Anda di halaman 1dari 25

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Evaluasi

Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap senam hamil

1. Pengertian Evaluasi.

Evaluasi berarti penilaian atau penaksiran (John & Hasan).

Menurut Stufflebeam,dkk,Evaluasi berarti proses menggambarkan,memperoleh dan menyajikan informasi yang berguna untuk merumuskan suatu alternatif keputusan.

Menurut Rooijackers,Evaluasi berarti setiap usaha atau proses dalam menentukan

nilai.

B. Kehamilan

1. Pengertian Kehamilan

Kehamilan adalah dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir.

2. Proses Hamil

Setiap bulannya wanita melepaskan satu atau dua sel telur (ovum) dari indung

telur ( ovulasi ), yang ditangkap oleh umbai-umbai ( fimbriae) dan masuk kedalam

saluran telur. Waktu parsetubuhan,cairan semen tumpah kedalam vagina dan berjuta-

juta sel mani ( sperma ) bergerak memasuki rongga rahim lalu masuk ke saluran telur.

Pembuahan sel telur oleh sperma biasanya terjadi dibagian yang menggembung

di tubafallopii di sekitar sel telur banyak berkumpul sperma yang mengeluarkan ragi

Universitas Sumatera Utara

untuk mencairkan zat-zat yang melindungi ovum. Kemudian pada tempat yang paling

mudah dimasuki, masuklah satu sel mani dan kemudian bersatu dengan sel telur.

Peristiwa ini disebut pembuahan (konsepsi=fertilisasi). Ovum yang telah dibuahi ini

segera membelah diri sambil bergerak (oleh rambut getar tuba) menuju ruang rahim,

kemudian melekat pada mukosa rahim untuk selanjutnya bersarang diruang rahim,

peristiwa ini disebut nidasi (implantasi). Untuk menyuplai dari pembuahan sampai

nidasi diperlukan waktu kira-kira 6-7 hari. Untuk menyuplai darah dan zat-zat

makanan bagi mudigah dan janin dipersiapkan uri (plasenta). Jadi dapat dikatakan

bahwa untuk setiap kehamilan harus ada ovum (sel telur), spermatozoa (sel mani).

Pembuahan (konsepsi=fertilisasi), nidasi dan plasentasi (Mochtar,hal.17).

3. Perubahan Fisiologis Pada Saat Kehamilan

Dengan terjadinya kehamilan maka seluruh genitelia wanita mengalami perubahan yang mendasar sehingga dapat menunjang perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim. Plasenta dalam perkembangannya mengeluarkan hormon somatomamotropin, estrogen, dan progesteron yang menyebabkan perubahan pada :

a. Rahim atau uterus

Rahim yang semula besarnya sejempol atau beratnya 30 gram akan mengalami hipertrofi dan hiperplasi sehingga menjadi seberat 1000 gram saat akhir kehamilan. Otot rahim mengalami hiperplasi dan hipertropi manjadi lebih besar,lunak dan dapat mngikuti pembesaran rahim karena pertumbuhan janin.Perubahan pada isthmus uteri (rahim) yang menyebabkan isthmus menjadi lebih panjang dan lunak sehingga pada pemeriksaan dalam seolah-olah kedua jari dapat saling sentuh.Perlunakan isthmus disebut tanda hegar. Hubungan besarnya rahim dengan tua nya kehamilan penting untuk diketahui karena kemungkinan penyimpangan kehamilan seperti hamil ganda, hamil mola hidatidosa, hamil dengan hidramnion yang akan teraba lebih besar.

b. Vagina (liang senggama)

Universitas Sumatera Utara

Vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen sehingga tampak semakin merah dan kebiru-biruan (tanda chadwicks).

c. Ovarium (indung telur)

Dengan terjadinya kehamilan, indung telur yang mengandung korpus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada umur 16 minggu. Kejadian ini tidak dapat lepas dari kemampuan villi korealis yang mengeluarkan hormon korionik gonadotropin yang mirip dengan hormon luteotropik hipofisis anterior.

d. Payudara

Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada saat laktasi. Perkembangan payudara tidak dapat dilepaskan dari pengaruh hormone saat kehamilan, yaitu estrogen, progesteron, dan somatomammotropin.

e. Sirkulasi darah

Peredaran ibu dipengaruhi beberapa faktor, antara lain:

1. Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah sehingga dapat memenuhi kebutuhan

perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim.

