Anda di halaman 1dari 5

Nomor Lampiran

: 052/CAB-174/SG.1/VIII/2012 :-

Kepada Yth, Pengguna Anggaran Dinas Pendidikan Aceh diTempat . Perihal: Pengaduan . Dengan hormat, Atas nama CV.Cahaya Agung Bimantara, kami mengajukan pengaduan kepada Pengguna Anggaran Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu terkait penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan Barang / Jasa pada Pelelangan Paket Pekerjaan Pembangunan RKB 5 Lokal MAN 1 Baturaja. Pengaduan ini merupakan upaya administrasi kami dalam rangka penyelesaian masalah penyimpangan tersebut. Bahwa Pasal 83 ayat (3) huruf f dan h Perpres No 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah, yang ketentuannya menyebutkan PA/KPA menyatakan Pelelangan / Seleksi / Pemilihan Langsung gagal apabila: pelaksanaan Pelelangan / Seleksi / Pemilihan Langsung tidak sesuai atau menyimpang dari Dokumen Pengadaan; pelaksanaan Pelelangan / Seleksi / Pemilihan Langsung melanggar Peraturan Presiden ini. Atas dasar kewenangan PA/KPA sebagaimana tersebut diatas maka kami akan menyampaikan beberapa hal seperti tersebut dibawah ini: 1. Bahwa berdasarkan ketentuan dokumen lelang Paket Pekerjaan Pembangunan RKB 5 Lokal MAN 1 Baturaja Nomor : PANT.DIKNAS-E-PROC/05/APBD/2012 Tanggal : 27 Juli 2012 BAB V pada lembar kualifikai yang menjelasan tentang pada poin B tentang Peryaratan Kualipikai, di LDK sangat jelas bahwa kecuali data peralatan tidak dipinta untuk melampirkan bukti. Sesuai Perpres Nomor 54 /2010 Bagian keempat Pasal 56 (10), (11), hurup a,dan b bahwa; 2. Terjadi tidakan post bidding pada saat evaluasi dokumen penawaran kami. Tindakan post bidding merupakan pelanggaran terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Perpres No. 54 Tahun 2010. Pasal 79 Perpres No. 54 Tahun 2010 menyebutkan: (1) Dalam melakukan evaluasi penawaran, ULP/Pejabat Pengadaan harus berpedoman pada tata cara/kriteria yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan.

(2) Dalam evaluasi penawaran, ULP/Pejabat Pengadaan dan Penyedia Barang/Jasa dilarang melakukan tindakan post bidding. 2. Bahwa dalam surat sanggahan Nomor: 052/CAB-174/SG.1/VIII/2012 tanggal 5 September 2012, kami telah menyampaikan permasalahan post bidding ini. Dalam jawaban surat sanggahan kami, Pejabat Pengadaansama sekali tidak membantah mengenai tindakan post bidding tersebut. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa sanggahan kami terkait tindakan post bidding yang dilakukan oleh Pejabat Pengadaanadalah benar. Berdasarkan ketentuan Pasal 83 ayat (1) huruf h Perpres No 54 Tahun 2010, harusnya Pejabat Pengadaanmenyatakan Paket Pekerjaan Pembangunan RKB 5 Lokal MAN 1 Baturaja telah gagal karena sanggahan hasil Pelelangan dari peserta lelang ternyata benar, tetapi hal itu tidak dilakukan. Tindakan Pejabat Pengadaantersebut telah menyimpang dari ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010. 3. Bahwa terkait dengan berita acara hasil pelelangan menyebutkan alasan digugurkan penawaran kami yang menurut Pejabat Pengadaankarena Analisa teknis tidak memenuhi. Penentuan durasi (waktu) tiap item pekerjaan mestinya berdasarkan koefisien dari tenaga kerja, namun pihak CV. JJ dalam menentukan durasi bukan berdasarkan koefisien tenaga kerja dapat kami nyatakan bahwa alasan Pejabat Pengadaantersebut sama sekali tidak benar. Penilaian kesalahan yang disampaikan oleh Pejabat Pengadaandisebabkan oleh ketidakmampuan mereka dalam memahami ketentuan yang tercantum dalam tabel uraian analisa teknik yang kami ajukan. Terhadap ketidakmampuan tersebut harusnya Pejabat Pengadaanmelakukan klarifikasi kepada kami. Ketentuan tentang klarifikasi terhadap penilaian analisa teknik merupakan salah satu cara dalam menilai uraian analisa teknik, hal tersebut telah diatur dalam Pasal 9 ayat (1) huruf a angka 6 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 07/Prt/M/2011 Tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Dan Jasa Konsultansi. Uraian analisa teknik yang kami ajukan, konsistensi dan kewajaran antara metode pelaksanaan, jadwal waktu pelaksanaan, penggunaan peralatan dan bahan (material konstruksi), tenaga kerja, maupun pencapaian produktivitas dan spesifikasi teknis, yang meliputi komponen tenaga kerja, peralatan dan bahan telah memenuhi syarat berdasarkan ketentuan Pasal 9 ayat (1) huruf a angka 6 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 07/Prt/M/2011 Tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Dan Jasa Konsultansi. Berikut ini adalah 2 (dua) contoh uraian analisa teknik seperti yang kami ajukan dalam dokumen penawaran: Contoh 1:

