Anda di halaman 1dari 2

Krisis hipertensi Definisi Krisis hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah yang terjadi secara akut dengan tekanan

darah sistolik lebih dari 180 mmHg atau tekanan darah diastolik lebih dari 110 mmHg. Krisis hipertensi dapat bermanifestasi sebagai hipertensi urgensi (hipertensi gawat) atau hipertensi emergensi (hipertensi gawat darurat). Hipertensi urgensi (hipertensi gawat) adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 180 mmHg atau tekanan darah diastolik lebih dari 110 mmHg tanpa disertai kerusakan end-organ. Hipertensi emergensi (hipertensi gawat darurat) adalah peningkatan lebih dari 180 mmHg atau tekanan darah diastolik lebih dari 110 mmHg dengan disertai kerusakan end-organ (seperti organ kardiovarkuler,renal, system saraf pusat, dll). Keadaan yang perlu mendapat pertimbangan khusus dalam kondisi ini adalah hipertensi dalam kehamilan dimana peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 169 mmHg atau tekanan darah diastolic lebih dari 109 mmHg pada wanita hamil sudah dapat dikatakan sebagai hipertensi emergensi yang perlu penanganan farmakologi segera.

Epidemiologi Hipertensi merupakan masalah klinis yang sangat dominan di dunia. Hipertensi mengenai sekitar 50 juta orang di amerika serikat dan hampir 1 miliar orang di dunia. Kebanyakan dari penderita memiliki

hipertensi esensial dan 30% diantaranya underdiagnosed. Insidensinya meningkat sesuai umur. Menurut Framingham heart study insidensi hipertensi meningkat pada laki-laki mulai dari 3,3% pada usia 30-39 tahun menjadi 6,2% pada usia 70-79 tahun. Sindrom hipertensi emergensi pertama kali dijelaskan oleh Volhard dan fahr pada tahun 1914 dan dikarakteristikan oleh hipertensi berat yang disertai dengan bukti adanya penyakit ginjal dan tanda adanya injuri vaskuler di jantung, otak, ginjal, dan retina yang selanjutnya berakhir dengan gagal ginjal, PJK, dan stroke. Sekitar 1% dari penderita hipertensi akan berkembang menjadi hipertensi emergensi