Anda di halaman 1dari 12

PENERAPAN PENDIDIKAN SISTEM GANDA (PSG) UNTUK MENAMBAH PENGETAHUAN DAN MELATIH KETERAMPILAN PRAKTIK SISWA SMK JURUSAN

TEKNIK MESIN
Artikel Ilmiah diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia semester dua dengan dosen pengempu mata kuliah Rosita Rahma,M.Pd.

oleh Muhamad Ramdan 1001158

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2011

PENERAPAN PENDIDIKAN SISTEM GANDA (PSG) UNTUK MENAMBAH PENGETAHUAN DAN MELATIH KETERAMPILAN PRAKTIK SISWA SMK JURUSAN TEKNIK MESIN
Muhamad Ramdan Universitas Pendidikan Indonesia

ABSTRAK Praktik Kerja Industri (Prakerin) merupakan kegiatan praktik keahlian profesi yang terprogram dan bertujuan untuk mencapai tingkat keahlian dan sikap kerja profesional yang dilakukan di industri. Prakerin merupakan penerapan dari Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang memadukan pembelajaran teori di sekolah dengan praktik keahlian di industri. Dengan kata lain bahwa Prakerin adalah suatu strategi dimana setiap siswa mengalami proses belajar melalui bekerja langsung (learning by doing) pada pekerjaan yang sesungguhnya. Dengan Prakerin ini peserta didik memperoleh pengalaman dengan bahan kerja serta membiasakan diri dengan perkembangan-perkembangan baru. Supaya Prakerin di industri dapat berjalan dengan baik perlu adanya kerja sama dan sinergi yang baik antara pihak sekolah dan pihak industri. Selain itu, pihak sekolah juga harus memfasilitasi peserta didik untuk medapatkan tempat praktik yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Sehingga setelah selesai melaksanakan Prakerin peserta didik dapat memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan yang kompleks serta pengalaman yang berharga. Pengalaman kerja yang didapat di industri akan sangat berguna ketika peserta didik lulus dan bekerja di industri. Kata Kunci : Prakerin, sinergi, keterampilan, dan pengalaman.

PENDAHULUAN Pendidikan Sistem Ganda (PSG) merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang memadukan antara pendidikan di sekolah dan pendidikan pelatihan keahlian dalam dunia kerja atau dunia industri. Penerapan dari Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ditandai dengan adanya praktik keahlian yang dilaksanakan di dunia kerja atau dunia industri. Praktik kerja di industri sering

disebut Praktik Kerja Industri (Prakerin) atau Praktik Kerja Lapangan (PKL). Umumnya Praktik Kerja Industri dilaksanakan pada semester 4 atau 5 selama 3-6 bulan sesuai kebijakan sekolah masing-masing. Praktik Kerja Industri dilaksanakan pada semester 4 atau 5 karena pada saat itu siswa dianggap sudah menguasai kompetensi-kompetensi dasar yang bisa diterapkan dan dikembangkan di dunia industri. Praktik Kerja Industri pada dasarnya merupakan suatu bentuk pendidikan yang melibatkan siswa langsung bekerja di dunia industri. Para siswa diharapkan dapat menerapkan dan mengembangkan kompetensinya di dunia industri. Selama di dunia industri siswa dibimbing oleh pembimbing yang ada di dunia industri dan dipantau secara berkala oleh guru pembimbing sekolah. Pendidikan yang diberikan di sekolah baik teori ataupun praktik mungkin masih kurang, terutama dalam penguasaan praktiknya hal itu disebabkan fasilitas praktik di sekolah yang kurang memadai, alat-alat yang sudah rusak dan mesin-mesin yang sudah tidak berfungsi secara optimal. Oleh sebab itu, pendidikan yang didapat di dunia industri harus dioptimalkan sebaik mungkin, khususnya penguasaan keahlian praktik. Hal itu disebabkan karena di dunia industri fasilitas, mesin-mesin dan alat-alat pendukung lainnya lebih lengkap dan lebih modern disesuaikan dengan perkembangan zaman. Pendidikan yang akan didapat di dunia industri bukan hanya pendidikan keahlian jurusan, tapi yang paling penting adalah pengalaman kerja yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan keahlian profesional dan etos kerja. Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan dalam latar belakang masalah di atas, maka ruang lingkup masalah penelitian ini dibatasi pada alumni SMK yang berada di Jurusan Pendidikan Teknik Mesin 2010, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang diterapkan dalam Praktik Kerja Industri untuk menambah pengetahuan dan melatih keterampilan praktik siswa SMK jurusan teknik mesin.

