Anda di halaman 1dari 25

Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat / Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman

KEDOKTERAN KELUARGA

Konjungtivitis Bakterial Akut Okuli Dextra et Sinistra

Oleh :
M. Aldy Angri Husain 05.48870.00271.09

Pembimbing :
dr. Endang Sri Wahyuningsih dr. Rahmat Bakhtiar, MPPM

Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat / Ilmu Kedokteran Komunitas Puskesmas Palaran / FK Unmul Samarinda 2012

PENDAHULUAN

Konjungtiva merupakan membran yang tipis dan transparan melapisi bagian anterior dari bola mata (konjungtiva bulbi), serta melapisi bagian posterior dari palpebra (konjungtiva palpebrae). Karena letaknya paling luar itulah sehingga konjungtiva sering terpapar terhadap banyak mikroorganisme dan faktor lingkungan lain yang mengganggu. Salah satu penyakit konjungtiva yang paling sering adalah konjungtivitis.1,2 Konjungtivitis adalah peradangan yang terjadi pada konjungtiva, yaitu selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Peradangan tersebut menyebabkan timbulnya berbagai macam gejala, salah satunya adalah mata merah.1 Peradangan konjungtiva tersebut selain memberi keluhan yang khas pada anamnesis seperti gatal, pedih, seperti ada pasir, rasa panas juga memberi gejala yang khas di konjuntiva, ada tahi mata (sekret). Jika meluas ke kornea timbul silau dan ada air mata berlebih (epifora). Namun tidak ada penurunan tajam penglihatan. Gejala objektif paling ringan adalah hiperemi dan berair sampai berat dengan pembengkakan bahkan nekrosis. Bentukan yang sering tampak khas lainnya adalah folikel, flikten dan sebagainya.1 Insidensi konjungtivitis di Indonesia berkisar antara 2-75%. Data perkiraan jumlah penderita penyakit mata di Indonesia adalah 10% dari seluruh golongan umur penduduk per tahun pernah menderita konjungtivitis. Data lain menunjukkan bahwa dari 10 penyakit mata utama, konjungtivitis menduduki tempat kedua (9,7%) setelah kelainan refraksi (25,35%). 1 Pada dasarnya konjungtivitis adalah penyakit ringan, namun pada beberapa kasus dapat berlanjut menjadi penyakit yang serius sehingga jika terdapat tanda-tanda konjungtivitis, sebaiknya segera diobati. Seperti yang telah diketahui, konjungtivitis juga merupakan penyakit yang menular. Penularannya dapat dicegah dengan cara menghindari pemakaian handuk dan bantal bersama, menghindari menyentuh mata yang sehat, dan mencuci tangan sebelum menyentuh mata.1,4

DIAGNOSA KEDOKTERAN KELUARGA LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Suku Agama : An. PLK : 4 tahun : Perempuan : Jl. Mulawarman RT.32 Kel. Bukuan : Jawa : Islam

IDENTITAS ORANG TUA Ayah Umur Suku Agama Pendidikan Pekerjaan : Tn. M : 45 tahun : Jawa : Islam : SD : Swasta Ibu Umur Suku Agama Pendidikan Pekerjaan : Ny. L : 37 tahun : Jawa : Islam : SD : IRT

ANAMNESA Anamnesis dilakukan pada tanggal 22 November 2012, di poli KIA Puskesmas Palaran secara alloanamnesis..

Keluhan Utama Mata kanan dan kiri merah dan berair

Riwayat Penyakit Sekarang Keluhan kedua mata merah dan berair ini telah dirasakan pasien sejak 2 hari sebelum datang berobat ke poli KIA puskesmas palaran. Pagi saat bangun tidur, pasien mengeluh susah membuka mata sebelah kanan dikarenakan banyak kotoran mata yang membuat matanya lengket dan susah dibuka. Pasien juga mengeluhkan

nyeri dan gatal pada kedua matanya. Pasien tidak mengeluhkan adanya pandangan kabur maupun silau pada kedua matanya. Riwayat trauma pada mata tidak ada. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien belum pernah menderita keluhan serupa sebelumnya. Riwayat Penyakit Keluarga Kakak pertama pasien yang tinggal di asrama awalnya terkena sakit mata dengan keuhan serupa, kemudian saat pulang ke rumah kakak pasien tidur satu ranjang dengan pasien.

