Anda di halaman 1dari 5

MODUL 01 KUALITAS DAN SPESIFIKASI GEOMETRIK 1.

1 KUALITAS DAN KARAKTERISTIK GEOMETRIK Kualitas digunakan untuk menilai atau menentukan tingkat persesuaian suatu hal terhadap persyaratan atau spesifikasinya. Suatu hal dikatana memiliki kualitas yang baik jika persyaratan atau spesifikasi yang ditentukan baginya dapat dipenuhi. Jadi acua untuk menentukan kualitas adalah spesifikasi. 1.2 HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK GEOMETRIK DENGAN KARAKTERISTIK FUNGSIONAL Hubungan antara karakteristik geometrik dengan karakteristik fungsional suatu komponen mesin amat penting. Dapat dikatakan bahwa komponen mesin bercirikan karakteristik geometrik yang teliti dan utama. Sering komponen mesin hanya dapat diketahui karakteristik fungsionalnya setelah komponen tersebut dirakit, misalnya karakteristik funsional dari bantalan tergantung pada karakteristik geometrik dari poros maupun lubangnya yang dalam hal ini berupa ukuran (dimensi), bentuk dan kehalusan permukaan dari masing-masing komponen. Suaian yang mungkin terjadi pada pasangan poros dan lubang tersebut dapat berupa suaian longgar, suaian pas atau suaian paksa. 1.3 PENYIMPANGAN SELAMA PROSES PEMBUATAN Sumber penyimpangan ini merupakan salah satu atau gabungan dari faktor-faktor berikut : Penyetelan mesin perkakas Ketebatasan kecermatan gerakan komponen mesin perkakas yang kritis. Pengukuran geometrik produk Keterbatasan kecermatan skala ukuran alat ukur, cara pengukuran, tekanan pada waktu pengukuran, cara pembacaan temperatur saat pengukuran. Gerakan mesin perkakas Misalnya kelurusan gerakan, kesejajaran dan ketegaklurusan gerakan komponen mesin perkakas. Keausan pahat (perkakas potong) Akibat keausan pahat akan terjadi penyimpangan geometrik (misal : poros menjadi tirus). Perubahan temperatur Panas yang timbul akibat proses pemotongan benda kerja dan akibat gesekan antar komponen yang bergerak relatif menyebabkan pemuaian benda kerja dan komponen mesin perkakas (terjadi deformasi). Besarnya gaya pemotongan Akibat gaya pemotongan yang besar maka terjadi deformasi, lenturan, dsb.

1.4 KOMPONEN DENGAN SIFAT KETERTUKARAN Suatu komponen mesin yang berpasangan diproduksi dalam jumlah banyak dengan membiarkan adanya suatu penyimpangan kecil terhadap ukuran dasarnya. Besarnya penyimpangan (harga maksimum dan minimum) ditentukan sedemikian rupa sehingga pada saat menjadi rakitan kualitas funsionalnya masih dianggap bagus. 1.5 SPESIFIKASI, METROLOGI DAN KONTROL KUALITAS GEOMETRI Pada dasarnya pemeriksaan (inspection) adalah sama dengan kontrol kualitas, yaitu melakukan pengukuran karakteristik produk yang kemudian dibandingkan dengan acuan yang telah distandarkan. Namun pemeriksaan hanya sampai pada taraf penyajian data jumlah produk baik dan produk jelek. Sedangkan materi kontrol kualitas lebih dalam daripada pemeriksaan, yaitu selain melakukan pengukuran juga memikirkan metoda untuk menangani masalah-masalah : Kapan pemeriksaan kualitas produk dilakukan dan dengan metoda apa pengukuran dilaksanakan. Berapa selang waktu (frekuensi) antara pemeriksaan yang satu dengan pemeriksaan berikutnya. Berapa banyak produk yang harus diperiksa untuk satu kali pemeriksaan. Bagaimana data pengukuran diolah dan disimpulkan serta tindakan apa yang harus dilakukan. Tujuan terpenting dari kontrol kualitas dalam tingkatan produksi adalah untuk memberikan tanda peringatan bahwa suatu tindakan harus segera diambil untuk mencari penyebab perubahan dan kemudian membetulkan variabel yang mempengaruhi proses produksi sehingga produk jelek tidak akan dihasilkan. 1.6 SPESIFIKASI GEOMETRIK Spesifikasi geometrik mencakup ukuran/dimensi (dimension), bentuk (form), posisi (position) dan kekasaran permukaan (surface roghness) produk. Meskipun semuanya itu diperhatikan tetapi tidak semua ukuran, bentuk, posisi dan kekasaran permukaan setiap bagian produk dianggap utama. Bagi elemen geometrik yang tidak kritis, toleransi geometriknya tidak perlu (bahkan jangan) diberikan. Namun dengan cara ini bukan berarti elemen geometrik tersebut harus sempurna atau bahkan kebalikannya, yaitu menyimpang secara keterlaluan dari harga nominalnya. Jika suatu elemen geometrik tidak diberi toleransi (open tolerance) maka berarti geometriknya boleh menyimpang secara wajar sesuai dengan kemampuan mesin dan operator. Jika geometrik bagian komponen merupakan sesuatu yang amat penting maka toleransinya harus pasti. 1.7 TOLERANSI DAN SUAIAN

