Anda di halaman 1dari 10

BAB I PENDAHULUAN Istilah metode pengumpulan data digunakan pada penelitian/riset.

Metode yang digunakan dalam pengumpulan data sama dengan metode untuk mencari informasi atau metode belajar untuk menjadi tahu tentang sesuatu. Mengumpulkan data memang pekerjaan yang melelahkah dan kadang-kadang sulit. Berjalan dari rumah ke rumah mengadakan interview atau membagi angket, belum lagi kalau satu dua kali datang belum berhasil bertemu dengan orang yang dicari, atau malah dikejar anjing penjaga. Kadang-kadang sampai ke kantor, atau suatu tempat dan disambut dengan dingin, bahkan kadang-kadang raut wajah yang kecut. Pekerjaan seperti ini sering diberikan kepada pembantu-pembantu peneliti yunior, sedangkan para senior cukup membuat desain, menyusun instrumen, mengolah data, dan mengambil kesimpulan. Yang diambil kesimpulannya adalah olahan data yang pengumpulan banyak dipengaruhi oleh faktor siapa yang bertugas mengumpulkan data. Jika pengumpul data melakukan sedikit kesalahan sikap dan interview misalnya, akan mempengaruhi data yang diberikan oleh responden. Kesimpulannya dapat salah. Maka mengumpulkan data merupakan pekerjaan yang penting dalam meneliti. Teknik pengumpulan data yang diperlukan disini adalah teknik pengumpulan data mana yang paling tepat sehingga benar-benar didapat data yang valid dan reliabel. Jangan semua teknik pengumpulan data (angket, observasi, wawancara) dicantumkan kalau sekiranya tidak dapat dilaksanakan. Selain itu konsekuensi dari mencantumkan ketiga teknik pengumpulan data itu adalah: setiap teknik pengumpulan data yang dicantumkan harus ada datanya. Memang untuk mendapatkan data yang lengkap dan objektif penggunaan berbagai teknik sangat diperlukan. Jika satu teknik dipandang mencukupi, maka teknik lain tidak perlu digunakan dan tidak efisien.

BAB II PEMBAHASAN

1. Pengertian Metode pengumpulan data ialah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk pengumpulan data. Metode (cara atau teknik) menunjuk suatu kata yang abstrak dan tidak diwujudkan dalam benda, tetapi hanya dapat dilihat penggunaannya melalui: angket, wawancara, pengamatan,ujian (tes), dokumentasi dan lainya. Peneliti dapat menggunakan salah satu atau gabungan tergantung dari masalah yang dihadapi. Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Instrumen yang diartikan sebagai alat bantu: angket (questionnaire) daftar cocok (checklist) skala (scala) pedoman wawancara (interview guide atau interview schedule) lembar pengamatan atau panduan pengamatan (obseration sheet atau observation schedule) soal ujian (soal tes)

2. Cara Pengumpulan Data jenis metode pengumpulan data adalah sebagai berikut: KUESIONER Data yang diungkap dalam penelitian dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu: fakta, pendapat, dan kemampuan. Untuk mengukur ada atau tidaknya serta besarnya kemampuan objek yang diteliti, digunakan tes. Perlu kita pahami bahwa yang dapat dikenai tes bukan hanya manusia. Mesin mobil jika akan diketahui masih baik atau tidak, data kemampuannya seberapa, juga dites dengan alat tertentu. Untuk manusia, instrumen yang

