Anda di halaman 1dari 8

PENGADUKAN DAN PENCAMPURAN

A) Tujuan Percobaan 1. Mengetahui pengertian pengadukan dan pencampuran. 2. Mengoperasikan peralatan pengadukan dan pencampuran dengan baik. 3. Melakukan praktikum pengadukan dan pencampuran dengan baik dan benar.

B) Alat dan Bahan 1. Alat Seperangkat alat pengadukan dan pencampuran Wadah/ember Stopwatch 2. Bahan Tepung Kanji Larutan asam dan basa Air Indikator PP

C) Dasar Teori Proses pengolahan zat sangat tergantung pencampuran. Kedua istilah tersebut sering pada pengadukan dan sama, meskipun

dianggap

kenyataannya satu sama lain berbeda. Pengadukan (agitasi) menunjukkan gerakan yang terinduksi dengan cara tertentu pada suatu bahan di dalam bejana. Gerakan tersebut biasanya mempunyai pola sirkulasi tertentu. Pengadukan sendiri dilakukan untuk berbagai tujuan antara lain : Membuat campuran homogen Melarutkan partikel-partikel padat dalam cairan

Mempertahankan reaksi yang terjadi karena perpindahan momentum dari pengadukan Pencampuran (mixing) merupakan peristiwa penyebaran bahan-bahan secara acak, bahan yang satu menyebar ke bahan yang lainnya dan sebaliknya.

Macam-macam Pengaduk : Berbagai macam pengaduk mempunyai kegunaan berbeda, juga aliran dan pola yang ditimbulkannya, misalnya : Turbin : Pengaduk turbin mempunyai jangkaun viskositas dari viskositas rendah sampai sedang (1 sampai dengan 5 x 105) centi poise. Bentuk pengauk turbin biasanya berdaun banyak, putaran dengan kecepatan tinggi, bentuk daun lurus, melengkung dan tidak bersudut. Pola aliran yang ditimbulkan berbentuk radial. Jangkar : Bentuk ini menimbulkan pola aliran tangensial dengan jumlah putaran rendah, daerah operasi dekat dengan dinding tangki, efektif untuk larutan dengan viskositas tinggi (103-145) centi poise. Waktu Pengadukan Pencampuran zat cair yang mampu bercampur (miscible) dalam tangki berlangsung sangat cepat dalam turbulen. Impeller dapat menghasilkan kecepatan tinggi dan fluida bercampur dengan baik di sekitar impeller karena adanya aliran turbullen yang kuat. Bila aliran berjalan lambat mengalir ke arah dinding, maka terjadi pergolakan besar yang berubah menjadi kecil, akan terjadi sirkulasi ke arah pusat impeller sehingga terjadi pencampuran. Perhitungan atas dasar cara tersebut menunjukkan penampuran hampir 99% yang dapat dicapai bila tangki mengalami sirkulasi 5 kali. Waktu pencampuran dapat diperkirakan dari korelasi aliran total yang dihasilkan dari beberapa jenis impellar. Untuk turbin berdaun enam standar, waktu pencampuran adalah : q = 0,92 n Da3 (Dt/da) TT = 5 v/ = 5(n2H/4) (1/0,92 n Da+2Dt)
nT T

= (Da/Dt)2(Dt/H) = konstan = 4,3

Digunakan untuk tangki dan impeller tertentu, atau untuk berbagai sistem yang secara geometri serupa. Waktu pencampuran diperkirakan berbanding terbalik dengan kecepatan pengaduk. Digunakan untuj turbin dengan (Da/Dt) = 1/3 dan (Dt/H) = 1, dan harga HTT adalah 36. Korelasi umum untuk menentukan waktu pencampuran diberikan oleh Norwood dan Metzer adalah : ft = TT (nDa2)2/3q1/6Da1/2 = na(Da/Dt)2(Da/Dt)1/2(q/n2Da)1/6 H1/2Dt3/2 Untuk propeller adalah : ft = TT (nDa2)2/3q1/6 = na(Da/Dt)3/2(Dt/H)1/2(q/n2Da)1/6 H1/2Dt Untuk Da/Dt = 0,07 0,18

D) Prosedur Percobaan 1. 2. 3. Menimbang 500gr tepung kanji, melarutkan dalam 2 liter air mendidih Memasukkan 15 liter air ke dalam bejana kemudian disaring Melarutkan kanji dan memindahkannya ke tangki berpengaduk (tangki pencampur) dan menambahkan 5 ml indikator pp 4. 5. Menentukan berat jenis, suhu dan viskositas larutan Menambahkan 30 ml NaOH 2M dan mengatur kecepatan motor bersamaan dengan pengaduk pada 40 rpm 6. 7. Mencatat waktu bila perubahan warna campuran telah merata Menetralkan campuran dengan menambahkan 30 ml larutan H2SO4 2M bersamaan dengan menjalankan stopwattch, mencatat waktu penetralan. 8. Selanjutnya, menentukan harga berat jenis, viskositas dan temperatur campuran 9. Mengulangi percobaan 1-6 dengan kecepatan pengaduk yang berbeda.

