Anda di halaman 1dari 10

Pertanyaan Diskusi Nomor 1

Nama : Eko Prianggono NIM : 105020315111014 Praktikum Audit Kelas CF

Bukti lisan adalah bukti yang diperoleh oleh auditor dengan cara menanyakan langsung kepada manajer atau karyawan klienyya untuk menghasilkan informasi tertulis maupun lisan.. Auditor harus waspada terhadap pernyataan lisan yang diberikan oleh manajer atas benar tidaknya pernyataan yang diberikan sebagai jawaban karena umumnya bukti lisan memerlukan penyelidikan lebih lanjut untuk menguatkan bukti ini. Maka dapat disimpulkan bahwa kualitas bukti audit tidak dapat dihandalkan sampai auditor melakukan penyelidikan lebih lanjut atas bukti lisan ini. Kompetensi bukti merujuk pada tingkat dimana bukti tersebut dapat dipercaya atau diyakini kebenarannya. Karena bukti lisan masih memerlukan penyelidikan/pembuktian lebih lanjut maka bukti lisan dianggap masih kurang kompeten, terlebih apabila sumber bukti lisan tersebut dari internal klien. Nomor 2 Beberapa contoh atas kecurangan akun piutang usaha PT. Maju Makmur :
a. Menunda pencatatan piutang (metode gali lubang tutup lubang)

Gali lubang tutup lubang akan sulit dideteksi dalam sistem ini. Contohnya, asumsikan bahwa pelaku kecurangan menggelapkan pe,bayaran pelanggan senilai $500. Jumlah ini tidak akan dicatat kedlam rekening pelanggan tersebut dalam pariode sekarang dan saldo yang akan dipindahkan ke pariode berikutnya dinyatakan terlalu tinggi sebesar $500. Dalam pariode berikutnya, uang yang diambil dari pelanggan lainakan digunakan untuk menutup sejumlah tersebut. Akan tetapi pelanggan kaan mengeluh karena pembayarannya tidak tercatat. Apabila pelaku itu sendiri yang menangani hal tersebut maka ia akan mengatakan bahwa pembayaran terlambat diterima sehingga kan muncul di laporan berikutnya. Ini terlihat dari tingginya rasio perputaran piutang PT. Maju Makmur.
b. Tidak mencatat pembayaran dari pelanggan atau melakukan pembukuan piutang fiktif

(metode faktur terbuka) Untuk menggambarkan situasi gali lubang tutup lubang pada metode faktur terbuka ini asumsikan pelanggan Amengirim sebuah cek senilai $3000 untuk membayar sebuah faktur terbuka dengan jumlah yang sama. Pelaku kecurangan akan mengantongi cek tersebut tanpa mencatatnya pada pariode sekarang. Kemudian pelanggan B membayar $5000 yang kemudian dipotong sebesar $3000 untuk membayar pelanggan A yang sudah dikantongi

sebelumnya. Sisanya ($2000) akan dimasukkan dalam faktur pelanggan B yang tetap terbuka. Saldo sebesar $3000 akan dipindahkan ke dalam pariode berikutnya. Nomor 3 Kenaikan piutang usaha mengindikasikan penjualan fiktif, bagaimana dan mengapa penjualan fiktif dilakukan? Adanya penjualan fiktif ini disebabkan oleh kelemahan pengendalian yang ditemukan oleh Indah Sanjaya yaitu tidak adanya pemisahan antara departemen pengeluaran dan pengumpulan, disamping itu karena kurangnya jumlah staf yang menyebabkan pemisahan tanggung jawab menjadi relatif sulit. Nomor 4 Informasi yang diberikan (atau gagal diberikan) yang dapat menyebabkan masalah bagi auditor yaitu : a. Semua orang yang membutuhkan informasi tentang buku besar pembantu piutang usaha dapat masuk dan melihatnya. Hal ini mengindikasikan bahwa pengendalian akses informasi penting tidak dibatasi b. Perhitungan umur piutang usaha hanya dilakukan pada akhir tahun. Seharusnya perhitungan umur piutang usaha dilakukan setiap akhir bulan untuk dapat dijadikan perbandingan dengan bulan sebelumnya sehingga dapat dilakukan evaluasi . c. Tidak ada pihak intern yang independen memeriksa buku besar pembantu, hanya diperiksa oleh auditor independen sekali dalam setahun d. Penyelesaian komplain dari pelanggan semua diterima di kantor departemen trasurer, mereka membuka surat lalu memberikan kepada asisten presiden kemudian diselesaikan secara personal. Hal ini mengindikasikan mekanisme check and balance tidak dilakukan. e. Pada proses penggajian tidak dilakukan review terhadap laporan kredit, jika pembayaran telah dilakukan perusahaan menganggap resiko kreditnya baik. f. Asisten presiden tidak tahu pasti mengapa terjadi banyak penghapusan piutang di tahun 2010. g. Penerapan angka 0,7% estimasi piutang tak tertagih pada akhir tahun selama ini tidak diketahui oleh asisten presiden darimana angkanya.

