Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN TUGAS LSP 09 - 010 PENGENALAN MAP INFO

Oleh: MUHAMMAD MIFTAH FARID (LSP. 09 - 027) NUR HANIK SYAFRINA WENGKI SAPUTRA UMAR SATRIA AGNES MEILINA SINAGA REZA NIRWANA SARI M. HABIBURRAHMAN (LSP. 09 058) (LSP. 09 070) (LSP. 010-009) (LSP. 010-016) (LSP. 010-066) (LSP. 010-075)

Asisten:
GASSER

LABORATORIUM SURVEY PEMETAAN DAN GIS FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2011

Modul MapInfo Tingkat Dasar


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat rahmat, dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan laporan Tugas LSP 09 010 Pengenalan MapInfo. Laporan ini disusun berdasarkan hasil pengambilan data yang kami lakukan pada kampus UNAND Limau Manis dan merupakan salah satu tugas sebagai asisten di Laboratorium Survey dan Pemetaan Penulisan laporan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, melalui kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Ir. Masril Syukur selaku Kepala Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS Fakultas Teknik Universitas Andalas. 2. Kakanda Irwan maryon, Rizki Petriandri S.T, Kakanda Yulianti S.T, Kakanda Dery Abdullah dan Kakanda Habibullah, Kakanda Dhani Arifianto, Kakanda Rahma Winni Oktari. P, Kakanda Handayani Puspita Sari dan Kakanda Andri Wahyudi yang telah bersedia

meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, arahan, dan petunjuk kepada kami dalam melaksanakan pengambilan data dan pengolahan data serta penyusunan laporan. 3. Rekan-rekan LSP dan seluruh pihak yang telah ikut membantu dalam penyelesaian laporan ini.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar


Selaku penulis, kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Karena itu kami mengharapkan kritikan dan saran yang bersifat membangun demi tercapainya kesempurnaan. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua.

Padang,

Desember 2011

LSP 09 - 010

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar


DAFTAR ISI LEMBAR ASISTENSI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I. PENGENALAN GIS 1.1 Pengertian dan Defenisi GIS 1.2 Komponen GIS 1.3 Sistem Kerja GIS 1.4 Software dan Hardware GIS 1.5 Konsep Data GIS 1.6 Sumber Data GIS 1.7 Aplikasi GIS dalam Manajemen Pembangunan

BAB II. PENGENALAN GPS 2.1 Pengertian GPS 2.2 Komponen Sistem GPS 2.3 Klasifikasi Alat (Recevier) GPS

BAB III. SOP (STANDARD OPERATING PROCEDURES) 3.1 Tahapan Pengambilan Data dengan GPS Geodetik 3.2 Tahapan Pengolahan Data GPS Geodetik dengan Spectra Possion 3.3 Tahapan Register dan Digitasi Foto Udara dengan AutoCad Land Development 3.4 Tahapan Penggunaan MapInfo

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar


BAB I PENGENALAN GIS

1.1 Pengertian dan Definisi GIS Sistem informasi dapat diartikan sebagai sesuatu yang mengandung satu set proses yang melakukan fungsi pengolahan terhadap data untuk menghasilkan satu bentuk informasi yang dibutuhkan bagi satu keperluan tertentu. Dalam memahami apa itu GIS, dapat dijelaskan sbb. : GIS adalah singkatan dari Geographic Information System atau Sistem Informasi Geografis (SIG) GIS merupakan satu bentuk Sistem Informasi khusus yang digunakan untuk memproses/ mengolah data geografi (data ruang) dalam menghasilkan informasi Informasi yang dihasilkan melalui GIS ini biasanya dalam bentuk peta (peta topografi dan peta-peta tematik), tabular, visualisasi ruang, model, dan statistik. Satu GIS itu menggunakan data spasial (bereferensikan geografi) dan data non spasial serta termasuk juga semua operasi-operasi yang mendukung analisis spasial. Dalam konteks teori sistem, ESRI mendefeniskan sebagai berikut : GIS adalah satu sistem yang terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), prosedur-prosedur yang dirancang untuk mendukung proses pemerolehan, pengelolaan, manipulasi, analisis, permodelan, dan penyajian data gepgrafi (spasial dan non spasial) untuk menyelesaikan masalah-masalah Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND GIS