Manfaat yang didapat dari penelitian tentang Penerapan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) untuk Menambah Pengetahuan dan Melatih Keterampilan Praktik Siswa SMK Jurusan Teknik Mesin adalah kita dapat mengetahui seberapa besar peran Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang diterapkan dalam Praktik Kerja Industri (Prakerin) dalam melatih ketrampilan praktik siswa SMK jurusan teknik mesin. Selain itu, sebagai evaluasi kepada sekolah mengenai pembelajaran yang dilaksanakan, dan sebagai evaluasi sekolah tentang tempat praktik yang akan dituju siswa dalam melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

deskriptif kualitatif yang datanya diambil dengan menggunakan kuesioner. Responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 20 orang. Sampel penelitian adalah alumni SMK pada Jurusan Pendidikan Teknik Mesin 2010, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Indonesia.

TINJAUAN PUSTAKA Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional menyatakan bahwa. Pendidikan Nasional merupakan suatu sistem pendidikan terpadu yang mencakup semua jenis, satuan, jalur, jenjang, dan kegiatan Pendidikan Nasional. Salah satu jenis sekolah lanjutan tingkat atas yang sekarang mendapat perhatian khusus dari pemerintah adalah SMK. Isi pendidikan sekolah kejuruan itu berkaitan langsung dengan dengan proses industrialisasi atau dunia usaha, terutama jika dikaitkan dengan fungsinya sebagai produsen tenaga kerja menengah. Lebih lanjut dalam Undang-Undang Prakerin Dikmendikti, (2003) diungkapkan bahwa Praktik Kerja Industri (Prakerin) adalah program wajib yang harus diselenggarakan oleh sekolah khususnya sekolah menengah kejuruan dan pendidikan luar sekolah serta wajib diikuti oleh siswa. Dalam pengertian lain juga disebutkan bahwa Pendidikan kejuruan merupakan upaya menyediakan stimulus berupa pengalaman belajar dan interaksi dengan dunia di luar diri anak didik untuk membantu mereka mengembangkan diri dan potensinya (Sukamto, 1988:26).

Lebih lanjut, C.R. dan John R.C. (1979:8) juga mengemukakan tentang kurikulum SMK sebagai berikut. Perlunya melakukan identifikasi dan seleksi kurikulum, pengembangan materi kurikulum, dan pengembangan paket-paket yang didasarkan atas kompetensi dan pengajaran individual. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan kurikulum SMK yang berorientasi kepada sistem ganda, perlu dilakukan identifikasi dan pemilihan materi pengajaran yang relevan dengan dunia kerja atau dunia industri. Selain itu, harus dilakukan pengembangan materi secara terpadu yang disesuaikan dengan tuntutan dunia usaha utau dunia industri melalui pengembangan paket-paket belajar atau modul. Dalam kurikulum SMK, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan. Pendidikan Sistem Ganda adalah bentuk penyelenggaraan

pendidikan yang memadukan pendidikan sekolah dengan penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja

(Depdikbud,1994). Realisasi dari Pendidikan Sistem Ganda tersebut adalah dilasanakannya Praktik Kerja Industri (Prakerin). Pengertian Praktik Kerja Industri (Prakerin) Pengertian Praktik Kerja Industri (Prakerin) adalah bagian dari Pendidikan Sistem Ganda (PSG) sebagai program bersama antara SMK dan Industri yang dilaksanakan di dunia usaha atau industri. Dalam kurikulum SMK (Dikmenjur, 2008) disebutkan bahwa. Pengertian Prakerin adalah pola penyelenggaraan diklat yang dikelola bersama-sama antara SMK dengan industri atau asosiasi profesi sebagai Institusi Pasangan (IP), mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi dan sertifikasi. Bentuk alternatif pelaksanaan Prakerin antara lain, day release, block release, dan sebagainya. Kemudian dalam jurnal program Prakerin (1999: 1) dijelaskan bahwa Prakerin adalah suatu komponen praktik keahlian profesi, berupa kegiatan secara terprogram dalam situasi sebenarnya untuk mencapai tingkat keahlian dan sikap kerja profesional yang dilakukan di industri. Pembelajaran di dunia kerja (industri) tersebut merupakan bagian penting dari program diklat secara menyeluruh, karena itu materi yang dipelajari dan

