup pelayanannya dari individu sampai masyarakat menyangkut promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Pelayanan Fisioterapi ditujukan kepada perorangan dan masyarakat dimana lingkup pelayanan fisioterapi adalah mengembangkan, memelihara, dan memulihkan serta yang menjadi bidang garapan Fisioterapi adalah maksimalisasi gerak dan kemampuan fungsional sedangkan sehat yang dimaksud fisioterapi adalah keadaan gerak penuh dan fungsional. Fisioterapi tersangku pada urusan mengenali dan memaksimalkan masalah potensi gerak yang berhubungan dengan lingkup promosi, preventif, penyembuhan dan pemulihan, Fisioterapi ikut dalam interaksi antara fisioterapis, pasien atau klien, pamili dan pemberi pelayanan kesehatan dalam proses pemeriksaan potensi gerak dalam upaya menegakkan tujuan yang disepakati dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan fisioterapi yang unik. Fisioterapis secara khusus memandang tubuh dan kebutuhan potensi gerak merupakan pusat penentuan diagnosis dan strategi intervensi dan konsisten dalam bentuk apapun dimana praktek fisioterapi dilakukan.

3

Bentuk pelayanan fisioterapi akan sangat bervariasi dalam hubungannya dengan dimana fisioterapis bekerja maupun berkenaan dengan promosi, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Fisioterapi adalah bentuk pelayanan yang dilakukan oleh (provide By) atau dibawah pengarahan (Under the direction), dan supervisi oleh fisioterapis termasuk pemeriksaan, diagnosa, perencanaan, intervensi dan evaluasi. Fisioterapi menurut Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) 1363 pasal 12 dapat dijabarkan sebagai berikut : 1. Fisioterapis melakukan : a. Asesment Fisioterapi Assesment termasuk pemeriksaan pada perorangan atau kelompok, nyata atau yang berpotensi untuk terjadi kelemahan, keterbatasan fungsi, ketidakmampuan atau kondisi kesehatan lainnya dengan cara pengambilan perjalanan penyakit (history Taking), skrening, tes khusus pengukuran dan evaluasi dari hasil pemeriksaan melalui analisis dan sintesa dalam sebuah proses pertimbangan klinis. b. Diagnosa Fisioterapi Diagnosa ditegakkan dari pemeriksaan dan evaluasi dan menyatakan hasil dari proses pertimbangan/ pemikiran klinis, dapat berupa pernyatan keadaan disfungsi gerak, dapat meliputi/mencakup kategori kelemahan, limitasi fungsi, kemampuan/ketidakmampuan dan sindrom. c. Intervensi fisioterapi Perencanaan dimulai dengan pertimbangan kebutuhan intervensi dan biasanya menuntun kepada pengembangan rencana intervensi, termasuk hasil sesuai dengan tujuan yang terukur yang disetujui dalam melaksanakan praktek berwewenang untuk

4

memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual. SEJARAH PERKEMBANGAN FISIOTERAPI 1. Unit pendidikan dan pengabdian Djohan Aras 5 . termasuk juga peningkatan dan pemeliharaan kesehatan. d. Dapat menjadi pemikiran perencanaan alternatif untuk dirujuk kepada pihak lain bila dipandang kasusnya tidak tepat untuk fisioterapi. kebugaran segala umur dan segala lapisan masyarakat. peningkatan gerakan. peralatan fisis. SEJARAH FISIOTERAPI MAKASSAR Akademi Fisioterapi Ujungpandang berdiri pada tanggal 20 Agustus 1984 oleh Departemen Kesehatan RI dalam hal ini Kanwil Departemen Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan oleh kepala Kanwil Dr. dokumentasi dan koordinasi. Nur Arifin Naim dengan penanggung jawab Drs. famili atau pelayan kesehatan lainnya. M. Evaluasi/re-evaluasi/re-assesment Dilakukan setiap penerapan proses fisioterapi agar dapat memaksimalkan tujuan yang akan dicapai. komunikasi. peralatan elektroterapeutik dan peralatan mekanis : pelatihan fungsional. Intervensi di implementasikan dan dimodifikasilkan untuk mencapai tujuan yang disepakati dan dapat termasuk penanganan secara manual. Syukur Ibrahim. 2. penentuan bantuan dan peralatan bantu. elektroterapeutik dan mekanis). B. keterbatasan fungsi. komunikasi dan intervensi dapat juga ditujukan pada pencegahan ketidaknormalan (kelemahan).pasien/klien. instruksi dan konseling. kualitas hidup. Kepala Tata Usaha Drs. Elim Salim. pelatihan fungsi. peralatan (fisik. ketidakmampuan dan cidera. peningkatan gerak. Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan.

Rostiaty Natsir. Biringkanaya Kota Makassar. Unit pengabdian masyarakat dan kemahasiswaan Mustari Gani.Hj. 14 Daya Kel. Lahir dengan segala kesederhanaan dalam penantian pelembagaannya. yang lebih dikenal dengan nama Akademi Fisioterapi Depkes Makassar yang pada saat itu untuk sementara waktu Akademi Fisioterapi Makassar bertempat di gedung Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) jalan adyaksa Makassar. Elim Salim pada tahun 1990 Dr. DR. SEJARAH FISIOTERAPI NASIONAL Rehabilitasi Centrum (RC) pertama kali didirikan oleh Prof. Adnan Mahmud kemudian tahun 1992 Dr.SMPh. Pergantian direkktur dan perubahan kelembagaan terus berlangsung setelah Drs. 79 KM. MSPh sampai berubah menjadi Poltekkes Makassar tahun 2002 menjadi Jurusan Fisioterapi Politiknik Kesehatan Makassar yang dulunya mulai dari Akademi Fisioterapi kemudian tahun 1990 berubah menjadi Pendidikan Ahli Madya Fisioterapi (PAMFIS) kemudian tahun 1995 berubah kembali menjadi Akademi Fisioterapi sampai tahun 2002 menjadi jurusan Fisioterapi Poltekkes Makassar. St. Soeharso di Solo yang dilatar belakangi oleh banyaknya para penyandang cacat akibat peran Dunia ke II yang tidak mendapat perlakuan yang semestinya sebagai bagian dari mahluk ciptaan Tuhan . Sapiah. sebuah rumah bersalin yang direnovasi untuk dijadikan ruang kuliah. Ester Lino. 6 . SMPh dengan staf administrasi Amiruddin Yahya. 2. awal yang benar-benar penuh cobaan untuk Akademi Kesehatan kedua milik Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Akfis Makassar terus memperbaiki diri dan berjuang untuk memenuhi semua sarana dan prasarana perkuliahannya samapi akhir selesai juga pembangunan kampus baru di jalan Paccerakkang No. Paccerakkang Kec. Marlina dan Tajuddin. Agil Allattas dan tahu 1996 Dr.

3. Rencana. Pada tahun 1970 di Solo di dirikan Akademi Fisioterapi Murni Non. Diagnosa. Secara Formal pelayanan Fisioterapi di Indonesia pada saat ini masih terpusat pada upaya penunjnag medis. Pada tahun 1954 dibukalah sebuah klinik Orthopedi untuk mengatasi peningkatan kebutuhan akan pelayanan medis terhadap kecacatan fisik yang dialami. SEJARAH FISIOTERAPI DUNIA Penggambaran arti istilah Fisioterapi diseluruh dunia sangat beraneka ragam. tidak melaksanakan proses Fisioterapi (Pemeriksaan.Pelayanan yang diberikan pada saat itu berupa Limb Fitting dan Vocational Training. sementara defenisi 7 . Pada tahun 1956 dibukalah kursus masage dan exercise selama 6 bulan yang diikuti oleh utusan dari Rumah Sakit dan Orang yang telah berpengalaman dalam bidan Keperawatan selama 2 tahun dan memiliki ijazah SMP. Harus diakui bahwa Fisioterapi Indonesia pada saat ini masih belum benar-benar pantas menjadi Fisioterapi sejati. selain kewenangan yang pada saat ini masih belum jelas juga persaratan pendidikannya. Keperawatan dan pada tahun 1984 Akfis Ujungpandang didirikan. jikalau di luar Negeri penderita secara legal mulai boleh langsung ke klinik – klinik Fisioterapi dengan bebas tanpa resep dokter maka di Indonesia penderita yang sudah datang dari dokterpun masih harus melalui dokter rehabilitasi terlebih dahulu. pelaksanaan dan evaluasi) maka sebenarnya pendidikan D3 pun masih terlalu tinggi untuk melaksanakan hal tersebut. masing-masing negara mencoba menggali jati diri profesi Fisioterapi menurut pemahaman masing-masing. Pada saat ini proses Fisioterapi banyak yang tidak dijalankan sehingga fisioterapi hanya melaksanakan bagian kecil dari proses. Frakmentasi pelayanan masih dalam sebatas konsep atau idealisme.