Modul MapInfo Tingkat Dasar


perancangan, kompleks. kontrol, pemantauan, dan manajemen yang

1.2 Komponen GIS Secara umum prinsip GIS dapat dirumuskan kepada 4 sub sistem , yaitu : (1) Input Data, (2) Penyimpan Data, (5) Manipulasi dan Analisis Data dan (4) Penyajian Data. Sebagai satu sistem informasi yang memproses data ruang/ geografi untuk berbagai keperluan, GIS mempunyai beberapa komponen penting : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Data Informasi Prosedu-prosedur Perangkat Keras (hardware) Perangkat Lunak (Software) Aplikasi

1.3 Sistem Kerja GIS Sistem kerja GIS pada prinsipnya sama dengan sistem kerja sebuah sistem pada umunya, yaitu terdiri unit input, unit pemrosesan, unit output serta feedback sistem.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar

INPUT Peta-peta
Data

Sistem Informasi Geografis Simpan, Simpan, pemanggilan Pemanggil


Manipulasi Manipulasi &

OUTPUT Laporan

Survey PengukuranLa pangan Fotogrametri RemoteSensin Data Digital

Peta-Peta

Pemerosesan Pemprosesan data input Data Input

Penyajian Pemprosesan Data data input

Hasil Fotografi Statistik

Sistem Informasi Iainnya

Interface (Editing, Pertanyaan Jawab, )

Program Eksternal Statistik & Model

Model Input Data

Sistem Kerja GIS

1.4 Software dan Hardware GIS Secara umum pengetahuan orang terhadap GIS identik dengan perangkat lunak (software) GIS yang beredar dipasaran. Untuk menganalisis ruang, diperlukan perangkat lunak GIS yang memiliki analitical power tertentu. Semakin komplek daya analisis satu perangkat lunak, berarti semakin tinggi analitical power-nya dan semakin mahal harga perangkat lunak tersebut. Berbagai sofware GIS yang beredar di Indonesia antara lain ; ArcInfo, MapInfo, Erdas, ILWIS, Idrisi, Integraph, dlsb., dimana Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar


masing-masing perangkat lunak tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Namun perangkat lunak yang paling banyak digunakan saat ini adalah ArcInfo dan MapInfo, dimana kedua software ini (terutama ArcInfo) memiliki analitical power yang lengkap dan mampu berintegrasi dengan data lain seperti multi media.

1.5 Konsep Data GIS Secara prinsip, data GIS itu adalah data yang mengacu kepada lokasi/ ruang atau data geografis. Dalam satu data GIS terdiri dari data spasial dan non spasial yang saling berhubungan (berintegrasi). Data spasial adalah data yang menunjukkan lokasi/ geografis, sedangkan data non sapasial adalah data yang

menerangkan/ menjelaskan segala sesuatunya terhadap data spasial tsb. Jadi konsep dasar data GIS itu adalah pasangan data spasial dan non spasial yang memberikan satu informasi. Kadang-kadang untuk memperjelas informasi, data GIS tersebut dapat dihubungkan (integrasi) dengan media-media lain (multi media), seperti; video lokasi, foto lokasi.

1.6 Sumber Data GIS Sumber data GIS secara garis besarnya terdiri dari 2 bagian, yaitu sumber data spasial dan sumber data atribut. 1. Sumber Data Spasial Sumber data spasial adalah merupakan sumber data keruangan atau berbentuk grafis (feature) dari permukaan bumi (geografis) yang biasanya berupa peta-peta. Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar


Berbagai sumber data spasial yang dapat digunakan sebagai basisdata GIS antara lainn adalah : - Peta garis berbentuk kertas (hardcopy) - Peta garis dalam format digital (biasanya format Cad) - Peta Foto (raster/ image) - Peta Remote Sensing 2. Sumber Data Atribut Sumberdata atribut merupakan sumber data yang terdiri dari keterangan-keterangan atau diskripsi yang berkaitan dengan objek atau aspek keruangan. Berbagai data atribut yang dijadikan sebagai sumberdata adalh: - Tabel-tabel tentang tema objek spasial - Hasil survey lapangan - Deskripsi wilayah - dlsb. Dalam pengolahannya, sumber data atribut tersebut akan diintegrasikan dengan basisdata spasialnya menjadi basisdata GIS.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar


