Anda di halaman 1dari 17

STANDAR KEPERAWATAN Perkembangan IPTEK di Indonesia semakin pesat, demikian juga perkembangan pada masyarakat membawa tuntutan baru

dalam pelayanan keperawatan yang secara kritis menilai kemampuan, penampilan kerja, sikap etis, serta ketepatan dalam memberikan asuhan keperawatan. Berdasarkan tuntutan tersebut, mutu asuhan keperawatan perlu selalu dinilai secara obyektif dan dapat dipertanggung jawabkan secara profesional. Upaya pengendalian mutu ini diwujudkan melalui Standar Keperawatan sebagai tolok ukur untuk menilai Asuhan Keperawatan. Pada dasarnya mutu asuhan keperawatan tergantung pada individu perawat, latar belakang pendidikan, kondisi praktek termasuk program evaluasi, standar keperawatan serta legislasi keperawatan (Budi, Anna Keliet, 1993). Proses, pengendalian mutu asuhan keperawatan, mencakup 3 komponen kegiatan, yaitu : penetapan standar keperawatan, pelaksanaan sistem evaluasi, pelaksanaan perbaikan dan peningkatan praktek keperawatan. Standar adalah pernyataan deskriptif mengenai tingkat penampilan yang diinginkan ada kualitas struktur, proses, atau hasil yang dapat di nilai. Standar pelayanan keperawatan adalah pernyataan deskriptif mengenai kualitas yang diinginkan untuk mengevaluasi pelayanan keperawatan yang teleh diberikan pada pasien (Gillies, 1989). Beberapa Tujuan Dari Standar Keperawatan Adalah : 1. Meningkatkan Kualitas Asuhan Keperawatan : Perawat asuhan mencapai standar yang telah ditetapkan sehingga termotivasi untuk berupaya karena arah yang dituju sudah jelas. 2. Menurunkan Biaya Perawatan : Perawat melakukan kegiatan yang telah ditetapkan dalam standar, sehingga kegiatan yang tidak perlu dan tidak bertujuan berkurang. 3. Melindungi perawat dari kelalaian dalam melakukan tugas dan melindungi pasien dari tindakan yang tidak terapeutik.

Standar Struktur : Adalah Rekomendasi mengenai hubungan organisasi antara Departemen Keperawatan dengan Departemen lain dalam institusi kesehatan (berorientasi pada organisasi yang sifatnya untuk mengadakan). Standar Isi : Berorientasi pada isi asuhan keperawatan yang disampaikan kepada orang lain dan merupakan isi keputusan yang diambil perawat. Misalnya : rencana Keperawatan.Berbagai Jenis Standar Digunakan Untuk Menunjuk Dan Mengontrol Tindakan Keperawatan : Standar Dapat Berbentuk : Standar Yang Normatif : Adalah pernyataan praktek tentang hal-hal yang baik dan ideal yang dibuat oleh sekelompok ahli. skema organisasi keperawatan. Standar Hasil : Adalah pernyataan deskriptif mengenai hasil keperawatan yang diinginkan. yaitu . dsb. Standar Yang Empiris : Menggambarkan praktek yang dapat diobservasi dengan nyata dalam sejumlah peraturan pelayanan keperawatan. Standar keperawatan digunakan untuk menetapkan isi pokok dari praktek keperawatan yang menggambarkan lingkup dan isi asuhan keperawatan yang baik. fasilitas bangsal. penerimaan karyawan. Berorientasi pada pasien yang merupakan hasil dari tindakan keperawatan untuk menentukan perubahan yang diharapkan pada status kesehatan pasien dan lingkungannya. Standar ini perlu untuk semua intervensi keperawatan. maka isi dari standar proses menentukan tindakan yang dilakukan oleh perawat terhadap pasien. Keluaran yang dihasilkan dapat positif dan negatif. Misalnya : jumlah tenaga. Misalnya : sasaran pelayanan keperawatan. intervensi sama dengan prosedur. Standar Proses : Adalah standar yang berorientasi pada tenaga keperawatan yang sifatnya menentukan mutu implementasi Asuhan Keperawatan.