Profesi Fisioterapi telah berkembang demikian pesat di dunia. Untuk menjaga kesamaan tersebut. Istilah Fisioterapi merupakan istilah asing yang telah di Indonesiakan bukan diterjemahkan aslinya dari kata Physiotheray atau beberapa negara menyebutnya Physical Therapy (negara-negara Amerika). setiap mencoba mencari jadi diri yang tepat memungkinkan untuk berkembang sesuai dengan kaidah-kaidah jati diri profesi fisioterapi . Karena perkembangan yang begitu cepat tersebut baik dalam perkembangan pelayanan maupun dalam keilmuannya serta perkembangan tuntutan masyarakat. Fysiotherapie (Belanda) adalah istilah-istilah yang pada hakekatnya sama mempunyai nilai-nilai. Indonesia dalam kongres Nasional Ikatan Fisioterapi Indonesia VI di Solo tahun 1992 menyepakati suatu paradigma baru Fisioterapi yang dibangun dari falsafah-falsafah yang diyakini kebenaranya. pola pendidikan serta bagaimana otonomi Fisioterapi sebagai suatu profesi. Indonesia tidak menterjemahkan istilah tersebut menjadi terapi fisik. Fisioterapi (Indonesia). konsep.fisioterapi konvensional yang masih menganggap ilmu dan seni pengobatan dengan memakai sumber fisis sudah tidak relevan lagi. ekonomi dan efisiensi dan lain sebagainya. bahkan di Malaysia yang tadinya disebut “Juru Pulih Anggota” telah kembali kepada istilah Physiotherapy. Physiotherapy (negara Eropa). penggalian jati diri ini menjadi konsep Fisioterapi baik apa itu Fisioterapi. bagaimana pola pelayanannya. 8 . paradigma yang bersifat universal. setelah para pakar Fisioterapi dunia menggali jati diri Fisioterapi. bahkan Fisioterapi merupakan salah satu dari 10 besar profesi yang berkembang di Amerika dalam dekade ini . demikian pula orang yang telah berhak menjalankan pekerjaan Fisioterapi disebut Fisioterapis-PhysiotherapistPhisical TherapistFysiotherapuet. apa Fisioterapis.

460 SM Hipocrates menyarankan pula d. Pada sidang WCPT di Yokohama (may 1999) diadakan perubahan tentang penggambaran Fisioterapi dimana penggambarannya bukan saja dibuat sekedar defenisi akan tetapi lebih menjurus kepada kajian filsafat sehingga nampak lebih jelas.C Juni 1995 memutuskan jati diri Fisioterapi yang berlaku di seluruh Dunia. yang masing-masing akhirnya sidang mencoba kongres defenisi Fisioterapi se dunia (Word Confederation For Phisical Therapy) XII di Washinton D. Keanekaragaman penggambaran fisioterapi ini merupakan issue yang mengemuka dalam kongres/ general assembly WCPT XII tahun 1991 di london yang kemudian membuat kelompok kerja untuk menyusun Draft Description Of Phisical Therapy. Homer memanfaatkan air 9 .Beberapa pakar dunia mencoba membuat defenisi profesi fisioterapi yang pendekatan sistematis baik menurut teori kajian falsafat ilmu maupun melihat dari perkembangan tuntutan dan kebutuhan masyarakat masing-masing negara. Romawi Kono dll c. 3000 SM dipakai di Cina. Sejarah perkembangan ini dapat dirinci sebagai berikut : a. Prinsif Fisioterapi (rubbing) telah menjadi bagian penyembuhan sejak sejarah dituliskan. Demikian merumuskan pula negara-negara Fisioterapi lain. Bahkan keputusan-keputusan tersebut disertai suatu deklarasi yang berisikan prinsip-prinsip fisioterapi serta pernyataan posisi (Declaration of Principle and Position Statement yang memungkinkan Fisioterapi berkembang secara cepat di seluruh Dunia. 1812 Peter Hendri ling – ilmiah pertama basis masage penyembuhan e. Kadang disertai dengan menggerakkan anggota dengan gerakan khusus f. b.

Fisioterapi masuk dalam jajaran penyembuhan formal j. 1999 WCPT Revisi 4. Mencari bentuk paradigma Fisioterapi o. Pengunaan teknologi modern merubah teknik modalitas Fisioterapi i. maka Fisioterapis Indonesia harus mempunyai pandangan ke depan tentang gambaran Fisioterapi (VISI) serta apa yang menjadi tugas pokok yang mesti dilakukan agar pandangan ke depan tersebut dapat dicapi dengan benar (MISI). a. apa yang disebut fisioterapi baik dipandang bentuk pelayanannya. 1995 WCPT Mendecrasikan Fisioterapi q. 1991 WCPT membentuk Komite p. Teori atom oleh John dalton dan Listrik Thomas Alpha Edition akhir abad 18 h. Phisical ► If it is your physic m. kompetensinya. MISI : Membawa Fisioterapi Indonesia menjadi fisioterapi sejati sejajar fisioterapi global universal. Masing-masing Negara mencari “Core” n.g. VISI DAN MISI FISIOTERAPI INDONESIA Dengan melihat kondisi Indonesia pada saat ini dan kearah mana dengan cara bagaimana Fisioterapis akan dapat menjadi Fisioterapis sejati di Millenium ke III. Ilmu dan Seni penyembuhan dengan menggunakan “Phisical Agent” k. kewenangannya. Fisioterapi Sejati Dalam dalam era globalisasi fisioterapi dunia akan mempunyai paradigma yang sama. 10 . VISI : Fisioterapi Indonesia harus mampu memberikan pelayanan fisioterapi dengan kualitas global. Physio ► Physiologis l.

Oleh sebab itu fisioterapi sejati berdasarkan 1) 2) 3) kedua hasil kongres WCPT (1995/1999) dapat digambarkan paling tidak sebagai berikut : Profesi kesehatan yang menangani gangguan gerak dan fungsi manusia perorangan dan masyarakat. penyembuhan dan pemulihan. merupakan keharusan menjadi plat-form fisioterapi Indonesia. Upaya yang dilakukan dapat berupa upaya peningkatan.maupun persyaratan pendidikannya untuk menjadi fisioterapis akan menjadi sama dan standar pula. nilai serta paradigma yang sama dengan arti fisioterapi yang sebenarnya yang berlaku secara universal – global. pencegahan. 11 . Bersifat profesional dan mandiri. bekerja secara terbuka dan sejajar dengan tenaga kesehatan lainny. 4) Fisioterapi adalah proses pemecahan masalah sehingga dikenal alur dari pemeriksaan ► Diagnosa Fisioterapi ► Perencanan Terapi ► Pelaksanan terapi dan ► Reevaluasi b. mempunyai otonomi dan kemerdekaan sendiri yang mempunyai tanggung gugat dan tanggung jawab. Tujuan Strategi Fisioterapi sejati adalah fisioterapi yang benar-benar fisioterapi yang mempunyai arti. Oleh fisioterapi sebab dalam itu peningkatan kemampuan profesionalisme arti profesi yang mandiri merupakan kunci keberhasilan yang mempunyai nilai strategis dalam upaya pencapaian Visi dan Misi maka tujuan strategis dapat dirumuskan : “ Meningkatkan profesionalisma fisioterapi Indonesia melalui peningkatan pendidikan Formal minimal 4 tahun pada tingkat sarjana dan pendidikan yang berkelanjutan sehingga mampu melaksanakan profesi fisioterapi dengan sebaik-baiknya agar dapat meningkatkan pelayanan di masyarakat”.

b) Tuntutan pasar lokal-global Tuntutan akan kualitas pelayanan fisioterapi di Indonesia yang merupakan pasar lokal. Opportunities (Kesempatan) a) Reformasi merupakan segalanya. 2. Sehingga peningkatan pendidikan merupakan hal yang sangat dibutuhkan bagi Fisioterapis Indonesia. Selain itu juga kekurangan staf pengajar yang memenuhi syarat sehingga dapat memberikan pelajaran dengan benar dan baik. hal ini dibuktikan banyak dicarinya Fisioterapi Asia yang ditawari pekerjaan di Amerika. 3. Belum adanya standar kompetensi Fisioterapi yang diakui secara nasional sehingga masih beraneka ragam jenis kompetensi yang ada. Weakness (Kelemahan) Pada saat ini baru ada tiga pendidikan sarjana Fisioterapi yang ada di Indonesia satu diploma IV dan dua pendidikan S1. Analisis SWOT 1. merupakan kekuatan yang mendorong baik langsung maupun tidak langsung terhadap perkembangan Fisioterapi Indonesia.c. Strength (Kekuatan) a) Kemampuan untuk maju Keinginan untuk maju sebagian besar Fisioterapis Indonesia merupakan kekuatan dalam mengembangkan Fisioterapi Indonesia dimasa yang akan datang. Tuntutan pasar globalpun juga sangat tinggi . Kanada dan Negara Eropa lainnya. diakhir pemerintahan orde baru muncul fatwa konsorsum ilmu kesehatan yang 12 .