Genogram

Keterangan:

laki-laki perempuan pasien kakak pasien mempunyai keluhan serupa

PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum Kesadaran Berat Badan Tinggi Badan : Baik : Compos mentis : 30 kg : 95 cm

Tanda Vital Nadi Frekuensi Nafas Suhu : 96 kali/menit, regular, kuat angkat : 24 kali/menit : 36,5 oC

Kepala dan Leher: Kepala : Mata: anemis (-), ikterik (-), hiperemis (+/+), sekret (+/+) purulen Hidung : dalam batas normal Mulut Leher : faring hiperemi (-), pembesaran tonsil (-) : pembesaran KGB (-)

Toraks: Inspeksi Palpasi Perkusi : pergerakan simetris : nyeri tekan (-), ictus cordis tidak teraba : sonor pada seluruh lapangan paru,

Auskultasi : Paru: suara napas vesikuler, ronkhi (-/-), wheezing (-/-) Jantung: S1S2 tunggal-reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen: Inspeksi Palpasi Perkusi : cembung : soefl, nyeri tekan epigastrium (-) : timpani, nyeri ketok (-)

Auskultasi : bising usus (+) kesan normal

Genitalia: Dalam batas normal

Ekstremitas Atas : Edema (-/-), akral hangat Bawah : Edema (-/-), akral hangat

Status oftalmologi Pemeriksaan Visus Posisi bola mata Pergerakan bola mata Oculi Dextra Baik Orthoforia Bebas ke segala arah Nyeri gerak (-) Palpebra superior Palpebra inferior Apparatus lakrimalis Konjungtiva dan sclera Kornea COA Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Hiperlakrimasi (+) Injeksi konjungtiva (+) Jernih Jernih, normal Pupil sudut Oculi Sinistra baik Orthoforia Bebas ke segala arah Nyeri gerak (+) Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Hiperlakrimasi (+) Injeksi konjungtiva (+) Jernih mata Jernih, normal sudut mata

Bulat, regular, diameter Bulat, regular, diameter 3 mm 3 mm kecoklatan,

Iris

Warna kecoklatan, kripte Warna baik kripte baik Jernih Normal

Lensa Reflek cahaya TIO Funduskopi

Jernih Normal Normal (palpasi) Tidak dilakukan

Normal (palpasi) Tidak dilakukan

PEMERIKSAAN PENUNJANG Tidak dilakukan

DIAGNOSA KERJA Konjungtivitis Bakterial Akut Okuli Dextra et Sinistra


6

PENATALAKSANAAN Medikamentosa Khloramphenicol salep mata ODS 3 kali sehari Amoxicilin tablet 3 x tablet

Advis : Hindari menggosok-gosok kelopak mata dan daerah disekitar mata yang sakit jika terasa gatal Hindari menyentuh mata yang sehat selama masa pengobatan Menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan Mengkonsumsi buah-buahan yang banyak mengandung vitamin A Mengurangi frekuensi keluar rumah selama sakit agar tidak menularkan kepada orang lain

PROGNOSIS Bonam

ANALISIS KEDOKTERAN KELUARGA ANGGOTA KELUARGA Anggota No Usia Keluarga 1 Tn. M 45 th 2 Ny. L 37 th 3 An. U 15 th 4 4 An. A An. P (pasien) 9 th 4 th

Pekerjaan Swasta IRT SMP SD Belum sekolah

Hub. Klrg Suami Istri Anak kandung Anak kandung Anak kandung

Stt. Nikah Menikah Menikah Belum menikah Belum menikah Belum menikah

Ya

Serumah Tdk Kdg -

STATUS FISIK, SOSIAL, EKONOMI, KELUARGA DAN LINGKUNGAN No 1 2 3 Ekonomi Keluarga Luas tanah Luas Bangunan Pembagian ruangan Keterangan 15x10 m2 4x7 m2 Rumah terdiri dari 1 lantai, 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, 1 dapur, 1 ruang tamu, 1 kamar mandi 900 watt

4 5

Besarnya daya listrik Tingkat pendapatan keluarga : a. Pengeluaran rata-rata perbulan Bahan makanan - Beras, Lauk/ikan, sayur - susu Diluar bahan makanan - Sewa rumah - Pendidikan - Kesehatan - Listrik - Lain-lain b. Penghasilan keluarga/bulan Perilaku Kesehatan Pelayanan promotif/preventif Pemeliharaan keluarga lain kesehatan