1.7 Aplikasi GIS dalam Manajemen Pembangunan Jenis Penggunaan Pelaporan dan Pemetaan Area Izin mendirikan Bangunan Analisa Pemerosesan izin mendirikan bangunan Pengawasan Pembangunan Analisa kecenderungan arah pembangunan dan penyajian peta scenario arah pembangunan Manajemen daerah Penyediaan peta dan data terbaru daerah Analisis dan presentasi informasi daerah Penanggulangan bahaya Penyediaan peta dan informasi route rawan bahaya bagi kendaraan Penyediaan peta-informasi wilayah rawan bencana Manajemen Fasilitas Wilayah Analisis dan Perencanaan serta Contoh Aplikasi Analisis dan penyajian data

pemeliharaan Jalan, saluran, PDAM, jaringan listrik Pemutakhiran, penyajian peta fasilitas kota/ kab Rencana untuk pengembangan fasilitas

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar


BAB II PENGENALAN GPS

2.1 Pengertian GPS GPS (Global Positioning System) adalah system satelit navigasi dan penentuan posisi yang dimiliki dan dikelola oleh Amerika Serikat. Sistem ini didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga dimensi serta informasi waktu secara kontinyu di seluruh dunia tanpa tergantung pada waktu dan cuaca banyak orang secara simultan. 2.2 Komponen Sistem GPS GPS terdiri dari 3 segmen: Segmen ruang angkasa. Segmen system kontrol. Segmen pengguna. kepada

2.3 Klasifikasi Alat (Receiver) GPS Dasar Klasifikasi Berdasarkan Pengguna Berdasarkan Fungsi Penentuan Posisi Berdasarkan Jenis Data Type Receiver Type Sipil Receiver Type Pemetaan Type Navigasi Type Pemetaan Type Geodetic Receiver Kode C/A Receiver kode C/A + Fase L1 Receiver kode C/A + Fase L1 + Fase L2 Receiver kode C/A + Fase L1 + Fase L1,l2

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar


Berdasarkan Fungsi Penggunaan Aviation GPS (Penerbangan) Marine GPS (Laut) Spaceborne GPS Car GPS (Kendaraan)

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar


BAB III SOP (STANDARD OPERATING PROCEDURES) 3.1 Tahapan Pengambilan Data dengan GPS Geodetik Pada pelaksanaan tugas Lsp kami menggunakan GPS Geodetik EPOCH 10. Tahapan pelaksanaan pengambilan data GPS Geodetik: 1. 2. Tentukan titik pengukuran. Misal: P1, P2, P3, P4, P5. Letakkan GPS Geodetik pada P1 dan P2. Lakukan penyentringan pada Receiver GPS Geodetik. Kemudian hubungkan GPS yang berbentuk mini PC dengan Receiver. 3. Hidupkan GPS. Pilih menu Field Surveyor pada GPS. Kemudian GPS akan Connect secara otomatis. Lihat keterangan jumlah satelit dan PDOP pada GPS. PDOP disarankan kecil dari 2.5. 4. Kemudian pilih Static. Ukur ketinggian Receiver dari patok titik pengukuran, dan inputkan pada GPS. Kemudian beri nama titik pengukuran pada GPS. 5. 6. Pilih Measure secara bersamaan pada GPS di P1 dan P2. Setelah Fix kemudian pilih Record pada alat yang akan pindah, sedangkan alat satunya lagi dibiarkan dalam kondisi Fix tanpa direcord. 7. Kemudian pindahkan alat pada titik selanjutnya. Misal: P3. Lakukan langkah 2 6. 8. Prinsip pengambilan data GPS Geodetik adalah

pengambilan data dengan membentuk segitiga.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar


3.2 Tahapan Pengolahan Data GPS Geodetik dengan Spectra Possion Pengolahan data GPS Geodetik dilakukan melalui

bantuan seperangkat komputer yang dihubungkan perangkat GPS Geodetik yang berbentuk mini PC. Dalam hal ini

dibutuhkan software pengolah data Spectra Possition yang telah diinstalkan kedalam komputer. Tahapan pengolan data GPS Geodetik menggunakan Spectra Possition: 1. Hubungkan komputer dengan GPS. 2. Kemudian pindahkan data kedalam satu folder, missal: pada folder geodet 1 dan geodet 2. 3. Pilih Start dan pilih menu Spectra Possition.