2. Terjadi hubungan langsung antara arteri dan vena pada sirkulasi retro-

plasenter

3. Pengaruh hormon dan progesteron semakin meningkat. (Manuaba,1998,

hal.106-109).

C. Persalinan

1. Pengertian Persalinan

Universitas Sumatera Utara

Persalinan adalah Suatu Proses Pengeluaran hasil konsepsi ( janin + uri ),

yang dapat hidup kedunia luas, dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan

lain

Persalinan adalah proses koordinasi antara : kekuatan, janin dan plasenta, jalan

(Mochtar, hal. 91)

lahir (Manuaba, hal.123).

Persalinan

dipersiapkan :

merupakan

proses

alamiah,

dalam

menyambut

persalinan

harus

a. Persiapan Mental

Selama

hamil

wanita

mengalami

perubahan

psikologis

dan

emosional.

Perubahan-perubahan dalam kehamilan dapat menimbulkan stress, dengan keadaan

tersebut wanita hamil akan mempersiapkan diri agar proses dalam kehamilannya

berjalan normal dan baik. Persiapan mental dapat berupa dukungan dan kenyamanan

dalam psikologis nya dapat berasal dari dukungan keluarga, dukungan dari tenaga

kesehatan, rasa aman dan nyaman selama kehamilannya, persiapan menjadi orang tua

(Kusmiyati, 2009, hal.137-141).

b. Persiapan fisik

Untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatran fisik, untuk ibu-ibu

hamil diadakan latihan senam hamil memberi keuntungan memperlancar peredaran

darah, mengurangi keluhan kram atau pegal-pegal, dan mempersiapkan pernafasan,

aktivitas

otot-otot

dan

panggul

Media,2009,hal.16).

D.##Ibu#Hamil #

1. Pengertian Ibu Hamil

untuk

menghadapi

proses

persalinan

(Banyu

Universitas Sumatera Utara

Ibu hamil adalah seorang wanita yang membawa embrio atau fetus di dalam

tubuhnya

yang

(Wiki, 2005)

terjadi

E. Senam Hamil

kehamilan

dari

akhir

1. Pengertian Senam Hamil

haid

sampai

dengan

persalinan.

Senam hamil adalah suatu program kebugaran yang diperuntukan bagi ibu hamil

yang

memiliki

gerakan

khusus

yang

disesuaikan

dengan

kondisi

Ibu

hamil,

mengurangi keluhan yang timbul selama kehamilan dan mempersiapkan fisik dan

psikis Ibu dalam menghadapi persalinan (Khusartati, 2009, hal 9).

Senam hamil adalah suatu bentuk latihan guna memperkuat dan mempertahankan

elastisitas

otot-otot

dinding

perut,

ligamen-ligamen

atau

dasar

panggul

yang

berhubungan dengan proses persalinan (Azaroh, 2008).

Senam hamil adalah terapi latihan gerakan untuk mempersiapkan Ibu hamil,

secara fisik atau mental, pada persalinan cepat, aman dan spontan (Evariny, 14

Januari 2007).

Melalui

senam

hamil

diperoleh

keadaan

prima

dengan

melatih

dan

mempertahankan

otot-otot

dinding

perut,

otot

dasar

pangggul

serta

jaringan

penyanggahnya berfungsi saat

bersalin

berlangsung. Senam juga melonggarkan

persendian yang berhubungan dengan persalinan, memperoleh pengetahuan dan

kemampuan mengatur pernafasan, relaksasi, dan kontraksi otot dinding perut, otot

sekat rongga badan dan otot dassar panggul saat persalinan. Dengan senan juga

meningkatkan kemampuan mengkoordinasi kekuatan kontraksi otot rahim sehingga

Universitas Sumatera Utara

tercapai hasil optimal menuju jalan lahir, dan meningkatkan kesegaran rohani dan

jasmani Ibu hamil (Manuaba, 1999, hal. 116).