Fisioterapi akan dikembangkan profesi lain dan tidak sesuai dengan plat-form WCPT. 4. apalagi mengakui sebagai profesi yang mandiri. tiba-tiba punah dan dikeluarkannya win-win solution yaitu dengan memberikan gelar sarjana sain terapan bagi lulusan D4 Fisioterapi. b) Masih ada upaya membesarkan fisioterapi dalam kandang rehabilitasi sehingga walaupun pendidikan sudah sarjana namun ada upaya tetap dalam kandang tersebut. dan juga lulusannya dapat melanjutkan kejenjang pasca sarjana sehingga kesempatan ini harus dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. 13 .menyatakan bahwa fisioterapi bukan profesi. Treath (Ancaman) a) Ada dua hal yang utama yang akan menjadi kendala bila Fisioterapi Indonesia tidak cepat mengembangkan pendidikan sarjana Fisioterapi. b) Untuk dapat melakukan proses fisioterapi diploma tiga saja tidak cukup.

lingkungan rumah. termasuk masyarakat menyediakan kebutuhan-kebutuhan yang Saling mempengaruhi secara dinamis dengan 14 . II FALSAFAH DAN KERANGKA KONSEP FISIOTERAPI A. FALSAFAH Fasafah Fisioterapi adalah sesuatu yang diyakini oleh Fisioterapis yang bersifat hakiki tentang kefisioterapiannya. manusia juga dikatakan sebagai sistem terbuka yang mempunyai interaksi dengan lingkungannya sebagaimana dengan adanya pertukaran energi : a. selain itu manusia juga mempunyai pranata tertentu baik dalam proses berpikir dan hasil karyanya dalam bentuk sistem-sistem tata kehidupannya serta termasuk pula kepercayaannya .BAB. merupakan satu kesatuan yang utuh jasmani dan rohanianya dan tidak ada dua individu yang sama dan serupa. Beberapa asumsi dasar yang diyakini dan digunakan dalam mengembangkan profesi Fisioterapi berdasarkan pancasila yang memiliki sistem nilai dan keyakinan. Berusaha mencapai keseimbangan yang dalam dengan upaya lingkungannya Mempunyai kebutuhan-kebutuhan. adapun yang telah disepakati tentang hal tersebut sebagai berikut : 1. lingkungan kerja. lingkungannya c. Dapat melakukan adaptasi dengan lingkungannya b. pemenuhannya mempergunakan pola-pola yang unik yang akan mempengaruhi prioritas kebutuhannya. Manusia Manusia sebagai mahluk Bio-Psiko-Sosial-Kultural dan spiritual adalah unik merupakan satu kesatuan yang utuh jasmani dan rohanianya dan spiritual adalah unik.

Kemampuan fungsional merupakan komponen-komponen yang berfungsi dengan baik.berkaitan dengan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional fisiknya. psikologik (interpersonal) dan fungsi sosial (interpersonal). peran dan tanggungjawabnya merupakan satu kesatuan kehidupannya 2. Mempunyai fungsi-fungsi yang bersifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosialnya dan mampu mengarahkan dirinya ketujuan positif. mampu menetapkan nasibnya sesuai dengan posisi. Kapasitas Fisik adalah kondisi fisik yang dimiliki baik yang tersedia maupun secara potensial. jaringan. Kemampuan fungsional adalah kemampuan individu untuk menggunakan kapasitas fisik yang dimilikinya untuk memenuhi kewajiban hidupnya yang berinteraksi dengan lingkungannya. a. dalam kaitannya dengan membentuk kapasitas fisik dan kemampuan fungsional fisiknya. peran serta tanggungjawabnya. b. Kapasitas fisik/kemampuan fungsional Kapasitas fisik dan kemampuan fungsional merupakan suatu kebutuhan bagi individu agar dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya sebagai manusia . sensorik yang terpadu. Kegiatan memelihara hidup 15 . Komponen-komponen yaitu : motorik. organ dan sistem organ yang ada di dalam tubuh manusia. Kemampuan fungsi fisik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dapat berupa : a. Dipengaruhi oleh sistem dan sub sistemnya. Posisi. Manusia dalam saling berinteraksi dengan sesamanya keluarga kelompok dan masyarakat. yang komponennye terdiri dari urutan berjenjang dimulai dari sel. Penampilan kemampuan fungsionalnya merupakan suatu hal yang diperlukan agar dapat mempertahankan hidupnya. fungsi kognitif.

keturunan. b. dan sosial secara maksimal untuk berfungsi secara tepat sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya. a. peran dan tangunggung jawab/kewajiban sesuai dengan perubahan-perubahan/ perkembangan sepanjang hidupnya. Sehat dan Sakit Sehat pada dasarnya adalah keadaan dimana bukan saja bebas dari sakit/ penyakit. Setiap individu mempunyai hak untuk memperoleh kesehatan secara optimal dalam batas-batas kemampuannya. Sakit juga berkaitan dengan kemampuan individu memenuhi tanggung jawab (kewajiban) yakni dengan : 1) Adanya kelainan. mental dan sosial. gangguan kapasitas fisiknya seperti kelemahan otot. Persiapan kerja/ kerja agar produktif Dalam mempertahankan kesehatan dan kenyamanan hidup diperlukan keseimbangan antara faktor yang mempengaruhi dan mendukung kapasitas fisik serta kemampuan fungsional fisiknya. yang melibatkan posisi. Keadaan sehat yang dinamis ini dapat berubah karena keadaan tersebut dipengaruhi oleh umur. sehingga manusia dapat berfungsi dan menyusaikan diri serta memenuhi kebutuhan esensial dalam hidup sehari-hari. Sehat bukan merupakan keadaan. cacat atau kelemahan. Sakit adalah suatu keadaan dengan gangguan kemampuan individu memenuhi kebutuhan fisik. keterbatasan jarak gerak sendi dsb. tetapi suatu keadaan secara fisik. 16 . sosial dan faktor-faktor lingkungan dari kondisi utuh biopsikososial individu. Rekreasi/ leisure dan c. tetapi merupakan keadaan yang dinamis dan dapat ditingkatkan secara optimal sehingga manusia dapat melaksanakan kewajiban hidup yang dibutuhkan secara optimum. 3.b. psikologik.

Adanya perubahan metoda potensial untuk mencapai tujuan. kimia. disusun kerangka konsep yang merupakan landasan dan kerangka pengembangan profesi Fisioterapi. Lingkungan psikososial (super-organik) mempunyai faktor-faktor yang mempengaruhi seperti institusi. hukum. desain arsitektur. Manusia dalam melakukan aktifitasnya menggunakan kafasitas fisik dan kemampuan fungsionalnya. 17 . raga. Lingkungan biofisik (non-organik) mempunyai faktor-faktor yang dapat menimbulkan perubahan seperti gaya berat. homeostatis dan ritme. Aktifitas individu berinteraksi dan saling mempengaruhi dengan sekelilingnya antara lain : a. dan teknologi. Lingkungan psikobiologik (organik) / individual mempunyai faktorfaktor yang dapat menimbulkan perubahan yaknik pertumbuhan dan perkembangan. Lingkungan aktifitas Pada dasarnya segala sesuatu yang berada disekeliling manusia disebut lingkungan dan berinteraksi saling mempengaruhi. ilmu pengetahuan. keturunan. Masyarakat itu sendiri merupakan kelompok yang paling penting dan kompleks yang telah dibentuk manusia sebagai lingkungan sosial atau pergaulan hidup manusia yang terdiri dari individu. bahasa yang ada di dalam masyarakat. c. KERANGKA KONSEP Berdasarkan falsafah yang diuraikan diatas. b. arsitek. air. keluarga. Perubahan posisi/ peran kemampuan fungsi fisiknya. struktur dan fungsi. jiwa. B. Penampilan kemampuan fungsional fisiknya yang berkurang baik jumlah dan jenisnya. kelompok yang mempunyai tujuan dan nilai-nilai.2) 3) 4) 4. Manusia sebagai mahluk sosial memerlukan aktifitas dalam hidupnya.

dengan cara memberikan pengertian. Manusia dapat belajar sehingga dapat merubah tingkah laku dan lingkungannya. sehat-sakit dalam hal kapasitas fisik dan kemampuan fungsional (obyek formalnya) serta fisioterapi sebagai profesi. dengan menggunakan pendekatan komprehensif. Fisioterapi dan Manusia Manusia sebagai mahluk bio-psiko-sosial-kultural dan spiritual utuh dan unik. lingkungan aktifitas. mengexplorasi dan menggunakan sumber-sumber yang diperlukan. metoda dan atau alat bantu yang diperlukan agar mengetahui keadaan. motivasi. tekhnik. 1. Manusia selalu berusaha memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Fisioterapi membantu meningkatkan adaptasi seseorang dalam keadaan keterbatasan fungsi. melalui berbagai usaha antara lain selalu belajar/ mengembangkan dirinya. ketidak mampuan. oleh karena itu perlu berinteraksi dengan lingkungannya dan menciptakan hubungan antara manusia yang serasi.Fisioterapi dalam bekerja berpegang pada paradigma yang berupa pandangan terhadap manusia. berdasarkan potensi dan keterbatasannya. Fisioterapi dalam upaya pelayanan memperhatikan manusia seutuhnya. mendukung kenyataan tersebut fisioterapi dapat berperan aktif dalam memberikan penyuluhan pencegahan terhadap menurunnya kapasitas fisik dan kemampuan fungsionalnya. tuntutan yang 18 . aktifitas. Manusia secara terus-menerus menghadapi berbagai macam perubahan lingkungan dan selalu berusaha menyesuaikan diri agar tercapai keseimbangan. fisioterapi harus mengkaji dan mengidentifikasikan kebutuhan pasien dalam mengembangkan kapasitas fisik dan kemampuan fungsionalnya untuk keperluan hidup sehari-harinya dan bila perlu mengembangkan mekanisme kompensatorik sehingga dapat hidup aktif dalam masyarakat. mempunyai kebutuhan dasar yang bermacam-macam sesuai dengan tingkat perkembangannya.