23 Tahun 1992. Pada pasal 53. 3. Memberikan kepuasan kepada perawat bila ia dapat memberikan asuhan keperawatan yang baik. Menentukan kebutuhan tenaga di ruangan. Evaluasi Asuhan Keperawatan : Perawat menggunakan Standar Hasil untuk mengevaluasi intervensi. Menyusun Rencana Keperawatan : Perawat menganalisa semua data yang terkumpul tentang keadaan pasien dan keluarga kemudian mensintesakan kedalam asuhan keperawatan yang sesuai. ayat 2 dan 4. 2. Implementasi Asuhan Keperawatan : Dilakukan berdasarkan Standar Proses. Standar Hasil. 5. untuk intervensi keperawatan secara individu. dijelaskan bahwa : Tenaga Kesehatan (termasuk Perawat) dalam melakukan tugasnya berkewajiban untuk mematuhi standar profesi dan menghormati hak . Mengidentifikasi isi program orientasi dan pengembangan staf. setelah implementasi perawat membuat dokumentasi tentang tindakan yang dilakukan dan respon pasien terhadap tindakan tersebut (Standar yang dipakai adalah Standar Isi). apakah positif atau negatif. Membantu perawat dalam mengevaluasi dan meningkatkan praktek keperawatan.menggambarkan apa yang harus dilakukan dan bagaimana pasien akan mendapatkan keuntungan dari asuhan keperawatan yang baik : 1. Rencana ini terdiri atas : Standar Proses. 2. Manfaat Standar Keperawatan : 1. 4. Undang-undang Kesehatan RI No. dibuat untuk pasien tertentu. Memberikan kriteria yang obyektif untuk mengkaji hasil kerja perawat 4. 3. Untuk Melakukan Pengkajian : Perawat menggunakan standar isi untuk mengumpulkan data pasien pada awal interaksi.

Keperawatan sebagai suatu profesi dibidang kesehatan bertanggung jawab untuk mempertahankan mutu praktek keperawatan kepada masyarakat.pasien. Evaluasi dan Pengendalian Mutu . Administrasi dan Pengelolaan III. yaitu Standar Pelayanan Rumah Sakit yang meliputi : • • • • • • • • • • Administrasi dan Manajemen Pelayanan Medis Pelayanan Gawat Darurat Pelayanan Kamar Operasi Pelayanan Intensive Pelayanan Tinggi Pelayanan Keperawatan Pelayanan Anestesi Pelayanan Radiology Pelayanan Farmasi • Perinatal Resiko • • • • • • • • Pelayanan Laboratorium Pelayanan Rehabilitasi Medik Pelayanan Gizi Pelayanan Rekam Medis Pelayanan pengendalian infeksi di Rumah Sakit Pelayanan Sterilisasi Sentral Pelayanan Keselamatan Kerja Pelayanan Bencana Pelayanan Pemeliharaan Sarana Kewaspadaan Salah satu standar yang telah disebut diatas adalah pelayanan keperawatan. Sistematika Standar Pelayanan Keperawatan terdiri dari 7 Standar. yang berisi : Kriteria-kriteria penting mengenai jenis disiplin Pelayanan yang berkaitan dengan struktur dan Proses Pelayanan Rumah Sakit. Adapun pelaksanaan penerapan standar praktek dilingkungan Depkes RI. Kebijakan dan Prosedur VI. Falsafah dan Tujuan II. yaitu : Standar Standar Standar Standar Standar Standar Standar I. Staf dan Pimpinan IV. Standar Praktek Keperawatan merupakan alat pengendali mutu baik kualitas maupun kuantitas pelaksanaan pelayanan keperawatan yang diharapkan oleh masyarakat. dimulai dengan pelaksanaan Standar Pelayanan. Pengembangan Staf dan Program Pendidikan VII. Fasilitas dan Peralatan V.

Falsafah Keperawatan II.Pada standar II. yaitu : Standar Standar Standar Standar Standar Standar Standar Standar I.Catatan Keperawatan Kesimpulan Untuk dapat menyusun Standar Keperawatan baik struktur. oleh karena itu standar ini dapat dipakai sebagai patokan untuk meningkatkan Mutu Pelayanan Keperawatan.Evaluasi Keperawatan VIII. Asuhan Asuhan .Pengkajian Keperawatan IV. yaitu Administrasi dan Pengelolaan didalamnya disusun Standar Asuhan Keperawanan.Perencanaan Keperawatan VI. bidang keperawatan perlu melihat filosofi dan tujuan dari bagian keperawatan kemudian memilih teori keperawatan yang cocok untuk dimodifikasi atau diadisi dan menerapkannya dalam sistem yang ada. Standar asuhan Keperawatan tersebut terdiri dari 8 standar. setelah itu menentukan macam standar dan topiknya yang akan dikembangkan dan disusun.Diagnosa keperawatan V.Intervensi Keperawatan VII.Tujuan Keperawatan III. maupun isi. proses.