Nomor 5 Seorang auditor dapat mengabaikan tes pengujian efektivitas prosedur pengendalian pada kondisi ketika auditor menilai bahwa sistem pengendalian internal sangat lemah. Ketika sistem pengendalian dinilai sangat lemah maka auditor dapat langsung melakukan audit lanjutan atau subtantive test. Nomor 6 a. Jika perusahaan tidak mampu mengurangi risiko pengendalian dibawah level maksimum, maka pengaruh terhadap resiko deteksi adalah resiko deteksi pada level yang lemah karena tidak mampu mendeteksi salah saji yang disebabkan lemahnya pengendalian perusahaan.
b. Dampak risiko deteksi yang diharapkan apabila

risiko inheren dan risiko

pengendaliannya tinggi ? Risiko bawaan dan risiko pengendalian adalah dua risiko yang terlebih dahulu ada, terlepas dari dilakukan atau tidaknya audit atas laporan keuangan. Sedangkan risiko deteksi berhubungan dengan dengan prosedur audit dan dapat diubah oleh keputusan auditor itu sendiri. Risiko deteksi mempunyai hubungan yang terbalik dengan risiko bawaan dan risiko pengendalian. Semakin tinggi risiko inheren dan risiko pengendalian, maka semakin rendah tingkat risiko deteksi yang dapat diterima (Soekrisno Agoes, Auditing 2012) Nomor 7 Konfirmasi adalah jawaban atas permintaan auditor baik tertulis maupun lisan atas keakuratan suatu informasi dari pihak ketiga yang independen (sebaiknya dalam bentuk tertulis). Jawaban tersebut seyogyanya langsung disampaikan kepada auditor. Konfirmasi terdiri atas 2 tipe :
a. Konfirmasi positif. Pada konfirmasi positif ini, pihak ketiga diminta untuk menjawab

baik informasi yang diterimanya akurat maupun tidak akurat. Konfirmasi positif digunakan dalam keadaan yaitu saldo piutang per pelanggan relatif besar, jumlah pelanggan sedikit, dan pengendalian internal piutang (agak) lemah.
b. Konfirmasi negatif. Pada konfirmasi ini, pihak ketiga diminta untuk menjawab jika

informasi yang diterimanya tidak akurat. Konfirmasi positif digunakan dalam keadaan

yaitu saldo piutang per pelanggan relatif kecil, jumlah pelanggan (cukup) banyak, dan pengendalian internal piutang (cukup) kuat. Nomor 8 Atribut apa yang menunjukkan suatu piutang usaha harus dikonfirmasi? Pemilihan suatu piutang usaha bisa menggunakan statistical sampling atau random sampling/judgement sampling. Misalnya, pilih pelanggan dengan saldo > Rp.10.000.000,ditambah dengan 5 pelanggan dengan saldo < Rp. 10.000.000,-. Nomor 9 Item apa saja yang menjadi jejak audit dan informasi apa yang dapat dikumpulkan dari masing-masing jejak audit? - Faktur Penjualan, berisi informasi jumlah barang yang dipesan oleh pelanggan. Tingkat kepercayaan tinggi karena berupa dokumen otentik dan dapat dikonfirmasikan kepada pihak ketiga (pelanggan).
-