Rp. 1.800.000

Rp. 800.000 Rp. 300.000 Rp. 0 Rp. 0 Rp. 0 Rp. 0 Rp. 0 Rp. 700.000 Rp. 2.000.000

No 1 2

anggota Berobat ke puskesmas

3 4

Pelayanan pengobatan Jaminan pemeliharaan kesehatan

Puskesmas Askes Gakin

No 1

Pola Makan Keluarga Kepala keluarga dan ibu Makan 3 kali sehari (pagi, siang dan malam). Nasi, tahu, tempe, ikan, sayur

Anak

Makan 3 kali sehari (pagi, siang dan malam). Nasi, tahu, tempe, ikan, sayur Susu dan jajan diluar rumah

No 1

Aktivitas Keluarga Aktivitas fisik a. Suami Bekerja diluar rumah (seninminggu) dan malam hari pulang ke rumah Mencuci baju, memasak, membersihkan rumah, dan mengurus anak Belum sekolah, setiap harinya bermain dengan teman dan tetangga di sekitar rumah Anggota keluarga melaksanakan sholat 5 waktu

b. Pasien

c. Anak (Pasien)

Aktivitas mental

No 1

Lingkungan Sosial Hubungan dengan lingkungan sekitar baik

Fisik/Biologik Perumahan dan fasilitas Luas tanah Luas bangunan Sederhana 15x10 m2 4x7 m2

Jenis dinding terbanyak Jenis lantai terluas Sumber penerangan utama Sarana MCK

Semen Keramik Lampu listrik Kamar mandi menjadi satu dengan WC. Tempat mencuci piring ada di dapur dan tempat cuci pakaian di belakang rumah. Di belakang rumah Air PDAM, air tamping hujan Air PDAM yang dimasak Dibuang di pembuangan sampah tempat

Sarana Pembuangan Air Limbah Sumber air sehari-hari Sumber air minum Pembuangan sampah

Lingkungan kerja a. Suami b. Pasien c. Anak Di luar rumah Di dalam dan sekitar rumah Di dalam dan sekitar rumah

PENILAIAN APGAR KELUARGA Hampir Kriteria Pernyataan Selalu Adaptasi Saya puas dengan keluarga saya karena masing-masing anggota keluarga sudah menjalankan sesuai dengan seharusnya Saya puas dengan keluarga saya karena dapat membantu Kadang Kadang Hampir tidak pernah

Kemitraan

10

memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi Pertumbuhan Saya puas dengan kebebasan yang diberikan keluarga saya untuk mengembangkan kemampuan yang saya miliki

Kasih sayang Saya puas dengan kehangatan dan kasih sayang yang diberikan keluarga saya Kebersamaan Saya puas dengan waktu yang disediakan keluarga untuk menjalin kebersamaan Total 9

Keterangan : Total skor 8-10 = Fungsi keluarga sehat Total skor 4-7 = Fungsi keluarga kurang sehat Total skor 0-3 = Fungsi keluarga sakit

Kesimpulan : Nilai skor keluarga ini adalah 9, artinya keluarga ini menunjukan fungsi keluarga sehat

11

POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT KELUARGA Jawaban No Indikator Pertanyaan Keterangan Ya A. Perilaku Sehat 1 Tidak merokok Ada yang memiliki Tidak ada kebiasaan merokok keluarga merokok 2 Persalinan Dimana ibu melakukan Ditolong persalinan bidan 3 Imunisasi Apakah bayi ibu sudah di Imunisasi lengkap imunisasi lengkap (BCG, DPT 1,2,3, Polio, hepatitis, campak) dilakukan semua 4 Balita di timbang Apakah balita ibu sering Penimbangan di ditimbang? Dimana? Posyandu (hampir tiap bulan) 5 Sarapan pagi Apakah seluruh anggota Makanan yang biasa keluarga memiliki dikonsumsi setiap hari kebiasaan sarapan pagi? adalah nasi dan laukpauk 6 Dana sehat / Askes Apakah anda ikut Jamkesmas, menjadi peserta askes Jamsostek, Askes, di tempat anggota yang Tidak

