Anda di halaman 1dari 14

PMR SMK N 1 SLAWI

PERTOLONGAN PERTAMA
PMR SMK N 1 SLAWI
Oleh : Mafatikhul Habibie

2009/2 010

Jln. kh. agus salim (0283) fax.491366 kode pos 52401 slaw i- tegal

Kasus: Pingsan Oleh : Muhammad Hendrik

1. Penilaian Korban
Pertama tama kita lihat keadaan, tengok kanan kiri, apakah keadaan sudah aman? Apakah ada orang? Berapa Jumlah korban? Dan bagaimana Kronologis kejadian? Perkenalkan nama saya . Tim PP dari SMK N 1 Slawi, bolehkah saya menolong? Sebelum menolong saya akan mencuci tangan terlebih dahulu atau usahakan tangan dalam keadaan bersih, setelah itu saya akan menggunakan APD ( Alat Pelindung Diri ) berupa sarung tangan latex dan masker penolong.

Pertolongan Pertama adalah Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera / kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar.

Setelah itu kita lakukan ASNT ( Awas Suara Nyeri Tak ada respon ), beri respon tepukan dari jarak jauh, apakah korban menyadari keberadaannya? Kalau tidak ada kita dekatoi korban dan beri respon Suara ( sambil menepuk pipi korban dengan menggunakan kedua tangan penolong ) mba,,,,mba,,,,mba,,,, apakah ada respon? Kalau tidak ada kita beri respon Nyeri berupa cubitan pada bahu korban, apakah ada respon? Kalau tidak ada dapat disimpulkan korban mengalami gangguan respon. Setelah itu kita lakukan AIRWAY, tapi sebelumnya kita samakan leher korban dengan leher penolong, apakah ada kelainan?

Bila tidak ada kita lakukan AIRWAY dengan cara tekan dahi angkat dagu. Bila ada kita lakukan dengan cara penarikan rahang bawah. Buka jalan nafas korban, kemudian buka mulut korban, lihat apakah ada sumbatan? Bila ada kita dapat bersihkan dengan sapuan jari silang, bila sudah kita cek apakah mulut korban sudah bersih? Bila belum kita dapat bersihkan kembali dan bila sudah bersih kita kembalikan posisi kepala korban. Selanjutnya kita lakukan cek pernaasan dengan LDR ( Lihat Dengar dan Rasakan ) Lihat kembang kempis perut korban, Dengarkan hembusan naas korban dan Rasakan berisik nafas korban. Apakah ada nafas? Bila ada dapat kita simpulkan korban mengalami gangguan kesadaran.

2. Cek Fisik
Selanjutya kita lakukan cek fisik, tapi sebelumnya kita tanyakan apakah ada perdarahan besar? Bila tidak ada kita lakukan cek fisik meliputi : Kulit kepala korban apakah ada kelainan? Dahi korban apakah ada kelainan? Pelipis korban apakah ada kelainan? Mata korban apakah ada kelainan? Telinga korban apakah ada kelainan? Hidung korban apakah ada kelainan? Pipi korban apakah ada kelainan? Mulut korban apakah ada kelainan?

Dagu korban apakah ada kelainan? Leher korban apakah ada kelainan? Bahu korban apakah ada kelainan? Izin Expose!!!!!!!!! Dada korban apakah ada kelainan? Punggung korban apakah ada kelainan? Perut kuadran 1 apakah ada kelainan? Perut kuadran 2 apakah ada kelainan? Perut kuadran 3 apakah ada kelainan? Perut kuadran 4 apakah ada kelainan? Pinggang korban apakah ada kelainan? Pinggul korban apakah ada kelainan? Tungkai atas korban apakah ada kelainan? Lutut korban apakah ada kelainan? Tungkai bawah korban apakah ada kelainan? Pergelangan kaki korban apakah ada kelainan? Punggung kaki korban apakah ada kelainan? Telapak kaki korban apakah ada kelainan? Jari jari korban apakah ada kelainan?

Selanjutnya kita lakukan GSS ( Gerak Sensasi Sirkulasi ) seperti cek WPK ( Waktu Pengisian Kapiler ) selama 2 5 detik, dan beri penggelitikan pada telapak kaki korban.

Setelah itu kita lakukan cek fisik alat gerak atas, meliputi :
Tulang belikat korban apakah ada kelainan? Tulang selangka korban apakah ada kelainan?