Bill of lading, dokumen yang digunakan untuk mengantar barang yang dikirim ke

pelanggan berisi rincian dan jumlah barang yang dikirim ke pelanggan. Dari Bill of lading dapat diketahui berapa jumlah barang yang dikirim kepada pelanggan yang menjadi piutang PT Maju Makmur. Tingkat kepercayaan tinggi karena merupakan dokumen siklus pendapatan. Nomor 10 a. Berdasarkan wawancara, Agus Kuncoro tidak dapat menjelaskan darimana angka ini diperoleh. Menurut Agus Kuncoro, angka tersebut selalu digunakan selama ini dan sudah menjadi kesepakatan sejak beberapa tahun yang lalu.
b. Menurut saya, metode tersebut tidak rasional. Seharusnya angka 0,7% tersebut harus

dapat menjelaskan persentasi piutang tak tertagih dialokasikan berdasarkan atas hal apa. c. Taksiran akuntansi klien dapat menimbulkan risiko terjadinya manipulasi karena mungkin pada tahun-tahun dimana seharusnya kondisi piutang yang tak tertagih jauh berada dibawah 0,7% tetapi karena angka 0,7% sudah jadi kesepakan lama maka tiap tahun dialokasikan 0,7%.
d. Auditor harus mengevaluasi estimasi akuntansi yang dibuat oleh manajemen untuk

piutang tak tertagih. Klien harus menyediakan dokumentasi yang diperlukan , faktor estimasi dan asumsi yang mempengaruhi perkiraan, prosedur yang digunakan untuk

mempersiapkan estimasi dalam penyajian laporan keuangan, dan perbandingan estimasi dan hasil aktual masa lalu untuk mendukung kewajaran perkiraan mereka saat ini. Nomor 11 Menurut saya, rekomendasi Indah Sanjaya mengenai konfirmasi akun piutang usaha sebaiknya dilakukan per 30 November 2010 yang merupakan saldo interim. Hal ini dikarenakan untuk mendapatkan validitas dan keakuratan data saldo akun piutang. Apabila dilakukan per 31 Desember 2010 akan ada transaksi-transaksi yang terkait dengan akhir periode siklus akuntansi yaitu transaksi akrual. Nomor 12 Menurut saya, sebenarnya Agus Kuncoro telah membuat keputusan yang benar dalam mendesain sistem dan kewenangan yang dimilikinya dalam melaksanakan tanggung jawab pekerjaan. Akan tetapi ada beberapa kelemahan dalam sistem dan kewenangannya. Misalkan, akses kepada buku besar pembantu piutang usaha dapat diakses oleh semua orang yang memerlukan. Seharusnya akses kepada buku besar pembantu piutang usaha dibatasi. Latihan Nomor 1 KAP Adi Susilo dan Rekan Kuesioner Pengendalian Internal : Piutang Usaha
Pertanyaan 1. Apakah pihak independen melakukan rekonsiliansi secara rutin atas buku besar pembantu? 2. Apakah untuk penghapusan piutang yang diragukan ada kriterianya tersendiri? 3. Apakah akun yang akan dihapuskan telah diperiksa secara memadai dan diotorisasi oleh pihak yang independen? 4. Apakah tindak lanjut Komentar Atas Sistem Yang Diterapkan Rekonsiliasi atas buku besar hanya dilaksanakan setidaknya sekali dalam setahun oleh auditor independen Saldo piutang tidak dihapus sebelum mencapai tempo waktu lima atau enam bulan kecuali ada alasan yang jelas Penghapusan piutang dilakukan oleh Asisten Presiden tanpa adanya pihak lain yang mengawasi Signifikansi Saran

Akan timbul Setiap akhir bulan risiko salah saji dilakukan rekonsiliasi dan kecurangan secara rutin atas buku besar pembantu dari masing-masing pelanggan Akan timbul Harus ditentukan dengan risiko salah saji jelas kriteria penghapusan dan kecurangan piutang ragu-ragu berdasarkan metode pembayaran n/45 Akan timbul Seharusnya penghapusan manipulasi piutang dilakukan oleh piutang usaha pihak independen dan diotorisasi oleh pihak independen juga Tidak ada tindak lanjut lagi Akan timbul Seharusnya setelah suatu

yang memadai dilakukan pada setelah akun dihapuskan, akun-akun yang dihapuskan? hanya penjualan kepada pelanggan yang akunnya dihapuskan dihentikan sampai pembayaran dari pelanggan diterima 5. Apakah perusahaan Perusahaan menggunakan secara periodik melakukan metode yang telah evaluasi kembali metode yang dilakukan dari tahun-tahun digunakan untuk sebelumnya yaitu dengan mengestimasi piutang tak besaran 0,7% dari total tertagih piutang untuk mengestimasi piutang tak tertagih 6. Apakah penagihan pada Divisi penjualan adalah pelanggan dilakukan oleh pihak yang melakukan pihak yang terpisah dari penagihan kepada bagian buku besar pembantu? pelanggan sampai penagihan kedua setelah 60 hari tidak dibayar. Pada penagihan ketiga atau 90 hari tidak dibayar penagihan dilakukan oleh asisten presiden 7. Apakah terdapat Komplain pelanggan hanya pemeriksaan independen ditangani oleh Asisten mengenai komplain yang Presiden, tidak ada pihak disampaikan pelanggan atas independen yang tagihan yang diterima? mengawasinya