MODUL 06 METROLOGI ULIR


Ulir (screw thread) mempunyai fungsi yang penting dalam konstruksi bangunan mesin atau peralatan teknis lainnya. Fungsi tersebut adalah sebagai alat pemersatu atau sebagai alat penerus (transmisi) daya. Pengukuran geometris bagi ulir dimaksudkan untuk memastikan kekuatan atau daya tahan kelelahan dari ulir atau untuk menjamin ketelitian pengubahan gerakan (rotasi menjadi gerakan translasi) dari sistem pengubahan gerakan yang memakai ulir. 6.1 DEFINISI PROFIL ULIR DAN JENIS ULIR\ Ulir dibuat dengan profil (bentuk) tertentu sesuai dengan fungsinya. Contoh profil ulir yang sering dipakai : 1. Ulir ISO metrik atau ulir unified, digunakan sebagai ulir pemersatu. 2. Ulir Whitworth, digunakan sebagai ulir pemersatu dan sekaligus untuk mencegah kebocoran (ulir dari pipa). 3. Ulir trapesium, digunakan sebagai ulir penggerak.

Arti istilah-istilah pada ulir : - Ulir luar (external thread); ulir yang dibuat pada bagian luar sebagaimana yang terdapat pada baut. - Ulir dalam (internal thread); ulir yang dibuat pada bagian dalam sebagaimana yang dipunyai oleh mur. - Puncak ulir (crest of thread); puncak atau ujung dari ulir, baik untuk ulir luar maupun ulir dalam. - Sisi ulir (flank of thread); sisi lurus yang menghubungkan puncak dan dasar dari ulir. - Sudut ulir, (angle of thread, included angle); sudut antara sisi ulir yang berseberangan yang diukur pada bidang yang melalui sumbu ulir (bidang aksial). - Sudut sisi ulir, 1, 2 (flank angle); sudut antara salah satu sisi ulir dengan bidang