Lengan atas korban apakah ada kelainan? Siku korban apakah ada kelainan? Lengan bawah korban apakah ada kelainan? Pergelangan tangan korban apakah ada kelainan? Punggung tangan korban apakah ada kelainan? Telapak tangan korban apakah ada kelainan? Jari jari korban apakah ada kelainan?

Selanjutnya kita lakukan GSS ( Gerak Sensasi Sirkulasi ) seperti cek WPK ( Waktu Pengisian Kapiler ) selama 2 5 detik, dan beri penggelitikan pada telapak tangan korban.

3. Cek Tanda Vital


Setelah cek fisik, kita lakukan cek tanda vital, meliputi :

Cek denyut nadi korban selama 1 menit, dan untuk lebih cepatnya kita lakukan selama 15 detik dan hasilnya kalikan 4. Cek frekuensi pernafasan perut korban selama 1 menit, dan untuk lebih cepatnya kita lakukan selama 15 detik dan hasilnya kalikan 4. Cek suhu tubuh korban dengan cara samakan suhu tubuh korban dengan suhu tubuh penolong. Tapi sebelumnya kita buka sedikit sarung latex kita, dan kita samakan suhu tubuh korban. Apakah suhu tubuh korban sama dengan suhu tubuh penolong? Cek keadaan kulit korban. Bagaimana keadaan kulit korban? Bila pucat dapat selimuti tubuh korban.

4.
Setelah itu kita posisikan korban dengan posisi miring stabil, dengan cara :

Rentangkan tangan korban ( yang lebih dekat dengan posisi penolong ) Dekatkan tangan korban ( yang lebih jauh dari penolong ) ke dekat telinga korban. Angkat sedikit kaki korban yang jauh dari posisi penolong, kemudian silangkan. Miringkan posisi korban ke arah penolong. Bersihkan punggung korban hingga bersih, kemudian kita tanyakan apakah sudah bersih? Bila belum, kita dapat bersihkan kembali.

Setelah itu kita buat kartu luka, meliputi : Nama korban ( dapat dilihat dari kartu identitas ataupun tanyakan pada orang sekitar ) Alamat korban ( sama dengan keterangan diatas ) Usia korban (masih sama dengan keterangan yang paling atas ) Luka yang diderita ( pingsan, misalnya ) Penanganan yang telah dilakukan ( dengan cara pertolongan pertama ) Hasil penanganan ( korban masih belum sadar ) Nama penolong ( nama terang, bukan nama samaran ataupun nama pacar ) Tanda tangan

Setelah itu kita lakukan evakuasi korban ke tempat rujukan. Tolong saya butuh bantuan untuk mengevakuasi korban ( minta tolong pada penolong lain atau pada warga sekitar bila ada ) Angkat korban bersama sama dengan hitungan yang benar ( jangan asal hitung, dan ingat posisi kaki penolong untuk kaki yang

lebih dekat dengan kepala korban diangkat dan kaki yang satu lututnya menempel tanah ) Ditengah perjalanan, hentikan sejenak dan turunkan korban terlebih dahulu. Lakukan cek berkala, meliputi cek denyut nadi, cek rekuensi pernafasan perut, cek suhu tubuh korban, dan cek keadaan kulit korban ( untuk hitungan tidak perlu, cukup seperti itu ) Setelah cek berkala, kita lanjutkan mengevakuasi korban. Sampai di tempat rujukan kita lapor kepada yang bertugas. Lapor saya tim PP dari SMK N 1 Slawi telah menemukan korban dengan nama . Alamat usia dan untuk keterangan lebih lanjut sudah tertera di kartu luka ini Kamudian saya serahkan korban beserta kartu luka ini kepada anda.

Kasus: Patah tulang tertutup Pada lengan kiri bawah dan tungkai kiri atas Oleh : Muhammad Hendrik

1. Penilaian Korban
Pertama tama kita lihat keadaan, tengok kanan kiri, apakah keadaan sudah aman? Apakah ada orang? Berapa Jumlah korban? Dan bagaimana Kronologis kejadian? Perkenalkan nama saya . Tim PP dari SMK N 1 Slawi, bolehkah saya menolong? Sebelum menolong saya akan mencuci tangan terlebih dahulu atau usahakan tangan dalam keadaan bersih, setelah itu saya akan menggunakan APD ( Alat Pelindung Diri ) berupa sarung tangan latex dan masker penolong.