12

Cuci tangan Apakah anggota keluarga mempunyai kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah buang air besar ? Seluruh keluarga mempunyai kebiasaan mencuci tangan dengan air dan sabun hingga bersih

Sikat gigi Apakah anggota keluarga Seluruh anggota memiliki kebiasaan gosok keluarga melakukan gigi menggunakan odol kebiasaan menggosok gigi

Aktivitas fisik/olahraga Apakah anggota keluarga melakukan aktivitas fisik atau olah raga teratur Seluruh anggota keluarga melakukan aktifitas fisik setiap hari minimal 30 menit, atau minimal 3 kali seminggu

B. Lingkungan Sehat 1 Jamban Apakah dirumah tersedia jamban dan seluruh keluarga menggunakannya 2 Air bersih dan bebas jentik Apakah dirumah tersedia air bersih dengan tempat/tendon air tidak ada jentik ? Rumah memiliki 1 buah kloset (WC)

Bila rumah tidak memiliki sumber air tetapi menggunakan MCK/kran umum untuk mendapatkan air bersih maka

13

jawabannya Ya 3 Bebas sampah Apakah dirumah tersedia tempat sampah? Dan di lingkungan sekitar rumah tidak ada sampah berserakan? 4 SPAL Apakah ada/tersedia SPAL disekitar rumah Lingkungan yang bersih tidak ada air limbah yang menggenang Rumah terlihat bersih/bebas sampah dan tersedia tempat sampah didalam/diluar rumah

Ventilasi Apakah ada pertukaran udara didalam rumah Ukuran ventilasi lebih kurang 1/10 luas lantai untuk tiap ruangan

Kepadatan Apakah ada kesesuaian rumah dengan jumlah anggota keluarga? Pengukuran kepadatan dimana 1 orang penghuni membutuhkan 2x2x2 meter

Lantai Apakah lantai bukan dari tanah? Seluruh lantai rumah disemen, ubin atau kayu

C. Indikator tambahan 1 ASI Eksklusif Apakah ada bayi usia 0-6 bulan hanya mendapat Hanya untuk bayi keluarga yang

14

ASI saja sejak lahir sampai 6 bulan

mempunyai bayi usia 0-6 bulan, bila rumah tangga tidak ada bayinya jawaban tetap Ya tetapi dicatat dilembar catatan (anak pasien berusia 2 tahun)

Konsumsi buah dan sayur Apakah dalam 1 minggu terakhir anggota keluarga mengkonsumsi buah dan sayur?

Semua anggota keluarga mengkonsumsi buah dan sayur

Jumlah

16

Klasifikasi SEHAT I : Dari 18 pertanyaan jawaban Ya antara 1-5 pertanyaan (merah) SEHAT II : Dari 18 pertanyaan jawaban Ya antara 6-10 pertanyaan (Kuning) SEHAT III : Dari 18 pertanyaan jawaban Ya antara 11-15pertanyaan (Hijau) SEHAT IV : Dari 18 pertanyaan jawaban Ya antara 16-18pertanyaan (Biru) Kesimpulan Dari 18 indikator yang ada, yang dapat dijawab Ya ada 14 pertanyaan yang berarti identifikasi keluarga dilihat dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehatnya masuk dalam klasifikasi SEHAT IV.

15

RESUME FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN KELUARGA Faktor Resiko Rumah: Fisik ventilasi dan pencahayaan matahari cukup, sanitasi lingkungan cukup, MCK cukup bersih, kamar bersih namun tidak rapi, Dapur bersih dan rapi, irigasi (parit) lancar, kualitas air sebagai sumber air minum keluarga tidak terjamin. Biologi Psiko-sosioekonomi Gaya hidup Lingkungan Kerja Pasien tidak memiliki riwayat sakit mata Kakak pasien lebih dulu mengalami keluhan yang di alami pasien memiliki kartu jaminan kesehatan Pengetahuan tentang kesehatan dan gizi serta lingkungan kesehatan masih kurang Pendapatan keluarga prioritas untuk kebutuhan sandang, pangan dan papan Perilaku Kesehatan Higiene pribadi cukup Berobat langsung di sarana pengobatan seperti Puskesmas Tidur bersama dalam 1 ruangan dan sering berkumpul satu keluarga diruang keluarga Kebiasaan mencuci tangan sebelum makan kurang Kecelakaan akibat kerja (-)

