Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan hidayah-Nya laporan task reading yang berjudul ” ASIDOSIS RESPIRATORIK” ini dapat kami selesaikan dengan sebagaimana mestinya. Di dalam laporan ini kami memaparkan hasil kegiatan yang telah kami laksanakan yakni berkaitan dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi serta metode pembelajaran berbasis pada masalah yang merupakan salah satu metode dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi. Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan serta bantuan hingga terselesaikannya laporan ini. Kami mohon maaf jika dalam laporan ini terdapat banyak kekurangan dalam menggali semua aspek yang menyangkut segala hal yang berhubungan dengan materi yang kami bahas. Oleh karena itu kami mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun sehingga dapat membantu kami untuk dapat lebih baik lagi kedepannya.

Mataram, 24 November 2012 Penyusun

Kelompok 17

BAB I PENDAHULAN 1..DAFTAR ISI KATA PENGANTAR……………………………………………………………………… Daftar Isi……………………………………………………………………………………. Daftar Pustaka……………………………………………………………………………….1 Latar Belakang…………………………………………………………………………. BAB II PEMBAHASAN BAB III PENUTUP 1.3 Kesimpulan……………………………………………………………………………. .

BAB I PENDAHULUAN 1. Tingginya kadar karbondioksida dalam darah merangsang otak yang mengatur pernafasan. dan gangguan elektrolit berat. Asidosis respiratorik dapat timbul secara akut ataupun kronik. Keasaman darah yang berlebihan karena penumpukan karbondioksida dalam darah sebagai akibat dari fungsi paru-paru yang buruk atau pernafasan yang lambat. Dalam keadaan normal. Kecepatan dan kedalaman pernafasan mengendalikan jumlah karbondioksida dalam darah. jika terkumpul karbondioksida. Misalnya. Dikatakan kronis bila ventilasi yang tidak adekuat disertai dengan nilai pH dalam batas normal. Kondisi ini terjadi akibat tidak adekuatnya ekskresi CO2 dengan tidak adekuatnya ventilasi sehingga mengakibatkan kenaikan kadar CO2 plasma. pH darah akan turun dan darah menjadi asam. seperti pada bronkopulmonari displasia. blokade neuromuskuler. . Kompensasi ginjal mengakibatkan peningkatan HCO3 serum. Asidosis respiratorik yaitu peningkatan tekanan CO2 lebih dari normal akibat hipoventilasi dan dikatakan akut bila peninggian tekanan CO2 disertai penurunan pH.35. penyakit neuromuskuler. sehingga pernafasan menjadi lebih cepat dan lebih dalam.1 Latar Belakang Asidosis respiratorik adalah kelebihan asam karbonat ditandai dengan peningkatan primer dari PaCO2 > 45 mmHg dan PH > 7. pada intoksikasi obat. atau gangguan SSP.

SGB). spasmae laring Kelaianan restriktif Penyakit pleura (efusi pleura. aspirasi. PPOK. . kelainan dinding dada (kifoskoliosis. pneumotoraks). kelainan restriktif paru (pneumonia. empiema. kelebihan O2 pada hiperkapnia    Penyakit neuromuskular Neurologis (poliomyelitis.1 Asidosis Respiratorik Terjadi apabila terdapat gangguan ventilasi alveolar yang mengganggu eliminasi CO2 sehingga akhirnya terjadi peningkatan PCO2 (hiperkapnia) Beberapa faktor yang menimbulkan asidosis respiratorik :  Inhibisi pusat pernafasan Obat yang mendepresi pusat pernafasan (sedative. sehingga bila terapi yang ditujukan untuk penyakit dasar maupun terapi oksigen sebagai suplemen tidak memberi respon baik maka mungkin diperlukan bantuan ventilasi mekanik baik invasive maupun non invasive. muskular (hipokalamia.BAB II PEMBAHASAN 2. Hiperkapnia akut merupakan keadaan kegawatan medis karena respon ginjal berlangsung lambat dan biasanya disertai dengan hipoksemia. edema)  Overfeeding Prinsip dasar terapi asidosis respiratorik adalah mengobati penyakit dasarnya dan dukungan ventilasi. anastetik). obesitas). muskular dystrophy) Obstruksi jalan nafas Asma bronchial.

Henti jantung (akut). 2. b. Cedera dinding dada seperti patah tulag-tulang iga . 2. Terjadi jika komponen ginjal belum berjalan dan HCO3. c. d. Hambatan Pada Pusat Pernafasan Di Medula Oblongata: a. pemberian oksigen pada pasien hiperkapnea kronis (kelebihan CO2 dalam darah). b.2 KLASIFIKASI. Terjadi pada penyakit pulmunari seperti emfisema kronis dan bronchitis. atau depresi susunan saraf pusat (SSP) pada pusat pernafasan dimedula oblongata seperti pada kelebihan dosis barbiturat atau narkosis.telah meningkat. syndrome tidur apnea. pneumutorak. Deformitas rongga dada : Kifoskoliosis c. 2. Asidosis Respiratorik Kronis.3 ETIOLOGI 1. atelektasis.2.plasma pada asidosis respiratorik kronik adalah 3. Terapi oksigen pada hiperkapnea kronik.masih dalam keadaan normal. ARSP. aspirasi benda asing. Jika kompensasi ginjal telah berjalan dan HCO3. sclerosis lateral amiotropik. Peningkatan kompenatorik yang diperkirakan dari HCO3. Obat-obatan : kelebihan dosis opiate. Asidosis Respiratorik Akut. Asidosis respiratorik akut umumnya timbul akibat obstruksi akut saluran nafas seperti pada laringospasme. Obesitas yang berlebihan : sindrom pickwickian d. Apnea saat tidur.5 mEq/L untuk tiap peningkatan PaCO2 sebanyak 10 mmHg diatas 40 mmHg. anestetik (akut). Gangguan Otot-Otot Pernafasan Dan Dinding Dada : a. apnea tidur obstruktif. sedative. 1. Penyakit neuromuscular: Miastenia gravis. edema pulmonal akut. poliomyelitis.