Untuk melakukan pengkajian perawatan menggunakan standar isi untuk mengumpulkan data klien pada permulaan berinteraksi dengan pasien. Standar Asuhan Keperawatan digunakan untuk menetapkan isi pokok dari praktek keperawatan yang menggambarkan lingkup dan isi asuhan keperawatan yang bermutu. Selah melaksanakan tindakan keperawatan. pesawat menggunakan standar hasil untuk mengevaluasi apakah hasilnya positif atau negatif. yaitu menggambarkan apa yang harus dilakukan dan bagaimana klien akan dapat keuntungan dari asuhan keperawatan yang bermutu. Oleh karena itu standar proses menentukan tindakan yang dilakukan oleh perawat kepada klien. Standar Keperawatan diadakan atas dasar : Standar Struktur yang berorientasi pada institusi. Setelah menyusun rencana keperawatan perawat melaksanakan asuhan keperawatan dengan menggunakan standar proses untuk intervensi keperawatan secara individu. Standar digunakan sebagai kriteria untuk mengukur keberhasilan perilaku perawat. perawat membuat catatan/dokumentasi tindakan yang telah dilakukan dan respon pasien klien terhadap tindakan tersebut. Untuk memastikan apakah sasaran intervensi keperawatan tercapai ditandai dengan : klien tidak mengalami komplikasi dan mengalami rasa nyaman selama pelaksanaan tindakan keperawatan. .STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN Standar merupakan pernyataan deskriptif tentang tingkat penampilan yang dipakai untuk menilai mutu. Dalam menyusun rencana keperawatan. standar proses berorientasi pada kinerja perawat dan standar hasil berorientasi pada klien. Untuk melakukan evaluasi asuhan keperawatan. perawat menggunakan standar proses yaitu standar asuhan dan standar prosedur serta standar isi. Cara Menulis Standar Proses Untuk Intervensi Keperawatan : Intervensi keperawatan adalah prosedur praktek keperawatan.

Standar hasil dapat positif maupun negatif tergantung dari respon klien terhadap Asuhan Keperawatan yang diberikan.Dalam Menyusun Proses Perlu Diperhatikan Langkah-Langkah Untuk Menulis Standar Proses : • • • • • • • Menentukan Intervensi Menentukan tujuan dari intervensi Mengkhususkan tindakan keperawatan yang penting untuk mencapai sasaran Mensekresikan kapan tindakan keperawatan perlu dilakukan Mengkombinasikan standar proses dan legislasi Meniadakan saran dan rasionalisasi dari standar proses yang sudah ditulis Melakukan validasi standar proses oleh tim yang telah ditentukan sebelumnya. bila : • • • Status Kesehatan Meningkat Status Kesehatan Terpelihara Rasa Nyaman Psikologis Dan Fisiologis Meningkat . lingkungan dimana klien berada dan besarnya kepuasan setelah menerima asuhan yang diberikan oleh perawat. Cara Menulis Standar Hasil : Standar hasil adalah merupakan gambaran status kesehatan klien. Standar Hasil Meliputi : • • • Hasil yang harapkan Kapan hasil akan tercapai Bagaimana hasil ini dapat diketahui Hasil yang di harapkan : Hasil dapat positif.

peninggian nadi dan tensi. Mengidentifikasi Tujuan Penyuluhan . Bagaimana Hasil Itu Dapat Dicapai : Dengan menulis gambaran pasti tentang perilaku klien atau lingkungan yang diharapkan terlihat bisa standar hasil terpenuhi. Contoh : Tidak terjadi Hypoxia dalam 1 jam setelah penghisapan lendir pada tracheostomi yang ditandai oleh tidak ada tanda dyspneu. maka intervensi dapat dimodifikasi atau disesuaikan dengan keadaan. Contoh : Menulis standar isi untuk menyuluhan maka mencakup : apa yang dibutuhkan oleh klien untuk mencegah atau menangani masalah kesehatan.Hasil Negatif. Bila standar hasil tidak dapat dicapai dalam waktu yang ditentukan. Standar ini berisi tentang pengambilan keputusan perawat. dan waktu berbeda untuk setiap intervensi. Langkah-langkah : • • Mengidentifikasi Situasi Kesehatan Klien. maka perlu ditentukan pada semua standar. Bila : • • • Status Kesehatan Klien Mengalami Kemunduran Gagal Dalam Memelihara Kesehatannya Ketidakmampuan Klien Menangani Masalah Kesehatannya Kapan Hasil Diharapkan Terjadi : Waktu merupakan hal yang penting. Menulis Standar Isi : Standar isi memberikan klien/keluarga informasi yang dibutuhkan untuk mencegah atau menangani masalah kesehatan. arrhythmias dan cyanosis.