Tingkat sehat seseorang pada skala bersifat dinamis. Seseorang akan menghayati atau menyadari bahwa ia sakit (Kesehatannya terganggu) atau merasa tidak sehat (ill health) merasa nyeri atau tidak enak (discomfort). Fisioterapi dan sehat – sakit Kapasitas fisik dan kemampuan fungsional Sehat adalah suatu keadaan yang dinamis dan berubah dipengaruhi oleh : umur. komunikasi dan proses belajar mengajar. psikologik dan sosial secara secara tepat sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya. Fisioterapis. keturunan. sosial dan faktor-faktor lingkungan dari kondisi utuh bio-psiko-sosial individu. perlu disusun cara pelayanannya kepada pasien yang tidak mampu memelihara kesehatannya. Penyakit merupakan (intrinsic situation) yang terjadi dalam diri manusia berupa proses patologik yang bermanifestasi secara klinik . 19 . perilaku. untuk berfungsi fisiologik. 2.diperlukan dalam mencapai sehat yang optimal dan aktif dalam masyarakat. perlu dibekali teori yang berhubungan dengan kebutuhan aktifitas fungsional dan leisure manusia. Berdasarkan konsep tersebut. kemampuan fungsional (termasuk melaksanakan adaptasi) untuk keperluan sehari-harinya. indivudual dan tergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatannya. Setiap individu mempunyai hak untuk memperoleh kesehatan secara optimal dalam batas-batas kemampuannya. maksimal. Untuk mencapai tujuan tersebut. sehingga manusia dapat berfungsi dan menyesuaikan diri serta memenuhi kebutuhan esensial dalam hidup sehari-hari. Sakit adalah suatu keadaan dengan gangguan kemampuan individu memenuhi kebutuhan fisik. khususnya dalam memelihara kapasitas fisik. Fisioterapis bertanggung jawab terhadap keseluruhan koordinasi dan management fisioterapi terhadap pasien.

keterbatasan fungsi. Dimana Fisioterapi memberikan bantuan kepada individu. dan dalam membentuk individu menyesuaikan dirinya terhadap gangguan 20 .Keadaan akibat sakit dapat bersifat sementara atau menetap. Kondisi sakit. obyektifikasi dan sosialisasi dari gangguan kesehatan. keluarga dan masyarakat dalam memenuhi kapasitas fisik dan kemampuan fungsional serta adaptasi yang diperlukan untuk hidup aktif dalam masyarakat. Kegiatan fisioterapi ditujukan terhadap pencapain kemampuan individu untuk merawat dirinya. Kondisi ini tidak selalu disebabkan oleh penyakit tetapi juga didapat dari sejak lahir. ketidakmampuan dan hendicap dipengaruhi berbagai faktor dan berhubungan erat satu dengan yang lainnya secara sebab akibat. Konsep sehat bukanlah lawannya dari sakit tetapi merupakan kondisi positif dan dinamis yang dapat ditingkatkan. digunakan sebagai landasan untuk mencapai sasaran fisioterapi. Rentang sehat berada diantara dua kutup yaitu keadaan sehat optimal pada satu kutup dan keadaan mati pada kutup yang lain. Untuk mencapai hal tersebut fisioterapi harus dapat menyesuaikan lingkungan aktifitas individu tersebut agar lingkungan dapat memberikan pemenuhan kebutuhan dalam interaksi individu sesuai dengan posisi dan perannya. dan handicap. intrinsik. mengembangkan kapasitas fisik dan kemampuan fungsionalnya serta keterampilan fungsinal untuk aktifitas sehari-hari maupun penyesuaian kearah keterampilan kerja agar dapat produktif. dari pribadi seseorang dan kehidupan sosialnya yang berupa proses. Fisioterapi memegan peran yang strategis dalam proses tumbuh kembang manusia terutama bidang motorik dan keterampilan. keterbatasan fungsi. Keadaan sakit dapat menimbulkan impairment. ekstrinsik. ketidak-mampuan. Kondisi itu berturut-turut merupakan proses yang terjadi di dalam badan (organ). impairment.

Pengertian masyarakat juga meliputi pengaruh-pengaruh sosial. komuniti. Berdasarkan konsep diatas. ketidakmampuan. 3. Pasien/klien adalah anggota keluarga yang merupakan unit dari komuniti.kesehatan yang berupa impairment. serta keterampilan yang berhubungan dengan persiapan dan aktifitas kerja termasuk pengetahuan interaksi 21 . fisioterapis perlu dibekali teori-teori yang berhubungan dengan tumbuh kembang manusia. hal sebagai lingkungan pergaulan hidup manusia yang terdiri dari individu. yang penerapannya memanfaatkan ilmu dan tehnik tepat guna dari fisioterapi secara efektif. ketegangan dan adaptasi (Stress-Adaptation) serta proses perubahan kapasitas fisik dan kemampuan fungsionalnya dengan lingkungannya. masyarakat) atau disebut dengan lingkungan psikososial dan lingkungan fisik (biofisik) terlibat dalam interaksi individu dan antar individu. Masyarakat merupakan kelompok yang paling penting dan kompleks yang telah dibentuk manusia sebagai lingkungan sosial. keterbatasan fungsi fisik-fungsional. Pendekatan pelayanan kesehatan utama menekankan pelayanan terpadu. Fisioterapi dan lingkungan aktifitas Lingkungan aktifitas merupakan semua yang ada dilingkungan dan terlibat dalam interaksi individu pada waktu melakukan aktifitasnya. Masyarakat (keluarga. menyesuaikan dan menerima keadaan pasien tersebut. hendicap dan menolong keluarganya dalam hal membantu. kelompok dan komuniti yang mempunyai tujuan dan sistem nilai. keluarga. kelompok. Fisioterapi harus berperan serta dalam mengembangkan sistem pelayanan kesehatan utama sesuai dengan kebutuhan masyarakat. ekonomi dan lingkungan dimana selama interaksi manusia akan terjadi perubahan.

Fisioterapi membantu meningkatkan dan mempertahankan kesehatan individu. Bila ada anggota keluarga/kelompok yang sakit secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi anggota keluarga/ kelompok yang lain dan juga komuniti. kelompok/keluarga dan merupakan kelompok sosial yang ditentukan oleh batas-batas geografi atau nilai-nilai serta tujuan tertentu. kelompok. serta memberikan motivasi kepada mereka untuk mencapai tingkat kesehatan setinggi-tingginya. Masalah keterbatasan kapasitas fisik (impairment) dan kemampuan fungsional (ketidak mampuan) dan handicap maerupakn stikma sosial dimasyarakat yang harus menjadi sasaran pelayanan kesehatan utama. juga dapat menunjang perkembangan sosial dan psikologis kelompok secara keseluruhan. di dalam lingkungannya sendiri atau komuniti secara keseluruhan. Keluarga selain dapat menunjang pengobatan dan memberikan dukungan emosional kepada anggota keluarga yang sakit. dengan sasaran utama kesehatan kapasitas fisik dan kemampuan fungsionalnya. Fisioterapis harus memahami norma-norma sosial guna berinteraksi secara tepat dan menentukan rangkaian kegiatan 22 . keluarga dan masyarakat. Fisioterapis sebagai anggota komuniti yang berperan serta pada pelayanan kesehatan kepada komuniti harus mempunyai pengetahuan dan pengertian yang dalam dan luas tentang komuniti dan unit-unit dasarnya. Komuniti terdiri dari individu. Fisioterapi dalam komprehensif memperhatikan diri yang pasien/klain diperlukan sebagai terhadap anggota keluarga dan komuniti serta berusaha membantu keluarganya mengadakan penyesuaian keterbatasannya.Keluarga mencakup kelompok individu yang berhubungan erat secara terus-menerus dan terjadi interksi satu sama lainnya baik secara perorangan maupun secara bersama-sama. Keluarga dalam fungsinya mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan aktifitas dimana ia berada.

adaptasi. Kesehatan masyarakat. Berdasarkan konsep ini fisioterapis didik perlu dibekali pengetahuan tentang : a. b. tehnologi (metoda dan alat kerja/rekreasi/adaptasi). Sehingga dalam sosial kaitannya dengan perkembangan 23 . kesehatan kerja dan ergonomis.dengan pasien/klien/. Sistem masyarakat dengan penekanan pada antropologi sosial dan perubahan-perubahan IPTEK. Perubahan lingkungan sering dilakukan untuk menyesuaikan atau menyeimbangkan kapasitas fisik dan kemampuan fungsionalnya secara tombal balik sehingga tercipta lingkungan aktifitas yang optimal. Individu dalam keluarga. memberikan tehnik/metoda aktivitas dan penyesuaian interaksi dengan lingkungannya. Fisioterapi dapat membantu dalam mengadakan perubahanperubahan linngkungan aktifitasnya dengan membantu mengadakan analisis aktifitas. Sehingga lingkungan aktifitas harus dapat menjamin kelangsungan peran dan tanggung jawab individu. kerja (produktivitas) kaitannya dengan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional. Kesehatan keluarga kaitannya dengan masalah psikososial akibat gangguan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional (termasuk kesegaran jasmani) c. Kedudukan Fisioterapi dalam meningkatkan derajat kesehatan Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan fisioterapi dalam melaksanakan kegiatannya bekerja secara tim. berdasarkan ini individu berinteraksi dengan lingkungan aktifitas yang berupa psikosisoal (superorganik) dan fisik seperti desain arsitek. d. Berbagai aktivitas individu sangat tergantung pada kapasitas fisik dan kemampuan fungsionalnya dalam interaksi dengan lingkungannya. Aktifitas leisure. kelompok dan masyarakat selalu melakukan aktivitas sesuai dengan peran/tanggung jawabnya. 4.