16

DIAGNOSA KELUARGA (Resume masalah kesehatan) Status kesehatan dan faktor risiko (Individu, keluarga dan komunitas) Pasien tidak memiliki riwayat sakit mata Kakak pasien mengalami sakit mata dan menularkan kepada pasien Pasien sendiri juga beresiko untuk menularkan penyakitnya kepada anggota keluarga di rumah dan tetangganya karena cara penularan penyakit ini adalah secara kontak langsung Lingkungan tempat tinggal yang kurang sehat dan bisa menjadi sumber berbagai penyakit lainnya, seperti kebiasaan menggantung pakaian, tempat pembuangan sampah terbuka yang dekat dengan rumah.

Status upaya kesehatan (Individu, keluarga dan komunitas) Pendapatan keluarga untuk prioritas pemenuhan sandang, pangan, papan. Memiliki jaminan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan ke puskesmas. Semua anggota keluarga memiliki kesempatan yang sama dalam berobat.

Status lingkungan

Kondisi rumah tempat tinggal pasien cukup baik, sanitasi lingkungan


cukup dan ventilasi udara rumah cukup sehingga terdapat pencahayaan dari sinar matahari. Sumber air yang dipergunakan untuk mandi, cuci, kakus dan air minum berasal dari air PDAM dan air hujan yang ditampung. Hubungan dengan tetangga cukup baik, keluarga ini saling mengenal dengan tetangga

17

Diagnosa keluarga Sebuah keluarga Tn. M terdiri dari 5 orang anggota keluarga inti. Anak ketiga Tn. M yaitu An. P merupakan salah satu pasien rawat jalan puskesmas palaran yang didiagnosis konjungtivis bakterial akut okuli dextra et sinistra. Keluarga ini menempati rumah yang cukup sehat, sosial ekonomi cukup, kebersihan lingkungan cukup, namun kesadaran PHBS yang masih kurang. Rencana Penatalaksanaan Masalah Kesehatan Terhadap status kesehatan individu dan keluarga No 1 Masalah kesehatan Konjungtivitis akut Pengobatan - Khloramphenicol Tindakan medis

Anggota keluarga lain

Pemeriksaan fisik salep mata ODS 3 Terapi simptomatik KIE penderita dan kali sehari keluarga tentang - Amoxicilin tablet 3 konjungtivitis akut, terapi, pencegahan, x tablet penularan KIE dan penyuluhan tentang rumah sehat KIE tentang makanan sehat Kontrol ulang bila keluhan tidak membaik dalam waktu 3 hari. KIE tentang perjalanan penyakit, pengobatan, pencegahan serta pentingnya menjaga kesehatan . Bila terdapat keluhan serupa berobat ke puskesmas KIE dan penyuluhan

18

Lingkungan sekitar

tentang rumah sehat Penyuluhan/ KIE tentang hidup sehat, menjaga lingkungan sehat

Perawatan Masalah Kesehatan Keluarga Masalah Kesehatan Tindakan Perawatan (Promotif, Preventif, Protektif) Individu Keluarga Komunitas Penyuluhan/ KIE tentang penyakit konjungtivitis akut, perjalanan penyakit dan mekanisme penularannya Penyuluhan rumah dan lingkungan sehat

No

Pasien

Anggota keluarga lain

Terapi KIE Pentingnya konjungtivitis akut menjaga higiene Terapi dilaksanakan pribadi dan sesuai dosis dan lingkungan indikasi Makanan sehat Menjelaskan dan memberi edukasi tentang perjalanan penyakit dan mekanisme penularannya Makan-makanan yang bergizi dan sehat Menjaga daya tahan KIE ttg higine tubuh sanitasi, Menjaga kebersihan penyebab diri pencegahan, dan pengobatan penyakit, pentingnya memelihara kesehatan dan kondisi rumah dan lingkungan yang sehat/bersih

Penyuluhan /KIE tentang hidup sehat, rumah sehat dan lingkungan sehat

19

GAYA HIDUP PERILAKU KESEHATAN Kebersihan lingkungan cukup Pengetahuan tentang kesehatan cukup Higine pribadi cukup Pengetahuan tentang rumah sehat kurang Jika sakit langsung berobat ke puskesmas