berupa tes ini dapat digunakan untuk mengukur kemampuan dasar dan pencapaian atau prestasi. Sebagian besar penelitian umumnya menggunakan kuesioner sebagai metode yang dipilih untuk mengumpulkan data. Kuesioner atau angket memang mempunyai banyak kebaikan sebagai instrumen pengumpul data. Memang kuesioner baik, asal cara dan pengadaannya mengikuti persyaratan yang telah digariskan dalam penelitian. Sebelum kuesioner disusun, maka harus dilalui prosedur. 1. Merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan kuesioner. 2. Mengidentifikasikan variabel yang akan dijadikan sasaran kuesioner. 3. Menjabarkan setiap variabel menjadi sub-variabel yang lebih spesifik dan tunggal. 4. Menentukan jenis data yang akan dikumpulkan, sekaligus untuk menentukan teknik analisisnya. Penentuan sampel sebagai responden kuesioner perlu mendapat perhatian pula. Apabila salah menentukan sampel, informasi yang kita butuhkan barangkali tidak kita peroleh secara maksimal. Kita ambil contoh, kita ingin mengetahui daya tarik orang terhadap kuesioner. Maka kita mengirimkan ribuan kuesioner kepada responden secara acak melalui buku telepon dan meminta mereka untuk mengembalikan lewat pos berlangganan, jadi responden tidak perlu membeli perangko. Hasilnya dapat ditebak, yaitu bahwa semua responden akan suka dengan kuesioner. Mengapa? Tentu saja, responden yang tidak suka dengan kuesioner akan membuang kuesioner ke tempat sampah atau dijadikan bungkus kacang. Angket anonim memang ada kebaikannya karena responden bebas mengemukakan pendapat. Akan tetapi penggunaan angket anonim mempunyai beberapa kelemahan pula. 1. Sukar ditelusuri apabila ada kekurangan pengisian yang disebabkan karena responden kurang memahami maksud item. 2. Tidak mungkin mengadakan analisis lebih lanjut apabila peneliti ingin memecah kelompok berdasarkan karakteristik yang diperlukan. 3. Berbagai penelitian memberikan gambaran hasil bahwa tidak ada perbedaan ketelitian jawaban yang diberikan oleh orang dewasa, baik yang anonim maupun yang bernama. Faktor-faktor yang mempengaruhi perlu tidaknya angket diberi nama adalah: Tingkat kematangan responden. Tingkat subjektivitas item yang menyebabkan responden enggan memberikan jawaban (misalnya gaji untuk pria dan umur untuk wanita). Kemungkinan tentang banyaknya angket.

Prosedur (teknik) yang akan diambil pada waktu menganalisis data. Salah satu kelemahan metode angket adalah bahwa angketnya sukar kembali. Apabila demikian keadaannya maka peneliti sebaiknya mengirim surat kepada responden yang isinya seolah-olah yakin bahwa sebenarnya angketnya akan diisi tetapi belum mempunyai waktu. Surat yang dikirim itu hanya sekadar mengingatkan.

WAWANCARA Di samping memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan data, dengan

metode interview peneliti harus memikirkan tentang pelaksanaannya. Memberikan angket kepada responden dan menghendaki jawaban tertulis, lebih mudah jika dibandingkan dengan mengorek jawaban responden dengan bertatap muka. Sikap pada waktu datang, sikap duduk, kecerahan wajah, tutur kata, keramahan, kesabaran serta keseluruhan penampilan, akan sangat berpengaruh terhadap isi jawaban responden yang diterima oleh peneliti. Oleh sebab itu, maka perlu adanya latihan yang intensif bagi calon interviewer (penginterviu). Agar tidak ada pokok-pokok yang tertinggi. Agar pencatatannya lebih cepat. Secara garis besar ada dua macam pedoman wawancara : 1. Pedoman wawasan tidak terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan. Tentu saja kreativitas pewawancara sangat diperlukan, bahkan hasil wawancara dengan jenis pedoman ini lebih banyak tergantung dari pewawancara. Pewawancaralah sebagai pengemudi jawaban responden. Jenis interviu ini cocok untuk penilaian khusus. 2. Pedoman wawancara terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang disusun secara terperinci sehingga menyerupai check-list. Pewawancara tinggal membubuhkan tanda (check) pada nomor yang sesuai. Pedoman wawancara yang banyak digunakan adalah bentuk semi structured. Dalam hal ini maka mula-mula interviewer menanyakan serentetan pertanyaan yang sudah terstruktur, kemudian satu per satu diperdalam dalam mengorek keterangan lebih lanjut. Dengan demikian jawaban yang diperoleh bisa meliputi semua variabel, dengan keterangan yang lengkap dan mendalam.

Sebagai contoh misalnya kita akan menyelidiki pengetahuan dan pendapat mahasiswa tentang perguruan tinggi di mana mereka kuliah. Pertama-tama mereka kita

tanya tentang tahun berapa masuk, sekarang di tingkat berapa, mengambil mata kuliah apa saja, ekstra kurikuler apa yang diikuti dan sebagainya, kemudian diikuti dengan pertanyaan, antara lain sebagai berikut : Pada tahun Saudara masuk, jurusan apa saja yang ada? Apakah Saudara lancar menaiki jenjang dari tahun ke tahun? Bagaimana sistem penentuan tingkat/sistem kenaikan tingkat? Apakah program studi yang diberikan cocok dengan keperluan Saudara jika sudah lulus?