kompetensi yang dilatihkan harus jelas kaitannya dengan profil kompetensi tamatan yang telah ditetapkan. Program diklat disusun dan dilaksanakan bersama secara bertanggungjawab antara sekolah dan industri, serta didukung oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) mewakili industri dan tokoh masyarakat yang mewakili masyarakat umum. Lebih lanjut dalam Undang-Undang Prakerin Dikmendikti, (2003) diungkapkan bahwa Praktik Kerja Industri (Prakerin) adalah program wajib yang harus diselenggarakan oleh sekolah khususnya sekolah menengah kejuruan dan pendidikan luar sekolah serta wajib diikuti oleh siswa. Penyelenggaraan Praktik Kerja Industri akan membantu peserta didik untuk memantapkan hasil belajar yang diperoleh di sekolah serta membekali siswa dengan pengalaman nyata sesuai dengan program studi yang dipilihnya. Tujuan Praktik Kerja Industri Menurut Wena (1996:8) mengungkapkan tentang tujuan Prakerin sebagai berikut. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan pendekatan sistem ganda bertujuan untuk: 1. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional, yaitu tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja. 2. Meningkatkan dan memperkokoh keterkaitan dan kesepadanan (link and match) antara lembaga pendidikan pelatihan kejuruan dan dunia kerja. 3. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja berkualitas dan profesional. 4. Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai proses dari pendidikan. Pelaksanaan Praktik Kerja Industri Pelaksanaan program pengajaran komponen pendidikan adaptif dan teori kejuruan dilaksanakan di sekolah. Komponen pendidikan praktik dasar profesi dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan antara sekolah dengan industri

pasangannya. Sedangkan komponen pendidikan praktek keahlian profesi menjadi tanggung jawab dunia usaha/dunia industri pasangan masing-masing sekolah. Pengaturan pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) dilakukan dengan mempertimbangkan dunia kerja atau industri untuk dapat menerima siswa serta jadwal praktek sesuai dengan kondisi setempat. Prakerin memerlukan

perencanaan secara tepat oleh pihak sekolah dan pihak industri, agar dapat terselenggara dengan efektif dan efisien. Program Prakerin yang dilaksanakan di industri/perusahaan, menurut Dikmenjur (2008) adalah meliputi: 1. Praktik dasar kejuruan, dapat dilaksanakan sebagian di sekolah, dan sebagian lainnya di industri, apabila industri memiliki fasilitas pelatihan di industrinya. Apabila industri tidak memiliki fasilitas pelatihan, maka kegiatan praktik dasar kejuruan sepenuhnya dilakukan di sekolah 2. Praktik keahlian produktif, dilaksanakan di industri dalam bentuk on job training, berbentuk kegiatan mengerjakan pekerjaan produksi atau jasa (pekerjaan sesungguhnya) di industri/perusahaan sesuai program keahliannya. 3. Pengaturan program 1), dan 2) harus disepakati pada awal program oleh kedua pihak. Menurut Soewarni, (Wena, 1996: 228) mengemukakan tentang pelaksanaan Prakerin sebagai berikut. Proses pelaksanaan Praktek Kerja Industri dilakukan oleh siswa di industri, baik berupa industri besar, menengah maupun industri kecil atau industri rumah tangga. Dalam pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) ini, proses langkahlangkah pelaksanaan praktik harus tetap mengacu pada desain pembelajaran yang telah ditetapkan. Disamping itu, pelaksanaan praktik kerja industri dapat berupa day release atau berupa block release atau kombinasi keduanya. Dalam penyelenggaraan day release waktu belajar dalam satu minggu, digunakan beberapa hari di sekolah dan beberapa hari di industri, tergantung kesepakatan antara pihak sekolah dan pihak industri. Sedangkan dalam pelaksanaan yang menggunakan block release waktu belajar dibagi pada hitungan bulan atau semester. Dalam arti proses belajar dilakukan di sekolah beberapa bulan atau semester secara terus menerus, kemudian bulan atau semester berikutnya di industri.