Pemenuhan kebutuhan primer prioritas utama Alokasi dana khusus kesehatan tidak ada

LINGK. PSIKO-SOSIO-EKONOMI Pendapatan keluarga cukup Kehidupan sosial dengan lingkungan baik

Pasien
BIOLOGI Pasien tidak memiliki riwayat sakit mata Kakak pasien lebih dulu mengalami keluhan yang di alami pasien

Konjungtivitis Akut
FAMILY
-

LINGK. FISIK Ventilasi dan penerangan didalam rumah cukup Luas rumah sesuai dengan kepadatan penduduk Kebersihan dan kerapian di dalam rumah baik Lingkungan di sekitar rumah kurang bersih Pembuangan air limbah langsung dan tidak menimbulkan genangan

PELAYANAN KES. Jarak rumah-pusat pelayanan kesehatan: 20 menit, ditempuh dengan kendaraan bermotor

Komunitas:
Pemukiman dengan sanitasi yang cukup

20

SKORING KELUARGA

KEMAMPUAN

PENYELESAIAN

MASALAH

DALAM

Skor Masalah

Upaya

Awal Penyelesaian Fungsi Biologis - Ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama 2 Edukasi mengenai penyakit, cara penularan dan pencegahannya

Fungsi Ekonomi dan pemenuhan kebutuhan Pendapatan keluarga sudah tetap Keluarga tidak memiliki tabungan 3 2 Edukasi untuk menambah penghasilan dengan usaha sampingan Menyisihkan sebagian uang untuk hal yang tidak diperkirakan sebelumnya Motivasi mengenai perlunya memiliki tabungan

Faktor perilaku kesehatan keluarga Higine pribadi dan lingkungan kurang 2 Berobat jika keluhan makin berat Lingkungan rumah Kebersihan di lingkungan sekitar rumah kurang 2 Edukasi untuk bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar gang 3 Edukasi tentang pentingnya lingkungan yang bersih Edukasi dan motivasi untuk memeriksakan kesehatan bila terdapat keluhan

PEMBAHASAN

Studi kasus dilakukan pada pasien An. P usia 4 tahun dengan keluhan utama kedua mata merah dan berair sejak 2 hari sebelum berobat ke puskesmas palaran. Pasien tinggal satu rumah dengan 4 orang anggota keluarga lainnya, keluarga ini tinggal di rumah pribadi dengan jarak rumah dari puskesmas sekitar 20 menit dengan kendaraan bermotor. Diagnosis konjungtivitis akut ditegakkan atas dasar anamnesis dan pemeriksaan fisik. Keluhan mata merah dan berair ini telah dialami pasien selama 2 hari. Pada saat bangun tidur tadi pagi, pasien mengeluh susah membuka kedua matanya dikarenakan banyak kotoran mata yang membuat matanya lengket. Pasien juga mengeluhkan nyeri dan gatal pada kedua matanya. Pasien tidak mengeluhkan adanya pandangan kabur maupun silau dan riwayat trauma pada mata tidak ada. Pada pemeriksaan riwayat keluarga ditemukan kakak pertama pasien telah terlebih dahulu menunjukkan keluhan serupa yang dideritanya saat di asrama. Pada pemeriksaan fisik di dapatkan keadaan sakit ringan, dengan tandatanda vital didapatkan nadi 96 kali/menit, Frekuensi Nafas 24 kali/menit, dan Suhu 36,5 oC. pada pemeriksaan oftamologi didapatkan visus normal pada kedua mata, dan terdapat hiperlakrimasi dan injeksi konjungtiva pada kedua mata. Mata merah tanpa disertai penurunan tajam penglihatan merupakan salah satu tanda konjungtivitis. Konjungtivitis virus biasanya mengenai satu mata. Pada konjungtivitis ini, mata sangat berair. Kotoran mata ada, namun biasanya sedikit. Konjungtivitis bakteri biasanya mengenai kedua mata, namun dapat berasal dari satu mata yang kemudian menular ke mata satunya. Ciri khasnya adalah mata merah dan berair namun tidak banyak, selain itu akan keluar kotoran mata dalam jumlah banyak, berwarna kuning kehijauan. Pada pasien ini, keluhan terjadi pada kedua mata. Tidak ada keluhan pandangan kabur. Keluhan hiperlakrimasi tidak terlalu banyak dan pasien susah membuka mata saat bangun tidur karena lengket akibat kotoran mata yang sangat banyak. Hingga dapat disimpulkan bahwa pasien menderita konjungtivitis akut akibat bakteri.