risiko salah saji akun dihapuskan dan kecurangan manajemen melakukan langkah-langkah untuk menagih kepada pelanggan atas piutang yang tidak tertagih Akan timbul Seharusnya dilakukan risiko salah saji evaluasi terhadap dan kecurangan penetapan persentase piutang tak tertagih. Dasarnya bisa dari tren naik turunnya besaran piutang tak tertagih tiap periode Akan timbul Seharusnya penagihan risiko salah saji piutang dilakukan oleh dan kecurangan satu bagian saja dan harus ada juga otorisasi atas tagihan oleh pihak yang independen

Akan menimbulkan risiko kecurangan

8. Apakah kebijakan Tidak ada perubahan Akan timbul kebijakan perusahan risiko salah saji perusahaan mengenai persetujuan dan kecurangan persetujuan kredit tahun lalu mengenai kredit tahun lalu berubah?

9. Dapatkah penjualan Penjualan secara kredit secara kredit dilakukan tanpa tidak dapat dilakukan persetujuan kredit di awal? tanpa persetujuan kredit dari Presiden atau Asisten Presiden Pertanyaan Komentar Atas Sistem Yang Diterapkan 10. Apakah file kredit dicatat File kredit telah dicatat dengan lengkap dan direview dengan lengkap akantetapi secara periodik? tidak dilakukan review

Akan timbul risiko salah saji dan kecurangan

Dibuat sebuah sistem untuk menangani komplain tagihan dari pelanggan. Setidaknya ada 2 pihak independen yang menanganinya agar mekanisme chek & balance ada Dibuat sebuah prosedur persetujuan kredit yang konsisten dan juga sistem review terhadap persetujuan kredit harus dperbaiki. Perlu dilakukan perbaikan atas prosesdur persetujuan kredit agar prosesnya tidak terlalu lama. Saran

Signifikansi

Akan timbul Agar file kredit dilakukan risiko salah saji review secara periodik, dan kecurangan minimal sekali sebulan

secara periodik

11. Apakah faktur diperiksa sesuai dengan barang yang dikirimkan dan harga barangnya?

Faktur telah dikirimkan ketika Asisten Presiden memeriksa harga dan perhitungan, sehingga pada beberapa kasus harus dikirimkan tagihan ke pelanggan lagi karena ditemukan kesalahan

12. Apakah perkalian dan penjumlahan diperiksa kembali? 13. Apakah diskon kas diperhitungkan kembali dan selalu diupdate secara aktual?

Perkalian dan penjumlahan telah dihitung dengan teliti dan diteliti kembali Diskon kas diperhitungkan Akan timbul kembali, tetapi berdasarkan risiko salah saji alur, update diskon tidak dan kecurangan dilakukan secara aktual Penjulan dan pengiriman barang tidak dapat dilakukan tanpa adanya faktur yang dicatat dan dikirimkan.

yaitu diakhir bulan. Hal ini digunakan sebagai evaluasi atas kinerja perusahaan bulan sebelumnya. Akan timbul Seharusnya faktur risiko salah saji penjualan dan barang dan kecurangan dikirimkan secara bersama-sama setelah faktur penjualan diperiksa oleh Asisten Presiden. Hal ini untuk menjaga kredibilitas perusahaan karena apabila ada pengiriman faktur lagi karena ada kesalahan maka pelanggan akan mempertanyakan kinerja PT Maju Makmur Sudah bagus

14. Dapatkah penjualan dilakukan dan barang dikirimkan tanpa ada faktur yang dicatat dan dikirimkan?

Perlu dibuat sebuah prosedur agar diskon yang diberikan kepada pelanggan dilakukan update secara aktual Sudah bagus

