Anda di halaman 1dari 52

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Anemia merupakan suatu keadaan adanya penurunan kadar hemoglobin, hematokrit dan jumlah eritrosit dibawah nilai normal. pada penderita anemia, lebih sering disebut kurang darah, kadar sel darah merah dibawah normal. Penyebabnya bias karena kurang gizi untuk pembentukan darah, misalnya zat besi, asam folat dan B12. ( Ai Yeyeh Rukiyeh, 2010 ). Frekuensi ibu hami dengan anemia di Indonesia relatif tinggi yaitu 63,5% sedang di Amerika 6%. Kekurangan gizi dan perhatian yang kurang terdapat ibu hamil merupakan perdisposis anemia divisiensi di Indonesia (Saifuddin, 2006 : 281). Menurut WHO kejadian anemia kehamilan berkisar antara 20% sampai 89% dengan menetapkan Hb 11 gr% sebagai dasarnya. Angka anemia kehamilan di Indonesia menunjukkan nilai yang cukup tinggi. Hoo Swie Tjiong menemukan angka anemia kehamilan 3,8 % pada trimester 1,13% trimester II < dan 24,8 % pada trimester III. Akrib Sukarman menemukan sebesar 40,1 % di Bogor. Bakta menemukan anemia hamil sebesr 50,7 % di Pukesmas Kota Denpasar sedangkan Shindu menemukan sebesar 33,4 % di Pukesmas Ngawi. Simanjutak mengemukakan bahwa sekitar 70 % ibu hamil di Indonesia menderita anemia kekurangan gizi. Pada pengamatan lebih lanjut menunjukkan bahwa kebanyakan anemia yang diderita masyarakat adalah karena kekurangan zat besi yang diatasi melalui pemberian zat besi secara teratur dan peningkatan gizi (Manuaba, 1998 : 29) . Menurut Depkes RI (2001) anemia dibagi menjadi dua derajat yaitu anemia sedang bila kadar Hb antara 8-11 gr% dan anemia berat bila kadar Hb < 8 gr%.(4) Berdasarkan klasifikasi WHO Hb wanita hamil dibagi menjadi tiga kategori yaitu normal 11 gr%, anemia ringan 8-11 gr%, anemia berat < 8 gr%. Menurut Kasdu (2005) anemia digolongkan menjadi 3 yaitu 9-10gr% anemia ringan, 7-8 gr% anemia sedang, < 7 gr% anemia berat.

Kehamilan terlalu tua adalah kehamilan diatas usia 34 tahun. Penyebab kehamilan pada usia terlalu tua tidak tidak dianjurkan karena pada usia tersebut kondisi kesehatan ibu mulai menurun, fungsi rahim menurun, kualitas sel telur berkurang, meningkatnya komplikasi medis pada kehamilan dan persalinan, berhubungan dengan kelainan degenerative, hipertensi dan kencing manis. Resiko yang mungkin terjadi antara lain keguguran, preeklamsia (tekanan darah tinggi, udem proteinuria), eklamsia (keracunan kehamilan), timbul kesulitan pada persalinan, perdarahan, berat badan lahir rendah (BBLR) Letak lintang adalah suatu keadaan di mana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin, sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul. Angka kejadian letak lintang sebesar 1 dalam 300 persalinan. Hal ini dapat terjadi karena penegakkan diagnosis letak lintang dapat dilihat pada kehamilan muda dengan menggunakan ultrasonografi. Pemeriksaan USG juga bermanfaat dalam menegakkan adanya plasenta previa. Dengan ditemukannya letak lintang pada pemeriksaan antenatal, sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek, baik terhadap ibu maupun janinnya. Faktor faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptura uteri, juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin. Letak lintang adalah suatu keadaaan dimana janin melintang (sumbu panjang janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu panjang tubuh ibu) di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yanglain. Bila sumbu panjang tersebut membentuk sudut lancip, hasilnya adalah letak lintang oblik. Letak lintang oblik biasanya hanya terjadi sementara karena kemudian akan berubah menjadi posisi longitudinal atau letak lintang saatpersalinan. Di Inggris letak lintang oblik dinyatakan sebagai

letak lintang yang tidak stabil. Kelainan letak pada janin ini termasuk dalam macam-macam bentuk kelainan dalam persalinan (distosia). Letak lintang terjadi pada 1 dari 322 kelahiran tunggal (0,3 %) baik diMayo Clinic maupun di University of Iowa Hospital, USA. Di Parklannd Hospital, dijumpai letak lintang pada 1 dari 335 janin tunggal yang lahir selama lebih dari 4 tahun. Beberapa rumah sakit di Indonesia melaporkan angka kejadian letak lintang, antara lain: RSU dr.Pirngadi Medan 0,6%; RS Hasan Sadikin Bandung1,9%; RSUP dr.Cipto Mangunkusumo selama 5 tahun 0,1%; sedangkanGreenhill menyebut 0,3% dan Holland 0,5-0,6%. Insidens pada wanita dengan paritas tinggi mempunyai kemungkinanan 10 kali lebih besar dari nullipara. Dengan ditemukannya letak lintang pada pemeriksaan antenatal, sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek baik terhadap ibu maupun janinnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang disamping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptur uteri, juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraks B. RUMUSAN MASALAH Pada tahun 2012 terdapat 7 ibu hamil dengan anemia, 16 ibu hamil dengan letak lintang, dan faktor usia >35 tahun sebanyak 45 ibu hamil maka dari itu penulis menerapkan bagaimana asuhan yang di berikan pada Ny M G 2P1(1)A0 hamil 27-28 minggu dengan anemia sedang dan faktor usia >35 tahun JTH letak lintang di Puskesmas Sukarami Palembang Tahun 2013. C. TUJUAN PENULISAN 1. Tujuan Umum Mahasiswa mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny M G2P1(1)A0 hamil 27-28 minggu dengan anemia sedang dan faktor usia >35 tahun JTH letak lintang di Puskesmas Sukarami Palembang Tahun 2013secara dini

sehingga dapat mengantisipasi bila terjadi komplikasi- komplikasi yang mungkin akan timbul. 2.
a.

Tujuan Khusus Melakukan pengumpulan data dasar dengan mengidentifikasi Ny M G2P1(1)A0 hamil 27-28 minggu dengan anemia sedang dan faktor usia >35 tahun JTH letak lintang di Puskesmas Sukarami Palembang Tahun 2013
b.

Menginterprestasikan data dasar dengan menegakkan diagnosa,

masalah, kebutuhan pada Ny M G2P1(1)A0 hamil 27-28 minggu dengan anemia sedang dan faktor usia >35 tahun JTH letak lintang di Puskesmas Sukarami Palembang Tahun 2013.
c.

Mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial dan antisipasi

pada Ny M G2P1(1)A0 hamil 27-28 minggu dengan anemia sedang dan faktor usia >35 tahun JTH letak lintang di Puskesmas Sukarami Palembang Tahun 2013.
d.

Mengidentifikasi dan menerapkan kebutuhan yang memerlukan

penanganan segera pada Ny M G2P1(1)A0 hamil 27-28 minggu dengan anemia sedang dan faktor usia >35 tahun JTH letak lintang di Puskesmas Sukarami Palembang Tahun 2013.
e.

Merencanakan asuhan yang akan dilakukan secara menyeluruh

pada Ny M G2P1(1)A0 hamil 27-28 minggu dengan anemia sedang dan faktor usia >35 tahun JTH letak lintang di Puskesmas Sukarami Palembang Tahun 2013.
f.

Mengimplementasikan perencanaan asuhan kepada Ny M

G2P1(1)A0 hamil 27-28 minggu dengan anemia sedang dan faktor usia >35 tahun JTH letak lintang di Puskesmas Sukarami Palembang Tahun 2013.
g.

Mengevaluasi asuhan kebidanan yang berkaitan pada Ny M

G2P1(1)A0 hamil 27-28 minggu dengan anemia sedang dan faktor usia >35

tahun JTH letak lintang di Puskesmas Sukarami Palembang Tahun 2013.

D. MANFAAT PENULISAN 1. Bagi Pasien a. Sebagai acuan bagi ibu agar melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur sehingga kemungkinan komplikasi seperti anemia dapat diketahui sejak dini. b. Dapat digunakan sebagai dasar dalam bidang peningkatan pelayanan ibu hamil dan dapat memberikan masukan untuk meningkatkan upaya preventif tentang kehamilan dengan anemia. c. Sebaiknya dalam melakukan perencanaan kebidanan harus melibatkan peran serta keluarga klien demi kelancaran proses kebidanan dan pengobatan. 2. Bagi Penulis Mendapat pengalaman yang sangat berharga dalam melakukan asuhan kebidanan dan pendokumentasian. 3. Bagi Pendidikan a. Sebagai tambahan isi perpustakaan / bahan referensi bagi penelitian selanjutnya. b. Hasil laporan ini dapat digunakan untuk mengevaluasi kompetensi mahasiswa. E. RUANG LINGKUP Pada pembuatan laporan ini penulis melakukan penulisan askeb ANC hanya dibuat untuk 1 ibu hamil yang membahas kasus mengenai Ny M G2P1(1)A0 hamil 27-28 minggu dengan anemia sedang dan faktor usia >35 berupa penyuluhanpenyuluhan

tahun JTH letak lintang di Puskesmas Sukarami Palembang Tahun 2013 dimana pengkajian, pengumpulan data dan pemeriksaan fisik dilakukan di Puskesmas Sukarami palembang F. WAKTU DAN PELAKSANAAN Hari/ Tanggal Pukul Tempat : Rabu,16 Januari 2013 : 09.45 WIB : Ruang KIA Puskesmas Sukarami Jl Kebun Bunga Kelurahan Kebun Bunga RT 37 RW 05 No 1 KM 9 Kecamatan Sukarami Palembang. G. SISTEMATIKA PENULISAN Halaman sampul Halaman pengesahan Halaman persetujuan Kata pengantar Daftar isi BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI Lampiran Pendahuluan Tinjauan Pustaka Profil Puskesmas Manajemen Asuhan Kebidanan Pembahasan Penutup