Setelah itu kita lakukan ASNT ( Awas Suara Nyeri Tak ada respon ), beri respon tepukan dari jarak jauh, apakah korban menyadari keberadaannya? Kalau tidak ada kita dekatoi korban dan beri respon Suara ( sambil menepuk pipi korban dengan menggunakan kedua tangan penolong ) mba,,,,mba,,,,mba,,,, apakah ada respon? Kalau tidak ada kita beri respon Nyeri berupa cubitan pada bahu korban, apakah ada respon? Kalau tidak ada dapat disimpulkan korban mengalami gangguan respon.

Setelah itu kita lakukan AIRWAY, tapi sebelumnya kita samakan leher korban dengan leher penolong, apakah ada kelainan? Bila tidak ada kita lakukan AIRWAY dengan cara tekan dahi angkat dagu. Bila ada kita lakukan dengan cara penarikan rahang bawah. Buka jalan nafas korban, kemudian buka mulut korban, lihat apakah ada sumbatan? Bila ada kita dapat bersihkan dengan

sapuan jari silang, bila sudah kita cek apakah mulut korban sudah bersih? Bila belum kita dapat bersihkan kembali dan bila sudah bersih kita kembalikan posisi kepala korban. Selanjutnya kita lakukan cek pernaasan dengan LDR ( Lihat Dengar dan Rasakan ) Lihat kembang kempis perut korban, Dengarkan hembusan naas korban dan Rasakan berisik nafas korban. Apakah ada nafas? Bila ada dapat kita simpulkan korban mengalami gangguan kesadaran.

2. Cek Fisik
Selanjutya kita lakukan cek fisik, tapi sebelumnya kita tanyakan apakah ada perdarahan besar? Bila tidak ada kita lakukan cek fisik meliputi : Kulit kepala korban apakah ada kelainan? Dahi korban apakah ada kelainan? Pelipis korban apakah ada kelainan? Mata korban apakah ada kelainan? Telinga korban apakah ada kelainan? Hidung korban apakah ada kelainan? Pipi korban apakah ada kelainan? Mulut korban apakah ada kelainan? Dagu korban apakah ada kelainan? Leher korban apakah ada kelainan? Bahu korban apakah ada kelainan?

Izin Expose!!!!!!!!! Dada korban apakah ada kelainan? Punggung korban apakah ada kelainan? Perut kuadran 1 apakah ada kelainan? Perut kuadran 2 apakah ada kelainan? Perut kuadran 3 apakah ada kelainan? Perut kuadran 4 apakah ada kelainan? Pinggang korban apakah ada kelainan? Pinggul korban apakah ada kelainan? Tungkai atas korban apakah ada kelainan? ( ada, jawab juri ) Pada bagian mana? ( kiri atas, jawab juri ) Lutut korban apakah ada kelainan? Tungkai bawah korban apakah ada kelainan? Pergelangan kaki korban apakah ada kelainan? Punggung kaki korban apakah ada kelainan? Telapak kaki korban apakah ada kelainan? Jari jari korban apakah ada kelainan?

Selanjutnya kita lakukan GSS ( Gerak Sensasi Sirkulasi ) seperti cek WPK ( Waktu Pengisian Kapiler ) selama 2 5 detik, dan beri penggelitikan pada telapak kaki korban. Setelah itu kita lakukan cek fisik alat gerak atas, meliputi :

Tulang belikat korban apakah ada kelainan? Tulang selangka korban apakah ada kelainan? Lengan atas korban apakah ada kelainan?( ada, jawab juri )

Pada bagian mana? ( kiri atas, jawab juri ) Siku korban apakah ada kelainan? Lengan bawah korban apakah ada kelainan? Pergelangan tangan korban apakah ada kelainan? Punggung tangan korban apakah ada kelainan? Telapak tangan korban apakah ada kelainan? Jari jari korban apakah ada kelainan?

Selanjutnya kita lakukan GSS ( Gerak Sensasi Sirkulasi ) seperti cek WPK ( Waktu Pengisian Kapiler ) selama 2 5 detik, dan beri penggelitikan pada telapak tangan korban.