Senam hamil dapat mempermudah persalinan. Menurut Ervin Indarti, Fisioterapis

RSI Jemursari Surabaya, senam hamil bermanfaat

untuk mempermudah proses

kelahiran, mengurangi rasa sakit saat melahorkan serta memperkuat otot-otot dasar

panggul dan dinding perut Ibu dalam memperlancar proses kelahiran. Bahkan Ervin

menjelaskan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara Ibu hamil yang melakukan

senam hamil dan ketika proses kehamilan (Banyu Media, hal.15).

Senam hamil berguna untuk mengoptimalkan keseimbangan fisik, memelihara

kesehatan

kehamilan,

menghilangkan

keluhan

yang

terjadi

karena

perubahan-

perubahan akibat proses kehamilan dan mempermudah proses persalinan (Dyah,

2005).

Menurut dr. Tjahja Sanggara SPOG, senam hamil juga dapat mengurangi rasa

sakit pada waktu persalinan, melancarkan sirkulasi darah, mengurangi keluhan pada

Ibu

hamil,

Ibu

lebih

bugar,

memberikan

relaksasi,

mengurangi

kejang

kaki,

mengurangi kaki bengkak, menguatkan otot perut dan mempercepat penyembuhan

setelah

kehamilan,

meningkatkan

stamina

yang

sangat

diperlukan

selama

persalinandan

menguatkan

serta

mengencangkan

otot-otot

yang

paling

banyak

dipengaruhi oleh kehamilan

(Tjahja, 20 Januari 2009).

Senam hamil akan banyak memberi manfaat dalam membantu kelancaran proses

persalinan, antara lain dapat melatih pernafasan dan relaksasi, menguatkan otot-otot

panggul dan perut, serta melatih cara mengejan yang benar (Banyu Media, hal. 16).

Universitas Sumatera Utara

Tujuan lain senam hamil yaitu memberi

dorongan serta melatih jasmani dan

rohani dari ibu secara bertahap agar Ibu dapat menjalani proses persalinan dapat

berjalan dengan lancer dan mudah (Banyu Media, hal.16).

2. Kasus-kasus yang tidak boleh dilakukan senam hamil.

Senam hamil di tujukan bagi Ibu hamil tanpa kelainan atau tidak terdapat penyakit yang menyertai kehamilan, yaitu penyakit jantung, ginjal dan penyulit dalam kehamilan, (hamil dengan perdarahan, kelainan letak dan kelainan yang di sertai dengan Anemia) (Kusmiati, hal.106).

Ada dua tipe kondisi wanita yang tidak bias melakukan senam hamil, yaitu yang

bersifat relatif (riwayat kebidanan jelek, janin kembar, menderita diabetes, letak bayi

sungsang), sementara yang bersifat mutlak tidak boleh dilakukan senam hamil adalah

menderita

penyakit

Media,hal.16).

jantung,

hipertensi,

resiko

kelahiran

prematur

(Banyu

Latihan senam ini harus dihentikan jika terjadi keluhan nyeri dibagian dada, nyeri

kepala, nyeri persendian, kontraksi rahim yang sering, keluar cairan, denyut jantung

meningkat lebih dari 140/menit, kesulitan untuk berjalan, mual dan muntah yang

menetap (Banyu Media, hal.16).

Ibu hamil yang berindikasi disarankan untuk tidak mengikuti senam hamil, yang

dimaksud ibu hamil berindikasi yakni ibu hamil dengan plasenta yang menutupi jalan

lahir atau plasenta previa, panggul sempit, kehamilan kembar (Tjahja, 2009).

3. Tujuan Senam Hamil

Melalui latihan senam hamil yang teratur dapat dijaga kondisi otot-otot dan

persendian yang berperan dalam proses mekanisme persalinan.

Universitas Sumatera Utara

1.

Mempertinggi kesehatan fisik dan psikis serta kepercayaan pada diri sendiri menghadapi persalinan.

dan penolong dalam

2. Membimbing wanita menuju suatu persalinan yang fisiologis.

3. Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut,

otot-otot dasar panggul, ligamen-ligamen dan jaringan serta hal-hal yang berperan

dalam mekanisme persalinan.

4. Melonggarkan

persalinan.

persendian-persendian

yang

berhubungan

dengan

proses

5. Membentuk sikap tubuh yang prima, sehingga dapat membantu mengatasi

keluhan-keluhan, letak janin dan mengurangi sesak nafas.

4.