22

Pada konjungtivitis bakterial dapat diterapi dengan antibakterial broadspectrum yang diberikan secara topikal, baik berupa tetes mata maupun salep mata, antara lain tetrasiklin, kloramfenikol 1%, gentamisin 0,3%, dan tetes mata framisetin. Penggunaan salep mata sebelum tidur dapat mengurangi perlengketan kelopak mata pada pagi hari. Terapi antibiotik sistemik, digunakan pada konjungtivitis yang disebabkan N gonorrhoeae dan N meningitidis. Beberapa obat tersebut yaitu norfloxacin, cefoxitim, ceftriaxon, dan spectinomycin.1,2 Pada pasien ini diberikan antibiotic diberikan chlorampenicol salep mata 3 kali sehari. Selain itu pasien dan keluarganya juga dianjurkan untuk menghindari menggosok-gosok kelopak mata dan daerah disekitar mata yang sakit jika terasa gatal, menghindari menyentuh mata yang sehat selama masa pengobatan, menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan, mengkonsumsi buah-buahan yang banyak mengandung vitamin A, serta mengurangi frekuensi keluar rumah selama sakit agar tidak menularkan kepada orang lain. Hal ini dilakukan agar rantai penularan dapat diputus. Konjungtivitis bakterial akut hampir selalu sembuh sendiri. Tanpa diobati, infeksi dapat berlangsung 10-14 hari, jika diobati dengan memadai 1-3 hari. Oleh karena itu pasien diminta untuk kontrol ulang terutama bila keluhan tidak membaik dalam waktu 3 hari. Kondisi rumah keluarga pasien kurang rapi namun cukup bersih, rumah merupakan rumah pribadi yang berdempet dengan rumah tetangga, rumah pasien berdinding semen dengan lantai dari keramik, ventilasi dan penerangan di dalam rumah cukup memadai untuk sirkulasi udara dan masuknya sinar matahari, tempat mandi dan jamban keluarga terletak di dalam rumah yang berdampingan dengan dapur, tempat perkakas makanan dan tempat mencuci pakaian. Sumber air untuk memasak, mandi, mencuci pakaian dan air minum diambil dari air PDAM atau air hujan yang sudah ditampung. Sanitasi dan pembuangan air limbah kurang baik yaitu air langsung dibuang di samping rumah namun tidak menggenang. Tempat pembuangan sampah yang berada disamping rumah, namun jika sudah banyak langsung dibuang ke TPA.

23

Masalah ekonomi yang dialami pasien adalah pendapatan yang pas-pasan, pendapatan yang ada hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga tidak ada simpanan atau tabungan yang nantinya dapat digunakan untuk hal-hal yang sifatnya mendesak. Perlu diperhatikan pentingnya edukasi dan motivasi kepada keluarga dan pasien untuk selalu menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, serta untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, dimana penularan penyakit ini dapat dicegah dengan hygiene yang baik, misalnya dengan mencuci tangan sebelum menyentuh mata dan mengkonsumsi buah-buahan terutama yang banyak mengandung vitamin A.

24

DAFTAR PUSTAKA

1. Ilyas S. Mata Merah tanpa disertai Penglihatan Turun Mendadak. Dalam : Ilyas S. Ilmu Penyakit Mata. Edisi ketiga. Jakarta : Balai Penerbit FKUI ; 2008. 2. Ivan, R., Schwab, MD., Chandler, R., dan Dawson, MD.General Ophthalmology, Dalam, Vaughan, G., Asburg, T., Riordan, P., (eds), Oftalmology Umum, 14nd (ed), Widya Medika, Jakarta :2000. 3. David S Marlin conjungtivitis. Department of Ophthalmology, Kaiser Foundation Hospital, Los Angeles Medical Center :2009 4. Suhardjo, Hartono. Ilmu Kesehatan Mata. Yogyakarta: Bagian Ilmu Penyakit Mata FK UGM. 2007.

25