OBSERVASI Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen. Format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi. Dari peneliti berpengalaman diperoleh suatu petunjuk bahwa mencatat data observasi bukanlah sekadar mencatat, tetapi juga mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penilaian ke dalam suatu skala bertingkat. Misalnya kita memperhatikan reaksi penonton televisi itu, bukan hanya mencatat bagaimana reaksi itu, dan berapa kali muncul, tetapi juga menilai, reaksi tersebut sangat, kurang, atau tidak sesuai dengan yang kita kehendaki. Sebagai contoh dapat dikemukakan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui proses belajar-mengajar di kelas. Variabel yang akan diungkap didaftar, kemudian di tally kemunculannya, dan jika perlu kualitas kejadian itu dijabarkan lebih lanjut.

DOKUMENTASI Tidak kalah penting dari metode-metode lain, adalah metode dokumentasi, yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda, dan sebagainya. Dibandingkan dengan metode lain, maka metode ini agak tidak begitu sulit, dalam arti apabila ada kekeliruan sumber datanya masih tetap, belum berubah. Dengan metode dokumentasi yang diamati bukan benda hidup tetapi benda mati. Dalam menggunakan metode dokumentasi ini peneliti memegang check-list untuk mencari variabel yang sudah ditentukan. Apabila terdapat/muncul variabel yang dicari, maka peneliti tinggal membubuhkan tanda check atau tally di tempat yang sesuai. Untuk mencatat hal-hal yang bersifat bebas atau belum ditentukan dalam daftar variabel peneliti dapat menggunakan kalimat bebas.

Penelitian Lapangan Merupakan cara pengumpulan data dan informasi secara intensif ke lapangan, disertai analisis dan pengujian kembali atas semua data yang telah dikumpulkan. Penelitian Pendapat Merupakan cara pengumpulan data dengan cara pengamatan berulang-ulang sehingga dapat timbul berbagai pendapat dan kesimpulan atas peristiwa yang sama. Bahan yang ada harus digarap secara sungguh sungguh demi mendapatkan kesimpulan (klasifikasi, analisis, sintensis). Penelitian Kepustakaan Penelitian kepustakaan merupakan usaha yang dilakukan untuk mengumpulkan keterangan dari bahan yang telah ditulis. Meliputi seleksi, memilih, menimbang, menolak dan menyusun kembali semua bahan atau data menjadi suatu bentuk akhir.

3. Cara pengumpulan berdasarkan penelitian kualitatif dan kuantitatif


Dalam penelitian kuantitatif ada beberapa cara untuk mengumpulkan data, antara lain : a. Observasi Observasi langsung adalah suatu cara mengumpul data di mana peneliti mengadakan pengamatan langsung terhadap abjek kasus. b. Interview Interview adalah suatu cara pengumpulan data dengan cara berdialog antar peneliti dengan subjek kasus. Dalam interview alat yang dipakai adalah wawancara. Agar wawancara tepat sasaran, maka sebelum mengadakan interview atau wawancara disusunlah panduan wawancara. c. Kuesioner Kumpulan lembaran pertanyaan yang harus dijawab oleh koresponden sehingga diperolehlah data. d. Alternative Assessment Salah satu alternatif penilaian dalah penampilan dasar seperti: membuat naskah pidato, menulis artikel, membuat presentasi musik, demontrasi, penampilan kemampuan atletik, dan Project lainnya.

e. Paper and Pencil Test Dalam paper and pencil test ini biasanya dalam bentuk pilihan ganda, menjodohkan, pilihan benar atau salah, dan melengkapi.

Dalam penelitian kualitatif ada beberapa cara untuk mengumpulkan data, antara lain : a. Participant Observation Pengamatan peserta adalah satu teknik yang interaktip "mengambil bagian" sampai taraf tertentu secara alami untuk menguraikan apa yang terjadi. b. Field Observation Adalah mengambarkan secara mendetail mengenai orang, tindakan-tindakan, dan objek yang terdapat di lapangan. Dalam observasi lapangan menggunakan pengumpulan data interaktif seperti pengamatan peserta dan wawancara secara mendalam. c. In-depth Interview Wawancara sering digunakan dalam penelitian. Dalam wawancara hal yang biasa harus fokus pada permasalahan. d. Documents and Artifacts Kumpulan peristiwa dalam bentuk tulisan atau cetakan, mungkin juga dalam bentuk catatancatatan, surat-surat, diari, dan dokumen-dokumen. e. Supplementary Techniques Adalah pilihan tindakan untuk membantu dalam interpretasi, meneliti, atau penguatan data yang diperoleh dari pengamatan peserta, wawancara, dokumen-dokumen, dan artifakartifak.