misalnya mengetahui. kemudian memilih teori keperawatan yang cocok untuk dimodifikasi atau diadopsi dan menerapkannya dalam sistem yang ada. Proses. Yang berhubungan dengan Perawat Sifat Standar : 1. baik Standar Struktur. Dapat dilaksanakan Untuk dapat menyusun Standar Keperawatan. Kalimat harus dipahami secara jelas pengertiannya oleh perawat atau anggota ini tim kesehatan. Dapat diterima oleh kelompok profesi. Cocok dengan situasi 2. Yang berhubungan dengan Klien 2. normal. karena standar ini dapat dipakai sebagai patokan untuk meningkatkan mutu pelayanan . Hasil maupun Standar isi. mungkin dan sebagainya. Pernyataan harus memenuhi ketentuan penting untuk mengidentifikasikan tanggung jawab perawat atau mengenai asuhan yang tepat untuk klien dengan berbagai masalah kesehatan. Bidang Keperawatan perlu melihat filosofi dan tujuan dari bagian Keperawatan. profesi lain/konsumen 3. ringkas dan tepat. 2. Ada 2 (dua) Cara Mengklarifikasikan Pernyataan 1. mengerti. Setelah itu menentukan macam standar dan topiknya yang akan dikembangkan dan disusun.• • • Mengembangkan Materi Pengajaran Mengkombinasikan Standar Isi Dan Logika Membuat Validasi Standar Isi Menulis Standar Yang Berarti Mempunyai 2 (Dua) Persyaratan Yaitu : 1. Penggunaan Kata : Jangan menggunakan kata yang dapat menimbulkan inter prestasi yang keliru atau berarti ganda. sering. Kalimat harus jelas.

mengharuskan rumah sakit untuk mengembangkan secara terus menerus. Untuk itu setiap rumah sakit harus meningkatkan penampilannya masing-masing secara terencana sesuai dengan keutuhan dan tuntutan masyarakat agar dapat terus berkembang. Sejalan dengan perubahan sosial budaya masyarakat akan pelayanan kesehatan yang baik. PPKC-PELATIHAN PUBLIK/MANAJEMEN-BIDANG –KEPERAWATAN TANGGAL-14-OKTOBER-S/D-24-OKTOBER-2002 PROGRAM KENDALI MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN PENDAHULUAN Penggunaan Kesehatan dibidang perumah sakitan bertujuan untuk meningkatkan mutu. Secara umum Gugus Kendali Mutu pelayanan keperawatan bertujuan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan secara khusus Gugus Kendali Mutu pelayanan keperawatan mengilhami kerja sama yang efektif. PENGERTIAN PROGRAM KENDALI MUTU . Salah satu usaha peningkatan mutu pelayanan rumah sakit di semua unit pelayanan terutama pelayanan perawatan. Peningkatan mutu pelayanan keperawatan dapat dilaksanakan dengan berbagai cara/bentuk salah satu diantaranya melalui Gugus Kendali Mutu Pelayanan Keperawatan. Apabila rumah sakit tidak mempersiapkan diri secara lebih dalam upaya peningkatan mutu pelayanan. meningkatkan keterlibatan pegawai dalam tugas. cukupan dan efisiensi pelaksanaan pemantapan manajemen rumah sakit. maka rumah sakit akan dijauhi oleh masyarakat yang membutuhkannya. meningkatkan motivasi kerja. menciptakan kemampuan memecahkan masalah dan memperbaiki komunikasi dalam organisasi.keperawatan.