Daftar pustaka

BAB II LANDASAN TEORI


I. KONSEP KEHAMILAN 1. PENGERTIAN Kehamilan adalah masa dimana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya. Dalam kehamilan dapat terjadi banyak gestasi (gestasi adalah periode waktu bayi berada di dalam rahim misalnya, dalam kasus kembar, atau triplet/kembar tiga), masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu/9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 trimester yaitu trimester I dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, trimester II dari bulan ke empat sampai 6 bulan, trimester III dari bulan ke 7 sampai 9 bulan. (Sarwono, 2006) 2. PROSES KEHAMILAN Proses kehamilan diawali dari pertemuan antara sel telur dan sel sperma melalui coitus sehingga terjadi fertilisasi di tuba falopi. Hasil konsepsi tersebut kemudian berkembang menjadi zigot yang kemudian akan berkembang lagi menjadi embrio yang akan mengalami nidasi di cavum uteri pada lapisan endometrium dan selanjutnya mengalami perkembangan dengan suplai nutrisi dari ibu melalui plasenta. Pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim melalui berbagai tahapan mulai dari pembentukan organ-organ sampai perkembangan fungsi organ-organ tersebut. Selama masih didalam rahim, metabolisme tubuh janin memiliki kesatuan dengan metabolisme tubuh

ibu, sehingga keduanya saling mempengaruhi. Setiap perubahan metabolisme tubuh ibu akan berpengaruh juga terhadap perubahan metabolisme janin, bahkan berpengaruh terhadap anatomi dan fisiologi pada bayi setelah lahir. 3. DETEKSI DINI KEHAMILAN DENGAN FACTOR RESIKO Deteksi dini kehamilan dengan factor resiko adalah kegiatan yang dilakukan untuk menemukan ibu hamil yang mempunyai faktor risiko dan komplikasi kebidanan. Kehamilan merupakan proses reprosuksi yang normal, tetapi tetap mempunyai resiko untuk terjadinya komplikasi. Oleh karenanya, deteksi dini oleh tenaga kesehatan dan masyarakat tentang adanya faktor resiko dan komplikasi serta penanganan yang adekuat sedini mungkin, merupakan kunci keberhasilan dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi yang dilahirkannya. Faktor resiko pada ibu hamil adalah: a. Primigravida kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun. b. Anak lebih dari 4 c. Jarak persalinan terakhir dan kehamilan sekarang kurang dari 2 tahun d. Kurang energy kronis (KEK) dengan lingkar lengan atas kurang dari 23,5cm atau penambahan berat badan <9kg selama masa kehamilan. e. Anemia dengan kadar hemoglobin <11gr/dl. f. Tinggi badan kurang dari 145cm atau dengan kelainan bentuk panggul dan tulang belakang. g. Riwayat hipertensi pada kehamilan sebelumnya atau sebelum kehamilan ini. h. Sedang/pernah menderita penyakit kronis antara lain: tuberculosis, kelainan jantung-ginjal-hati, psikosis, kelainan endokrin, tumor dan keganasan. i. Riwayat kehamilan buruk: keguguran berulang, kehamilan ektopik terganggu, mola hidatidosa, ketuban pecah dini, bayi dengan cacat congenital. j. Riwayat persalinan dengan komplikasi: Persalinan dengan seksio caesar, ektraksivakum/forceps.

k. Riwayat nifas dengan komplikasi: perdarahan pasca persalinan, infeksi masa nifas, psikosis post partum (post partum blues). l. Riwayat keluarga menderita penyakit kencing manis, hipertensi dan riwayat cacat kongenital. m. Kelainan jumlah janin: kehamilan ganda, kembar siam n. Kelainan besar janin: pertumbuhan janin terhambat, janin besar o. Kelainan letak dan posisi janin: lintang/oblique, sungsang pada usia kehamilan lebih dari 32 minggu 4. ANC a. PENGERTIAN Ante Natal Care adalah asuhan kebidanan yang diberikan kepada ibu hamil dari awal kehamilan sampai menjelang persalinan, untuk mendapatkan pelayanan 7 T yaitu timbang berat badan, ukur tekanan darah, ukur tinggi fundus uteri, imunisasi TT, pemberian tablet Fe, tes terhadap IMS, dan temu wicara yang diberikan hanya oleh tenaga kesehatan profesional dan tidak dapat diberikan oleh dukun bayi. b. TUJUAN 1) Mempromosikan dan menjaga kesehatan fisik dan mental ibu dan bayi dengan pendidikan, nutrisi, kebersihan diri, dan proses kelahiran bayi. 2) Mendeteksi dan menatalaksanakan komplikasi medis, bedah atau obstetri selama kehamilan. 3) Mengembangkan persiapan persalinan serta kesiapan menghadapi komplikasi. 4) Membantu menyiapkan ibu untuk menyusui dengan sukses, menjalankan nifas normal dan merawat anak secara fisik, psikologis dan sosial. ( Yuni,dkk. 2010 ) c. JADWAL ANC

Setiap wanita hamil menghadapi resiko komplikasi yang bisa mengancam jiwanya. Oleh karena itu, setiap wanita hamil memerlukan sedikitnya 4 kali kunjungan selama periode antenatal yaitu satu kali kunjungan selama trimester pertama, satu kali kunjungan selama trimester ke-2 dan dua kali kunjungan selama trimester ke-3, kunjungan tersebut dilakukan untuk deteksi dini terhadap tanda bahaya kehamilan serta komplikasi-komplikasi yang menyertai kehamilan seperti perdarahan pervaginam, hipertensi, preeklamsi berat dan eklamsi, serta penyakit-penyakit yang menyertai kehamilan seperti penyakit jantung, Asma, Gagal ginjal, dan salah satu diantaranya yang masih jarang terdeteksi adalaah kehamilan dengan diabetes, semua Resiko komplikasi dalam kehamilan tersebut dapat mengakibatkan kematian pada ibu maupun janin yang akan mempertinggi angka kematian ibu dan bayi jika tidak mendapatkan penanganan lebih awal. Jadwal pemeriksaan kehamilan yaitu: a) Pemeriksaan yang pertama kali ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat satu bulan. b) Periksa ulang 1 kali sebulan sampai kehamilan 7 bulan. c) Periksa ulang 2 kali sebulan sampai kehamilan 9 bulan. d) Periksa ulang setiap minggu sesudah kehamilan 9 bulan. e) Periksa khusus bila ada keluhan-keluhan. Kunjungan antenatal care (ANC) sebaiknya dilakukan 4 kali selama kehamilan, yaitu: a. 1 kali pada trimester pertama (< 14 minggu). b. 1 kali pada trimester kedua (antara minggu 1428). c. 2 kali pada trimester ketiga (antara minggu 2836 dan sesudah minggu ke 36). d. PENILAIAN KLINIK Penilaian klinik merupakan proses berkelanjutan yang dimulai pada kontak pertama antara petugas kesehatan dengan ibu hamil dan

10

secara optimal berakhir pada pemeriksaan 6 minggu setelah persalinan. Pada setiap kunjungan antenatal, petugas mengumpulkan dan menganalisis data mengenai kondisi ibu melalui anamnesis mencakup riwayat kehamilan saat ini, riwayat obstetri lalu, riwayat penyakit, riwayat sosial ekonomi, dan pemeriksaan fisik yang mencakup fisik umum (TTV, antropometri, pemeriksaan head to toe), pemeriksaan luar seperti pemeriksaan abdomen (leopold 1, 2, 3, 4, dan auskultasi DJJ), pemeriksaan dalam (pemeriksaaan vulva/perinium, inspekulum) dan pemeriksaan penunjang seperti laboratorium (darah, urin) dan USG II. KONSEP LETAK LINTANG A. PENGERTIAN Letak lintang adalah suatu keadaan dimana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong pada sisi yang lain. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin, sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul. Punggung janin dapat berada di depan (dorsoanterior), di belakang (dorsoposterior) atau di bawah (dorsoinferior). Letak lintang adalah suatu keadaan dimana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. Letak lintang merupakan salah satu malpresentasi janin yang dapat menyebabkan kelambatan atau kesulitan dalam persalinan. Letak lintang merupakan keadaan yang berbahaya karena besarnya kemungkinan risiko kegawatdaruratan pada proses persalinan baik pada ibu maupun janin. Letak lintang adalah letak janin dengan posisi sumbu panjang tubuh janin memotong atau tegak lurus dengan sumbu panjang Ibu. Pada letak oblik biasanya hanya bersifat sementara, sebab hal ini merupakan perpindahan letak janin menjadi letak lintang atau memanjang pada persalinan.

11

Pada letak lintang, bahu biasanya berada di atas pintu atas panggul sedangkan kepala terletak pada salah satu fosa iliaka dan bokong pada fosa iliaka yang lain kondisi seperti ini disebut sebagai presentasi bahu atau presentasi akromion. Posisi punggung dapat mengarah ke posterior, anterior, superior, atau inferior, sehingga letak ini dapat dibedakan menjadi letak lintang dorso anterior dan dorso posterior B. ETIOLOGI Penyebab letak lintang adalah : 1. Dinding abdomen teregang secara berlebihan disebabkan oleh kehamilan multivaritas pada ibu hamil dengan paritas 4 atau lebih terjadi insiden hampir sepuluh kali lipat dibanding ibu hamil nullipara. Relaksasi dinding abdomen pada perut yang menggantung akibat multipara dapat menyebabkan uterus berali kedepan. Hal ini mengakibatkan defleksi sumbu panjang janin menjauhi sumbu jalan lahir, sehingga terjadi posisi oblik atau melintang. 2. Janin prematur, pada janin prematur letak janin belum menetap, perputaran janin sehingga menyebabkan letak memanjang. 3. Plasenta previa atau tumor pada jalan lahir. Dengan adanya plasenta atau tumor dijalan lahir maka sumbu panjang janin menjauhi sumbu jalan lahir. 4. Abnormalitas uterus, bentuk dari uterus yang tidak normal menyebabkan janin tidak dapat engagement sehingga sumbu panjang janin menjauhi sumbu jalan lahir.Panggul sempit, bentuk panggul yang sempit mengakibakan bagian presentasi tidak dapat masuk kedalam panggul (engagement) sehingga dapat mengakibatkan sumbu panjang janin menjauhi sumbu jalan lahir. C. DIAGNOSIS

12

1. Mudah ditegakkan bahkan dengan pemeriksaan inspeksi saja. Abdomen biasanya melebar kearah samping dan pundus uteri melebar di atas umbilikus a. Pemeriksaan b. abdomen dengan palpasi perasat leopold mendapatkan hasil : Leopold 1 pundus uteri tidak ditemukan bagian janin. bokongpada fosa iliaka yang lain d. Leopold III dan IV tidak ditemukan bagian janin, kecuali pada saat persalinan berlangsung dengan baik dapat teraba bahu didalam rongga panggul. Bila pada bagian depan perut ibu teraba suatu dataran keras yang melintang maka berarti punggung anterior. Bila pada bagian perut ibu teraba bagian bagian yang tidak beraturan atau bagian kecil janin berarti punggung posterior 2. Pada pemeriksaan dalam teraba bagian yang bergerigi yaiti tulang rusuk pada dada janin diatas pintu atas panggul pada awal persalinan. Pada persalinan lebih lanjut teraba klavikula.posisi aksilla menunjukkan kemana arah bahu janin menghadap tubuh ibu. Bila persalinan terus berlanjut bahu janin akan masuk rongga panggul dan salah satu lengan sering menumbun (lahir terlebih dahulu) kedalam vagina dan vulva Gambar 2.1. Pemeriksaan luar pada letak lintang c. Leopold II teraba balotemen kepala pada salah satu fosa iliaka dan