3. Penanganan

Setelah melakukan cek fisik, kita lakukan penanganan pada patah tulang lengan kiri atas: Tolong logistic saya butuh mitela dan beberapa bantalan Setelah itu kita lakukan penanganan dengan memasang sling elevansi Beri bantalan pada sisi lengan korban yang sakit, pasangkan mitela dengan posisi segitiga mitela pada siku korban, kemudian letakkan tangan kiri korban ke dekat telinga dengan hati hati. Kemudian ikat mitela dengan tali simpul untuk mempermudah dalam pelepasan Untuk merapikan dapat kita peniti pada bagian yang kurang rapi ( tolong logistic saya butuh beberapa peniti )

Setelah melakukan cek fisik, kita lakukan penanganan pada patah tulang tungkai kiri atas:

Tolong logistic saya butuh bidai panjang, beberapa mitela dan beberapa bantalan Pertama kita pasangkan mitela lewat sisi bawah korban ( urut dari atas sampai akhir ) Pasangkan bantalan di sisi kaki korban yang sakit untuk meringankan rasa nyeri Pasangkan bidai panjang pada bagian luar dan bidai pendek pada bagian dalam. Kemudian ikat bidai dengan mitela dengan menggunakan simpul untuk mempermudah dalam pelepasan ( urut dari atas sampai akhir ) Gunakan kaki yang sehat sebagai penyeimbang

4. Cek Tanda Vital

Setelah kita melakukan penanganan, kita lakukan cek tanda vital, meliputi : Cek denyut nadi korban selama 1 menit, dan untuk lebih cepatnya kita lakukan selama 15 detik dan hasilnya kalikan 4. Cek frekuensi pernafasan perut korban selama 1 menit, dan untuk lebih cepatnya kita lakukan selama 15 detik dan hasilnya kalikan 4. Cek suhu tubuh korban dengan cara samakan suhu tubuh korban dengan suhu tubuh penolong. Tapi sebelumnya kita buka sedikit sarung latex kita, dan kita samakan suhu tubuh korban. Apakah suhu tubuh korban sama dengan suhu tubuh penolong? Cek keadaan kulit korban. Bagaimana keadaan kulit korban? Bila pucat dapat selimuti tubuh korban.

5.
Setelah itu kita evakuasi korban ke tandu, tolong logistic saya butuh tandu, dan beberapa orang untuk mengevakuasi korban:

Setelah itu kita buat kartu luka, meliputi :

Nama korban ( dapat dilihat dari kartu identitas ataupun tanyakan pada orang sekitar ) Alamat korban ( sama dengan keterangan diatas ) Usia korban (masih sama dengan keterangan yang paling atas ) Luka yang diderita ( Patah tulang tertutup pada bagian lengan kiri atas dan patah tulang tertutup pada bagian tungkai kiri atas ) Penanganan yang telah dilakukan ( pada patah tulang lengan kiri atas dipasang slink elevansi, pada patah tulang tungkai kiri atas dipasangkan bidai ) Hasil penanganan ( telah terslink elevansi dan terbidai ) Nama penolong ( nama terang, bukan nama samaran ataupun nama pacar ) Tanda tangan

Setelah itu kita lakukan evakuasi korban ke tempat rujukan. Tolong saya butuh bantuan untuk mengevakuasi korban ( minta tolong pada penolong lain atau pada warga sekitar bila ada ) Angkat korban bersama sama dengan hitungan yang benar ( jangan asal hitung, dan ingat posisi kaki penolong untuk kaki yang lebih dekat dengan kepala korban diangkat dan kaki yang satu lututnya menempel tanah ) Ditengah perjalanan, hentikan sejenak dan turunkan korban terlebih dahulu.

Lakukan cek berkala, meliputi cek denyut nadi, cek rekuensi pernafasan perut, cek suhu tubuh korban, dan cek keadaan kulit korban ( untuk hitungan tidak perlu, cukup seperti itu ) Setelah cek berkala, kita lanjutkan mengevakuasi korban. Sampai di tempat rujukan kita lapor kepada yang bertugas. Lapor saya tim PP dari SMK N 1 Slawi telah menemukan korban dengan nama . Alamat usia dan untuk keterangan lebih lanjut sudah tertera di kartu luka ini Kamudian saya serahkan korban beserta kartu luka ini kepada anda.