keluarga dan masyarakat. saling ketergantungan dan ketergantungan. pencegahan. Tugas c.menjalankan kegiatannya fisioterapi dalam kaitannya dengan tim kesehatan yang lain kedudukannya dapat bersifat mandiri. Dengan sifat pelayanan fisoterapi dan tangung jawabnya tersebut maka fisioterapi profesional dapat berperan sebagai : a. keluarga dan masyarakat. dengan landasan ini berarti fisioterapis harus bertanggung jawab terhadap : a. adaptasi dan sebagainya merupakan pelayanan yang bersifat saling ketergantungan. perkembangan motorik. penggunaan alat bantu. Sesama Fisioterapis dan tenaga kesehatan lainnya d. Fisioterapi dalam meningkatkan derajat kesehatan dan harkat hidup manusia harus berlandaskan etika profesi fisioterapi. Upaya pengobatan fisioterapi pada kondisi penyimpangan (patologis) merupakan suatu pelayanan yang bersifat menunjang pelayanan medis umum dan spesialistik. pengobatan dan pemulihan. Individu. Negara dan bangsa. kepada individu. kesegaran jasmani. Sehingga diperlukan 24 . Upaya pemulihan fisioterapi yang memberikan pelayanan kompensatorik. Pelaksana pelayanan fisioterapi Fisioterapi bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan fisioterapi dari yang bersifat sederhana sampai yang paling kompleks. deteksi dini dan sebagainya merupakan pelayanan fisioterapi yang bersifat mandiri. b. Upaya kesehatan pencegahan dan promosi seperti pencegahan kelainan sikap. Profesi e. Dalam menjalankan kegaiatannya fisioterapi berdasarkan konsep upaya meningkatkan derajat kesehatan secara tuntas dan berkesinambungan dari mulai peningkatan.

Pengelola dalam bidang fisioterapi dan institusi pendidikan fisioterapi Fisioterapi bertanggung jawab dalam hal administrasi fisioterapi baik dimasyarakat maupun di dalam institusi. Merencanakan pelayanan fisoterapi 25 . Mengkaji kebutuhan pasien /klien keluarga dan masyarakat serta sumber-sumber yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tersebut. dalam mengelola pelayanan fisioterapi untuk individu. c. d. spesialistik maupun subspesialistik sesuai dengan tingkat dan sektor kebutuhan masyarakat. Peneliti dan pengembangan ilmu fisioterapi Fisioterapi menunjang penelitian dan pengembangan dalam bidang kesehatan dengan cara berperan serta dalam kegiatan penelitian dan pengembangan dibidang ke fisioterapian dalam rangka upaya memperbaiki secara terus-menerus kualitas pelayanan dan pendidikan fisioterapi. Dengan demikan fisioterapi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dapat berfungsi sebagai berikut : 1.fisioterapi profesional yang mampu memberikan pelayanan fisioterapi umum. b. keluarga dan masyarakat. disamping itu mengingat semakin luasnya cakupan/jangkauan pelayanan fisioterapi pada berbagai sektor dan tingkat kebutuhan masyarakat diperlukan pendidikan fisioterapi yang kompleks pula sehingga menuntut pengelola yang baik dan benar. 2. Pendidik dalam ilmu fisioterapi Fisioterapi bertanggung jawab dalam hal pendidikan dan pengajaran ilmu fisioterapi bagi tenaga fisioterapi dan tenaga kesehatan lainnya. (Assesment berkenaan dengan obyek formalnya yakni kapasitas fisik dan kemampuan fungsionalnya). Menegakkan diagnosa fisoterapi 3.

Model pelayanan fisioterapi dalam meningkatkan derajat kesehatan Normal masyarakat yang dikembangkan berdasarkan kerangka konsep fisioterapi diatas adalah sebagai berikut: Kesejahteraan Fisioterapi Skwensis perkembangan 26 . Melaksanakan rencana fisoterapi individu meliputi upaya peningkatan kesehatan. Mengelola pelayanan fisioterapi di rumah sakit. 9. Mengevaluasi hasil pelayanan fisioterapi.4. 8. fisioterapis dapat menjalankan kegiatannya dalam berbagai sektor yang dibutuhkan masyarakat. fungsi dan tanggungjawabnya untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal individu. 11. dan lembaga kesehatan lainnya. Dalam menjalankan peran. penyembuhan dan pelayanan pemulihan kesehatan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional termasuk kesegaran jasmani. Mendokumentasikan proses fisioterapi 7. perencanaan program dan pelaksanaan upaya kesehatan utama. 10. Bekerja sama dengan klien dan keluarganya serta pihak-pihak lain yang terlibat dalam pelayanan fisioterapi dan kesehatan. berperan serta dalam pendidikan tenaga kesehatan lainnya. puskesmas. Mendidik tenaga fisioterapi. Mengidentifikasikan hal-hal yang perlu diteliti atau dipelajari dan melaksanakan penelitian guna meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan keterampilan baik dalam praktek maupun dalam pendidikan fisioterapi. pencegahan. 5. Berperan serta dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan. Mengelola institusi pendidikan fisioterapi 12. meningkatkan kemampuan diri dan membantu dalam penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. keluarga dan masyarakat. 6.

aktifitas kreatif dan keterampilan termasuk kesegaran jasmani. anak (pediatrik) sampai manula (geriatri). neuromuscular. 27 . Dengan demikian bila dilihat tampak adanya pergeseran cakupan pelayanan yang dahulu berfokus pada patologis dengan pendekatan individual dan lebih menekankan pengobatan dan pemulihan. sensorik dan fisik kaitannya dengan psikososial mulai bayi sampai manula (gerantologi). Pada aspek kesejahteraan atau produktifitas berkaitan dengan kondisi normal atau kecacatan tetapi dengan fokus menyiapkan keterampilan untuk persiapan kerja agar produktif. kardiopulmuner dan pada perkembangan sejak dalam kandungan (Obgyn). Pada aspek patologis kita dapat kelompokkan cakupan pelayanan untuk kasus musculusskeletal. Pada aspek skwensis perkembangan ini dapat dilihat dalam aspek patologis dan dalam aspek perkembangan yang normal dalam arti perkembangan motorik. sekarang lebih luas cakupannya/jangkauan pelayanannya dengan pendekatan masyarakat. aktifitas fungsional. Dengan melihat model/sifat pelayanan fisioterapi tersebut maka bidang kajian fisioterapi yang dikaitkan dengan lahan praktek atau tempat kerja dapat diperkirakan saat ini akan meliputi : Fisioterapi pelayanan medik. Pada aspek normal lebih ditekankan pada kondisi yang normal mis: analisis tugas.Patologis Model ini juga menggambarkan bidang kajian fisioterapi sehingga lebih lanjut dapat dikembangkan arah pengembangan pelayanan fisioterapi. Pada aspek kesejahteraan atau produktivitas berkaitan dengan kondisi normal atau kecacatan tetapi dengan fokus menyiapkan keterampilan termasuk kesegaran jasmani.

fisioterapi kesehatan kerja atau industri dan fisioterapi olah raga. baik secara pribadi maupun secara kelompok. Jadi etimologi kata etika sam dengan etimologi kata moral karena keduanya berasal dari kata adat kebiasaan hanya bahasa asalnya yang berbeda pertama berasal dari bahasa yunani sedangkan yang kedua dari bahasa latin. tumbuh kembang yang meliputi geriatrik dan anak dan lain sebagainya. Atau kita dapat mengatakan bahwa 28 . BAB. adat. cara berpikir dll dalam bentuk jamak berarti adat kebiasaan. III DASAR-DASAR ETIKA DAN MORALITAS A. PENGERTIAN ETIKA DAN MORALITAS Etika berasal yunani kuno yang berarti Ethos dalam bentuk tunggal berarti tempat tinggal. Sedangkan etika justru hanya melakukan refleksi kritis atas norma atau ajaran moral tersebut. Dalam bahasai Inggris dan banyak bahasa lain termasuk bahasa Indonesia kata mores masih dipakai dalam arti yang sama. Kata yang cukup dekat dengan etika adalah “Moral” yang berasal dari bahasa latin mos ( jamak: Mores) yang berarti juga kebiasaan. Menurut Maknis suseno Etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran. Arti yang terahir ini menurut aristoteles menjadi latar belakang bagi terbentuknya istilah etika. perasaan. sikap. Etika adalah sebuah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya. Etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujud dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia. watak. Yang memberi kita norma tentang bagaimana kita harus hidup adalah Moralitas. jika kita membatasi diri pada asal usul kata ini maka etika berarti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.

analisis. Menurut Curtin etika merupakan disiplin yang diawali dengan identifikasi.W Widjaya (1994) Menyatakan bahwa etika berasal dari kata Ethos yang berarti kesediaan jiwa akan kesusilaan atau kumpulan peraturanperaturan yang mencakup adanya kesediaan karena kesusilaan dalam dirinya mulai ditaati pula oleh orang lain. politik. Berten (1999) Menyatakan etika adalah ilmu yang membahas tentang Moralitas (tentang manusia) sejauh berkaitan dengan moralitas atau ilmu yang menyelidiki tingkah laku moral. Drs. Moralitas adalah sebuah pranata seperti halnya agama. Tapi bedanya Moralitas langsung mengatakan kepada kita inilah caranya kita melangkah sedangkan etika justru mempersoalkan apakah saya harus melangkah dengan cara itu dan mengapa harus dengan cara itu ?. yaitu memberi kita orientasi bagaimana dan kemana kita harus melangkah dalam hidup ini.D. Keduanya mempunyai fungsi yang sama. Sebaliknya etika adalah sikap kritis setiap pribadi dan kelompok masyarakat dalam merealisasikan moralitas itu. organisasi.Moralitas adalah petunjuk konkrik yang siap pakai tentang bagaimana kita harus hidup. bahasa dan sebagainya yang sudah ada sejak dahulu kala dan diwariskan secara turun temurun.P Simorangkir (1988) menyatakan bahwa etika adalah : Norma Nilai Kaidah Ukuran A. Etika adalah ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat difahami oleh pikiran manusia . memutuskan perilaku manusia dalam menerapkan prinsip mendeterminasi prilaku yang baik terhadap suatu situasi yang dihadapi. Etika disebut juga ahlak Tentang Tingkah laku yang baik 29 . Sedangkan etika adalah perwujudan dan pengejewantahan secara kritis dan rasional ajaran moral yang siap pakai itu. K.