13

D. PENATALAKSANAAN Apabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang, sebaiknya diusahakan menjadi presentasi kepala dengan versi luar. Sebelum melakukan versi luar harus dilakukan pemeriksaan teliti ada atau tidaknya panggul sempit, tumor dalam panggul, atau plasenta previa, sebab dapat membahayakan janin dan meskipun versi luar berhasil, janin mungkin akan memutar kembali. Untuk mencegah janin memutar kembali, ibu dianjurkan menggunakan korset dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. Ibu diharuskan masuk rumah sakit lebih dini pada permulaan persalinan, sehingga apabila terjadi perubahan letak, segera dapat ditentukan prognosis dan penanganannya. Pada permulaan persalinan, masih dapat diusahakan mengubah letak lintang janin menjadi presentasi kepala asalkan pembukaan masih kurang dari 4 cm dan ketuban belum pecah. Pada primigravida, jika versi luar tidak berhasil sebaiknya segera dilakukan seksio sesaria. Sikap ini berdasarkan pertimbanganpertimbangan sebagai berikut:

14

1. Bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik, sehingga pada primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap 2. Karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intra-uterin pada waktu his, maka lebih sering terjadi ketuban pecah sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli 3. Pada primigravida versi ekstraksi sulit dilakukan. Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung kepada beberapa faktor. Apabila riwayat obstetri yang bersangkutan baik, tidak didapat kesempitan panggul, dan janin tidak seberapa besar, dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan lengkap untuk melakukan versi ekstraksi. Selama menunggu harus diusahakan supaya ketuban tetap utuh dan melarang ibu meneran atau bangun. Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli, harus segera dilakukan seksio sesaria.

III. KOSEP ANEMIA A. PENGERTIAN ANEMIA Anemia dalam bahasa yunani artinya tanpa darah,yaitu keadaan saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin(protein pembawa oksigen)dalam sel merah berada dibawah normal,sel darah merah mengandung hemoglobin yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah ,sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang di perlukan tubuh. Menurut Beberapa Ahli Anemia adalah 1. Anemia Menurut Prof.Dr.Sarwono Prawirohardjo, SpOG

15

Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11gr/dl pada trimester I dan III,atau kadar < 10,5 gr/dl pada trimester II.Nilai batas tersebut terjadi karena hemodilusi,terutama pada trimester II. 2. Anemia Menurut Ssweet,1997 Anemia adalah istilah umum yang digunakan untuk defisiensi pada kuantitas atau kualitas sel darah merah (SDM) yang berakibatkan penurunan kapasitas pembawa oksigen darah 3. Anemia Menurut Wawik Handayani,2008 Anemia pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi ,jenis anemia yang pengobatan nya yang relative 4. Anemia s_sid:798 Anemia adalah penyakit kurang darah yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit) lebih rendah di bandingkan normal.pada pria dikatakan anemia ialah jika kadar hemoglobin kurang dari 14 gr/dl.pada wanita ialah jika kadar hemoglobin kurang dari 11 gr/dl 5. Anemia Menurut www.anemiaibuhamil.com Anemia umumnya di definisikan sebagai konsentrasi hemoglobin (Hb) kurang dari normal atau mudah ,bahkan murah .anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan social ekonomi masyarkat dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. 6. Anemia Menurut www.anemia.com Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pengangkut oksigen) kurang dari normal selama hamil ,volume darah bertambah sehingga penurunan konsetrasi sel darah merah dan hemoglobin yang sifatnya menengah adalah normal 7. Anemia Menurut Engstrom dan Sittler Menurut http://www.info-sehat.com/content.php?

16

Anemia merupakan keadaan dimana masa eritrosit dan atau masa hemoglobin yang bedebar tidak memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh Anemia pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi, jenis anemia yang pengobatannya relatif mudah, bahkan murah. Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat, dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Baik di negara maju maupun di negara berkembang, seseorang disebut menderita anemia bila kadar Hemoglobin (Hb) kurang dari 10 gr %, disebut anemia berat atau bila kurang dari 6 gr %, disebut anemia gravis Wanita tidak hamil mempunyai nilai normal hemoglobin 12 15 gr % dan hematokrit 35-54 %, angka angka tersebut juga berlaku untuk wanita hamil, terutama wanita yang mendapat pengawasan selama hamil. Oleh karena itu, pemeriksaan hematokrit dan hemogloblin harus menjadi pemeriksaan darah rutin selama pengawasan antenatal. Sebaiknya pemerintahan dilakukan setiap 3 bulan atau paling sedikit 1 kali pada pemeriksaan pertama atau pada triwulan pertama dan sekali lagi pada triwulan akhir. Kebutuhan gizi ibu hamil a. Kebutuhan energi 300 Kkal/hari b. Karbohidrat 1.500 kalori c. Protein dan asam amino 60-76 gram /hari d. Lemak tidak lebih dari 25 % Kebutuhan vitamin yang larut dalam lemak a. Vitamin A trimester III 200mg/hari b. Vitamin D 10 mg/hari c. Vitamin E 2 mg/hari Kebutuhan Vitamin yang larut dalam air a. Vitamin C 70 mg /hari

17

b. Thiamin 0,4 mg/hari c. Niasin 2mg /hari d. Riboflavin 0,2 mg /hari e. Asam folat 0,2 mg/hari f. Kalsium 900 mg /hari g. Fosfor 700 mg/hari h. Seng 15 mg /hari i. Besi 30-60 mg /hari B. PENYEBAB ANEMIA PADA UMUMNYA .1 Kurang zat besi dalam diet .2 Malabsorpsi .3 Kurang gizi (malnutrisi) .4 Kehilangan darah yang banyak pada saat persalian yang lalu,dan haid .5 Penyakit kronik seperti :tbc,paru,cacing usus,dan malaria C. KRITERIA ANEMIA Untuk memenuhi definisi anemia maka perlu di tetapkan batasbatas hemoglobin dan hematokrit yang dianggap sudah terjadi anemia,batas tersebut di pengaruhi oleh berbagai macam factor di antaranya yaitu usia,jenis kelamin.batasan yang umum di gunakan adalah criteria WHO pada tahun 1968. Dinyatakan sebagai anemia bila terdapat nilai dengan criteria sebagai berikut: 1. Laki-laki dewasa 2. Perempuan 3. Perempuan hamil 4. Anak usia 6-14 tahun 5. Anak usia bulan-6 tahun Hb<13gr/dl Hb<12 gr/dl Hb<11 gr/dl Hb<12 gr/dl Hb<11 gr/dl

Untuk criteria anemia di klinik,rumah sakit atau praktik klinik pada umunya, dinyatakan anemia bila terdapat nilai sebagai berikut:
1. Hb

<10 gr/dl

18

2. Hematokrit 3. Eritrosit

< 30% <2,8 juta/mm

D. DERAJAT ANEMIA Derajat anemia di tentukanoleh kadar Hb,klasifikasi derajat anemia yang umum dipakai adalah sebagai berikut: 1. Ringan Sekali 2. Ringan 3. Sedang 4. Berat Hb10gr/dl-13gr/dl Hb 8gr/dl-9.9gr/dl Hb 6gr/dl-7.9gr/dl Hb < 6gr/dl

E. TANDA DAN GEJALA ANEMIA

Gejala anemia sangat bervariasi ,tetapi pada umumnya dapat dibagi menjadi tiga golongan besar,yaitu sebagi berikut: .1 Gejala Umum Anemia Gejala umum anemia disebut juga sebagai sindrom anemia atau anemic syndrome.gejala umum anemia atau sindrom anemia adalah gejala yang timbul pada semua jenis anemia pada kadar hemoglobin yang sudah menurun sedemikian rupa dibawah titik tertentu.gejala ini timbul karena anoksia organ target dan mekanisme kompetensi tubuh terhadap penurunan hemoglobin .gejala gejala tresebut apabila di klasifikasi kan menurut organ tertentu: .1 System jantung .2 System mendenging,mata Saraf :sakit kepala ,pusing,telinga berkunang-kunang,kelemahan Kardiovaskuler :lesu ,cepat lelah,palpitasi,takikardi,sesak napas saat beraktifitas dan gagal

otot,iritabilitas,lesu serta perasaan dingin pada ekstermitas

19

.3 .4

System Urogenital :gangguan haid dan libido menurun Epitel :warna pucat pada kulit dan mukosa,elastisitas kulit menurun,serta rambut tipis dan halus

.2

Gejala Khas Masing-Masing Anemia Gejala khas yang menjadi cirri dari masing-masing jenis

anemia adalah sebagai berikut: a) Anemia Defisiensi Besi:disfagia,atrofi papil lidah,stomatis angularis b) Anemia Defisiensi Asam Folat:lidah merah c) Anemia Hemoliti:ikterus dan hepatosplenomegali d) Anemia Aplastik:perdarahan kulit atau mukosa dan tanda-tanda infeksi

.3

Gejala Anemia Penyakit Dasar Gejala penyakit dasar yang menjadi penyebab anemia.gejala

ini timbul karena penyakit penyakit yang mendasari anemia tersebut. F. PENGARUH ANEMIA DALAM KEHAMILAN
1. Bahaya Anemia Selama Kehamilan

a. Dapat terjadi Abortus b. Persalinan Premature c. Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim d. Mudah menjadi Infeksi e. Ancaman Decompensasi Kordis (hb < 6 gr/dl) f. Molahidatidosa g. Hiperemesis Gravidarum h. Perdarahan Pervaginam i. Ketuban Pecah Dini

20

2. Bahaya Pada Saat Persalinan

a. Ganguan His Mempengaruhi Kekuatan Mengejan b. Kala 1 berlangsung lama c. Dapat terjadi perdarahan post partum dan atonia uteri
3. Bahaya Pada Masa Nifas

a. Terjadi Sub Involusio Uteri menimbulkan perdarahan post partum b. Memudahkan infeksi peurperium c. Pengeluaran ASI berkurang d. Mudah terjadi infeksi mamme 4. Bahaya terhadap janin a. Abortus b. Terjadi kematian intra uteri c. Persalianan premature tinggi d. Berat badan lahir rendah e. Kelahiran dengan anemia f. Dapat terjadi cacat bawaan g. Bayi mudah terkena infeksi