Nomor 2 Langkah Hasil Yang Diharapkan I-A Jumlah total yang ditunjukkan pada faktur penjualan harus sama dengan jumlah total pada slip penagihan. Harus ada bukti bahwa karyawan PT. Maju Makmur telah membandingkan kedua formulir tersebut Masalah Potensial Jika ada ketidakcocokan pada kedua formulir tersebut muncul kemungkinan terjadi pencatatan penjualan fiktif atau salah saji. Kurangnya bukti yang nyata (seperti tanda tangan) sesuai prosedur mengindikasikan bahwa karyawan melanggar sistem yang telah dibuat. Jika ada ketidakcocokan pada kedua formulir tersebut muncul kemungkinan terjadi pencatatan penjualan fiktif atau salah saji. Kurangnya bukti yang nyata

I-B

Nama barang dan jumlah total harga yang ditunjukkan pada faktur penjualan harus sama dengan nama barang dan jumlah total harga pada slip penagihan. Harus ada bukti bahwa

karyawan PT. Maju Makmur membandingkan kedua formulir tersebut I-C

I-D

I-E

I-F

I-G

I-H

telah (seperti tanda tangan) sesuai prosedur mengindikasikan bahwa karyawan melanggar sistem yang telah dibuat. Jumlah total yang ditunjukkan pada bukti Jika ada ketidakcocokan antara pembayaran harus sama dengan jumlah total penerimaan uang dengan bukti penerimaan uang. Harus ada bukti bahwa pembayaran muncul kemungkinan terjadi karyawan PT. Maju Makmur telah pencatatan penjualan fiktif atau salah saji. membandingkan bukti pembayaran dengan Kurangnya bukti yang nyata seperti penerimaan uang. Daftar pembayaran harus juga otorisasi dari bagian penjualan dan dimintakan otorisasi ke bagian penjualan dan controller mengindikasikan bahwa controller. karyawan melanggar sistem yang telah dibuat Jika hasil perhitungan kembali diskon harus Jika ada ketidakcocokan antara hasil sama dengan jumlah diskon yang ada pada perhitungan kembali diskon dengan daftar pembayaran. Daftar pembayaran harus jumlah diskon yang ada pada daftar diotorisasi oleh Controller sebagai indikasi pembayaran menandakan adanya bahwa perhitungan harga dan diskon telah kesalahan pencatatan (salah saji). Apabila disetujui oleh Controller sudah diotorisasi ternyata terdapat ketidakcocokan berarti controller tidak melakukan pekerjaan dengan benar Penetapan harga yang ditunjukkan pada faktur Jika ada ketidakcocokan pada kedua penjualan harus sama dengan harga pada daftar formulir tersebut muncul kemungkinan harga. Harus ada bukti bahwa karyawan PT. terjadi pencatatan mark-up harga atau Maju Makmur telah membandingkan harga salah saji. Kurangnya bukti yang nyata pada faktur dengan harga pada daftar harga. (seperti tanda tangan) sesuai prosedur mengindikasikan bahwa karyawan melanggar sistem yang telah dibuat. Hasil perkalian dan penjumlahan setiap faktur Jika ada ketidakcocokan pada hasil harus sama jika dibandingkan dengan total perkalian dan penjumlahan maka penjualan. Harus ada bukti bahwa faktur benar- menandakan adanya kesalahan benar telah dihitung oleh karyawan dengan perhitungan/pencatatan dan penjualan benar dan diotorisasi oleh yang berwenang fiktif. Kurangnya bukti yang nyata (seperti tanda tangan) sesuai prosedur mengindikasikan bahwa karyawan melanggar sistem yang telah dibuat. Jumlah yang ada pada bukti pembayaran dengan Jika ada ketidakcocokan pada kedua slip deposit bank yang diarsip pada kantor formulir tersebut muncul kemungkinan asisten presiden harus sama. Harus ada bukti terjadi pencatatan penjualan fiktif atau bahwa karyawan PT. Maju Makmur telah salah saji atau penggelapan kas. membandingkan kedua formulir tersebut Kurangnya bukti yang nyata (seperti tanda tangan) sesuai prosedur mengindikasikan bahwa karyawan melanggar sistem yang telah dibuat. Jumlah yang ada pada bukti pembayaran dengan Jika ada ketidakcocokan pada antara

buku pembantu piutang usaha harus sama. Harus ada bukti bahwa karyawan PT. Maju Makmur telah membandingkan kedua formulir tersebut. Disamping itu pencatatan dilakukan oleh bagian yang independen dan tidak semua orang dapat mengakses ke buku besar pembantu.