Manfaat senam hamil :

a. Mengoptimalkan kekuatan fisik, ini sangat berguna pada saat proses kelahiran nanti.

b. Sirkulasi darah akan berjalan dengan baik sehingga kelak akan membantu

dalam penyembuhan setelah melahirkan.

c. Mengurangi bengkak-bengkak pada kaki

d. Menguatkan otot perut dan panggul.

e. Mengurangi resiko gangguan sembelit.

f. Mengurangi kejang-kejang pada kaki/kram/kesemutan.

g. Meningkatkan keseimbangan otot-otot.

h. Mengurangi rasa mual, nyeri dan pusing (Renvilia dan Linggarjati, 2009 :

5).

Universitas Sumatera Utara

5.

Metode senam hamil

Senam hamil dilakukan atas dasar instruktur senam, agar dapat berjalan dengan

baik dan benar. Ada beberapa hal yang wajib diperhatikan antara lain :

1. Carilah tempat yang memiliki sirkulasi udara yang baik

2. Menggunakan pakaian yang senyaman mungkin

3. Minum air putih sebelum dan sesudah minum air putih

4. Boleh ditambah dengan musik yang disukai

5. Lakukan kurang lebih dua kali dalam seminggu. Apabila pada saat melakukan senam timbul keluhan seperti pusing, nyeri apalagi pendarahan maka hentikan dengan segera senam tersebut. Beristirahatlah, cari tempat senyaman mungkin, kalau perlu periksakan ke dokter.

6. Gerakan-gerakan dalam senam hamil

Meliputi tiga macam tahap yaitu pemanasan, inti, dan pendinginan.

Pemanasan

Sebelum melakukan senam, sebaiknya terlebih dahulu pemanasan. Ini berguna

agar saat kita senam nanti otot-otot tidak menegang. Pemanasan dapat dilakukan

selama kurang lebih 10 menit.

a. Berdiri tegak, letakkan kedua tangan di pinggang, jalan di tempat secara

letakkan kedua tangan di pinggang, jalan di tempat secara perlahan ( 2 x 8 hitungan ).

perlahan ( 2 x 8 hitungan ).

b. Masih seperti pada posisi pertama, namun tambahkan :

1)

Gerak tangan

Universitas Sumatera Utara

a). Rentangkan kedua tangan, tekuk ke arah bahu, lalu luruskan kembali.

Lakukan secara berulang ( 1 x 8 hitungan ).

kembali. Lakukan secara berulang ( 1 x 8 hitungan ). b). Rentangkan kedua tangan, tarik ke

b). Rentangkan kedua tangan, tarik ke depan lurus, lipat ke depan dada,

luruskan kembali ke depan dan rentangkan ( 1 x 8 hitungan )

luruskan kembali ke depan dan rentangkan ( 1 x 8 hitungan ) c). Letakkan tangan sejajar

c). Letakkan tangan sejajar dengan badan, putar bahu ke depan dan ke

belakang (1x8 hitungan ).

badan, putar bahu ke depan dan ke belakang (1x8 hitungan ). d). Letakkan tangan sejajar dengan

d). Letakkan tangan sejajar dengan badan, tarik bahu ke atas dan ke bawah (

1x8 hitungan ).

Universitas Sumatera Utara

2)

Gerak kepala

a). Berdiri tegak, letakkan kedua tangan di pinggang, tekuk kepala ke depan

dan ke belakang ( 1 x 8 hitungan ).

tekuk kepala ke depan dan ke belakang ( 1 x 8 hitungan ). b). Berdiri tegak,

b). Berdiri tegak, letakkan tangan di pinggang, jatuhkan kepala ke arah bahu

kanan kemudian ke bahu kiri ( 1 x 8 hitungan ).

tegak, letakkan kedua tangan di pinggang,
tegak,
letakkan
kedua
tangan
di
pinggang,

c). Berdiri

putar

kepala

ke

samping, ke belakang dan ke depan. Lakukan pemutaran kepala secara

bergantian, berlawan arah. Ke samping, ke depan dan ke belakang.

pemutaran kepala secara bergantian, berlawan arah. Ke samping, ke depan dan ke belakang. Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

a. Berpeganglah pada sesuatu, misal bahu kursi.