Dasar TQC/PKT berpijak pada mentalitas. quality. maintenance and quality improvement efforts of the varios groups in an organisaton. (pengendalian kualitas terpadu adalah sistem yang efektif dalam mengintegrasikan usaha pengembangan. pemeliharan dan perbaikan kualitas. Dari berbagai kelompok dalam organisasi sehingga meningkatkan produksi dan pelayanan tingkat yang paling ekonomis serta kepuasan konsumen). TQC = (sub) sistem manajemen dan kegiatan yang melibatkan semua tingkat karyawan melalui penerapan konsep “quality control” dan metode statistik untuk memadukan usah pengembangan. dan kelanggengan kualitas usaha pada tingkat yang paling ekonomis demi kepuasan pelanggan/pasien. yang dibuat untuk mengukur dan mengkaji struktur. kecakapan dan managemen participative untuk mengutamakan kualitas kerja menuju pada suatu standardisasi mutu yang tinggi dan kepuasan masyarakat. “TQC in an effective system for integrating the quality development. dan keadaan institusi untuk mencapai dan mempertahankan kualitas. 2.Definisi Program Kendali Mutu menurut Royal Australia Nursing Federation. pertumbuhan dan kelanggengan lembaga serta kepuasan karyawan sendiri. 3. 1985 adalah sebagai berikut : Suatu perencanaan yang sistematis dengan menggunakan instrumen evaluasi khusus. Upaya Menjaga Mutu (Quality Assurance) Quality assurance adalah semua kegiatan dan program yang bertujuan meningkatkan mutu asuhan di . Ahli lain menggunakan definisi Total Quality Control (TQC). proses dan hasil suatu praktek pelayanan disesuaikan dengan standar. so as to enable production and service at the most economical levels which allow for full customer satisfaction”. Dasar Pengertian TQC (PKT) : 1.

Kualitas pengiriman d. orang dan aktivitas b. 4. Pengertian Kualitas (Mutu) mencakup : Segala usaha untuk menjamin atau memastikan tercapainya kualitas. GKM adalah wadah penerapan pengendalian kualitas bagi kelompok (5-10) orang dari lingkup kerja yang dengan suka rela dan sadar melakukan pengendalian dan perbaikan mutu secara berkesinambungan. Para fasilitator didukung dan dikoordinasikan oleh koordinator GKM dan Steering Committee. Kualitas moral 6. Gugus Kendali Mutu (GKM) a. Anggota kelompok dibantu seorang fasilitator yang terlatih. Peningkatan kualitas pelayanan dilakukan secara koordinat dan terpadu. . 5. Pengertian Kualitas (Mutu) Mencakup : Kesesuaian terhadap persyaratan yang memuaskan pelanggan yang meliputi a. Pengertian Terpadu Terpadu melibatkan seluruh tingkat dan fungsi organisasi (karyawan) dalam segala usaha pengembangan. b. Kualitas biaya c. Kualitas keselamatan e. Kualitas produk/jasa. yaitu dengan siklus Deming (yang diterapkan di Jepang) yang meliputi Plan-DoCheck-Action serta meliputi sasaran 5 M Pada seluruh kegiatan dalam lingkungan organisasi.rumah sakit. pelestarian. 7.

masalah besar 80% . Peningkatan kualitas manajemen . menganalisa data oleh pembuat keputusan Menggerakkan terus menerus siklus PDCA Melakukan pengendalian kualitas dalam proses kerja Menerapkan proses perawatan dan dokumentasi secara lengkap. Menunjang (Analisis Pareto) 20% .masalah kecil pimpinan dipecahkan oleh semua karyawan PRINSIP PROGRAM KENDALI MUTU KEPERAWATAN • • • • • • • • • • • • • • • • • Mengutamakan kualitas/mutu pelayanan Setiap karyawan mengarahkan perhatian kepada pelanggan/pasien Dilakukan bersama oleh seluruh tim pelayanan Koordinasi dilakukan dengan baik Ekonomis. Peningkatan Komitmen terhadap lembaga 2. kurangi akibat dan tanggulangi penyebabnya. Hargailah karyawan secara manusiawi Manfaat Program Kendali Mutu Keperawatan 1. Jangan menyalahkan orang lain. tidak terlalu banyak biaya Fokus terhadap faktor kinerja yang kritikal misalnya asuhan yang diberikan Menganut sistem prioritas Melakukan pekerjaan sejak awal secara benar Pengendalian dengan data. Peningkatan produktivitas dan kualitas pelayanan keperawatan 4.8. Sasaran pengendalian kerja jelas / dapat diukur Standardisasi proses dan hasil kerja tertulis jelas Dalam menghadapi persoalan. Peningkatan semangat kerja 3.