G. JENIS-JENIS ANEMIA

1. Anemia Defisiensi Besi Anemia umum nya di definisikan sebagai konsentrasi hemoglobin ( Hb ) kurang dari normal atau konsentrasi SDM dalam darah lebih rendah dari normal (Engstron dan Sittler 1994) Diperkirakan bahwa kebutuhan maternal selam kehamilan aterm kira-kira 1000mg dari zat besi elemental -300mg untuk perkembangan janin dan plasenta dan 500 mg untuk ekspansi masa hb maternal.kira-kira 200mg hilang melalui ekskresi kulit,usus,,dan urinaturun.cara untuk pertimbangan kebutuhan zat besi ibu selama hamil adalah pengenalan bahwa kebutuhan terhadap zat besi kira-

21

kira 5 mg dari zat besi elemental perhari selama trimester kedua da ketiga .defisiensi zat besi dapat terjadi dengan cepat atau lambat Simpanan zat besi tergantung pada asupan zat besi diet dan absorsi zat besi diet bergantung kualitas zat besi makanan,dan adanya peningkatan atau penghambat absorsi pencernaan bersamaan makanan mengandung zat besi. Anemia jenis ini biasa nya a. Tanda dan Gejala Kebanyakan wanita hamil yang mengalami defisiensi zat besi adalah asimtomatik .mereka yang datang dengan gejala keluhan keletihan ,kurang energi,atau kunang-kunang.ibu dengan anemia berat dapat juga mengalami dispnuea dan papilatasi .pemeriksaan fisik dapat mengidentifikasi membrane mukosa pucat,pada kebanyakn kasus anemia defisiensi zat besi, stomastitis angular (erosi pada sudut mulut),pecah pada bibir,glositis,dan kuku rapuh mungkin terlihat. b. Diagnosis Uji yang lebih definitive untuk mendiagnosa anemia difisiensi zat besi adalah feritin sarum karena sebagian dari defisiensi zat besi .penyebab lain anemia pada kehamilan tidak di kateristikan oleh kadar firitin rendah.untuk alasan ini. c. Pengobatan Pengobatan yang dilakukan ialah dengan pemberian tablet besi
2. Anemia Megaloblastik

berbentuk

normositik

dan

hipokromikm serta paling banyak di jumpai

a. Penyebabnya ialah:kekurangan Vit B.12,malnutrisi dan infeksi yang kronis b. Pengobatan: Asam Folik 15 30 mg per hari, Vit B12 31 tablet per hari, Sulfas Ferosus 31 tablet per hari,pada kasus berat dan pengobatan per oral hasilnya lambanm maka dapat diberikan tranfusi darah

22

3. Anemia Hipoplastik:

a. Penyebabnya: hipofungsi sumsum tulang belakang, membentuk sel-sel darah merah baru. Untuk diagnosis diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan,darah tepi lengkap,Pemeriksaan fungsi sternal,Pemeriksaan retikulosh.Penyebab belum diketahui pasti, kecuali yang disebabkan oleh infeksi berat (sepsis), keracunan, dan sinar rontgen atau sinar radiasi b. Pengobatan: Terapi dengan obat-obatan tidak memuaskan mungkin pengobatan yang paling balik yaitu transfusi darah yang yang perlu sering diulang
4. Anemia Hemolitik

a. Penyebabnya: penghancuran / pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya b. Gejala Utama:Anemia dengan kelainan-kelainan gambaran darah,kelelahan,dan kelemahan,gejala komplikasi yaitu terjadi kelainan organ-organ vital c. Pengobatan anemia biasanya dengan pemberian tambahan zat besi. Sebagian besar tablet zat besi mengandung ferosulfat, besi glukonat atau suatu polisakarida. Tablet besi akan diserap dengan maksimal jika diminum 30 menit sebelum makan. Biasanya cukup diberikan 1 tablet/hari, kadang diperlukan 2 tablet. Kemampuan usus untuk menyerap zat besi adalah terbatas, karena itu pemberian zat besi dalam dosis yang lebih besar adalah sia-sia dan kemungkinan akan menyebabkan gangguan pencernaan dan sembelit. Zat besi hampir selalu menyebabkan tinja menjadi berwarna hitam, dan ini adalah efek H. PENATALAKSANAAN 1. Pencegahan Anemia dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan asupan zat besi yang cukup untuk memenuhi

23

kebutuhan tubuh. Zat besi dapat diperoleh dengan cara mengonsumsi daging (terutama daging merah) seperti sapi. Zat besi juga dapat ditemukan pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam dan kangkung, buncis, kacang polong, serta kacang-kacangan. Perlu diperhatikan bahwa zat besi yang terdapat pada daging lebih mudah diserap tubuh daripada zat besi pada sayuran atau pada makanan olahan seperti sereal yang diperkuat dengan zat besi. (www.forbetterhealth.wordpress.com.anemia-pada-ibu-hamil) Pencegahan tersier pada anemia ibu hamil diantaranya yaitu mempertahankan kadar hemoglobin tetap dalam batas normal, memeriksa ulang secara teratur kadar hemoglobin, mengeliminasi faktor risiko seperti intake nutrisi yang tidak adekuat pada ibu hamil, tetap mengkonsumsi tablet Fe selama kehamilan dan tetap mengkonsumsi hamil.html). Anemia juga bisa dicegah dengan mengatur jarak kehamilan atau kelahiran bayi. Makin sering seorang wanita mengalami kehamilan dan melahirkan, akan makin banyak kehilangan zat besi dan menjadi makin anemis. Jika persediaan cadangan Fe minimal, maka setiap kehamilan akan menguras persediaan Fe tubuh dan akhirnya menimbulkan anemia pada kehamilan berikutnya. Oleh karena itu, perlu diupayakan agar jarak antar kehamilan tidak terlalu pendek, minimal lebih dari 2 tahun. (www.scribd.com. AnemiaDefisiensi-Besi-pada-Ibu-Hamil). 2. Pengobatan Pengobatan anemia biasanya dengan pemberian tambahan zat besi. Sebagian besar tablet zat besi mengandung ferosulfat, besi glukonat atau suatu polisakarida. Tablet besi akan diserap dengan maksimal jika diminum 30 menit sebelum makan. Biasanya cukup makanan yang adekuat setelah persalinan. (www.dinkes.banjarbarukota.go.id.epidemiologi-anemia-pada-ibu-

24

diberikan 1 tablet/hari, kadang diperlukan 2 tablet. Kemampuan usus untuk menyerap zat besi adalah terbatas, karena itu pemberian zat besi dalam dosis yang lebih besar adalah sia-sia dan kemungkinan akan menyebabkan gangguan pencernaan dan sembelit. Zat besi hampir selalu menyebabkan tinja menjadi berwarna hitam, dan ini adalah efek samping yang normal dan tidak berbahaya. (www. puskesmas-oke.blogspot.com. anemia-pada-ibu-hamil.html). Terapi besi oral lebih disukai, biasanya tablet fero sulfat 325 mg tiga kali sehari. Setiap tablet memberikan unsur besi 65 mg. Terapi besi parenteral dapat diindikasikan bila ada defisiensi besi berat dan pasien tidak dapat mentoleransi besi oral atau bila diperlukan restorasi hemoglobin yang cepat. Kira-kira 250 mg dekstran besi (imferon) diperlukan untuk setiap 1,0g/100 ml kekurangan dalam konsentrasi hemoglobin. (Taber Ben-Zion,1994,hal 89). Jika diagnosanya sudah jelas difiseinsi besi, kombinasikan suplemen besi dengan vitamin C. besi adalah komponen kunci hemoglobin dan vitamin C diperlukan untuk membantu penyerapan besi. Suplemen besi bisa cepat memperbaiki kondisi anemia sepanjang penyebab kurang darahnya sendiri sudah diatasi. Gunakan dosis yang dianjurkan karena kelebihan suplemen ini dapat mengiritasi lambung dan untuk mencegahnya sebaiknya dimakan bersama makanan atau setelah makan. Suplemen besi juga dapat membri warna hitam pada feses dan menyebabkan konstipasi atau diare.(www.sweetspearls.com. gejala-anemia) IV. KONSEP 4T A. KEHAMILAN TERLALU MUDA Kehamilan terlalu muda adalah hamil pada usia kurang dari 20 tahun. Penyebab kehamilan pada usia terlalu muda tidak dianjurkan karena secara fisik yaitu kondisi rahim dan panggul belum berkembang optimal, mengakibatkan kesakita dan kematian ibu dan

25

bayinya, pertumbuhan dan perkembangan fisik ibu terhenti/ terhambat. Secara mental yaitu belum siap menghadapi perubahan yang terjadi saat kehamilan, belum siap menjalankan peran sebagai seorang ibu, belum siap menghadapi masalah masalah berumahtangga. Gabungan faktor fisik dan mental yang belum matang akan meningkat resiko terjadinya persalinan yang sulit dengan komplikasi medis. Resiko yang mungkin dapat terjadi antara lain : 1. Keguguran 2. Preeklamsia (tekanan darah tinggi, odema, proterinuria) 3. Eklamsia (keracunan kehamilan) 4. Timbulnya kesulitan persalinan (persalinan lama dsb) 5. Bayi lahir sebelum waktunya
6. Berat badan lahir rendah (BBLR) hanya 2500 gram

7. Fistula vesikovaginal (merembes air seni ke vagina) 8. Kanker leher rahim Resiko ini dapat meningkat kesakitan dan kematian ibu dan bayi. Cara menghindari yaitu tunda usia perkawinan, rencana jumlah anak yang diinginkan, tunda kehamilan pertama sampai usia diatas 20 tahun, konsultasi/ konseling pada petugas kesehatan, gunakan alat kontrasepsi (kondom, PIL, IUD) B. KEHAMILAN TERLALU TUA Kehamilan terlalu tua adalah kehamilan diatas usia 34 tahun. Penyebab kehamilan pada usia terlalu tua tidak tidak dianjurkan karena pada usia tersebut kondisi kesehatan ibu mulai menurun, fungsi rahim menurun, kualitas sel telur berkurang, meningkatnya komplikasi medis pada kehamilan dan persalinan, berhubungan dengan kelainan degenerative, hipertensi dan kencing manis. Resiko yang mungkin terjadi antara lain keguguran, preeklamsia (tekanan darah tinggi, udem proteinuria), eklamsia (keracunan kehamilan), timbul kesulitan pada persalinan, perdarahan, berat badan lahir rendah (BBLR). Cara