I-G

Setiap persetujuan kredit harus ditandatangani oleh karyawan yang sesuai dengan kewenangan dan tanggungjawab. Harus ada bukti bahwa persetujuan kredit sudah ditandatangani oleh karyawan yang berwenang

2-A

Jumlah yang ada pada sisi debet harus harus sama dengan jumlah yang ada pada faktur penjualan. Harus ada bukti bahwa pencatatan yang dilakukan ke buku besar pembantu piutang usaha telah dilakukan dengan benar dan karyawan yang tepat

2-B

Jumlah yang terdapat pada bukti penerimaan kas yang diarsip oleh kantor Controller harus sama dengan jumlah yang dicatat pada sisi kredit buku besar pembantu piutang usaha.

2-C

Jumlah slip deposit bank validasi yang diarsip kantor Treasuri harus sama dengan sisi kredit buku besar pembantu piutang usaha.

jumlah yang ada di bukti pembayaran dengan yang ada di buku pembantu piutang usaha muncul kemungkinan terjadi pencatatan salah saji atau manipulasi pencatatan piutang usaha.. Kurangnya bukti yang nyata (seperti tanda tangan) sesuai prosedur mengindikasikan bahwa karyawan melanggar sistem yang telah dibuat. Akses terhadap buku besar pembantu harus dibatasi Jika ada persetujuan kredit yang tidak ditandatangani oleh karyawan yang tepat atau ada tandatangan tetapi dipalsukan mengindikasikan adanya penjulan fiktif. Kurangnya bukti yang nyata (seperti tanda tangan) sesuai prosedur mengindikasikan bahwa karyawan melanggar sistem yang telah dibuat. Jika terjadi ketidaksesuaian antara jumlah pada sisi debit dengan jumlah pada faktur penjualan mengindikasikan adanya salah saji (salah catat) atau manipulasi pencatatan untuk menutupi kecurangan. Harus ada pemisahan wewenang antara petugas yang melakukan arsip dengan petugas yang membukukan ke buku besar pembantu piutang usaha. Jika terjadi ketidaksesuaian antara jumlah pada sisi debit dengan jumlah pada faktur penjualan mengindikasikan adanya salah saji (salah catat) atau manipulasi pencatatan untuk menutupi kecurangan. Harus ada pemisahan wewenang antara petugas yang melakukan arsip dengan petugas yang membukukan ke buku besar pembantu piutang usaha. Jika terjadi ketidaksesuaian antara jumlah pada sisi debit dengan jumlah pada faktur penjualan mengindikasikan adanya salah saji (salah catat) atau manipulasi pencatatan untuk menutupi kecurangan. Harus ada pemisahan wewenang antara petugas yang melakukan arsip dengan petugas yang membukukan ke buku besar

Laporan kredit 10 pelanggan yang telah disetujui kreditnya harus diarsip dan dilengkapi dengan baik. Harus ada petugas yang independen yang diberi kewenangan untuk bertugas mengarsip dan melengkapi laporan kredit pelanggan

Jumlah yang terdapat dalam daftar pembayaran harus sama dengan jumlah yang diposting pada jurnal penerimaan kas. Harus ada bukti bahwa karyawan PT. Maju Makmur telah membandingkan daftar pembayaran dengan posting pada jurnal.

pembantu piutang usaha. Jika laporan kredit tidak diarsip dan dilengkapi dengan bener mengindikasikan bahwa proses persetujuan kredit dilakukan tidak sesuai dengan sistem yang ada yang bisa berakibat pada adanya penjualan fiktif dan kecurangan lain. Harus ada pihak yang independen yang bertugas melakukan review terhadap laporan kredit. Jika jumlah yang terdapat dalam daftar pembayaran tidak sesuai dengan jumlah yang diposting pada jurnal penerimaan kas mengindikasikan terjadinya salah catat atau manipulasi pembukuan untuk menutupi kecurangan. Harus ada mekanisme check and balance yaitu daftar pembayaran diotorisasi oleh Trasuri, Bagian Penjualan dan Controller. Kemudian dijurnal oleh bagian lain yang independen.

Sumber :
1. http://rezekiamalia.blogspot.com/2012/06/makalah-bukti-audit-dan-kertas-kerja.html 2. http://ayutyap.blogspot.com/2012/01/deteksi-kecurangan.html

3.