Evaluasi (menilai. Penghematan biaya 7.5. • Gugus Kendali Mutu Keperawatan Program Menjaga Mutu Keperawatan (Qa Program) Program menjaga mutu (Qulaity Assurance Program) adalah program rumah sakit yang mencerminkan upaya para pemberi pelayanan kesehatan (PPK) memecahkan masalah dalam asuhan kesehatan dengan tujuan meningkatkan mutu asuhan itu. salah obat. Macam-macam kegiatan peningkatan mutu pelayanan keperawatan. Memantau (menemukan dan identifikasi masalah) 2. Dengan prinsip pendekatan pemecahan masalah. Pengembangan karyawan (SDM) 8. pasien jatuh. menggunakan peluang untuk meningkatkan asuhan itu. Peningkatan mutu pelayanan keperawatan dapat dilakukan melalui beberapa cara antara lain: • Pemantauan laporan kejadian keperawatan. Joint Commission on Accreditation oh Healthcare Organization. Pengembangan pemimpin-pemimpin dan kader untuk masa depan. dan memecahkan masalah yang terungkap. Sikap saling menghargai antara lapisan manajemen dan sesama karyawan 9. tingginya angka infeksi nosokomial di ruangan perawatan dan lain sebagainya. Peningkatan komunikasi di Unit/pelayanan 6. menentukan penyebab masalah) 3. badan yang menyelenggarakan akreditasi rumah sakit di Amerika. Koreksi (memecahkan/mengatasi masalah-masalah yang terjadi dalam asuhan kesehatan di rumah sakit) . Mendefinisikan program QA sebagai : program berlanjut yang disusun untuk secara obyektif dan sistematik dan memantau dan menilai mutu dan kewajaran (appropriateness) asuhan terhadap pasien. program menjaga mutu (QA) pada dasarnya terdiri atas kegiatan berlanjut : 1.

Menentukan standar profesi 3. Menilai Penampilan • • • Review (Analisa) Evaluasi Penilaian Oleh Pihak Luar Delapan Langkah Proses Pemecahan Masalah PDCA Proses pemecahan masalah yang digunakan oleh program kendali mutu dimulai dengan meneliti (PLAN) melaksanakan penelitian masalah (DO). seperti beberapa contoh dibawah ini : • • • • • • • • • Pembinaan manajemen Pembinaan tenaga staf dan profesi Pembinaan sistem Investasi akat dan teknologi Pemiliharaan preventif terhadap alat-alat Penilaian jasa dan pelayanan Penilaian kebakaran Latihan-latihan pengamanan Pendidikan medik berlanjut penampilan (performance appraisal) misalnya terhadap 4. dan akhirnya menetapkan standarisasi serta menentukan masalah berikutnya (ACTION).Kegiatan – Kegiatan Dalam Menjaga Mutu Adalah : 1. Memantau Kegiatan • • Pengawasan (Quality Control) Supervisi 5. Mengadakan investasi (manusia. alat dan sistem) untuk meningkatkan mutu. . memeriksa hasil pelaksanaan pemecahan masalah (CHECK). Menentukan obyektif (apa yang mau dicapai dengan AQ) 2.

Memeriksa hasil (Check) 4. Melaksanakan rencana penanggulangan masalah (DO) 3. Penggolongan data (Statifikasi) 3. Diagram sebab akibat (diagram tulang ikan) 5.Proses Pemecahan Masalah Terdiri Dari Empat Tahap Utama : 1. Diagram Pareto 4. Merencanakan masalah (Plan) 2. Histogram . Tindakan (Action) Tahap I Merencanakan (Plan) Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 : Menentukan Tema Dan Judul : Mencari Penyebab Masalah : Penetapan Urutan Penyebab : Perumusan Rencana Penanggulangan Tahap II Melaksanakan (Do) Langkah 5 : Melaksanakan rencana penanggulangan masalah Tahap III Memeriksa Hasil (Check): Langkah 6 : Memeriksa Hasil Tahap IV Tindakan (Action) Langkah 7 Langkah 8 : Standardisasi : Menetapkan Rencana Berikutnya Delapan Alat Piranti Dasar Tujuh piranti sebagai alat bantu dalam pelaksanaan PKT untuk meneliti. Lembar pengumpulan data (Check Sheet) 2. menganalisa dan memecahkan persoalan yaitu : 1.

Peta pengendalian (Control Chart) 7.6. Sumbang saran kreatif (Brainstormingt) PPKC-PELATIHAN-REPUBLIK/MANAJEMEN-BIDANG-KEPERAWATAN TANGGAL-14-OKTOBER-S/D-24-OKTOBER-2002 . Diagram pencar (Scatter Diagram) 8.