26

menghindari yaitu tidak kehamilan lagi, gunakan kontrasepsi (KONTAP, IUD, dan IMPLANT), konsultasi/ konseling pada tenaga kesehatan. Pada pasangan yang belum mempunyai anak pada usia tersebut, dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter. C. KEHAMILAN TERLALU DEKAT Kehamilan terlalu dekat adalah jarak antara kehamilan suatu kehamilan satu dengan berikutnya kurang dari 2 tahun (24 bulan). Jarak kehamilan yang optimal dianjurkan adalah 36 bulan. Penyebab kehamilan terlalu dekat tidak dianjurkan karena kondisi rahim ibu belum pulih, dapat mengakibatkan terjadinya penyulit dalam kehamilan seperti anemia, dapat menghambat proses persalinan seperti gangguan kekuatan kontraksi, kehamilan letak dan posisi janin, dapat menyebabkan perdarahan pasca persalinan, waktu ibu untuk menyusui dan merawat bayi kurang. Resiko yang mungkin terjadi antara lain keguguran, anemia, payah jantung, bayi lahir sebelum waktunya (premature), berat bayi lahir rendah (BBLR), cacat bawaan, tidak optimalnya tumbuh kembang balita. Cara menghindari yaitu gunakan alat kontrasepsi (IUD, IMLANTm PIL, SUNTIKAN)., berikan ASI secara ekslusif selama 6 bulan, lanjutkan sampai 2 tahun, dengan makanan pendamping ASI (MPASI), konsultasi pada petugas kesehatan. D. KEHAMILAN TELALU BANYAK Kehamilan terlalu banyak adalah jumlah anak yang dilahirkan lebih dari 3 orang. Penyebab kehamilan terlalu terlalu banyak tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan terjadinya gangguan dalam kehamilan seperti plasenta (ari ari) yang letaknya dekat dengan jalan lahir, dapat menghambat proses persaliinan, seperti gangguan kekuatan kontraksi, kelainan letak dan posisi janin, dapat menyebabkan perdarahan pasca persalinan, waktu ibu untuk menyusui dan merawat

27

bayi kurang, tumbuh kembang anak tidak optimal, menambah bebean ekonomi keluarga. Resiko yang mungkin terjadi antara lain sisi kesehatan yaitu keguguran, anemia, perdarahan hebat, preklamsia (tekanan darah tinggi, odema, proteinuria). Eklamsia (keracunan kehamilan karena hypertensi, dll), plasenta previa (plasenta menghalangi jalan lahir), berat bayi lahir rendah (BBLR) kurang 2,5 kg, prolapsus uteri (turunnya rahim melalui vagina). Sisi ekonomi yaitu kurang gizi, putus sekolah, kurang perhatian/ kasih saying, pertumbuhan dan perkembangan anak tidak optimal. Cara menghindari tidak hamil lagi, konsultasi/ konseling pada petugas, gunakan kontrasepsi (kontap, IUD, IMPLANT).

BAB III PROFIL PUSKESMAS


A. LETAK GEOGRAFIS Puskesmas Sukarami terletak di Kecamatan Sukarami tepatnya di Jalan Kebun Bunga Kelurahan Kebun Bunga RT 37/05. Berdekatan dengan perkantoran seperti kantor Camat Sukarami, kantor KUA, kantor DIKNAS dan kantor Lurah Kebun Bunga. Letak Puskesmas Sukarami yang berada kira-kira 500 meter dari tepi jalan Kolonel II. Burlian dan tidak dilewati oleh jalur kendaraan umum, maka pengunjung Puskesmas harus menggunakan kendaraan pribadi atau ojek. Wilayah kerjanya meliputi 2 kelurahan yaitu kelurahan Sukarami dan kelurahan Kebun Bunga. Tabel 3.1. Luas Wilayah Kerja Puskesmas Sukarami No 1. 2. Kelurahan Kebun Bunga Sukarami Luas wilayah 750 Ha 800 Ha Jumlah Penduduk 32.223 jiwa 19.636 jiwa

28

Sumber : Dokumen bagian TU Puskesmas Sukarami Palembang B. KEADAAN DEMOGRAFI Penduduk di wilayah kerja Puskesmas Sukarami terdiri dari 26.322 orang laki-laki dan 25.537 orang perempaun yang tersebar di 2 (dua) kelurahan tersebut. Berdasarkan keadaan social ekonominya. Mata pencaharian penduduk bervariasi terdiri dari : 1. 2. 3. 4. 5. Pegawai negeri Pedagang Pensiunan Pengrajin Buruh harian Tabel 3.2 Demografi (Kependudukan) Puskesmas Sukarami Berdasarkan Jumlah Penduduk Dalam Wilayah Puskesmas Sukarami Sampai Akhir Tahun 2012,Yaitu: NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. DATA Jumlah penduduk Jumlah Pddk laki-laki Jumlah Pddk perempuan Jumlah KK Jumlah Masykin Jumlah Ibu Hamil Jumlah Ibu Bersalin Jumlah Ibu Meneteki Jumlah Bayi Jumlah Balita Jumlah Lansia Jumlah RT Jumlah Rumah Jumlah Posyandu Jumlah Posyandu Lansia Jumlah Kader Jumlah SD/ MI KELURAHAN Kebun Bunga Sukarami 32.223 16.411 15.812 7.421 3521 462 461 461 440 1229 1324 66 4986 6 1 21 7 19.636 9.911 9.725 4.686 2714 388 387 387 274 661 1117 48 3025 12 6 51 2 Jumlah 51.859 26.322 25.537 12.107 6.235 850 848 848 714 1.890 2.441 114 8.011 18 7 72 9

29

18. 19. 20. 21. 22. 23.

24. 25.

Jumlah SMP Jumlah SMU Jumlah PTN/ PTS Jumlah TTU Jumlah TPM Jumlah TPS Sarana Air Bersih Sumur gali PAM PAH Jumlah Jamban Keluarga

2 3 86 33 15 3570 2549 495 4986

1 1 2 46 27 27 2970 65 470 3025

3 4 2 132 60 42 6.540 2.614 965 8011

Sumber : Dokumen bagian TU Puskesmas Sukarami Palembang C. KETENAGAAN Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan sehari-harinya. Puskesmas Sukarami dipimpin oleh seorang pimpinan puskesmas yang sejak Maret 2009 di jabat oleh dr. Hj. Nurda yang dibantu oleh 33 orang staf berstatus PNS maupun Non PNS baik paramedis maupun Non paramedis. Tabel 3.3 Daftar Pegawai Puskesmas Sukarami Tahun 2012: NO. JABATAN PEGAWAI JUMLAH 2 Orang 1 Orang 3 Orang 1 Orang 5 Orang 1 Orang 1 Orang 1 Orang 8 Orang 1 Orang 1 Orang 1 Orang 2 Orang 1 Orang 1 Orang 2 Orang 1 Orang 33 Orang 30 1. Dokter Umum 2. Dokter Gigi 3. Perawat Gigi 4. SKM 5. Perawat Ahli Madya 6. Perawat 7. Sarjana Keperawatan 8. Bidan 9. Bidan Ahli Madya 10. Kesling Ahli madya 11. Pembantu Ahli Gizi 12. Sanitasi 13. Asisten Apoteker 14. Analis 15. Analis AhliMadya 16. Tata Usaha 17. Penjaga Malam Jumlah

Sumber : Dokumen bagian TU Puskesmas Sukarami Palembang D. FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat, Puskesmas Sukarami memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut melalui 6 program pokok puskesmas yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Promosi Kesehatan (Promkes) Sanitasi (kesehatan lingkungan) KIA/ KB Gizi Pencegahan dan pemberantasan pentakit (P2P) Pengobatan Seluruh program kegiatan tersebut difasilitasi dengan adanya ruang dan peralatan yang memadai, program kerja, sumber daya manusia yang selalu ditingkatkan pelayanannya. Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan didalam gedung maupun diluar gedung guna lebih memudahkan masyarakat memperoleh keterjangkauan pelayanan kesehatan. Fasilitas yang disediakan di Puskesmas Sukarami ini adalah sbb : a. Klinik Pelayanan Kesehatan Ibu (KIA/ KB) Kegiatan yang dilakukan di klinik ini meliputi pelayanan kebidanan terhadap Ibu Hamil (Bumil), Ibu Bersalin (Bulin) dan ibu yang telah bersalin (Bufas) serta ibu menyusui (Busui) untuk kegiatan KB, Puskesmas Sukarami melayani kebutuhan masyarakat dalam hal KB berupa IUD, Implant, Pil, Suntikan, dan Kondom. b. Klinik Pelayanan Kesehatan Anak (BP Anak) Klinik ini melayani kesehatan bayi dan balita. Dalam pelaksanaannya klinik ini dilayani oleh para perawat terlatih di bidang anak yang mulai kemampuannya dan protap-protap sebagai standar

31

mengembangkan sistem pelayanan dengan teknik MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit). c. Klinik Pelayanan Kesehatan Umum (BP Dewasa) Klinik ini melayani pengobatan umum bagi pasien umum/ dewasa pada pelaksanaannya klinik ini juga dilayani oleh seorang dokter umum yang dibantu oleh perawat terlatih. Di klinik ini dilayani pula pengobatan terhadap penderita TB paru dan kusta selain penyakit laiinya. d. Klinik Pelayanan Kesehatan Gigi (BP Gigi) Klinik ini melayani pengobatan dan perawatan gigi bagi seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkannya terutama pengobatan dasar seperti pencabutan dan penambalan gigi. e. Klinik Sehat 2011 (Gilingan Mas) Klinik ini melayani : 1) Konsultasi Gizi Melayani konsultasi Gizi Masyarakat dan Gizi Perorangan, baik di dalam maupun diluar gedung. Dilaksanakan oleh seorang petugas gizi. 2) Imunisasi Melayani imunisasi BCG, DPT, Polio, Hepatitis, Campak, TT Bumil/ Caten. Dilaksanakan setiap hari kamis oleh perawat terlatih dibawah koordinator seorang Juru Immunisasi. 3) Konsultasi Keshatan Lingkungan (Sanitasi) Memberikan konsultasi mengenai kesehatan dan kebersihan lingkungan Rumah Sehat, Jamban Sehat, Sarana Air Bersih, Pemberantasan sarang Nyamuk (PSN). Dilaksanakan oleh 2 (dua) orang sanitarian.

f.