Misalnya etika suku-suku indian. 3. Moralitas adalah tradisi kepercayaan dalam agama atau kebudayaan. perintah dan semacamnya yang diwariskan secara turun temurun melalui agama atau kebudayaan tertentu tentang bagaimana manusia harus hidup secara baik agar ia benar-benar menjadi manusia yang baik. keperawatan dll. etika protestan dll. nasihat. disebut moral berarti adat kebiasaan. Moralitas memberi manusia aturan atau petunjuk konkrik tentang bagaimana ia harus hidup bagaimana ia harus bertindak dalam hidup ini sebagai manusia yang baik. wejangan. Kesimpulan etika berarti : 1. Dimana etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai tentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam masyarakat sering kali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. peraturan. Sistem nilai ini terkandung dalam ajaran berbentuk petuah-petuah. Kumpulan asas atau nilai moral (Kode Etik) misalnya etika rumah sakit Indonesia. 30 . sebab etika menetapkan ukuran bagi perbuatan manusia dengan penggunaan norma baik dan buruk. etika agama budha. Ilmu tentang apa yang baik dan buruk. tentang perilaku yang baik dan buruk. Nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. etika profesi fisioterapi. Etika adalah ilmu pengetahuan normatif. maka tidak dimaksudkan “ilmu” melainkan sebagai sistem nilai artinya bisa berfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial. disebut akhlak yang berasal dari bahasa arab. (sama artinya dengan filsafat moral). dan bagaimana menghindari perilaku yang tidak baik.atau disebut juga moral. 2. Moralitas adalah sistem nilai tentang bagaimana kita harus hidup secara baik sebagai manusia.

Kedua Jenis etika ini pada akhirnya menuntun orang untuk mengambil sikap dalam hidup ini. dan apa tindakan yang seharusnya diambil untuk mencapai apa yang bernilai dalam hidup ini. dalam situasi masyarakat. 1. sedangkan etika normatif memberikan penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan. tanpa menilai. Etika Normatif Berusaha menerapkan berbagai sikap dan pola perilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia. atau apa yang seharusnya dimiliki oleh manusia. serta memberi penilaian dan himbauan kepada manusia untuk bertindak sebagaimana seharusnya berdasarkan norma-norma. MACAM-MACAM ETIKA Etika Deskriptif Berusaha meneropon secara kritis dan rasional sikap dan pola prilaku manusia dan apa yang dikerjakan olah manusia dalam hidup ini sebagai suatu yang bernilai. Etika Normatif berbicara mengenai norma-norma yang menuntun tingkah laku manusia. ia menghimbau manusia untuk bertindak yang baik menghindari yang jelek. bedanya etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang perilaku atau sikap yang mau di ambil. 31 . 2. Ia berbicara mengenai kenyataan penghayatan nilai. tentang sikap orang dalam menghayati hidup ini dan tentang kondisi-kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis.B. Etika ini berbicara mengenai fakta apa adanya yaitu mengenai nilai dan pola prilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas konkrik yang membudaya.

4. Kesatuan tatanan normatif sudah tidak ada lagi. mana yang harus kita ikuti ?. dilain pihak sekaligus mau berpartisipasi tanpa takut-takut dan dengan tidak menutup diri dalam semua dimensi kehidupan masyarakat yang sedang berubah itu. kita jangan cepat-cepat memeluk segala pandangan yang baru tetapi jangan menolak nilai-nilai hanya karena baru dan belum biasa. setiap hari kita bertemu orang dari suku. kita berhadapan dengan sekian banyak pandangan moral yang sering saling bertentangan dan semua mengajukan klaim mereka kepada kita. Etika juga membantu agar kita jangan naif dan extrim. agama yang berbeda-beda. 1. KEGUNAAN ETIKA Ada empat alasan mengapa etika pada zaman ini diperlukan yaitu : Kita hidup dalam masyarakat yang semakin pluralistik juga dalam bidang moralitas.C. 3. Proses perubahan sosial budaya dan moral yang kita alami ini dipergunakan oleh berbagai pihak untuk memancing dalam air keruh. Etika membuat kita sanggup untuk menghadapi ideologiideologi itu dengan kritis dan obyektif dan untuk membentuk penilaian sendiri agar kita tidak terlalu mudah terpancing. 2. dapat membedakan antara apa yang hakiki dan apa yang boleh saja berubah dan dengan demikian tetap sanggup untuk mengambil sikapsikap yang dapt kita pertanggung jawabkan. perubahan itu terjadi dibawah hantaman kekuatan yang mengenai semua segi kehidupan kita yaitu gelombang mederenisasi. Mereka menawarkan ideologi-ideologi mereka sebagai obat penyelamat. Kita hidup dalam masa transformasi masyarakat yang tanpa tanding. Dalam situasi ini etika mau membantu agar kita jangan kehilangan orientasi. Dari penjelasan diatas maka kegunaan etika adalah : 32 . Diperlukan oleh kaum agama yang disatu pihak menemukan dasar kemantapan mereka dalam iman kepercayaan mereka. daerah.

ETIKA DAN ETIKET Etika dan etiket menyangkut prilaku manusia Mengatur prilaku manusia secara normatif Persamaan etika dan etiket adalah : Perbedaan etika dan etiket : 1. 2. D. 2. Etiket hanya memandang manusia dari segi lahiriah saja. 2. Etika tidak terbatas pada cara dilakukannya tetapi memberikan norma tentang perbuatan itu sendiri apa suatu perbuatan boleh dilakukan ya atau tidak. Mengetahui dan menyadari bagaimana seharusnya seseorang berprilaku dan bertindak. 2. Sebagai pegangan dalam menghadapi pergolakan moral. sedangkan etika menyangkut manusia dari segi dalam . Mampu membedakan antara apa yang hakiki dan apa yang boleh saja berubah. Oleh kaum agama menemukan dasar kemantapan keimanan dan kepercayaan mereka serta tidak menutup diri dalam perubahan dimensi masyarakat. Dengan demikian Tujuan Etika adalah : 1.1. 4. Etiket bersifat relatif yang dianggap tidak sopan dalam suatu kebudayaan bisa saja sopan dalam kebudayan yang lain. Mampu menghadapi ideologi-ideologi dengan kritis dan obyektif. Bisa saja orang tampil 33 . Etiket hanya berlaku dalam pergaulan sedangkan etika selalu berlaku tidak tergantung pada hadir tidaknya orang. Etiket menyangkut cara suatu perbuatan harus dilakukan manusia. jangan berbohon dll merupakan prinsip etika yang tidak bisa ditawar-tawar. 3. 3. Etika jauh lebih absolut jangan mencuri. Dapat melaksanakan dan mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari apa yang diyakini akan hal-hal yang baik dan menghindari hal-hal yang buruk sehingga tercapai kedamaian dalam kehidupan. 1. atau menunjukkan cara yang tepat. 4.

SISTEMATIKA ETIKA E T I K A Umum Prinsip moral Dasar Etika Individu Etika keluarga Etika Pribadi Dll Etika Sosial Khusus Terapan E. E. Hidup Kritis ideologi Etika Profesi Biomedis Bisnis Hukum Dll F. HUKUM Kata Moral selalu mengacu pada baik buruknya manusia sebagai manusia. Tetapi orang yang etis sifatnya tidak mungkin bersifat munafik. Bidang moral adalah bidang kehidupan manusia dilihat dari segi kebaikanya sebagai manusia. Moral MORAL. Ling. NORMA DAN AGAMA. Tidak merupakan kontradiksi jika seorang selalu berpegang pada etiket dan sekaligus bersifat munafik. 1. misalnya sebagai dosen. Politik E. mahasiswa ahli fisioterapi melainkan sebagai manusia. Jadi bukan mengenai baik buruknya begitu saja.sebagai musan berbulu ayam dari luar sangat sopan dan halus tetapi didalam penuh kebusukan. Norma-norma moral adalah tolak ukur 34 .

untuk menentukan betul salahnya sikap dan tindakan manusia dilihat dari segi baik buruknya sebagai manusia dan bukan sebagai pelaku peran tertentu dan terbatas. Norma yang diperlukan sebagai pedoman untuk bersikap tindak kepada orang lain mis : norma sopan santun. Norma-norma moral adalah tolok ukur untuk menentukan betul salahnya sikap dan tindakan manusia dilihat dari segi baik-buruknya sebagai manusia. norma hukum. Norma yang menjadi patokan/pedoman untuk bersikap tindak kepada orang lain dikatakan norma insubjektif. Norma/kaidah Norma berasal dari istilah “norm” yang artinya pedoman atau patokan bagi setiap orang dalam bersikap tindak baik terhadap diri orang lain ataupun terhadap dirinya sendiri. Norma-norma moral adalah tolok ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang maka dengan norma-norma moral kita betul-betul di nilai. kita tidak dilihat dari salah satu segi. Bidang moral adalah bidang moral adalah bidang kehidupan manusia dilihat dari segi kebaikannya sebagai manusia. Dalam bahasa belanda istilah norma disebut juga “mattregel” maat artinya sama dengan kaidah yang berasal dari kata “ Aqidah”. Norma-norma yang menjadi pedoman atau patokan bagi manusia dalam bersikap tindak menurut bidang pengaturannya dalam kehidupan bermasyarakat maupun masing-masing secara individual meliputi : 35 . norma tata busana dan sebagainya. baik dalam berfikir. melainkan sebagai manusia. Norma yang diperlukan sebagai pedoman untuk bersikap tindak kepada diri sendiri mis: pola hidup yang baik dan benar. 2. Norma-norma yang menjadi patokan /pedoman untuk bersikap tindak terhadap diri sendiri disebut normA reflektif. norma tata tertib dan sebagainya. berkehendak dan berbuat. norma penjagaan kesehatan tubuh.