4. Kemudian akan tampil window Spectra Possition seperti ini:

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar

5. Kemudian pilih menu Project Import Browse ke folder data GPS.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar

6. Kemudian drag data GPS *.DAT ke window. Dan akan muncul pada layar seperti gambar di bawah ini kemudian klik OK:

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar

7. Kemudian pilih Project Change Coordinate Sytem pilih UTM WGS 1984.

8. Kemudian pilih menu Survey Process Baseline - Proces - Save. Sebelumnya pastikan telah memasang DONGLE Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar


pada komputer. DONGLE berfungsi sebagai kunci agar data GPS bisa dibaca dan diprosses.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar

9. Pilih menu Report Point List untuk melihat kordinat dari titik pengukuran.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar

10. Kemudian buka note pad. Copy data pengukuran dari Point List ke note pad untuk diolah selanjutnya pada AutoCad Land Development.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar


3.3 Tahapan Register dan Digitasi Foto Udara dengan AutoCad Land Development Digitasi adalah proses pengubahan bentuk raster menjadi bentuk vector. Gambar yang kita masukkan kedalam file AutoCad kita sebut raster, sedangkan objek-objek AutoCad seperti polyline, line rectang, dan lain-lain disebut vector. Dalam proses digitasi ini kita mengikuti kembali garis-garis yang ada pada gambar. Tahapan digitasi peta pada Cad Land:

1. Pilih Start dan pilih menu AutoCad Land Development.

2. Pilih File New. Kemudian isi kotak dialog New Drawing


Project Base yang muncul pada layar. Setelah diisi kemudian klik OK.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar

3. Kemudian akan muncul kotak dialog Load Setting. Setting


ini meliputi: units (satuan), scale (skala gambar), sistem proyeksi peta, gaya tulisan dan garis pinggir. Setelah selesai pengaturan Setting klik Finish.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar

4. Pilih icon layer pada toolbars. Kemudian buat layer-layer


yang dibutuhkan untuk memudahkan proses digitasi.

5. Pilih Point Import Points. Kemudian muncu kotak


dialog Format Manager. Isi Format, Source File, kemudian klik OK.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar

6. Kemudian pilih menu Map Insert. Cari dimana letak


gambar kemudian klik OK.

7. Selanjutnya proses Register. Register adalah proses


pemindahan gambar sehingga tepat berada pada koordinatnya. Pilih menu Map Tools Rubber Sheet. Klik titik pada gambar dan kemudian pindahkan ke titik sebenarnya pada CadLand. Setelah semua titik

dipindahkan tekan enter pilih select select gambar. Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar

8. Kemudian gambar akan terletak pada koordinat


sebenarnya.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar

9. Setelah selesai proses register, selanjutnya gambar peta


dapat didigitasi. Proses digitasi dilakukan perlayer. Misal: layer bangunan, layer jalan, layer koridor, dll.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar


3.4 Tahapan Penggunaan MapInfo Pengenalan MapInfo MapInfo adalah salah satu perangkat lunak (software) yang digunakan sebagai sarana sistem untuk informasi menampilkan geografik. atau

pengimplementasian

Kelebihan

perangkat lunak Mapinfo tersebut adalah karena fasilitas yang diberikan cukup mudah untuk dioperasikan dan cukup lengkap untuk keperluan pengembangan sistem informasi geografik.

Format Tampilan Mapinfo Konsep Desktop Mapping yang dimilik oleh MapInfo memungkinkan untuk menampilkan data dalam 3 format, yaitu : Mappers, yaitu penyajian informasi data grafis dalam bentuk konvensional hasil dijitasi, sehingga memungkinkan untuk memvisualisasikan pola geografik dari data. Browser, yaitu penyajian informasi dalam bentuk daftardaftar tabular (seperti pada basisdata konvensional) atau tabel-tabel . Memungkinkan untuk melakukan pemeriksaan data secara manual maupun otomatis secara penuh. Graphers, yaitu penyajian informasi dalam bentuk grafik atau histogram sesuai dengan data pada browser. Penyajian grafik tersebut bias secara terpisah maupun bersama-sama dengan tampilan mappers. Memungkinkan untuk

menampilkan grafik atau histogram pada peta maupun statistiknya.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar


Struktur Data Mapinfo Pembentuklan data grafis dan atribut pada MapInfo dilakukan secara bersamaan. Sehingga pada akhirnya keduanya merupakan satu kesatuan yang utuh. Perubahan pada yang satu berarti terjadi perubahan pada yang lain. Demikian juga apabila menghilangkan salah satunya (obyek grafis atau atributnya) model berarti akan yang

menghiangkan

semuanya.