Laboratorium Melayani pemeriksaan urine rutin, darah rutin, test kehamilan, test trombosit, DDR, BTA sputum, golongan darah dan klinik VCT oleh 2 (dua) orang analis.

g.

Promosi Kesehatan

32

1)

Dalam gedung Dilakukan perorangan secara konseling disetiap bagian pelayanan maupun perkelompok pada waktu- waktu tertentu didalam gedung puskesmas.

2)

Luar gedung Agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyaraka. Promosi kesehatan dilakukan diluar gedung Puskesmas misalnya : Disekolah dasar melalui Usaha Kesehatan Sekolah dan Pelatihan Dokter Kecil serta penyuluhan rutin setiap 3 bulan yang materinya meliputi : Personal Hygiene, Kesehatan Lingkungan, penyakit Menular, P3K, Gizi dan Napza. Di Sekolah Menengah Pertama dan Atas melalui Usaha Kesehatan sekolah, Pelatihan Kader Kesehatan Remaja serta penyuluhan rutin setiap 3 bulan yang materinya meliputi : Personal Hygiene, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, P3K, Kesehatan Reproduksi, Penyakit Menular, HIV/ AIDS, Gizi dan Napza. Di lingkungan RT/ RW melalui kegiatan musyawarah pertemuan RT/ RW yang materinya meliputi : Kelurahan Siaga, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Kesehatan Lingkungan.

h.

Lain-lain Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sukaramu melakukan kegiatan-kegiatan luar gedung. Kegiatan- kegiatan tersebut diantaranya adalah Posyandu Balita di 18 Posyandu, Posyandu Lansia di 7 Posyandu, UKS/ UKGS di 18 TK, PAUD 2, 9 SD, 8 MI, 3 SMP, dan 4 SMA, UKGMI di 2 Kelurahan serta melakukan kunjungan ke rumah pasien bagi pasien-pasien yang membutuhkannya

BAB IV MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN


I. PENGUMPULAN DATA

33

PENGKAJIAN ANTE NATAL CARE RS / PKM / RB : PKM Sukarami No. RM / REG : 19248 / 31

Tanggal/ pukul pengkajian: 16-01-2013/ 09.45WIB Pemeriksa : kelompok Pj Ruangan : Hj. Eta Mulyana, M.Keb

A. DATA SUBJEKTIF 1. Biodata Nama ibu Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : Ny. M : 43 Tahun : Islam : DIII Ekonomi : IRT : Jl.Suka Karya Lrg. Masjid no.1560 RT. 45 RW.008 Kecamatan: Sukarami 2. Alasan Kunjungan : Ibu datang ingin memeriksakan kehamilannya,mengaku hamil 7 bulan, mengeluh sering pusing dan perutnya sedikit tidak nyaman ( begah ) seperti ada tekanan dari dalam.Ibu mengatakan gerakan anaknya lebih sering dirasakan pada perut bagian kanan. Riwayat Menstruasi : Menarche Siklus Lamanya Nyeri haid HPHT HTP : 14 tahun : 28 hari, teratur : 7 hari : ya : 7 7 - 2012 : 13 4 2013 Nama Suami : Tn. Z Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : 44 Tahun : Islam : SMA : Buruh : Jl.Suka karya Lrg. Masjid no.1560 RT. 45 RW.008 Kecamatan: Sukarami

3. Riwayat Perkawinan : 34

Menikah Usia Saat Menikah Lamanya Menikah

: ya, ke : 1 kali : 38 Tahun : 5 Tahun Mas Pen yulit


Tidak ada

4. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu Thn Partus 2011 Umur keha milan Cuku p 2. bulan Kehamilan saat ini Jns pers.
Normal

No

Tempat Partus

Penolon g

Anak JK BB 2,9k g

Keadaa n anak

a Nifa s Baik

1.

Klinik

Dokter

Mening gal

5. Riwayat Kehamilan saat ini

: G2 P1(1)A 0

a. Pertama kali memeriksakan kehamilan pada usia kehamilan 5 bulan, di Klinik oleh Bidan, Pemeriksaan saat ini yang ke 4 b. Masalah yang pernah dialami: Hamil muda : mual Hamil Tua : pusing

c. Imunisasi TT : diberikan Pengobatan yang pernah diperoleh selama kehamilan ini : tablet FE ( 1x1), vitamin B6, vitamin B complek, kalk
6. Riwayat penyakit/ operasi yang lalu : tidak ada

7. Riwayat yang berhubungan dengan masalah kesehatan reproduksi :

tidak ada
8. Riwayat kesehatan keluarga : Tidak ada

9. Riwayat Keluarga Berencana :


a. Metode KB yang pernah dipakai : belum pernah menggunakan KB

b. Komplikasi/ masalah : tidak ada 10. Pola makan dan minum :

35

a. Makan b. Minum c. d. teh, air putih.

: 3 kali /hari : 7 gelas/ hari (250ml/gelas)

Jenis makanan/minuman yang sering dikonsumsi : nasi, sayur, lauk, Masalah/ gangguan yang ditemukan pada pola makan dan minum : tidak ada : BAB : 1 kali/hari BAK : 5

11. Pola Eliminasi

kali/hari Masalah/gangguan yang ditemukan pada pola eliminasi : Tidak ada 12. Personal Hygiene : Mandi: 2 kali/hari Sikat Gigi : 2 kali/ hari
13. Pola Istirahat

: tidur siang : 1

jam/hari,

tidur malam : 7

jam/hari Tidur malam : 21.00 WIB Masalah/gangguan yang ditemukan dalam pola istirahat : Tidak ada 14. Pola Psikososial : a. Keadaan emosional : stabil b. Komunikasi : kooperatif c. Penerimaan klien terhadap kehamilan ini : Menerima d. Social support dari : suami, orang tua, mertua dan keluarga lain e. Hubungan ibu dengan : suami: harmonis keluarga : harmonis f. Adat Istiadat yang dilakukan dalam masa kehamilan: tidak ada g. Pengambilan keputusan dalam keluarga : suami h. Keluarga lain yang tinggal di rumah : tidak ada
i. Masalah/ gangguan yang ditemukan pada pola psikologis : tidak ada

B. DATA OBJEKTIF 1. b. Kesadaran c. Sikap Tubuh Pemeriksaan Fisik : : baik : compos mentis : normal a. Keadaan Umum

36

d. BB sekarang TB e. Tanda-tanda vital f. kulit Turgor g. Rambut h. Muka i. Mata tidak ada j. Gigi Mulut gusi k. Telinga l. Leher m. Payudara

: 56 Kg : 155 cm : TD: 110/80 mmHg

BB sebelum Hamil : 49 Kg LILA : 24 cm Nadi : 80 X/menit Suhu : 36,5C

Pernapasan : 19 X/menit : tidak tampak kelainan : baik : bersih : terlihat cemas Sklera Konjungtiva Penglihatan Alat bantu : tidak ikterus : pucat : jelas

: kacamata : tidak ada, kontak lensa :

: tidak terdapat karies : tidak tampak kelainan : normal : tidak tampak kelainan : tidak tampak kelainan : tidak tampak kelainan Puting susu : menonjol, bersih : bersih dan hiperpigmentasi

Areola mammae

Pengeluaran ASI: tidak ada n. o. p. Jantung Paru-paru Abdomen Hepar/lien : normal : bunyi jelas dan teratur : bunyi nafas bersih

Bekas operasi : tidak ada Pembesaran Strie : melebar : livide

37

Linea Nigra

: ada : tidak ada

Kontraksi uterus

Terlihat gerakan janin :belum ada Bagian Atas : TFU tidak dapat dinilai / teraba bagian : kanan ibu: teraba kurang bulat,

kecil janin Bagian Samping lunak, kurang melenting kiri ibu: bulat, keraas, melenting r. Ekstremitas s. Edema akral t. Refleks Patela u. Ano genitalia Bagian Bawah : teraba bagian punggung janin Penurunan TBJ DJJ :(-) : normal : kanan : ( + ) , kiri : ( + ) : : Tidak dilakukan : Tidak ada : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : tidak ada : tidak dapat dinilai : 132 x/menit : tidak tampak kelainan

Genitalia Ekksterna Pengeluaran pervulva Inspeculo / vagina toucher Perineum Anus

C.
1.

PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan panggul a. Panggul luar : tidak dilakukan 1) Distansia spinarum 2) Distansia cristarum 3) Conjugata eksterna : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan 38

4) Lingkar panggul b. Panggul dalam

: tidak dilakukan :tidak dilakukan. : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan

1) Indikasi 2) Promontorium 3) Linia inominata 4) dinding samping 5) Sacrum 6) Spina ischiadika 7) DI 8) Arcus pubis 9) Kesan panggul

2.

Laboratorium a. b. c. d. Darah Gol.Darah : A Rh Ht Trombosit CT BT Lain-lain e. f. g. h. Urine Reduksi : (+)

: tanggal 16 Januari 2013 , pukul 10.00 : HB : 7 gr/dl

WIB.

: tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak ada : Protein : ( - ) : negatif (-)

Uji kehamilan : tidak dilakukan Lain-lain : tidak ada CTG USG : tidak dilakukan : tidak dilakukan

3. 4. 5.

RONTGEN : tidak dilakukan 39

II.

DIAGNOSA/ MASALAH DAN KEBUTUHAN G2P1(1)A0 hamil 27-28 minggu dengan anemia sedang disertai factor resiko usia > 35 tahun, JTH, intrauterine, letak lintang

Diagnosa :

Data Subjektif : 1. Ibu mengatakan hamil anak ke-2 2. Ibu mengatakan pernah melahirkan 1 kali dan anaknya meninggal 3. Ibu mengatakan tidak pernah keguguran 4. Ibu mengatakan hamil 7 bulan 5. Ibu mengatakan mens terakhirnya pada tanggal 7-7-2012 6. Ibu mengeluh sering pusing 7. Ibu mengeluh perutnya sedikit tidak nyaman ( begah ) seperti ada tekanan dari dalam 8. Ibu mengatakan gerakan anaknya lebih sering dirasakan pada perut bagian kanan. Data Objektif :
1. 2.

KU ibu

: baik

Pemeriksaan Tanda-tanda Vital :


a. TD : 110/80 mmHg

b. N : 80 x/menit c. P : 19 x/menit
d. S : 36,50 C

3.
a. b.

Pemeriksaan Abdomen : : kanan ibu : teraba kurang bulat, lunak, kurang Kiri ibu : teraba bulat, keras, melenting

Bagian atas : TFU tidak dapat dinilai / teraba bagian-bagian kecil janin Bagian Samping melenting

c. d.