Janganlah kamu membunuh. berzina. b. Membunuh. Diharapkan dari Kaedah a. Contoh : Dan janganlah kamu mendekati zina. Kaedah kepercayan ini tidak ditujukan kepada sikap lahir. Kaedah kepercayaan/keagamaan Kaedah ini ditujukan kepada kehidupan beriman. Kaedah ini dapat melengkapi ketidakseimbangan hidup pribadi dan mencegah kegelisahan diri sendiri. Sebagai pendukung akedah kesusilaan adalah nurani individu dan bukan manusia sebagai mahluk sosial atau sebagai anggota masyarakat yang terorganisir. Kaedah kesusilaan ini ditujukan kepada umat manusia agar terbentuk kebaikan akhlak pribadi guna menyempurnakan manusia dan melarang manusia berbuat jahat. mencuri dan sebagainya tidak hanya dilarang oleh kaedah kepercayaan atau keagaman saja tetapi dirasakan juga sebagai bertentangan dengan kaedah kesusilaan dalam setiap hati nurani manusia. Tuhanlah yang mengancam pelanggaran-pelanggaran kaedah kepercayaan atau agama itu dengan sanksi. Sumber kaedah ini adalah ajaran-ajaran kepercayaan atau agama yang oleh pengikut-pengikutnya dianggap sebagai perintah Tuhan. Janganlah kamu berbuat zina (Keluaran 20:14. ditujukan kepada kewajiban manusia kepada Tuhan dan kepada dirinya sendiri . manusia kewajiban semata-mata dan tidak memberikan hak.14) dll 2. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk (Surat Al Isra’ ayat 32). ini hanya membebani manusia bahwa sikap dengan kewajibanbatinnya sesuai dengan isi kaedah kepercayaan atau keagamaan.1. Kaedah 36 . Kaedah kesusilaan Kaedah ini berhubungan dengan manusia sebagai individu karena menyangkut kehidupan pribadi manusia. tetapi kepada sikap batin manusia.

cemoohan. Sopan santun lebih mementinkan yang lahir atau yang formal: pergaulan. Batinnya sendirilah yang mengancam perbuatan yang melanggar kaedah kesusilaan dengan sanksi. Tidak ada kekuasaan di luar dirinya yang memaksakan sanksi itu. Kekuasaan masyarkat secara tidak resmilah yang mengancam dengan sanksi bila kaedah sopan santun ini dilanggar. Mis: pencurian atau penipuan.kesusilan hanya membebani manusia dengan kewajiban- kewajibannya saja. tata tertib atau membuat “sedap” lalu lintas antar manusia yang bersifat lahiriah. maka akan timbullah dalam hati nurani si pelanggar rasa menyesal. Sanksi ini dapat berupa teguran. bahasa dan lain-lain. jadi menyentuh kehidupan bersama. Kaidah ini ditujukan kepada sikap lahir pelakunya yang konkrik demi penyempurnaan atau ketertiban masyarakat dan bertujuan menciptakan perdamaian. celaan. Menyentuh tidak semata-mata sebagai individu tetapi sebagai mahluk sosial. rasa malu. kepatuhan atau kepantasan yang berlaku dalam masyarakat. merasa bersalah sebagai sanksi atau reaksi terhadap pelanggaran kaedah kesusilan tersebut. pakaian. Kalau terjadi pelanggaran kaedah kesusilaan. 3. tetapi ditujukan kepada sikap batin manusia juga. pengucilan dsb tidak dilakukan oleg masyarakat secara terorganisir tetapi oleh setiap orang secara 37 . takut. Kaedah sopan santun (tata krama/adat) Kaedah sopan santun didasarkan atas kebiasaan. Yang memaksakan kepada kita adalah kekuasaaan diluar diri kita (Heteronom). Kaedah sopan santun membebani manusia dengan kewajiban-kewajiban saja. Asal atau sumber kaedah kesusilaan adalah dari manusia sendiri. jadi bersifat otonom dan tidak ditujukan kepada sikap lahir.

Sopan santun disuatu daerah tidak sama dengan di daerah lain. Kaedah diberi hukum berasal dari luar sanksi diri manusia yang memaksakan kepada kita (heteronom). Dalam hal ini pengadilanlah sebagai lembaga yang mewakili masyarakat menjatuhkan hukuman. Kaedah Hukum Kaedah hukum melindungi lebih lanjut kepentingankepentingan manusia yang sudah mendapat perlindungan dari ketiga kaedah lainnya dan melindungi kepentingan-kepentingan manusia yang belum mendapat perlindungan dari ketiga kaedah tadi. Berbagai unsur pengajaran diadakan dalam melakukan upacara-upacara itu. bukan untuk menyempurnakan manusia. Agar manusia mendapat perlindungan dari Allah maka ia mengadakan upacara-upacara pada waktu dan tempat tertentu. agar tidak terjadi kejahatan. Masyarakatlah secara resmi kekuasaan untuk memberi atau menjatuhkan hukuman. 4. Agama Allah memberikan benih-benih keagaman kepada manusia. melainkan untuk ketertiban masyarakat agar jangan sampai jatuh korban kejahatan. Daerah berlakunya kaedah sopan santun ini sempit. Isi kaedah hukum ini ditujukan kepada sikap lahir manusia. Kaedah hukum ditujukan terutama kepada pelakunya yang konkrit. Manusia dimana-mana percaya bahwa ada kekuatan atau kekuasaan yang melebihi kuasa manusia sendiri hal ini nyata terutama apabila seseorang ditimpa kemalangan mengalami kesulitan atau perasaan bersyukur.terpisah yang menghendaki memberi sanksi. Cara menyembah sesuatu yang dianggap lebih berkuasa dan mulia inilah yang 38 . terbatas secara lokal atau pribadi. 3. Berbeda lapisan masyarakat berbeda pula sopan santunnya. mengutamakan perbuatan lahir.

Berusaha mencari kesimbangan antara memberikan kebebasan kepada individu dan melindungi masyarakat terhadap kebebasan individu. Dikatakan demikian karena agama adalah kepercayan yang ada nabi/Rasulnya. Orang yang beragama ialah orang yang percaya dan berpegang kepada sesuatu yang disembahnya. maka akan selalu terjadi komplik atau ketegangan antara kepentingan perorangan dengan kepentingan masyarakat. 4. Mengingat bahwa masyarakat itu terdiri dari individu-individu yang menyebabkan terjadinya interaksi. apa yang tidak boleh dilakukan atau harus dilakukan serta menentukan bagaimana caranya melaksanakan kepatuhan pada kaedah-kaedah. Hukum Kalau kita berbicara tentang hukum pada umumnya yang dimaksud adalah keseluruhan kumpulan peraturan-peraturan atau kaedah-kaedah dalam suatu kehidupan bersama.kita sebut Agama. Dalam usahanya mengatur. Keseluruhan peraturan tentang tingkah laku dalam suatu kehidupan bersama. Hukum mengatur hubungan hukum. Ikatan-ikatan itu tercermin pada hak dan kewajiban. Hubungan hukum itu terdiri dari ikatan-ikatan antar individu dan masyarakat dan antar individu itu sendiri. Hukum berusaha menampung ketegangan atau komplik ini sebaik-baiknya. ada kitab sucinya dan ajarannya ada dimana-mana (universal) ada ummatnya yang umum dimana-mana dan terdiri dari berbagai bangsa. Hukum sebagai kumpulan peraturan atau kaedah mempunyai isi yang bersifat umum dan normatif. umum karena berlaku bagi setiap orang dan normatif karena menentukan apa yang seyokyanya dilakukan. 39 . Istilah Agama memiliki ruang lingkup pengertian yang khusus dan sempit. yang dapat dipaksakan pelaksanaannya dengan suatu sanksi. hukum menyesuaikan kepentingan perorangan dengan kepentingan masyarakat dengan sebaik-baiknya.