E) Data Pengamatan 1. Pengadukan dan Pencampuran Sampel Komponen Daya Motor (P) Putaran Pengaduk (N) Waktu Pengadukan dan Pencampuran (T) Diameter Tangki (DT) Diameter Pengaduk (D1) Nilai 0,35 Kw 40 rpm 2 menit 33 detik 12,16 inch 9 inch

2. Pengujian Sampel Densitas Sampel pada 20C piknometer kosong piknometer + air berat air = 0,998203 gr/cm3 = 30,8 gram = 54,8 gram = 24 gram

piknometer + sampel = 55,7 gram berat sampel = 24,9 gram

Viskositas Sampel diameter bola tinggi tabung bola konstanta bola waktu bola jatuh = 15,6 mm = 23 cm = 2,2 gr/cm3 = 0,09 mpa.s.cm3/gr.s = 33,33 detik

F) Perhitungan 1. Densitas Sampel ()


2. Viskositas Sampel () K = 0,09 mpa.s.cm3/gr.s 1 = 2,2 gr/cm3 2 = 1,0357 gr/cm3 t = 33,33 detik = K (1 2) t = 0,09 mpa.s.cm3/gr.s (2,2 1,0357) gr/cm3 . 33,33 detik = 3,49 cp

Maka,

3. Reynold Number (Re) = 1,0357 gr/cm3 = 64,66 lb/ft3 N = 40 rpm D1 = 9 inch = 3,49 cp Maka,

4. Daya yang dibutuhkan Np = 4,0 (didapatkan dari table untuk tangki tanpa skala) N = 64,66 lb/ft3 = 40 rpm

D1 = 9 inch Maka,

) (

G) Analisa Percobaan Pada percobaan yang telah dilakukan, yaitu pengadukan dan pencampuran, dimana bahan yang digunakan adalah tepung kanji yang dilarutkan dalam air, kemudian dimasukkan ke dalam bejana atau tangki berpengaduk dan ditambahkan indikator pp, untuk melihat reaksi yang terjadi pada proses pengadukan maka ditambahkan larutan NaOH sebanyak 30 ml sehingga terjadi perubahan warna terhadap campuran tepung kanji yaitu dari putih menjadi merah muda, lama waktu perubahan warna diukur dengan menggunakan stopwatch. Kemudian untuk proses penetralan campuran, dilakukan kembali penambahan larutan asam, yaitu H2SO4 sebanyak 30 ml. Pada proses penetralan ini warna campuran larutan berubah kembali menjadi warna asal, yaitu putih dan mencatat lama waktu penetralan, Setelah itu menentukan berat jenis, viskositas dan temperature campuran. Adapun pengadukan ini sendiri dilakukan dengan tujuan : membuat campuran homogen, melarutkan partikel-partikel padat dalam cairan, mempertahankan reaksi yang terjadi karena perpindahan momentum dari pengadukan.

H) Kesimpulan Setelah melakukan percobaan pengadukan dan pencampuran, maka berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan dapat disimpulkan: Densitas sampel () Viskositas sampel () Reynold Number (Re) Daya yg dibutuhkan (P) = 1,0357 gr/cm3 = 3,49 cp = 1148,761 (Laminer) = 1,0268 x 10-3 hp

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM SATUAN OPERASI PENGADUKAN DAN PENCAMPURAN

Di Susun Oleh : Kelompok 3 Isnandar Yunanto Krismarinda DP M.Muarif M.Rainbow Perdana Nurfadhlah Tiara Armita Ummi Kalsum 0609 4041 1364 0609 4041 1365 0609 4041 1367 0609 4041 1368 0609 4041 1370 0609 4041 1374 0609 4041 1376

Instruktur : Ir.Arizal Aswan,M.T

PROGRAM DIV TEKNIK ENERGI JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA 2013