1)

2)

Condongkan badan ke depan, letakkan kedua tangan pada bahu kursi,

tahan, kira-kira 15 detik.

kedua tangan pada bahu kursi, tahan, kira-kira 15 detik. Condongkan badan kedepan, letakkan kedua tangan pada

Condongkan badan kedepan, letakkan kedua tangan pada bahu kursi,

gerakkan badan maju-mundur ( 1 x 8 hitungan ).

3)

kursi, gerakkan badan maju-mundur ( 1 x 8 hitungan ). 3) Condongkan badan ke depan, letakkan

Condongkan badan ke depan, letakkan kedua tangan pada bahu kursi.

Angkat kaki kanan ke samping, turunkan secara perlahan (1 x 8 hitungan).

Universitas Sumatera Utara

4)

Condongkan badan ke depan, letakkan kedua tangan pada bahu kursi.

Angkat kaki kiri ke samping turunkan kembali secara perlahan (1 x 8

hitungan).
hitungan).

5)

Condongkan badan ke depan, letakkan tangan kanan ke bahu kursi, tangan

kiri di belakang, miringkan sedikit badan ke arah kiri, tahan (15 detik)

ke bahu kursi, tangan kiri di belakang, miringkan sedikit badan ke arah kiri, tahan (15 detik)

Universitas Sumatera Utara

6)

Condongkan badan ke depan, letakkan tangan kiri ke bahu kursi, tangan

kanan di belakang, miringkan sedikit badan ke arah kanan, tahan (15

detik).

miringkan sedikit badan ke arah kanan, tahan (15 detik). 7) Condongkan badan ke depan, letakkan kedua

7)

Condongkan badan ke depan, letakkan kedua tangan pada bahu kursi,

tekuk kepala ke bawah, ke atas ( 2 x 8 hitungan )

kursi, tekuk kepala ke bawah, ke atas ( 2 x 8 hitungan ) 2. Inti Setelah

2.

Inti

Setelah pemanasan yang dilakukan dirasa cukup, marilah kita masuk ke tahap

selanjutnya, yaitu tahap inti. Ini berguna untuk penguat otot kaki dan panggul. Dapat

dilakukan selama kurang lebih 20 menit.

a. Gunakan matras, telentangkan badan di atas matras, letakkan kedua tangan

kesamping badan. Putar pergelangan kedua tangan ( 2 x 8 hitungan ).

letakkan kedua tangan kesamping badan. Putar pergelangan kedua tangan ( 2 x 8 hitungan ). Universitas

Universitas Sumatera Utara

b. Gunakan matras, telentangkan badan di atas matras, letakkan kedua tangan

sejajar dengan badan. Putar pergelangan ke dua kaki ( 2 x 8 hitungan ).

badan. Putar pergelangan ke dua kaki ( 2 x 8 hitungan ). c. Gunakan matras, telentangkan

c. Gunakan matras, telentangkan badan, letakkan kedua tangan di panggul.

Angkat kaki kanan ke atas perlahan turunkan ( 2x8 hitungan ).

kaki kanan ke atas perlahan turunkan ( 2x8 hitungan ). d. Gunakan matras, telentangkan badan, letakkan

d. Gunakan matras, telentangkan badan, letakkan kedua tangan di panggul.

Angkat kaki kiri ke atas, perlahan. Turunkan ( 2 x 8 hitungan ).

kedua tangan di panggul. Angkat kaki kiri ke atas, perlahan. Turunkan ( 2 x 8 hitungan

Universitas Sumatera Utara

e. Gunakana matras, telentangkan badan, letakkan kedua tangan di panggul.

Angkat kedua kaki bersamaan, perlahan. Turunkan ( 2 x 8 hitungan ).

kedua kaki bersamaan, perlahan. Turunkan ( 2 x 8 hitungan ). f. Gunakan matras, telentangkan badan,

f. Gunakan matras, telentangkan badan, letakkan kedua tangan di belakang

paha. Tarik kaki kanan lurus ke arah panggul, luruskan kembali secara

perlahan (2 x 8 hitungan).

panggul, luruskan kembali secara perlahan (2 x 8 hitungan). g. Gunakan matras, terlentangkan badan, letakkan kedua

g. Gunakan matras, terlentangkan badan, letakkan kedua tangan di belakang

paha. Tarik kaki kiri ke arah panggul, perlahan luruskan kembali ( 2 x 8

hitungan ).