manusia dimana-mana dan pada zaman apapun hidup bersama. 2. Sanksi yang berkaitan dengan hukum berlainan dengan sanksi yang berkaitan dengan moralitas. tetapi norma-norma etis/moral tidak dapat dipaksakan.Dalam fungsinya sebagai perlindungan kepentingan manusia hukum mempunyai tujuan yaitu menciptakan tatanan masyarakat yang tertib. juga selalu HUBUNGAN ANTARA MANUSIA Menurut kodrat alam. tetapi tidak pernah masyarakat dapat mengubah /membatalkan suatu norma moral. maka dapatlah kita membedakan antara hukum dan moral yaitu : 1. Hukum untuk sebagaian besar sanksinya dapat dipaksakan. Dengan cara demokratis atau dengan cara lain masyarakat dapat merubah hukum. Sehingga diharapkan kepentingan manusia akan terlindungi. Baik hukum maupun moral mengatur tingkah laku manusia namun hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah saja. Hukum didasarkan atas kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara (tidak secara langsung berasal dari negara) sedangkan moralitas didasarkan pada norma-norma moral yang melebihi para individu dan masyarakat. sedangkan moral menyangku juga sikap batin seseorang. sekurang-kurannya 40 . G. Hukum lebih dikodifikasi dari pada moralitas. hidup berkelompok. 4. 3. Dengan melihat materi diatas. artinya dituliskan dan secara kurang lebih sistematis disusun dalam kitab undang-undang sehingga norma yuridis mempunyai kepastian lebih besar dan bersifat lebih obyektif. menciptakan ketertiban dan keseimbangan. Dalam mencapai tujuannya itu hukum bertugas membagi hak dan kewajiban antar perorangan di dalam masyarakat membagi wewenang dan mengatur cara memecahkan masalah hukum serta memelihara kepastian hukum.

hanya mungkin terjadi dalam alam dongen belaka. maka manusia disebut makhluk sosial. Pakainan yang dipakainya malah hasil karya tukang jahit. mis: pak tani baru dapat mengerjakan tanahnya setelah ia memperoleh alat-alat pertanian yang dibuat oleh pandai besi. terpisah dari kelompok manusia lainnya. Sebagai individu manusia tidak dapat mencapai segala sesuatu yang diinginkannya dengan mudah. jadi mahluk yang suka bermasyarakat. Keperluan sendiri-sendiri pada manusia seringkali searah serta berpadanan satu sama lainnya sehingga dengan kerja sama tujuan manusia untuk memenuhi keperluan itu akan lebih mudah tercapai. seorang ahli pikir yunani kuno menyatakan bahwa manusia adalah “ zoon Politicon “ artinya artinya bahwa manusia itu sebagai mahluk pada dasarnya selalu inngin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia lainnya. karena sejak dahulu kala dalam diri manusia terdapat hasrat untuk berkumpul dengan sesamanya dalam satu kelompok (hasrat untuk bermasyarakat). merupakan suatu keharusan badaniah untuk untuk melangsungkan hidupnya. Aristoteles. Oleh karena sifatnya yang suka bergaul satu sama lain. sehingga dalam pergaulan hidup ini timbul berbagai hubungan atau pertalian yang mengakibatkan bahwa yang seorang dan yang lain saling kenal mengenal dan pengaruh mempengaruhi.kehidupan bersama itu terdiri dari dua orang suami istri ataupun ibu dan bayinya. Persatuan manusia yang timbul dari kodrat yang sama itu lazim disebut masyarakat. akan tetapi kadang kala kepentingan-kepentingan itu berlainan bahkan ada juga yang 41 . Hidup menyendiri terlepas dari pergaulan manusia dalam masyarakat. Dalam sejarah perkembangan manusia tak terdapat seorangpun yang hidup menyendiri. kecuali dalam keadaan terpaksa dan itupun hanyalah untuk sementara waktu. Jadi masyarakat itu terbentuk apabila ada dua orang atau lebih hidup bersama . Hasrat untuk hidup bersama memang telah menjadi pembawaan manusia.

Manusia sebagai mahluk individu-sosial dalam berhubungan dengan sesamanya dapat dilihat dari dua aliran atau pandangan. Berbagai paham antropologi filsafat memandang hakekat sifat kodrat manusia dari kaca mata yang berbeda-beda. bantu membantu untuk memperoleh keperluan hidupnya. Dipandang dari segi kekuatan fisik/badaniah. memandang manusia sebagai mahluk individu yang bebas. Peraturan-peraturan itu memberi petunjuk perbuatan mana yang boleh dijalankan dan perbuatan mana yang harus dihindari. Nilai tertinggi manusia adalah perkembangan dan sehingga dengan kerja sama tujuan manusia untuk memenuhi keperluan itu akan lebih mudah dan lekas 42 . Dengan sadar atau tidak manusia dipengaruhi oleh peraturan-peraturan hidup bersama yang mengekang hawa nafsu dan mengatur hubungan antara manusia. Manusia memerlukan adanya persatuan dalam menyusun usaha dan mempunyai rencana bersama untuk dapat membela diri. tolong menolong. Tiap manusia mempunyai keperluan sendiri-sendiri.bertentangan. Peran Manusia dalam HAM Tiap manusia mempunyai sifat. watak dan kehendak sendirisendiri. Jadi peraturan 1. sehingga dapat menimbulkan pertikaian yang mengganggu keserasian hidup bersama. Namun di dalam masyarakat manusia mengadakan hubungan satu sama lain. keluarga dan kelompoknya terhadap ancaman. Aliran individualisme Faham individualisme yang merupakan cikal bakal faham liberalisme. mengadakan kerja sama. seringkali keperluan itu searah atau berpadanan satu sama lainnya tercapai. Oleh karena itu manusia seorang diri sulit untuk mempertahankan hidupnya. a. manusia tergolong mahluk yang lemah. tersebut memberi pedoman kepada manusia bagaimana bertingkah laku dan bertindak dalam masyarakat.

Aliran kolektifitas Paham kolektivitas yang merupakan cikal bakal sosialisme dan komunisme memandang sifat kodrat manusia sebagai mahluk sosial saja. Individu dipandang sekedar sebagai sarana bagi masyarakat. Oleh karena itu konsekwensinya segala aspek dalam realisasi kehidupan masyarakat. menyembah Tuhan yang Maha Esa dan menyadari apa yang menjadi kewajibannya ia senantiasa dalam hubungan dengan orang lain. Paham ini berpandangan bahwa hak dan kewajiban baik moral maupun hukum dalam kehidupan bersama senantiasa diukur berdasarkan filosofi manusia sebagai mahluk sosial. Berdasarkan sifat kodrat manusia tersebut. Paham ini dengan kepribadianya. Masyarakat semata-mata merupakan sarana bagi individu untuk mencapai tujuannya. Segala hal yang berkaitan dengan sikap moralnya baik 43 . Tidak masuk akal individu mengorbankan kepentinganya sendiri demi kepentingan masyarakat . Manusia sebagai mahluk yang berbudaya. Masyarakat sekedar melayani individu (pengertian yang lebih positif yaitu sebagai pandangan bahwa masing-masing orang hendaknya pada ikut-ikutan mengembangkan diri dan bertindak sesuai saja dengan arus massa). menghayati dirinya sendiri. penilaian dan tanggung jawab sendiri dari berpandangan bahwa hak dan kewajiban dalam kehidupan bersama senantiasa diukur berdasarkan kepentingan dan tujuan berdasarkan paradiqma sifat kodrat manusia sebagai individu. hal ini dikarenakan manusia sebagai warga masyarakat atau sebagai mahluk sosial. maka dalam cara manusia memandang dunia. b.kebahagiaan individu. kebebasan sebagai individu dan segala aktifitas dan kreativitas dalam hidupnya senantiasa tergantung kepada orang lain. bangsa dan negara didasarkan pada sifat kondrat manusia sebagai mahluk sosial.

martabat dan harga diri yang merupakan sesuatu yang sangat esensi pada diri manusia. Hak asasi manusia tidak dapat terwujud apabila individu tidak hidup bermasyarakat dalam kehidupan bangsa. sebab menyangkut harkat. senantiasa berdasarkan hakikat sifat kondrat manusia adalah manusia monodualisme yaitu sebagai mahluk individu sekaligus sebagai mahluk sosial. tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan itu tanggung norma-norma jawab moral secara pribadi individual. Oleh karena hanya berkembang dalam kerangka hubungannya dengan orang lain sehingga kebebasan moralitasnya senantiasa berhadapan dengan masyarakat. 44 . akan berbeda jika kejadiannya berlangsung di tempat lain. Hak asasi manusia Hak asasi manusia merupakan sesuatu pembicaraan yang menarik. Hak asasi manusia ialah hak-hak dasar atau pokok yang dimiliki dan dibawa manusia sejak lahir sebagai anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa atau hak yang melekat pada martabat manusia sebagai insan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. karena di dalamnya sudah menyangkut emosi adat istiadat maupun karakter atau watak warga setempat. manusia melainkan dapat senantiasa dalam hubungannya dengan masyarakat. Penerapan hak asasi yang mungkin sudah terwujud disuatu tempat. Jadi persoalan hak-hak asasi manusia berkisar antara hubungan manusia sebagai individu dengan negara sebagai organisasi masyarakat.hal maupun kewajiban moralnya. Hak asasi tumbuh dan berkembang ketika hak-hak tersebut mulai diperhatikan dan diperjuangkan terhadap kekuasaan yang dibentuk oleh masyarakat manusia itu sendiri yang disebut state/negara. Dasar filosofis sebagaimana terkandung dalam pancasila yang nilainya terdapat dalam budaya bangsa. 2.

H. menghalangi. Pelanggaran hak asasi manusia adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok termasuk aparat negara baik sengaja maupun tidak sengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum. hukum. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. SSS 45 .Menurut UU RI No. membatasi dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undangundang dan tidak mendapatkan atau dikawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku. pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. 39 tahun 1999 yang dimaksud dengan hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang maha Esa dan merupakan anugrahNya yang wajib dihormati. mengurangi.