. yang menekan pernafasan. Selain itu.4. Edema paru akut e. PPOM (emfisema dan bronchitis) b. Alkalosis Metaboli 2.3. Aspirasi benda asing atau muntah b. Pneumotorak 4. seseorang dapat mengalami asidosis respiratorik akibat narkotika dan obat tidur yang kuat. Anesthesia Umum. Tahap akhir penyakit paru intrinsic yang difus c. Pneumonia atau asma yang berat d. Sedasi Berlebihan. Gangguan Pertukaran Gas : a. Hal ini dapat terjadi pada penyakit-penyakit berat yang mempengaruhi paru-paru. PENYEBAB Asidosis respiratorik terjadi jika paru-paru tidak dapat mengeluarkan karbondioksida secara adekuat. Obstruksi Saluran Nafas Atas Yang Akut : a. seperti: Emifisema Bronkitis kronis Pneumonia berat Edema pulmoner Asma Asidosis respiratorik dapat juga terjadi bila penyakit-penyakit dari saraf atau otot dada menyebabkan gangguan terhadap mekanisme pernafasan. bronkopasme berat 5. Laringospasme atau edema laring. Hipofentilasi Dihubungkan Dengan Penurunan Fungsi Pusat Pernafasan Seperti Trauma Kepala.

kusust piker. peningkatan tekanan darah. namun proses ini memerlukan waktu beberapa jam bahkan beberapa hari. 2.6. yang dapat timbul asteriksis (flapping tremor) dan mioklonus (kedutan otot). Jika keadaannya memburuk. juga menyebabkan sindrom metabolic otak. Ginjal berusaha untuk mengkompensasi asidosis dengan menahan bikarbonat. dan perasaan penat pada kepala. Peningkatan akut pada PaCO2 hingga mencapai 60 mmHg atau lebih mengakibatkan : somnolen. Retensi O2 menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah otak. sehingga menyebabkan kalsium keluar dari sel. dan akhirnya koma. 2.5. 4. Hiperkalemia dapat terjadi sebagai akibat konsentrasi hydrogen memperburuk mekanisme kompensatori dan berpindah kedalam sel.2. MANIFESTASI KLINIS Tanda-Tanda Klinis Berubah-Ubah Pada Asidosis Respiratorik Akut Dan Kronis yaitu: 1. rasa mengantuk akan berlanjut menjadi stupor (penurunan kesadaran) dan koma. Hiperkapnea mendadak (kenaikan PaCO2) dapat menyebabkan peningkatan frekuensi nadi dan pernafasan. 3. Stupor dan koma dapat terjadi dalam beberapa saat jika pernafasan terhenti atau jika pernafasan sangat terganggu atau setelah berjam-jam jika pernafasan tidak terlalu terganggu. . stupor. maka kongesti pembuluh darah otak yang terkena menyebabkan peningkatan tekanan intra cranial dan dapat bermanifestasi sebagai papilladema (pembengkakan dikus optikus yang terlihat pada pemeriksaan dengan optalmoskop). GEJALA Gejala pertama berupa sakit kepala dan rasa mengantuk. kekacauan mental.

difteri dan typhus abdominalis. otonomik dan psikologi. sehingga sering dinamai juga dengan “laringotracheobronchitis”. endokrin. . misalnya pada morbili. BRONCHITIS KRONIS Bronchitis akut adalah radang mendadak pada bronchus yang biasanya mengenai trachea dan laring. pertusis. ASTHMA BRONCHIALE Asthma adalah suatu gangguan pada saluran bronchial yang mempunyai ciri bronchospasme periodik (kontraksi spasme pada saluran nafas).Asthma merupakan penyakit yang kompleks yang dapat diakibatkan oleh faktor biochemical. b. Klasifikasi COPD : a. Ketiga penyakit yang membentuk satu kesatuan yang dikenal dengan COPD adalah : Bronchitis kronis. emfisema paru-paru dan asthma bronchiale. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (COPD) merupakan suatu istilah yang sering digunakan untuk sekelompok penyakit paru-paru yang berlangsung lama dan ditandai oleh peningkatan resistensi terhadap aliran udara sebagai gambaran patofisiologi utamanya. infeksi.COPD singkatan dari Chronic Obstrutive Pulmonary Disease atau yang biasa disebut Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Radang ini dapat timbul sebagai kelainan jalan nafas tersendiri atau sebagai bagian dari penyakit sistemik. Sering juga penyakit ini disebut dengan “Chronic Airflow Limitation (CAL)” dan “Chronic Obstructive Lung Diseases (COLD)”.

c. . EMFISEMA PARU Emfisema merupakan gangguan pengembangan paru-paru yang ditandai oleh pelebaran ruang udara di dalam paru-paru disertai destruksi jaringan.

Asidosis Respiratorik. Wilson. 2008.scribd. 18. Price & Lorraine M. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran.2011.html> http://id. Akses 28 November 2012. Gangguan Keseimbangan Asam Basa. Posted 19 Oktober 2011 <http://aslinar. 1995.blogspot.com/2008/02/asidosis-respiratorik. Aslinar. Patofisiologi edisi 4.blogspot. Posted 29 Februari 2008 <http://dr-anang.html> Anang.com/2011_10_01_archive.45 WITA. .com/doc/106263562/Asidosis%C2%A0Respiratorik.DAFTAR PUSTAKA     Sylvia A.