belakang paha. Tarik kaki kiri ke arah panggul, perlahan luruskan kembali ( 2 x 8 hitungan

Universitas Sumatera Utara

h. Gunakan matras, terlentangkan badan, letakkan kedua tangan di belakang

paha. Tarik kedua kaki secara bersamaan ke arah panggul, perlahan luruskan

kembali ( 2 x 8 hitungan ).

arah panggul, perlahan luruskan kembali ( 2 x 8 hitungan ). i. Gunakan matras, terlentangkan badan,

i. Gunakan matras, terlentangkan badan, rentangkan ke dua tangan, tekuk kaki

kanan ke arah panggul, miringkan badan ke arah kiri. Tahan ( 15 detik ).

panggul, miringkan badan ke arah kiri. Tahan ( 15 detik ). j. Gunakan matras, terlentangkan badan,

j. Gunakan matras, terlentangkan badan, rentangkan ke dua tangan, tekuk kaki

kiri ke arah panggul. Miringkan badan ke arah kanan. Tahan (15 detik).

dua tangan, tekuk kaki kiri ke arah panggul. Miringkan badan ke arah kanan. Tahan (15 detik).

Universitas Sumatera Utara

k. Gunakan matras, terlentangkan badan, letakkan kedua tangan di panggul.

Tekuk dan tarik kaki kanan ke arah perut secara perlahan ( 2 x 8 hitungan ).

kaki kanan ke arah perut secara perlahan ( 2 x 8 hitungan ). l. Gunakan matras,

l. Gunakan matras, terlentangkan badan, letakkan kedua tangan di panggul.

Tekuk dan tarik kaki kiri ke arah perut, perlahan ( 2 x 8 hitungan ).

tarik kaki kiri ke arah perut, perlahan ( 2 x 8 hitungan ). m. Gunakan matras,

m. Gunakan matras, terlentangkan badan, letakkan kedua tangan di panggul.

Tekuk kedua kaki secara bersamaan ke arah perut secara perlahan (2x8

hitungan).

Universitas Sumatera Utara

n. Gunakan

matras,

posisi

badan

merangkak,

kemudian ke atas ( 2 x 8 hitungan ).

tekuk

kepala

ke

arah

dada

ke atas ( 2 x 8 hitungan ). tekuk kepala ke arah dada o. Gunakan matras,

o. Gunakan matras, posisi badan merangkak, tarik punggung ke depan dan ke

belakang ( 2 x 8 hitungan ).

tarik punggung ke depan dan ke belakang ( 2 x 8 hitungan ). p. Gunakan matras,

p. Gunakan matras, posisi badan merangkak, tarik kaki kanan ke arah pantat,

kembalikan (2 x 8 hitungan).

Universitas Sumatera Utara

q. Gunakan matras, posisi badan merangkak, tarik kaki kiri ke arah pantat,

kembalikan (2 x 8 hitungan).

tarik kaki kiri ke arah pantat, kembalikan (2 x 8 hitungan). r. Gunakan matras, posisi badan

r. Gunakan matras, posisi badan merangkak, tarik ke dua kaki secara bersamaan

ke arah pantat, kembalikan (2 x 8 hitungan).

bersamaan ke arah pantat, kembalikan (2 x 8 hitungan). s. Posisi badan merangkak. Kemudian merangkaklah sekitar

s. Posisi badan merangkak. Kemudian merangkaklah sekitar 1 menit.

kembalikan (2 x 8 hitungan). s. Posisi badan merangkak. Kemudian merangkaklah sekitar 1 menit. Universitas Sumatera

Universitas Sumatera Utara

3.