yang tegak lurus terhadap sumbu ulir dan diukur pada bidang aksial. Untuk profil ulir yang simetris, sudut sisi ulir ini sama dengan setengah sudut ulir, 1 = 2 = . - Pits, p, P (pitch); jarak antara titik pada sisi ulir yang sama dari dua profil ulir yang terdekat yang diukur pada bidang aksial dan sejajar sumbu. - Kisar (lead); jarak yang ditempuh oleh salah satu komponen dari pasangan baut dan mur jika salah satu komponen diputar satu kali relatif terhadap pasangannya. - Sudut kisar, (lead angle); sudut antara garis yang menyinggung lingkaran pits dan sisi ulir (berimpit dengan arah pits ulir) dengan bidang yang tegak lurus terhadap sumbu ulir. Sudut kisar diukur pada bidang yang melalui sumbu ulir. - Segitiga fundamental (fundamental triangle); segitiga yang terbentuk dengan menghubungkan tiga titik perpotongan antara sisi ulir yang diperpanjang sehingga saling memotong. Pada Gambar 6.2 ditunjukkan sebagai segitiga KLM. Garis dasar LM sama dengan pits dan tinggi segitiga tersebut dinamakan sebagai dalam teoretis h, H (theoretical depth). - Dalam ulir, t, T (depth of thread); jarak antara puncak ulir dengan dasar ulir yang diukur pada arah yang tegak lurus terhadap sumbu ulir. Jarak ini sama dengan jarak radial dari silinder mayor sampai dengan silinder minor. - Tebal ulir (axial thickness); tebal profil ulir antara sisi ulir yang bertolak belakang yang diukur pada silinder pits searah dengan sumbu ulir. Jarak ini sama dengan setengah panjang pits. - Pemenggalan dan pembulatan (truncation & rounding); ujung dari segitiga fundamental dipenggal atau dibulatkan pada arah radial setinggi a atau a1 (A atau A1). - Addendum; jarak radial antara silinder mayor sampai dengan silinder pits pada ulir luar, atau jarak radial antara silinder pits sampai dengan silinder minor pada ulir dalam. - Dedendum; jarak radial antara silinder pits sampai dengan silinder minor pada ulir luar, atau jarak radial antara silinder mayor sampai dengan silinder pits pada ulir dalam. - Diameter mayor, d, D (mayor diameter, outside diameter, crest diameter, full diameter); diameter silinder mayor yaitu silinder khayal yang mempunyai sumbu yang berimpit dengan sumbu ulir serta menyinggung puncak ulir. - Diameter minor, d1, D1 (minor diameter, root diameter, core diameter); diameter silinder minor, yaitu silinder khayal yang mempunyai sumbu yang berimpit dengan sumbu ulir serta menyinggung dasar ulir. - Diameter pits, diameter efektif, d2, D2 (pitch diameter, simple effective diameter); diameter silinder pits, yaitu silinder khayal yang mempunyai sumbu yang berimpit dengan sumbu ulir serta memotong sisi ulir sedemikian rupa sehingga tebal ulir dan jarak pada ruang kosong antara sisi ulir yang berseberangan adalah sama. - Diameter fungsional, d2', D2' (functional diameter, virtual effective diameter); diameter pits dari mur yang dipasang pada baut yang mempunyai profil sempurna sehingga sisi ulirnya tepat saling bersinggungan. Karena adanya kesalahan dari pits dan atau kesalahan dari sudut sisi ulir maka diameter fungsional akan lebih besar daripada diameter pits.

6.2 KESALAHAN PADA PROFIL ULIR Pembuatan ulir biasanya dilakukan dengan salah satu dari 3 (tiga) cara berikut : 1. Dipotong dengan memakai pahat bermata potong tunggal (proses bubut). 2. Dipotong dengan memakai pahat bermata potong jamak (proses tap). 3. Dibentuk dengan proses pengerolan. Kesalahan profil ulir dapat mempengaruhi fungsi ulir. Kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi pada profil ulir antara lain : 1. Kesalahan diameter mayor. 2. Kesalahan diameter minor. 3. Kesalahan diameter pits. 4. Kesalahan sudut sisi ulir. 5. Kesalahan pits. Dua kesalahan pertama dapat disebabkan oleh kesalahan dimensi (diameter) bahan poros atau lubang silinder atau dapat disebabkan oleh kesalahan dalam penyetelan pahat pada mesin perkakas sehingga pemotongannya terlalu dalam atau kurang dalam. Tiga kesalahan yang lain sangat berpengaruh terhadap harga diameter fungsional.

6.3 TOLERANSI ULIR Toleransi ulir didefinisikan terhadap tiga faktor, yaitu garis nol, penyimpangan fundamental dan besar daerah toleransi. Garis nol adalah garis dari profil dasar untuk ulir metrik. Letak daerah toleransi dari suatu diameter relatif terhadap garis nol ditentukan oleh penyimpangan fundamental. Besar daerah toleransinya ditentukan oleh angka kualitas bagi ulir yang bersangkutan.