Bagian Bawah Penurunan : tidak ada

: teraba bagian punggung janin

40

e. f.

TBJ DJJ 4.

: tidak dapat menilai : 132 x/menit Pemeriksaan Penunjang : Rh : positif (+)

a. HB : 7 gr/dL b. Golongan darah : A

c. Urine: protein : ( - ), reduksi : negatif ( - )

Masalah : 1. Pusing DS DO : Ibu mengeluh sering pusing : TD HB DS DO Kebutuhan :


1. Istirahat yang cukup

: 110/80 mmHg : 7 gr/dl

2. Gangguan rasa nyaman : Ibu mengeluh perutnya agak sedikit tidak nyaman (begah) : Palpasi abdomen pembesaran melebar.

2. Nutrisi 3. Tablet FE 4. Support keluarga


III. DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL DAN ANTISIPASI

Diagnosa Potensial :
1. Ibu

: Anemia berat KPD : lilitan tali pusat Prolapsus tali pusat BBLR

2. Janin

Masalah Potensial :

41

Pusing semakin sering Gangguan rasa nyaman meningkat Antisipasi : 1. Tambah dosis tablet FE 2X1 perhari 2. Nutrisi yang adekuat 3. Posisi sujud IV. KEBUTUHAN TINDAKAN SEGERA Kebutuhan Tindakan Segera : Tidak Ada V. PERENCANAAN 1. Jelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan 2. Anjurkan ibu untuk tetap mengkonsumsi makanan yang bergizi 3. Anjurkan ibu tetap mengkonsumsi tablet tambah darah 4. Anjurkan ibu untuk tetap istirahat yang cukup 5. Anjurkan ibu untuk tetap menjaga personal hygene 6. KIE tentang anemia 7. Anjurkan ibu untuk melakukan posisi sujud 8. Anjurkan keluarga untuk memberi dukungan pada ibu 9. Jelaskan pada ibu tentang tanda-tanda bahaya pada kehamilan 10.Jelaskan pada ibu mengenai hubungan seks selama kehamilan 11.Jelaskan pada ibu tentang tanda-tanda persalinan 12.Anjurkan ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu lagi atau apabila ada keluhan

VI. PELAKSANAAN

42

1. Menjelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan

bahwa ibu mengalami anemia sedang Hb: 7 gr/dl TD : 110/80 mmHg dan bayinya dalam keadaan baik tetapi letak bayinya tidak normal dimana letak kepala tidak terdapat dibagian bawah melainkan di bagian perut sebelah kiri..
2. Menganjurkan ibu untuk tetap mengkonsumsi makanan dengan gizi

seimbang dan menu yang bervariasi.


3. Memberitahu ibu untuk tetap mengkonsumsi tablet Fe 2X1 perhari, dan

mengingatkan ibu sebaiknya diminum dengan air jeruk atau air putih, tidak bersamaan dengan kopi atau teh karena akan mempengaruhi proses penyerapan zat besi. 4. Menganjurkan ibu untuk tetap istirahat yang cukup tidur siang minimal 1 jam serta tidur malam minimal 8 jam.
5. Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga personal hygine ( kebersihan

diri) , dengan cara mengganti celana dalam minimal 2x sehari atau setiap kali terasa lembab dan memakai celana dalam yang berbahan katun atau yang menyerap keringat untuk mencegah tumbuhnya kuman serta anjurkan pula ibu untuk tidak menahan BAK. 6. Memberitahu dan menjelaskan pada ibu tentang anemia dan resiko yang akan terjadi karena anemia. Pada kehamilan: mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin Pada persalinan: inersia uteri yaitu kontraksi uterus lemah dan tidak normal pada saat persalinan. Pada masa nifas: memudahkan infeksi nifas, berkurangnya produksi ASI,dan terjadi anemia dimasa nifas.

43

7. Menganjurkan ibu untuk melakukan posisi sujud pada pagi hari sebelum melakukan aktifitas dan pada malam hari sebelum tidur mininal 5 menit atau semampu ibu agar posisi bayi kembali normal yaitu kepala berada di bawah.
8. Menganjurkan keluarga untuk memberi dukungan seperti memberi

semangat pada ibu dalam menghadapi kehamilannya dan menemani ibu saat memeriksakan kehamilannya. 9. Menjelaskan pada ibu tanda-tanda bahaya pada kehamilan, diantaranya nyeri kepala yang hebat, penglihatan kabur, bengkak pada kaki, muka dan tangan, serta gerakan janin berkurang/ tidak seperti biasa, keluar darah dari kemaluan.
10. Menjelaskan pada ibu mengenai hubungan seks selama kehamilan, yaitu

dengan memberikan nasehat agar menjarangkan atau tidak melakukan hubungan seksual, khususnya pada wanita yang mudah keguguran untuk meminimalkan terjadinya abortus 11. Menjelaskan pada ibu tentang tanda-tanda persalinan yaitu, sakit perut menjalar kepinggang, keluar darah bercampur lendir dari kemaluan,kontraksi perut yang semakin sering dan lama.

12. Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu lagi atau apabila

ada keluhan.

44

VII. EVALUASI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Ibu mengerti tentang kondisi janin dan dirinya serta hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. Ibu bersedia untuk tetap mengkonsumsi makanan yang bergizi Tablet Fe sudah diberikan dan ibu mengerti cara pengkonsumsian tablet Fe sesuai dengan kebutuhan serta ibu bersedia untukmengkonsumsi tablet Fe. Ibu mengerti tentang pola istirahat dan bersedia melakukan anjuran bidan Ibu mengerti tentang cara menjaga personal hygiene KIE tentang anemia telah dilakukan Ibu mengerti dan bersedia melakukan posisi sujud Keluarga bersedia untuk selalu memberikan support pada ibu Ibu mengerti tentang tanda-tanda bahaya pada kehamilan

10. Ibu mengerti mengenai hubungan seks selama kehamilan yang dijelaskan 11. Ibu mengerti tentang tanda- tanda persalinan
12. Ibu bersedia untuk kunjungan ulang 1 minggu lagi atau apabila ada

keluhan

45

BAB V PEMBAHASAN
Berdasarkan Pengkajian yang dilakukan pada Ny M telah sesuai dengan standar pelayanan kebidanan yang meliputi anamneses, pemeriksaan fisik (umum dan kebidanan), pemeriksaan laboratorium, serta intervensi umum dan khusus sesuai dengan resiko yang di temukan dalam pemeriksaan. Dalam penerapannya tercantum dalam program 10 T yaitu Timbang berat badan dan ukur tinggi badan, ukur tekanan darah, nilai status gizi, ukur tinggi fundus uteri, tentukan presentasi janin dan DJJ, skrining status imunisasi tetanus dan berikan imunisasi tetanus toksoid bila di perlukan, pemberian tablet besi minimal 90 tablet selama kehamilannya, tes laboratorium, tata laksana kasus, dan temu wicara atau konseling. Berdasarkan data subjektif yang didapat dari ibu, ibu mengatakan sering pusing hilang timbul sejak satu bulan yang lalu. Data objektif yang didapat yaitu keadaan umum tampak sakit ringan dan wajah ibu tampak pucat, konjungtiva pucat, HB 7 gr/dl. Dari data diatas maka dapat ditegakkan diagnose anemia. Berdasarkan buku (Ilmu Kebidanan, Sarwono) anemia adalah anemia adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11gr/dl pada trimester I dan III,atau kadar < 10,5 gr/dl pada trimester II. Sedangkan kadar hemoglobin pada Ny M hanya 7 gr/dl, sehingga di klasifikasikan Dari hasil anamnesa dan pemeriksaan maka di dapatkan data sebagai berikut, Ny M berusia 43 tahun, hamil anak yang ke- 2, pernah melahirkan satu kali dan anaknya meninggal, tidak pernah keguguran dan mentruasi terakhir tanggal 07-07-2012 HTP tanggal 14-04-2013. Keadaan umum ibu tampak sakit ringan. BB sekarang : 56 kg, TB : 155 cm, LILA: 24 cm, TD : 110/80 mmHg, P : 19 x/menit, N : 80 x/ menit, S : 36,50C, pemeriksaan abdomen : bagian atas / TFU : tidak dapat dinilai/ teraba bagian kecil janin, bagian Samping: bagian kanan ibu : kurang bulat,lunak,kurang melenting, bagian kiri ibu : bulat, keras, melenting. bagian bawah : teraba punggung janin, 46

penurunan : tidak ada penurunan, TBJ : tidak bisa di nilai, DJJ :132x/menit kuat dan teratur ,pemeriksaan ekstremitas atas dan bawah : edema ( - ), pemeriksaan penunjang : HB : 7 gr/dL, golongan darah : A, Rh : positif (-), urine : protein : (-), reduksi : negatif (-). Dari pemeriksaan penunjang yaitu pemeriksaan kadar hemoglobin,didapatkan hasil kadar hemoglobin sebesar 7 gr/dl. Dalam hubungan adanya pengenceran darah sebagai penyesuaian diri secara fisiologi dalam kehamilan, dalam teori didapatkan nilai 11 gr/dl sebagai batas normal untuk kadar Hb dalam kehamilan. Sedangkan pasien ini memiliki Hb 7 gr/dl sehingga dapat dikatakan bahwa pasien ini menderita anemia sedang. Pada masalah NY M masalah sudah diantisipasi dengan asuhan yang sesuai dengan prosedur yang benar yaitu anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup, nutrisi yang cukup, pemberian tablet Fe,selalu support pada ibu sehingga anemia sedang tidak meningkat menjadi anemia berat. Pada pemeriksaan (anamnesa), didapatkan data, usia ibu 43 tahun. Menurut (Manuaba) faktor usia yang baik untuk melahirkan adalah dari rentang 20-35 tahun, sedangkan pada Ny M masuk dalam golongan faktor resiko. Menurut (Manuaba) ibu hamil dengan usia > 35 tahun, memiliki resiko abortus, partus prematuritas, BBLR, plasenta previa. Pada pemeriksaan palapasi abdomen didapatkan kepala janin berada dibagian samping kanan ibu maka menganjurkan ibu untuk melakukan posisi sujud pada pagi hari sebelum melakukan aktifitas dan pada malam hari sebelum tidur minimal 5 menit atau semampu ibu. Asuhan pelaksaanaan yang diberikan pada Ny M adalah menganjurkan ibu untuk tetap mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan menu yang bervariasi, untuk tetap mengkonsumsi tablet Fe 2X1 perhari, dan mengingatkan ibu sebaiknya diminum dengan air jeruk atau air putih, tidak bersamaan dengan kopi atau teh karena akan mempengaruhi proses penyerapan zat besi, Menganjurkan ibu untuk tetap istirahat yang cukup tidur siang minimal 1 jam serta tidur malam minimal 8 jam. Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga personal hygine ( kebersihan diri) , dengan cara mengganti celana dalam