Contoh 2:

Berdasarkan penjelasan diatas, maka sanggahan kami terkait pelanggaran terhadap Bagian A. 7. b. 1) c) (2) Lampiran III Perpres No. 54 Tahun 2010, terbukti benar. Pada Bagian A. 7. b. 1) c) (2) Lampiran III Perpres No. 54 Tahun 2010 disebutkan Berdasarkan hasil evaluasi harga, ULP membuat daftar urutan penawaran yang dimulai dari urutan harga penawaran terendah dan mengusulkan penawar terendah yang responsif sebagai calon pemenang. Pelanggaran terhadap ketentuan ini akan menyebabkan kerugian negara pada saat pekerjaan tersebut akan dilaksanakan. Sebagaimana telah kami sebutkan dalam surat sanggahan, potensi kerugian negara terkait pelanggaran ketentuan ini, nilainya mencapai Rp. 166.456.610,- (seratus enam puluh enam juta empat ratus lima puluh enam ribu enam ratus sepuluh rupiah). 4. Bahwa terkait dengan jawaban sanggahan yang disampaikan oleh Pokja ULP, yang isinya menyebutkan: dalam pembuatan time schedule juga tidak memenuhi karena penentuan bobot di time schedule tidak berpedoman pada RAB, seperti pada pekerjaan II.A.5 (Pekerjaan Beton Cor Cincin Sumuran dia 120 cm Pada setiap tiang). Pada RAB pekerjaan yang saudara tawarkan tersebut harganya Rp. 29,150,639.52. pekerjaan tersebut bobotnya 3,252%. Tapi dalam time schedule Item pekerjaan tersebut telah terpisah dalam 4 (empat) bagian, dan setelah digabung keempat bagian tersebut bobotnya menjadi 5,212%. Bahwa kesalahan yang disampaikan oleh Pejabat Pengadaansebagaimana tersebut diatas, dapat kami pastikan bahwa hal itu tidak benar. Bobot yang kami sampaikan tidak salah, yang salah adalah Pejabat Pengadaanyang tidak mengerti cara menghitung bobot

pekerjaan. Hal itu menandakan bahwa mereka panic karena telah salah dalam evaluasi penawaran terkait analisa teknik, sehingga berupaya untuk mencari-cari kesalahan yang lain. Bahwa berdasarkan time schedule yang kami ajukan, bobot pekerjaan II.A.5 (Pekerjaan Beton Cor Cincin Sumuran dia 120 cm Pada setiap tiang), pembagian pekerjaannya terbagi atas 3 item pekerjaan, dengan total bobot sebesar 3,252 %. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel dibawah ini (tabel dibawah ini dibuat berdasarkan potongan time schedule):

Potongan Time Schedule Rekomendasi Berdasarkan pembuktian tentang kebenaran sanggahan yang telah kami ajukan, kebenaran tersebut terkait dengan penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan Barang/Jasa nomor 05.1/OTSUS/ULP-24/III/2012 Tanggal 13 April 2012, BAB III. E. 27.12, maka kami mengajukan pengaduan ini. Oleh sebab itu, maka sesuai dengan kewenangan yang bapak miliki selaku pengguna anggaran diharuskan untuk memutus bahwa Pelelangan Paket Pekerjaan Pembangunan RKB 5 Lokal MAN 1 Baturaja dinyatakan gagal. Demikian pengaduan ini, atas atensi dan kerja sama yang baik kami ucapkan terima kasih. Banda Aceh, 11 Juni 2012 CV. JJ ttd Hendri Wk. Direktur Tembusan: Kuasa Pengguna Anggaran Paket Pekerjaan Pembangunan RKB 5 Lokal MAN 1 Baturaja Berita Terkait :

Sanggahan Lelang Terkait BAHP Yang Tidak Ada Tanda Tangan Pokja ULP Contoh Pengaduan Ke LKPP Pengaduan Pada Proses Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah

Pengaduan Penyimpangan Prosedur Pada Pelelangan Pengadaan Meubelair Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh Jawaban Sanggah Pekerjaan Pagelaran Putroe Phang Art dan Music Weekend Show II