4. Contoh cara pengumpulan data


PENGUMPULAN DATA STATISTIK PENDIDIKAN 1. Prinsip pengumpulan data statisrik pendidikan adalah : Dengan waktu Tenaga Biaya Alat yang sehemat mungkin, dapat di himpun data yang lengkap dan dapat dipercaya. a. Lengkap data. Prinsip pertama yang harus dipegang adalah dalam pengumpulan data statistik kependidikan kita harus berupaya semaksimal mungkin untuk dapat menghimpun data yang selengkap-lengkapnya.

b. Tepatnya data. Prinsip kedua ialah data yang di himpun hendaknya merupakan data yang tepat, yakni tepat dalam hal : 1. Jenis atau macam datanya. 2. Waktu pengumpulannya 3. Kegunaan atau relevansinya sesuai dengan tujuan pengumpulan data atau tujuan penelitian. 4. Alat atau instrumen yang dipergunakan untuk menghimpun data. c. Kebenaran data yang di himpun. Prinsip ketiga ialah data yang di himpun hendaklah data yang benar-benar dapat di percaya atau dapat di jamin akan keselisihannya. 2. Cara mengumpulkan data statistik kependidikan a. Sensus ialah cara mengumpulkan data dengan jalan mencatat atau meneliti seluruh elemen yang menjadi objek penelitian. Kelemahannya memakan waktu, tenaga, biaya dan peralatan. b. Sampling ialah cara mengumpulkan data dengan jalan mencatat atau meniliti sebagian kecil saja dari seluruh elemen yang menjadi objek penelitian. - Pengamatan mendalam (systematic observtion) yaitu pengamatan terhadap objek yang akan di catat datanya, dengan persiapan yang matang dilengkapi dengan instrumen tertent. - Wawancara mendalam (systematic intervalew) yaitu mengumpulkan data berbentuk pengajuan pertanyaan secara lisan, dan pertanyaan yang diajukan dalam wawancara itu telah di persiapkan secara tuntas, dilengkapi dengan instrumennya. - Angket yaitu cara pengumpulan data berbentuk pengajuan pertanyaan tertulis melalui sebuah daftar pertanyaan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. - Pemeriksaan dekomentasi (studi dokumenter) di lakukan dengan meneliti bahan dokumentasi yang ada dan mempunyai relevansi dengan tujuan penelitian. - Tes seperti : tes hasil belajar , tes kepribadian, tes kecerdasan, tes minet dan perhatian.

3. Sifat data statistik a. Data statistik memiliki nilai relatif (relative value) atau nilai semu. b. Data statistik memiliki nilai nyata (true value) atau nilai sebearnya. c. Data statistik memiliki batas bawah relatif, batas atas relatif, batas

bawah nyata dan batas atas nyata.

d. Data statistik yang berbentuk data kelompokan memiliki nilai tengah atau titik tengah (mid point) e. Data statistik sebagai data angka, dalam proses perhitungannya tidak menggunakan sistem pecahan, melainkan menggunakan sistem desimal ( sistem perpuluhan) f. Data Statistik sebagai data angka dalam proses perhitungan menggunakan sistem pembulatan angka tertentu.

Beberapa macam contoh data statistik dalam dunia pendidikan adalah : a) b) c) d) e) f) Data Statistik yang berkaitan dengan prestasi belajar anak didik. Data Statistik yang berkaitan dengan keadaan anak didik. Data Statistik yang berkaitan dengan staf pengajar. Data Statistik yang berkaitan dengan staf administrasi. Data Statistik yang berkaitan dengan anggaran pendapatan dan belanja. Data Statistik yang berkaitan dengan bidang perlengkapan.

BAB III PENUTUP Metode pengumpulan data ialah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk pengumpulan data. Metode (cara atau teknik) menunjuk suatu kata yang abstrak dan tidak diwujudkan dalam benda, tetapi hanya dapat dilihat penggunaannya melalui: angket, wawancara, pengamatan,ujian (tes), dokumentasi dan lainya. Peneliti dapat menggunakan salah satu atau gabungan tergantung dari masalah yang dihadapi.

1. Kuesioner 2. Wawancara 3. Observasi 4. Dokumentasi

Cara pengumpulan berdasarkan penelitian kualitatif dan kuantitatif -

Observasi Interview Kuesioner


Alternative Assessment Paper and Pencil Test

Dalam penelitian kualitatif ada beberapa cara untuk mengumpulkan data, antara lain : a. Participant Observation b. Field Observation c. In-depth Interview d. Documents and Artifacts e. Supplementary Techniques