47

minimal 2x sehari atau setiap kali terasa lembab dan memakai celana dalam yang berbahan katun atau yang menyerap keringat untuk mencegah tumbuhnya kuman serta anjurkan pula ibu untuk tidak menahan BAK, Memberitahu dan menjelaskan pada ibu tentang anemia dan resiko yang akan terjadi karena anemia yaitu pada kehamilan: mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, pada persalinan: inersia uteri yaitu kontraksi uterus lemah dan tidak normal pada saat persalinan. Pada masa nifas: memudahkan infeksi nifas, berkurangnya produksi ASI,dan terjadi anemia dimasa nifas. Menganjurkan ibu untuk melakukan posisi sujud pada pagi hari sebelum melakukan aktifitas dan pada malam hari sebelum tidur mininal 5 menit atau semampu ibu agar posisi bayi kembali normal yaitu kepala berada di bawah. Menganjurkan keluarga untuk memberi dukungan seperti memberi semangat pada ibu dalam menghadapi kehamilannya dan menemani ibu saat memeriksakan kehamilannya. Menjelaskan pada ibu tanda-tanda bahaya pada kehamilan, diantaranya nyeri kepala yang hebat, penglihatan kabur, bengkak pada kaki, muka dan tangan, serta gerakan janin berkurang/ tidak seperti biasa, keluar darah dari kemaluan. Menjelaskan pada ibu mengenai hubungan seks selama kehamilan, yaitu dengan memberikan nasehat agar menjarangkan atau tidak melakukan hubungan seksual, khususnya pada wanita yang mudah keguguran untuk meminimalkan terjadinya abortus. Menjelaskan pada ibu tentang tandatanda persalinan yaitu, sakit perut menjalar kepinggang, keluar darah bercampur lendir dari kemaluan,kontraksi perut yang semakin sering dan lama, serta melakukan kunjungan ulang bila terdapat keluhan. Sedangkan evaluasi pada Ny M adalah Ibu mengerti tentang kondisi janin dan dirinya serta hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. Ibu bersedia untuk tetap mengkonsumsi makanan yang bergizi dan menu yang variasi.Tablet Fe sudah diberikan dan ibu mengerti cara pengkonsumsian tablet Fe sesuai dengan kebutuhan serta ibu bersedia untuk mengkonsumsi tablet Fe. Ibu mengerti tentang pola istirahat dan bersedia melakukan anjuran bidan. KIE tentang menjaga personal hygene telah dilakukan. KIE tentang anemia telah dilakukan. Ibu mengerti dan bersedia melakukan posisi sujud. Keluarga bersedia untuk selalu support ibu. Ibu

48

mengerti tentang tanda-tanda bahaya pada kehamilan. Ibu mengerti mengenai hubungan seks selama kehamilan yang dijelaskan. Ibu mengerti tentang tandatanda persalinan serta ibu mau kunjungan ulang bila terdapat keluhan lain. Pasien dengan anemia sedang harus mendapatkan perhatian yang khusus baik pada saat kehamilan maupun pertolongan persalinan.

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Setelah kami melakukan asuhan kebidanan pada Ny M G2P1(1)A0 hamil 27 28 minggu dengan anemia sedang disertai faktor usia >35 tahun, JTH, intrauterine, letak lintang kami mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Ny M berusia 43 tahun, hamil yang ke- 2,pernah melahirkan satu kali

dan anaknya meninggal, tidak pernah keguguran, dan mentruasi terakhir tanggal 07-07-2012 HTP tanggal 14-04-2013. Keadaan umum ibu tampak sakit ringan. BB sekarang : 56 kg, TB : 155 cm, LILA: 24 cm, TD : 110/80 mmHg, P : 19 x/menit, N : 80 x/ menit, S : 36,50C, pemeriksaan abdomen : bagian atas / TFU : tidak dapat dinilai/ teraba bagian kecil janin, bagian Samping: bagian kanan ibu : kurang bulat,lunak,kurang melenting, bagian kiri ibu : bulat, keras, melenting. bagian bawah : teraba punggung janin, penurunan : tidak ada penurunan, TBJ : tidak bisa di nilai, DJJ : 132x/menit kuat dan teratur ,pemeriksaan ekstremitas atas dan bawah : edema ( - ), pemeriksaan penunjang : HB : 7 gr/dL, golongan darah : A, Rh : positif (+), urine : protein : (-), reduksi : negatif (-).
2. Dari data yang telah didapat Diagnosa didapatkan G2P1(1)A0 hamil 27 28

minggu dengan anemia sedang disertai faktor usia >35 tahun, JTH, intrauterine, letak lintang. Masalah yang didapat yaitu ibu merasa sering

49

pusing dan gangguan rasa nyaman. Kebutuhan yang telah diberikan yaitu istirahat cukup, nutrisi, tablet FE, support keluarga.
3. Diagnosa potensial yang mungkin terjadi dengan Anemia Sedang yaitu

pada ibu terjadi anemia berat, KPD, dan pada janin terjadi lilitan tali pusat, prolapsus tali pusat, BBLR. Masalah potensial dari kasus tersebut adalah pusing semakin sering, dan gangguan rasa nyaman semakin meningkat. Antisipasi adalah tambah dosis tablet FE 2X1 perhari, nutrisis yang adekuat, posisi sujud. 4. Kebutuhan tindakan segera yang diberikan tidak ada

5. Rencana asuhan kebidanan yang sesuai pada ibu hamil dengan anemia

sedang, factor resiko usia > 35 tahun, dan Letak lintang yang dapat diberikan adalah Jelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan anjurkan ibu untuk tetap mengkonsumsi makanan yang bergizi, anjurkan ibu tetap mengkonsumsi tablet tambah darah, anjurkan ibu untuk tetap istirahat yang cukup , KIE tentang menjaga personal hygene, KIE tentang anemia, anjurkan ibu untuk melakukan posisi sujud, anjurkan keluarga untuk memberi dukungan pada ibu, jelaskan pada ibu tentang tanda-tanda bahaya pada kehamilan, jelaskan pada ibu mengenai hubungan seks selama kehamilan, jelaskan pada ibu tentang tanda-tanda persalinan, anjurkan ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu lagi atau apabila ada keluhan.
6. Pelaksanaan yang di berikan pada ibu dengan anemia sedang, factor resiko

usia > 35 tahun, dan Letak lintang yang sesuai dengan rencana asuhan yang dibuat adalah menganjurkan ibu untuk tetap mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan menu yang bervariasi, untuk tetap mengkonsumsi tablet Fe 2X1 perhari, dan mengingatkan ibu sebaiknya diminum dengan air jeruk atau air putih, tidak bersamaan dengan kopi atau teh karena akan mempengaruhi proses penyerapan zat besi, Menganjurkan ibu untuk tetap istirahat yang cukup tidur siang minimal 1 jam serta tidur 50

malam minimal 8 jam. Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga personal hygine ( kebersihan diri) , dengan cara mengganti celana dalam minimal 2x sehari atau setiap kali terasa lembab dan memakai celana dalam yang berbahan katun atau yang menyerap keringat untuk mencegah tumbuhnya kuman serta anjurkan pula ibu untuk tidak menahan BAK, Memberitahu dan menjelaskan pada ibu tentang anemia dan resiko yang akan terjadi karena anemia yaitu pada kehamilan: mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, pada persalinan: inersia uteri yaitu kontraksi uterus lemah dan tidak normal pada saat persalinan. Pada masa nifas: memudahkan infeksi nifas, berkurangnya produksi ASI,dan terjadi anemia dimasa nifas. Menganjurkan ibu untuk melakukan posisi sujud pada pagi hari sebelum melakukan aktifitas dan pada malam hari sebelum tidur mininal 5 menit atau semampu ibu agar posisi bayi kembali normal yaitu kepala berada di bawah. Menganjurkan keluarga untuk memberi dukungan seperti memberi semangat pada ibu dalam menghadapi kehamilannya dan menemani ibu saat memeriksakan kehamilannya. Menjelaskan pada ibu tanda-tanda bahaya pada kehamilan, diantaranya nyeri kepala yang hebat, penglihatan kabur, bengkak pada kaki, muka dan tangan, serta gerakan janin berkurang/ tidak seperti biasa, keluar darah dari kemaluan. Menjelaskan pada ibu mengenai hubungan seks selama kehamilan, yaitu dengan memberikan nasehat agar menjarangkan atau tidak melakukan hubungan seksual, khususnya pada wanita yang mudah keguguran untuk meminimalkan terjadinya abortus. Menjelaskan pada ibu tentang tandatanda persalinan yaitu, sakit perut menjalar kepinggang, keluar darah bercampur lendir dari kemaluan,kontraksi perut yang semakin sering dan lama, serta melakukan kunjungan ulang bila terdapat keluhan.
7. Evalusi dari asuhan yang telah diberikan adalah Ibu mengerti tentang

kondisi janin dan dirinya serta hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. Ibu bersedia untuk tetap mengkonsumsi makanan yang bergizi dan menu yang variasi.Tablet Fe sudah diberikan dan ibu mengerti cara pengkonsumsian tablet Fe sesuai dengan kebutuhan serta ibu bersedia untuk mengkonsumsi

51

tablet Fe. Ibu mengerti tentang pola istirahat dan bersedia melakukan anjuran bidan. KIE tentang menjaga personal hygene telah dilakukan. KIE tentang anemia telah dilakukan. Ibu mengerti dan bersedia melakukan posisi sujud. Keluarga bersedia untuk selalu support ibu. Ibu mengerti tentang tanda-tanda bahaya pada kehamilan. Ibu mengerti mengenai hubungan seks selama kehamilan yang dijelaskan. Ibu mengerti tentang tanda- tanda persalinan serta ibu mau kunjungan ulang bila terdapat keluhan lain. Pasien dengan anemia sedang harus mendapatkan perhatian yang khusus baik pada saat kehamilan maupun pertolongan persalinan. B. Saran untuk ibu Bagi ibu hamil (pasien) Dalam upaya untuk mendeteksi secara dini terjadinya anemia sedang dan letak lintang sebaiknya ibu hamil hendaknya memeriksakan diri secara rutin ke petugas kesehatan dan melakukan anjuran yang diberikan oleh petugas kesehatan.

52