Sedangkan

basisdata

dibangun dengan MapInfo adalah model data relasional. Pada pengoperasiannya, MapInfo for Windows ini

mengorganisasikan data grafik dan data non-grafik dalam file-file tertentu. File-file tersebut dibedakan oleh ekstensen yang

menyertainya. Masing-masing ekstensen menandakan jenis filenya. Jenis-jenis file yang ada pada MapInfo tersebut adalah : File Map, yaitu file yang berisi data grafis maupun bentuk-bentuk dasar lain seperti titik, garis dan luasan yang mewakili obyek-obyek grafis yang ada. File Tab, yaitu file yang berisi struktur basisdatanya File Dat, yaitu file yang berisi data atribut berupa numerik, alfabetik dan alfa numerik. File ID, yaitu file yang berisi identifier (ID) atau kode tertentu yang bersifat unik. Identifier ini dapat dibangun secara otomatis oleh MapInfo maupun dibangun sendiri. File-file lain yang bersifat sebagai penunjang, antara lain : Wor, Ind, MIF, Mid.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar


Asas Asas Pemetaan Yang dimaksud dengan asas pemetaan disini adalah menyangkut prinsip-prinsip atau konsep dasar yang perlu diketahui tentang proses pengadaan satu peta. Sesuai dengan definisi peta bahwa peta adalah gambaran permukaan bumi pada satu bidang datar dengan perbandingan (skala) tertentu, maka ada hal-hal prinsip yang mesti diketahui dalam proses pemindahan ukuran dan besaran bumi tsb. kepada satu bidang kertas sehingga menjadi sebuah peta. Pada prinsipnya bahwa proses pemindahan bentuk dan ukuran permukaan bumi kepada sebuah kertas tidaklah sederhana. Hal-hal yang menyangkut asas-asas pemetaan tersebut antara lain adalah : - Kondisi fisik bumi - Model matematis bumi - Bidang referensi - Sistem proyeksi peta - Sistem Koordinat peta - Sistem Penyajian peta - Fokus survey pemetaan

Tahapan Penggunaan MapInfo 1. Ubah hasil digitasi dalam format.dxf dengan cara: a. Buka file yang telah selesai didigitasi pada AutoCad 2008

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar

b.

Kemudian hidupkan salah satu layer, misal: layer gedung.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar


c. Ctrl+C gambar pada layer gedung, buka window baru, kemudian klik kanan pilih paste with original coordinate.

d.

Save As menggunakan nama baru dengan format AutoCad R12/LT2 DXF. Lalu Close.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar


e. Lakukan hal yang sama pada layer yang lain.

2.

Pilih Start dan pilih menu MapInfo Professional 10.0

3.

Pilih menu Table Import pilih file format .dxf Open. Kemudian muncul kotak dialog DXF Import

Information. Pilih DXF layer Projection Category (pilih UTM WGS 84) Category member (pilih UTM zone 47, Southern) OK.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar

4.

Kemudian muncul katak dialog Import to Table buat nama tabel (missal: gedung.TAB) save. Pilih menu File close table pilih table gedung close.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar

5.

Pilih menu File Open pilih gedung.TAB Open. Kemudian akan tampil gedung Map pada window MapInfo.

6.

Lakukan hal yang sama dari 1 5 untuk layer-layer lainnya. Sehingga tampilan Mapinfo seperti ini:

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar

7.

Pemberian informasi pada MapInfo. a. Pilih menu Table Maintanance Table Structure. Kemudian akan keluar kotak dialog view/modify table structure. Pilih layer apa yang akan diberikan informasi. Klik ok.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar

b. Setelah keluar kotak dialog Modify Table Structure Gedung pilih Add Field Isi Name dan Type dari informasi yang akan dimasukkan (missal: Nama Gedung, maka Type nya adalah Character).

Kemudian OK.

c. Kemudian input informasi dari survey lapangan yang telah dilakukan. Klik icon kotak dialog Info Tool, isi . Setelah muncul informasi yang

dibutuhkan pada kotak dialog tersebut

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar

d. Untuk memasukkan informasi berupa foto atau video dalam MapInfo harus terlebih dahulu

diinstalkan MapInfo Tools MULTIMED.MBX. Langkah selanjutnya add field dengan nama Picture pada table strruktur. Pilih menu Multimedia Assign Picture Browse lokasi foto.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar

e. Untuk menampilkan foto, pilih gedung yang akan ditampilkan foto pilih menu Multimedia Show picture. Kemudian akan tampil map baru berisi foto.

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND

Modul MapInfo Tingkat Dasar

Laboratorium Survey Pemetaan dan GIS UNAND