Lebih lanjut tentang pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) Wena (1996: 228) mengungkapkan bahwa. Pada dasarnya tahapan pelaksanaan Prakerin meliputi: 1. Perencanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin). Dalam perencanaannya, Prakerin ini melibatkan beberapa pihak yaitu pihak sekolah, siswa, orang tua siswa, dan institusi pasangan (Dunia Usaha/Dunia industri). Perencanaan Prakerin ini meliputi: (a) Tujuan Praktik Kerja Industri, (b) Metode Praktik Kerja Industri, (c) Pendataan siswa peserta Praktik Kerja Industri, (d) Sosialisasi Praktik Kerja Industri kepada orang tua dan guru,(e) Materi Praktik Kerja Industri. 2. Pengorganisasian Praktik Kerja Industri adalah salah satu upaya untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada di sekolah dan di institusi pasangan (Dunia Usaha/Dunia industri). Pengorganisasian Praktik Kerja Industri (Prakerin) ini meliputi: (a) Tenaga pengajar/pembimbing dari pihak sekolah,(b) Tenaga instruktur dari pihak pihak Dunia Usaha/Dunia industri, (c) Penempatan siswa. 3. Penyelenggaraan Praktik Kerja Industri. Penyelenggaraan Praktik Kerja Industri meliputi: (a) Model Penyelenggaraaan Praktik Kerja Industri, (b) Metode Pembelajaran, (c) Standar Profesi. 4. Pengawasan Praktik Kerja Industri. Pelaksanaan Prakerin tidak bisa terlepas dari pengawasan pelaksanaan Prakerin itu sendiri, karena untuk menjamin mutu Prakerin diperlukannya pelaksanaan pengawasan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengawasan ini meliputi: (a) Kontrol keselamatan kerja, (b) Bimbingan dan monitoring dari pihak sekolah, (c) Penilaian hasil belajar dan keahlian, (d) Sertifikasi,(e) Evaluasi Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Prakerin bisa berhasil apabila tahapan-tahapan tersebut terlaksana dengan baik. HASIL PENELITIAN Praktik Kerja Industri (Prakerin) merupakan penerapan dari Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang memadukan antara pendidikan di sekolah dengan pendidikan di industri. Praktik Kerja Industri (Prakerin) bertujuan untuk menerapkan dan mengembangkan pengetahuan serta keahlian profesi siswa yang didapatkan di sekolah. Diharapkan siswa dapat mengembangkan dan

mendapatkan ilmu pengetahuan baik teori maupun praktik di dunia industri. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 20 orang responden pada alumni SMK di Jurusan Pendidikan Teknik Mesin 2010, Fakultas

Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Indonesia. Praktik Kerja Industri (Prakerin) memiliki peran yang sangat penting untuk menambah pengetahuan dan melatih keterampilan praktik siswa SMK jurusan teknik mesin. Berdasarkan data yang didapat dengan menggunakan penelitian ini, semua responden memperoleh banyak pengetahuan dan keterampilan setelah

melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin). Akan tetapi, dari 20 responden yand diambil datanya, hanya dua orang yang melakukan Praktik Kerja Industri (Prakerin) tidak sesuai dengan jurusannya. Sedangkan sisanya, melakukan Prakerin ditempat yang sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. Menurut dua orang responden yang melaksanakan Prakerin tidak sesuai jurusan, Praktik Kerja Industri (Prakerin) merupakan proses pembelajaran untuk lebih mengenal bagaimana bekerja di sebuah perusahaan atau tempat kerja lainnya, meningkatkan etos kerja siswa, menumbuhkan sikap kerja yang tinggi, bagaimana sikap dan interaksi kita kepada sesama pekerja, bawahan, atasan dan orang yang berada di lingkungan tempat kerja lainnya, menyampaikan pesan dan perintah, dan yang paling penting adalah pengalaman kerja yang didapatkan di dunia industri. Berbanding lurus dengan pernyataan tersebut, responden lainnya yang melakukan Praktik Kerja Industri (Prakerin) sesuai kompetensinya mendapatkan beberapa manfaat dari Prakerin yang dilaksanakannya, diantaranya adalah menambah pengetahuan dan melatih keterampilan siswa, bagaimana kita berinteraksi di lingkungan industri, dan sebagai pengalaman kerja untuk bekal ketika memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.

PEMBAHASAN Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud)

(Depdikbud,1994) menjelaskan tentang pengertian Prakerin sebagai berikut. Pendidikan Sistem Ganda adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan yang memadukan pendidikan sekolah dengan penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja. Realisasi dari Pendidikan Sistem Ganda tersebut adalah dilaksanakannya Praktik Kerja Industri (Prakerin).