Pendinginan

Tahap ini penting untuk dilakukan karena berfungsi sebagai relaksasi otot-otot

yang bekerja. Carilah tempat yang paling nyaman, dapat dilakukan dengan duduk di

sofa, sandarkan bahu di sofa yang empuk.

a. Berbaringlah dengan mencari posisi yang paling

miring. Tahan selama 10 detik.

nyaman,

misal dengan

paling miring. Tahan selama 10 detik. nyaman, misal dengan b. Duduklah dengan bahu tetap bersandar. Genggam

b. Duduklah dengan bahu tetap bersandar. Genggam tangan dan menekuk jari-

jari tangan selama 10 detik.

dengan bahu tetap bersandar. Genggam tangan dan menekuk jari- jari tangan selama 10 detik. Universitas Sumatera

Universitas Sumatera Utara

c. Duduklah dengan bahu tetap bersandar. Tekuk jari-jari kaki, lepaskan (10

detik). Bisa gunakan alat seperti kayu bergerigi sebagai alat bantu memijat

bagian telapak kaki. (10 detik).

sebagai alat bantu memijat bagian telapak kaki. (10 detik). d. Mengatur pernafasan. 1) Melalui perut Gunakan

d. Mengatur pernafasan.

1)

Melalui perut

Gunakan matras, posisi badan terlentang, letakkan kedua tangan di atas perut.

Tarik nafas dalam-dalam dengan menarik perut, kemudian buang nafas tersebut

melalui

berulang.

mulut

secara

perlahan

dengan

mengempiskan

tersebut melalui berulang. mulut secara perlahan dengan mengempiskan perut. Lakukan secara Universitas Sumatera Utara

perut.

Lakukan

secara

Universitas Sumatera Utara

2)

Melalui dada

Gunakan matras, posisi badan terlentang, letakkan kedua telapak tangan

di samping dada. Tarik nafas dalam-dalam dengan mengembangkan dada kemudian

buang nafas tersebut melalui mulut secara perlahan dengan mengecilkan dada.

(Renvilia Agnesti dan Hendrik Linggarjati, 2009 : 7- 46).

(Renvilia Agnesti dan Hendrik Linggarjati, 2009 : 7- 46). F. Minat Ibu-ibu Mengikuti Senam Hamil Minat

F. Minat Ibu-ibu Mengikuti Senam Hamil

Minat dapat diartikan sebagai kehendak atau keinginan ibu-ibu dalam mengikuti

senam hamil.

G.

Kepatuhan Ibu-ibu Mengikuti Senam Hamil

Kepatuhan diartikan sebagai ketaatan ibu-ibu hamil dalam mengikuti senam hamil

di

RS.ST.Elisabeth Medan 2009.kepatuhan ibu-ibu dalam mengikuti senam hamil

dapat dinilai dari:

1. Frekuensi dalam mengikuti senam hamil.

Universitas Sumatera Utara

Frekuensi dapat dilihat dari berapa kali ibu-ibu mengikuti senam hamil dalam

satu minggu.

2. Berapa jumlah ibu-ibu yang mengikuti senam hamil dalam satu kali senam

hamil.

3. Berapa jumlah ibu-ibu yang terlambat datang mengikuti senam hamil.

H. Keseriusan Ibu-ibu Mengikuti Senam Hamil

Keseriusan diartikan sebagai kesungguhan ibu-ibu dalam mengikuti senam hamil.

Keseriusan

ibu-ibu

dalam

mengikuti

senam

hamil

dapat

dilihat

dari

cara

ibu

melakukan senam hamil dengan ibu melakukan seluruh gerakan senam hamil atau

tidak.

I. Usia Kehamilan Pertama Kali Ibu-ibu Mengikuti

Dilihat dari usia ibu-ibu pertama kali datang mengikuti pelaksanaan senam hamil.

Usia kehamilan yang boleh ikut senam hamil:

Senam hamil biasanya dilakukan ketika kandungan berusia 22-36 minggu (Banyu Media, hal.15).

Senam hamil dimulai pada umur kehamilan setelah 22 minggu (Kusmiati,

hal.106).

Senam hamil pada kehaamilan normal atas nasehat dari dokter atau bidan dimulai

pada kehamilan kurang lebih 16-38 minggu (Banyu Media, hal.17).

Universitas Sumatera Utara

Menurut penelitian Evariny, senam hamil dilakukan jika kandungan mencapai

6 bulan keatas (Evariny, 2009).

J. Keluhan-keluhan Ibu-ibu Mengikuti Senam Hamil

Keluhan berarti suatu perasaan yang dialami seseorang. Bagaimana perasaan yang dialami ibu-ibu dalam mengikuti senam hamil, dapat dilihat dari kondisi fisik ibu-ibu tersebut.

Universitas Sumatera Utara