Anda di halaman 1dari 8

PRE PLANING PENDIDIKAN KESEHATAN Latar Belakang Kelainan atau penyakit rongga mulut dan gigi merupakan salah

satu dari 10 penyakit terbanyak di Puskesmas. Hampir sekitar 60% masyarakat Indonesia pernah mengalami gangguan pada gigi. Pada tahun 1980, ditemukan bahwa hampir 90% anak sekolah mempunyai kelainan gigi atau rongga mulut. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan gigi dan rongga mulut perlu mendapatkan perhatian khusus. Penyuluhan kesehatan gigi memegang peranan penting di sekolah terutama untuk meningkatkan kesadaran para siswa/i dalam menjaga giginya supaya bisa bertahan lama. Jelas tak enak memiliki gigi yang rapuh dan bolong disana-sini karena tentu akan menyebabkan banyak kendala ketika mengunyah makanan, seringnya sakit gigi, dan rasa ketidak-enakkan lainnya. Gigi dan mulut merupakan aspek penting bagi manusia terutama dalam peranannya sebagai organ untuk memakan. Mulut berfungsi untuk memasukkan berbagai rupa makanan, dan gigi brefungsi mengolah segala makanan yang masuk dengan cara menghaluskannya sebelum akhirnya masuk ke lambung untuk menghasilkan berbagai macam zat dan gizi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan akan zat-zat tersebut oleh tubuh. Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut merupakan aktifitas yang bertujuan untuk mengingatkan, memberikan contoh, sampai memberikan peringatan mengenai pentingnya menjaga kesehatan kedua organ vital manusia tersebut. Program ini bisa dikatakan merupakan salah satu bagan penting dari program kesehatan secara komprehensif. Kementrian Kesehatan sendiri telah mempunyai program untuk mengadakan penyuluhan tersebut secara berkala kepada masyarakat, khususnya lagi kepada anak-anak di sekolah. Sasaran penyuluhan adalan anak sekolah, karena pada umumnya siswa/i sekolah belum mempunyai kesadaran yang tinggi untuk menjaga aset penting dalam tubuhnya, yakni gigi. Mereka cenderung mengabaikan selama belum merasakan keluhan pada giginya tersebut.

Penyuluhan kesehatan gigi ini perlu dilakukan secara berkesinambungan minimal 6 bulan sekali ke sekolah-sekolah. Dikhususkan bagi sekolah-sekolah yang terletak di desa-desa yang memang biasanya belum tertanam kesadaran yang tinggi untuk menjaga kesehatan giginya. Berbeda dengan masyarakat kota yang sudah punya kesadaran tinggi untuk menjaga gigi dan mulut, siswa/i di desa biasanya banyak abai dan tak hirau dengan urgensi menjaga kesehatan organ penting dalam tubuhnya.

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP) POKOK BAHASAN Kebersihan Gigi dan Mulut SUB POKOK BAHASAN 1. Anatomi gigi 2. Cara menyikat gigi yang baik benar 3. Penyebab gigi rusak 4. Perawatan gigi C. TUJUAN TIU TIK :Setelah mengikuti penyuluhan ini selama 30 menit, siswa SD diharapkan dapat mengetahui tentang kesehatan gigi dan mulut. : Setelah mengikuti penyuluhan ini selama 30 menit siswa diharapkan dapat : 1. Mengetahui tentang bagian-bagian gigi. 2. Mengetahui dan dapat memperagakan cara menyikat gigi yang benar. 3. Mengetahui tentang penyebab gigi rusak 4. Mengetahui cara perawatan gigi yang benar D. SASARAN Siswa SD Harapan Baru E. WAKTU Hari/Tanggal : Jumat, 11 Maret 2011 Pukul F. METODE Ceramah dan diskusi G. MEDIA Leaflet dan poster : 10.00 WIB 11.00 WIB

H. PENGORGANISASIAN Moderator : Siti Aminah Daulay S.Kep Penyuluh : Murniaty Adongma Simanjuntak S.Kep PELAKSANAAN KEGIATAN N 1 KEGIATAN Pembukaan PENGAJAR - Memberi salam. - Menjelaskan tujuan, manfaat cakupan materi. 2 Kegiatan Inti an an Menjelask bagianMenjelask cara - Mendengarkan dan memperhatikan - Memperhatikan dan menyimak. poster 20 menit dan PESERTA - Menjawab salam. - Mendengarkan dan memperhatikan MEDIA WAKTU 3 menit

bagian gigi

menyikat gigi yang benar - Menjelaskan penyebabkan gigi rusak Menjelaskan cara perawatan gigi yang benar - Memperhatikan dan menyimak. - Mendengarkan dan memperhatikan

Penutup

Mengevaluasi pengetahuan siswa.

jika

Bertanya ada hal yang jelas. kurang

Leaflet

7 menit

Menyimpulkan materi telah disampaikan. yang -

Menjawab pertanyaan.

Memberi salam. Menjawab salam

Evaluasi 1. a. b. c. 2. Evaluasi Struktur Kesiapan mahasiswa memberikan materi penyuluhan. Media dan alat memadai. Setting sesuai dengan kegiatan. Evaluasi Proses a. Pelaksanaan preplanning sesuai dengan alokasi waktu. b. Peserta penyuluhan mengikuti kegiatan dengan aktif. c. Peserta penyuluhan menanyakan tentang hal hal yang diajukan oleh penyuluh pada saat evaluasi. 3. a. Evaluasi Hasil Peserta mampu menjawab 80% pertanyaan yang diajukan oleh penyuluh pada saat evaluasi.

MATERI PENYULUHAN 1. Bagian-bagian gigi

2. a. b. c. d.

Menyikat gigi yang benar Waktu menyikat gigi : menyikat gigi sebaiknya dilakukan pada saat Lamanya menyikat gigi dianjurkan salama 3-5 menit. Menggunakan pasta gigi yang mengandung flour. Cara menyikat gigi

setelah makan pagi dan menjelang tidur pada malam hari.

1. Letakkan posisi sikat 45 derajat terhadap gusi 2. Gerakan sikat dari arah gusi kebawah untuk gigi Rahang Atas (seperti mencungkil) 3. Gerakan sikat dari arah gusi ke atas untuk gigi rahang bawah 4. Sikat seluruh permukaan yang menghadap bibir dan pipi serta permukaan dalam dan luar gigi dengan cara tersebut. 5. Sikat permukaan kunyah gigi dari arah belakang ke depan.

Menggunakan cara vertikal karena tujuan menyikat gigi adalah mengangkat sisa makanan yang biasanya menumpuk di leher gusi, gerakan horisontal selain tidak mengangkat sisa makanan yang terletak di sela gigi, juga akan menyebabkan perlekatan papila gusi (gusi yg terletak di antar gigi). 3. Yang menyebabkan gigi rusak e. Cara makan yang salah Makan dan minum panas dan dingin secara bergantian dalam satu waktu, mengemut makanan f. Tidak membersihakan gigi setel;ah makan gula, coklat, cuka g. Obat-obatan 4. perawatan yang baik untuk gigi a. Sikat gigi setelah makan dan sebelum tidur b. Makan makanan dan minuman yang mengandung flour c. Menghindari hal-hal yng merusak gigi d. Periksa ke dokter gigi setiap 6 bulan.

DAFTAR PUSTAKA Ahira, A. Yrgensi Penhttp://abidinblog.blogspot.com/2008/12/kesehatan-gigi-danmulut.html http://www.anneahira.com/penyakit-gigi-dan-mulut.htm http://www.anneahira.com/penyuluhan-kesehatan-gigi.htm