Dalam kurikulum SMK (Dikmenjur, 2008) menjelaskan pengertian Prakerin sebagai berikut. Pengertian Praktik Kerja Industri (Prakerin) adalah pola penyelenggaraan diklat yang dikelola bersama-sama antara SMK dengan industri atau asosiasi profesi sebagai Institusi Pasangan (IP), mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi dan sertifikasi. Dari beberapa pernyataan tentang teori Pendidikan Sistem Ganda (PSG) dan Praktik Kerja Industri (Prakerin), dalam penelitian tentang Praktik Kerja industri (Prakerin) sebagai penerapan dari Pendidikan Sistem Ganda (PSG) untuk menambah pengetahuan dan melatih keterampilan praktik siswa SMK jurusan teknik mesin, dapat Saya simpulkan bahwa Praktik Kerja Industri (Prakerin) sangat penting. Praktik Kerja Industri (Prakerin) didefenisikan sebagai penyelenggaraan pendidikan yang mengintegrasikan kegiatan pendidikan teori di sekolah dengan kegiatan pendidikan praktik di dunia industri. Dengan kata lain bahwa Praktik Kerja Industri (Prakerin) adalah suatu strategi dimana setiap siswa mengalami proses belajar melalui bekerja langsung (learning by doing) pada pekerjaan yang sesungguhnya. Dengan Prakerin ini peserta didik memperoleh pengalaman dengan bahan kerja serta membiasakan diri dengan perkembangan-perkembangan baru yang mereka dapatkan. Peralatan dan fasilitas di industri mungkin lebih menunjang dibandingkan di sekolah. Oleh karena itu, peserta didik diharapkan sungguh-sungguh dalam melaksanakan Prakerin. Peserta didik akan mengalami pengalaman baru bukan hanya dari pengetahuan tentang kompetensi keahliannya. Akan tetapi, lebih dari itu peserta didik akan mengetahui lebih dini lingkungan kerja yang akan dijalaninya setelah lulus nanti, tidak hanya kompetensi yang dibutuhkan, tetapi juga social skill bagaimana berinteraksi dengan sesama teman, anak buah, atasan, menyampaikan pesan dan perintah dan lain-lain yang tidak diajarkan di sekolah. Semakin lama dan ikut bekerja pada saat Prakerin, akan menyebabkan peserta Prakerin akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja pada saat yang bersangkutan

lulus. Hal lain, bila yang bersangkutan rajin di tempat Prakerin, bila sudah lulus, pada umumnya ditawarin untuk bekerja di tempat tersebut. KESIMPULAN Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Praktik Kerja Industri (Prakerin) sebagai penerapan dari Pendidikan Sistem Ganda (PSG) sangat berperan untuk menambah pengetahuan dan melatih praktik keahlian. 2. Dalam Praktik Kerja Industri (Prakerin) yang paling penting tidak hanya menambah keahlian kompetensi kejuruannya. Akan tetapi, kemampuan berinteraksi (social skill) dengan lingkungan dan pengalaman kerja lebih penting. 3. Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) harus terorganisasi dengan baik dan tepat pada waktunya. 4. Tempat Praktik Kerja Industri (Prakerin) harus sesuai dengan kompetensi keahlian yang dimiliki supaya setelah lulus nanti peserta didik memiliki pengetahuan dan pengalaman yang kompleks. 5. Pembimbing peserta didik di dunia industri dan pembimbing di sekolah harus bekerja sama dengan baik supaya peserta didik mendapat perhatian dalam melaksanakan praktiknya di industri.

REFERENSI Kamajaya (2009). Praktek Kerja Industri. [Online]. Tersedia: http://sambasalim.com/pendidikan/praktek-kerja-industri-2.html yang direkam pada 03 November 2009 05:03:00 GMT. [08 Maret 2011]. Nihayati, Saidah. (2008). Pengaruh Implementasi Program Pendidikan Sistem Ganda. [Online]. Tersedia: http://www.infoskripsi.com/Abstrak/PengaruhImplementasi-Program-Pendidikan-Sistem-Ganda.html yang direkam pada 15 Desember 2008 14:07:08 GMT. [01 Maret 2011]. Sukamto. (1988). Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Jakarta: Depdikbud.

Wakhinuddin. (2009). Penerapan PSG Melalui Praktek Kerja Industri Pada SMK. [Online]. Tersedia: http://wakhinuddin.wordpress.com/2009/07/09 /penerapan-psg-melalui-praktek-kerja-industri-pada-smk/ yang direkam pada 9 Juli 2009 09:37:03 GMT. [01 Maret 2011].