Anda di halaman 1dari 3

Lipoprotein terdapat di dalam plasma darah. Bagian lipid dalam lipoprotein biasanya adalah trigliserid, fosfolipid, atau kolesterol.

Lipoprotein berbentuk sferik dan mempunyai inti

trigliserid dan kolesterol ester dan dikelilingi oleh fosfolipid dan sedikit kolesterol bebas. (Poedjiadi, 1994) Secara umum, lipoprotein dibagi dalam empat kelompok utama, antara lain: (1) kilomikron yang berasal dari penyerapan triaslilgliserol di usus; (2) lipoprotein dengan densitas yang sangat rendah atau very low density lipoprotein (VLDL) yang berasal dari hati untuk mengeluarkan triasilgliserol; (3) lipoprotein dengan densitas sangat rendah atau low density lipoprotein (LDL); dan lipoprotein yang memiliki densitas tinggi atau high density lipoprotein (HDL) (Murray et al, 2003).

High Density Lipoprotein (HDL) merupakan salah satu kelompok lipoprotein yang memiliki makna klinis. HDL merupakan lipoprotein yang terlibat dalam metabolisme VLDL dan kilomikron, HDL merupakan lipoprotein yang kaya akan kolesterol tetapi terlibat dalam eksresi kolesterol dari jaringan serta pada metabolism jenis lipoprotein lainnya (Murray et al, 2003). HDL disintesis dan disekresikan oleh hati maupun intestinum. HDL memiliki reseptor yang disebut apolipoprotein. HDL nascent (HDL yang baru saja disekresikan) dari intestinum memiliki reseptor apoliporpotein A. Akan tetapi ketika HDL intestinum ini memasuki plasma darah, maka apo C dan E yang disintesis di hepar akan dipindahkan ke HDL intestinum. Fungsi utama dari HDL adalah untuk menyimpan Apo C dan E yang dibutuhkan untuk metabolisme kilomikron dan VLDL. (Murray, 2003; Zannis et al, 2009) HDL nascent terdiri atas lapisan ganda fosfolipid berbentuk cakram yang mengandung apo A dan kolesterol bebas. Sintesis HDL berkaitan dengan pengangkutan kolesterol dari jaringan ke

hati yang disebut dengan proses pengangkutan balik kolesterol. Siklus ini melibatkan ambilan dan esterifikasi kolesterol oleh HDL3 yang menjadi lebih besar dan kuang rapat dengan membentuk HDL2. Enzim lipase hepatic menghidrolisis fosfolipid HDL dan triasilgliserol yang memungkinkan partikel senyawa ini melepaskan muatan ester kolesterilnya ke hati, tempat partikel tersebut menjadi lebih rapat lagi., membentuk kembali HDL3 yang memasuki kembali siklus tersebut. Di samping itu, Apo A-I bebas akan dilepas dan memasuki kembali sirkulasi dengan membentuk pre-HDL sesudah berikatan dengan fosfolipid dan kolesterol dalam jumlah yang minimal. Pre-HDL merupakan bentuk HDL yang paling poten dalam menginduksi aliran keluar kolesterol dari jaringan untuk membentuk HDL discoid yang selanjutnya akan mengambil lebih banyak lagikolesterol untuk membetuk HDL3. Setiap kelebihan Apo A-I akan didestruksi di ginjal (Murray et al, 2003).

(Murray et all, 2003)

Dari beberapa studi menunjukkan bahwa HDL dapat menyebabkan terjadinya pengeluaran kolesterol dari berbagai macam sel ekstrahepatal termasuk fibroblast, sel otot polos arteri, dan makrofag peritoneum pada tikus. Hal ini membuktikan bahwa HDL membantu transportasi kolesterol dari sel ekstrahepatal masuk kedalam hepar untuk selanjutnya di bawa ke empedu. Dari studi terbaru ditemukan bahwa sel fibroblast dan sel ototo polos arteri manusia memiliki daya afinitas yang tinggi terhadap HDL. Hal inilah yang mendasari alasan mengapa HDL dapat menyebabkan terjadinya eksresi kolesterol (Zannis et al, 2009) Konsentrasi HDL bervariasi secara timbal balik dengan konsentrasi triasilgliserol plasma dan secara langsung dengan aktivitas ;lipoprotein lipase. Konsentrasi HDL (HDL2) berkaitan langsung secara terbalik dengan insidensi aterosklerosis coroner., dan konsentrasi ini terjadi karena konsentrasi HDL mencerminkan efisiensi pembersihan kolesterol dari jaringan. HDL yang hanya mengandung apo A-I bersifat protektif terhadap atherosclerosis, sedangkan HDL yang mengandung apo A-II dan apo A-I tidak efektif. HDL (Murray et al, 2003)c Efek atheroprotektif HDL berkaitan dengan kemampuan HDl dan apo A-I dalam memfasilitasi pengeluaran kolesterol (Brewer et al, 2009). HDLc (HDL1) ditemukan di dalam darah binatang yang mengandung hiperkolesterolemia yang diinduksi oleh makanan. Jenis HDL ini kaya akan kolesteroldan apoliporpotein satu-satunya yang ada pada HDL tersebut adalah apo E (Murray et al, 2003).

Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: UI Press Murray, Robbert KDarryl K Granners, Petter A Mayes, et al. 2003. Bikimia Harper. Jakarta:EGC Brewer, Bryan H, Allan R Tall, Et Al. 2009. Cellular Cholesterol Efflux In HIGH-DENSITY LIPOPROTEINS AND ATHEROSCLEROSIS: HIGHLIGHTS. XV International Symposium On Atherosclerosis Satellite Symposium. Zannis, Vassilis I, Ernst J. Schaefer, and Laura Calabresi,. 2009. Apolipoprotein 1 In HIGH-DENSITY LIPOPROTEINS AND ATHEROSCLEROSIS: HIGHLIGHTS. XV International Symposium On Atherosclerosis Satellite Symposium.